Abu Bakar dan Umar Bin Khattab Tidak Di Kubur Di Samping Nabi saw

Sebuah Riset: “Mungkinkah Ini Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Islam?” (Bagian Pertama)

Barangkali, meskipun saya akan di bilang tidak waras, tapi ini merupakan salah satu topik sejarah terpenting yang perlu dikaji secara mendalam oleh seluruh umat Muslim. Sebab, nyaris semua orang (Muslim maupun non-Muslim) telah menerima ‘kebenaran sejarah’ bahwa Abu Bakar dan Umar dimakamkan di samping pusara Nabi Muhammad saw. Selama ratusan tahun kita (umat Muslim) tidak pernah bertanya “Sejak kapankah berita ini pernah dicatat dan dituliskan dalam sejarah Islam?”

080807-1253-researchcou1.jpg

Kubah Hijau. Tepat dibawahnya adalah makam Nabi saw, Abu Bakar dan Umar

Bahkan saking santernya, nyaris tak ada seorangpun yang pernah menanyakan hal ini, yakni “Benarkah Abu Bakar dan Umar dimakamkan di sisi pusara Nabi saw?” Berita ini sudah dianggap sebagai kebenaran umum, karena secara kebetulan, di sisi pusara Nabi saw memang ada dua buah makam, tapi persoalannya adalah: “Siapakah penghuni kedua pusara tersebut?” Yakni apakah benar ia merupakan makam Abu Bakar dan Umar ataukah bukan? Langkah pertama untuk meninjau hal ini adalah dengan meneliti ulang historiografi sejarah Islam.

Kronologisasi Pencatatan Sirah Nabi Muhammad saw

Kelompok Pertama: tahun 700 M – 750 M

  • Urwah ibn Zubair (w. 92 H atau sekitar tahun 712 M)
  • Abaan ibn Uthman ibn Affan (w. 105 H)
  • Hamman ibn Munnabbih (w. 101 H), murid Abu Hurairah (w. 59 H)
  • Ibn Shihab Az-Zuhri (w. 124 H atau sekitar tahun 742 M)

Kelompok Kedua: tahun 750 M – 800 M

  • Ibn Ishaq (w. 761 M) – dikenal Sirah Rasul Allah.
  • Abi Mikhnaf (w. 157 H – 774 M) – karya Maqtal Al-Husayn
  • Sayf ibn Umar (w. 796 M)

Kelompok Ketiga: tahun 800 M – 860 M

  • Al-Haytsam ibn Adi (w. 882 M)
  • Al-Waqidi (w. 207 H atau sekitar tahun 823 M) – Kitab At-Tarikh wa Al-Maghazi.
  • Al-Madaini (w. 830 – 850 M)
  • Ibn Hisyam (w. 835 M)
  • Ibn Sa’d (w. 845 M)
  • Khalifa ibn Khayyat (w. 854 M)

Kelompok Keempat: tahun 860 M – 900 M

  • Umar ibn Shabba (w. 878 M)
  • Ibn Qutaybah (w. 889 M) karyanya yang terkenal Uyun al-akhbar dan Al-Imamah wa al-Siyasah
  • Ad-Dinawari (w. 891 M) karyanya yang terkenal Akbar At-Tiwal
  • Baladzuri (w. 892 M)

Kelompok Kelima: tahun 900 M – 950 M

  • Ya’qubi (w. 900 M) – dia menulis Tarikh al-Yaqubi
  • Muhammad ibn Jarir at-Tabari (838 M – 923 M) Dia menulis Tarikh Ar-Rusul wa al-Muluk.
  • Ibn A’tsam (w. 314 H atau sekitar tahun 926 M – 927 M) – Dia menulis Alfutuh.

Periode Klasik, Lokasi di Iraq dan Iran

  • Ali al-Mas’udi (w. 955 M)
  • Tsabit ibn Sinan as-Sabi (w. 976 M)
  • Ibn Miskawayh (w. 1030 M)
  • Al-Utbi (w. 1036 M)
  • Hilal ibn al-Muhassin as-Sabi (w. 1055 M)
  • Al-Khatib al-Baqdadi (w. 1071 M)
  • Abu al-Fadhl Bayhaqi (995 M – 1077 M) Dia menulis Tarikh al-Mas’udi atau yang dikenal dengan judul Tarikh al-Bayhaqi.
  • Abu Ishaq as-Shirazi (w. 1083 M)
  • Ibn al-Imrani (w. 1184 M)
  • Abu al-Faraj ibn al-Jawzi (w. 1201 M)
  • Ibn as-Sa’i (w. 1276 M)
  • Ibn al-Fuwati (w. 1323 M)

Periode Klasik, Lokasi Andalusia, Maghrib, Mesir dan Syria

  • Al-Musabbihi (w. 1030 M)
  • Ibn Hazm (w. 1063 M)
  • Ibn Abd al-Barr (w. 1071 M)
  • Al-Qadi Iyad (w.1149 M)
  • Ibn al-Qalanisi (w. 1160 M)
  • Ibn Asaqir (w. 1176 M)
  • Imad ad-Din al-Isfahani (w. 1201 M)
  • Ali ibn al-Atsir (1160 M – 1231 M) – Dia menulis Al-Kamil fi at-Tarikh
  • Baha al-Din ibn Shaddad (w. 1235)
  • Al-Kalabi (w. 1237 M)
  • Sibt ibn al-Jawzi (w. 1256 M)
  • Ibn al-Adim (w. 1262 M)
  • Abu Shama (w. 1267 M)
  • Ibn Khallikan (w. 1282 M)
  • Ibn Abd az-Zahir (w. 1292 M)
  • Baybars al-Mansuri (w. 1325 M)
  • Abu al-Fida (w. 1331 M)
  • Al-Nuwayri (w. 1332 M)
  • Al-Mizzi (w. 1341 M)
  • Ad-Dzahabi (w. 1348 M)
  • Ibn ad-dawadari
  • As-Safadi (w. 1363 M)
  • Ibn Kathir (w. 1373 M)
  • Ibn al-Furat (w. 1405 M)
  • Ibn Khaldun (27 Mei 1332 M atau sekitar tahun 732 H sampai 19 Maret 1406 M atau sekitar tahun 808 H) – Dia menulis Muqaddimah.
  • Al-Maqrizi (w. 1442 M)
  • Ibn Hajr al-Asqalani (w. 1449 M)
  • Al-Ayni (w. 1451 M)
  • As-Saqhawi (w. 1497 M)
  • As-Suyuti (w. 1505 M)

1. Ibn Ishaq.

Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar. Dia dilahirkan tahun 85 Hijriyah atau sekitar 704 Masehi, dan merupakan sejarawan yang hidup di periode Bani Umayyah dan awal periode Bani Abbasiyah. Dia wafat usia 57 tahun pada kisaran tahun 761 Masehi atau 142 Hijriyah di Baghdad.

Menurut sejarawan, ayahnya bernama Yassar. Namun, siapakah Yassar ini dan dari mana asal-usulnya serta apa latar belakangnya? Wallahu’alam, karena tak ada pencatat yang mengetahui secara pasti tentang hal ini. Artinya, apakah dia keturunan Arab asli ataukah peranakan? Yang jelas, nama dia dan anaknya (Ishaq) tidak mencerminkan nama Arab yang lazimnya digunakan oleh klan-klan Arab di awal periode Islam. Pada masa itu, jarang kita temukan orang Arab asli yang menamakan anaknya Ishaq. Kalaupun ada, mungkin hal ini sangat tidak umum.

Alhasil, ayahnya konon telah ditangkap pada salah satu ekspedisi militer yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, kemudian dia dijadikan budak di Madinah. Yassar baru dibebaskan setelah dia menerima ajaran Islam, tapi apa ajaran dia sebelumnya? Wallahu’alam, karena tak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti mengenai hal itu.

Namun anehnya, anaknya yang bernama Ishaq menjadi seorang pencacat tradisi Nabi saw. Konon dia telah mengumpulkan berbagai catatan sejarah tentang permulaan kenabian dan Islam. Setelah itu, Muhammad bin Ishaq, yakni anaknya (cucu Yassar), melanjutkan kegiatan sang ayah.

Pada usia 30 tahun, Ibn Ishaq pergi ke Mesir dan berguru kepada Yazid ibn Abu Habib. Kemudian bersama teman-temannya, mereka pindah dan menetap di Irak.

Dia menulis beberapa catatn atau buku, tapi sayangnya, semua hasil karyanya itu tidak selamat sepenuhnya. Karya yang selamat hanya berupa suntingan atau semacam resensi yang dipelihara oleh muridnya, Al-Bakka’i. Ini pertanyaan yang lain lagi siapakah Al-Bakka’i ini? Dari mana dia berasal dan apa latar belakang agama dan pribadinya? Sekali lagi sungguh disayangkan hal itu tidak ada dalam catatan sejarah. Kemudian karya itu di edit kembali oleh Abdul Malik bin Hisyam, sedangkan salinan yang dimiliki Al-Bakka’i sendiri raib dan yang tersisa pada saat ini hanyalah Sirah Ibn Hisyam yang terkenal.

(Bersambung)

___________________________________________

Bagi segenap ikhwan dan akhawat (Baik Sunni maupun Syi’ah) yang memiliki referensi dan informasi bermanfaat bagi riset ini, silahkan di email langsung atau dituliskan pada bagian komentar pada artikel ini.


About these ads

220 comments

  1. Sebagian besar pendapat menyatakan bahwa memang benar kuburan Umar dan Abu Bakar ada disamping kubur Rasulullah. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah sudah ada ijin dari seluruh pewarisnya sehingga Beliau berdua bisa dikubur di tanah milik Rasulullah?

    _______________________________________________

    Syukran atas masukan antum, saya senang sekali bisa mendapat sumbangsih dan masukan dari antum.
    Adapun “sebagain besar pendapat” yang kita maksudkan itu sebenarnya baru dinyatakan di dalam buku-buku sejarah Islam sekitar setelah 100-200 tahun kemudian. Sedangkan sebelum itu, tak ada penyebutan yang bisa meyakinkan kita bahwa Abu Bakar dan Umar bin Khattab telah dikuburkan di sana. Ada beberapa alasan lain yang menyangsikan hal ini, tapi saya masih menantikan feedback lain dari para pembaca. Jazakallah.
    Saya pribadi percaya bahwa kedua makam yang dinisbahkan kepada Abu Bakar dan Umar bin Khattab itu sebenarnya adalah propaganda politik yang dimunculkan belakangan, dan salah satu pemicunya adalah faktor politik dan kekuasaan (yang sangat mungkin baru terjadi) di era Bani Umayyah. Dan itupun paska pembantaian cucunda Nabi saw, Al-Husein.

    1. Ya wajar saja Abu Bakar ra dan Umar ra dimakamkan di samping Nabi saw, bukankah mereka berdua mertua nabi saw. Anda saja orang yang sudah ribuan tahun tidak hidup bersama mereka yang sok merasa lebih tahu….

      1. mana yang lebih wajar mas, seseorang itu dikuburkan disamping mertuanya? ataukah seseorang itu dikuburkan disamping darah dagingnya sendiri, yakni anak dan anggota sanak keluarganya atau bahkan orang tuanya? Jadi, “kewajaran” yang anda sampaikan ini sama sekali tidak memiliki pijakan ilmiah, bahkan tidak pula secara historis. Disamping itu, seandainya sejarah itu tidak memiliki nilai ilmiah sehingga tidak bisa dibahas serta dikaji ulang lagi keotentikannya, maka mustahil Qur’an memerintahkan anda untuk belajar melalui sejarah. Belajar cari sendiri ya ayat-ayatnya, biar mau belajar … :lol:

        “Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

        Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”

        “Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

        “Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.”

        Nah, pertanyaanya kembali lagi disini bahwa selama sekitar 150 thn setelah Nabi saw wafat, sama sekali tidak ada catatan dari kaum Muslim yang menyatakan bahwa dua orang yang dikuburkan disisi Nabi saw itu adalah Abu Bakar dan Umar. Silahkan baca artikel saya untuk mengetahui apa itu historiografi … peaace!

  2. Satu arah penelitian baru dalam sejarah Islam. Apa mungkin penelitian sejarah Islam diarahkan seperti penelitian sejarah umum yang lebih berpegang pada artifak dan data arkeologis, sehingga menghasilkan kesimpulan yg faktual???

    ______________________________________________

    Ana sangat setuju dengan cara2 ini. Orang-orang Yahudi dan Kristen melakukan penelitian seperti ini, meskipun terhadap figur-figur Santo mereka. Namun, menurut ana sendiri, mereka sering kebablasan (khususnya Yahudi) yang sering menyembunyikan hasil temuan-temuan tersebut. Dead Sea Scroll adalah salah satunya. Sedangkan Islam justru kebalikannya, kita memiliki sederet data yang banyak, tapi sikap dogmatis (khususnya di Sunni) sangat kuat, sehingga penyelidikan sejarah sering dianggap sebagai barang haram yang najis dan mesti dbuang jauh-jauh… Afwan. Kelompok ini, setiap ada penyelidikan ke arah masa lalu Islam selalu dianggap upaya dari seorang Muslim orientalis, tapi ketika berbicara seputar sisa-sisa propaganda politik masa lalu, maka hal itu selalu dianggap tidak tabu…
    Sudah saatnya kita meninjau sejarah Islam secara obyektif dan bukan subyektif-ideologis… Syukran atas kunjungan dan komentar antum, mohon ditambahi jika antum punya masukan atau data2 yang serupa seperti ini… Jazakallah.

  3. Memang sampai sekarang tidak ada buku yang menyebutkan kepastian kedua maqam tersebut karena pada jaman imam-imam dulu, sulit sekali bagi seseorang untuk mendekati apalagi bertanya pada imam. Di jaman imam Ridha, seseorang dibunuh hanya karena bersalam. Banyak buku dimusnahkan oleh penguasa pada jaman itu agar berita tidak sampai ke kita seperti sekarang ini. Akhirnya, berita dhon lah yang dipake, dan berita dhon itu menyebutkan bahwa itu kubur Umar dan Abu Bakar. Jadi pembuktian hanya bisa berdasarkan sejarah karena tidak ada buku yang dikarang oleh seseorang berdasarkan keterangan dari imam mengenai status kedua maqam tersebut. Tapi siapa pun yang dikubur disitu, tidak ada hubungan dengan furu’ dan ushul. jadi kita hanya membicarakan sejarah yang mana akan kita dapati konspirasi politik yang kejam.
    Wallahu a’lam.
    _____________________________________________

    Setuju sekali dengan uraian antum. Banyak hadis di zaman khalifah kedua yang di bakar, dan Umar bin Khattab sendiri kurang menyukai figur sahabat yang paling jawara dalam periwayatan hadis seperti Abu Hurairah, karena peristiwa yang pernah dia alami kala itu, dan hal ini diriwayatkan dalam sejarah Islam (khususnya Sunni).
    Persoalan topik ini memang tidak ingin mengupas persoalan furu’ dan Ushul Islam, tapi untuk membuka pola berpikir kita (sebagai Muslim) bahwa sejarah Islam telah banyak mengalami interpolasi dan penambahan sesuai dengan keinginan dari pimpinan yang berkuasa saat itu. Artinya, bukan mustahil telah terjadi penambahan juga dalam konteks syariat, seperti solat tarawih, misalnya atau kalimat “asholatu khairun minanaum” pada azan Subuh dan hal ini, setidaknya, telah “menyentil” furu’ Islam :lol: meskipun… kajian ini sama sekali tidak ingin menyorot sisi-sisi furu’iayah tersebut…

    Hipotesis saya dalam hal ini…:

    apabila persoalan kuburan yang (seharusnya) tidak begitu penting sudah “mungkin dimanupulasi” sedemikian rupa untuk tujuan propaganda pihak penguasa (saat itu), lalu apalagi dengan beberapa peristiwa sejarah lainnya…?

    Di sini, kita akhirnya harus bisa menyikapi bahwa sejarah Islam bukanlah produk sakral dan haram untuk ditelaah atau dikupas. Karena faktanya, ia (sejarah Islam) tidak berhubungan secara langsung, baik dengan ushul, maupun furu’ Islam…

    Dengan demikian, buku-buku sejarah Islam (saat ini) hanyalah “alat bantu” untuk mempelajari sisi perilaku sosial masyarakat Muslim (paska Nabi saw wafat)…

    Sedangkan nilai kebenaran dari suatu peristiwa di dalam sejarah Islam adalah hal yang terbuka untuk dikritik dan diuji keabsahannya. Sementara sikap menolak atau menerima suatu episode di dalamnya tidak seharusnya berimplikasi kepada kekafiran…

    Intinya, sejarah Islam terkait dengan pengetahuan dan bukan keimanan…wallahu’alam.

    Saat ini, saya sedang mencari buku sejarah Islam pertama dan tertua yang pernah menyebutkan bahwa kedua makam itu adalah milik Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Apabila Antum ada masukan dalam hal ini, saya sangat berterima kasih sekali. Syukran atas masukan antum wa jazakallah kheir.

  4. Saya pernah mendengar dari beberapa orang di Najaf (Iraq) yang ‘expert’ tentang sejarah Islam yang juga membahas bahwa kuburan di samping Rasulullah SAW di Medinah bukanlah kuburan Abu-Bakar Siddiq & Umar b. Khattab.
    Di Najaf banyak naskah lama yang membahas tentang sejarah Islam.
    Ada baiknya Sdr. Mussadiq Marhaban berkunjung ke Najaf.

    ____________________________________________

    Wooow…! Ingin sekali bisa berziarah ke Imam Ali as di Najaf… mau…mau…mau… it has always been my dream:-(
    Tapi, gimana caranya? …Apa ada masukan atau cara lain yang Saudari Letitia bisa berikan …
    Mungkinkah memperoleh judul-judul buku ini? Dan mungkinkah buu-buku ini dibeli di Iran, misalnya?
    Terima kasih sebelumnya… :-)

  5. GITU AJA KOQ REPOT…ADA TIGA CARA YNG BISA DILAKUKAN:
    1.GALI KUBURNYA
    2.ANGKAT KERANGKANYA
    3.UNTUK IDENTIFIKASI KERANGKA UMAR ADALAH HAL YANG PALING GAMPANG, DAN NGA PERLU KELUAR BAIAYA VISUM. HAL YANG PERLU DILAKUKAN RENDAM KERANGKA YANG DIYAKINI MILIK UMAR DALAM DRUM/WADAH YANG BERISI LARUTAN ALKOHOL (BISA BIR, WISKY ATAU WINE KALO ADA DANANYA KALO CEKAK DANA CUKUP PAKE TUAK MEDAN AJA). DIAMKAN SELAMA SEMALAM DALAM KEADAAN TERTUTUP RAPAT. TINGAL ANDA CEK KEESOKAN HARINYA, KALO CAIRANNYA HABIS BERARTI KUBUR TERSEBUT POSITP 1000% ADALAH KUBURNYA UMAR. KALO YANG SATU UDAH POSITIP KUBURNYA UMAR, YANG ATU LAGI NGA BAKAL JAUH2X SOHIBNYA UMAR.

    1. Saya setuju sekali dengan ide antum untuk membongkar makam yang ‘isinya’ jadi perbincangan ataupun perdebatan dalam rangka mencari kebenaran atau meluruskan persoalan sesungguhnya. Dalam dunia kedokteran, khususnya kedokteran forensik, sudah menjadi keharusan bahkan kebiasaan untuk melakukan pembongkaran makam dan melakukan otopsi atas jenazah yg diangkat dari dalam kubur untuk mencari bukti2 baru atau fakta2 baru berkaitan dengan kematian si jenazah. Ini semua orang sedunia sudah faham, dan ini adalah metode mencari fakta kebenaran berdasarkan bukti fisik atau pendekatan empiris.Apalagi ini menyangkut sesuatu yug lebih besar, yaitu sejarah Islam, tentang tokoh yg jadi perbicangan. Oleh karena itu untuk meluruskan atau memastikan siapakah atau adakah kerangka jenazah yg ada dlm kubur kedua makam tersebut. Kalau ada, siapakah mereka berdasarkan test DNA..? Kalau tidak ada..berarti berita tentang kedua orang tsb yg dikubur disamping Rasulullah adalah fiktif.. Kemudian pertanyaan selanjutnya yaitu: dimanakah kedua org tsb dikubur..? Sejarah modern memang harus menggunakan pendekatan yg lebih ilmiah dan transparan dengan bukti2 yg tak terbantahkan agar terang benderang bagi para pengikut agama .. dan bukan bukti2 yg diselimuti oleh kabut yg mengaburkan masalah dan membuat keraguan dikalangan pengikut sebuah agama…. Salam,

    2. ngawur, anda tidak berbicara dengan ilmu pengetahuan tapi dg kebencian, itulah dasar agama anda?

  6. Salam,

    Alhamdulillah, akhirnya saya temui juga orang yang tidak sekedar membicarakan masalah ini tetapi melakukan riset. Semoga sukses membongkar The Biggest Conspirasy on Earth.

    Sudah lama saya punya keyakinan bahwa tidak mungkin Abu Bakar dan Umar dikubur disamping pusara Rasulullah saaw alias kubur2 itu kosong.

    Setelah membaca buku Imam Mahdi tulisan Al-Kurani, keyakinan saya makin bulat bahwa kedua tempat yang seakan pusara itu diperuntukkan buat Imam Mahdi as dan Nabi Isa as. Apalagi dalam buku tsb disebutkan sebuah hadis bahwa akan terjadi kegemparan dikalangan umat Islam kala Imam Mahdi as memugar Masjid Nabawi. Padahal, bukankah selama ini Masjid Nabawi telah mengalami pemugaran berkali-kali dan tidak terjadi kegemparan? Lalu, apa kiranya yang membuat gempar? Dua pusara itu kosong!!!

    Buat sdr Muawiyah bin Abu Gozok, insya Allah harapan antum bahwa kedua pusara itu dibongkar akan terpenuhi kelak.

    wassalam

  7. HUEHEHE…AMIN…ANE TERINSPIRASI LAGUNYA KANG IWAN FALS…WO’O YA’O..YA BONGKAR…

  8. waduh lagi nanggung brenti…
    tanggung jawab…lanjutin……
    ane tunggu jgn sampe mati penasaran nih…

    ————————————————

    Bagian Kedua Coming Soon! :D

  9. Apakah dengan dikubur dekat Rasul akan menaikkan derajatnya ??? kalaupun benar justru saya berpikir nggak jauh-jauh rasul minta tanggung jawabnya atas perlakuannya kepada imam ali dan sayyidah fatimah..

  10. salam.ane cuma mau tanya aja..apa alasan anda kok repot2 mau cari tau..anda mau dikatakan ahli sejarah?..wow!! nama itu mahal om..ente aja taunya jga lewat buku.mau ngebahas orng2 dulu..susah juga ya,,ente baca dulu siapa ibnu hisyam?..ibadah ente lebih hebat dari beliau belum?kejujuran ente lebih mana dgn kejujuran ibnu hisyam.hampir semua ulama uda sepakat ko..ente yg baru lahir kemaren.eh kasih komentar..klo kejujuran ente msh dipertanyakan mana mgkin orng bisa prcya sm ente ganti dari ibnu hisyam.ane fikir ente lagi kena pnykit krisis percaya sama ulama.ya uda ente bongkar aja tu kuburan!!klo ga nyap2 lagi sama askar..ya uda ga ada gunanya ente bhs mslh ini..hnya bikin rancuh susana aja..ya uda deh..mksh jg telah berani nulis.jd bahan wat ane..

    —————————————————–

    Tanggapan:

    Salam. Wah! ada polisi blog atau pansus blog rupanya? :D

    Memang susah kalau umat Muslim sendiri sudah tidak mau lagi mempelajari sejarah agama mereka?
    Sebab, apa hubungan ibadah Ibn Hisyam dengan tulisan ini?
    Apakah anda memegang buku amal akhiratnya?
    Apakah ada larangan dari Al-Qur’an untuk mengimani bukunya Ibnu Hisyam?
    Apakah ada larangan dari Al-Qur’an bahwa kita tidak bisa menilai tulisan-tulisannya?
    Adakah tulisan saya yang mencaci pribadinya?
    Adakah tulisan saya yang mengatakan bahwa kita harus membakar buku-bukunya Ibnu Hisyam ataupun ulama lainnya?
    Mengapa anda sibuk menilai saya dan tidak mengintrospeksi diri anda sendiri?
    Saya tidak memerlukan anda percaya saya jujur atau berdusta, tapi nilailah suatu kajian pemikiran dengan menganalisanya? Bukan mengobral omongan akhlaq yang anda sendiri masih memerlukannya?
    Apa manfaat anda bagi agama ini? Jangan tanya kepada saya, apakah saya bermanfaat bagi agama ini?
    Siapa bilang saya mericuhkan keadaan?
    Apakah ada pemberontakan, pembunuhan, demonstrasi, dan lain sebagainya karena tulisan saya?
    Terkadang untuk menghindari kerumitan suatu kajian, maka kita terkadang membicarakan moral yaa? ;)

  11. LAGU PANJANG UMURNYA DIGANTI SYAIRNYA JADI :…BONGKAR KUBURNYA…BONGKAR KUBURNYA…SEKARANG JUGA…SEKARANG JUGA….

  12. Kalau mau ke Najaf, datang dulu ke Tehran, insha Allah nanti saya bantu untuk ke Najaf-nya.

    ————————————————

    InsyaAllah. Mohon doanya juga.

  13. Syiah meyakini adanya dua belas imam yang menjadi penerus kenabian. Bagi

    syiah, masalah imamah sudah tidak bisa ditawar lagi, karena siapa saja yang

    menolak beriman pada salah satu saja dari dua belas imam itu maka dia

    divonis menjadi kafir. menolak beriman pada salah satu imam saja sudah kafir

    –apalagi menolak beriman pada kedua belas imam tersebut-. Karena yang

    menolak dianggap kafir, maka sudah tentu masalah imamah ini merupakan pokok

    yang terpenting bagi mazhab syiah. Begitu juga para imam memiliki kedudukan

    yang sangat penting bagi syiah. Sudah tentu penting, karena syiah meyakini

    bahwa para imam adalah penerus kenabian. barangkali pembaca bertanya-tanya

    apakah syiah meyakini bahwa misi kenabian Nabi Muhammad belum selesai

    sehingga masih diperlukan penerus lagi? Tetapi inilah keyakinan syiah

    CUMA DUA HAL YG PASTI SY AKAN LAKUKAN KLO KUBURNYA DIBONGKAR SEMOGA ALLAH MERIDHOI APA YG SY AKAN LAKUKAN
    1….BERDOA SEMOGA ALLAH MENGUTUKMU
    2….ATAU KUPENGGAL KEPALA MEREKA ONE BY ONE
    DLM KAIDAH USHUL FIQIH DLM ISLAM MENERIMA BERITA JANGAN DR SATU PIHAK TP TANYAKA AMA PARA PENJAGA KUBUR KLO ASAL GITU ANE JG BS
    TANYA AMA AHLI SEJARAH JANGAN DR SYIAH AJA ATAU DR PIHAK YG BENCI AMA TUH KUBUR ATAU ISLAM

    ————————————————-

    Sejarah Syiah???

    Baca artikel jangan judulnya aja Mas …?!

    capee deeey … :evil:

    Berperasangka itu dosa menurut Al-Qur’an …

    Memangnya Ibnu Hisyam itu Syiah? :D

  14. Salam,
    Teruskan risetnya. Saya juga menunggu bagaimana pemaparannya.
    Jangan hiraukan orang yang akhlaknya patut dipertanyakan, apalagi agamanya? Kalau melihat tulisan mereka (muawiyah, daud dan sahlani) itu mencerminkan akhlaknya. Kalau mereka mengaku bermadzhab ahlusunnah, apakah demikian ajarannya? Kalau dia mengaku Muslim, apakah Islam demikian ajarannya? TIDAK kan.

    ———————————————

    Terima kasih atas dukungannya Mas Zen. Semoga Allah merahmati anda selalu. Mohon doanya Pak :)

  15. Muawiyah bisa aja…BTW Umar pernah bilang klo minum arak tapi g sampe mabuk, berarti g haram
    tapi klo sampe mabuk, itu baru haram..
    Bener2 aneh ijtihad Khalifah yang atu ini…
    hehehe…

  16. Saudara-saudaraku muslimin dan muslimat (yang mudah-mudahan juga adalah mu’minin dan mu’minat), marilah kita mulai belajar untuk berbeda pendapat secara elegan dan intelek. Berbedalah pendapat dengan semangat saling menghormati, tidak merendahkan (baik secara eksplisit maupun implist). Sebagai hamba Allah, kita yakin bahwa apapun pendapat kita, pastilah tidak 100% benar, pastilah ada yang tidak benarnya. Kebenaran mutlak itu hanyalah milik Allah.

  17. Semoga benar, ..aduh senengnya ane ada kemungkinan itu. ..lha wong, waktu ada penguasa zalim yang dikubur dekat makamnya Imam Musa al-Kazhim as, saja kalo gak salah kemudian, .. orang yang mengubur (sayyid kalo gak salah) mimpi bertemu beliau as, yang kemudian memperingatkan supaya mayat orang zalim itu dipindahkan dari dekat beliau kok. …..leganya ……leganya ………leganya.

    pak Daud, syiah memasukkan orang yang telah membaca syahadat adalah muslim, ada kok fatwa2nya, salah satunya dari ayatullah al-uzhma sayyid Hussien Ali Al-Sistani

  18. Siape yang Mau Menggal Ane (YG MAU BONGKAR KUBURNYA UMAR) ? Huehehe….. Monggo Pak Daud… Kulo Persilahken…..LAGIAN PEDANG YANG BAKAL DIPAKE SAMA PAK DAUD PASTI PEDANG UMAR BIN KHATAB…..YANG UDAH PASTI TUMPUL…KARENA NGA PERNAH DIPAKE BUNUH SIAPA2X WAKTU PERANG……HUEHEHEHE

    BONGKAR KUBURNYA…BONGKAR KUBURNYA…SEKARANG JUGA…SEKARANG JUGA….

  19. asragfirullah
    kalau begitu sy mau beri kabar gembira bagi pr penghina sahabat karena tempat mereka adalah neraka
    kalau tak segera bertaubat
    rasul bersabda :
    1. Janganlah kamu mencaci-maki sahabat-sahabatku. Kalau ada orang yang menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, tidak akan mencapai satu cupak[1] atau separonya dari yang telah mereka infakkan. (Mashabih Assunnah)

    2. Sahabat-sahabatku ibarat bintang-bintang. Barangsiapa menelusuri salah satunya dia mendapat petunjuk jalan. (Ad-daarami)

    kalau dibandingin tauhid seluruh manusia abad ini ame pr sahabat kaga ada artinya eh malah orang sekarang merasa sok pinter alias suci sadar dong bang emank kite udah pernah diberi kemuliaan seperti sahabat kagak kan
    kasian tuh hati udah terkena racun cucinyasih ada dua
    1……..alLah yg cucin kalau ente termasuk orang yg diberi rahmat tp emank allah mau cuciin ht yg menghina orang dan hamba yg mulia seperti umar, abubakar,,usman,,khalid and masih bnyak lg wallahhuallam tp kayaknya enggak deh cepat cepat taubat bung kalu enggak???KACIAN DEH LOH
    2……..NAH INI PALING AMPUH NIH kalungkan aja pedang dilehernya kalau sekarang setipe,,ak47,,rpg,,rudal,,bom atom kalau perlu dijamin deh sedikit ampuh serta katakan” terima sepenuhnya atau tinggalkan seluruhnya “lalu lepaskan tubuhnya dr kepalanya jgn lupa bismillah
    dijamin deh pasti kurban yg afdhol dihadapan allah kelak

    buat ustads ane mau nanya emang taqiyah apa maksudnya ane kagak tau tuh????/

    ane minta maaf aja kalau ada salah kata
    minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin
    ane titip salam aja ama anaknya ustads
    asalammualaikum

    ———————————

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

    Menurut saya, hal-hal seperti ucapan dan pernyataan-pernyataan yang tidak enak tidak perlu ditanggapi. Saling merendahkan tidak menjadikan antum dan dia menjadi lebih benar atau lebih baik. Terkadang, ada kalanya sikap diam pada diri seseorang, menjadi petunjuk atas kebijaksanaan diri orang tersebut.

    Untuk itu, sebaiknya tidak perlu antum tanggapi balik. Membalas dengan berdoa kepada Allah swt lebih bisa mendidik diri kita kepada kemuliaan hati dan ketulusan jiwa, apalagi inikan sudah mau Idul Fitri, tapi biar bagaimanapun semuanya saya kembalikan masing-masing kepada anda dan dia. Selebihnya dari saya adalah hasbunallah wa ni’mal wakil,ni’mal mawla wa ni’mannashir.

    Entah bagaimana, tapi saya melihat lompatan perpindahan pertanyaan antum ini, barangkali, sedikit banyak telah dipengaruhi oleh ucapan orang yang membuat pernyataan yang tidak enak itu. Padahal, seharusnya tidak perlu demikian.

    Soal Taqiyah

    Banyak di antara saudara-saudara Sunni yang menganggap bahwa taqiyah adalah akibat dari minimnya keimanan dan keyakinan kepada Allah swt. Alasan mereka bahwa orang-orang yang menyembunyikan keyakinannya untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya adalah ciri manusia yang penakut, padahal seharusnya dia hanya perlu takut kepada Allah saja dan bukan kepada makhluk. Dalam konteks ini, sebagian kaum Wahabi sering menambahkan bahwa tindakan seperti ini mengakibatkan syirik.

    Perlu dipahami bahwa Syiah tidak memahami taqiyah seperti yang diasumsikan oleh sebagian ulama Sunni atau Wahabi yang secara khusus telah menolak taqiyah dalam Islam. Syeikh Ridha Muzaffar dalam kitabnya Aqa’id al-Imamiyah menjelaskan bahwa, taqiyah harus sesuai dengan aturan khusus berdasarkan kondisi di mana bahaya besar mengancam. Aturan-aturan ini banyak tercantum dalam kitab-kitab fiqih, beserta seberapa besar atau kecilnya bahaya yang menentukan keabsahan taqiyah sendiri. Taqiyah tidak wajib dilakukan setiap waktu. Sebaliknya, taqiyah boleh dilakukan dan kadang-kdang perlu untuk tidak bertaqiyah. Contohnya pada kasus dimana mengungkapkan kebenaran akan melancarkan tujuan agama, dan member manfaat langsung kepada Islam, dan berjuang demi Islam. Sesungguhnya pada situasi demikian, harta, benda dan nyawa harus dikorbankan. Selain itu, taqiyah tidak boleh dilakukan pada kasus yang berakibat pada tersebarnya kerusakan dan terbunuhnya orang-orang yang tidak berdosa, dan pada kasus yang akan mengakibatkan hancurnya agama, dan kerugian yang nyata akan menimpa umat Muslim, baik menyesatkan mereka atau merusak dan menindas mereka.

    Selain itu, sebagaimana yang diyakini kaum Syiah bahwa, taqiyah tidak menjadikan Syiah sebagai organisasi rahasia yang berusaha menghancurkan dan merusak, seperti yang coba ditambilkan oleh para pembenci Syiah. Kritik-kritik ini memperlihatkan serangan mereka secara verbal tanpa benar-benar memperlihatkan persoalan dan berusaha memahami pendapat Syiah tentang taqiyah.

    Seperti yang antum bisa lihat bahwa taqiyah tidak sama dengan sifat munafik, karena sifat munafik adalah kebalikan dari taqiyah itu sendiri. Karena taqiyah sederhananya adalah menyembunyikan kebenaran untuk tujuan yang akhirnya ingin memenangkan kebenaran , sedangkan munafik adalah menonjolkan sikap bahwa dia seolah-olah manusia yang benar, padahal tujuannya justru ingin menghancurkan kebenaran.

    Sumber taqiyah dalam Al-Qur’an

    Di sini, saya tidak mau merujuk kepada dalil-dalil Syiah tentang taqiyah, karena antum pasti akan mengatakan bahwa sudah semestinya Syiah memiliki dalil-dalil tentang taqiyah, sebab Syiah memang mempercayai konsep taqiyah. Nah, agar bisa menepis persepsi buruk soal taqiyah, maka saya justru akan merujuk dari kitab-kitab ulama Sunni sendiri seputar pandangan taqiyah itu sendiri.

    Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya, ad-Durr al-Mantsur fi tafsir al-ma’tsur meriwayatkan pendapat Ibnu Abbas tentang taqiyah dalam ayat Al-Qur’an, yaitu:

    “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena siasat (“tat-taquh”) memelihara diri (“tuqatan”) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS. 3:28)

    Kata “tat-taquh” dan “tuqatan” mengakar dari bahasa Arab taqiyah.

    Ibnu Abbas berkata: Taqiyah hanya diucapkan dengan lidah saja; orang yang dipaksa menyatakan sesuatu yang bisa membuat murka Allah swt, padahal hatinya tetap beriman kepada Allah, maka ucapan yang terpaksa tersebut tidak akan merugikannya, karena taqiyah hanya diucapkan dengan lidah saja dan bukan dengan hati.

    Abu Bakar Razi dalam Ahkam al-Qur’an (jilid II, hal 10) menjelaskan juga ayat di atas, “…kecuali karena siasat (“tat-taquh”) memelihara diri (“tuqatan”) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka…(QS. 3:28)”, dengan membenarkan bahwa taqiyah harus bisa dilakukan apabila seseorang takut jika hidup atau anggota tubuhnya terancam bahaya. Selain itu, dia meriwayatkan juga bahwa Qatadah menyatakan hal berikut berkenaan ayat di atas, “seseorang boleh mengucapkan kata-kata ketidakberimanan saat taqiyah wajib dilakukan.”

    Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari (jil 7, 102) bahwa Abu Darda berkata, “Sesungguhnya kami tersenyum kepada beberapa orang, padahal hati kami mengutuk mereka.”

    Mohon antum simak pesan Rasul saw ini baik-baik. Diriwayatkan dalam Sahih Muslim (versi Inggris), bab 1527, jilid 4, hal 1373, hadis 6303 bahwa Humaid bin Abdurrahman bin Auf meriwayatkan bahwa ibunya, Ummu Kaltsum binti Uqbah bin Abu Mu’ait, salah satu orang Muhajirin yang pertama kali membait Nabi Muhammad saw, berkata bahwa ia mendengar Nabi saw berkata: “Seorang pendusta adalah seseorang yang tidak berusaha membawa kedamaian di antara umat dan berbicara hal-hal yang baik (untuk mencegah timbulnya pertengkaran), atau tidak menyampaikan kebaikan.” Ibnu Syihab berkata, “Saya tidak mendengar bahwa pengecualian diberlakukan pada apapun yang orang katakan sebagai kebohongan, kecuali pada tiga hal: dalam peperangan, mendamaikan orang dan pertanyaan suami kepada isterinya, dan pertanyaan seorang isteri kepada suaminya (dalam bentuk pernyataan sebaliknya untuk mendamaikan suami isteri itu.”

    Seorang ahli tafsir Sunni, Abdul Hamid Siddiqi, pada kitab Sahih Muslim (versi Inggris, bab 1527, jilid 4, hal 1373, hadis 6303) menyatakan penafsirannya sebagai berikut: Berbohong adalah sebuah dosa besar. Tetapi seorang Muslim boleh berbohong dalam beberapa kasus tertentu dan diperbolehkannya berbohong pada tiga keadaan: pada peperangan, untuk mendamaikan umat Muslim yang saling bermusuhan, dan mendamaikan suami dan istri. Berdasarkan qiyas atau analogi dari ketiga keadaan ini, para ulama hadis memberikan beberapa pengecualian lainnya; menyelamatkan nyawa dan kehormatan orang tak berdosa dari tangan penguasa zalim dan penindas apabila seseorang tidak menemukan cara lain untuk menyelamatkan mereka.

    Perhatikanlah baik-baik, bahwa baik hadis ataupun penafsiran Al-Qur’an di atas tidak mesti berhubungan dengan non-Muslim saja. Lihat juga ayat al-Qur’an di bawah ini:

    “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” (QS. 16:106)

    Kisah seorang Mukmin di zaman Fir’aun yang bertaqiyah untuk melindungi Musa as.

    “Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu…” (QS. 40:28)

    Seperti yang antum lihat sendiri bahwa taqiyah bukan produk made in Syiah, tapi made in al-Qur’an.

    Jika demikian, lantas mengapa kaum Wahabi malah menyatakan bahwa taqiyah itu identik dengan syirik karena takut kepada selain Allah, atau munafik dan lain sebagainya, padahal al-Qur’an secara tegas melarang untuk menjerumuskan diri kita kepada kebinasaan tanpa tujuan dan membolehkan taqiyah, meskipun hal itu atas nama jihad dan lain sebagainya, “janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 2:195)

    InsyaAllah bermanfaat dan mohon maaf atas pernyataan saya yang kurang berkenan. ‘Alaiha wa ‘alaikum salam. Jazakallah kheir. Wassalamu’alaikum.

  20. to musaddiq …
    saya pernah baca artikel sejarah dari Dr shabir, yg mengkritisi sejarah yg berlaku umum sekarang. bahkan mengatakan bahwa sejarah syahidnya Imam Husain as itu dusta…peristiwa karbala itu tdk pernah ada..
    bahkan Dr shabir berkesimpulan sejarah dikumpulkan dan dituliskan oleh orang parsi
    bagaimana pendapat anda?
    mohon sharingnya….

