Abdullah bin Abi Awfa bercerita: Kami waktu itu sedang berkumpul bersama Rasulullah saw. Tiba-tiba beliau berkata: “Janganlah duduk bersamaku hari ini (bagi) orang yang memutuskan persaudaraan.” Segera seorang pemuda berdiri meninggalkan majelis Rasulullah saw. Rupanya sudah lama ia bertengkar dengan bibinya. Lalu ia minta maaf kepada bibinya dan bibinya pun memaafkannya. Setelah itu, barulah ia kembali kepada majelis Nabi. Nabi Saw berkata: “Sesungguhnya Rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di situ ada orang yang memutuskan persaudaraan.” (Al-Targhib 3:345)“Maukah kalian aku tunjuki amal yang lebih besar pahalanya dari shalat dan puasa?” Tanya Rasulullah saw kepada sahabat-sahabatnya. “Tentu saja”, jawab mereka. Rasulullah saw menjawab, “Engkau damaikan orang-orang yang bertengkar.” “Barang siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rizkinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Abu Dzar ra adalah sahabat yang sangat dikasihi Nabi. Ialah orang yang pertama mengucapkan salam Islam di zaman jahiliah. Ia pernah menahan rasa hausnya, walaupun kantor air ia gantungkan di pinggangnya dan baru akan meminum air itu, setelah Rasulullah Saw meminumnya. Ia dipuji Nabi sebagai sahabat yang lidahnya paling jujur. Ia hidup sederhana dan bergabung dengan orang-orang yang sederhana. Islam telah mengubah masa lalunya sebagai pemberontak menjadi masa kininya sebagai pejuang.
Banyak nasihat Nabi saw kepada Abu Dzar ra. Salah satu di antaranya adalah: “Kekasihku Nabi yang mulia berwasiat kepadaku beberapa hal yang baik:
- Ia berwasiat agar aku tidak memandang orang yang di atasku dan hendaknya memandang orang yang dibawahku.
- Ia mewasiatkan kepadaku untuk menyayangi orang miskin dan akrab dengan mereka.
- Ia mewasiatkan kepadaku untuk menyambung persaudaraan walaupun dengan orang yang menjauhiku.
- Ia mewasiatkan kepadaku untuk tidak takut kepada kecaman orang yang mengecam dalam menegakkan agama Allah.
- Ia mewasiatkan kepadaku untuk mengatakan yang benar walaupun pahit. Dan akhirnya ia mewasiatkan kepadaku untuk memperbanyak La hawla wa la quwwata illa billah, karena kalimat itu termasuk perbendaharaan surga.” (HR. Al-Thabrani dan Ibnu Hiban; lihat juga Al-Targhib 3:337)
DIarsipkan di bawah: Nasehat









[...] Pentingnya Persaudaraan [...]
sungguh indah persaudaraan sesama muslim yang diperintahkan oleh Rosululloh SAAW dan para Imam AS inilah kekuatan yg akan menghancurkan kedzaliman dan musuh-musuh Islam kaum kafirin, kaum munafikin.
Semoga Alloh menyegerakan kedatangan Sahibuz Zaman Al Mahdi AS untuk mempersatukan Umam Islam dibawah kepemimpinan beliau AS
Mari kita bangun persaudaraan dengan berhenti mencaci maki satu sama lain..