  21. to musaddiq …
    setuju buat Dr shabir bagi orang mengkritisi sejarahpati akan bertanya ?
    betulkah yazid pd tahun 61hH beradadi karbala dan membunuh husein ? bukankah yazid pd watu itu berada di damakus dan yg berada dikarbala dan yg menyuruh membunuh husein adalah ubaidillah bin ziyad ?bukankah demikian itu yg di sebut dlm sejarah

    ——————–

    Tanggapan:

    Menurut saya, pernyataan Dr Syabir sendiri tidak menafikan peristiwa Karbala, tapi dia hanya mencoba membela Yazid la. Itu adalah haknya dan hak anda juga untuk membela Yazid, jadi teserah anda karena anda bebas memilih dan punya akal sehat.

    dan mas seperti yg salah satu ikhwan yg memberitahukan karena sy coba mencari kitab atau literatur syiah yg langkah mungkin bagi orang awam seperti sy dia menunjukan sy satu pernyataan dr ulama syiah sendiri ketika sy tanya tentng karbala allamah MH thabath- thabai {ulama syiah } , mrnyatakan bahwa syahidnya imam husein dikarbala meningkatkan kecenderungan orang orang untuk melihat dien mereka sendiri ebagai suatu nmasyarakat terpiah lm dunia islam {islam yiah hal 8}

    ——————————–

    Tanggapan:

    Saya punya bukunya Allamah Muhammad Husein Thabathaba’i dan peringatan tentang Imam Husein as memang selalu diperingatkan oleh umat Syiah sedunia setiap tahunnya. Terus kenapa Mas Daud? Saya tidak mengerti anda sebenarnya mau mengaitkan hubungan ini kemana karena tidak nyambung argumennya.

    bahkan dlm salh satu riwayat diceritakan tentang penghianatan syiah terhadap muslim bin uqail bin ja”far bin abi thalib , saudara dan utusan husein ra , yg kemudian berbuntut dan terjadinya peristiwa karbala .tp sy heran dan menjadi pertanyaan ? peristiwa seperti ini tdk diangkat sm ulama syiah apakah mereka bertaqiyah ? seperti dlm buku maqatil ath thalibiyiin karangan abdul faraj al isfhani sedangkan kitab ini secara khusu membahas sejarah biografi anak turunan abu thalib

    —————————

    Tanggapan:

    Peristiwa Karbala adalah bukti bahwa saat itu umat Muslim telah berkhianat kepada perjuangan Rasul saw dan cucundanya Imam Husein as.

    Sebagian umat Syiah memang ada yang menjadi pengkhianat saat itu dan saya akui hal tersebut, karena umat Syiah memang tidak imun terhadap dosa.
    Lalu bagaimana dengan para pembunuh Imam Husein sendiri, apakah menurut antum bahwa mereka itu menjadi pengikut setia Rasul saw dan Imam Husein as?!
    Apakah MAs Daud tahu siapa-siapa yang hadir di padang Karbala dan ikut membantai Imam Husein as, salah satu komandan yang mengabdi kepada kekaisaran Yazid ini adalah Umar bin Sa’d bin Abi Waqas …

    Apakah menurut Mas Daud bahwa orang yang namanya saya sebut ini adalah loyalis kepada Imam Husein as ataukah pengkhianat?

    Saya telah menjawab bagian saya, lalu bagaimana dengan antum sendiri?!

    Antum mau menolak sejarah pembantaian Karbala seperti Dr Syabir, apakah hal ini berarti antum melakukan itu karena loyal kepada Imam Husein as ataukah sebaliknya?

    kalau sekiranya ulama itu sedang bertaqiyah sedangkan sejarah yg penting kayak gitu disembunyikan ? wahhhhh gawattt nehhhh

    ——————————

    Tanggapan:

    Apa hubungan sejarah Karbala dengan kasus taqiyah yang antum tanyakan? Dan Siapakah yang hendak menyembunyikan sejarah Karbala? Dr Syabir ataukah para ulama itu Mas Daud?!

    sedangka ulama sunni mereka adalah penyampai kebenaran
    pemberani walau harus mati
    membuat kerajaan thogut gempar

    ——————————-

    Tanggapan:

    Pemberani itu adalah orang yang berani tampil di hadapan laan-lawan mereka Mas Daud, bahkan sekalipun harus ke daerah musuh seperti Ahmadinejad atau Sayyid Hasan Nasrullah, dan bukannya sembunyi sejak 911 sembari ngirim tape rekaman kalau mau ngomong kepada publik?! Lalu menyuruh petani Afghanistan yang hidupnya sudah serba kepepet dan tidak paham strategi militer ke medan perang …

    Maaf, persepsi saya soal keberanian dalam hal ini mungkin agak berbeda …

    seperti ulama 4 madzhab mereka disika ,diprnjara

    ———————————

    Tanggapan:

    Disiksa oleh siapa Mas Daud? Saat itu jelas bukan oleh orang-orang Kristen atau Yahudi kan, alih-alih orang Syiah? Siapakah mereka Mas Daud?

    serta ulama sunni abad sekarang yg membuat amrik sekutu dan orang munafik gentar dgn dakwahnya
    seperti perkataan rasul yg mereka yakini ” jihad yg utama mengatakan kebenaran dihadapan penguasa kafir” bukan menyembunyikan karena takut dibunuh
    seperti perkataan ibnu taimiyyah :”kalau sekiranya mereka memenjarakan ku maka itulah waktu aq berduaan dgn rabbku, kalau sekiranya mereka mengasingkanku maka itu adalah tamasya bagiku kepada rabbku ,dan kalau mereka membunuhku maka itulah kemulian yg diberikan rabbku kepada ku”
    masya allah tauhid apakah ini???

    ————————————

    Tanggapan:

    Mana yang lebih mulia antara Ibnu Taimiyyah yang berbicara seperti kalimat di atas dan sahabat Rasul saw da pengikut setia Imam Ali as hingga syahidnya, yaitu Ammar bin Yasir yang mengatakan hubal … hubal … hubal, pada saat dia tidak punya pilihan lain karena tidak tega menyaksikan kedua orang tuanya sedang disiksa dihadapannya? Mana yang lebih sempurna tauhidnya? Ammar bin Yasir si pendekar Rasul saw dan Ahlulbait Nabi saw ataukah Ibnu Taimiyyah?

    tmohon maaf kalau ada salah kata dr y yg lemah dan khilaf ini
    karena kesempurnaan hanya milik allah
    dan mas sy mempunyai banyak kendala dlm mencari kitab dan literatur yiah tp ahamdullilah ternyata allah menoong sy dan ketika sy baca sy berdiri dgn yakin sy berkata” saksikan bahwa sy orang islam yg mengikuti alquran dan sunnah rasul”

    —————————-

    Tanggapan:

    Saya juga minta maaf karena meskipun sudah menghadirkan bukti-bukti ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Sahih dari pihak Sunni sendiri, tetapi antum belum bisa menerima fakta-fakta tersebut. Tapi saya tetap hargai pilihan antum dan itu adalah jalan yang anda pilih sendiri.

    Adapun saya, maka saya lebih memilih hadis yang lebih sahih menurut Sunni sendiri Mas Daud, yaitu Al-Qur’an dan Ahlulbait Nabi saw.

    Untuk itu, berhubung antum sudah membuat keputusan, maka sebaiknya diskusi ini tidak perlu dilanjutkan lagi. Jazakallah dan syukran.

  22. HUEHEHE…..TAON DEPAN ANE MAU KLUARIN KHAMER MERK ”UMAR WALKER” YANG LEBIH AMPUH DARI “JHONY WALKER”…HUEHEHE…NTAR PAK DAUD TAK KIRIMIN…BIAR KALO TAWASUL KE UMAR BIN KHATAB LEBIH CEPET CONECTNYA.

  23. HUEHEHE …lucu sekalii! …….BTW ..jangan salah lho khotob itu (ayahnya umar) wawasannya luas lho! .. tahu mitos yunani segala, ..kan cuanggih rek, ….terutama paling fanatik sama dongeng oedipus, ..sampai dipraktekin ama dia, shg jadi umar, jadi umar sejatinya adalah buah hasil dari wawasan luas. HUEHEHE.

  24. nah dokter shabir ini syiah atau sunni, syiah itu munculnya sejak zaman kewafatan Ar-Rasul SAWW, sejak keimamahan berada di imam Ali, jadi jauh sebelum peristiwa Karbala, kalau mau mendiskusikan masalah Karbala, berarti sudah masuk dalam salah satu ‘kotak’ yaitu kotak syiah, …soalnya sudah barang tentu bukti2 sejarah sunni tidak apresiatif terhadap peritiwa itu. hmm sebenarnya ada juga lho literatur sunni menyangkut peristiwa Karbala ini. kalo itu yang terjadi maka lebih parah. …iya kan? bisa2nya anda lebih mengikuti dokter Shabir ini daripada ulama2 anda sendiri.

    —————————

    Kali ini, pandangan Mas Daud ini menurut saya lebih mengarah kepada konklusi emosional ketimbang rasional. Tapi jangan kaget saudara Denjaka, saya sendiri pernah kok mengalami fase-fase seperti ini, karena sewaktu membaca peristiwa pembantaian cucunda Nabi saw yang bernama Al-Husein di Karbala, maka saya sendiri sempat menyatakan hal yang serupa dengan ungkapan Mas Daud. Sebab, seluruh fakta sejarah itu terlalu menyakitkan untuk saya akui sebagai seorang manusia, apalagi sebagai seorang Muslim.

    Ucapan guru-guru SD, SMP, SMA saya yang mengatakan bahwa Islam telah mengukir sejarah peradaban manusia dengan tinta emas segera sirna dihadapan saya … dan sejak saat itu, setiap kali ada seseorang menyebut sejarah Islam, maka tema sejarah Islam yang pertama kali muncul di benak saya adalah peristiwa Karbala …

    Kalau saja peristiwa Karbala itu benar-benar tidak ada, lantas berapa banyak ulama dan juga sejarawan Sunni yang mau kita kategorikan sebagai pengkhayal kelas pertama ketimbang ilmuwan papan atas, termasuk Ibnu Taimiyyah sendiri?

    Cobalah renungkan baik-baik Mas Daud, karena yang menulis sejarah Karbala itu bukan hanya sejarawan Syiah, tapi seluruh penulis sejarah Sunni yang tulisannya di luar konteks Sirah Nabawiyyah, maka mereka pasti akan mengakui kebenarannya, termasuk keterlibatan Yazid bin Muawiyah la dalam pembunuhan tersebut. Hanya kaum Wahabi belakangan saja yang kemudian mulai menulis beberapa pledoi terhadap Yazid la

    Intinya, membenarkan hikayat yang datang dari seorang Dr. Syabir ini, sama saja mau mengatakan bahwa beberapa cendkiawan besar Sunni seperti Thabari, Al-Ghazali, bahkan Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho sebagai penulis komik Islam best seller?!

    Menurut saya ini adalah suatu keyakinan beragama yang sudah tidak rasional lagi dan dogmatis!

    Kepada Saudara Denjaka, saya ucapkan terima kasih atas komentarnya. Minal a’din wal faa’izin, mohon maaf lahir dan batin.

  25. Sama-sama ustadz dan mohon maaf lahir batin juga.
    akhir2 ini sebenarnya yang sering terjadi benturan adalah antara saudara2 kita sunni dan kaum nasrani. dan dalam dialog kadang2 terjadi situasi yang sangat tidak konstruktif.
    situasi yang menurut saya sudah tidak ada prospek sama sekali, yah tapi kadang2 saudara2 sunni tetap mau melanjutkan (mungkin maksud mereka ingin memberi hidayah). Tapi pelecehan yang dilakukan umat kristiani terhadap figur islam (nabi kita) menurut saya sudah tidak akan mampu lagi diterima oleh kaum muslimin (kalau ustadz lihat situs semacam FFI, maka akan terbelalak melihat penghinaan mereka) bahkan menurut saya sudah sampai pada taraf bisa membahayakan keimanan kita. sering saudara2 sunni kalah dalam suatu argumen, dan kadang2 saya support dg dalil juga. tetapi mereka terus maju. nah yang saya heran dan juga adalah pertanyaan bagi ustadz, adalah kenapa kok sering saya merasa bahwa umat kristiani ini selalu menerapkan standar ganda, ketika memulai dialog dg kita, apakah ini merupakan rumus mereka sejak zaman dulu? kok mereka nekat sekali menghina nabi kita, apakah mereka benar-benar tidak mengetahui hakikat nabi kita, saya seakan-akan merasa mereka ini sengaja/berlomba-lomba masuk neraka. karena menurut saya hakikat nabi kita itu sudah sangat fitrah bagi manusia, termasuk yang nonmuslim. (tanda-tandanya sebagai habibullah sangat jelas bagi manusia). apa yang terjadi dengan fenomena ini? kemudian sering saya nasehati saudara2 sunni untuk tidak usah berdiskusi dengan mereka (tapi lewat forum lain yg islam) apabila mereka mulai menghina nabi kita, karena bagi saya orang2 ini sudah percuma (saya merasa hati nurani mereka sudah tidak ada) bahkan justru akan mengganggu keimanan kita, ..yah tapi saudara2 sunni kebanyakan tetap saja maju terus, saya mengambil hikmah dari peristiwa mubahalah, yang bahkan rasul SAWW saja tidak berkenan untuk dakwah pada mereka (mereka tidak berani melanjutkan mubahalah karena tahu kapasitas ahlulbayt, tapi mereka tetap kristen!) dan rasulpun tidak berusaha terus berdakwah pada mereka. bagaimana pendapat ustadz akan hal ini.

    ————————————-

    Salam Saudara Denjaka, terima kasih sebelumnya.

    Pertama-tama, banyak sekali penyebab munculnya kesalahpahaman antara Islam (baik Sunni maupun Syiah) dan Kristen ataupun agama-agama lainnya. Suatu ideologi (apapun labelnya) selalu bisa memunculkan suatu sikap sejenis fanatisme, karena ia muncul dari afeksi atau perasaan si penganut yang setaraf dengan level pengetahuannya. Dakwah Islam tidak melulu mesti memperdebatkan apakah Yesus ataukah Muhammad yang sebenarnya Mesiah? Kita ebaiknya menjawab kalau ditanya atau manakala mereka membuka suatu topik pembicaraan. Kiat yang dilakukan oleh beberapa rekan dari kristolog Sunni menurut saya sudah over the top, kalau mungkin tidak mau dibilang way out of line

    Bagi kebanyakan orang Keyakinan beragama adalah sarana pendamai rohani, penghilang kegelisahan, tumpuan harapan dimana emosi seseorang lebih banyak tercurah di dalamnya ketimbang akal sehatnya sendiri. Dakwah dengan menunjukkan perbuatan baik dan terpuji, jauh lebih baik ketimbang hanya berdiskusi semalam suntuk dan akhirnya berakhir dengan caci maki. Banyak Muslim yang mengira bahwa banyak umat Kristen yang rajin ke gereja dan membaca Alkitab mereka, sebagaimana banyak umat Kristen yang mengira bahwa banyak umat Muslim yang rajin ke Mesjid dan membaca Al-Qur’an mereka..

    Ini jelas hanya dugaan semata,karena di realitas, saya lebih melihat bahwa dari level remaja hingga dewasa, mayoritas umat Muslim tidak atau belum pernah membaca 5 surat pertama Al-Qur’an, seperti al-Baqarah, Ali Imran dst. Demikian pula di Kristen, banyak yang sudah dewasa tapi membaca Injil kanonik secara lengkap saja belum pernah.

    Mengajak seseorang kepada Islam bukan dengan mengatakan “Mas/Mbak, agama anda salah, Tuhan anda palsu karena kebenaran itu hanyalah milik Islam/Kristen saja”. Ada sebuah cerita ketika seorang Muslim yang ikut pertukaran siswa harus tinggal dengan keluarga Kristen di sana. Tapi setelah setahun seluruh keluarga itu memilih untuk masuk Islam, padahal tidak pernah si Muslim itu mengucapkan sepatah katapun tentang Islam atau risten, si Muslim tidak pernah solat di depan mereka, pada saat Ramadhan, si Muslim terus berupaya melakukan aktivitas seperti biasa selain makan dan minum.

    Keluarga itu bercerita bahwa sejak si pemuda itu datang, dia tidak pernah berbicara sepatah katapun soal agama mereka ataupun soal Ilam, tapi dia selalu menunjukan sikap berbuat baik. Saat mereka sedang minum-minum alkohol, si pemuda itu membuat juice dan tetap duduk menemani mereka, sembari membicarakn efek-efek alkohol yang bisa membahayakan kesehatan. Dia menyebutkan berapa banyak kecelakaan fatal di Amerika utara yang berawal dari mengkonsumsi alkohol. Saat natal, si pemuda itu membawa kue sebagai hadiah sebagai penghormatan kepada perayaan mereka. Si keluarga itu mengatakan bahwa sejak semula mereka selalu berharap si pemuda itu membuka topik soal Islam, karena kalau sampai si pemuda itu buka mulut, maka pihak keluarga sudah siap dengan serentetan artikel copy paste yang siap di luncurkan ke arah si pemuda.

    Setelah sekitar 4-5 bulan tinggal bersama keluarga itu, akhirnya pihak keluarga itu yang malah penasaran, mereka bilang mengapa anda tidak pernah bicara soal agama anda kepada kami. Hampir seluruh keluarga di lingkungan kami bercerita bahwa kalau menerima remaja Muslim untuk tinggal di rumah, pasti bakal di ceramahi soal Islam dan bakal menyebut kalau Kristen itu agama yang salah dan menympang, lalu mengapa anda tidak melakukannya?

    Si pemuda menjawab: kalian tidak pernah bertanya, lalu mengapa saya mesti mengatakan sesuatu yang kalian tidak tanyakan, jawabnya sederhana. Tapi kali ini, si keluarga yang semakin heran dengan si pemuda itu, mereka bilang Islam itu agama apa? Saat itu si pemuda tadi masuk ke kamar dan keluar dengan membawa Al-Qur’an dalam bahasa Inggris seraya mengatakan: saya tidak bisa mengatakan Islam itu apa dan bagaimana,tapi saya membawa kitab terjemahan ini sebagai cara kalian bisa berkenalan dengan Islam.

    Sejak itu, keluarga itu rajin membaca Al-Qur’an dan kadang bertanya kepada si pemuda. Lalu beberapa bulan kemudian, seluruh keluarga itu masuk Islam karena melihat si pemuda Muslim itu berakhlak baik dan sopan. Persepsi buruk mereka terhadap Islam pun segera hilang.

    Kristologi adalah ilmu yang bisa mengantarkan kita agar semakin bisa memahami agama samawi dan bukan untuk berdebat atau menyakiti umat agama lain.

    Segala sesuatu yang diawali dengan niat kebencian, pongah dan lain sebagainya hanya akan membawa pada keterpurukan dan kekecewaan. Islam adalah agama yang membawa damai, peduli kepada sesama manusia, peduli pada keadilan, rasa cinta kasih dan menolong sesama.

    Semoga kisah teladan dari Imam Ali as berikut ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama.

  26. assalamualaikum,, smoga bermanfaat buat kita semua.. bukannya diskusi ini ttg dua makam yang berada di samping rosul? kok nyambungnya ke syiah dan sunni..?

    buat anda yang mengatakan bahwa dua makam yang berada di samping makam rosul itu bukan makamnya Abu bakar dan Umar, ada beberapa pertanyaan dari ana,
    apa dalil anda?, referensinya mana? kebetulan di mesir ini banyak buku2 ttg yg ilmsejarah, munkin ana bisa langsung mencarinya, kalo memang ada. dan kalo boleh ana tau, buku sejarah apa aja yang pernah anda baca sehingga bisa mengatakan hal yang sepeti itu? siapa saja orang yang pernah mengatakan demikian? (dua makam yang di samping makam rosul itu bukan makamnya abu bakr dan umar), udah baca siroh Abu bakar dan Umar blm? kalo antum blm pernah baca, bukankah dsna disebutkan bahwa pada suatu saat beliau pernah berkata pada Aisyah ra agar di saat wafatnya nanti, beliau berwasiat kepada Aisyah agar jasadnya di makamkan di sisi makamnya rosul…

    adapun ttg Umar ra, dalam kitab sejarah Umar ra yang ditulis oleh Dr Ali muhammad Muahmmad As sollaabi, imam Ad dzahbi meriwayatkan bahwa suatu ketika Umar meminta kpd Aisyah agar di makamkan disisi makam kedua sahabatnya (Rosulullah SAW dan Abu Bakr ra)
    dan tdak perlu setiap muslim harus meneliti kebenaran riwat ini, karna mengenai masalah ini tidak ada khilaf diantara ahli ilmu bahwa bahwa makam Rosulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar dimakamkan bersampingn satu sama lain.
    ana sudah berusaha meluruskan suatu hal yang menurut ana sebuah kekeliruan, dan juga menurut para ahli ilmu. Di terima ataupun tidak, itu adalah hak antum, billahittaufiq wa kullu ‘Am wa antum bikhoirin…

    —————————-
    Wa’alaikumsalam,

    Syukran untuk masukannya Saudara Pelajar Al Azhar yang budiman. Senang sekali bisa berkenalan dengan antum, karena saya sendiri masih ada sedikit pertanyaanyang mungkin bisa antum bantu untuk menjawabnya.

    Sementara ini, dalill saya bahwa sejarah yang terkait dengan kuburan AB dan Umar itu adalah bagian dari kisah-kisah make belief yang dibuat di era Bani Umayyah.

    Sebenarnya, analisa ini berangkat dari kajian kristologi saya dalam nubuat Daniel seputar nubuat antikristus yang insyaAllah kalau sudah selesai akan dipulikasikan. Pertanyaan antum yang pertama sangat tepat? Tapi entah kenapa, sebagian saudara-saudara Muslim yang lain lebih suka membicarakan hal ini hanya di seputar lebel produk ketimbang substansi yang saya sampaikan.

    Sehubungan dengan pertanyaan antum yang terkait dengan subyek artikel ini, maka saya berpandangan bahwa politik bani Ummayyah di zamannya, sedikit banyak telah mempengaruhi, atau mungkin lebih tepatnya mendistorsi sebagian sejarah Islam perdana. Dan hal ini bukan tuduhan tanpa argumen. Salah satunya adalah pernyataan Dr. Yusri Abdul Ghani Abdullah di dalam bukunya yang berjudul mu’jam al-muarrikhin al-muslimin: hatts al-Qur’an ats-tsani ‘asyr al-hijri (silahkan antum rujuk). Saya rasa buku ini tidak sulit untuk antum dapatkan di Kairo.

    Di bagian muqaddimah, beliau menyebutkan bahwa sedikitnya ada 6 faktor terjadinya proses pengumpulan sejarah permulaan Islam, dan salah satunya adalah: “Adanya kecenderungan sebagian khalifah seperti Muawiyyah bin Abi Sufyan dan Mansur Al-Abbasi untuk memanfaatkan sentiment sejarah dalam mengelola politik mereka.”

    Kajian saya belum final dan sederhananya ia berangkat dari tema kristologi seputar nubuat antikristus dan historiografi Islam (sejak era klasik hingga modern), serta dengan melihat fakta bahwa konflik paska wafat Nabi saw, seperti Saqifah dan kasus tanah Fadak itu memang terjadi.

    Di samping itu, bukan rahasia bahwa upaya penulisan sejarah Islam pertama kali dan yang diakui, telah diprakarsai oleh Urwah bin Zubair (w. 94 H/712 M). Seorang anak yang berayahkan Zubair bin Awwam dan yang menikah dengan putri Abu Bakar sendiri, yaitu Asma binti Abu Bakar. Lalu pengumpulan selanjutnya dilakukan oleh putranya Usman bin Affan, yaitu ‘Abbana (w. 105 H). Kemudian oleh Wahab bin Munabbih (w. 110 H/728 M) yang konon pernah memiliki hubungan akademis dengan Abu Hurairah. Seorang tokoh perawi hadis yang sedikitnya diketahui memiliki 20an nama dan juga loyalis kepada Bani Umayyah.

    Lalu kita juga memiliki sederetan riwayat tentang peran Aisyah atas wafat dan pemakaman Nabi saw. Benarkah Nabi saw telah dikuburkan di dalam rumah Aisyah dan wafat dipelukannya? Mungkin sebelum bisa menjawab hal ini, maka pertanyaan mendasarnya adalah: Benarkah Aisyah memiliki sebuah rumah? Ataukah Nabi saw di kubur di dalam rumahnya sendiri?

    Menurut saya sejauh ini, pernyataan-pernyataan bahwa Nabi saw di kubur di rumah Aisyah, lalu riwayat Abu Bakar dikuburkan di sana, kemudian adanya riwayat tentang permintaan Umar kepada Aisyah, maka semua hal itu adalah bagian dari dialog-dialog fiktif yang masih diiringi dengan riwayat upacara penguburan yang proses kejadiannya masih simpang siur. Silahkan anda rujuk sendiri karena proses penguburan Abu Bakar dan Umar bukan satu versi cerita.

    Masih ada sisi lain yang mungkin dalam kesempatan ini masih belum bisa saya sampaikan, tapi pertanyaan besarnya, seperti yang saya harapkan antum bisa menjawabnya, adalah: “Siapakah sejarawan Muslim yang pertama kali menyebutkan bahwa kedua makam di sisi Nabi Muhammad saw itu adalah milik Abu Bakar dan Umar? Dan pada tahun berapakah sejarawan itu menuliskannya? ”

    Dalam hal ini, analisa saya tidak merunut kepada kajian sanad dari para periwayat saja, seperti nukilan antum perihal pernyataan Adz-Dzahabi yang mana dia sendiri sebenarnya baru muncul sekitar 600 tahun kemudian. Akan tetapi, saya juga menganalisa konteks kronologis periwayatan yang ada di dalam riwayat-riwayat sejarah Islam itu sendiri. Yakni secara komprehensif.

    Intinya, perjalanan kajian saya ini memang masih cukup panjang, tapi pewacanaan ini saya tujukan untuk memperoleh masukan positif lain dari berbagai pihak, barangkali dari orang seperti antum sendiri yang mudah untuk mendapatkan buku-buku atau bertanya kepada para pembimbing sejarah di sana.

    Salam dan terima kasih.

  27. B’Tul ROMO MUSADEQ Ane setuju ame Nt, Sejarah bekan barang tabu buat di teliti…. WHY NOT ? KITAB SEJARAH bukan KITAB SUCI, MENGUGAT SEJARAH BUKAN MENGGUGAT AGAMA….AGAMA BUKAN SEJARAH & SEJARAH JUGA BUKAN AGAMA….. TETAPI merek KHAMER “UMAR WALKER” akan menjadi SEJARAH….HUEHEHEHE

    ID MUBARRAk YA ROMO….Minal a’din wal faa’izin

    BUKU ANTUM YANG TERBARU UDAH NONGOL BLOM ?

    ————————————–

    Terima kasih dan salam kenal.

    Saya rasa ini adalah kali pertama saya mengomentari antum, karena sejak kemarin komentar-komentar antum sempat membuat saya ketawa-ketiwi sendirian setengah jam sebelum tidur … :D

    Mungkin antum cocok untuk menulis anekdot-anekdot keagamaan jenaka dan barangkali bisa dibuat buku kecil … Kok bisa disambung-sambung kesana … saya benar-benar gak habis pikir … :D Terutama untuk menghilangkan fanatisme doktrin yang kini tengah melanda sebagian kecil Muslimin …

    Walhasil terima kasih atas dukungan antum terhadap blog saya, minal ‘aidin wal faaizin, mohon maaf lahir dan batin. ;)

  28. assalamualaikum wr. wb.
    met sore nih ustadz,
    wah ana juga dapat pencerahan ustads, terimakasih, dan al afwu sebelumnya ustads, saya juga setuju dengan antum mengenai mentalitas spiritual dan akhlak yang harus dibangun diantara umat muslim. juga ketika menghadapi nonmuslim. selanjutnya mengenai masalah penghinaan (khusus ini saja) yang mereka lakukan terhadap nabi kita, bagaimana pendapat ustads. ana juga paham, perpektif yang mereka ambil berbeda. tetapi seperti telah kita pahami bahwa tiada yang maksum kecuali para nabi dan ahlulbayt, meniscayakan adanya ‘kesalahan mutlak’ yang berasal dari diri sendiri. seperti mungkin kezaliman terhadap ahlulbayt dari pihak manapun. demikian juga jalan keselamatanpun ternyata tidak mutlak berasal dari ikhtiar diri kita, soalnya ada hadis dari imam Mahdi as, yang kira-kira berisi, bahwa ada kelak sebagian orang islam yang selamat, dikarenakan mereka mencintai Ali bin Abi Thalib as, padahal mereka tidak mengetahui hakikat Ali Bin Abi Thalib as. disini ada keterputusan antara pemahaman ikhtiari dengan realitas, jadi ternyata pemahaman konseptual mampu menjadi gerak ikhtiari, demikianpula arahsebaliknya gerak ikhtiari bisa mensucikan jiwa. Kemudian ada pula pemahaman konsep akan mensimulasi kebaikan, tapi bisa pula kehati-hatian dalam bertindak mengkondisikan pembentukan bangunan konsep dan penyucian jiwa. jadi menurut pandangan saya ciri-ciri dan keutamaan-keutamaan Ar-Rasul SAWW itu sangat kuat, mudah dicari, dan cukup menyentuh kesadaran, itulah yang menyebabkan hampir-hampir fitrah bagi manusia atau makhluk ciptaan Allah yang lain. kemudian adapula para ma’shumin yang ternyata juga menjadi pemimpin bagi umat manusia, mereka memiliki predikat belum pernah menyembah berhala, tentu setelah islam banyak yang kemudian memiliki pemaaman konsep mengenai tauhid, tetapi ternyata kualitasnya tetap berbeda dengan yang belum pernah menyentuh berhala, sehingga hanya ulil amri yang menjadi pemimpin. jadi bagaimana menurut pandangan ustads atas fenomena penghinaan-penghinaan yang menimpa nabi kita (khusus masalah ini saja)

  29. al-afwu minkum lho ustads, karena saya menggunakan analogi-analogi untuk mengekspresikan pendapat, habis susah betul mengungkapkan perasaan itu, ……intinya ini aja kok ustads apakah mereka itu mengingkari hati nurani mereka sendiri atau tida, kalau tidak berarti mereka benar2 tidak mengenal sama sekali Ar-Rasul SAWW.

  30. asalammualaikum
    mas anda bilang sy ketika menulis saran ini bersifat emosional ketik sy lihat astagfirullah anda betul bahwa sy emosi ketika itu sy mengakuinya tp tahukah anda kenapa sy emosi karena umar and shabat dihina bahkan sy membaca tentang artikel” about” yg anda tulis seperti nya menyalahkan abu bakar sedangkan anda sendiri tau bahwa seorang katakanlah sunni sangat menghormati abu bakar bahkan rasul sendiri dan allah meridhoi abu bakar serta sahabat yg lain nabi sendiri tlh mengatakan pd ali ” dua orang ini adalah pemimpin ahli surga yg berumur antara 30-50 dr golongan yg terdahulu dan yg kemudian kecuali pr nb dan rasul jang kau beritahukan kpd keduanya hai ali ” {at tirmidzi }lihat silsillah al hadiits ash shahiha 882 dan al jami ashagiir 7005
    sedangkan allah berfirma dlm surah al-fath “sesungguhnya allah tlh ridha terhadap orang orang mumin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon”
    bukankah sahabat yg dituduh seperti abu bakar dan yg dihina seperti umar ada pd hari itu? apakah kt sebagai umat muslim menutup mata terserah apakah anda mau menanggapinya tau tdk itu adalah hak anda entah mungkin selama ini anda bertaqiyah sm sy atau tdk tp yg tau astagfirullah
    Dalam Kitab Al Kafi jilid 2 hal 244 disebutkan sebuah riwayat bahwa sahabat nabi telah murtad kecuali tiga orang saja.
    sedangkan Ibnu Babawaih Al Qummi dalam Al I’tiqadat hal 103 mengatakan : keyakinan kami terhadap mereka yang mengingkari imamah Ali dan para imam setelahnya adalah sama seperti mengingkari kenabian seluruh nabi, sedangkan keyakinan kami terhadap mereka yang mengakui imamah Ali dan tetapi mengingkari salah satu imam setelahnya adalah sama dengan beriman kepada seluruh nabi tetapi mengingkari kenabian Nabi Muhammad. sedangkan ketika sy cari secara intensif sy temukan faktabhwa mereka Mengubah isi al quran dengan menambah nambah ayatnya dan membuang sebagian ayatnya, menambah rukun islam dengan wilayah (perwalian) ahlulbait dan sebagainya. maaf kalau anda tersinggung tp ini adalah suatu kebenaran karena sy dapatkan dr kitab syiah sendiri
    Demikian pula dengan Iran yang bermazhab Ja’fari 12 imam, negara itu terikat dengan aturan dan ajaran mazhab Syi’ah yang beberapa di antaranya tercantum di atas. di antara praktek mazhab Syi’ah tersebut di atas adalah:

    Adanya jabatan wali faqih yang sejalan dengan prinsip imamah. Waliy faqih atau dikenal dengan jabatan pengawas revolusi (mursyid tsaurah) adalah pengganti imam yang belum datang untuk kemajuan umat.

    Menindas minoritas Sunni yang tinggal di Iran. 20% penduduk Iran adalah Sunni, biasanya berdomisili di daerah Ahwaz dan Baluchistan. Mereka mengalami diskriminasi dalam segala bidang kehidupan, salah satunya adalah tidak adanya masjid Sunni di kota Teheran. Sehingga muslim Sunni yang berdomisili di Teheran melakukan shalat jum’at di kedutaan Pakistan.
    sipa yah yg sebenarnya meendam kebencian ?
    sedangkan kebencian sy yg mas katakan adalah berdasar
    ” orang yahudi berkata “uzayr putra allah” dan orng nasrani berkata ‘ al masih putra allah ‘ demikin itulah ucapan mreka dgn mulut mereka :mereka meniru perkataan orang kfir terdahulu dilaknati allah lah merka bagaimana mereka sampai berpaling ?” { at taubah ;30} apkah laknat itu benci? tdk mungkin dilaknat kalu tdk dibenci ? mungkin anda akan mengatakan pd sy wah tanpa perkatan ulama al quran ini tlh qahti sedangkqn sy cuma memberitahu tentang laknat dan benci sedangkan abdullah bin salam diberitahukan bahwa dia masuk islam betul enggak mas karena beda tuh orang islam dr suku yahudi serta orang yahudi yg agama yahudi? apakahada disebutkan yg tdk terlaknat yg tdk setuju zionis ? tdk tp yahudi and binatang nasrani {al anfal;22} {al anfal ; 55} bahkan sang babi, anjing atau ayam .keledai lebih mulia { qs al arraf ; 7;179} ijma ulama loh mk dari itu diterapkan jizyah untuk melindungi darah binatang itu
    jd sy paling takut membenci tanpa dasar kalau pun ada maklum lah manusia sedangkan kebencian sy kira lebih layak ditujukan pd muawiyah karena hujatan dan comment yg tak beradab itu pasti timbul dr hati yg benci tp anda katakan sebuah guyon berarti anda menuduh serta menghina rasul kenapa bukankah yg mentarbiyah mereka rasul menghina serta menuduh serta orang yg dirdohi allah berarti menuduh rasul salah tarbiyah sedangkan maasum yg djaka syiah katakan kpd rasul begini Di Indonesia Nabi Muhammad SAW, Nabi yang menerima wahyu Allah berupa Al Qur’an, pernah bermuka masam kepada Abdullah bin Ummi Maktum. Lalu turunlah ayat-ayat surat Abasa. Namun Syiah marah-marah dan tidak bisa menerima hal itu, karena Nabi –seorang yang maksum- tidak layak untuk bermuka masam pada orang beriman. Hal itu menyelisihi kepatutan yang menjadi kelaziman seorang yang Maksum. Akhirnya mereka pun menghujat Ahlussunah dan menuduh Ahlussunnah Membenci Nabi, karena menuduhnya bermuka masam menghadapi seseorang yang sedang mencari hidayah.Di Indonesia pernah ada sebuah buku yang ditulis oleh seseorang bernama Husein Al Habsyi –telah meninggalkan dunia ini-, yang berjudul Nabi Tidak Bermuka Masam. Saya pernah melihatnya entah kapan dan di mana, saya sudah lupa, tapi saya tidak lupa judulnya. Jika tidak keliru buku itu juga sudah dibantah oleh mantan panglima laskar jihad, Ja’far Umar Thalib, Kita bertanya-tanya ke mana umat syiah saat kaum Muslimin dibantai di Ambon dan Poso, tidak pernah terdengar beritanya, baik dari media massa maupun dari orang-orang yang tempo hari ikut berjihad. bukan kah begitu. seperti perkatan salah satu ikhwan sy tentang syiah Dalam kitab Shahih min Sirati An Nabiy Al A’zham -jilid 3 hal 162- Ja’far Murtadha mengatakan:

    Begitulah, tangan-tangan kotor terpercaya sengaja merubah riwayat ini hingga konon Nabi mengatakan: selamat datang, wahai orang yang karenanya saya ditegur oleh Allah, bisa dilihat dalam kitab-kitab tafsir seperti Ad Durr Al Mantsur dan kitab lainnya.

    Akhirnya Ja’far Murtadha mengatakan bahwa yang shahih adalah riwayat dari Ja’far As Shadiq bahwa yang berpaling adalah seseorang dari bani Umayah, dalam riwayat itu tidak disebutkan namanya.

    Tetapi sayangnya perilaku buruk itu dilakukan juga oleh salah satu imam syiah yang konon maksum, yaitu Ali bin Abi Thalib. Saat itu Ali memanggil Ashim’ bin Ziyad, yang meninggalkan kehidupan dunia dan mengurung diri:

    Ashim datang, Ali pun bermuka masam melihatnya, dan berkata: Apakah kamu tidak malu pada keluargamu? Apa kamu tidak kasihan pada anakmu…..

    Nahjul Balaghah Khutbah 167

    Tafsir Nur Ats Tsaqalain jilid 5 hal 189

    Wasa’il Syiah jilid 5 Bab Dibenci bagi orang yang berkeluarga untuk berpakaian kasar dan mengasingkan diri dari kehidupan dunia.

    Majma’ul Bayan jilid 5 hal 88

    Thaharatul Maulid 261 – 267 isi kitab syiah lebih banyak dari penulis kitab sejarah Nabi di atas – Ja’far Murtadha- yang menulis 10 jilid tentang sejarah Nabi. Begitulah ulama syiah, belum banyak menelaah sudah sok menulis buku. Atau Ali boleh bermuka masam namun tidak demikian halnya Nabi?
    tentang afghanistan
    yg anda tuduhkan mereka adalah sekelompok petani yg mengalahkan uni sovyet walaupun mereka dituduh bersama amerika sungguh ustadts sy adalah mujahid afghan jd sy maaf bukan sombong sy rasa informasi yg sy dapatkan lebih bs dipertanggung jawabka lagipula sebuah negara miskin serta kecil yg orangnya seperti yg mas bilang terbelakan tp sang beruang mundur dgn ketakutan sekarang sang pelacur amerika yg mendapat giliran sang tentara salib itu yg akan mulai hitung mundur kehancurannya mau tau kenapa mereka adalah bangsa yg dari dulu sering terlanda perang sedangkan iran dan afghan Dalam wawancara dengan sebuah Majalah , Mantan Wapres Iran Ali Abtahi dengan bangga mengatakan : “ jika bukan karena bantuan teheran, kabul dan baghdad tak akan dapat ditaklukkan”. Pernyataan ini menyingkap hakekat peran Iran dalam mengalahkan dua negara tetangga yang di kuasai Sunni. Afghanistan yang terakhir berada di bawah pemerintahan Taliban, hampir terlibat perang ketika Taliban berhasil menguasai Mazar Syarif dan membunuh anggota misi diplomasi Iran yang terbukti melakukan kegiatan mata-mata. Akibatnya kedua negara menggelar pasukan di perbatasan dan hampir terlibat perang. Tetapi Allah tidak menakdirkan perang terjadi. Permusuhan terhadap Taliban tidak begitu saja hilang, terutama karena Taliban adalah penganut Sunni yang di anggap “menindas” penganut Syi’ah di Afghanistan, dan berpotensi mengancam Iran. Akhirnya ketika Amerika berniat menyerang Taliban, Iran ikut membantu dan ikut senang, karena musuhnya hancur tanpa Iran harus mengeluarkan satu butir peluru. Begitu pula Iraq yang terlibat perang berkepanjangan pada dekade 80an, masih berpotensi mengancam Iran dan luka akibat perang masih belum kering dari ingatan . Maka ketika Amerika berniat menyerang Iraq, Iran pun ikut bergembira karena satu lagi musuhnya dihancurkan oleh Amerika. Ditambah lagi Iran memiliki perhatian khusus terhadap Iraq sebagai sebuah negara bermazhabkan Syi’ah imamiyah. Hal itu karena hampir seluruh tempat suci kaum Syi’ah berada di Iraq. Maka Iran sangat berkepentingan untuk menguasai Iraq melalui kaum Syi’ah yang memegang tampuk kepemimpinan politik setelah Saddam “lengser” oleh Amerika.
    Sempat keluar fatwa dari ulama Syi’ah di Iraq –Ali Sistani- yang mengharamkan berjihad melawan Amerika. Memang tidak semua Syi’ah mendukung penjajahan Amerika, tetapi yang nampak di lapangan adalah adanya dua faksi besar yang memiliki laskar dan membantu Amerika melawan Mujahidin. Dalam aksinya laskar Syi’ah yang bernama tentara mahdi dan milisi badar melancarkan aksi pembersihan etnis terhadap ahlussunnah, tentunya dengan sponsor pelatihan dan amunisi dari Iran dan dukungan pemerintah Syi’ah yang berkuasa di Iraq. Tragedi bosnia terulang lagi, tetapi kali ini terjadi di Baghdad, di negeri yang pernah menjadi Ibukota Islam di masa lalu. Masjid Sunni diserang, Al quran dirobek-robek, jamaah masjid dibantai, menjadi peristiwa harian, hingga kita bosan mendengarnya. Tetapi media massa tidak begitu gencar meliput peristiwa ini sehingga kita yang berada di Indonesia tidak banyak mendengarnya. Berita pembantaian yang dilakukan Syi’ah terhadap Ahlussunnah di Iraq kalah oleh berita ramainya pertikaian antara Iran dan Amerika karena aktifitas Nuklir Iran, yang sampai saat ini baru sampai pada tahapan “perang mulut”, sehingga kaum Muslimin Sunni di Indonesia dengan gegap gempita mendukung Iran yang tangannya berlumuran darah kaum Sunni di Iraq, sehingga darah kaum Sunni begitu saja mengalir tanpa pernah diprotes oleh kaum Muslimin di Indonesia. Kaum Muslimin –termasuk mereka yang dipandang sebagai tokoh- ikut mendukung Iran yang secara langsung maupun tidak langsung membantai Ahlussunnah di Iraq. Ini adalah hasil dari praktek taqiyah ditambah sifat lugu dan polos yang ada pada kaum Muslimin di indonesia. Seharusnya dengan menelaah literatur Syi’ah sudah cukup untuk menentukan sikap terhadap Iran, apalagi ditambah dengan pembantaian yang dilakukan Syi’ah –dibawah naungan Iran- terhadap kaum Muslimin Sunni. Tokoh-tokoh muslim Indonesia begitu mudah menerima masukan dari para pengikut Abdullah bin saba’ sehingga mereka terperangkap dan menjadi korban praktek taqiyah yang dilancarkan Syi’ah di sekitar mereka sendiri.
    Disebutkan di atas bahwa Iran membantu Amerika dalam menjajah Iraq dan Afghanistan. Padahal sebenarnya yang terjadi adalah Iran membantu Amerika untuk mengepung dirinya sendiri. Sebelum menduduki Iraq dan Afghanistan, Amerika telah menempatkan pangkalannya di negara sekitar Iran. Pangkalan Amerika telah dibangun di Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kuwait, Arab Saudi, Qatar dan Emirat Arab, sehingga mengepung Iran dari segala penjuru. Pangkalan militer Amerika hanya belum ada di Iraq dan Afghanistan, tetapi hari ini pasukan Amerika telah menempatkan pangkalannya di Afghanistan dan Iraq. Iran telah terkepung dari segala penjuru. Bulan lalu Amerika menempatkan beberapa kapal induk di teluk Persia, sebuah manuver yang rutin ketika hendak memulai serangan ke sebuah negara. Tetapi serangan ke Iran masih spekulasi, melihat Iran sebagai anak baik hanya sedang emosi.
    Iran berhasil memiliki proyek pengembangan nuklir, namun nuklir menjadi amat berbahaya ketika berada di tangan penganut mazhab Syi’ah yang memiliki keyakinan-keyakinan “menakutkan” seperti diulas di atas. dalam dunia internasional, senjata nuklir lebih memiliki fungsi bargaining bagi sebuah negara, artinya sangat jarang digunakan dalam perang terbuka. senjata nuklir yang dimiliki menjadi ancaman bagi negara sekitar. Kebetulan negara di sekitar Iran adalah negara-negara Sunni. Ditambah lagi sikap Iran yang tidak kooperatif terhadap inspeksi yang dilakukan badan atom dunia, semakin memperbesar kecurigaan dunia terhadap proyek nuklir Iran yang katanya bertujuan damai. Apakah kali ini pemerintah Iran bertaqiyyah? Melihat ancaman bagi yang meninggalkan taqiyah di atas, tentunya pemerintah Iran tidak ingin terkena laknat akibat meninggalkan taqiyah. Maka dapat dikatakan bahwa Iran sedang “mentaqiyyahi” dunia. Amat wajar jika negara-negara arab amat gelisah ketika Iran mengembangkan nuklir.
    mohon maaf kalau menjadi seorang politikus informasi ini sy dapatkan dr pr ikhwan dan sy cari sendiri
    sedangkan masalah taqiyah sebetulnya yg anda bilang gak nyambung itu sy ingin memberikan sedikit apresiasi sy tentang taqiyah yg sy dapat dr berbagai informasi tp karena berbagai hal sy lupa bagaimana dan terhambat emosi yg anda bilang ketika membaca saran dr muawiyah yg anda bilang pelawak astagfirullah
    11 imam itu disebut juga sebagai salah satu dari tsaqalain (dua pusaka) yang harus diikuti oleh orang muslim. Pusaka satu lagi adalah Al Qur’an. Selain ucapan ahlulbait, kitab-kitab itu juga memuat penjelasan-penjelasan ulama syiah, yang juga harus diikuti karena status ulama menjelaskan ayat-ayat Al Qur’an dan ucapan ahlulbait di atas. Tapi belakangan ulama syiah naik pangkat menjadi wakil imam ma’sum (yang juga ma’dum = tidak ada) untuk mengatur kehidupan keberagaamaan para penganut syiah.

    Tetapi buku-buku yang memuat ajaran syiah itu hampir seluruhnya susah diakses. Terutama buku-buku yang memuat ucapan-ucapan ahlulbait, sumber legalitas bagi syiah selain Al Qur’an, sehingga kita hanya mengetahui ajaran syiah dari mulut-mulut pengikutnya atau dari buku-buku yang ditulis oleh ulama masa kini dan tidak memuat langsung ucapan ahlulbait. Ini menimbulkan kerancuan, di satu sisi orang akan mengira bahwa itulah sebenarnya mazhab syiah, tetapi ada golongan lain dari umat Islam yang berkesempatan untuk mengakses ke kitab-kitab induk syiah dan mendapati ternyata ucapan dari penganut syiah tentang mazhabnya ternyata tidak sesuai dengan isi kitab-kitab itu. Perlu diketahui bahwa kitab-kitab syiah itu memuat ajaran-ajaran yang tidak pernah didapat dalam Al Qur’an serta sabda Nabi SAW. Di sini umat dibuat bingung, akhirnya diadu domba. Ini karena adanya sebagian umat yang celakanya mereka adalah kaum intelektual tetapi terjangkit penyakit lugu dan polos. Mereka begitu saja percaya dengan ucapan-ucapan penganut syiah yang berpropaganda tentang ajarannya tanpa ingin mengecek ke sumber asli.

    Mereka berbenturan dengan orang-orang yang ikhlas ingin mengingatkan umat akan ajaran yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan sabda Nabi SAW. Akhirnya umat pun diadu domba. Lebih berbahaya lagi bahwa mereka adalah kaum intelektual yang didengar suaranya di masyarakat. Kasihan masyarakat yang terbius oleh “angin surga” baik yang dilontarkan oleh penganut syiah maupun dari intelektual yang lugu lagi polos –tapi intelek-.
    Tidak ada yang aneh jika kita melihat fenomena “intelek tapi lugu”, karena sikap lugu mereka tertipu oleh angin surga dari da’i-da’i syiah. Tetapi yang patut dicermati adalah penganut atau ustadz-ustadz syiah, mengapa mereka terkesan menutupi isi riwayat-riwayat dari ahlulbait? Mengapa ucapan mereka berbeda dengan apa yang tercantum dalam buku-buku riwayat-riwayat ahlulbait? Apakah mereka sengaja ingin menyembunyikan riwayat ahlulbait atau mengapa? Ini yang barangkali terlintas pada benak kita. Ataukah riwayat itu hanya diperuntukkan bagi kalangan khusus yang sudah dianggap layak untuk mengaksesnya? Apa pun jawabannya, kitab-kitab syiah sudah bukan barang langka lagi, mereka yang benar-benar ingin pasti akan dapat menemukan dan mengaksesnya, meskipun para ustadz syiah mencoba sekuat tenaga untuk menyembunyikan.
    Sebagai misal, anda tidak akan mendengar penganut atau ustadz syiah menukil riwayat di bawah ini:

    Dari Abu Abdillah –Ja’far Ash Shadiq- mengatakan: Ambillah harta orang nashibi di mana saja kamu dapatkan, lalu bayar seperlimanya pada kami.

    Riwayat ini terdapat dalam kitab Tahdzibul Ahkam jilid 4 hal 122, Al Wafi jilid6 hal 43, begitu juga dinukil oleh Al Bahrani dalam Al Mahasin An Nifsaniyah, Al Bahrani mengatakan riwayat ini diriwayatkan dari banyak jalur.

    Siapakah yang disebut dengan nashibi? Nashibi adalah orang yang memusuhi ahlulbait. Tetapi syiah memiliki terminologi yang berbeda atas kata memusuhi ahlulbait. yang dimaksud memusuhi ahlulbait bukanlah memusuhi alias lawan kata cinta, seperti orang yang memusuhi Ali atau membenci Fatimah, anda tidak akan menemui sikap demikian kecuali pada sebagian orang khawarij yang memang sesat. Tetapi nashibi di sini bermakna mereka yang mendahulukan selain Ali dalam khilafah, alias mereka yang berkeyakinan bahwa Ali bukanlah yang berhak menjadi khalifah sepeninggal Nabi. Kita lihat Al Bahrani di atas –nama lengkapnya Husain bin Muhammad Al Ashfur Ad Darazi Al Bahrani- dalam kitab yang sama pada hal 157 memberikan definisi bagi kata nashibi:

    Ini karena kamu telah tahu bahwa nashibi adalah mereka yang mendahulukan selain Ali… mungkin sy nasibi kali yah allahhualam mungkin saya tidak akan mendengar riwayat ini dari ustadz syiah. Mengapa demikian? Ternyata ajaran syiah terdapat sebuah ajaran yang membolehkan bagi penganut syiah untuk menyembunyikan keyakinannya di depan non syiah, keyakinan itu disebut dengna taqiyyah. Lagi-lagi menurut keterangan ulama syiah sendiri bahwa taqiyah hukumnya wajib hingga imam ke 12 bangkit dari “tidur panjangnya”. Ibnu Babawaih Al Qummi yang dijuluki Ash Shaduq –yang selalu berkata benar- mengatakan:

    Keyakinan kami bahwa taqiyah adalah wajib, meninggalkan taqiyah sama seperti meninggalkan shalat, tidak boleh ditinggalkan hingga keluarnya Imam Mahdi siapa yang meninggalkan taqiyah sebelum keluarnya Imam Mahdi maka telah keluar dari agama Allah (Islam), keluar dari agama Imamiyah dan menyelisihi Allah, Rasul dan para imam. Bisa dilihat dalam kitab Al I’tiqadat hal 114. Pada cetakan Darul Mufid tex di atas ada pada hal 108.

    Ucapan ini tentunya tidak berasal dari omong kosong maupun pendapat sendiri, karena dalam ucapan di atas kita lihat ada kata: Keyakinan kami, berarti adalah keyakinan mazhab syiah menurut As Shaduq. Juga ini bukan satu-satunya ucapan ulama syiah tentang wajibnya taqiyah. Ucapan di atas berdasar pada riwayat Ja’far Ash Shadiq yang bersabda:

    Jika kamu katakan bahwa orang yang meninggalkan taqiyah sama dengan orang yang meninggalkan shalat maka kamu telah berkata benar.

    Bisa dilihat di kitab Biharul Anwar jilid 50 hal 181, jilid 75 hal 414, hal 421, As Sarair hal 476 Kasyful ghummah jilid 3 hal 252, Man Laa Yahdhuruhul Faqih jilid 2 hal 127 dan beberapa sumber lain.

    Juga terdapat riwayat yang mengatakan: Orang yang meninggalkan taqiyah adalah kafir. Bisa dilihat di kitab Biharul Anwar 87 347 Fiqhur Ridha 338.
    maka dari itu mungkin Praktek menyembunyikan keyakinan agar tidak dibenci orang ini mirip dengan yang disebutkan dalam surat An Nisa’ 41:

    Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan nulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman;
    Juga dalam surat A Fath ayat 11:
    “; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.
    Juga dalam surat Ali Imran ayat 167:
    Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya
    Di sini terdetik pertanyaan besar, yaitu bagaimana kita tahu para imam sedang bertaqiyah atau tidak? Jika kita membaca sebuah riwayat dari salah seorang imam, maka kita tidak tahu apakah sang imam mengucapkan sabdanya dalam keadaan taqiyah atau tidak hal ini penting untuk diketahui karena seperti di atas, taqiyah adalah menyembunyikan keyakinan sebenarnya dalam hati dan mengucapkan hal yang berbeda dengan apa yang diyakininya dalam hati.

    Maka penganut syiah tidak tahu apakah riwayat yang ada adalah benar-benar ajaran imam yang sebenarnya atau hanya taqiyah? Ini adalah masalah yang harus diselesaikan oleh syiah. Jika ada syiah yang berani menyanggah dengan mengatakan bahwa penerapan taqiyah dimulai dari era ghaibah –hilangnya imam- sughra maupun kubra, maka dengan mudah kita jawab: Jika memang demikian maka perintah taqiyah akan muncul tepat sebelum masa ghaibah, yaitu pada era imam Hasan Al Askari, bukannya muncul dari Imam Ja’far As Shadiq yang hidup jauh sebelum era ghaibah. Maka tidak ada yang menjamin bahwa sabda imam adalah benar-benar ajaran Allah, karena imam juga melakukan taqiyah. Di sini syiah terjebak dalam taqiyah, di mana dia tidak bisa membedakan ajaran imam yang sebenarnya dan ajaran imam yang disampaikan saat bertaqiyah, yang sudah tentu berbeda dengan ajaran imam yang sebenarnya.

    Dari mana kita mengetahui ajaran imam yang sebenarnya dan ajaran imam yang bertaqiyah? Tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti. Jadi ajaran syiah tidak diketahui mana yang benar-benar ajaran syiah ‘yang dari Allah’ dan mana yang taqiyah. Mestinya penganut syiah hari ini berhati-hati, jangan-jangan ajaran yang mereka anut saat ini bukanlah ajaran syiah sebenarnya, tetapi adalah ajaran dari para imam yang sedang bertaqiyah?!
    Mari kita simak ucapan Al Bahrani dalam kitab Al Hadaiq An Nadhirah jilid 1 hal 89:

    Banyak riwayat-riwayat syiah yang diucapkan ketika sedang bertaqiyah yang tidak sesuai dengan hukum sebenarnya.
    WAH Ini pengakuan yang berbahaya,
    yaitu banyak riwayat syiah yang memuat keterangan kebalikan dari keterangan sebenarnya. Pengakuan ini juga masih bisa kita ragukan, yaitu dari mana diketahui bahwa imam sedang bertaqiyah? Juga ini adalah riwayat yang diketahui bahwa imam mengucapkannya dalam keadaan bertaqiyah, lalu bagaimana dengan riwayat lain? masih banyak pertanyan yg susah didapat jawabannya
    tentang ajaran syiah yg memuat tentang 12 imam yg sm dg ideologi yahudi tentang 12 imam sy tdk begitu terkejut kenapa? sekilas sejarah mas
    Dimulai dari rontoknya imperium persia di tangan sahabat Nabi yang di pimpin oleh Umar bin Khattab Ra, sejak saat itu bangsa persia menyimpan dendam mendalam terhadap bangsa arab dan Islam. Pelampiasan dendam itu diawali dengan pembunuhan terhadap khalifah Umar bin Khattab oleh Abu Lu’lu’ah Al Majusi, seorang mantan tentara persia yang ditawan dan menjadi budak milik sahabat Mughirah bin Syu’bah. Lalu muncullah figur Abdullah bin saba’, seorang yahudi yang tak senang melihat kemenangan Islam, ia faham benar bahwa tidak mungkin mengalahkan Islam “dari luar” maka kaum yahudi dengan ujung tombaknya Abdullah bin Saba’ melancarkan perang melawan kaum Muslimin “dari dalam” yaitu dengan merusak dan menyelewengkan ajaran Islam. Wujud Abdullah bin Saba’ di usahakan untuk tidak diakui oleh penganut Syi’ah hari ini dengan berbagai macam alasan, di antaranya riwayat yang menerangkan adanya Abdullah bin Saba’ hanya terdapat pada kitab Tarikh Thabari dari jalan Saif bin Umar At Tamimi. Tetapi ternyata wujud Abdullah bin Saba’ tercantum dalam banyak literatur syi’ah sendiri. salah satunya adalah kitab Firaqus Syi’ah yang ditulis oleh An Naubakhti hal 32 dan 33 (seorang ulama Syi’ah), tercantum sebagai berikut:
    “Abdullah bin Saba’ adalah orang pertama yang berpendapat bahwa seharusnya Ali Ra lah yang menjadi imam pertama, ia menampakkan permusuhan kepada musuh-musuh Ali, ia juga orang pertama yang mengkafirkan mereka tidak spendapat dengannya.”
    Dari sinilah para penentang Syi’ah mengatakan : asal ajaran rafidhah (Syi’ah) adalah dari agama yahudi.
    sy jg kali yah ?????????????
    yah udah lah lagipula sy lebih salut ama syiah kenapa karena masih ada yg berjihad semntara yg mengaku pengikut ahlusunnah bukan zaman dulu tp sekarang kebnyaka karena hanya sedikit yg setujun tentang mujahid dr kalangan ahusunnah sementara sebagian besar berlindung dibawah saudi pengikut amerika yg konsisten ditangkap ,dikejar ,dibinuh,dituduh khawarij, serta dikatakan murtad , dan kebanyakan ahlusunnah zaman sekarang sangat bangga dan mengaku yg paling benar selain mereka sesat baik dr kalangan salafiy serta wahda danlain lain pdahal mereka blommemberikan sesuatu yg berharga baik harta serta jiwa astagfirullah sungguh hatiku teriris melihat ini
    seperti syair dibawah ini
    diantara kita ada yg mengatakan pd mereka “aqidah kalian
    ada kerusakan ”
    km berlindung diri kpd allah ,ini adalah kebohongan yg tdk tertangguhkan
    nyala api syirik tak dapat dipadamkan kecuali dgn cucuran darah
    adakah yg bs menopang langkah tauhid selain pedang dan tombak
    wahai umatku sabarlah ,mata kalian itu ada penghalangnya
    maaf kalau comment nya kepanjangan tp sy lega karena tlh mengungkapkan hal ini dan maaf kalau selama ini mengganggu web ini kalau kalian bilang sy memang pengganggu syiah yg diutus ahlu sunnah atau yg lain terserah lah
    sungguh dgn mencintainya terasa berat karena dihina dan dicela
    biarkanlah celaan mencelaku terasa nikmat kalau itu hanya karena aku mengatakan
    saksikan “bahwa aq pengikut alquran dan sunnah”
    wasalam

    ———————

    Sekedar Info:

    Tanggapan atas komentar yang panjangnya mirip “dari sabang sampai Merauke” ini sedang dipersiapkan. :mrgreen:

    InsyaAllah akan saya postingkan sebagai tanggapan atas komentar ini dalam waktu dekat. Terima kasih

  31. kayaknya pak daud ini perlu memahami duduk perkara yang sebenarnya. Gini lho pak daud mengenai ikhtilaf diantara mazhab islam terutama sunni wa syiah, adalah perbedaan di dalil-dalil teks, (tentu saja dalil aqli mutlak berbeda, tapi ketika pada taraf teks saja sudah terjadi benturan, gitu lho). Banyak sekali perbedaan isi teks-teksnya yang isinya tidak hanya berbeda, tapi bahkan berlawanan. nah mengenai masalah sahabat ini, itu adalah perbedaan yang sudah ada pada kandungan teks, jadi belum mendialogkan mengenai teksnya sendiri, (darimana asalnya, siapa yang meriwayatkan, siapa saja yang diceritai, dll). jadi kalau mendiskusikan masalah umar itu ginilah, usman itu gitulah, abubakar itu beginilah, itu seperti pertengkaran dua anak yang mengatakan “ibuku yang paling baik, ia menyusuiku ketika bayi”, kepada anak lain yang mengatakan hal yang sama. jadi gini lho pak daud mengenai umar, abu bakar itu syiah mempunyai dalil-dalil teks tersendiri, dalil asli versi syiah. nah kita mau meniskusikan mari kita kritisi hais2 kita, tidak langsung mengkritisi kandungan hadis itu. bagaimana kalo kita dialogkan, tapi menurut saya kita diskusikan dulu hal yang jauh prinsip. bagaimana kalau kita diskusi khusus mengenai Rasulullah, karena jangankan abubakar, umar Rasulullahpun kita berbeda! kenapa memikirkan yang pokok padahal ada masalah yang jauh lebih pokok. bukti bahwa Rasulullah kita beda:
    sunni:
    Rasulullah:
    buta huruf.
    tukang lupa.
    kena sihir.
    bermuka masam.
    berjudi.
    menikahi aisyah yang baru berumur 9 tahun.
    mau bunuh diri
    berguru pada pendeta (waraqah)
    cucu seorang budak (siti hajar seorang budak)
    tidak sadar (bertanya2 pada murid sesuatu mengenai apa yang beliau ajarkan).

    menurut syiah,
    Rasulullah,
    tidak buta huruf
    tidak bisa lupa
    percaya diri
    tahu akan apa yang ia sampaikan
    cucu seorang bangsawan, (siti Hajar, seorang bangsawan)
    tidak berjudi
    selalu tersenyum, ramah, berwibawa, selalu kasihsayang maksum dll

    gitu loh pak daud.
    nah kalau ada debat antara orang kristen dengan saudara sunni, sering orang kristen ini menggunakan dalil saudara sunni seperti predikat rasulullah diatas. sebaiknya anda introspeksi, jangan semut diufuk tampak, tapi gajah dipelupuk tak tampak.

    1. Ini agama baru, ya?! Agama Syiah? Munculnya kapan, ya?! Kalo munculnya waktu jaman Rasul, mungkin ud dibantai, kali, ya?! hahahahahahahaha……………..

  32. tapi kalau kita katakan saudara sunni lebih mengutamakan abubakar, umar lebih daripada Rasulullah, anda marah. padahal terbuktikan? ketika orang nasrani menghina nabi kita berdasarkan dalil sunni, anda diam saja (ya mau apa lagi, dalilnya memang seperti itu) seharusnya anda penasaran, introspeksi dan kritisi dalil anda sendiri. (iya dong, agama kan tidak boleh bertentangan dengan realitas). Tapi kalau orang2 syiah mengkritisi umar, abubakar, anda marah padahal orang2 syiah punya dalil sendiri, tidak kayak orang nasrani itu. Sedangkan mereka menghina nabi kita anda mengiyakan (diam tanda setuju)

  33. astagfirullah fitnah bukan mengutamakan menghormati serta mencintai seperti rasul menghormati serta mencintai mereka
    yg aneh orang mulia kayak gini dihina
    sedangkan orang kafir dr kalangan nasrani sudah jelas dikatakan al quran….. nasrani dan yahudi
    takan senang sebelum kita ikut milah meraka…
    jadi jawabannya umat islam terhina kenapa? karena kita tak mau menegakkan syariat yg allah buat ehhhhhh
    malah sibuk mengatakan km yg paling bener
    meraka akan diam kalau kita seperti bangsa afghan ,iraq punya harga diri tp kita itu adalah hanya dihinakan pengikut thogut sang pancasila diperintah orang yg bejat moral mencuri,berzina ,perampok
    lagipula nasrani adalah agama orang yg agak gak waras pikir deh mas 1+1+1=3 bukan tp kalau orang nasrani bilang sih tetap 1bahkan anak kecil pun tau berapa 1+1+1
    betul betul orang yg tersesat
    sedang kan diskusi sy sudah sering di mirc bahkan di kick lagi kasihan gakt uh mereka berdiskusi dgn cara yg tdk beradab pernah salah satu ustads sy memberitahukan pd sy bahwa dia bertemu pendeta lalu berdiskusi alhasil pendeta pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun karena dalil dan argumen nya dipatahkan
    sungguh dr penelitin sy tentang syiah begini tentang umar dan abu bakar Hanya Rofidhoh{syiah} yang memusuhi dan melaknat Abu Bakar dan Umar, tidak ada selain mereka yang membenci kedua sahabat tersebut.“
    begini mas kenapa rasul dikatakan bermuka masa karena allah yg mengatakan lihat dong surah aba basa
    penghinaan orang keristen serta yahudi terhadap islam tdk mengkin berhenti karena kebencian mereka walaupun amda dan sy mau menghantikan mereka caranya
    kalungkan pedang atau katakan kalau tak berhenti sy akan sarangkan peluru kekepalamu maksudnya harus ada pembela islam atau penguasa islam yg menghentikan apa yg mereka perbuat kalau tdk akan berlangsung hingga kiamat itu adalah sunanahtullah kalau rasul dihina ,di cerca , disiksa serta dituduh macam macam tp ingat rasul serta imama yg anda maksudkan jg manusia

    ——————

    Untuk tanggapan saya, silahkan klik disini

  34. sedangkan masalah syiah begini mas
    dr hasil penelitian ane
    Dalam buku Al Maqolat wal Firoq hal 10-21 : Al Qummi mengakui keberadannya dan menganggap ibnu saba’ sebagai orang pertama yang mengatakan bahwa nabi telah mewasiatkan kepada Ali untuk menjadi imam , bahwa Ali akan kembali lagi ke dunia setelah wafat, dan orang pertama yang memulai mencela dan memaki Abu Bakar, Umar, Utsman dan seluruh sahabat nabi. Hal ini seperti dikemukakan Naubakhti dalam bukunya Firoqusyi’ah hal 19-20. Al Kisyi juga mengemukakan hal yang sama dalam bukunya Rijalul Kisyi hal 106-108. pengakuan adalah bukti yang terkuat dan mereka adalah pemuka ulama syiah {rafidhoh}

    ——————-
    Tanggapan:

    Hal ini sudah saya bahas sebelumnya bahwa persoalan imamah adalah kajian terpisah dengan kasus Abdullah bin Saba’ yang merupakan tokoh fiktif dan inovasinya Sayf bin Umar saja. Nubuat tentang akan adanya imamah dari Nabi Terakhir atau Sang Mesiah sudah ada di dalam Alkitab, bahkan jauh sebelum kedatangan Isa as dan Nabi Muhammad saw. Semua pelajar biblical, baik seorang Yahudi ataupun Kristen pasti akan mengamini ucapan saya ini. Artinya, kedatangan Sang Kristus atau Sang Mesiah akan disusul oleh berdirinya Kerajaan Tuhan atau Imamat Rajani (mamlakah kohen) alias kerajaan para Imam-imam Tuhan.

    Adapun penafian atas institusi ilahiah ini, maka hal itu sama saja dengan menafikan Sang Kristus itu sendiri. Seperti telah saya katakan bahwa sekalipun Syiah itu tidak ada, maka apabila Nabi Muhammad saw itu memang Sang Mesiah (sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Qur’an), maka dia harus punya institusi Imamat Rajani. Dan konsekuensinya adalah: apabila institusi keimamahan paska Nabi Muhammad saw itu tidak ada, maka kemesiahannya adalah palsu.

    Mas Daud, ketika tak ada sebarang orang Arab pun yang kenal dengan Nabi Muhammad saw di awal-awal misi kenabiannya (entah mau berstatus sahabatkah atau bukan), atau bahkan ketika Al-Qur’an masih belum rampung diturunkan, maka Allah swt pernah berfirman di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang Ahlulkitab itu mengenal Muhammad saw seperti mengenal anak-anaknya sendiri.

    Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. 2: 146)

    Mas Daud, saya bersyukur mengenal pribadi Nabi Muhammad saw dari nubuat-nubuat Alkitab dan bukan dari debat antar mazhab-mazhab Islam, karena ketika antum menuduhnya bermuka masam, maka saya katakan tidak mungkin! Meskipun hadis itu datangnya dari istri, saudara, keponakan, sahabat atau bahkan Imam Ali as sendiri. Apa alasannya, karena Alkitab menyatakan bahwa Sang Kristus adalah yang tersuci dari seantero ciptaan Tuhan. Dia lebih tinggi dari seluruh makhluk-makluk Allah. Dia tidak mungkin lupa. Dia tidak mungkin berbuat salah. Dia adalah manifestasi sempurna nama-nama Allah swt. Dia adalah kekasih Tuhan dan milikNya Sendiri. Dia adalah FirmanNya yang mendaging. Dia sudah ada bersama Allah swt ketika alam ciptaan belum terwujud, bahkan Allah swt menciptakan alam semesta karena Allah ingin memperkenalkan MesiahNya.

    Terus terang Mas Daud dan minta maaf sebelumnya, karena saya tidak butuh dalil-dalil sampah saduran tentang kedudukan Nabi dan keluarganya. Barangkali perbedaan saya dengan sebagian Ahlulkitab hanya satu, yaitu saya berusaha untuk tidak menyembunyikan kebenaran, tapi menyatakan apa adanya sebagaimana yang saya pahami dan yang sesuai termaktub di dalam Alkitab.

    Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. 7: 157)

    Renungkanlah ayat di atas ini baik-baik, terutama ketika Allah swt memerintahkan seorang Muslim untuk “memuliakannya”. Memuliakan Nabi saw adalah salah satu perintah Allah swt. Suatu pandangan yang bertolak belakang dengan pandangannya Ibnu Taimiyyah Mas Daud!
    Menurut saya, setumpuk dalil tentang Abdullah bin Saba’ yang merupakan hasil inovasinya Sayf bin Umar ini takkan pernah berarti bagi keyakinan saya tentang kemuliaan kedudukan figur Sang Mesiah atau Sang Nabi terakhir bagi seluruh umat manusia, begitu pula kedudukan “Harunnya Sang Mesiah”.

    sedangkan tentang imam mahdi yg bayak syiah maksudkan
    Mereka menyangka bahwa Imam mahdi tersebut telah menghilang di sebuah lobang di rumah ayahnya di Samurra’ di Irak dan tidak pernah keluar lagi. Terjadi perselisihan mengenai waktu menghilangnya mahdi tersebut. Ada yang berpendapat dia berumur 4 tahun saat menghilang, ada yang berpendapat bahwa diamenghilang umur 8 tahun. Tetapi kebanyakan peneliti dan ulama berpendapat bahwa imam ke dua belas tersebut meamng tidak pernah ada, hanya merupakan karangan orang syi’ah saja.

    ——————-
    Tanggapan:

    Saya meyakini Rasul dan para Imam as termasuk Imam Mahdi as bukan sepenuhnya dari buku-buku Syiah atau Sunni, tapi saya sudah mengenal figur Imam Mahdi as dari nubuat-nubuat Alkitab. Jangan antum menerka-nerka perihal Imam Mahdi as, karena antum tidak tahu tentang hal itu. Terus terang saja Mas Daud, sekalipun seluruh buku hadis Sunni dan Syiah dibakar atau dibuang ke laut semuanya, maka saya tetap akan percaya kepada figur Imam Mahdi as, karena kedatangan beliau sudah dinubuatkan Alkitab sebelumnya, teruta pada saat kedatangan Isa as.

    Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. 43: 61)

    Sementara antum sendiri, antum belum tahu apa yang antum bicarakan kecuali sebatas menerka-nerka saja.

    sedangkan kenapa sy sebut anda dan yg lain rafidhoh
    kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa sebab mereka disebut Rofidhoh adalah karena mereka menolak Zaid bin Ali dan keluar dari tentaranya setelah sebelumnya mereka adalah tentara Zaid bin Ali saat beliau memberontak kepada Khalifha Hisyam bin Abdul Malik tahun 121 H setelah mereka mengumumkan permusuhan terhadap Abubakar dan Umar lalu dilarang oleh Zaid.

    Abul Hasan Al Asy’ari berkata : Zaid bin Ali berpendapat bahwa Ali adalah sahabat yang paling utama dan berpendapat boleh memberontak kepada pemerintahan yang zolim serta mencintai Abubakar dan Umar. Setelah muncul orang yang memaki abubakar dan Umar di kalangan tentaranya maka dia memarahi mereka. Lalu sebagian tentaranya menolak perkataan Zaid dan memisahkan diri dari kelompoknya lalu Zaid berkata: “Kalian telah menolakku (rofadhtumuunii)“, maka dikatakan bahwa mereka disebut sebagai Rofidhoh karena perkataan zaid di atas.

    ——————-
    Tanggapan:

    Penjelasan antum yang mengulang-ulang ini sudah saya tanggapi bahwa silahkan panggil saya rafidhi karena saya cinta dengan panggilan itu dari lubuk hati saya yang paling dalam.

    sedangkan imamamah yg anta bilang begini menurut pr ulama syiah
    Muhammad Husein Al Kasyiful Ghitha -seorang ulama syiah zaman ini- memberi penjelasan pada kita tentang Imamah:

    Imamah adalah jabatan dari Tuhan sebagaimana kenabian. Sebagaimana Allah memilih siapa saja dari hambanya untuk dijadikan Nabi dan Rasul, dan diberi mu’jizat sebagai tanda kebenaran dari Allah. Begitu juga Allah memilih siapa yang dikehendakiNya untuk menjadi imam, dan memerintahkan kepada NabiNya untuk melantiknya menjadi imam sepeninggal Nabi itu. Bisa dilihat dalam kitab Ashlus syi’ah wa ushuluha hal 58

    ——————-
    Tanggapan:

    Semua penjelasan Allamah Kasyiful Ghita ini memang benar, bahkan sangat benar.

    Mas Daud, di dalam Alkitab dan Al-Qur’an sendiri dinyatakan bahwa kedudukan imamah itu lebih tinggi dari kenabian. Hanya saja, setiap kali disebut imamah, konotasi negatif antum selalu mengarah kepada suatu kesimpulan bahwa Syiah seolah-olah telah melebihkan kedudukan Imam Ali as daripada Rasul saw … hi hi hi :) Ini hal terlucu, tapi saya sama sekali tidak kaget dengan argumen antum yang satu ini karena antum tidak tahu jabatan langit yang pamungkas ini dan intensnya fitnah dari kaum Wahabi. Perlu antum ketahui bahwa di dalam Alkitab, sang Mesiah itu punya kedudukan-kedudukan agung, yaitu: Imam seantero makhluk Tuhan (Ibrani: kohen), Tuan dari seluruh nabi-nabi (Ibrani: adon), Nabi (Ibrani: nevi) dan Utusan/Rasul Perjanjian (Ibrani: mal’ak).

    Pada zaman Musa as masih menyampaikan misi kenabiannya, maka tak ada seorang Israelpun yang kedudukannya bisa setara dengan kedudukan Musa as dan Harun as serta para imam bangsa Israel lainnya. Sedangkan di era Sang Mesiah, maka kedudukan Sang Mesiah dan “Harunnya sang Mesiah bersama keturunannya” ini adalah kedudukan teritinggi dari Allah swt yang tak ada sebarang makhluk lain pun yang bisa menyamai kedudukan mereka, sejak Adam as sampai Hari Kiamat.

    Semua nubuat tentang kedudukan agung ini sudah diberitakan di dalam Alkitab Mas Daud …

    Barangkali ada yang baru mendengar kali ini bahwa Allah memilih imam untuk manusia. Jika kita melihat definisi di atas jelas bahwa imam -sebagaimana Nabi- diangkat oleh Allah, maka dia juga diberi wahyu sebagaimana Nabi. Ini mungkin tidak diakui oleh syiah, tetapi jika Allah memilih Nabi maka Allah memberinya wahyu, maka imam yang juga dipilih oleh Allah sudah semestinya mendapatkan wahyu juga. Ini jelas berbeda jauh dengan akidah kaum muslimin yang yakin bahwa hanya Nabi saja yang diberi wahyu oleh Allah dan diperintahkan untuk menyampaikan pada manusia. Dengan wafatnya Nabi Muhammad wahyu Allah telah terputus, tidak ada lagi wahyu yang turun setelah Nabi wafat.

    ——————-
    Tanggapan:

    Inilah akibatnya kalau antum hanya berkutat melalui ilmu copy paste seperti saya dulu dan tidak mau keluar dari komunitas jumud untuk mengkaji ilmu-lmu Islam secara bertahap dengan memintai petunjuka kepada Allah swt.

    Perlu antum ketahui bahwa selain di dalam Alkitab, jabatan imam juga disebutkan di dalam Al-Qur’an. Adapun mengenai jabatan imam dan siapakah yang berhak mengangkat mereka, maka Allah swt berfirman:

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.” (QS. 2: 124)

    Perhatikan ayat di atas ini dan renungkanlah baik-baik, karena ayat di atas turun setelah “Ibrahim diuji Tuhannya” dan Nabi Ibrahim as pun sudah menunaikannya “Ibrahim menunaikannya”.

    Apa artinya?

    Artinya Ibrahim sudah menyandang sedikitnya tiga gelar langit, yaitu nabi, rasul dan khalil. Maksudnya, setelah Nabi Ibrahim as melalui seluruh ujian dari Allah swt, yang mana puncaknya adalah penyembelihan putra tunggalnya, maka barulah saat itu Allah swt menganugerahkan suatu jabatan langit tertinggi dan mengatakan hal itu kepada Nabi Ibrahim as “Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”.

    Jadi, siapa bilang Al-Qur’an tidak menyebut tentang jabatan dan pengangkatan imam? Dan menurut Al-Qur’an, siapakah yang berhak mengangkat kedudukan seseorang itu menjadi imam Mas Daud? Allah ataukah makhluk?

    Perhatikanlah ayat selanjutnya, yaitu ketika Nabi Ibrahim as menyadari atas tingginya jabatan imam Tuhan ini, dia mengatakan “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”, lalu Allah swt mengabulkannya tapi dengan syarat bahwa jabatan ini tidak akan pernah diberikan kepada keturunan Nabi Ibrahim as yang zalim “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

    Mas Daud, kalau kita berandai-andai saja bahwa kezaliman itu bisa diukur/dikadar, misalnya dengan suatu ukuran tertentu, maka apakah kezaliman yang kadar atau ukurannya hanya segelas, lantas bisakah hal itu menunjukkan bahwa seseorang itu sudah zalim? Lalu bagaimana kalau kezaliman seseorang itu ukurannya seluas lautan samudra Mas Daud, apakah kadar itu sudah menunjukkan bahwa orang itu zalim? Bagaimana kalau satu ember, apakah kadar itu sudah mampu menunjukkan bahwa orang itu zalim? Kemudian bagaimana kalau cuma setetes atau senoktah saja, maka apakah kadar itu sudah mampu menunjukkan bahwa orang itu zalim?

    Entah kezaliman itu kadarnya cuma setetes, segelas, se-ember atau seluas lautan samudra, maka kezaliman adalah tetap kezaliman, meskipun kadarnya kecil ataupun besar … Nah, firman Allah swt yang mengatakan bahwa “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”, maka apakah seorang nabi, rasul atau imam Tuhan itu bisa berlaku zalim? Mas Daud, pelaku kezaliman itu pasti berdosa, maka apakah seorang nabi, rasul atau imam itu bisa dipilih oleh Allah dari kalangan orang-orang yang berdosa sedangkan Allah swt sendiri mengatakan “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”? Silahkan antum renungkan baik-baik persoalan ini dengan hati yang tulus dan bersih.

    Kemudian Allah swt berfiman lagi tentang pengangkatan para Imam atau Nuqaba bangsa Israel, yaitu ketika Allah swt mengatakan “Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin” (QS. 5: 12). Mas Daud, siapakah yang mengangkat dua belas Imam bangsa Israel? Allah ataukah makhluk?

    Kemudian Allah swt berfirman lagi pada bagian lain Al-Qur’an yang mengatakan:

    Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.

    Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin (Aimmah) yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. 32: 23-24)

    Kata “pemimpin-pemimpin” pada ayat di atas adalah aimmah, yaitu bentuk jamak dari imam (tunggal) dalam bahasa Arab.

    Mas Daud, tahukah antum apa yang Allah telah tetapkan di dalam Taurat Musa kepada bangsa Israel?

    Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan umat yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” (Kel 19: 5-6)

    Bacalah kembali ayat Al-Qur’an ini dengan mengharapkan petunjuk dari Tuhan semesta alam.

    Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin.” (QS. 5: 12)

    Jadi, siapa bilang Al-Qur’an tidak menyebut tentang jabatan dan pengangkatan para imam? Dan menurut Al-Qur’an, siapakah yang berhak mengangkat kedudukan seseorang itu menjadi imam Mas Daud? Allah ataukah makhluk?

    Pada bagian lain lagi Allah swt berfirman:

    “Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) lshak dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh.”

    Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin (Aimmah) yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah” (QS. 21: 72-73)

    Kata “pemimpin-pemimpin” pada ayat di atas adalah aimmah, yaitu bentuk jamak dari imam (tunggal) dalam bahasa Arab.

    Mas Daud, anugerah terbesar apakah yang Allah swt pernah berikan kepada keturunan Ibrahim as? Apakah ada anugerah Allah kepada Ibrahim as yang lebih besar daripada imamah, sampai-sampai Nabi Ibrahim as sendiri memohonkan juga jabatan itu untuk keturunannya?

    Mas Daud, yang bisa menerima wahyu itu bukan hanya para nabi saja. Ibunda Musa as sendiri pernah menerima wahyu ketika Allah swt memerintahkan dia untuk menghanyutkan Musa as ke sungai Nil.

    “Dan kami wahyukan (awhayna) kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS. 28:7)

    Kata yang saya bold pada ayat di atas di dalam Al-Qur’an terjemahan Indonesia sering ditulis “ilhamkan”, hal ini disebabkan Sunni hanya mengatakan bahwa yang bisa menerima wahyu itu hanya para nabi saja, meskipun pandangan ini jelas keliru. Jelas bahwa Allah swt menggunakan kata awhayna (Kami wahyukan), yakni suatu kata yang sama sebagaimana yang Al-Qur’an sampaikan juga pada bagian lain, perihal metode penyampian firman-firman Allah swt kepada para nabiNya (seperti pada ayat QS. 7: 160; 42: 52; 17: 86; 23: 27; 2: 23 dan masih banyak lagi).

    Kalau dalil-dalil ini belum cukup, perhatikanlah kisah Maryam as di dalam Al-Qur’an yang mengisahkan kunjungan Jibril as dan berita tentang kelahiran Isa as kepada Maryam as.

    Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
    Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

    Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

    Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

    Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.” (QS. 19: 16-21)

    Mas Daud, Malaikat Jibril as itu sudah menampakkan diri (Betawi: ngejelak) di depan Maryam as bahkan ngobrol (Inggris: chatting) dengannya. Dan Jibril as juga sudah menyampaikan berita-berita dari Allah swt. Apakah semua ini layak disebut sebagai ilham? Ilham dari Tuhan seperti apakah yang pemberi pesannya bisa muncul dihadapan Maryam as Mas Daud? Inilah bedanya antara Islam tradisi/doktrinal yang antum dan dulu saya ikuti dan Islam rasional… Yaitu, suatu keyakinan yang berasal dari proses pembelajaran, dan bukan sekedar ikut-ikutan, apalagi warisan salaf alias nenek moyang.

    Ketika Allah swt menyelesaikan wahyu-wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw, maka yang dimaksudkan disini adalah selesainya wahyu dikte/syar’i. Yakni, wahyu yang hanya terkait dengan Kitab Al-Qur’an, sedangkan wahyu selain itu tidak pernah ditutup. Artinya, pewahyuan tekstual/pendiktean terhadap Al-Qur’an itu sudah selesai, dan tak bisa dkurangi ataupun ditambahkan lagi.

    Adapun bedanya wahyu jenis yang pertama (wahyu dikte/tertulis) dan wahyu yang jenis kedua (tidak di dikte/tertulis) adalah dari fungsinya. Wahyu jenis pertama selalu didiktekan (kata per kata) satu persatu oleh sang nabi kepada para pengikutnya, sedangkan wahyu jenis kedua tidak didiktekan oleh si penerima wahyu, baik dia seorang nabi, rasul, imam, ataupun manusia-manusia pilihan Allah swt lainnya, seperti pada kasus Maryam as dan ibunda Musa as atau Khidir as.

    Tujuannya sebagai pemberian petunjuk dari Allah swt kepada mereka, sehingga orang-orang ini selalu tahu apa yang mesti mereka lakukan untuk menjaga kelestarian ajaran Allah swt di muka bumi. Wahyu jenis ini memang bisa disebut “ilham”, walaupun menurut saya bahwa jenis ini lebih tinggi dari pengilhaman. Lagipula, Allah swt sendiri di dalam Al-Qur’an menyebutnya sebagai suatu pengetahuan yang “Kami (Allah) wahyukan” (awhayna) dan bukan sesuatu yang “Kami ilhamkan” (alhamna). Jadi jelas berbeda.

    Sederhananya, para penerima wahyu dari jenis kedua ini tidak membacakan wahyu-wahyu tersebut atau bahkan menceritakan bahwa mereka pernah menerima wahyu atau bertemu sesosok malaikat, misalnya. Hal ini bisa kita pelajari dari kasus ibunda Musa as dan Maryam as. Artinya, kalau bukan karena Al-Qur’an yang menceritakan kepada kita tentang pengalaman pewahyuan yang pernah dialami oleh keduanya, maka kita tidak pernah tahu mengapa ibunda Musa as begitu pede untuk menghanyutkan Musa as yang masih balita ini ke sungai Nil. Atau, kalau bukan karena berita Al-Qur’an yang menceritakan kepada kita tentang pertemuan Maryam as dengan Jibril as, maka kita mungkin tidak pernah tahu mengapa Maryam as bisa begitu yakin dan tidak kaget saat dia tahu dirinya hamil, padahal saat itu, dia belum pernah melakukan hubungan biologis seumur hidupnya. Dan inilah sebabnya mengapa setelah Isa as lahir, bahkan hingga saat itupun Maryam as tidak pernah menceritakan bahwa dia pernah bertemu dengan Malaikat Jibril as dan mendapat kabar dari Allah swt perihal Isa as. Tapi kisah pertemuan Maryam as dan Malaikat Jibril as ini justru malah diberitakan oleh putranya sendiri, yaitu Nabi Isa as dan juga oleh Nabi Muhammad saw.

    Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”” (QS. 19: 29)

    Jadi semoga antum sudah jelas bahwa wahyu yang terputus saat wafat Nabi Muhammad saw adalah wahyu yang menjadi rujukan syariat Allah swt. Wahyu jenis ini sudah selesai dan tidak bisa dinego-nego lagi, sedangkan wahyu yang terkait dengan pengimplementasian atau pengeksekusian syariat Allah swt sendiri tidak pernah putus sampai Hari Kiamat dan para penerima wahyu tersebut adalah para imam Ahlulbait as. Artinya, mereka hanya bertindak (menjalankan syariat Allah) sesuai dengan perintah-perintah yang mereka terima dari Allah swt.

    Intinya, adanya pengalaman Maryam as dan ibunda Musa as serta wahyu yang pernah diterima juga oleh hawariyyun (lih. QS. 5:111, kata ini juga dalam teks Arabnya juga awhayna, tapi terjemahan Indonesianya diganti jadi “ilhamkan”. Bagian ini tidak saya jelaskan karena semoga saja penjelasan saya di atas sudah mencukupi) menunjukkan bahwa kaim Sunni bahwa yang bisa menerima wahyu itu hanya para nabi saja jelas keliru. Tapi yang benar adalah: bahwa wahyu itu ada jenisnya. Ada yang didiktekan seperti kepada para nabi, yang diakhiri oleh kenabian Muhammad saw dan adapula wahyu dari Allah swt yang bersifat perintah yang tujuannya untuk mengeksekusi ajaran-ajaran Allah swt. Wahyu jenis pertama sudah selesai sampai kiamat, sedangkan satunya terus berlangsung sampai kiamat. Wahyu jenis pertama disampaikan kata per kata, sedangkan wahyu jenis kedua tidak demikian. Wahyu jenis pertama dituliskan kata per kata, sedangkan wahyu jenis kedua tidak demikian.

    Mungkin teman anda yang syiah akan berfilsafat kesana kemari untuk menyangkal adanya wahyu yang turun pada para imam. Namun percayalah, filsafat ini tidak berguna, karena dalam literatur syiah tercantum nukilan dari imam yang menegaskan hal itu. Imam Ar Ridha (Ali bin Musa Al Kazhim) ditanya tentang perbedaan antara Nabi, Rasul dan Imam? Imam menjawab: :
    Perbedaan antara rasul, Nabi dan imam: bahwa rasul didatangi oleh jibril, dia melihat jibril dan mendengar ucapannya, dan diberi wahyu, bisa jadi rasul mendapat wahyu melalui mimpi seperti mimpi Ibrahim as, Nabi bisa jadi mendengar wahyu atau melihat malaikat tetapi tidak mendengar apa-apa, sedangkan imam adalah mendengar wahyu tetapi tidak melihat malaikat. Bisa dilihat dalam kitab Al Kafi Kitabul Hujjah, Bab Farq baina Rasul, wan Nabi wal Muhdats jilid 1 hal 176.

    ——————-
    Tanggapan:

    Silahkan baca di atas.

    Ini jelas menegaskan bahwa imam mendapatkan wahyu dari langit. Ini menandakan syareat tidak putus setelah wafatnya Nabi, artinya syareat Islam yang dibawa oleh Nabi tidak sempurna, sehingga masih harus disempurnakan oleh para Imam. Berarti ajaran Islam yang sejati adalah yang turun pada para imam, tetapi di mana kita mendapati sabda para imam? Kita menginginkan sabda para imam, karena yang wajib diikuti adalah para imam, bukanlah ulama-ulama syiah hari ini, yang mana mereka tidak maksum. mengapa kita tidak bisa mengakses ajaran para imam secara langsung lewat kitab-kitab hadits syiah? Mengapa kitab-kitab yang memuat riwayat dari para imam susah didapat?

    ——————-
    Tanggapan:

    Memang benar Mas Daud dan saya rasa penjelasan saya di atas sudah memadai.

    Syariat tidak putus? Nah disini antum salah, karena wahyu yang diterima oleh para Imam Ahlulbait as bukan wahyu jenis pertama (wahyu syar’i), tapi wahyu jenis kedua yang berfungsi sebagai petunjuk untuk menjaga kelestarian atau kesempurnaan ajaran Allah swt, sebagiman yang disampaikan oleh Allah swt di dalam Al-Qur’an:

    Dan Kami jadikan di antara mereka itu imam-imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. 32:24)

    Maksudnya, para Imam Ahlulbait as member petunjuk tentang pengimplementasian ajaran Allah swt.

    Status dan kedudukan periwayatan sunnah dari para Imam as sama saja dengan sunnah yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dipersepsikan Sunni. Maksudnya, mereka selalu menyampaikan ucapan yang pasti benar, tapi kesalahan itu datangnya dari para perekam sunnah mereka alias pengikutnya. Artinya, ada yang menyampaikan seutuhnya, ada yang cuma sebagian saja, bahkan ada yang berdusta atas nama mereka, sebagaimana di Sunni ada juga hadis-hadis palsu.

    Analisa terhadap sunnah mereka sama saja seperti seorang Sunni menganalisa kedudukan hadis Nabi Muhammad saw. Artinya, ada ilmu tentang sanad dan ada juga ilmu tentang matan hadis. Biasa kok. Syiah punya empat rujukan hadis utama, hanya saja Syiah tidak punya kitab Sahih seperti yang ada di Sunni, tapi status kitab-kitab tersebut lebih mirip kepada Musnad Ahmad. Di Musnad Ahmad sebagaimana Alkafi atau lainnya, ada yang sahih, baik atau palsu.

    Intinya, Syiah tidak punya kitab rujukan hadis, yang mana si penyusun buku hadis itu menyebut karyanya sebagai kitab-kitab sahih, seperti Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Nasa’i dan lainnya.

    Kitab hadis Syiah susah di dapat? Yaa antum hidup di Indonesia yang 200juta kebanyakan penduduknya adalah mengikut Imam Syafi’i. Mas Daud, jangankan mencari hadis Syiah, mencari hadis Bukhari dan Muslim yang seluruh serinya lengkap saja dalam bahasa Indonesia dan di Negara yang berpenduduk 200 juta Sunni ini saja susah. Benar tidak? Jadi, tidak perlu di dramatisir … :)

    Lebih dari itu, para imam diyakini oleh syiah memiliki sifat-sifat tertentu yang tidak pernah kita dengar dari Al Qur’an dan keterangan Nabi sendiri. bahkan disebutkan bahwa para imam adalah lebih pandai dari para Nabi. Ajaran ini tidak dikenal dalam Islam selama ini, karena dalam Al Qur’an hanya ada disebutkan tentanga para Nabi, tidak ada penjelasan tentang imam seperti dipahami oleh syiah. Mereka hendak menggambarkan bahwa imam mereka adalah manusia super yang layak untuk memegang jabatan imam. Ini bukanlah omong kosong, tetapi keterangan yang tercantum dalam sebuah kitab rujukan syiah yaitu Biharul Anwar
    Dari Abdullah bin Tammar dia mengatakan: saya bersama Abu Abdillah dalam kamar, dia bertanya: apakah kita dimata-matai? Kami menengok ke kiri dan ke kanan, kami mengatakan: di sini tidak ada mata-mata, lalu Abu Abdillah mengatakan: Demi Rabb Ka’bah -tiga kali- jika aku bersama Musa dan Khidr pasti aku akan memberitahu mreka berdua bahwa aku lebih mengetahui dari mereka berdua, aku akan memberitahu mereka apa yang mereka tidak ketahui dari mereka berdua” Bisa dilihat dalam Biharul Anwar jilid 26 hal 294. Riwayat ini membuat bulu kuduk kita berdiri, bagaimana tidak, Imam merasa lebih pandai dari para Nabi. Jika tidak melalui wahyu dari mana Imam bisa lebih pandai dari para Nabi?

    ——————-
    Tanggapan:

    Memang benar Mas Daud, kenabian dan pengetahuan Rasulullah saw itu melampaui pengetahuan dan kenabian seluruh nabi-nabi sebelumnya. Dan itulah sebabnya keimamahan dan pengetahuan para imam Ahlulbait as yang didapat dari Nabi Muhammad saw inipun mengakibatkan mereka punya pengetahuan yang melampaui pengetahuan seluruh nabi sebelumnya.

    Mas Daud, Sunni punya riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi saw mengatakan: “ulama di zaman umatku sama dengan para nabi bangsa Israel.” Kok antum tidak heboh sama hadis ini? Padahal mereka cuma ulama lho!

    Mas Daud, risalah Nabi Muhammad saw adalah yang terbaik daripada risalah-risalah para nabi sebelumnya, kenabian Muhammad saw adalah yang terbaik daripada kenabian para nabi-nabi sebelumnya, Kitab Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw adalah yang terbaik dari Kitab-kitab Allah sebelumnya, umat Muhammad saw yang bersifat universal/global membuat umat Muhammad saw lebih baik daripada umat-umat para nabi sebelumnya, perilaku Muhammad saw adalah sebaik-baik suri tauladan bagi semua manusia dari Adam as sampai kiamat, dan keluarga Muhammad saw juga adalah sebaik-baik keluarga seorang nabi jika dibandingkan dengan keluarga para nabi-nabi sebelumnya. Allah dan para malaikatNya bersalawat kepada Muhammad saw dan keluarga Muhammad, yang mana hal ini tidak pernah dilakukan dalam syariat-syariat sebelumnya, lantas bagaimana mungkin antum ingin katakan bahwa masih ada yang lebih baik dari Nabi Muhammad saw dan ahlulbaitnya; baik dulu, sekarang, ataupun nanti?

    Apakah antum mau bilang ke saya bahwa Musa as dan keluarganya lebih baik daripada Muhammad saw dan keluarganya? Kalau terhadap Nabi Muhammad saw barangkali antum akan mengatakan bahwa Muhammad saw lebih baik dari Musa as, lantas mengapa kepada keluarganya tidak demikian? Sedangkan keutamaan Muhammad saw dan keluarganya telah disebutkan di dalam Al-Qur’an. Kitab yang konon antum imani itu… Mengapa kepada Al-Qur’an antum bilang cukup dan membuang Ahlulbait Nabi saw, sedangkan pusaka Nabi saw itu bukan hanya Al-Qur’an saja, tapi Al-Qur’an dan Ahlulbait. Kalau Ahlulbait as tidak setara baiknya dengan Al-Qur’an, lantas buat apa Nabi saw mempusaka dua hal itu kepada kita umatnya?

    Tapi anehnya mengapa imam takut pada mata-mata dan tidak berani terus terang mendakwahkan ajarannya pada manusia? Mengapa manusia lain dibiarkan sesat karena tidak tahu ajaran imam? Juga riwayat ini mendorong penganut syiah untuk tetap berada dalam mazhabnya, karena mazhabnya adalah lebih bagus dari mazhab yang dianut oleh para Nabi.

    ——————-
    Tanggapan:

    Siapa bilang para imam tidak berjuang dan mendakwahkan ajarannya?

    Imam Ali as dipukul kepalanya hingga syahid itu kenapa?

    Sayyidah Fathimah as patah tulang rusuknya sampai syahidah itu kenapa?

    Imam Hasan as di racun sampai syahid itu kenapa?

    Imam Husein as dan keluarganya di bantai di Karbala sampai syahid itu kenapa?

    Imam Ali Zainal Abidin as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Muhammad al-Baqir as itu dibunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Ja’far Shodiq as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Musa al-Kadzim as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Ali ar-Ridho as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Muhammad al-Jawwad as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Ali al-Hadi as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Imam Hasan Al-Askari as di bunuh dan syahid itu kenapa?

    Jadi jangan sembarang menuduh bahwa Ahlulbait as itu belum berjuang atau mereka seolah-olah belum berusaha untuk meluruskan ajaran Islam. Persoalannya, antum mau gak ikut jalan mereka ataukah tidak?

    Kalau soal Imam Ali as saja antum lebih memilih ikut Khawarij daripada Imam Ali as. Lantas kenapa salahkan Imam Ali as yang membuat manusia tersesat?

    Kalau hadis sahih Al-Qur’an dan Ahlulbait saja tidak mau antum ikut dan akui, padahal adanya di kitab-kitab sahih yang antum kagumi, lantas kenapa salahkan Ahlulbait as yang membuat manusia tersesat?

    Kalau terhadap peristiwa Karbala, antum lebih memilih membela Yazid la daripada Imam Husein as dan keluarganya, lantas mengapa menuduh Imam Husein as yang membuat manusia tersesat?

    Kalau kedatangan Nabi Muhammad saw dan Al-Qur’an yang sudah diturunkan oleh Allah ini, tapi tiga perempat penduduk dunia masih belum mau juga mengikuti Al-Qur’an, bahkan lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, lantas apakah antum mau menuding bahwa Allah dan RasulNya sebagai penyebab kesesatan ini terjadi?

    Mas Daud, manusia ini telah diberikan kesempatan untuk memilih. Jadi silahkan pilih sebelum terlambat.

    “Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”.” (QS. 18: 29)

    Jika kita bandingkan dengan mazhab ahlussunnah, tidak akan pernah ditemukan dalam buku imam mazhab -bahkan pengikutnya- tulisan bahwa imam syafii -misalnya- lebih pandai dari Nabi Musa, begitu juga para imam mazhab lainnya. Ini juga menunjukkan perbedaan yang jauh antara mazhab ahlussunnah dan syiah. Ahlussunnah tidak pernah mengatakan ulamanya lebih pandai dari para Nabi misalnya. Para ulama maupun imam mazhab dalam ahlussunnah adalah manusia biasa yang belajar menuntut ilmu dari manusia juga, bukan menerima wahyu dari Allah. Karena mereka manusia biasa, mereka juga bisa melakukan kesalahan. Lain dengan para imam syiah, mereka tidak mungkin salah dan keliru karena mereka lebih pandai dari para Nabi.

    ——————-
    Tanggapan:
    8O Siapa bilang Mas Daud? Seperti saya katakan bahwa Sunni juga punya riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi saw mengatakan: “ulama di zaman umatku sama dengan para nabi bangsa Israel.” Masih banyak riwayat-riwayat lain yang seperti itu, baik terhadap Musa as atau nabi-nabi lainnya. Bahkan ada riwayat-riwayat yang lebih parah, tapi saat ini saya enggan menyebutkannya demi kelancaran diskusi saja.

    Di mana kita dapat mengakses ajaran para Imam yang lebih berilmu daripada Nabi Musa? Ajaran para imam dapat diakses melalui kitab-kitab syiah yang ada -tapi disembunyikan dari orang awam-, karena imam lebih pandai dari para Nabi maka tidak boleh dibantah maka riwayat-riwayat itu harus diikuti. Lebih dari itu, para imam syiah diyakini berada di tingkatan yang lebih tinggi dari para Nabi, karena para Nabi diciptakan dan tunduk pada wilayah Ali. Kita lihat lagi dalam Biharul Anwar: Abu Abdillah mengatakan : demi Allah, Adam tidak akan diciptakan oleh Allah dengan TanganNya dan tidak akan ditiup ruhnya oleh Allah kecuali dengan mengakui kepemimpinan Ali. Musa tidak akan diajak bicara oleh Allah kecuali dengan pengakuan atas kepemimpinan Ali. Allah tidak akan menjadikan Isa sebagai tanda kebesaran Allah kecuail atas ketundukannya pada Ali. Dan Hamba tidak berhak untuk dilihat oleh Allah kecuali dengan ibadahnya pada kami(para imam). Bisa dilihat dalam Biharul Anwar jilid 26 hal 294

    ——————-
    Tanggapan:

    Siapa bilang buku-buku Syiah di sembunyikan? Tapi kalau antum ke Saudi Arabia, maka disana antum takkan pernah menemukan satu buku Syiah pun. Menurut saya, antum terlalu banyak membaca buku-buku propaganda Wahabi. Mas Daud, silahkan ke toko-toko buku besar di Indonesia, karena disana juga sudah ada.

    Ada beberapa hadis tentang Imam Ali as yang menurut saya jauh lebih heboh dari apa yang antum kutip di atas. Hadis Nabi saw itu adalah sebagai berikut:

    Ali lebih Utama dari Nuh as, Ibrahim as, Adam as, Musa as, Isa as

    “JIkalau engkau ingin melihat keteguhan dalam diri Nabi Nuh, ilmu pengetahuan Adam,kemurahan Nabi Ibrahim as, kecerdasan Nabi Musa dan ketaatan Nabi Isa, lihatlah Ali bin Abi Thalib.

    Menurut saya, hadis yang antum kutip di Syiah tidak seberapa heboh, karena hadis yang saya kutip ini masih jauh lebih heboh, tapi jangan salah sangka dulu yaa, karena hadis di atas ini adanya justru di buku Sunni Mas Daud … :mrgreen: [mode joke: on]

    Referensi hadis Sunni: Sahih, Baihaqi; Musnad Ahmad bin Hanbal, sebagaimana yang dikutipnya; Syarh, Ibn Abil Hadid, jilid 2, hal 449; Tafsir Kabir, Fakhruddin Razzi, jild 2 hal 288.

    Cahaya Nabi saw dan Ali mendahului penciptaa Nabi Adam

    Salman Al Farisi meriwayatkan dari Nabi saw berkata:

    “Aku dan Ali berasal dari cahaya yang sama di dalam genggaman Allah empat belas ribu tahun sebelum Ia menciptakan Ad. Ketika Allah menciptakan Adam, Ia membagi cahaya itu menjadi dua bagian. Satunya adalah cahayaku dan satunya adalah cahaya Ali.

    Menurut saya, hadis yang antum kutip di Syiah tidak seberapa heboh, karena hadis yang saya kutip ini masih jauh lebih heboh, tapi jangan salah sangka dulu yaa, karena hadis di atas ini adanya justru di buku Sunni Mas Daud … :mrgreen: [mode joke: on]

    Referensi hadis Sunni: Mizan al-‘itidal, Dzahabi, jil 1, hal 235; Fadha’il Sahabah, Ahmad bin Hanbal, jil 2, hal 663, hadis 1.130; Ar-Riyadh an-Nadhirah, Muhib Thabari, jil 2, hal 164, jil 3, hal 154; Tarikh, Ibnu Asakir.

    Tidak ada yang bisa menyebrangi jembatan Shirath kecuali dengan izin Ali

    Anas bin Malik meriwayatkan,

    “Ketika kematian Abu Bakar semakin dekat, Abu Bakar berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw berkata, “Sebuah rintangan menghadang di jembatan Shirath al-Mustaqim. Tidak ada seorangpun yang dapat melintasinya kecuali dengan izin Ali bin Abi Thalib. Aku mendengar Rasulullah saw berkata: “Aku adalah penghulu para nabi dan Ali adalah penghulu para pemimpin.”

    Menurut saya, hadis yang antum kutip di Syiah tidak seberapa heboh, karena hadis yang saya kutip ini masih jauh lebih heboh, tapi jangan salah sangka dulu yaa, karena hadis di atas ini adanya justru di buku Sunni Mas Daud … :mrgreen: [mode joke: on]

    Referensi hadis Sunni: Tarikh, Khatib al-Baghdadi, jil 10, hal 356; as-Sawa’iq al-Muhriqah, Ibnu Hajar, bab 9, sub jil 2, hal 195.

    Jalin hubungan baik dengan Imam Ali as yaa Mas Daud … Kalo tidak antum pas nyebrang bakal repot … ;) Atau antum mau spekulasi? Silahkan saja, kalau saya mah ogah spekulasi …

    Ali adalah orang yang menjadi pemisah antara orang-orang yang masuk surga dan orang-orang yang masuk neraka

    Nabi Muhammad saw berkata kepada Ali,

    Engkau adalah orang yang memisahkan orang-orang yang akan masuk ke surga dan orang-orang yang akan masuk ke neraka pada Hari Kiamat. Engkau akan berkata kepada neraka, “Orang ini untukku dan orang ini untukmu.

    Menurut saya, hadis yang antum kutip di Syiah itu tidak seberapa heboh, karena hadis yang saya kutip ini masih jauh lebih heboh, tapi jangan salah sangka dulu yaa, karena hadis di atas ini adanya justru di buku Sunni Mas Daud … :mrgreen: [mode joke: on]

    Referensi hadis Sunni: as-Sawa’iq al-Muhriqah, Ibnu Hajar, bab 9, sub jil 2, hal 195.

    Jalin hubungan baik dengan Imam Ali as yaa Mas Daud … Kalo tidak antum pas nyebrang bakal repot … ;) Atau antum mau spekulasi? Silahkan saja, kalau saya mah ogah spekulasi…

    Saya bisa seharian menulis keutamaan Imam Ali as berdasarkan riwayat Sunni kalau di atas ini masih belum cukup. Persoalannya, maukah antum atau saya mengikuti pesan-pesan Nabi saw ini?

    Riwayat ini lebih jelas lagi menunjukkan superioritas para imam dibanding para Nabi. Seakan perintah untuk beriman pada kepemimpinan Ali adalah sebuah syareat yang sudah berumur panjang, sudah ada sejak jaman Nabi Adam, dan para Nabi pun diperintahkan untuk beribadah pada Ali dan para imam. Bukannya beribadah mengabdi pada Allah tetapi mengabdi pada para imam. Sangat wajar kita bertanya-tanya tentang mana yang lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah? Nabi ataukah Imam? Seorang muslim pasti akan meyakini bahwa Nabi lebih mulia dan lebih utama daripada Imam, karena di dalam Al Qur’an tidak ada ayat yang menerangkan keutamaan imam daripada Nabi. Bahkan tidak ada satu ayat pun yang menyinggung imam seperti yang dipahami oleh syiah, yang nampak dari riwayat di atas. di sini kita bertanya, kita mengikuti Al Qur’an atau mengikuti riwayat-riwayat syi’ah yang tidak jelas asal usulnya?

    ——————-
    Tanggapan:

    He he he :mrgreen: saya rasa hadis-hadis Sunni di atas cukup yaa Mas Daud …

    Lagipula orang muslim yang berakal sehat akan bertanya mengkritisi pemahaman imamah menurut syiah, jika memang para Nabi diperintahkan untuk beriman pada kepemimpinan Ali mengapa dalam Al Qur’an tidak disebutkan kepemimpinan Ali? Atau jika memang kepemimpinan Ali sudah digariskan utnuk diimani oleh para Nabi, mengapa kepemimpinan Ali tidak terwujud setelah wafatnya Nabi? Allah bisa mengangkat Nabi untuk berdakwah di tengah kaumnya, dan telah terbukti sebagaimana dalam Al Qur’an, tetapi mengapa Allah tidak bisa mengangkat Ali menjadi khalifah sepeninggal Nabi? Ini membuktikan bahwa kepemimpinan Ali memang tidak pernah ada dalam AL Qur’an, dan bukan merupakan ajaran yang wajib diikuti oleh siapa pun, karena yang memegang hak untuk mewajibkan dan melarang sesuatu yang berkaitan dengan agama hanyalah Allah semata. Dalam Al Qur’an tidak disebutkan nama Ali, sebuah nama yang wajib diikuti oleh para Nabi, jika wajib diikuti oleh para Nabi tentu sudah pasti wajib diikuti oleh ummat, tetapi kita tidak mendapati perintah untuk beriman pada kepemipinan Ali dalam AL Qur’an. Berarti kita tidak wajib beriman pada kepemimpinan Ali, karena tidak diperintahkan oleh Allah.

    ——————-
    Tanggapan:

    Al-Qur’an tidak menyebut kepemimpinan Ali as, yang benar aja Mas Daud. Coba antum baca ayat Al-Qur’an berikut ini dan cari sebab nuzul serta tafsirnya.
    Ayat al-Wilayah

    Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk {kepada Allah}. Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut {agama} Allah itulah yang pasti menang.” (QS:5;55-56)

    Para ulama dan mufassir besar Ahlusunnah telah meriwayatkan tentang sebab turunnya ayat tersebut berkaitan dengan Imam Ali as. ketika beliau mensedekah cincinya kepada seorang pengemis di masjid Nabi saw.

    Diriwayatkan oleh para ulama bahwa Abu Dzar al-Ghifari menceritakan di hadapan halayak yang sedang berkumpul mendengarkannya,“Aku telah mendengar Rasulullah saw. dengan kedua (telingaku) ini, (dan Abu Dzar menambahkan):…tulilah keduanya jika aku berdusta (kemudian katanya lagi) dan telah aku saksikan beliau dengan kedua mataku ini, dan butalah keduanya jika aku berdusta, “Sabda Rasulullah saw.: Ali adalah pemimpin kelompok orang-orang yang tulus, pejuang yang memerangi kaum kafir, jayalah siapa yang membantunya, hinalah siapa yang menelantarkan dukungan baginya!”

    Dan Abu Dzar melanjutkan,” Suatu hari aku shalat bersama Rasulullah saw. maka masuklah ke masjid seorang pengemis dan tidak seorang pun memberinya sesuatu, pada saat itu Ali sedang shalat dalam keadaan ruku’ dan ia memberi isyarat dengan jari manisnya yang bercincin, lalu pengemis itu menghampirinya dan mengambil cincin itu dari jari Ali, Rasulullah menyaksikan hal itu dan beliau berdo’a dengan khusyu’nya kepada Allah, “Ya Allah sesungguhnya Musa telah memohon kepadamu:

    Berkata Musa, “Ya Tuhan-ku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun; saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui (keadaan) kami”.(QS:20;25-35).

    Maka Engkau telah mewahyukan kepadanya:

    Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.”

    Dan aku, ya Allah –kata Rasulullah saw.- adalah hamba dan Nabi-Mu lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan jadikanlah untukku seorang wazir dari keluargaku; Ali, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. Abu Dzar berkata. ” Demi Allah, beliau belum sampai menyelasaikan ucapan (do’anya) melainkan Jibril al-Amin turun dengan membawa ayat ini”.

    Hadis di atas dan penegasan bahwa ayat tersebut turun dalam kejadian itu, telah diriwayatkan oleh banyak ulama besar, para mufassir dan ahli hadis, di bawah ini akan kami sebutkan sebagian nama-nama mereka:

    Al-Ghadhi Abu Abdillah bin Umar al-Madani al-Waqidi (W:207 H.) sebagaimana dikutip oleh Muhibbuddin al Thabari dalam Dzakhair al-Uqba-nya,102.
    Al-Hafidz Abu Bakar Abdul Razzaq al-Shan’ani (W:211) sebagaimana disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir 2/71 dari jalur Abdul Wahhab bin Mujahid dari Ibnu Abbas.
    Al-Hafidz Abu al-Hasan Utsman bin Abi Syaibah al-Kufi (W:239 H.) dalam tafsirnya.
    Abu Ja’far al-Iskafi al-Mu’tazili (W:240 H.).
    Al-Hafidz Abdu bin Humaid al-Kasyi (W:249H.) dalam tafsirnya sebagaimana disebut dalam tafsir al-Durr al-Mantsur.
    Abu Said al-Asyaj al-Kufi (W:257 H.) dalam tafsirnya dari Abu Nu’aim Fadel bin Da’im dari Musa bin Qais al-Hadhrami dari Salamah bin Kuhail. Jalur ini sahih dan para perawinyan tisqah, terpercaya.
    Al-Hafidz Abu Abdu Rahman al-Nasa’i al-Syafi’i dalam kitab Sunannya.
    Ibnu Jarir al-Thabari (W:310 H.) dalam tafsirnya.6:186 dari beberapa jalur.
    Ibnu Abi Haitm al-Razi (W:327 H.) sebagaimana dikutib dalam tafsir Ibnu Katsir, al-Durr al-Mantsur dan Lubab al-Nuqul karya al-Suyuthi dari jalur Abu Said al-Asyajj di atas.
    Al-Hafidz Abu al-Qasim al-Thabarani (W:360 H.) dalam kitab Mu’jam al-Ausathnya.
    Al-Hafidz Abu Syeikh Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad al-Anshari (W:369 H.) dalam kitab tafsirnya.
    Al-Hafidz Abu Bakar al-Jashshash al-Razi (W:370 H.) dalam Ahkam al-Qur’annya.2,542 dari beberapa jalur.
    Abu al-Hasan Ali bin Isa al-Rummani (W:384 H.) dalam tafsirnya.
    Al-Hakim Ibnu al-Bayyi’ (W:405 H.) dalam kitab Ma’rifat Ushul al-Hadits, 102.
    Al-Hafidz Abu Bakar Ibnu Mardawaih al-Ishbahani (W:416 H.) dari jalur Sufyan al-Tsauri dari Abu Sinan bin Said bin Sinan al-Barjani dari al-Dhahhak dari Ibnu Abbas. Jalur ini shahih dan para perawinya tsiqah ia juga meriwayatkan dari jalur lain yang ia katakana bahwa jalur ini tidak dapat dicacat dan ada jalur lain dari Ali as. Ammar dan Abi Rafi’ ra.
    Abu Ishak al-Tsa’labi al-Nisaburi (W:427 atau 437 H.) dalam tafsirnya dari Abu Dzar seperti dalam riwayat di atas.
    Al-Hafidz Abu Nu’aim al-Ishfahani (W:430 H.) dari Ammar, Abu Rafi’, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah atau Salamah bin Kuhail.
    Abu al-Hasan al-Mawardi al-Faqih al-Syafi’i (W: 450 H.) dalam tafsirnya.
    Al-Hafidz Abu Bakar al-Baihaqi (W:458 H.) dalam kitabnya al-Mushannaf.
    Al-Hafidz Abu Bakar al-Khatib al-Baghdadi al-Syafi’i (w: 463 H.) dalam kitab al-Muttafaqnya.
    Abu al-Qasim Zainul Islam Abdul Karim bin Hawazin al-Nisaburi (W:465 H.) dalam tafsirnya.
    Al-Hafidz Abu al-Hasan al-Wahidi al-Nisaburi (W:468 H.) dalam Asbab Nuzulnya,133 dari Jabir dan Ibnu Abbas.
    Al-Faqih Ibnu al-Maghazili al-Syafi’i (W:483 H.) dalam kitab Manaqibnya dari lima jalur; dari Ibnu Abbas dan Imam Ali as., hadis nomer 354-358.
    Abu Yusuf Abdus Salam bin Muhammad al-Qazwaini (W:488 H.) dalam karya besarnya tafsir al-Qur’an. Al-Dzahabi menyebutkan bahwa tafsir itu terdiri dari tiga ratus juz. Abu Yusuf adalah tokoh besar mazhab Mu’tazilah.
    Al-Hafidz Abu al-Qasim al-Hakim al-Hiskani (W:490 H.) dari jalur Ibnu Abbas, Abu Dzar dan Abdullah bin Salam.
    Al-Faqih Abu al-Hasan Ali bin Muhammad al-Kiya al-Thabari al-Syafi’i (W:504 H.) dalam tafsirnya, dan ia berdalil dengannya bahwa gerakan sedikit dalam shalat tidak membatalkannya dan shadaqah sunnah juga dapat disebut dengan zakat. Demikian dikutip oleh al-Qurthubi dalam tafsirnya.
    Al-Hafidz Abu Muhammad al-Farra’ al-Baghawi al-Syafi’i (W:516 H.) dalam tafsirnya Ma’alim al-Tanzil dicetak dipinggiran tafsir al-Khazin.2:67.
    Abu Hasan Razin al-’Ahdari al-Andalusi (W:535 H.), disebutkan dalam kitab al-Jam’u Baina al-Shihah al-Sitta dari Shahih al-Nasa’i.
    Al-Zamakhsyari al-Hanafi (W:538 H.) dalam tafsirnya al-Kasysyaf.1:624.
    Al-Hafidz Abu Sa’ad al-Sam’ani al-Syafi’i (W:562 H.) dalam kitab Fadlail al-Shahabah dari Anas bin Malik.
    Abu al-Fath al-Thanzi (lahir tahun 480 H.) dalam kitab al-Khashaish al-’Alawiyah dari Ibnu Abbas dan dalam kitab al-Ibanah dari Jabir bin Abdillah al-Anshari.
    Al-Imam Abu Bakar bin Sa’adun al-Qurthubi (W:567 H.) dalam tafsirnya 6/221.
    Al-Khawarizmi (W:568 H.) dalam kitab al-Manaqibnya.178 dari dua jalur, dan ia menyebutkan sya’ir Hassaan ibn Tsabit tentang hal ini.
    Al-Hafidz Abu al-Qasim Ibnu ‘Asakir al-Dimasqi (W:571 H.) dalam kitabnya Tarikh al-Syam dari beberapa jalur.
    Al-Hafidz Abu al-Faraj Ibnu Jauzi al-Hambali (W:591 H.) sebagaimana dikutib dalam kitab al-Riyadl al-Nadhirah.2,178 dan 208 dan Dzakhair al-Uqba,102.
    Abu Abdillah Fakhruddin al-Razi al-Syafi’i (W:606 H.) dalam tafsirnya Mafatih al-Qhaib.3,431 dari Atha’ dari Abdullah bin Sallam, Ibnu Abbas dan Abu Dzar.
    Abu al-Sa’adat Mubarak bin al-Atsir al-Syaibani al-Jazari al-Syafi’i (W:606 H.) dalam kitab Jami’ al-Ushulnya dari jalur al-Nasa’i.
    Abu Salim Muhammad bin Thalhah al-Nashiibi al-Syafi’i (W:626 H.) dalam kitabnya Mathalib al-Suul dari riwayat Abu Dzar.
    Abu al-Mudzaffar sibthu Ibnu Jauzi al-Hanafi (W:654 H.) dalam Tadzkirat al-Khawashnya,9 menukil dari al-Suddi, ‘Utbah dan Ghalib bin Abdillah. Ia menyebutkan bait sya’ir Haasaan.
    Izzuddin Ibnu Abi al-Hadid al-Mu’tazili (W:655 H.) dalam kitabnya Syarh Nahj al-Balaghah.3,275.
    Al-Hafidz Abu Abdillah al-Kinji al-Syafi’i (w: 658 H.) dalam Kifayah al-Thalibnya:106, dari Jabir bin Anas bin Mali. Ia juga memuat bait-bait sya’ir Hassaan ibn Tsabit. Dan dalam hal.122 dari jalur Ibnu ‘Asakir, al-Khawarizmi, Hafidz al-’Iraqain, Abu Nuaim Dan al-Ghadhi Abu al-Ma’ali.
    Al-Ghadli Nashiruddin al-Baidhawi al-Syafi’i (W:685 H.) dalam tafsirnya 1/345, dan dalam Mathali’ al-Anwaar,477-479.
    Al-Hafidz Abu al-Abbas Muhibbuddin al-Thabari al-Syafi’i (W;694 H.) dalam al-Riyadl al-Nadhirah.2,170 dan 208 dan Dzakhair al-Uqba.12 dari jalur al-Wahidi, al-Waqidi, Ibnu Jauzi dan al-Fudlaili.
    Hafidz al-Din al-Nasafi (W:701 atau 710 H.) dalam tafsirnya,1/224.
    Syeikhul Islam al-Hamwaini (W:722 H.) dalam Faraid al-Simthainnya dan ia menyebutkan bait-bait Syair Haasaan.
    ‘Alauddin al-Khazim al-Baghdadi (W:741 H.) dalam tafsirnya juz, 2 hal, 67.
    Syamsuddin Mahmud bin Abu al-Qasim Abdul Rahman al-Isfahani (W: 746 atau 749 H.) dalam kitab Tasyyiid al Qawaid l-’Aqaid fi Syarhi Tajrid al ‘Aqaaid, ia menyebutkan kesepakatan para mufassirin bahwa ayat ini turun untuk Ali bin Abi Thalib as.
    Jamaluddin Muhammad bin Yusuf al-Zarandi (W:750 H.) dalam kitabnya Nadzmu Durar al-Simthain:86-88 dari Ammar dan Ibnu Abbas dalam bab khusus tentang ayat-ayat yang turun untuk Ali as. Ia juga menyebutkan bait-bait sya’ir Hassaan.
    Abu Hayyan al-Andalusi (W:754 H.) dalam tafsir al-Bahrul al-Muhithnya 3/514.
    Al-Hafidz Muhammad bin Ahmad bin Juzzi al-Kalbi (W:758 H.) dalam tafsir al-Tashilnya.1,181.
    Al-Qadhi Al Iji al-Syafi’i (W:756 H.) dalam Mafaqifnya.:405.
    Nidzamuddin al-Qummi al-Nisaburi dalam tafsirnya Gharaib al-Qur’an. 3,461.
    Al-Tiftazani al-Syafi’i (W:791 H.) dalam Syarh al-Maqashid.2,288, ia juga menegaskan adanya kesepakatan para mufassir dalam masalah ini.
    Al-Jurjani (W:816 H.) dalam Syarh al-Mawaqif.
    Al-Qausyaji (W:879 H.) dalam Syarh al-Tajrid, ia juga mengakui adanya kesepakatan para mufassir dalam hal ini.
    Ibnu al-Shabbaqh al-Makki al-Maliki (W:855 H.) dalam kitabnya al-Fushul al-Muhimmah hal. 123.
    Jalaluddin al-Suyuthi dalam tafsirnya al-Durr al-Manstur.2,293 dari jalur al-Khatib, Abdul Razzaq, Abdu bin Humaid, Ibnu Jarir, Abu Syeikh, Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas. Dari jalur al-Thabarani, Ibnu Mardawaih dari Ammar bin Yasin. Dari jalur Abu Syeikh dan al-Thabarani dari Ali as. Dari jalur Ibnu Abi Hatim, Abu Syeikh, dan Ibnu ‘Asakir dari Salamah bin Kuhail. Dari jalur Ibnu Jarir dari Mujahid, al-Suddi dan Uthah bin Hakim. Dan dari jalur al-Thabrani, Ibnu Mardawaih dan Abu Nu’aim dari Abu Rafi’. Dan dalam kitab Lubab al-Nuquhnya hal. 93 dari jalur-jalur yang telah lewat, kemudian ia berkata, ” Dan ini adalah bukti-bukti yang saling mendukung”. Dan dalam kitab Jam’u al-Jawami’nya hal. 391 dari jalur al-Khatib dari Ibnu Abbas dan hal. 405 dari jalur Abu Syeikh dan Ibnu Mardawaih dari Ali as. Dalam kitab Iklilnya hal. 93, ia mengutip komentar Ibnu al-Furs bahwa ayat itu menunjukkan bahwa gerakan yang sedikit dalam shalat tidak membatalkannya dan shadaqah sunnah juga disebut zakat, karena sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan sedekah Imam Ali as. kepada seorang pengemis ketika beliau dalam keadaan ruku’.
    Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Haitami al-Anshari al-Syafi’i (W:974 H.) dalam kitab Shawaiqnya:41.
    Al-Maula Hasan Jalbi dalam Syarh al-Mawaqif.
    Al-Maula Mas’ud al-Syarwani dalam Syarh al-Mawaqif.
    Al-Gadhi al-Syaukani (W:1250H) dalam tafsirnya Fath al-Qadir.2,53.
    Al-Sayyid Mahmud al-Alusi al-Syafi’i (W:1270 H.) dalam kitabnya Yanabi’ al-Mawaddah hal. 212.
    Al-Sayyid Muhammad Mu’min asy-Syablanji dalam Nur al-Abshar hal. 86-87 dari riwayat Abu Dzar diatas.
    Syeikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Sa’ud al-Kurdistani (W:2304 H.) dalam kitab Taqrib al-Maram.
    Al-Shawi al-Maliki al-Khalwani (W:1241 H.) dalam Hasyiyah tafsir al-Jalalain,1/273.

    Karena dalam Al Qur’an tidak ada, maka perlu adanya riwayat-riwayat untuk menjelaskan superiroritas para imam dan wajibnya mengikuti dan mengakui kepemimpinan mereka. riwayat-riwayat itu terpaksa dibuat agar orang mau mengimani kepemimpinan ahlulbait -Ali dan 11 anak cucunya mohon maaf kalau sy jadinya menjadi pengkritisi syiah seperti yg anda bilang

    ——————-
    Tanggapan:

    Jangan tebak-tebakan Mas Daud … ini agama bukan kuiz

    Hi hi hi … Mas Daud … Mas Daud :mrgreen:

    jangan semut diufuk tampak, tapi gajah dipelupuk tak tampak.

    ——————-
    Tanggapan:

    Benar Mas Daud, jangan hadis Al-Qur’an dan Ahlulbait yang sudah jelas sahihnya di kitab Sunni sendiri antum buang, lalu hadis Al-Qur’an dan Sunnah yang justru tidak jelas ujung pangkal riwayatnya, malah antum pergunakan.

    sungguh dgn ini apa hati kitamenerima atau tdk ter serah pribadi masing masing mk sy sy merasa tlh mengatakan kebenaran terserah anda terima atau tdk karena tugas sy sbg islam hanya menyampaikan maka dari itu untuk ada mas djaka syiah mohon maaf lahir batin

    ——————-
    Tanggapan:

    “Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (QS. 10: 35)

    ———————————-

    Salam Mas Daud,

    Sebelum saya jawab komentar antum satu persatu, begini dulu deh … runut pola berpikir antum kelihatannya tidak mengikuti kaidah rasional dan seluruh penjelasan antum ini sangat literal sekali plus menurut saya, antum ini kekeuh kalau tidak mau di bilang keras kepala.

    Pertama, antum selalu tidak konsisten dalam diskusi ini dan senantiasa pindah dari satu topik ke topik yang lain tanpa ada konsistensi kajian. Awas lho Mas Daud, bukan berarti saya tidak punya limit untuk menyikapi sikap antum ini dengan ketegasan dan membatasi komentar-komentar antum di blog ini. Jadi tolong kalau antum memang mau berdiskusi itu sebaiknya tema pertema dan jangan kabur dari satu masalah yang belum selesai ke masalah lain. Awalnya anda bicara kristologi, kemudian saya jawab, tapi tiba-tiba anda pindah ke imamah syiah, kemudian saya jawab, belum selesai komentar antum yang terakhir, lalu tiba-tiba anda pindah lagi ke taqiyah. Di sana saya jawab lagi, dan tanpa memberikan komentar atas seluruh komentar-komentar saya, lalu tiba-tiba anda sudah pindah ke tema sahabat, sekarang kristologi lagi dan bersamaan dengan itu syiah juga. Saya sangat perhatian lho dengan semua pemberi komentar di blog ini.

    Kedua, anda kekeuh dengan mengajukan dalil al-Qur’an dan sunnah, padahal jelas hadis yang anda gunakan itu tidak memiliki kedudukan di dalam kitab-kitab sahih Sunni, sedangkan hadis Al-Qur’an dan Ahlulbait as yang secara jelas ada di Sahih Muslim dan di kitab-kitab sahih Sunni lainnya dan menjadi rujukan utama mazhab anda justru anda abaikan. Bagaimana anda mengatakan bahwa diri anda adalah Muslim (Sunni) yang baik, sementara kedudukan hadis-hadis yang sahih di kitab-kitab hadis anda sendiri anda abaikan? Jadi saya minta, tolong jangan jadikan kebebasan dan penghormatan saya kepada anda sebagai tamu di blog ini, lalu mau anda manfaatkan blog ini sebagai buangan hasil copy paste-an anda saja?

    Ketiga, Hargai diri antum sendiri agar saya juga bisa menghargai diri anda. Jadilah Muslim (Sunni) yang mengikuti hadis sahih karena itu lebih baik bagi diri antum sendiri. Mulai sekarang, semua komentar antum yang sifatnya hanya nukilan dan gado-gado serta tidak substansial kepada masalah yang sesungguhnya akan saya pending, paling tidak hingga saya menyelesaikan komentar-komentar antum yang lain. Sebab, antum tidak pernah meriset apapun, dan hanya menyadur buku-buku propaganda Wahabi saja. Riset itu adalah ketika anda meneliti sesuatu dari sumbernya dan bukan sekedar menyadur sesuatu yang dibilang orang katanya begini atau begitu.

    Keempat, ketika anda mengatakan bahwa kepemimpinan atas umat Muslim paska Rasul itu tidak ada, maka jelas anda berdusta atas nama al-Qur’an karena sudah menjadi fakta bahwa ulil amri itu ada di dalam Al-Qur’an. Persoalan buat antum adalah apakah dan siapakah mereka sebenarnya? Dan bagaimana seorang ulil amri itu memang bisa diposisikan demikian? Jadi jangan sekedar menduga-duga Mas Daud … :)

  35. …..wah ….kayaknya mas daud ini nggak mendengarkan …omongan ane deh ….padahal cukup panjang lebar uraian ane ….ironisnya samasekali tidak digubris sama sekali. ….sial sekali ane nih kan udah ane bilang, kalo berdiskusi dengan cara seperti ini jelas seperti pertengkaran dua anak kecil yang mengatakan “ibukulah yang paling baik ia menyusuiku sejak aku bayi” pada anak lain yang mengatakan hal yang sama. pak daud selalu memakai dalil dari sunni untuk menjelaskan masalah sahabat, ane pakai dalil syiah untuk menjelaskan masalah sahabat. Kemudian kalau kami menggunakan dalil sunni untuk menjelaskan masalah sahabat, anda mengatakan bahwa penafsiran dalil itu bukan seperti itu, kan bakalan ketemu, kalau kayak gini?! oke yang sekarang yang simpel saja, misal kita meyakini 4 sahabat, nah kitab hadis paling shahih adalah bukhori, (bener gak nih ane nulisnya, atau buchori ya) dari hadis yang berjumlah ribuan itu ane minta pak daud hitung berapa yang dari empat sahabat, ane yakin tidak sampai limapuluh (dari ribuan loh) gimana agama mau tertuntun dengan hal seperti ini?! nah sedangkan kami , hadis syiah yang berasal dari imam Ali as seorang diri mencapai ribuan. kan imam Ali as termasuk empat sahabat versi sunni. masalah sedikitnya hadis yang diriwayatkan oleh tiga yang lain memang wajar karena kami memang tidak apresiatif pada mereka.
    O ya kalau mengambil hadis dari syiah harus sampai tuntas seperti kitab Bihar Al-Anwar dll. jangan sepotong2, dan yang anda maksud imam mengungguli nabi itu nabi yang mana, jelas bukan Rasulullah, kalau ada tolong uraikan hadis tersebut,

    ——————————

    Untuk Mas Daud:

    Nah … seperti yang anda saksikan sendiri Mas Daud bahwa yang menganggap anda tidak konsisten dan terlalu literal sekaligus kekeuh itu bukan saya saja. Saudara Denjaka pun merasakan hal serupa. Menurut hemat saya, problema terbesar antum itu ada pada kepribadian antum sendiri, dan saya tidak heran mengapa antum sampai di usir saat diskusi Mirc. Orang tidak suka dengan sikap plin plan Mas Daud, karena ia mencirikan kemunafikan dan mau menang sendiri.
    Jadi sekali lagi saya harap agar antum juga bisa mengintrospeksi diri antum dan meredakan kebencian yang ada pada diri antum, kalau memang mau berdiskusi. Diskusi itu untuk mencapai suatu konklusi, apapun hasilnya dan bukannya membuat kesimpulan terlebih dahulu, kemudian mendiskusikan konklusi tersebut. Ini namanya blunder … Ok, Mas Daud :)

    Untuk Saudara Denjaka, terima kasih yaa. ;)

  36. ternyata anda syiah ya,sungguh org2 syiah sgt membenci sunni,

    ————————

    Wahabi kok ngaku-ngaku Sunni … hidup itu di alam nyata Mas dan jangan di alam koloni wahabi … :P
    Syiah benci Sunni? Jangan menabur fitnah Mas, itu berdosa …

    padahal kalau anda baca sejarah syiah pastilah anda tahu dan sadar ternyata syiah adalah aliran yg dibentuk oleh yahudi zindiq yg pura2 masuk islam yg bernama ibnu sauda.

    ————————

    Maksudnya, sejarah Syiah versi wahabi yaa?

    masalah kebenaran umar dikubur disis rasulullah dan abu bakar memang sdh pasti.

    ————————

    Kata Muawiyah cs memang pasti …

    tatkala umar menjelang kematian beliau menyuruh anaknya ibnu umar untuk meminta izin kpd aisyah agar beliau diizinkan di kubur di kedua sisi sahabatnya.

    ————————

    Baca lagi dong Mas, itu sejarah ditulisnya kapan, oleh siapa dan di zaman siapa?
    Justru kajian saya ini adalah kronologisasi penulisan sejarah Islam…

    Ketahuilah hanya syiahlah yg sgt membenci mrk berdua, justru syiah hakikatnya adalah ajaran sesat,

    ————————

    propaganda™ wahabi … propaganda™ wahabi … fanatik buta™ wahabi

    bagaimana tdk mereka menuhankan Ali, menganggap ma’shum imam 12 mrk.dan meyakini adanya reikarnasi.apakah smua itu ada di dalam alqur’an.ketahuilah semuanya itu tdklah muncul melainkan sikap taklid buta mrk thd imam2 mrk, padahal bentuk taklid spt ini sama saja dgn menjadikan tandingan selain Allah. berbeda dgn sunni, mrk tdklah beraqidah kecuali hal itu ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

    ————————

    propaganda™ wahabi … propaganda™ wahabi … fanatik buta™ wahabi… cape deeeh :mrgreen:

  37. Asalammualaikum
    ————–
    Tanggapan:

    Wa’alaikumsalam.

    mas terima kasih atas coment nya seperti yg sy bilang karena sy telah mengungkapkannya sy lega .sedangkan dimana sy dapat semua ini{comment tentang syiah} sy cari
    dr beberapa ikhwan ,baca litelatur syiah ,,andbeberapa situs
    dan terus terang mas yg membuat sy tdk begitu setuju adalah tentang
    fitnah anda pd para mujahidin afghan kalau bs dibilang begini mas kalau mas seorang kristolog atau itelek syiah tentang kristen serta yahudi sedangkan sy lebih kepada mencari informasi tentang pr mujahid afghan ,somali,cechnya ,iraq, serta yg lain yg berusaha menegakan syariat islam maka dari itu ketika mas melayangkan kata kata yg tdk islami kpd mereka{mujahid} sungguh itu adalah fitnah serta ketika sy lihat umar serta abu bakar dihina sy sedikit marah pasti mas mengerti dong selaku mantan wahabi bagaimana mereka meyingkapi kperibadian kedua sahabat rasul itu
    maka dari itu sy buka bukaan tentang syiah

    ————–
    Tanggapan:

    Kebencian dan ilmu antum ini tak lebih beda dari saya di masa lalu, alias “mujahid”copy paste saja. :)

    Sudahlah Mas Daud, saya tahu kok antum belum pernah membaca buku Syiah apapun, jadi kalau sumbernya memang cuma copy-paste … yaa akui saja.

    Saya paham kok posisi antum, karena saya juga seperti antum dahulu.

    Adapun soal sebagian mujahid Afghan, maka hal itu bukan fitnah dan dusta. Itu fakta Mas Daud! Sebagian dari mereka berperang bukan karena merasa ada tugas dari Allah swt untuk berjihad, tapi hal itu disebabkan para petani di sana sudah tidak punya pekerjaan lagi. Sedangkan merampok itu berdosa, kecuali menurut Wahabi bila perjuangan itu diatasnamakan sebagai jihad fi sabilillah.

    Apa yang antum mau banggakan tentang para teroris yang membunuhi anak-anak dan kaum (bahkan meskipun mereka adalah non-Muslim). Mas! Pernahkah Rasul saw berperang dan membunuhi kaum wanita dan anak-anak balita?! Lihatlahkebencian antum kepada selain koloni antum sendiri, anda bahkan siap membunuhi anak-anak yang tidak berdosa. Inikah yang antum sebut jihad fi sabilillah?

    Apakah sikap mujahidin itu identik dengan menyandera beberapa buah pesawat komersial yang berisi kaum wanita dan anak-anak, lantas menabrakkannya ke sebuah gedung untuk membunuhi orang-orang yang barangkali belum pernah mendengar Islam seumur hidupnya, lalu anak-anak kecil, kemudian kaum wanita dan 300 buruh Muslim yang bekerja di gedung itu. Inikah jihad fi sabilillah?

    Mana tentara Amerika yang mati Mas Daud?! Saat ini sudah ada sekitar 650,000 anak-anak Muslim yang tewas sia-sia di Afghan dan Irak sejak penyerbuan Amerika kesana. Jika dibandingkan dengan korban WTC yang jumlahnya 6000 orang, maka korban anak-anak balita Muslim saja yang tewas itu sudah 1000 kali lebih banyak daripada korban WTC. Ini bukan perang, tapi kekalahan telak! Sementara orang-orang seperti antumyang heboh jihad sana-sini, bisanya cuma sekedar jihad lisan. Bahan anehnya! Bukan sibuk memerangi AS dan konco-konconya, tapi malah mencaci maki Syiah yang mana para mujahidnya jelas-jelas telah menang 100% atas Israel, yang merupakan guru besar Amerika Serikat..

    Mas Daud, ada jihad yang memang benar-benar jihad, tapi ada juga perampokan yang dibuat seolah-olah berjihad. Jadi, bukalah mata antum dan sadarlah sebelum terlambat!

    Dulu saya marah kalau ada yang mengutik Abu Bakar dan Umar, tapi hal itu terjadi sewaktu saya masih diberitahukan bahwa semua sahabat Nabi itu pasti masuk sorga. Saya tidak keberatan kalau hal ini memang faktanya demikian, tapi kalau hal itu adalah dusta, maka sayapun harus menyikapinya secara bijaksana. Dan setelah saya mempelajari kajian-kajian Alkitab dan hadis-hadis tentang peran sahabat paska wafat Nabi saw, maka sayapun harus menerima fakta tersebut bahwa sebagian besar sahabat Nabi saw telah mengingkari risalah suci ini setelah Nabi saw wafat. Fakta ini juga sesuai sebagaimana yang diberitahukan di dalam nubuat-nubuat Alkitab bahwa Sang Mesiah dan “Harunnya Sang Mesiah” akan dikhianati oleh sebagian besar umatnya, sebagaimana Nabi Musa as dan Harun as dikhianati oleh Samiri dan konco-konconya. Nubuat ini bukan versi Syiah atau Sunni tapi ini adalah kajian nubuat kristologi Islam sendiri. Para pakar kristolog Muslim seperti Deedat dan lain-lain sepakat bahwa ayat Alkitab berikut ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Jadi silahkan antum rujuk saja buku-buku kristologi Islam yang membahas tentang ayat Alkitab berikut ini:

    Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. “ (Ulangan 18: 15 dan 18)

    Antum dan sayalah yang selama ini ditipu Mas Daud…

    agi pula sy bukan tipe orang yg suka menuduh dr belakang seperti yg selalu sy yakini katakan kebenaran walau apaun jadinya
    ————–
    Tanggapan:

    Berani mengatakan kebenaran meskipun apapun jadinya adalah hal yang memang perlu dikagumi. Tapi kalau antum memang salah, maka apakah antum juga berani mengakui kesalahan antum, seperti sikap antum yang terus mengabaikan hadis Al-Qur’an dan Ahlulbait yang diriwayatkan di dalam Sahih Muslim sendiri. Hadis yang saya tunjukkan kepada antum adalah sahih kebenarannya, tapi anehnya, mengapa terus menerus antum nafikan? :mrgreen:

    oh mas ehmmmm
    tentang kebencian yg anta katakan pd sy sy cuma orang yg mencoba benci kpd apa yg allah benci ,cinta kpd apa yg allah cinta , serta ber wala dan barra ,hanya untuk allah
    maka dariitu mas sy sering mengatakan orang kafir itu bnatang karena allah mengatakan binatang serta sy mengatakan nasrani and yahudi itu terlaknat karena allah katakan terlaknat

    ————–
    Tanggapan:

    Iya, khawarij pun mengatakan hal seperti yang antum katakan, tapi mereka memerangi Imam Ali as sementara tempat kaum Khawarij itu di neraka.

    perbedaan kita mungkin anda membenci amerika sm seperti sy cuma sy lebih keras anda lebih lembut
    kalu orang bilang begini mas kalu amrik bilang sy teroris

    ————–
    Tanggapan:

    Ungkapan afeksi seperti keras/kasar-lembut/halus adalah ungkapan perasaan. Hal ini memang jelas cirri khas kelompok yang antum ikuti. Menurut saya, kita berdua tidak sama karena saya menggunakan pikiran dan antum perasaan. Maaf, ini adalah kebenaran, karena komentar antum yang isinya ngomel-ngomel dan penuh caci maki (alias menggunakan perasaan semata) itu hanya didominasi oleh antum saja. Au menerima fakta ini kan Mas Daud?

    kalau anda bilang fundamental/ekstrimis ,kalau wahabi zaman sekarang yg kebanyakan tp gak semuanya loh mas kaki tangan yahudi sy khawarij ,,,,,,
    ————–
    Tanggapan:

    Keluar dan bertobatlah dari kaum Khawarij. Masih banyak waktu untuk belajar dan tidak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan. Cari ketenangan batin dengan ibadah kepada Allah swt dan berusahalah melihat dari luar ke dalam. Semoga Allah menuntun hati antum kepada cahaya kebenaran seperti apa yang Allah swt kehendaki dan bukan seperti apa yang antum kehendaki.

    oh yah sy akan kirimkan pada anda hadits alquran dan sunnah dr muslim bukhari di freeware yg sy downd load
    ————–
    Tanggapan:

    Silahkan.

    insyaallah kalau tak ada halangan sy kirimkan ke emali anda sedangkan foto ahmadinejad yg tengh berpelukan dgn yahudi di ambil dr situs timteng yg berbahasa arab .itu pertemuan yg dilakukan ahmadinejad baru baru ini di new York
    ————–
    Tanggapan:

    Saya sudah ada Mas Daud. Itu adalah piagam penghargaan dari kaum Yahudi yang anti zonis kepada Ahmadinejad. Tapi kalau mau dikrmkan ke email saya siahkan saja, artikelitu sudah dimuat sejak beberapa waktu lalu di salah satu blog milik kawan saya.

    mohon maaf kalau ada salah kata sekiranya kt tdk terpisah oleh rung dan waktu sy akan ketempat anda untuk sedikit berdiskusi tp teremakasih sekali lg karena anda sy sedikit mendapat ilmu tentang syiah
    ————–
    Tanggapan:

    Alhamdulillah, silahkan Mas Daud. Saya anytime kok .. :)

    kalu gitu ane nanya sedikit boleh gak
    tentang imam mahdi versi syiah kalu versi sunni ane udah banyak tau lagi pula ane kgak mau jd mahdiisme yg mengatakan kalu mahdi udah datng br kita maju melawan kafir dan pasti menang bagi ane kalu menunggu mahdi kapan ane syahid tp ane yakin kok mahdi pasti datang karena rasul yg bilang .nah versi syiahnya ane kagak begitu tau yg ane tau bahwa mereka mengatakan mahdi udah datang emang betulyah ??????

    ————–
    Tanggapan:

    Seperti saya katakana bahwa titik tolak kajian saya adalah seputar persoalan kebenaran Islam dari sisi kristologi. Persoalan Imam Mahdi yang saya kajipn demikian.

    Jadi yang saya riset adalah figure Al-Mahdi itu sendiri, terlepas apakah dia bermazhab Sunni ataupun Syiah. Silahkan baca saja artikel ini dan nilai sendiri.
    wasalam jazakumullah khoir
    ————–
    Tanggapan:

    Sama-sama. Oh ya, sebagian komentar-komentar antum yang belum sempat saya tanggapi kini sebagiannya sudah saya tanggapi. ;)

  38. ….. hmmm, luar biasa, ……wah pantesan Rasulullah selalu mengulangi dakwahnya berkali-kali seperti recorder saja. lah, ternyata manusia pada dasarnya memang susah diyakinkan, manusia memerlukan penjelasan yang berulang-ulang untuk masalah yang sama dengan jawaban yang sama, dengan logika yang sama, padahal kalau sudah masuk logika seharusnya sekali cukup. …….alhamdulillah saya justru tercerahkan disini. bukankah kalimat2 dalam ayat suci juga berulang2. saya sama sekali tidak bermaksud mengatakan argumen kita menyamai Rasulullah, jelas argumen kita bagaikan kotoran dibandingkan wewangian, kalau dengan Rasulullah, tapi saya benar-benar memahami sekarang fenomenanya, dan terus terang saya amat sangat tercengang. dan justru semakin kagum dengan kitab suci.

  39. Ustadz semoga anda selalu sabar untuk selalu mengulang-ulang terus jawaban anda untuk pertanyaan yang sama, menurut saya prosesnya memang harus seperti itu.

    —————–

    Iya nih … parah yaa … :(

  40. begini mas kenapa rasul dikatakan bermuka masa karena allah yg mengatakan lihat dong surah aba basa

    Buat Daud, saya berulangkali baca surah Abasa tidak ada dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bermuka masam
    Yang ada “Dia Bermuka Masam”
    Dia ini kata Sunni Rasulullah SAW
    kata Syiah bukan, jadi berbeda penafsiran
    Ah anda sepertinya tidak punya sensitivitas dalam menulis
    Untuk Orang agung saja anda pakai huruf kecil
    Sampai Tuhan juga
    Salah tulis Surah Al Quran lagi
    Buru-buru amat nulisnya

    ——————

    dgn krangny tlisan dlm brgumen, mk klau ad yg slah bis mnjad alsan-alasn lan … jlaskn …
    Namanya seni berdiskusi dengan mereduksi huruf. Karena kalau ada kesalahan argumen, hal itu semata-mata karena salah ketik saja. :lol:
    New Name, Old Game:mrgreen:

  41. PAK DAUD SUDAH ANE KIRIMIN SAMPLE PRODUK KHAMER “UMAR WALKER” …HUEHEHEHE…..
    ROMO MUSADEX HARAP MAKLUM…..PAK DAUD LAGI DI RASUKIN ROHNYA “UMAR WALKER”….MAKANYA NULISNYA NGA BERATURAN ALIAS TAMBAH NGAWUR : )
    HUEHEHE……. BUAT PAK DAUD, GIMANA KHAMERNYA ? MANTEP KAN ? NTAR KALO ABIS ANE KIRIMIN LAGI

  42. abu bakar, kok tidak ada kisah hariannya ya? rutinitas hariannya, tabiat sederhananya. padahal pernah jadi khalifah lho. BTW masih sosok yang misterius. apa jaman dulu gak ada yang tertarik dengan dia ya? he he he gak ada ya biografinya? sebelum atau sesudah islam dan ketika jadi khalifah. umar memang banyak dialog dengan nabi …..tapi kok kayaknya selalu saja umar ini komennya bertentangan dengan Rasulullah ya? setelah argumennya dipatahkan Rasulullah baru dia diam. tapi selalu lho, dia menyangkal dulu. so menurut ane gelar umar bukan pembeda tapi lebih cocok umar si pembantah, atau pemrotes, peragu. penyangkal, penanya. Sedangkan abu bakar adalah si oportunis, ayam sayur, si plinplan.
    BTW, bagi saudara sunni dan wahabi biarkan nurani/logika anda menuntun dengan kenyataan ini, pasti anda akan penasaran. menurut ane sih mereka ini sudah di plot oleh abu sufyan sebagai jembatan dinasti umayyah. cocok sekali sabda Imam Ja’far as, kalo gak salah yang intinya menyatakan bahwa mereka berdua adalah latta dan uzza-nya Quraisy/bani umayyah

    ———————-

    *pasti bakal ada yang ngamuk lagi* ;)

  43. loh aa daud kok disini
    aa wira wiri disini jg yah wahhhhhhhhhhhh
    panjang banget aa nulis komentnya
    entar akang syiah marah lagi kolom comentnya kehabisan
    eleh eleh
    wah tambah gile aja nih menghina sahabat hati hati loh entar hari kiamat ente dikejar ama parang milik umar dijamin sekali tebas leher terputus ihhhhhhh atut
    aa daud kan udah ane bilang kagak perlu keluar ilmu segitu banyak bikin repot aja
    buat syiah aa sentil aja habis nakal sih
    kagak perlu keluarin ak 47 plus rpg sagala eleh eleh
    he……….he……..he…….he

    kalau jadi gini kan repot
    buat aa kesabaran adalah jawaban semua pertanyaan aa daud
    lah wong sabar to le
    wahabi oye……oye ……….

    ———————

    Aaaaaaa … back 2 school …..!! :mrgreen:

  44. ustad, semoga Allah SWT tetap menberi kekuatan untuk menghadapi orang2 yang keras hatinya…. TERNYATA ADA YA ORANG2 YANG SEBEGITUNYA MEMBELA PARA SAHABAT KETIMBANG RASUL SAW. bukankah mereka (para sahabat tsb) sudah membuat derita keluarga Rasulullah? itu atinya sama menyakiti Rasullullah….nah, kalo sudah menyakiti Rasulullah, urusannya dengan Allah SWT loh…. hati2 ya para pembela sahabat..
    Banyak istigfar!!!!

    ———————–

    Terima kasih. Alhamdulillah dan insyaAllah saya tidak bosan menghadapi dialog-dialog seperti ini dengan mereka, karena hal ini adalah bagian dari penyadaran sebagian dari saudara-saudara kita yang sedang ditipu oleh kampanyenya kaum zionis yang kini sedang digarap oleh Bush, Osamah dan rezim Tel Aviv.

    InsyaAllah mereka mau melihat kebenaran sebagaimana yang Allah kehendaki dan bukan sebagaimana yang mereka kehendaki. Sedikit demi sedikit komentar panjang dan cenderung emosional milik Mas Daud itu satu persatu sedang saya tanggapi dan sebagiannya sudah saya jawab.

    Terima kasih sekali lagi. InsyaAllah saya dikaruniakan ilmu dan kesabaran untuk menghadapi mereka itu bihaqqi Muhamad wa Aali Muhammad. Mohon doanya. Wassalam.

  45. asalammualaikum
    mas sungguh ketika saya sedikit berdiskusi dgnanda walaupun sedikitpanjang comennt nya tapi sy sudah sy sedikit diberi hidyah oleh allah tentang masalah ini walaupun sy tau bahwa sy sedikit merepotkan mas tp sy yakin seorang intelek seperti anda pasti dapat menjawa pertanyaan sy sebetulnya masih bnyak
    tp sy hentikan ini karena sy tdk ingin para sahabat yg allah dan rasul jamin syurga seperti abu bakar dan umar diniha dan dilecehkan lebih dalam hati sy jg sedih kalau sy di tuduh lebih mencintai sahabat lebih dr rasul sebetulnya sy cuma mau bilang hentiukan semua ini . sekiranya kalian hina sahabat sm seperti kalian mengtakan didikan rasul tak berhasil yg berhasil cuma ali ,abu dzar,ammar,miqqad serta 12 imam dan cuma menjadikan orang yg sepert pr sahabat rasul yg lain,,dan seperti pr sahabat mas bilang tak berguna , astagfirullah alazim
    kalau begitu harap menjadi bahan perenungan tentang pr sahabat rasul sy akan memberitahukan kemulian mereka disisi allah dan rasul ,serta kemulian mereka drulama syiah maupun sunni dan kita umat akhir zaman ini ,tak terkecuali kalian mas musadiq dan sy sendiri
    rasul pernah mengatakan pd ali tentang abu bakar dan umar “dua orang ini adalah pemimpin ahli syurga yg berumur antara 30-50 dari golongan yg terdahulu dan yg kemudian kecuali pr nabi dan rasul jgn kau beritahukan kpd keduanya hai ali ” { h. s. at -tirmidzi} silahkan lihat silsilah alhadits ash shahiih882 dan shaiih al jaami ash shaghiir7005
    padahal seingat sy sy sudah pernah membeitahukannya sungguh jgn kalian katakan hadits muawiyah kalau kalian katakan seperti itu harus dgn apa lagi kalian percaya padahal yg meriwayatkan seorang muslim yg terpecaya
    dan rasul bersabda” sekiranya ada nabi sesudahku pastilah umar bin khatab ” haditts hasan at-tirmidzi silsilah alhadits ash shahiih. wahai saudara yg mengaku laillahaillalah kemana kalian hendak membuang nash ini sungguh itu sama saja itu sama saja menuduh rasul tdk mengetahui sesuatu rasul tdk mengetahui bahwa mereka adalah pencuri ,pembohong dan penipu! jika seperti itu keadaan mereka , pastilah jibril turun padanya menyampaikan wahyu : “JAUHILAH MEREKA” PADAHAL REALITANYA DIMANA ADA BELIAU BERSAMANYA PULA ABU BAKAR DAN UMAR .
    siapa pula yg membenarkan pertama kali pernyatan rasul tentang isra dan miraj ?sekiranya nb gagal dlm pembinaan ,niscaya beliau tdk mempunyai pengikut setia,lantas siapa pendakwah yg lebih berhasil daripada rasul?
    ” sungguh allah menerima taubat nabi dan orang muhajirin dan orang anshor ”
    bersama mereka ada pula abu bakar dan umar ,jika mereka tdk termasuk maka semunya tdk !mereka ikut serta dlm perang tabuk jika mereka berdua tdk memperoleh ampunan allah maka semunya tdk!
    ” sesungguhnya allah allah tlh ridho terhadap orang orang mumin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon” {al fath;18}
    bersama orang orang yg berbaiat itu termasuk pula abu bakar dan umar atau tdk ? lantas akan kalian bawa kemana ayat ayat ini sungguh siapa yg lebih terpercaya allah yg mengatakan mereka orang beriman atau kalian yg katakan mereka membuat keluarga rasul menderita
    astagfirullah lantas akan dibawa kemana ayat ayat ini!
    semoga allah membinasakan mereka { pr penuduh itu } atas apa yg mereka ada adakan!
    saya minta maaf kalau comentnya kepanjangan
    sungguh sy bukannya mencintai sahabat daripada rasul dan sy bukanlah seorang yg penuh kebencian yg kalian katakan sungguh itu adalah tuduhan yg tak berdasar tapi itu hak anda menuduh sy karena kita pasti akan menghadap allah tentang apa yg kita perselisihkan ini semoga allah menjadikan sy pengikut allah dan rasul yg setia
    semoga allah memberikan kemulian serta shalawat dan kesejahtraan kepada rasul ,para ahlul baitnya ,pr sahabat serta siapasaja yg mengikuti allah dan rasul hingga akhir zaman
    sy minta maaf kalau ada salah buat yg memberikan masukan tentang coment sy jg terima kasih buat kakang sebetulnya sy heran kakang siapa tp ketika sy pikir cuma satu orang yg memanggil sy aa terima kasih akhi maaf kalu blog anda buat tempat reuni sy bar bagaimanapun mas adalh ustad sy dlm beberapa hal tp tdk dlm beberapa hal pula

    mungkin sy sudahi coment sy disini mas sy tdk sanggup kalau pr sahabat rasul yg diridhoi oleh allah dan dicintai rasul dihin terus saya mohon maaf kalau ada kata kata sy yg tak berkenan semoga ini tdk merusak hubungan silahturrahim diantara kita . kita
    pasti sama sama berdiri dihadapan allah atau pr ulama kita pasti akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan allah tentang kebenaran ini .
    hingga saat kita akan bertemu nanti ahlan wa sahlan
    dari
    hamba yg fakir

    daud abdul rasyid

  46. Hidup Pak Daud…!

    Wah, pak daud yang sabar ya… Khalifah Umar bin Khattab la sebentar lagi akan ditetapkan sebagai Bapak Intelejen Dunia kok. Karena beliau lah yang sering meronda sehingga malam-malam. Rrrruar biasa…

    Hanya beliau yang sanggup mengendalikan “perbuatan keji alias fahsya’ dan dengan wafatnya maka “kemungkaran” pun lenyap bersamanya. Tidak ada selainnya.

    Hai orang-orang, ketahuilah bahwa Allah dalam Qur’an pun telah memberkan khabar gembira kepada beliau. Lihat dan bacalah Surat Al-Jaahsiyah ayat 8. Khabar Gembira untuk beliau dan seluruh sahabatnya ajmain.

    Santai aja pak daud… Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar. Ini mah PKB. :-)

  47. Khabar Gembira untuk Khalifah Umar Ibn Khattab dan sahabat beliau seluruhnya. Jangan lupa itu. QS 45: 8. Buka dan bacalah…!

  48. eh AKHI SEMUA SAYA CUMA MO BILANG KALO KITA SEMUA MUSLIM BERSAUDARA. JANGAN SAMPAI APA YANG KITA LAKUKAN MEMBUAT MUSUH ISLAM MALAH TEPUK TANGAN. MENGHINA SAHABAT PERBUATAN YANG DIKUTUK RASULULLAH. SAYA CINTA AHLUL BAIT SAYA JUGA CINTA SAHABAT. SEBENARNYA KITA HARUS BERTANYA PADA DIRI MASING MASING APA SEEH UNTUNGNYA SALING MEMAKI. LEBIH BAIK KITA AMBIL PULPEN AMBIL KERTAS TULIS APA YANG BISA MEMBANGUN ISLAM DAN BEROLEH KEJAYAAN. MUSUH UTAMA KITA SEKARANG INI ADALH YAHUDI DAN ZIONISME. TAK ADA KEUNTUNGAN MENGGALI KUBURAN. SAATNYA SALING BERANGKULAN SATUKAN VISI SAMAKAN MISI MENUJU IZZATUL ISLAM WAL MUSLIMIN OK CEEEEEEESSSSSSSSS.

    ———————-

    Syukran Mas dan saya sangat sejutu dengan seruan anda ini. Kajian historiografi yang saya paparkan dari sudut pandang kristologi Islam adalah bagian dari upaya membangun kesadaran visi dan misi tersebut, karena tanpa adanya kesadaran bersama untuk melihat perbedaan, terutama dalam rangka membangun visi dan misi itu, maka tahapan menuju izzatul Islam wal muslimin hanya akan menjadi lips service dan jargon kosong saja. Kejayaan dunia akademis Islam sejak dulu bisa terbangun akibat adanya kebebasan dan keterbukaan sikap antar sesama ulama Muslim (paling tidak hingga sekitar akhir abad ke-16an), meskipun mereka berbeda secara pemikiran.

    Intinya, kita harus bisa membudayakan iklim pluralisme dalam berpikir, tanpa disertai sikap prejudis, asalkan tema-tema yang dikaji memiliki argumen akademis dan bukan sebatas tuduhan-tuduhan absurd semata.

    Untuk itu, upaya membangun kesadaran visi dan misi tidak hanya sebatas slogan itu sendiri, karena ia harus melewati tahapan-tahapan perencanaan dan kerja yang nyata.

    Mengikis kelompok-kelompok zionis yang berjubah radikalisme di tubuh umat Muslim saat ini merupakan salah satu cara untuk menyadarkan masyarakat Muslim bahwa Islam adalah ajaran yang universal atau rahmatan lil’alamin dan bukan kolonisasi atau sebatas rahmatan lil muslimin saja.

    Jadi tidak benar kalau pendekatan historiografi Islam dari sudut pandang kristologi Islam ini identik dengan gali kuburan … seperti yang anda katakan, terutama dalam rangka membangun atas kesadaran visi dan misi tersebut :lol: Sebab tak bisa kita nafikan bahwa wacana-wacana akademis seputar arkeologi, historiografi dan kristologi Islam ini adalah salah satu cara untuk membangun kesadaran atas visi dan misi tersebut …. :)

  49. Saudaraku Ahsanur Ahmad, pelajarilah sejarah lebih lanjut.

    Lebih penting bagi anda untuk menyelamatkan diri dari azab neraka yang kekal dibandingkan apapun juga.

    “Janganlah anda menjadi seorang pendusta…!” Bagaimana bisa kecintaan kepada aulia allah disatukan dengan kecintaan kepada musuh allah?”

    “Mana ada orang yang saling berbunuhan sama2 masuk dalam syurga. Di syurga kagak ada satpamnya. Nanti kalau mereka berantem lagi gimana? Kalau tusuk-tusukan kalau pedang2an khan repot. Luka bacopk iyah, mati kagak. Alias Mustahil mas… Mereka saling berbunuhan pada masanya. Kalau gak benar salah satu PASTILAH sesat dua2nya.”

    QS 45:8 “dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.”

    Gusti Allah aja ngece (menghina) kok. Masak khabar gembira dengan azab yang pedih” Walaupun Allah tidak menciptakan dengan sendau gurau tetapi ternyata suka ngece… Hinaan-Nya tidak bercanda tuh.

    Saya tambahkan ayat yang mengecam pengikut MAYORITAS deh:
    Cacat bawaan demokrasi adalah bahwa MAYORITAS alias MAINSTREAM tidak
    selalu benar, sering salah malah. Ini kata Tuhan dalam Al Qur’an lho…

    Jadi gimana dong…. Ikutilah Kebenaran walaupun hanya segelintir pengikutnya. Niscaya akan meraih kebahagiaan abadi. Dunia hanya sementara. Dunia hanya perjalanan. Fokuslah pada tujuan. Walaupun sedikit pengikutnya. Tapi apakah kebenaran pasti bersama sedikit orang? Sepertinya Tuhan bilang begitu deh…

    1. Tidak beriman.
    Allah berfirman (artinya): “Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar
    dari Tuhanmu, tetapi MAYORITAS manusia tidak beriman”. (Huud: 17).

    2. Tidak bersyukur.
    Allah berfirman (artinya): “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi MAYORITAS manusia tidak bersyukur”. (Al Baqarah: 243).

    3. Benci kepada kebenaran.
    Allah berfirman (artinya): “Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kalian, tetapi MAYORITAS dari kalian membenci kebenaran itu”. (Az Zukhruf: 78) Berarti yang mencinta kebenaranadalah minoritas…! :-)

    4. Fasiq (keluar dari ketaatan).
    Allah berfirman (artinya): “Dan sesungguhnya MAYORITAS manusia adalah orang-orang yang fasiq”. (Al Maidah: 49).

    5. Lalai dari ayat-ayat Allah.
    Allah berfirman (artinya): “Dan sesungguhnya MAYORITAS dari manusia benar-benar lalai dari ayat-ayat Kami.” (Yunus: 92).

    6. Menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka.
    Allah berfirman (artinya): “Dan sesungguhnya MAYORITAS (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka
    tanpa ilmu”. (Al An’aam: 119).

    7. Tidak mengetahui agama yang lurus.
    Allah berfirman (artinya): “Itulah agama yang lurus, tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui”. (Yusuf: 40).

    8. Mengikuti persangkaan belaka. Allah berfirman (artinya): “Mereka (mayoritas manusia) tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
    berdusta (terhadap Allah)”. (Al An’aam: 116).

    9. Penghuni Jahannam.
    Allah berfirman (artinya): “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Jahannam mayoritas dari jin dan manusia”. (Al A’raaf: 179).

    Penghuni Syurga hanya kaum minoritas. hehehe…:-) VIVA MINORITAS. :-)

  50. Ass wr. wb
    Liat semua komentar ini, terlihat masing2 pihak masih ingin membela golongannya.

    Tidak bisa Musadiq mengutip ayat quran yang melebihkan Ali di satu sisi dan mengerdilkan posisi sahabat di sisi yang lain karena seperti dikutip daud Quran pun mengakui keutamaan sahabat.
    Begitupun daud sebaliknya, keutamaan Ali juga diakui Quran.
    Kesimpulannya kedua pihak adalah pibadi2 teladan yang dimuliakan Allah dan diabadikan dalam Quran
    Sejarah dan kepentingan politik sesaatlah yang membuat keduanya tampil seolah begitu berseberangan.
    Sejarah selalu bersama pihak yang jaya, karena itu mudah terpolarisasi.
    Pesan saya, muliakanlah ahlulbait dan sahabat karena begitulah tuntunan Quran sebagai kitab yang harus kita imani.
    Kalau tidak begitu bagaimana menyikapinya : sebagian Quran kita akui sementara sebagian lagi kita tolak
    Wass. wr. wb

    ——————

    Wa’alaikumsalam wr. wb.,

    Terima kasih atas komentarnya dan juga upaya antum yang berkeadilan di dalam menilai diskusi yang terjadi antara saya dan Mas Daud.

    Namun perlu saya klarifikasi sedikit bahwa diskusi yang sebenarnya terjadi antara saya dan Mas Daud bukan soal peran maupun keutamaan-keutamaan Imam Ali as di satu sisi dan sahabat di sisi lain. Tapi pembahasan kita diawali tentang apakah dua pusaka yang pernah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw sebelum beliau wafat? Dan ada atau tidaknya institusi imamah di dalam ajaran Ibrahimik dalam perspektif kristologi Islam?

    Adapun pembahasan seputar keutamaan ini hanya salah satu pernak-pernik diskusi sisi saja dan merupakan konsekuensi logis atas runtunan diskusi-diskusi sebelumnya.

    Adapun nasehat antum berkenaan pemuliaan Ahlulbait as dan para sahabat tentu bisa diterima. Yang pertama (Ahlulbait as) secara jelas memiliki posisi yang tidak bisa kita tawar-tawar lagi kewajibannya di dalam memuliakan mereka, karena Ahlulbait Nabi saw disebutkan di dalam Al-Qur’an. Sedangkan mengenai para sahabat, maka saya memililah posisi mereka, karena setelah Rasul saw wafat sebagian sahabat saling bertengkar dan memperebutkan kekuasaan, ada yang memfitnah sahabat yang lain, ada yang dihukum karena melanggar perintah Al-Qur’an bahkan hingga ada yang saling membunuh.

    Untuk itu menurut hemat saya, pemuliaan para sahabat mustahil diuniversalkan kepada mereka secara keseluruhan tanpa memilah dan memilih di antara para sahabat itu sendiri, tapi ia justru harus dipertimbangkan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, aspek rasional dan konteks historis yang telah berlalu.

    Dalam hal adanya polarisasi terhadap sejarah, maka saya bisa menerimanya. Tapi menilai bahwa seluruh sejarah Islam kemungkinan telah terpolarisasi, maka hal ini mungkin perlu dipertimbangkan lagi. Demikian tanggapan saya, dan terima kasih atas komentar antum.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  51. Assalamualaikum

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.,

    sebagai saudara muslim, berkaitan dengan tulisan ini saya bertanya kepada anda :
    1. Benar atau tidaknya itu kuburan siapa, apakah itu mempengaruhi iman anda, iman saya, iman si anu?

    Status kajian ini penting, karena arkeologi Islam adalah salah satu topik kajian Islam yang mendapat sorotan masyarakat Muslim sendiri. Adapun tingkat pengaruhnya bagi keimanan seorang Muslim jelas variatif, sehingga hal itu kembali kepada diri seorang Muslim.

    2. Apakah Allah menyuruh anda beriman kepada kuburan Nabi, kuburan Sahabat, kuburan para Imam Syiah atau Imam Sunni?…….

    Dalam konteks apa Mas? Kalau secara fiqih ia dicukupkan masuk ke dalam bab ziarah Nabi saw saat seorang Muslim bertolak ke kota Madinah. Namun kalau secara aqli, maka ia harus ada penjelasannya; baik untuk yang menerima atau menolaknya.

    3. Apakah Islam itu sejarah atau sebaliknya sejarah adalah Islam?

    Al-Qur’an sendiri memiliki sejarah penurunan dan pengkodefikasian. Sebagian besar isi Al-Qur’an pun berisi sejarah sehingga memperhatikan sejarah umat manusia adalah suatu cabang ilmu yang mesti dipelajari seorang Muslim.

    Allah bahkan memerintahkan kita untuk memperhatikan perjalanan sejarah umat-umat sebelumnya: “Katakanlah: “berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” (QS. 6: 11). Sejarah adalah kajian. Secara kebahasaan kata sejarah adalah segala kajian yang mempelajari peristiwa yang telah lalu.

    4. Apakah Anda beriman?

    Beriman tentang adanya ataukah kepada apa dan siapa? Pertanyaan anda belum lengkap dan tidak sesuai dengan tema artikel yang saya paparkan.

    5. Apa itu Iman?

    Iman secara kebahasaan adalah percaya kepada sesuatu, dan ia bisa ditinjau dari segi ke-ada-an, ke-apa-an, ke-siapa-an dan lain sebagainya?

    wassalamualaikum wr wb

  52. Assalamualaikum wr wb

    Terimakasih anda telah menjawab pertanyaan tsb.

    Allah berfirman ” Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk MenyembahKu…beribadah kepadaKu..beriman kepadaKu beramal sholeh karenaKu “.
    Jadi Saya hanya mengingatkan sebagai sesama muslim bahwa berbuatlah setiap waktu (menulis berkata, dan bertindak) hanya untuk maksud beriman kepada Allah”. Tanpa itu iman tidak ada artinya, hanya sekedar kata-kata/ bahasa yang makna sebenarnya telah hilang.

    Tidak heran Setan itu adalah
    jin dan manusia yang mengingkari hakekat penciptaannya.

    wassalamualaikum wr wb

  53. Alo’ semua….
    Ini Komen pertama q. Dari mulai capek dan ‘pening liat muawiyah dan denjaka….tapi masih gak seberapa kalo dibandingin berantakannya “daud”.
    Cuman ngomong ajah….diberi pengertian ‘ma dalil2 dari pihak dirinya masih juga “ambet”….
    ‘Mang orang laen2…
    Buat Mas Musadiq, besok2 lebih seru….

  54. Pak Ustad apa sambungan kajian ini sudah ada?
    saya tertarik nih
    salam

    ———

    Sedang dipersiapkan datanya, dan kurang beberapa lagi. Mohon doakan yaa. Terima kasih sebelumnya

  55. Pernyataan mas Rinaldy mengingatkan saya terhadap penghancuran perkampungan Bani Hasyim dimana Nabi Muhammad saaw lahir, kuburan Baqi dan kuburan para syuhada Perang Uhud dan situs2 penting lainnya yang terkait dengan Islam oleh penguasa Wahabi. Bahkan kuburan Nabipun hampir2 dihancurkan oleh Wahabi kalau tidak diprotes oleh dunia Islam. Sementara orang Barat yang Nasrani sangat memperhatikan dan melestarikan peninggalan sejarah orang2 besar.

    Saya sangat prihatin dengan kenyataan ini, mengingat situs2 tsb merupakan salah satu dari bukti2 keberadaan agama Islam.

    Akan semakin sulit untuk menceritakan hal ihwal Islam kepada generasi yang akan datang dengan semakin minimnya situs2 sejarah Islam seperti yang ada di Mekah dan Madinah.

    Alasan wahabi menghancurkan/meratakan kuburan2 orang besar dan tokoh2 Islam tsb sangat picik dan tak beralasan. Kalau memang kuburan dikhawatirkan menjadi sumber perbuatan syirik umat Islam, kenapa para penguasa sebelumnya dari zaman khalifah yang empat sampai dengan zaman dinasti Abasiyah sama sekali tidak mengutak-atik apalagi menghancurkan kuburan dan situs2 Islam tsb ?

    Mas Musadiq sayapun sangat menunggu kelanjutan tulisan anda.

  56. Untuk mas Daud, pernyataan anda tentang pembantaian orang sunni di Irak sungguh tidak proporsional. Yang terjadi sekarang di Irak adalah saling bantai antara Sunni dan Syiah sebagai dampak dari taktik provokasi dan adu domba oleh Amerika dan AlQaeda.

    Sebelum tentara Amerika masuk Irak, Sunni dan Syi’ah telah hidup berdampingan secara damai.

    Anda mengatakan Syi’ah menindas Sunni ? Yang saya tahu pada zaman Sadam Husein kaum Syi’ah banyak mengalami penindasan dan penganiayaan.
    Anda tahu bahwa Saddam Husein adalah orang Sunni yang berideologi Bath yang sekuler.

  57. Salam,

    Sungguh saya bingung membaca perseteruan Aa Daud, Mas Muawiyah, Mbah Denjaka, atau Ngkonx Umar dan pengikut-pengikutnya……..

    Please deh, sebelum posting, cek and recek dulu itu tulisan apakah struktur kalimatnya sudah betul (SPO-Knya udah beres) dan jangan sampe ada erosi huruf sehingga gak enak dibaca. Jangankan yang udah ngerti sejarah Islam, buat yang awam seperti saya malah nambah mumet. Itu dari sisi keteraturan penyusunan struktur kalimat.

    Bagaimana dari sisi makna plus manfaat? Untuk Aa Daud, Mas Muawiyah, Mbah Denjaka dan para pengikutnya, apa susahnya sih kalian mencari persamaan antara Sunni dan Syi’ah? dan apa susahnya sih bagi kalian untuk sedikit saja mereduksi emosi saat kalian terlibat dalam ranah pemikiran (argumentatif?)

    Lalu, kalo ingin memberi tanggapan or komen, mbok yaoooo proporsional. Kalo ada artikel tentang bagaimana cara membikin jus apel ya tanggapan dan pertanyaannya seputar jus apel, jangan komen jus mangga, duren apalagi blewah….

    Kalau sudah begini, keliatan banget deh, kalian ini sangat tidak well educated, padahal kalian kan makan bangku sekolah sampe S3 (SD lagi, SD lagi dan SD lagi :) )

    Maaf, saya hanya mengerti Islam, dan saya tidak mengerti bahwa hare geneeee masih ada dikotomi antara Syiah dan Sunni? kapan majunya orang Islam Indonesia? Please deh….

    Salam

  58. Muawiyah bin Abu Gozok Berkata:
    Agustus 19, 2007 pada 2:50 am
    GITU AJA KOQ REPOT…ADA TIGA CARA YNG BISA DILAKUKAN:
    1.GALI KUBURNYA
    2.ANGKAT KERANGKANYA
    3.UNTUK IDENTIFIKASI KERANGKA UMAR ADALAH HAL YANG PALING GAMPANG, DAN NGA PERLU KELUAR BAIAYA VISUM. HAL YANG PERLU DILAKUKAN RENDAM KERANGKA YANG DIYAKINI MILIK UMAR DALAM DRUM/WADAH YANG BERISI LARUTAN ALKOHOL (BISA BIR, WISKY ATAU WINE KALO ADA DANANYA KALO CEKAK DANA CUKUP PAKE TUAK MEDAN AJA). DIAMKAN SELAMA SEMALAM DALAM KEADAAN TERTUTUP RAPAT. TINGAL ANDA CEK KEESOKAN HARINYA, KALO CAIRANNYA HABIS BERARTI KUBUR TERSEBUT POSITP 1000% ADALAH KUBURNYA UMAR. KALO YANG SATU UDAH POSITIP KUBURNYA UMAR, YANG ATU LAGI NGA BAKAL JAUH2X SOHIBNYA UMAR.

    Untuk Saudara Denjaka, terima kasih yaa.

    Subbahanallah,

    Ahirnya ketemu juga ama orang yang ngaku sohip Rosul, tapi gila/idiot,narsis,fasis,pionir Holocoust islam dengan membantai seluruh keturunan Rosull ;<,
    Jangan khawatir aq akan memperlakukan kamu seperti kamu memperlakukan seluruh sahabat dan keturunan nabi atas nama Agama. Paling- paling jasadmu ama kuburanmu enggak dikenali lagi termasuk

  59. Wahai sekalian manusia, wahai yang Allah telah menciptakan kalian dari tanah dan akan pula dikembalikan ke tanah, ditanam , dipendam jauh di dalam tanah, gelap, tanpa ada yang menemani, hanyalah iman yang sanggup menyelamatkan kalian, iman, iman, iman, kepada Allah dan Rasul-NYA.

    Betaqwalah kepada Allah, tinggalkan seluruh hal – hal tidak disukai oleh Allah. Bersikanlah hati, hilangkanlah sifat sombong, karena sombonglah yang mengantarkan kita masuk ke lubang neraka, sombong dapat mengudir kita dari rahmat Allah, seperti yang telah deiperbuat oleh iblis, karena sombongnya.

    Hilangkanlah pada hati kita, perasaan lebih dari orang lain, merasa lebih pandai, merasa lebih mulia, merasa lebih hebat, merasa lebih dan merasa lebih…. tinggalkanlah itu semua, wahai manusia.

    Hadapkanlah diri kepada Sang Penakluk, Allah swt yang telah menurunkan Islam kepada Nabi Tercinta Muhammad saw untuk disebarkan kepada ummatnya. Islam, sebuah agama yang telah sempurna.

    Barang siapa mengikuti agama selain Islam, maka hal itu tertolak di sisi Allah.

    Semoga kita selalu tergolong dalam golongan orang – orang yang diberi hidayah oleh Allah untuk dapat selalu berada dalam Iman dan Islam sampai akhir hayat kita. Amiin.

    Ya Allah, sampaikanlah salam kepada Nabi Tercinta, sang pemberi petunjuk kepada jalan yang benar, pemimpin kami, Muhammad bin ‘Abdillah, dan kepada seluruh keluarganya, orang orang yang suci, dan juga kepada seluruh sahabatnya, orang orang yang mulia, serta seluruh pengikutinya yang mengikuti dengan setia sampai hari akhir. Amiin

  60. Kalau dilihat dari sisi logika neh, hingga zaman yg disebut modern ini, saya tidak pernah mendengar ataupun menyaksikan seorang sahabat sekalipun di kuburkan di samping sahabatnya sendiri, yg ada justru sebuah makam yg diisi oleh sepasang suami istri dan disebelahnya sebuah makam dari anak/cucunya (silsilahnya keturunannya)..

    Saya masih melihat ketidakjelasan dalam persoalan makam ini, kalau memang mereka dimakamkan, atas nama siapakah mereka diperbolehkan untuk bersanding bersama Nabi Muhammad saw??.. apakah dengan mereka disandingkan itu sama dengan keseteraan derajat dan martabatnya??.. ataukah memang ada hadistnya??

      1. Artikel saya terkait historiografi Islam mas, bukan apakah boleh atau tidak boleh seorang menantu atau mertua dikubur berdampingan … :lol:

  61. Maaf ya ikut nimbrung…

    orang2 syiah itu lho kok kalo saya amati seperti kumpulan orang2 yg sakit hati selama berabad-abad tho.., begitu sakitnya mereka sampai mempengaruhi jiwa & kejernihan akal mereka, shg mrk butuh musuh utk dijadikan pelampiasan dg memaki-maki para sahabat utama Nabi, membuat2 hadits palsu, bikin akidah sdri.. itulah yang membuat ahlussunnah berang… gmn bisa bersatu?,

    Salam, silahkan nimbrung Mas.

    Heemm .. menurut saya, antum terlalu emosial dan melebihkan isi artikel ini jauh dari tujuan yang sebenarnya, dan tentu saja, disamping tidak adanya bukti tekstual sejarah yang mampu merujuk bahwa dua kuburan disisi Nabi saw itu adalah memang benar tempat Abu Bakar dan Umar dikuburkan, kecuali setelah hampir 100 tahun sesudahnya.

    Selain itu, kajian historis ini berangkat dari kajian kristologi-Islam yang terkait dengan nubuat-nubuat mesianisme di dalam Alkitab. Sejarah bukan barang suci sehingga mempertanyakannya seolah-olah membuat kita melecehkan Islam.

    Tidak ada kelompok yang sakit hati dalam hal ini. Artikel ini semata-mata ditujukan untuk mengafirmasi beberapa laporan sejarah belakangan yang menyatakan bahwa dua kuburan disisi Nabi saw itu adalah milik Abu Bakar dan Umar. Jadi menurut saya, anda terlalu emosional dan terlalu cepat untuk menuding artikel ini dengan berbagai tuduhan anda yang tidak berdasar itu. Apakah cara anda menanggapi setiap artikel yang mengkritik tentang penulisan sejarah Abu Bakar dan Umar itu harus berarti si penulis anti terhadap Sunni dan/atau kedua orang tersebut? Saya rasa tidak mesti bukan…? :)

    Perhatikanlah omongan anda yang mengatakan “mrk butuh musuh utk dijadikan pelampiasan dg memaki-maki para sahabat utama Nabi, membuat2 hadits palsu, bikin akidah sdri.. itulah yang membuat ahlussunnah berang… gmn bisa bersatu?“, saya pribadi mempertanyakan hal serupa Mas “gmn bisa bersatu?” jika setiap kali ada seseorang yang mempertanyakan sejarah Islam, lantas anda dengan cepat menudingkan hal seperti di atas ini…?! :mrgreen:

    Kajian ini, secara penyajian tidak mesti dikaitkan dengan perbedaan antara kelompok Sunni dan Syiah, sebagaimana sah-sah saja bagi seorang Sunni untuk mempertanyakan “apakah dua kuburan di sisi Nabi saw itu memang benar-benar kuburan milik Abu Bakar dan Umar?”

    pdhal kalo kita mo jujur dikalangan ahlussunnah saat ini mana ada org yg membenci/memaki ahlul bait?

    Maaf Mas, hubungannya apa Mas? Anda membuat-buat argumen yang tidak ada sangkut pautnya dengan artikel saya.

    justru mrk sgt memuliakan semua ahlul bait dan semua sahabat…, hanya karena Allah tlah menakdirkan Abu Bakar, Umar dan Utsman Ra mendahului Ali Ra dalam urusan kekhalifahan, mrk mjd stress spt itu…

    Stress? Menurut saya pertanyaan ini selayaknya dikembalikan kepada anda terlebih dahulu yang terlalu emosional saat menanggapi artikel saya. :) Heemmm … kelihatannya anda kakaknya Allah, sehingga anda cukup akrab dan tahu apa-apa yang Allah takdirkan dan apa yang tidak? he he he … just kiding

    Duh Gusti Allah berilah hidayah & ketenangan kepada mereka… padahal Ali Ra sangat ridha kepada para pendahulunya tsb dg bukti beliau mendukung para pendahulunya di masa pemerintahan mrk dan menamakan anak2nya selain Hasan & Husein dg nama Abu Bakar, Umar dan Utsman, sedangkan Husein Ra menamakan anak2nya diantaranya Abubakar bin Husein dan Umar.

    Tenang Mas, ini cuma artikel yang tidak ada sangkut pautnya dengan berbagai gambaran horor yang mengisi benak anda. Mas, memangnya kalau Imam Ali as memberikan anak-anaknya dengan nama Umar, Abu Bakar, Usman berarti Imam Ali as menyetujui keputusan orang-orang tersebut. Argumen anda tidak logis karena hubungannya tidak ada. Apakah karena DN. Aidit atau Untung itu komunis, lalu kemudian ada seseorang yang menamakan anaknya dengan nama itu berarti si Bapak saat memberikan nama-nama tersebut berarti sedang mengenang jasa-jasanya DN. Aidit dan Untung. Mas, salah seorang perawi hadis Syiah ada yang bernama Muawiyah, dan ini bukan berarti bapaknya tidak tahu bahwa Muawiyah bin Abu Sufyan adalah orang yang memerangi Imam Ali as.

    Mas, nama tidak meniscayakan adanya kesepakatan dalam hubungan ideologis. Artinya, kalau Imam Ali as atau para Imam as yang lain menamakan anak-anaknya dengan Umar, Abu Bakar, Usman dan lain sebagainya, maka hal itu tidak memastikan bahwa Imam Ali as sedang mengaitkan anak-anaknya dengan tokoh-tokoh yang antum kagumi itu.

    Fakta lain adalah banyaknya kajian sejarah yang masih simpang siur seputar hal yang anda sebutkan ini. Artinya, masih banyak sisi lain sejarah yang banyak baru berkembang di periode Bani Umayyah dan setelahnya yang layak dipertanyakan, baik secara substansi maupun kodefikasi.

    Intinya, urusannya tidak semudah lillah fillah seperti yang anda sebutkan ini. Pertanyaan besarnya adalah apakah seluruh pemberitaan yang disampaikan oleh sejarawan Muslim itu benar seluruhnya?

    Bisa dilihat di kitab Ma’alimul Madrasatain karangan Murtadha Al Askari, jilid 3 hal 127. juga dalam kitab Al Irsyad karangan Muhammad bin Nukman Al Mufid hal. 197, I’lamul Wara karangan Thabrasi hal 112, juga kitab Kasyful Ghummah karangan Al Arbali jilid 1 hal 440. ini adalah sebagian referensi saja, yang lainnya sengaja tidak disebutkan karena terlalu banyak.

    He he he :) … sebaiknya jangan tulis referensinya saja Mas, tapi analisa dari si penulis buku Ma’alim (misalnya) juga bisa disebutkan, paling tidak agar tidak bias pada saat beliau mengkaji persoalan itu dengan kebutuhan anda yang ingin sekedar merujuk judul bukunya … Begitu pula yang ditulis Thabrasi dan lain-lain. Bisa kan? ;) Tidak perlu banyak-banyak lah Mas, yang di kitab Ma’alim saja kan sudah cukup … Paling tidak kan untuk mengukur kejujuran anda saat anda ingin menukil tulisan-tulisan dari para penulis Syi’ah ini …

    apakah mereka bertaqiyyah? kalo kita berkeyakinan spt itu berarti kita mendiskreditkan sayyidina Ali dan Hussein radhiallahu anhum yg terlepas dr sifat spt itu.

    Di satu sisi, jelas sekali anda tidak paham taqiyah itu apa, apalagi mengingat Sunni sendiri tidak menyebutkan bab taqiyah pada kajian-kajian fiqih mereka, meskipun sering kali dipraktekkan dan sebagian dari mereka menyebutnya sebagai “berbohong demi kebaikan…”, seperti ketika tidak mau menyinggung perasaan orang yang memberikan hadiah yang kurang/tidak kita sukai dan pada kasus lainnya.

    Di sisi lain, kesimpulan anda untuk menyeret pada kesimpulan bahwa hal itu bisa mendiskreditkan posisi Imam Ali as dan/atau Imam Husein as menurut saya tidak ada hubungannya, sebagaimana seluruh isi artikel saya ini tidak perlu dikaitkan dengan persoalan akidah Sunni-Syiah sejak semula.

    Kalo orang Yahudi ditanya : siapa orang yang terbaik setelah Musa? mereka menjawab : sahabat2 Musa, Kalo Nashrani ditanya : siapa orang yang terbaik setelah Isa? mereka menjawab : murid2 Isa, lha kalo Syiah ditanya : siapa orang yang terjelek setelah Muhammad SAW? mereka menjawab Abu Bakar, Umar, ….

    Maaf Mas, kata siapa kalau orang Yahudi ditanya bahwa orang yang terbaik setelah Musa itu adalah sahabat-sahabatnya. Pertama, Tanakh Yahudi sama sekali tidak pernah memberikan porsi apapun tentang kedudukan sahabat-sahabat Musa as. Akidah Yahudi tidak bersandar kepada sahabat-sahabat Musa as, tetapi kepada para Kohen atau para Nuqaba bangsa Israel yang dipilih oleh Allah Swt, baca QS. 5: 12. Kedua, ajaran Kristen juga tidak menganggap Hawariy atau kedua belas utusan sebagai sahabat-sahabat Isa seperti yang dipahami persepsi Sunni. Silahkan anda membaca kajian saya lebih lanjut seputar hal ini dala buku The Hidden Prophecies.

    sedemikian bencinya mrk dg para sahabat (kayaknya perlu dech orang2 syiah pergi ke phsychiater) sampai kuburnyapun yg sdh 1400 th umurnya dipermasalahkan & dibahas lg panjang lebar…Naudzubillah…tsumma naudzubillah….padahal apa yang mereka lakukan dg mendiskreditkan para sahabat Nabi adalh seperti sedang berusaha mencabut Islam ini dari akar2nya…

    Maaf Mas, menurut saya pikiran anda terlalu banyak dipenuhi dengan berbagai gambaran horor yang menakutkan, kalau tidak mau dibilang berlebihan. he he he .. :mrgreen:

    pembaca bisa menilai sendirilah dg hati nurani… saya khawatir orang syiah matinya ga tenang karena memendam kebencian yg teramat sangat… Peace be upon you…

    Menurut hemat saya, siapa yang bakal mati tenang dan siapa yang bakal mati penasaran, maka para pembacalah yang mampu menilainya dengan bijak … ;) bukankah begitu Mas?! Syalom lakhem …

  62. @ Al-Qoim (Duh gk pantes bgd namanya)

    Mksd tulisan anda ini apa?..

    “siapa orang yang terbaik setelah Isa? mereka menjawab : murid2 Isa, lha kalo Syiah ditanya : siapa orang yang terjelek setelah Muhammad SAW? mereka menjawab Abu Bakar, Umar”

    Terlihat kekerdilan anda untuk berusaha memecah belah islam. Anda bilang siapa orang terjelek setelah Muhammad, berarti anda mengatakan Nabi Muhammad saw itu orang jelek??.. sebelum berbicara doa dulu mas, banyak napsu & amarah tuh.. bikin malu aja..

  63. @Al-Qoim

    hanya sekedar saran, perbaiki akhlak serta ibadah anda dulu deh, kenali lg siapa Nabi Muhammad saw itu, baca buku dari berbagai narasumber, tulisan anda saja pasti tidak disukai oleh ahlusunnah sendiri karena Nabi umat muslim dijelek2an.. Tobat mas Tobat.. no offense & peace on you..

  64. @riad

    Sebenarnya komentar saya sdh cukup jelas,

    Maaf Mas, komentar anda bagian mana yang sudah jelas Mas? :)
    Anda sama sekali tidak menunjukkan bukti dari sejarah Islam yang membuktikan bahwa dua kuburan disisi Nabi saw itu adalah benar-benar miliknya Abu Bakar dan Umar… :)

    kalau ada salah dalam penyusunan kalimat, saya mohon maaf, maksud saya kalo syiah ditanya siapa orang2 terjelek pada umat Muhammad SAW, mereka menjawab Abu Bakar, Umar, …
    syukron atas koreksinya… anda memang pantes jadi seorang editor… :) krn saya perhatikan, anda sering mengkoreksi kesalahan tulis, pemakaian huruf besar atau kecil para komentator.

    Sejauh yang saya ingat, ini adalah kali pertama Saudara Riad pernah menuliskan komentar-komentarnya di blog saya.

    Mungkin anda ingin mengasumsikan Saudara Riad dengan orang lain … maybe … he he he ;)

    Kalo anda mau bukti, artikel ini dan koment2 di atas sudah cukup menjelaskannya

    Maaf sekali lagi Mas, komentar anda bagian mana yang sudah jelas Mas? :) Anda sama sekali tidak menunjukkan bukti dari sejarah Islam yang membuktikan bahwa dua kuburan disisi Nabi saw itu adalah benar-benar milik Abu Bakar dan Umar… :)

    dan bkn maksud saya memecah belah, dan justru karena inilah titik konfrontasi antara Sunni dan Syiah, kalo syiah berhenti menghujat, memaki & mencela para sahabat Nabi SAW saya yakin persatuan InsyaAllah akan terwujud, tetapi kalau penghujatan kpd Sahabat merupakan inti akidah Syiah… kyknya persatuan hanya merupakan mimpi belaka…kalau anda mendakwahkan tentang kecintaan kepada ahlul bait, bagi sunni so what gitu loh? memang kita wajib mencintai ahlul bait,

    Maaf, saya nimbrung sedikit. Mas, menurut hemat saya, Syiah tidak pernah menghujat sahabat. Kalau Syiah bilang sahabat ada yang masuk neraka, itu karena Sahih Bukhari dan Muslim yang menjadi rujukan utama Sunni sendiri pernah menyatakan hal berikut:

    Dari Abu Wa’il, ia berkata, “Abdullah berkata: ‘Nabi saw bersabda: “Aku akan mendahuluimu sampai telaga Haudh, dan akan dihadapkan kepadaku banyak orang-orang dari kalian. Lalu, tatkala aku hendak member minum mereka, mereka terpelanting, maka aku bertanya: “Wahai Tuhanku, bukankah mereka itu sahabat-sahabatku?” Ia menjawab: “Kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.” (Sahih Bukhari, juz 9, hal 58, Kitabul Fitan, dan juz 8, hal 148. Ia juga meriwayatkan dari Hudzaifah. Musnad Ahmad, juz 1, hal 439 dan 455)

    Dari Abu Hazim, ia berkata: “Aku mendengar Sahl bin Sa’ad berkata, “Aku mendengar Nabi saw bersabda: “Aku akan mendahuluimu dating di Haudh-siapa yang mendatanginya ia pasti akan minum darinya, dan siapa yang meneguknya ia tak akan haus selamanya-dan akan dating kepadaku beberapa kelompok yang aku kenali mereka, lalu mereka di halau dariku.”Abu Hazim berkata: “Ketika aku menyampaikan di hadapan orang-orang. Nu’man bin Abi ‘Iyasy bertanya kepadaku: “Apakah demikian yang kamu mendengar dari Sahl?” Aku menjawab: “Ya, benar.” Ia berkata: “Au bersaksi bahwa aku mendengar Abu Sa’id al-Khurdi menyampaikan tambahan; “…mereka adalah sahabatku.” Maka dijawab: “Kamu tidak tahu apa yang sudah mereka ubah sepeninggalmu.” Lalu aku berkata: “Celakalah orang-orang yang mengubah (agamaku) sepeninggalku. (Sahih Bukhari, juz 9 hal 58-59, Kitabul Fitan dan juz 8, hal 150, Sahih Muslim, juz 7, hal 96, Musnad Ahmad, juz 5, hal 33, hal 28, Al-Isti’ab, dipinggir al-Ishabah juz 1, hal 159)

    Dari Ibnu Umar, ia mendengar Nabi saw bersabda: “Janganlah kamu kembali menjadi kafir sepeninggalku nanti, sebagian dari kamu menebas leher sebagian yang lain.” Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Abu Bakrah, Jarir dan Ibnu Abbas dari Nabi saw. (Sahih Bukhari, juz 9, hal 63-64, Sahih Muslim, juz 1, hal 58)

    Dari Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Saya akan mendahului sampai di telaga (Haudh), dan aku akan menarik beberapa kelompok manusia, akan teapi aku dikalahkan olehnya, lalu aku serukan: “Wahai Tuhanku, mereka adalah sahabat-sahabatku! Ia menjawab: “Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.” (Musnad Ahmad, juz 1, hal 402, 406, 407, 384, 425 dan 453. Sahih Muslim, juz 7, hal 68)

    Dari Abu Hurairah dari Nabi saw: “Ketika aku sednag berdiri, terlihat olehku sekelompok orang. Setelah aku kenali mereka, ada seorang di antara mereka keluar dan mengajak kawan-kawannya, ‘Ayo Mari’ Aku bertanya, kemana? Ia menjawab: ‘Ke neraka’ Lalu aku bertanya lagi, mengapa mereka? Dijawab: “Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu dan kembali ke belakang. ‘Kulihat tidak ada yang selamat dan lolos kecuali beberapa orang saja yang jumlahnya cukup sedikit, seperti jumlah onta yang tersesat dari rombongannya.” (Sahih Bukhari, juz 8, hal 150. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Musyaiyib dari banyak sahabat Nabi)

    Thalhah bin Ubaidillah, Ibnu ‘Abbas dan Jarir bin Abdullah, mereka berkata: “Rasulullah menyalati (jenazah) para syuhada Uhud, kemudian berkata: “Aku sebagai saksi bagi mereka”. Lalu Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah, bukankah mereka saudara-saudara kita, memeluk Islam dan berjihad seperti kita?” Rasulullah menjawab: “Ya, benar. Akan tetapi, mereka belum merasakan hasil mereka (di dunia) sedikit pun. Sedang kalian, saya tidak tahu apa yang kalian akan perbuat sepeninggalku.” Mendengar jawaban tersebut, Abu Bakar menangis seraya berkata, “Apakah kita akan hidup sepeninggalmu, Wahai Rasulullah?” (Maghazi (Al-Waqidi), juz 1, hal 310)

    Menurut hemat saya, hadis-hadis ini selayaknya juga diambil sebagai pegangan bahwa tidak semua sahabat itu adil dan pasti beriman semuanya. ;)

    Jadi, alangkah bijaknya jika anda bersedia memposisikan para sahabat pada urutan keempat dan tentu saja setelah Allah Swt, Rasul saw, dan Ahlulbait as. Bukankah begitu Mas?

    tetapi jika diajak untuk menghujat para sahabat utama Nabi SAW… maka kami lebih memilih jalan yang ditempuh Sayyidina Ali dan Husein yaitu memuliakan sahabat2 Nabi,

    Menurut hemat saya, anda terlalu cepat meyakinkan diri anda bahwa anda sudah memahami sejarah Islam semuanya. Mas, menurut anda siapakah pembunuh Imam Husein as itu, kalau bukan putra dari seorang sahabat Nabi saw sendiri. Coba baca lagi deh sejarah Islam, paling tidak agar penyataan-pernyataan anda bisa proporsional. Bukankah begitu Mas? :mrgreen:

    bahkan memberi nama anak2 mereka dengan nama2 sahabat yang pada saat ini dilecehkan oleh orang yang mengaku mencintai ahlul bait… kenapa?

    He he he … anda selalu bersandar soal penggunaan nama, seolah-olah kalau ada kalangan Ahlulbait Nabi saw yang menggunakan nama-nama seperti Umar, Abu Bakar, Usman, Muawiyah, Yazid, Hakam, Marwan, dan lain sebagainya, maka hal itu seolah-olah berarti bahwa mereka adalah pecinta figur Abu Bakar bin Qohafah, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Muawiyah bin Abu Sufyan, Yazid bin Muawiyah, Marwan bin Hakam, dan lain sebagainya. Mas, penggunaan nama tidak meniscayakan adanya kesepakatan dalam persoalan ideologis, sebagaimana seorang Muslim mungkin saja menamakan anaknya dengan nama-nama Ibrani, seperti Ishak, Yakub, Gersom, Ruben, Yehuda, Yusuf, Mikail, Gabriel, Saul, dan lain sebagainya, tapi bukan berarti mereka adalah penganut Zionis … he he he … :mrgreen:

    karena kita menerima agama ini sanadnya melalui mereka, jika mereka dihujat sama artinya penghujat sedang berusaha mencabut agama ini dari akar-akarnya…

    Mas, seperti saya bilang bahwa yang mengatakan bahwa bakal ada sahabat yang masuk neraka itu bukan cuma Syiah saja, tapi juga perawi-perawi hadis Sunni kelas pertama seperti Bukhari dan Muslim sebagaimana saya tunjukkan hadis-hadisnya di atas. Kalau kesimpulan anda demikian, berarti Bukhari dan Muslim juga “sedang berusaha mencabut agama ini dari akar-akarnya…”. Saya hanya menggunakan kesimpulan anda saja lho… he he he 8)

    bahayanya lebih besar dari kaum orientalis yang kafir karena si penghujat mengaku Islam… hanya Allah lah yang mengetahui siapa sebenarnya yang lebih mencintai ahlul bait…dan siapa yang mendiskreditkan mereka…

    Benar Mas, saya rasa pernyataan anda ini layak kita pikirkan bersama. Mungkinkah mencintai Rasul saw, Sayyidah Fatimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husein as pada satu sisi, tapi mereka juga mencintai orang-orang yang menyakiti orang-orang ini pada sisi lain… :mrgreen: Bukankah begitu Mas? Mungkinkah anda mencintai Ayah dan Ibu anda disatu sisi, tapi pada saat yang sama juga mencintai orang-orang yang menyakiti mereka pada sisi lain… tanya siapa?! ;)

    Sekali lagi syukron atas koreksi dan nasehatnya…

    Shodaqta ya khuya… :)

  65. Salam ustadz! Dari teman sendiri…. jika berkenan Anda bisa buat dalam blog Anda…. Tidak usah disebut dari kami.

    Ahlusunnah Wal Jama’ah Membolehkan Memakan Daging Babi Dan Menyembah Keledai/Baghal

    Mungkin judul di atas Anda nilai sebagai fitnah belaka! Tetapi saya tidak akan bertele-tele untuk membuktikan kebenaran kesesatan tersebut.
    Seorang tokoh kenamaan dan Imam besar Ahlusunnah telah menfatwakan hukum di atas.
    Anda boleh memakan daging babi…. Sate babi! Sop babi! Atau babi panggang! Anda tidak perlu khawatir karena dapa ekor babi guling itu tidak tertulis lebel: Halal!
    Anda juga boleh menyembah selain Allah! Tidak perlu takut tidak diberi pahala… asal penyembahan seekor keledai/baghal itu misalnya Anda lakukan dengan penuh ikhlash dan benar-benar qurbatan, menharap kedekatan diri kepada Allah.
    Inilah yang difatwakan Imam Besar Ahlusunnah; Imam Abu Hanifah (RH)
    Al Hafidz Ibn Hibbân melaporkan dalam kitab al Majrûhun,3/73 (dengan tahqiq Mahmud Ibrahim Zâid) data rahasia di bawah ini:
    (1) “Imam Abu Hanifah ditanya tentang hukum seeorang yang memakan daging khinzir/babi?”
    Beliau menjawab: “Tidak apa-apa atasnya.”
    (2) “Yahya ibn Hamzah dan Sa’id ibn Abdul Aziz berkata, “Kami mendengar Abu Hanifah berkata, Andai ada seorang yang menyembah seekor baghal (peranakan kuda dan keledai) dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, dalam pandangan saya tidak apa-apa.”
    Untuk yang bermasud menyaksikan langsung teks dokumen rahasia tersebut kami lampirkan copy kitab tersebut. Baca dan maknai sendiri! Buktikan apa saya menfitnah atau mempelesetkan terjemahan?!
    Selamat atas umat Islam Ahlusunnah yang telah mendapatkan izin mengkonsumsi daging bab dan menyembah baghal, atau kalau kesulitan mendapatkan baghal, kuda bima juga tak jadi masalah!

  66. Untuk semua Assalamualaikum dari hamba…Munkin hamba terlalu baru disini…belayar sekejab dah sampai indonesia…terlalu banyak artikel ditulis dan saya tidak bisa meneliti semuanya sekadar sepintas lalu melihat jari jari anda berfungsi…yang pastinya hukum akal tidak sampai kepada kebenarannya…dan kekadang kita di ekses oleh bukan islam yang pasti tersirat kejahatan untuk menghilangkan pemahaman tentang islam…maqam rasulullah sahaja yang ada didalam Masjid Nabi…kalau lah terlalu nak pastikan …sembahyang istiqoroh…mohon petunjuk

    Apapun Syiah dan Sunnah sama sahaja…Dua team ini cuma dilagakan oleh yahudi…merekalah yang kerap membezakan diantara islam itu…Yang penting Maqam Rasul…2 kubur berdekatan hanyalah Taktikal dengan pehak musuh…

    sekian

  67. @ Al Qaim,

    lha emangnya sahabat itu “suci dari debu..?” kok kebal kritik, kok terlarang untuk di kritisi..? emangnya ada jaminan bahwa mereka maksum..?
    sahabat yang bahlul dan munafik itu juga banyak lho, sahabat yang pengkhianat itu juga banyak,..
    - coba siapa yang meninggalkan rasul di bukit uhud, sampai Rasul terluka parah dan berdarah-darah..? apakah itu yang namanya sahabat…?
    - coba siapa yang meninggi-ninggikan suara di hadapan Rasul sampai ditegur Allah dalam Alquran…? apakah seperti itu yang namanya sahabat..?

    Anda ini kalau sahabat Rasul di kritik ngamuk-ngamuk, tapi Kalau Rasul anda di katakan kencing berdiri, kena sihir, menikmati tarian perut, anda ho-oh ho-oh aja, memangnya anda ini pengikut sahabat atau pengikut Rasul..?

    - Coba kalau Rasul dibilang keliru ngasih tahu penyerbukan kurma, sehingga terkesan Rasul anda itu goblok, sok ngerti-sok tahu, lancang, gak ngerti ilmu penyerbukan kurma tapi sok pinter ngomong penyerbukan kurma, anda ho-oh ho-oh aja. Semua itu kan ada toh di hadits-hadits Sunni…? Coba anda telaah, Rasul kita itu, yang pribadinya agung, diriwayatkan ngasih comment dan petunjuk tentang penterbukan kurma, terus waktu tidak berhasil, Rasul diberi tahu dan Rasul dengan enteng menjawab, yaa kalau aku bilang dalam hal agama turutilah, tapi kalau diluar agama, kamu tentu lebih tahu. …..
    waaaawww……. Rasul digambarkan kayak orang bloon yang sok-sok an gituuuwww. Sedangkan disisi lain, Umar dan Abu Bakar itu selangit, nggak pernah salah, dijamin surga, nggak pernah ninggalin Rasul, nggak pernah nyakitin Fatimah.
    Saya sarankan anda itu sebaiknya mendirikan sekte sendiri, seperti ahmadiyah itu, cuma bedanya anda bukan pengikut Rasul, tapi pengikut Umar dan Abu Bakar…!!

    coba anda pikir, anda melarang kami mengkritisi sahabat, sedangkan anda menyetujui hadtis-hadits penghinaan terhadap Rasul, jadi siapa yang gila bin edan alias mabuk binti ngawur…????
    hah…hah….hah…… jangan ngeluarin jurus pendekar mabuknya kho ping hoo dong, mending jurus monyet melempar buahnya si pitung.

    Untung syiah itu bukan wahabi, yang selalu nepsong nggorokin leher orang, halalil darah orang,

  68. @Gandung

    He he he ada yang marah tho… sabar ya akhi… kalau ente mengaku mengikuti ahlul bait ga boleh kyk gitu donk… lihat tuh Imam Ali dan Imam Husein mereka begitu memuliakan sahabat2 Nabi… kayaknya beda deh yang namanya mengkritisi dengan mencela, memaki dan menghujat :). kita2 yg awam aja tau…
    Justru kami mengikuti Rasulullah SAW dg menahan lisan kami dari mencela para ahlul bait dan sahabat-sahabat beliau.

    Ingat akhi… ente hrs case by case donk kalo nyebutin ayat2 Al-Quran maupun hadits…

    Kami mengakui bahwa para sahabat adalah manusia biasa dan tidak maksum tetapi kamipun mengakui bahwa mereka adalah umat terbaik yang mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah yang agung. jadi kalau kami mencela sebagian besar para sahabat dan hanya menyisakan segelintir saja sahabat yang tidak kami cela, maka berarti kami secara tidak langsung telah menganggap Nabi Shalallahu Alaihi Wa Salam gagal dalam mendidik umatnya, gagal menyampaikan risalah-Nya… naudzubillah… adakah penghinaan yg lebih besar thd Nabi SAW selain daripada ini?? berpikirlah yg jernih ya akhi…justru dg ayat2 yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi-Nya mengenai sebagian diantara mereka menunjukkan penjagaan dan tarbiyah Allah terhadap mereka.

    Tentang hadits Rasul menanam kurma… kami tidak melihat adanya penghinaan kepada Rasulullah yang agung… dan kedudukan beliau di mata kami tidak terkurangi sedikitpun… tentunya beliau lebih utama daripada Abu Bakar, Umar ra.. justru hadits tsb. adalah satu bentuk tarbiyah & teladan yang baik yang diberikan Rasul kepada generasi sahabat saat itu…

    Tentang Nabi kena sihir atau kena racun, jika hadits tersebut shahih, kenapa kita mesti bingung? bahkan tidak setitikpun kedudukan Rasulullah yang agung terkurangi… jika benar dengan Ijin Allah karena sihir atau racun tersebut yang menyebabkan Rasulullah sakit dan membawa ke wafat beliau, maka justru Allah telah membukakan pintu syahid bagi Rasul Shalallahu Alaihi Wa Salam… dan beliau tetap best of the best for us… :)

    Coba sekarang anda bedah sendiri hadits2 & pernyataan orang2 syiah yang menyebutkan kedudukan imam yg melebihi kedudukan Rasul SAW, lihat Al-Kafi, atau Aqaid Al Imamiyah karangan Muhammad Ridha Al Mudzafar….kedudukan Imam2 Syiah kok disamakan dg Nabi bahkan melebihi beliau… yg benar aja… apakah ini bukan penghinaan yang huebatt thd Nabi SAW? bahkan Imam2 tsb punya sifat2 ilahiah laksana tuhan… naudzubillah…

    Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. 48:18)

    Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 48:19)

    Ayat di atas membahas para sahabat yang bersama Nabi dalam peristiwa baiat di hudaibiyah, jumlah mereka sekitar 1500 orang. Allah telah ridha pada mereka padahal mereka masih hidup di dunia. (ingat Abu Bakar dan Umar termasuk mereka yang berbaiat) Mereka para sahabat yang dianggap “gembel” oleh raja persia, dan akhirnya kerajaan persia dikubur oleh para sahabat untuk selamanya, ternyata diridhai oleh Rabb mereka. Meskipun bangsa persia benci dan mendendam dalam hatinya. Tenang saja, dendam itu tidak akan membangkitkan kerajaan Persia Raya dari kuburnya.

    Dengan keridhaan Allah ini cukuplah kebanggaan bagi mereka, cukuplah alasan bagi kita untuk mencintai mereka. sebagai konsekwensi kecintaan kita kepada Allah. Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk membenci mereka yang dicintai Allah… jika ada yang mo protes & stress… silahkan protes kepada Yang Maha Kuasa kenapa ayat tersebut diturunkan…

    @Gandung… syukron atas tanggapannya…

  69. @Qaim

    Kalau memang ada, saya mohon anda tolong sebutkan anak cucu serta keturunan sayidah Fathimah az-Zahra as yang memakai nama sahabat Nabi saw. saya ingin tahu & agar para pembaca disini juga melihatnya.

    Kalau dilihat soal segi mencaci maki dsb, apakah tidak bisa dilihat inti permasalahannya, mengapa mereka(syiah) sampai begitu?, pasti ada cause & effect yg menyebabkan semua itu terjadi.

    Dan hingga detik ini, orang yg dibenci & dicaci maki adalah muawiyah, syimr dkk yg membunuh keturunan Nabi saw. (dalam peristiwa karbala).

    Bisakah anda menjawab mengapa dinasti saudi & Amerika masih bersahabat?? Apakah bangsa yg memerangi umat muslim di Irak,afganistan,palestina pantas disebut sbg sahabat??

    Pada kenyataannya mereka tidak perduli thd umat muslim yg mereka perdulikan hanya kepentingan politik, kekuasaan & harta. yg gak punya sikap malah ente sendiri, kok lawan dianggep kawan, kawan dianggap lawan??.. aneh..

  70. Justru sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana bisa memprotek umat muslim dari ekspansi zionis yg besar-besaran ini, yg menyengsarakan, bukan hanya umat muslim tapi seluruh umat di dunia.

    Kita ini masih terlalu disibukkan oleh hal printil (sepele), dan terlalu senang mengerjakan hal yang kecil-kecil (yang gak bermanfaat). pengaruh kita juga gak akan berarti apa2 kalau sudah dimulai dengan ketegangan. akhlak akan selalu dinilai, akhlak mencerminkan shalat seseorang.

  71. @riad

    Putra Ali ra selain Hasan dan Husein ra :
    1.Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib, beliau mati syahid di Karbala bersama saudaranya, yaitu Husein ra.
    2.Umar bin Ali bin Abi Thalib. Beliau ini mati syahid di Karbala’ bersama saudara beliau Husein ra
    3.Utsman bin Ali bin Abi Thalib. Beliau ini juga mati syahid di Karbala’ bersama saudara beliau Husein ra.

    Hasan ra memberi nama putra-putra beliau dengan nama : Abu Bakar, Umar dan Thalhah bin Hasan. Ketiga-tiganya mati syahid di Karbala bersama pamannya Husein ra.

    Husein ra memberi nama putra beliau dengan nama Umar bin Husein

    Sang pemimpin ulama tabi’in Ali bin Husein Zainal Abidin, yaitu imam keempat, juga memberi nama putri beliau dengan nama Aisyah. Juga memberi nama Umar, dan menurunkan keturunan bagi beliau sesudah beliau wafat

    Demikian juga dengan para Ahlul Bait lainnya dari keturunan Abbas bin
    Abdul Muthalib, keturunan Ja’far bin Abi Thalib, Muslim bin Aqil, dan selain mereka. Tetapi di sini kita tidak akan menyebutkan seluruh nama-nama tersebut panjang lebar. Yang menjadi tujuan kita hanyalah untuk menjelaskan maksud, yaitu penjelasan tentang nama putra-putra Ali, Hasan, dan Husein

    Bisa dilihat di kitab Ma’alimul Madrasatain karangan Murtadha Al Askari, jilid 3 hal 127. juga dalam kitab Al Irsyad karangan Muhammad bin Nukman Al Mufid hal. 197, I’lamul Wara karangan Thabrasi hal 112, juga kitab Kasyful Ghummah karangan Al Arbali jilid 1 hal 440, Kasyful Ghummah (2/334), al-Fushuul al-Muhimmah hal 283.

    Demikian pula segenap “imam-imam dua belas”, Anda akan mendapati nama-nama tersebut di dalam keturunan mereka. Masalah ini juga dibahas para ulama Syi’ah dan mereka menyebutkannya di dalam kitab berjudul “Yaumu ath-Thaff”; hal 17-185. Untuk sekedar contoh, silahkan baca “A’laamu al-Waraa” oleh ath-Thabrisi; hal. 203. Juga “al-Irsyaad”; oleh al-Mufid; hal. 186. “Taarikh al-Ya’quubi” (2/213).

    Sebenarnya, apa yang telah dilakukan oleh para imam: yaitu Ali dan putra-putra beliau (alaihimussalam), adalah bukti terkuat, baik secara logika, psikologis, maupun realita yang terjadi. Apa yang mereka lakukan membuktikan besarnya rasa cinta Ahlul Bait kepada Khulafa’ ar-Rasyidiin, juga kepada segenap sahabat Nabi SAW lainnya. Jadi, tidak ada alasan untuk menolaknya.

    Kalo anda punya anak, pasti anda akan berusaha mencari nama yang terbaik buat anak anda, karena pemberian nama adalah doa dan pengharapan terhadap anak yang tercinta, kalaupun memakai nama seseorang tentu nama itu adalah orang yang diidolakan dan kayaknya gak mungkin nama yang dikasihkan ke anak itu adalah nama musuh besar atau musuh bebuyutan… iya kan?.
    Hal ini juga merupakan bukti kebenaran firman Allah Ta’ala:

    “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia
    adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu
    lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda
    mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS: Al-Fath 29).

    Ya akhi, cobalah mengulang-ulang bacaan ayat di atas, renungkan maknanya, dan jangan ketinggalan renungkan juga sifat rahmat dan kasih sayang.

    Dan ada satu hal lagi yang penting yaitu : bahwa diantara Nabi, ahlul bait dan sahabat terjalin hubungan yang bisa dibilang hubungan yang sangat dekat luar biasa, penuh kasih sayang yang jauh dari sifat permusuhan, hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pernikahan diantara mereka dan keluarga mereka, sehingga kalau diturut sebagian Imam Syiah itu adalah sebenarnya keturunan Sahabat juga…

    Contoh saja ya.. anda tahu kan Imam Ja’far ash Shodiq ra, Beliau menyatakan : “Saya dilahirkan oleh Abu Bakar dua kali!” Tahukah anda siapa ibu imam Ja’far? Beliau bernama Ummu Farwah binti Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar. Sedangkan ibu Muhammad bin Abu Bakar adalah Asma’

    Mengapa imam Ja’far menyebut nama Abu Bakar, dan tidak menyebut Muhammad bin Abu Bakar? Memang, beliau terang-terangan menyebut nama Abu Bakar karena sebagian orang Syiah mengingkari keutamaan beliau. Sedang putra beliau Muhammad, Syiah sepakat atas keutamaannya. Sekarang bagaimana menurut Anda, dengan siapa seorang
    Imam syiah berbangga?

    Silahkan baca “‘Umdatu ath-Thaalibiin”; hal. 95; edisi Dahran. Juga “Al Kaafi”; juz 1; hal. 472.

    Imam Shafiyuddin Muhammad bin Tajuddin (yang dikenal dengan Ibnu ath-Thaqthaqi Al Hasani; wafat 709 H) bergelar pakar sejarah dan imam. Di dalam kitabnya yang dihadiahkan kepada Ashiluddin Hasan bin Nashiruddin ath-Thusi, teman dekat si “Hulagu – Tartar”, Ia memberi nama kitab tersebut dengan namanya. Di dalamnya menjelaskan putri-putri Amirul Mukminin Ali ra. Dalam penjelasannya, ia menyebutkan: “Dan Ummu Kultsum, ibunya adalah Fathimah binti Rasulullah. Ia dinikahi Umar bin Khathab dan melahirkan putra bernama Zaid. Sepeninggal Umar Ummu Kultsum menikah dengan Abdullah bin Ja’far (pada halaman 58).”

    Apa yang anda katakan jika Umar ra pernah dinikahkan dengan Ummu Kultsum binti Ali ra dan mempunyai anak bernama Zaid?

    Ya akhi… di atas adalah bukti yang tak terbantahkan tentang keutamaan generasi awal islam dikalangan ahlul bait dan sahabat yang saling berkasih sayang jauh dari penggambaran syiah saat ini.

    Jawaban pertanyaan anda yang lain menyusul… syukron…

  72. @riad
    ralat untuk tulisan “sedangkan ibunya Muhammad bin Abu Bakar adalah Asma’” yang benar adalah sedangkan ibunya Ummu Farwah adalah Asma’ binti Abdurrahman bin Abu Bakar. Wallahu A’lam.

    Jawaban untuk pertanyaan antum yg lain InsyaAllah menyusul..

  73. Tentang Nabi kena sihir atau kena racun, jika hadits tersebut shahih, kenapa kita mesti bingung? bahkan tidak setitikpun kedudukan Rasulullah yang agung terkurangi

    @Qaim

    Saya bingung dengan cara berfikir anda termasuk logika dan nalar anda, Allah membiarkan kekasihnya terkena Sihir, sedangkan Rasulullah SAWW sendiri yang mengajarkan kepada ummat cara menyembuhkan sihir menurut syariat Islam.

    Lalu maksud anda, saat dia terkena sihir, dia tidak bisa mengobati dirinya sendiri?

    Ini sama saja anda bilang, Rasulullah bisa berteori tapi tidak bisa berpraktek..dan anda bilang, ini tidak mengurangi kedudukannya yang agung?

    Kesimpulan akhir anda tidak konsisten dengan argumen anda mas..

    Let’s say, Rasulullah terkena sihir seperti yang anda katakan, Akankah anda mempercayai seseorang yang bisa berteori saja, tapi prakteknya 0?

    Akankah anda akan melakukan metode yang dilakukan oleh orang itu, walaupun metode orang itu ternyata tidak ampuh dan bahkan membuat dirinya kehilangan nyawanya?

    Saya rasa, ini sangat bisa dinalar, bahkan oleh keponakan saya yang baru lulus SMP.

    Kalo diskusi sih boleh aja, tapi keliatan kalo anda belom pernah baca buku2 Mazhab Ja’fari, dan menurut saya anda ngga ada bedanya sama Geert Wilders yang comat comot ayat Qur’an tapi ngga ngerti isinya..begitu juga buku2 referensi syiah yang anda tampilkan..kalo anda memang pernah baca buku2 mereka, pasti anda akan tau koq alesannya kenapa dan itu semua berdas. dalil2 di Qur’an. Ngga perlu ditanyain lagi disini soal imamah dll.

  74. al-qaim ini bahlul apa yah banyak pertanyaan dia yg dijawab panjang lebar saat diskusi antara MM dengan Daud khawarij kok kagak di baca,,,
    katrok bener nih wahaby ini …jgn2 semuanya..yah

  75. @Oky,

    Aisyah ra. berkata: Nabi saw. terkena sihir sehingga membuat beliau mengkhayalkan mengerjakan sesuatu padahal beliau tidak melaksanakannya, suatu hari beliau memanggil-manggil, lalu sabdanya: Apakah kamu merasakan sesuatu wahai Aisyah bahwa Allah telah mewahyukan kepadaku mengenai apa yang aku minta? Telah datang kepadaku dua orang yang satu duduk di samping kepalaku sedangkan yang lain duduk di samping kakiku, maka terjadilah dialog antara keduanya: Tanya: Sakit apa dia? Jawab: Terkena sihir. Tanya: Siapa pelakunya? Jawab: Labid bin alA’sham. Tanya: Dengan fasilitas apa? Jawab: Dengan rambut yang rontok karena tersisir dan mayang kurma. Tanya: Dimana adanya? Jawab: Di sumur Dzarwan.
    Maka Nabi saw. mendatangi sumur tersebut dan kembali kepada Aisyah seraya bersabda: Bagaikan daun pacar yang terendam dan punuk pohon kurmanya bagaikan syetan. Aisyah berkata: Apakah tuan tidak mencampakkannya? Nabi menjawab: Tidak, Allah telah memberiku kesembuhan dan saya tidak menginginkan untuk mencelakakan seorang pun. Akhirnya sumur itu ditimbun.

    Hadits di atas dikeluarkan oleh Bukhari: 2939, 3028, 5321, 5323, 5324,
    5603, 5912; Muslim: 4059; Ibnu Majah: 2535; Ahmad: 23104, 23165, 23211,
    23509 dari Aisyah ra.
    Apa yang dikhayalkan oleh Nabi saw. secara tegas adalah perilaku Nabi saw. seakan menggauli istrinya sendiri, sebagaimana pada hadits nomor 5323 dan bukan pada perkara lainnya, pada teks hadis di atas juga secara jelas dipaparkan akan beberapa seruan Nabi kepada Aisyah. Kisah di atas adalah sejarah yang faktual, dimana Nabi saw. pernah terkena sihir, pelakunya adalah Labid bin al-A’sham, seorang Yahudi dari kelompok
    Bani Zuraiq. Orang-orang Yahudi bersekongkol dengan Labid, salah seorang tukang sihir Yahudi yang terkenal untuk makar kepada Muhammad dengan imbalan tiga dinar.
    Dari semua riwayat tampak bahwa sihir yang dilakukan oleh Yahudi kepada Nabi tersebut termasuk jenis sihir yang paling jahat, dengan maksud membunuh Nabi, sebagaimana dimaklumi dari sekian macam sihir itu memang ada yang tujuannya untuk membunuh, akan tetapi Allah menjaga Nabi dari makar mereka, sehingga sihir itu menjadi jenis sihir yang paling ringan, yakni sekedar ketidakberdayaan Nabi untuk menggauli istrinya sendiri, jenis sihir inilah yang lazim disebut al-rabth.
    Terjadinya sakit pada diri Nabi yang disebabkan sihir di atas tidak akan merusak status kenabian, karena penyakit tersebut hanya terkait urusan keduniaan, sehingga penyakit yang menimpa Nabi tersebut sama seperti penyakit-penyakit lain yang hanya menimpa pada bagian jasmaniah, seperti pandangan mata seakan menggauli dan memanggil-manggil isteri padahal tidak, hanya sebatas itu.
    Peristiwa seperti ini juga pernah dialami oleh Musa ketika berhadapan dengan tukang-tukang sihir Fir’aun, ketika itu terbayang oleh Musa lantaran sihir mereka seakan-akan tongkat mereka merayap dengan cepat, kemudian Allah memberikan keteguhan hati kepada Musa, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya
    “Kami berkata: janganlah takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul atau menang. Lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya dia akan menelan apa yang mereka perbuat, Sesungguhnya apa yang mereka perbuat adalah tipu daya tukang sihir, dan tidak akan menang tukang sihir itu”. QS. Thaha : 60

    Allah juga akhirnya memberikan pertolongan kepada Nabi Muhammad saw. dari tipu daya sihir Labid bin al-A’sham dengan mengeluarkan sihir dan menimbun sumur Dzarwan.
    Disinilah letak perbedaan visi, bagi umat Islam kejadian seperti itu adalah sangat manusiawi, sebagaimana yang dialami oleh para Nabi lainnya, Maha benar Allah ketika menyifati Nabi Muhammad saw. saat menyampaikan syari’at Islam dalam firman-Nya
    “Temanmu (Muhammad) tidak akan sesat dan tidak akan keliru dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya”. QS. An-Najm: 2-4.

    Firman-Nya pula:
    “Sesungguh-nya aku ini hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu, namun yang kusampai-kan hanyalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku”. QS. Al-Kahfi:110.

    Firman-Nya pula
    “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul-pun dan tidak pula seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syetanpun memasuk-kan godaan-godaan terhadap keinginan itu, melainkan Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syetan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. Al-Hajji: 52

    Kesimpulan :
    1. Hadits tersebut shahih, jika anda mengatakan tidak shahih, silahkan anda membuktikan ketidakshahihannya dengan ilmiyah.
    2. Jika anda dan ponakan anda yang lulus SMP itu punya mindset bahwa yang namanya Nabi dan Rasul itu seperti superhero yg ada dlm komik atau Hollywood yg kebal senjata dan bukan manusia biasa, ya saya mengerti mengapa anda merasa frustasi dg hadits yg mulia tsb.
    3. Kami berkeyakinan bahwa semua nabi dan rasul yang diutus di dunia ini, semuanya adalah manusia biasa yang mulia dan penghulu para nabi adalah Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam, jika mereka mempunyai mukzizat2, itu semua adalah dari Allah. Nabi Muhammad adalah Maksum (terjaga) tetapi sifat penjagaan Allah kepada Nabi-Nya itu kadangkala berbentuk proses… contoh : Nabi pernah ketakutan dan berselimut, Allah menurunkan ayat-Nya untuk menguatkan hati beliau, Nabi pernah bersedih ketika kehilangan paman dan istrinya yg tercinta, Allah yang menghibur beliau dengan mengisra’ mi’rajkan beliau, dalam peperangan Nabi pun pernah mengalami luka berdarah-darah tetapi Allah melindungi nyawa beliau dll…

    4. Oky said:
    “Saya bingung dengan cara berfikir anda termasuk logika dan nalar anda, Allah membiarkan kekasihnya terkena Sihir, sedangkan Rasulullah SAWW sendiri yang mengajarkan kepada ummat cara menyembuhkan sihir menurut syariat Islam.
    Lalu maksud anda, saat dia terkena sihir, dia tidak bisa mengobati dirinya sendiri?
    Ini sama saja anda bilang, Rasulullah bisa berteori tapi tidak bisa berpraktek..dan anda bilang, ini tidak mengurangi kedudukannya yang agung?”

    Didalam riwayat Ibnu Abbas dijelaskan kejadian tsb berkenaan dg asbabun nuzul surat Al-Falaq dan An-Nas, yaitu ayat2 Al-Quran yang bisa dibaca untuk mencegah atau mengobati pengaruh sihir. Justru di sini kita melihat hikmah mengapa Allah membiarkan Rasul-Nya merasakan pengaruh sihir pada tingkatan yang paling ringan dan melindungi beliau dari sihir yang mematikan, supaya Rasul SAW benar-benar merasakan sendiri pengaruh sihir tsb, sehingga beliau tidak berteori (seperti kata anda) tetapi benar-benar merasakan pengaruhnya dan kemudian mempraktekkan sendiri secara langsung cara pengobatan dengan ayat-ayat tersebut atas petunjuk dari Allah sehingga beliau sembuh, kemudian mengajarkannya kepada para sahabatnya. Nah sangat jelas kan? Justru hadits ini membuktikan bahwa beliau tidak berteori dalam masalah ini bahkan langsung merasakan pengaruh sihir tsb dan langsung mempraktekkan pengobatannya… dan karena itu kedudukan beliau yang agung tidak terkurangi sedikitpun… Wallahu A’lam.

    5. Justru kalau kami menolak hadits yang secara ilmiyah telah terbukti shahih, maka kami takut kami akan menghina Rasul Shalallahu Alaihi wa Salam dengan penolakan kami tersebut.

    @Oky.. syukron komentnya…

  76. @Ustadz MM
    Assalamu’alaikum ustadz Mosadeq, wah jadi ga enak nih antum turun langsung merespon komentar saya… tapi ga pa2 kan tadz ikut ngramein blog anda 

    Wa’alaikumsalam, silahkan Mas

    Ustadz MM said:
    “Maaf Mas, hubungannya apa Mas? Anda membuat-buat argumen yang tidak ada sangkut pautnya dengan artikel saya”

    Saya komen di sini krn salah satu komentator memaki-maki sahabat, silahkan anda lihat lagi, walaupun menurut pengakuan anda bahwa artikel ini tidak berkaitan dengan persoalan akidah Sunni-Syiah tetapi efeknya bisa anda lihat sendiri kan…lihat komen si Abu Gozok dll… orang sekali melihat judul yang anda cantumkan saja sudah bisa membaca apa yang tersirat pada tulisan anda ya ustadz… coba liat judul di atas “Mungkinkah ini Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Islam?” siapa kira-kira yang anda tembak ya ustadz? Makanya sekali lagi saya mau bertanya gimana Sunni-Syiah bisa bersatu?

    Masuknya komentar mereka tidak ada hubungannya dengan artikel saya sejak semula. Jadi, ada komentar yang masuk dan ia terkait dengan artikel saya, tapi ada juga komentar yang saya zinkan masuk seperti “mereka” dan juga “anda”, namun tidak ada sangkut pautnya dengan kajian artikel ini. Pemberian judul atas artikel ini (meski mungkin terkesan hueeboh), namun secara substansial, ia tidak terkait dengan persoalan Sunni-Syiah, sebagaimana seorang Muslim atau non-Muslim sah-sah saja untuk menanyakan hal serupa. Gambaran adanya keterkaitan ini menurut hemat saya, disebabkan anda terbawa dengan efek kondisional yang dihadirkn para komentator dan tidak memperhatikan substansi kajian saya, sebagaimana yang anda utarakan sendiri seputar Abu Gozok dkk. Untuk itu, penilaian bahwa artikel ini terkait dengan Sunni-Syiah adalah murni persepsi anda dan bukan substansi kajian yang tertera di artikel saya.

    Seluruh kajian ini berangkat dari nubuat mesianisme yang pernah disebutkan di dalam Alkitab oleh Nabi Daniel as.

    Masalah persatuan Sunni-Syiah tidak ada sangku pautnya disini. Mempertanyakan kajian historis Islam tidak mesti dianggap mau ngajak perang atau ingin berpecah belah Islam Mas, sebagaimana seorang pengikut Syafi’i sah-sah saja mengkritik beberapa fatwa hukum Abu Hanifah, mislanya. Artinya, hal seperti itu tidak mesti dianggap hitam-putih bahwa orang itu ingin memecah belah Islam. Sekali lagi bahwa asumsi ini adalah persepsi anda saja yang berangkat dari beberapa dugaan anda semata.

    Ustadz MM said:
    “Maaf, saya nimbrung sedikit. Mas, menurut hemat saya, Syiah tidak pernah menghujat sahabat. Kalau Syiah bilang sahabat ada yang masuk neraka, itu karena Sahih Bukhari dan Muslim yang menjadi rujukan utama Sunni sendiri pernah menyatakan hal berikut:…”

    Ustadz, kayaknya perlu didefinisikan siapa yang dimaksud sahabat Nabi SAW yang mesti kita muliakan itu.
    “Definisi sahabat yang paling lengkap adalah apa yang didefinisikan oleh Al-hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani : “Definisi yang paling shahih tentang Shahabat yang telah aku teliti ialah : “Orang yang berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Islam”.

    Definisi di atas merupakan definisi Jumhur Ulama diantara mereka ialah Imam Bukhari, Imam Ahmad, Imam Madini, Al’iraqi, Al-Khatib, Al-Baghdadi, Suyuti dll. Ibnu Hajar berkata : Inilah pendapat yang paling kuat. Di antara ahli Ushul Fiqih yang berpendapat demikian Ibnul Hajib, Al-Amidi dan lain-lain. (Lihat Fathul Mughits 3/93-95, ‘Ulumul-Hadits oleh Ibnu Shaleh hal. 146; At-Taqyid wal-idah Al-’Iraqi hal. 292 fiyah Suyuti hal. 57; Fathul Bari 7/3;Al-Ihkam fi Ushulil-Ahkam Lil-Amidi:83; Tanbih Dzawi Najabah ila’Adalatis Shahabah hal. 11.)

    Dari definisi di atas jelas sekali bahwa orang-orang yang murtad sepeninggal Nabi SAW, orang-orang munafik, Khawarij (yang diperangi Imam Ali), Syiah Saba’iyah (yang sebagian mereka dibakar oleh Imam Ali karena mengkultuskan beliau) adalah bukan sahabat Nabi SAW secara syar’i yang adil, kalau sahabat secara lughah memang iya, karena memang diantara mereka ada yang hidup di sekitar Nabi SAW saat itu. Dan merekalah yang justru membuat fitnah yang besar sepeninggal Rasulullah sehingga terjadi tragedy pertumpahan darah diantara kaum muslimin saat itu. hingga sakitnya terasa sampai saat ini dan merekalah yang lebih pantas terkena hadits2 tersebut.
    Adapun sahabat Nabi SAW yang Allah dan Rasul-Nya ridha kepada mereka serta Allah dan rasul-Nya menjadi saksi atas keutamaan mereka yang disebutkan dalam banyak ayat Alqur’an dan hadits-hadits Nabi SAW, maka bukan merekalah yang dimaksud hadits2 tersebut. Kalau kita yakin bahwa seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan sahabat lain yang dijamin masuk surga yang dimaksud hadits2 tsb, berarti kita menganggap ada pertentangan antara al-Quran dengan hadits, antara hadits shahih yang satu dengan hadits shahih yang lain, dan seakan-akan kita menganggap Allah tidak mengetahui kesudahan orang-orang yang Dia telah ridhai…dan Dia perlu membatalkan keridhaan-Nya? Naudzubillah…Subhanallahi amma yashifun…
    Contoh satu ayat yg pernah saya bawakan di atas :
    “Sesungguhnya Allah ridha kepada orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah satu pohon, Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, Allah menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)”. (Al-Fath : 18)

    Mungkin antum bertanya mengapa dalam hadits-hadits tersebut Rasulullah memanggil “Ashabi” atau di riwayat lain “Asihabi” atau diriwayat lain “Ummati” padahal mereka adalah bukan sahabat atau umat islam yang berhak menghampiri telaga beliau, jawabannya adalah karena Rasulullah mengenali umat beliau dari tanda bekas wudhu mereka di dunia, sebagaimana disebutkan dalam kitab Muwatha’ hadits riwayat Abu Hurairah ra “… Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana Anda mengenali orang dari umat Anda yang datang sepeninggal Anda nanti, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya mereka akan datang dengan muka, lengan, dan betis yang berkilauan bekas dari air wudhu.’” Maka pada hari pembalasan nanti beliau memanggil-manggil mereka yang bertanda seperti itu dan kemudian diberitahukan kepada Nabi bahwa mereka ini bukan dari golongan orang yang engkau janjikan, karena mereka tidak mati dalam Islam. Atau mereka yang dilihat oleh Rasulullah di dalam masa hayat baginda kemudian mereka ini murtad selepas baginda Atau mereka kaum muslimin yang melakukan dosa2 besar sehingga mereka terhalang dari telaga beliau. Dan satu faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits tersebut bahwa Rasulullah sungguh sangat mencintai dan menyayangi umatnya sehingga beliau pada waktu itu begitu antusias memanggil dan membela umatnya. Semoga kita termasuk yang mendapat syafaat Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Amin…Wallahu A’lam.

    Mas, sadar maupun tidak, uraian anda ini kontradiktif. Pertama-tama, anda harus mendefinisikan dahulu siapakah umat Rasul saw itu, apakah mereka setiap orang ataukah terbatas? Rasul saw seperti yang Al-Qur’an katakan adalah rahmatan lil’alamin dan kaffatan linnas.

    Oleh karena itu, sejak ayat ini dinyatakan dan bi’tsah kenabian, berarti semua umat manusia sejak dulu, saat edatangannya, dan sesudahnya adalah umatnya Rasul, karena inilah inti dari apa yang pernah disebutkan sejak di dalam Taurat, Zabur dan Injil sebagaimana yang Al-Qur’an katakan.

    Intinya, tak ada satupun yang bukan umat Rasulullah saw, karena meskipun pada masa lalu mereka tidak bertemu dengan Nabi saw, tapi mereka tetap diminta oleh para anbiyya sebelumnya untuk mengimani Beliau saw, meskipun belum bisa melihatnya secara fisik. Lalu pada saat beliau datang pun demikian. Begitu pula pada masa sesudahnya alias sejak Belau saw wafat hingga masa kita ini dan hari kiamat nanti. Artinya, semua umat manusia adalah umatnya Rasulullah saw. Hal ini seperti yang beliau katakan sendiri pada suatu hadis bahwa “kullu ummati yadkhulunal jannah, illa man aba…”. Artinya, seluruh umatku masuk surga, kecuali yang tidak mau.” Artinya, masuknya orang-orang itu ke dalam selain surga (atau neraka), jelas bukan karena mereka adalah bukan umatnya Rasul saw, tapi karena mereka enggan masuk ke dalam surga bersama beliau pada akhirnya, meskipun pada saat yang sama, mereka mengaku sebagai umat beliau, sebagaimana bekas sujud, wudhu dan sejumlah tanda ainnya seperti yang ingin anda uraikan.

    Nah, mendefinisikan makna sahabat pun harus dikaitkan dengan hal ini, mengingat makna ini lebih khusus dari istilah umat seperti yang ingin anda katakan itu. Jika hadis ini seperti yang ingin anda katakan lebih terkait dalam konteks keumumannya, yakni sahabat dalam makna umat, maka hadis inipun niscaya terkait dengan konteks kekhususannya pula. Sedangkan bila ingin dikaitkan diluar itu, maka jelas mustahil karena pada dasarnya semua manusia sejak Adam sampai kiamat nanti adalah umat beliau. Apalagi Beliau saw sendiri menggunakan kata “sahabat” yang secara jelas terkait dengan orang-orang yang hidup semasa dengan beliau sendiri.

    Adapun pernyataan anda yang mengatakan:

    Dari definisi di atas jelas sekali bahwa orang-orang yang murtad sepeninggal Nabi SAW, orang-orang munafik, Khawarij (yang diperangi Imam Ali), Syiah Saba’iyah (yang sebagian mereka dibakar oleh Imam Ali karena mengkultuskan beliau) adalah bukan sahabat Nabi SAW secara syar’i yang adil, kalau sahabat secara lughah memang iya, karena memang diantara mereka ada yang hidup di sekitar Nabi SAW saat itu. Dan merekalah yang justru membuat fitnah yang besar sepeninggal Rasulullah sehingga terjadi tragedy pertumpahan darah diantara kaum muslimin saat itu. hingga sakitnya terasa sampai saat ini dan merekalah yang lebih pantas terkena hadits2 tersebut.

    Pernyataan anda ini justru menguatkan argumen bahwa para sahabat secara umum (seperti yang Asqalani katakan) masuk ke dalam kategori ini. Pembatasannya kepada makna Khawarij dan golongan Syiah (misalnya) seperti yang ingin anda sampaikan (yakni, anda membebaskan kelompok anda dan panutan-panutan bagi kelompok anda sendiri) adalah hal lumrah, karena sejujurnya tak ada yang mau masuk ke dalam kategori seperti yang Nabi saw kabarkan itu.

    Namun selain kelompok-kelompok yang anda tuding sudah berlabel historis ini, maka andapun, tak bisa tidak harus menambahkan satu label umum lainnya, yaitu kelompok munafik yang bukan pelebelan historis. Kelompok ini tidak punya label historis seperti peristilahan untuk kelompok khawarij atau syiah seperti yang ingin anda tudingkan itu (misalnya), sehingga bukan mustahil, ia pun bisa juga merujuk kepada kelompok anda sendiri, meski label historisnya tidak ingin anda sebutkan.


    Dari Abu Wa’il, ia berkata, “Abdullah berkata: ‘Nabi saw bersabda: “Aku akan mendahuluimu sampai telaga Haudh, dan akan dihadapkan kepadaku banyak orang-orang dari kalian. Lalu, tatkala aku hendak member minum mereka, mereka terpelanting, maka aku bertanya: “Wahai Tuhanku, bukankah mereka itu sahabat-sahabatku?” Ia menjawab: “Kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.” (Sahih Bukhari, juz 9, hal 58, Kitabul Fitan, dan juz 8, hal 148. Ia juga meriwayatkan dari Hudzaifah. Musnad Ahmad, juz 1, hal 439 dan 455)

    Disamping itu, penyampaian hadis Bukhari yang saya kutip sebelumnya terkait dengan pemberitaan Rasul saw atas periode pengingkaran sahabat-sahabatnya (secara khusus) dan juga sebagian umatnya (secara umum) sesudah beliau wafat. Artinya, semua sahabat (siapapun mereka) sejak Rasul saw wafat niscaya masuk ke dalam pemberitaan ini secara umum seperti yang ingin anda sampaikan.

    Satu hadits lagi saya kutib di sini yang menjelaskan golongan yang terhalang dari telaga Rasulullah SAW:
    Diriwayatkan oleh Tirmidzi al-Hakim dalam kitabnya Nawadir Al-Ushul sebuah hadits dari Utsman bin Mazh’un bahwa Nabi SAW bersabda, “…Hai Utsman, janganlah kamu membenci sunnahku. Sebab, barangsiapa yang membenci sunnahku lalu ia keburu mati sebelum sempat bertobat, maka pada hari kiamat nanti malaikat akan menampar wajahnya untuk mengusirnya dari telagaku. Wallahu A’lam.

    Syukron Katsiron atas komentnya ustadz…

    Hadis ini semakin menguatkan bukti yang saya paparkan bahwa Usman, Abu Bakar, dan Umar pun bisa juga masuk ke dalam pemberitaan hadis Telaga Haudh dari Nabi saw tersebut. Artinya, keniscayaan bahwa mereka adalah pasti orang-orang yang adil dan benar setelah Rasul saw wafat adalah tidak sepenuhnya benar, kalau tidak mau disebut keliru. :)

    Pada lain kesempatan, Al-Fath : 18 ini insyaAllah akan diuraikan. Jadi, stay tune aja … ;)

  77. mas koim..
    katanya hadits ente shoih
    ane mau tanya asbabun nuzul surat nya
    berikut kutipan artikel ente ”
    Didalam riwayat Ibnu Abbas dijelaskan kejadian tsb berkenaan dg asbabun nuzul surat Al-Falaq dan An-Nas,”
    karena surat ini adalah surat MAKIYAH dan ini mutawatir….

    ane mau tanya sama ente….kisahnya aisyah dengan Nabi ini dimana sih kejadiannya dan kapan
    kutipan dari ente
    “Bani Zuraiq. Orang-orang Yahudi bersekongkol dengan Labid, salah seorang tukang sihir Yahudi yang terkenal untuk makar kepada Muhammad dengan imbalan tiga dinar.
    Dari semua riwayat tampak bahwa sihir yang dilakukan oleh Yahudi kepada Nabi ”

    kalo nabi ketemu dengan suku2 yahudi maka bisa diperkirakan kejadianya adalah di MADINAH..

    maka runtutan asbabun Nuzulnya…bgmn ?
    ayatnya di Mekah turunya kejadiannya diMadinah…
    ngak nyambung atu KOIM…hihihi

  78. Afwan, saya masih awam dalam hal beragama, jangan berdiskusi pake emosi nanti jadinya gak ada isi hehehe.

    Saya mau tanya sedikit aja, di kitab shohih Bukhori menyebutkan Umar bin khatab pernah berkata Bid’ah yang baik. Ada yang bisa jelaskan maksudnya?

    Apakah bid’ah itu? apakah ada bid’ah yang baik?

    Sukron atas yang mau jawab.

    Shalawat

  79. hai orang syiah.hati – hati kalau menafsirkan hadist.jangan menurut hawa nafsunya sendiri.belajar dulu ilmu hadist!!!!

    He he he … sabar Mas …. Hattu burhanakum inkuntum shodiqin:mrgreen:

  80. @Bob
    Terima kasih tulisannya ternyata sama dengan apa yang ada di pikiran saya..

    From: Orang yang memiliki mindset bahwa Rasulullah SAWW dan Ahlul Baytnya memiliki keagungan dan keilmuan yang lebih tinggi dari SuperHero Hollywood.

    Syukran juga mas Qaim.

  81. Faruq, di/pada Mei 12th, 2008 pada 4:50 pm Dikatakan:
    hai orang syiah.hati – hati kalau menafsirkan hadist.jangan menurut hawa nafsunya sendiri.belajar dulu ilmu hadist!!!!

    ternyata dalam diskusi ini malah org2 yg menghina org syiah yg diskusi pake okol dan urat tanpa pake dalil yah….
    hihi…hihi…..

  82. @Bob & @Oky,

    Hadits-hadits yang meriwayatkan tentang tersihirnya Nabi SAW adalah shahih, termuat dalam shahihain dan diperkuat dg hadits asbabun nuzul surah Al-Muawidzatain dari Ibnu Abbas yg dimuat oleh Imam Baihaqi dalam kitab Dalailun Nubuwah dari jalur al Kalbi, juga Imam Abu Na’im di dlm kitab Dalaail mengetengahkan hadits ini melalui jalur Abu Jakfar Ar Raazi yg Ia menerimanya dari Ar Rabi’ bin Anas kemudian dari Anas bin Malik ra. Demikian juga termuat dalam kitab2 tafsir muktabar. Tentang asbabun nuzul ini dicantumkan juga oleh Imam As Suyuthi dalam kitabnya “Lubabul Manqul fi Asbabin Nuzul”

    Kritik thd hadits tersihirnya Nabi SAW datang dari ahli kalam dan beberapa ulama mutaakhirin yang mendahulukan ra’yunya daripada hadits shahih, dan hal tsb sudah dibantah sejak dulu oleh para ulama seperti Al Qadhi bin Iyadh dalam kitabnya “Asy-Syifa” Ibnul Qoyim dalam “Tafsir Al Qoyyim” dan lain-lain.

    Bob said :
    “ane mau tanya sama ente….kisahnya aisyah dengan Nabi ini dimana sih kejadiannya dan kapan”

    Yang jawab biar ulama aja ya, karena saya bukan ulama :)
    Syaikh bin Baz rahimahullah menjawab pertanyaan seputar Hadits tentang tersihirnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:

    Ini benar adanya, terdapat dalam hadits yang shahih dan hal itu terjadi di madinah, tatkala wahyu telah turun (secara berangsur) dan telah tegak tonggak risalah (yang beliau sampaikan), telah tampak berbagai tanda kenabian Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dan kebenaran risalahnya, serta Alloh subahanahu wata’ala menolong nabi-Nya mengalahkan kaum musyrikin dan menghinakan mereka; seorang dari Yahudi yang bernama Labid bin Al-A’sham ingin mengganggu Beliau shalallahu ‘alahi wasalam. Dia pun membuat simpul sihir pada sisir, rontokan rambut, dan mayang kurma jantan, sehingga di bayangkan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasalam melakukan sesuatu terhadap keluarganya padahal ternyata tidak melakukannya. Namun tetap akalnya, perasaannya, dan pemahamannya terhadap Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam beritakan kepada manusia tidaklah terganggu. Beliau shalallahu alaihi wasalam tetap memberitakan kepada manusia kebenaran yang telah Alloh subahanahu wata’ala wahyukan kepadanya, namun beliau shalallahu ‘alaihi wasalam merasakan sesuatu yang memberikan sebagian pengaruh dalam hubungannya dengan Istrinya, sebagaimana yang di katakan Aisyah radhiallahu anha bahwa di bayangkan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasalam melakukan sesuatu bersama keluarganya di rumah dan ternyata Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam tidak melakukannya. Maka datanglah wahyu kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dari Rabb-Nya subahanahu wata’ala melalui Jibril ‘alaihi salam mengabarkan apa yang telah telah terjadi pada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam. Diutuslah (sebagian sahabat) untuk mengeluarkan (simpul sihir) dari sumur milik salah seorang Anshar tersebut dan melenyapkan (pengaruh sihir )-nya, akhirnya hilanglah pengaruh tersebut. Alloh subahanahu wata’ala menurunkan kepada Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam dua surat; almu’awwidzatain (al Falaq dan An-Nas, pen), Lalu Beliau shalallahu ‘alahi wasalam membacanya. Maka hilanglah setiap gangguan tersebut. Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Tidak ada seorang yang berita’awwudz yang menandingi keduanya”. (HR: Abu Dawud dari ‘Ugbah bin Amir dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 7949) dan seterusnya…( Fatwa Syaikh bin Baz:1/6. Bab. Al-llaj Li Man bihi Sharf aw ‘Athf aw Sihr)

    Tentang surah Al-Falaq dan An-Nas adalah termasuk dari 12 surah yang diperselisihkan para ulama apakah termasuk ayat-ayat Makiyyah atau Madaniyyah. Surat yang lainnya adalah : 1) al-Fatihah, 2) ar-Ra`ad, 3) ar-Rahman, 4) as-Shaf, 5) at-Taghabun, 6) at-Tatfif, 7) al Qadar, al-Bayinah, 9) az-Zalzalah, 10) al-Ikhlas.

    Jadi Al-Muawidzatain itu apakah termasuk ayat2 Makiyyah atau Madaniyyah masih diperselisihkan oleh para ulama bro…jadi jangan kepedean dulu kalau dua surah tersebut adalah surah makiyyah, yang jelas, yang kita bahas pada konteks ini adalah hadits riwayat Bukhari, Muslim dll tentang tersihirnya Nabi SAW itu adalah shahih dan riwayat syawahidnya yg berkaitan dengan asbabun nuzul al-muawidzatain juga sudah cukup jelas, jika ente pingin konsen ke masalah khilaf surah Al-Muawidzatain itu masuk Makiyyah atau Madaniyyah, silahkan ente perdalam sendiri lagi…ok :)

    @bob & Oky thx.. komentnya…

  83. @Faruq

    Afwan mas Faruq, kelihatannya mas Faruq paham hadist, saya mohon pengarahannya … dan sebagai catatan, saya tidak menafsirkan, hanya bertanya kok, jadi kalo gak mau jawab atau gak bisa jawab jangan marah yah….. hehehe

    Mungkin bagaimana cara mas faruq menafsirkan hadist tersebut? atau sekalian dituliskan bunyi hadistnya (“saya rasa mas faruq pasti tahu deh hadistnya, kalo gak tahu nanti baru saya kasih tahu”), soalnya saya males ngetiknya. hehehhe

    Syukron sebelumnya, ditunggu loh … hehehe

    Shalawat

  84. @Al-Qaim

    Afwan ana masih belajar, saya kutip kata2 antum :

    “Jadi Al-Muawidzatain itu apakah termasuk ayat2 Makiyyah atau Madaniyyah masih diperselisihkan oleh para ulama bro…jadi jangan kepedean dulu kalau dua surah tersebut adalah surah makiyyah, yang jelas, yang kita bahas pada konteks ini adalah hadits riwayat Bukhari, Muslim dll tentang tersihirnya Nabi SAW itu adalah shahih dan riwayat syawahidnya yg berkaitan dengan asbabun nuzul al-muawidzatain juga sudah cukup jelas, jika ente pingin konsen ke masalah khilaf surah Al-Muawidzatain itu masuk Makiyyah atau Madaniyyah, silahkan ente perdalam sendiri lagi…ok”

    Disini antum terlihat sekali fanatik buta terhadap hadist2 Bukhari & Muslim tanpa perlu penalaahan lebih jauh lagi. Perlu antum ketahui, tidak sedikit perawi-perawi Bukhari & Muslim yang cacat dan diragukan keagamaannya, seperti kaum khawarij dan nawashib.

    Dari riwayat yang ada jelas bahwa sihirnya Labid bin al A’sham berpengaruh pada fisik, jiwa dan akal beliau SAW, dan ditambah lagi jika ini dibenarkankan “riwayat Ahmad dari Wuhaib dari Hisyam; sihir itu terjadi selama enam bulan. Demikian juga riwayat Ma’mar dari Zuhri, dan riwayat ini dikukuhkan keshahihannya oleh Ibnu Hajar dalam Fath al Bari, 10/237. Dan dalam kitab Irsyad al Sari, Al Qasthallami meriwayatkan bahwa hal itu berlangsung setahun, 8/405.”

    Lalu bagaimana beliau dapat melaksanakan tugas tablig dalam menyampaikan wahyu dan memimpin umat? Terus bagaimana nasib wahyu illahi yang turun atas beliau SAW diwaktu-waktu itu? ini semua jelas menunjukkan bahwa sihir itu berpengaruh pada akal dan jiwa beliau SAW.

    Syekh Muhammad Abduh, salah seorang Ulama Ahlusunah yang dengan tegas menolak riwayat2 tersebut, mengatakan dalam tafsir beliau :
    “Tidak samar lagi bahwa pengaruh sihir terhadap beliau SAW, sehingga beliau sampai menganggap melakukan sesuatu padahal tidak, bukan tergolong dalam hal pengaruh sakit pada fisik dan tidak pula tergolong terkena luka dan hal-hal biasa, tetapi ia berpengaruh pada akal dan jiwa. Dan ini akan membenarkan tuduhan orang-orang MUSYRIK terhadap beliau SAW. “Kamu tidak mengikuti kecuali seorang yang terkena sihir (Q.S. 17:47)”. Dan yang mereka maksudkan dengan tuduhan tersebut adalah seorang yang kacau akalnya dan berkhayal bahwa sesuatu telah terjadi padahal tidak, maka ia berkhayal bahwa ia telah dituruni wahyu padahal tidak . Syekh Muhammad Abduh, Tafsir Juz Amma, hal.181-182″

    Tambahan lagi Ibnu Qayim : “Pengaruh sihir hanya pada jiwa-jiwa yang lemah. Oleh sebab itu yang sering terpengaruh adalah kaum wanita, anak-anak kecil dan orang-orang bodoh. Sebab, roh-roh jahat akan aktif beroperasi pada jiwa yang ia temukan memiliki kesiapan untuk ia berpengaruh. Ibnu Qayim, Al Hibb al Nabawi, hal.101 dan Ibnu Hajar al Asqallani Juz 21, hal.368.

    Dan masih banyak lagi

    Kesimpulan, Jadi janganlah Fanatik Buta terhadap Shahih Bukhari dan Muslim, telaah lagi karena masih banyak hadist-hadist yang nyeleneh dan keluar dari Aqidah. Pegang Al-Qur’an untuk pembanding.

    Sekarang terserah antum apakah antum setuju dengan kaum Musyrik dan menganggap Rasulullah seperti wanita, anak2 kecil atau manusia bodoh. Silahkan antum pilih. pesan ana jangan sampai Rasul kita jadi bahan hinaan Nasrani dan Zionis.

    “Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” (Q.S 20:69)

    Shalawat.

  85. ngikut kok sama ulama yg kagak pake otaknya…
    ya jadi lucu….dituntun sama org buta..

    setahu saya itu mutawatir kalo surat2 itu makiyah…kalo anda mau memertahankan pendapat nda dengan menambah Kedunguan baru sih nggak papa…seperti anda mau bilang bukan makiyah ditambah lagi..bumi itu datar nggak papa..
    biar forum ini lihat semakin anda mengeluarkan pembenaran pada sesuatu yg batil semakin org tahu kedunguan anda…

    btw: saya kutipkan Alqur’an dan pernyataan iblis sendiri (si pembuat/perantara sihir) ttg Rasululah saaw utamanya..
    QS: Hijr

    ﴿ قالَ رَبِّ بِما أَغْوَيْتَني‏ لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعينَ ﴾

    39. Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menghiasi (seluruh kenikmatan duniawi) di muka bumi (sehingga indah menawan dalam pandangan) mereka, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

    ﴿ إِلاَّ عِبادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصينَ ﴾

    40. kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”

    ﴿ قالَ هذا صِراطٌ عَلَيَّ مُسْتَقيمٌ ﴾

    41. Allah berfirman, “Ini adalah jalan lurus yang ada pada-Ku (sunah-Ku yang abadi

    jadi kalo Allah swt sudah bilang tdk mungkin
    Iblis bilang nggak sanggup..

    tapi anda masih ngotot dgn pendapat anda karena Ulama anda yg kagak pake akalnya….
    tdk apa2….
    toh islam itu hanya utk org berakal bukan org dungu..
    salam….

  86. @Jojon

    Ana juga masih belajar kok, sama dg antum…

    Ya akhi jika antum bisa membuktikan ketidakshohihan hadits tersebut secara ilmiyah ya silahkan… tidak ada istilah fanatik buta di sini karena yang meriwayatkan bukan hanya Bukhori dan Muslim tetapi juga oleh Ibnu Majah: 2535; Ahmad: 23104, 23165, 23211, Baihaqi dan Abu na’im. Justru antum harus mendahulukan perkataan Rasul yang shahih daripada siapapun di dunia ini, walaupun itu pahit atau tidak sesuai dg nafsu dan akal kita yg lemah. Justru seorang yang buta hatinya susah menerima kebenaran.

    Nah justru riwayat-riwayat yang antum tambahkan semakin memperkuat keabsahan hadits tsb …iya kan?… sekarang apakah krn matan hadits itu susah diterima oleh akal dan nafsu kita, lantas kita bisa membatalkan begitu saja hadits yang masyhur tsb?

    Antum telaah lagi hadits di atas, justru hadits tsb memberikan bukti kepada kita bahwa Nabi SAW selalu dalam penjagaan Allah dan tidak ada kesempatan buat syetan untuk merusak risalah-Nya…

    Baik begini aja coba antum rubah mind set antum dan tanamkan ini dalam2 :

    1. Nabi SAW adalah Maksum (terjaga), maka wahyu yang disampaikan oleh Allah melalui beliau adalah benar dan tidak pernah syetan atau jin bisa mengacaukannya, Allah berfirman :
    “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul-pun dan tidak pula seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syetanpun memasuk-kan godaan-godaan terhadap keinginan itu, melainkan Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syetan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayatnya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. Al-Hajji: 52
    Jadi sihir tersebut nyata2 tidak mempengaruhi wahyu yang disampaikan kepada Nabi SAW dan ayat ini pun sebagai dalil bahwa syetan pun selalu menggoda para Nabi dengan godaan yang paling berat melebihi godaannya kepada manusia biasa tetapi Allah-lah yang menjaga para Nabi tsb dan menguatkan ayat2-Nya dan tersihirnya Nabi adalah salah satu dari banyak ujian yg berat yg harus ditanggung oleh seorang Nabi. Jadi adalah persangkaan anda dan orang2 semisal anda saja jika kita menerima hadits tersebut berarti kita merendahkan Nabi SAW, justru dg menolak hadits yang nyata-nyata shahih dari beliau kita telah merendahkan beliau shalallahu alaihi wa salam.
    2. Tersihirnya Nabi SAW adalah benar adanya, Peristiwa seperti ini juga pernah dialami oleh Musa ketika berhadapan dengan tukang-tukang sihir Fir’aun, ketika itu terbayang oleh Musa lantaran sihir mereka seakan-akan tongkat mereka merayap dengan cepat, kemudian Allah memberikan keteguhan hati kepada Musa, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya
    “Kami berkata: janganlah takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul atau menang. Lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya dia akan menelan apa yang mereka perbuat, Sesungguhnya apa yang mereka perbuat adalah tipu daya tukang sihir, dan tidak akan menang tukang sihir itu”. QS. Thaha : 60
    Dan pengaruh sihir tsb hanya sebatas seperti penyakit biasa pada umumnya yang menimpa jasmani manusia dan pengaruhnya hanya pada urusan dunia yaitu dlm hal berhubungan dengan istri beliau dan kemudian beliau berhasil menghilangkan sihir tersebut atas petunjuk dan kehendak dari Allah. Jadi adalah persangkaan anda dan orang2 semisal anda saja jika menganggap bahwa pengaruh sihir tersebut mempengaruhi kredibilitas beliau sebagai penyampai risalah Allah.

    3. Tentang perkataan syaikh Muhammad Abduh dan semisalnya sudah dibantah oleh banyak ulama dari ulama terdahulu sampai yg mutaakhirin dan tentunya kita tidak boleh fanatic buta dan mendahulukan perkataan orang drpada perkataan Rasul. Apalagi menyandarkan diri terhadap persangkaan daripada dalil2 yang shahih, kalau antum bawakan perkataan Ibnul Qoyyim, bahkan beliau sendiri yang membela hadits tersebut dalam menghadapi orang yang pemikirannya semisal Muhammad Abduh yang beliau tulis dalam “Tafsir Al-Qoyyim” nya.

    4. Apakah karena hinaan orang kafir dr kalangan musyrikin, Nashrani dan Yahudi kepada Nabi SAW, kemudian kita ga pede dan terus kita batalkan keabsahan dalil-dalil yang shahih? apakah bukan berarti kita yg malah terpengaruh oleh mereka dan mengikuti mindset mereka? Padahal nyata2 apa yang mereka tuduhkan adalah batil dan tidak sesuai dengan apa yang kita pahami dan imani, Apakah setelah kita batalkan keabsahan dalil-dalil tsb sesuai nafsu kita, mereka akan berhenti utk menghina Nabi SAW? Tidak ya akhi mereka akan terus mencari celah untuk menghina Nabi SAW, Justru dg kita menolak dalil2 yg shahih kita telah termakan oleh kata2 mereka…renungkanlah…

    5. Dan memang benar firman Allah (Q.S 20:69) bahwa tukang sihir tidak akan menang dari mana saja dia datang, hal tersebut telah dibuktikan oleh Allah dalam hadits tersebut. hanya yang perlu kita pahami bersama pertolongan Allah kepada hambanya itu kadang melalui proses sesuai dengan hikmah-Nya… contoh Allah telah memenangkan Nabi SAW dari kaum musyrikin di Fathul Makkah tetapi setelah melewati proses perjuangan yang berat dan berdarah-darah, demikian juga ketika Allah memberikan pertolongan kepada Rasul-Nya (salah satu hamba-Nya yg terpilih) ketika mendapatkan serangan sihir dari musuhnya, padahal bisa saja Allah menolongnya dg tanpa proses. mudah2an antum mengerti maksud ana.

    @Jojon… matur nuwun…

    @bob
    relax… relax… ya akhi, dlm berdiskusi itu ga perlu bawa2 emosi ok :) apalagi di dunia maya kyk begini… ntar monitor komputer yg didepan ente malah kena tonjok lagi ..:)
    kalau ente mau bantah argumen saya ya silahkan… tapi ga perlu menjelek-jelekan seseorang… bener juga komen mas Jojon di atas “jangan berdiskusi pake emosi nanti jadinya ….” :)

    @bob.. hatur nuhun…

  87. @Al-Qaim

    Afwan ana sambung lagi, keliatannya semakin meriah nih hehehe :)

    Memang benar antum bilang, banyak perawi hadis yang meriwayatkan. oke saya coba kupas sedikit dari muara hadistnya.

    Hadist2 tersebut bermuara pada Aisyah, Ibnu Abbas, dan Zaid bin Arqam.

    Riwayat Aisyah berujung pada Hisyam bin Urwah dari Urwah bin Zubair, dari Hisyamlah para perawi selanjutnya menukil.

    Riwayat Ibnu Abbas dikutip oleh para ulama melalui jalur Ikrimah al Barbari dan Abu Shaleh dari Al Kalibi.

    Riwayat Zaid bin Arqam melalui jalur Abu Muawiyah dari A’masy dari yazid bin Hayyan.

    1. Zaid bin Arqam
    kita temukan ada nama Abu Muawiyah, Saibah bin Abdurrahman at Tamimi al Bashri al Muaddi.

    Al Sari, sebagaimana dalam Tahdzib at Tahdzib, berkomentar ” Ia Jujur, namun mempunyai banyak riwayat hadist mungkar yang ia nukil dari A’masy.”

    Adz Dzahari berkata, “Abu Hatim enggan menjadikan riwayatnya sebagai hujah (bukti).”(Ibnu Hajar, Tahdzib at Tahdzib,4/95; Al Razi, Al Jarh wa al Ta’dil, 4/256.

    Ya’qub bin Syaibah dan Ibnu Sa’ad berkata, “Ia sering melakukan penadlisan. dan dalam kitab Hadyu al Sari disebutkan bahwa ia kadang-kadang menadlis. ”

    Perawi lain yang jusa sangat lemah dalam jalur diatas adalah A’masy. Ia adalah seorang Murjiah yang jahat dan sering salah, demikian dijelaskan oleh Ibnu Hibban.

    Hafidz Ibnu Hajar dalam Taqrib-nya serta An asa’i dan Abu Hatim menganggapnya sebagai pelaku tadlis. Demikian juga dengan Al Hafidz al Iraqi dalam Alfiah-nya dan Al Khatib al’Ala’i menganggapnya sebagai pelaku tadlis.

    2. Ibnu Abbas
    dikutip dari jalur Ikrimah dan Jalur Al Kalbi dari Abu Shaleh. Kedua jalur ini banyak dikritik dan dianggap lemah oleh para ulama.
    Jalur Al Kalbi dari Abu Shaleh adalah jalur yang paling lemah dan rapuh dari sekian banyak jalur yang menjadi perantara riwayat-riwayat Ibnu Abbas.

    Al Suyuthi berkomentar ” Jalur Ibnu Abbas yang paling lemah adalah Al Kalbi dari Abu Shaleh” (Al Suyuthi, Al Itqan)

    Ibnu Hajar al Asqallani berkata ” Ikrimah adalah Abu Abdillah, budak Ibnu Abbas. Bukhari dan penulis kitab-kitab sunan (hadis) berhujah dengan riwayatnya, sementara Muslim tidak mau mengambil riwayatnya, kecuali satu hadis dalam bab Haji yang didukung oleh hadis Said bin Jubair.”

    Alasan Muslim menolak riwayatnya didasari oleh komentar Imam Malik tentang Ikrimah. Dan kecaman para ulama atas ikrimah ada 3 alasan : Pembohong Besar, Seorang Khawarij, Menerima Hadiah dari penguasa Zalim.

    Ibnu Umar pernah menegru Nafi’,”Janganlah berbohong atas namaku sebagaimana Ikrimah berbohong atas nama Ibnu Abbas!” Said bin Musayyib juga pernah menegur budaknya dengan perkataan yang sama. Dan Ikrimah pernah diikat oleh Imam Ali bin Abi Thalib kw, putra Ibnu Abbas, karena berbohong atas nama ayahnya.

    Duh masih banyak lagi nih yang menegaskan sangat lemahnya jalur ini. saya langsung longkap aja yah ke jalur aisyah kalo saya tulis semua tentang lemahnya bisa abis nih blog, oh iya sebagai catatan ini Jalur Ahlussunah semua yang ana pake, jadi bisa sama2 diterima, oke? :).

    3. Riwayat Aisyah
    dari riwayat ini dinukil oleh para perawi-perawi dan ulama secara luas melalui jalur Tunggal, yaitu jalur Hisyam bin Urwah dari Urwah bin Zubair.

    Oleh karena itu, tidak sulit untuk meneliti dan mengecek kesahihan riwayat-riwayat yang dinisbatkan kepada Aisyah dalam masalah ini. Sebab, kita hanya perlu memeriksa kepribadian Urwah dan putranya, apakah ia seorang yang memenuhi syarat-syarat sebagai seorang perawi yang dapat dipercaya dan dapat diterima hadisnya atau tidak.

    Hisyam bin Urwah seorang pembohong. (Udah siap dengernya :) jangan lupa buka mata dan buka mata hati yah…)

    Hisyam bin Urwah yang menjadi sumber utama riwayat urwah, adalah seorang yang sering melakukan penadlisan riwayat. Ibnu Hajar dalam Tahdzib at Tahdzib 6/36 dan Hadyu al Sari 471 menyebutkan, “Hisyam adalah seorang yang sering menisbatkan riwayat-riwayat yang ia bawa kepada ayahnya, padahal riwayat-riwayat tersebut ia dengar dari orang lain, nukan ayahnya.”

    Al Khatib al Baghdadi dalam Tarikh Baghdad-nya dan Adz Dzahabi dalam Al Kasyif-nya, bahwa Imam Malik berkata, “Hisyam bin Urwah adalah seorang pembohong besar.”

    Urwah seorang Nawashib atau Nashibi atau kaum yang membenci keluarga SAWW.
    Ibnu Hajar dalam Hadyu al Sari yang menjadi mukadimah Fath al Bari menyebutkan “bahwa salah satu kriteria perawi yang cacat adalah menyangkut sifat dan perilaku serta menyangkut akidah dan keyakinan.” Nawashib adalah salah satu faktor pengugur keadilan seseorang perawi. Riwayatn-riwayatnya harus ditinggalkan karena sikarp mereka bertentangan dengan Al Qur’an dan sabda Nabi SAWW, yang telah dengan tegas mewajibkan kecintaan kepada keluarga suci (ahlulbait) Nabi SAWW. dan para ulama pun telah sepakat.

    Ibnu Abi al Hadid mengatakan “Ia (Urwah) tidak mampu menyembunyikan kedengkian dan kebenciannya kepada Imam Ali, sehingga ia dengan terang-terangan mencela dan melecehkan Imam Ali di masjid dan di depan banyak orang.” Ia juga orang yang tidak segan-segan memalsu hadis demi mendukung pahamnya. Ia adalah salah seorang anggota lembaga pemalsu hadis bentukan Muawiyah dimasa kekuasaannya. lembaga tersebut beranggotakan beberapa orang sahabat dan tabi’in.

    dan masih banyak lagi. Afwan ana capek ngetik.
    Sekarang terserah antum masih percaya atau tidak, semua dikembalikan kepada Allah SWT. Dan saran ana coba kaji lagi dan cek sanadnya, jangan2 kaya gini banyak jalur yang cacat. hehehe

    Kata mutiara dikit yah :
    “Kita tahu dan yakin Air mengalir dari Mata Air Hingga Kelaut, Tapi apa kita Tahu dari mana Air yang mengalir sampai rumah kita berasal dan masih murnikah air yang kita dapat ? Oleh karena itu lebih baik kita langsung ambil dari sumbernya biar lebih afdal dan lebih yakin, apalagi sudah terjamin kebersihan dan kesuciannya.” (hehehe antum tahu kan maksud ana ???)

    Shalawat

    @Bob
    Ikut Shalawat Yah ….. :)

  88. @Al-Qaim

    Afwan ana mau tanya dikit, antum bukan pengikut orang2 yang berbisik2 yang ada didalam ayat ini kan yah hehehe ;), Insya Allah gak yah

    Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” (QS:Al Israa’ :47)

    Oh iya, untuk meneliti hadis shahih tidaknya, dengan mudah dan cepat, cukup gunakan Al-Qur’an, kalau bertolak belakang maka tertolak hadis itu.

    Syukron Qaim

  89. Al-Qaim (Mei 15th, 2008 pada 8:58 pm)Berkata :
    Tentang perkataan syaikh Muhammad Abduh dan semisalnya sudah dibantah oleh banyak ulama dari ulama terdahulu sampai yg mutaakhirin dan tentunya kita tidak boleh fanatic buta dan mendahulukan perkataan orang drpada perkataan Rasul. Apalagi menyandarkan diri terhadap persangkaan daripada dalil2 yang shahih, kalau antum bawakan perkataan Ibnul Qoyyim, bahkan beliau sendiri yang membela hadits tersebut dalam menghadapi orang yang pemikirannya semisal Muhammad Abduh yang beliau tulis dalam “Tafsir Al-Qoyyim” nya.

    Jojon (Mei 14th, 2008 pada 9:24 am) berkata :
    Tambahan lagi Ibnu Qayim : “Pengaruh sihir hanya pada jiwa-jiwa yang lemah. Oleh sebab itu yang sering terpengaruh adalah kaum wanita, anak-anak kecil dan orang-orang bodoh. Sebab, roh-roh jahat akan aktif beroperasi pada jiwa yang ia temukan memiliki kesiapan untuk ia berpengaruh. Ibnu Qayim, Al Hibb al Nabawi, hal.101 dan Ibnu Hajar al Asqallani Juz 21, hal.368.

    Catatan/ Kesimpulan :
    Apakah secara tidak langsung Ibnu Qayim didalam hadis-hadisnya menyamakan Rasulullah dengan kaum wanita, anak-anak kecil dan orang bodoh???? karena dilain sisi dia menshahihkan hadis Rasulullah terkena sihir!!
    PENGHINAAN MACAM APA INI …ASTAGHFIRULLAH AL ADZIM???
    Terhadap Rasulullah SAWW, yang dilakukan oleh orang yang mengaku mencintainya.

  90. panjang lebar keterangan si qoim, gak bobot… ah…
    singkong di ragiin…. tuapeee dueeehhh…

    kan udah dibilangin kalo wahabi tea mah gak bisa dibilangin… udah doktrin dari sono nyeee….

    gw gak bela sapa2, begeto liat argumen na qoim… mbulet ah… jadi ketauan wahabi na…

    salam ajah… keyakinan adalah individu… terserah ajah… mau ikut sapa… lah wong Allah SWT ajah gak maksa… emang sih… gemez ngeliat orang yg gak pake akal…

  91. @Jojon, teeway

    Terima kasih atas komentnya, tetapi syubhat yang antum tampilkan panjang lebar tersebut di atas kalau boleh dibilang (maaf) sudah basi… terindikasi, antum mengutip dari bukunya Ustadz Ali Umar Al-Habsy yang berjudul “benarkah Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah Tersihir ?… bener kan?.. :)

    Untuk menanggapi komen antum, cukup di sini saya menghimbau antum dan para pemerhati blog ini untuk membaca buku Al-Ustadz Askari bin Jamal Al- Bugisy yang berjudul “Meluruskan Pemahaman Tentang Hadits Sihir, Studi Kritis Buku : benarkah Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah Tersihir ?” penerbit Qoulan Sadida, 2006 yang merupakan bantahan ilmiyah terhadap buku Ali Umar Al-Habsy tersebut. Di dalam buku tersebut terdapat pembahasan secara rinci menurut ilmu riwayat maupun dirayah hadits.

    Kalau saya mengutip bantahannya satu per satu, saya khawatir habis2 in jatah saya di blog ini (merasa ga enak sama ustadz MM) :( trus capek ngetiknya… trus ini sebenarnya bukan kapasitas saya…trus khawatir al akh teeway tambah gemez sama ane :) jadi lebih baik silahkan baca langsung bukunya.

    Tetapi berikut saya kutip saja daftar isi buku tsb berikut halamannya untuk memberikan gambaran dan guidance kepada antum bahwa Syubhat2 antum semua di atas sudah terbantahkan dengan tuntas di buku tsb… jadi buruan segera dapatkan! Sebelum stock habis!. He he mumpung ada kesempatan sekalian promosi buku di sini … :)

    Daftar Isi
    Mukaddimah (5)
    Daftar Isi (17)
    Hadis-hadis tentang Kisah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah terkena sihir dari jalur Ahlus Sunnah (23)

    Telaah sanad hadis sihir (57)
    * Hadits Aisyah Radiyallahu ‘anha (58)
    * Kedudukan riwayat Hisyam bin Urwah Radiyallahu ‘anhuma (66)
    * Kedudukan riwayat Urwah bin Zubair Radiyallahu ‘anhuma (71)
    * Benarkah Urwah Radiyallahu ‘anhu seorang Nashibi ? (73)
    * Hadits Zaid bin Arqam Radiyallahu ‘anhu (74)
    * Hadis Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhuma (77)
    * Hadits Umar maula Ghufrah, Umar bin Hakam, Sa’id bin Musayyab -rahimahullah- dan Urwah Radiyallahu ‘anhu, Az-Zuhri rahimahullah, Ikrimah rahimahullah.
    * Kesimpulan Telaah Sanad (80)

    Kedustaan dan khianat ilmiah model Ali Umar Al-Habsy (83)
    * Merubah biografi Abu Muawiyah (84)
    * Memanipulasi biografi Al-Amasyi (93)
    * Buruknya pemahaman Al-Habsyi dalam memahami makna hadis mungkar (96)
    * Kebingungan Al-Habsyi dalam menyikapi hadis seorang mudallis (99)
    * Menutup-nutupi biografi Muhammad bin Saib Al-Kalbi dan menjabarkan celaan terhadap Ikrimah (100)
    * Ketsiqahan dan keilmuan Ikrimah rahimahullah di mata para Ulama (106)
    * Benarkah Imam Muslim tidak berhujjah dengan hadits Ikrimah rahimahullah ? (108)
    * Tuduhan terhadap Ikrimah sebagai pendusta (110)
    * Tuduhan bid’ah Shufriah terhadap Ikrimah -rahimahullah- dan celaan Imam Malik terhadapnya (117)
    * Tuduhan bahwa Ikrimah -rahimahullah- jarang shalat (122)
    * Tuduhan Al-Habsyi terhadap Hammad bin Salamah -rahimahullah- (126)
    * Tuduhan mudallis dan mukhtalit terhadap Sufyan bin Uyainah -rahimahullah (130)
    * Tuduhan terhadap Hisyam bin Urwah -rahimahullah- sebagai pembohong (136)
    * Tuduhan terhadap Urwah bin Zubair Radiyallahu ‘anhuma sebagai seorang Nashibi (140)

    Hukum Meriwayatkan Hadits dari Ahli Bid’ah (157)
    * Hukum riwayat mubtadi’ yang mengajak kepada bid’ahnya (159)
    * Klasifikasi riwayat Syi’ah (166)
    * Peringatan Penting! (168)
    * Ilmu Al-Jarhu wat Ta’dil versi agama Syi’ah (170)
    * Syi’ah tidak memiliki qawa’id dalam ilmu hadits (170)
    * Menilik kitab-kitab kaum Syi’ah (173)
    * Menilik matan hadits dari kitab Al-Kafi (191)

    Kedudukan hadits dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (195)
    * Dusta atas nama Ibnu Shalah (197)
    * Penjelasan adanya kritikan sebagian Imam Al-Jarh wat Ta’dil terhadap sebagian hadist dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (200)
    * Menjawab hadits yang dianggap palsu (213)
    * Tuduhan terhadap Bukhari dan Muslim sebagai mudallis (219)

    Penjelasan Makna Hadits Sihir (227)

    Penjelasan Para Ulama tentang Hadist Sihir (237)
    * Ibnul Qayyim -rahimahullah- (237)
    * Abu Fadhl Al-Qadhi Iyyadh -rahimahullah- (240)
    * Abdurrahman bin Yahya Al-Mu’allimi Al-Yamani -rahimahullah- (242)
    * Al Imam Al Maziri -rahimahullah- (246)
    * Al-Muhallab -rahimahullah- (247)
    * Fatwa Lajnah Ad-Daimah (248)
    * Fatwa Syaikh Bin Baz (250)
    * Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- (252)

    Menjawab Syubhat Para Pengingkar Hadits Ini (255)
    * Pengaruh sihir dapat mempengaruhi akal (255)
    * Membenarkan tuduhan kaum musyrikin (259)
    * Mengenal siapa Muhammad Abduh (260)
    * Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam terjaga dari syaitan (268)
    * Syaitan takut dari Umar bin Khattab -Radiyallahu ‘anhu- (277)
    * Kurma al-ajwah penangkal sihir (281)
    * Surat Al-Mu’awwidzatain turun di Makkah (287)
    * Kontradiksi dalam hadits sihir (290)
    * Kontradiksi dengan ayat kemakshuman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam (302)
    * Hadist sihir termasuk hadis ahad (316)

    Penutup (321)

    Kata Mutiara :
    Memang benar sebaiknya kita langsung ambil air yang masih murni dan suci, tetapi sayang kita sekarang bagaikan hidup di muara sungai yang keruh dan banyak penghianat yang mengaku membawa air murni dan suci tetapi nyatanya air yang beracun yang dibawanya, maka perlu hati-hati dan di suling lagi.

    Kalau sdh pada bosen dg topik ini, silahkan ganti topik lain…sock atuh… saya ma manut aja…

    @Jojon, bob, teeway, mari yuk kita bershalawat bersama untuk Rasul Shalallahu alaihi wa salam, Ahlul Baitnya, Sahabat-sahabatnya dan pengikut setianya ilaa yaumiddin…syukron…:)

  92. Assalamu Alaikum Wr. Wb.
    Ini comeback ane setelah tiga bulan. Ane biasa menggunakan AKA denjaka syiah.
    Pembahasan dalil-dalil teks agama memang selalu menarik untuk diikuti perdebatannya. Tetapi dalil teks juga terdapat masalah di dalamnya, yaitu kesulitan kita untuk menafsirkannya (hampir semua dalil teks membutuhkan penafsiran). Dalil teks juga memiliki kelemahan dari sudut pensanadan dan periwayatan. Tetapi dalil teks seperti Al-Quran dapat pula dijelaskan detailnya melalui metode filsafat. Secara garis besar terdapat tiga ilmu untuk menjelaskan berbagai fenomena mukjizat dalam Al-Quran, ilmu tersebut adalah: ilmu jasad, ilmu ruh dan ilmu kesadaran. masing-masing ilmu berasal dari integrasi 12 ilmu parsialnya. terdapat ilmu jasad parsial, ilmu ruh parsial dan ilmu kesadaran parsial. ilmu jasad mencapai puncaknya di tangan Aziyah binti Muzahim, istri Firaun, yang olehnya digunakan untuk membuat nabi Musa. ilmu jasad adalah hakikat ilmu teknik. Aziyah mampu menyatukan ke-12 ilmu jasad parsial menjadi ilmu jasad puncak. Pada saat melihat bayi nabi Musa, Aziyah melihat bahwa bayi itu memiliki kecenderungan yang sangat cocok sebagai bahan ilmu jasad puncak, jasad manusia ekspresi perasaan bahagia. Sedangkan ilmu ruh adalah hakikat dari ilmu jasad. Ilmu ruh mencapai puncaknya di tangan Maryam binti Imraan. Ruh adalah gerak gelombang dan partikel pada unsur benda dasar, dan/atau pikiran pada struktur kompleks, seperti manusia, dan malaikat. Maryam binti Imraan menggunakan ilmu ruh puncak untuk mengarahkan pikiran dan membuat putranya nabi Isa as. Saat itu beliau mendapat ilham ilmu ruh, manusia pikiran perasaan bahagia. tetapi untuk Sedangkan ilmu kesadaran puncak adalah hakikat ilmu ruh puncak. ilmu kesadaran puncak, dan hanya dikuasai oleh nabi Muhammad seorang sejak penciptaan sampai hari kiamat. ilmu kesadaran parsial dikuasai selain oleh nabi Muhammad, juga oleh para ahlul bayt beliau dan para shalihin. (shalihin adalah orang-orang yang menjadi jalur nur-Muhammad). misalnya nabi Shaleh. Fakta bahwa dengan kepemilikan ilmu kesadaran parsial kesadaran pemantauan kehendak saja nabi Shaleh dapat membuat seekor unta. ilmu kesadaran parsial ini dapat digunakan untuk membuat makhluk hidup baru. Sedangkan ilmu kesadaran puncak yang dimiliki nabi Muhammad, digunakan beliau sebanyak tiga belas kali untuk membuat manusia. Hanya saat itu beliau menerapkan ilmu kesadaran puncak; manusia berkesadaran perasaan bahagia. Manusia yang dibuat pertama adalah imam Ali dan sayyidah Fatimah. imam Ali dibuat oleh nabi Muhammad sebagaimana Aziyah membuat nabi Musa. Sedangkan sayyidah Fatimah dibuat oleh beliau sebagaimana sayyidah Maryam binti Imraan membuat nabi Isa.
    Tujuan saya menguraikan semua ini supaya semua dapat merenungkan kapasitas ilmu yang dimiliki oleh Rasulullah Muhammad dan dapat dijadikan perbandingan dalam menilai suatu fenomena yang berkenaan dengan fakta sejarah di masa lalu. Apakah suatu pemberitaan kenyataan sejarah masa lalu itu sesuai dengan sebab-akibatnya, yang realitasnya masih dapat dirasakan saat ini. Insan pemilik kesadaran pada hakikatnya berada dalam kepastian keadaan sadar kuadrat. sadar pertama adalah bahwa ia hidup. sadar kuadratiknya adalah bahwa ia mampu memberi kesadaran pada makhluk lain, merekayasa kesadaran melalui benturan kehendak, membuat makhluk hidup baru. implementasi kongkrit fenomena inderawi dari kepemilikan ilmu kesadaran lima unsur benda dasar adalah teknik resonansi. Perekayasaan puncak dan komprehensif yang kompleks dari teknik resonansi adalah kepemilikan teknik bayangan imajinasi. Dari seluruh nabi yang ada, hanya nabi Muhammad yang menguasai teknik bayangan imajinasi sempurna. Beliau mewujudkan hampir seluruh mukjizatnya dengan teknik bayangan imajinasi. kecuali ketika beliau membelah bulan. Untuk membelah bulan beliau menggunakan ilmu ruh lima unsur dasar. teknik bayangan imajinasi digunakan untuk meloloskan diri dari kepungan rumah dalam peristiwa hijrah. bersembunyi di gua. Pada waktu bersembunyi di gua. Nabi Muhammad memasukkan bayangan imajinasi sarang laba-laba ke dalam indera mata pengejar. Sarang laba-laba itu merupakan bayangan imajinasi, karena terbukti Abu bakar ketakutan berada di dalam gua. Peristiwa ini membuktikan bahwa dia tidak melihat pelindung yang membatasi mulut gua dengan pengejar. Unta Abu Jahal juga implementasi teknik bayangan imajinasi. Tetapi dimasukkan langsung oleh beliau ke dalam hati biasa atau nafsu. Karena Abu Jahal kemudian pingsan. Sedangkan para pengepung rumah beliau mengalami nasib yang sama dengan orang yang mengejar di dalam gua. Nabi Muhammad memasukkan bayangan imajinasi ke dalam lensa mata mereka. Karena orang-orang yang mengepung itu tidak menyadari, dan mereka juga tidak sempat kehilangan kesadaran. ilmu jasad dan ilmu ruh digunakan oleh para nabi Bani Israil. Tetapi kedua ilmu ini juga dapat dikuasai oleh orang jahat. Sedangkan ilmu kesadaran hanya dapat dikuasai oleh orang baik. kaum nabi Nuh, Hud dan Shaleh memiliki kedua ilmu ini. Mereka dikalahkan oleh nabi masing-masing karena selisih kepemilikan ilmu kesadarannya. Tetapi karena ilmu kesadaran ini tidak tampak dalam fenomena inderawi, maka mereka menganggap bahwa nabi mereka hanya memiliki kemampuan yang sama dengan mereka. Samiri dan Qarun juga menguasai kedua ilmu ini. Samiri menggunakannya untuk membuat sapi, sapi Samiri ini setara dengan tongkat ular nabi Musa. Samiri mendapatkan ilmu jasad dan ruh parsial ini setelah melihat nabi Musa membelah laut merah. Pada hakikatnya para kaum yang ingkar ini mencuri ilmu dari nabi mereka masing-masing. Ketika nabi mereka itu sedang memimpin alam. Demikian pula Qarun. Qarun mampu mengubah semua logam menjadi seperti logam mulia hanya dengan sentuhan tangannya saja. Qarun mencuri ilmu jasad itu setelah melihat nabi Musa mengubah tongkat menjadi ular. itulah sebabnya nabi Musa meminta suatu ikrar bagi setiap nabi Bani Israil untuk tidak mempraktekkan ilmu jasad dan ruh parsial di depan Bani Israil, walaupun mereka berusaha sekuat tenaga untuk memancingnya. ilmu jasad dan ruh parsial hanya boleh beraktivitas di dalam raga mereka sehingga tidak terpantau oleh pikiran Bani Israil. nabi Daud`mempergunakan kedua ilmu itu untuk memperkuat jasadnya, sehingga dapat membengkokkan besi. nabi Sulaiman mempergunakannya untuk memperkuat indera beliau, sehingga mengetahui pergerakan seluruh benda di alam. Saya memberanikan diri mengilustrasikan fenomena mukjizat dalam Al-Quran (semua peristiwa sejarah dalam kitab suci mengandung mukjizat, minimal pengazaban) hanya untuk memberi masukan informasi mengenai ilmu, pemahaman, dan kapasitas mental yang dimiliki oleh Rasulullah yang kita cintai bersama ini. Mungkinkah dengan berbagai kenyataan tersebut Rasulullah dapat tersihir? Buta huruf, tukang lupa dan berbagai atribut negatif yang sering diungkapkan dalam dalil teks?

    Assalamu Alaikum Wr. Wb untuk ustadz Musadiq, semoga Khair selalu. Ane minta pula doa restu untuk penulisan buku tafsir Al-Quran ana, (tafsir ana, tanpa ada kaitan dengan bahasa arab, sehingga setiap orang dapat membacanya) Insyaallah, apabila tafsir ini tersebar, maka argumen kebenaran islam dan Rasulullah tidak dapat dipatahkan lagi jika tidak ada tujuan jahil orang-orang yang memusuhi islam.

  93. @Al-Qaim
    Afwan, nanti ana beli deh bukunya buat ana baca … yang karangan siapa tadi?? oh iya ulama salafi yah hehehe ;)
    Al Ustadz Abu Karimah Askari Bin Jamal Al Bugisy.

    Tapi ada baiknya antum juga jabarin lah sedikit, masa antum cuma promosi doang,

    Tapi menurut antum gimana tuh Ibnu Qiyam yang ana bilang secara tidak langsung menghina Rasulullah dari hadist-hadistnya, coba antum buka buku yang antum bilang tadi … ada gak penjabarannya.???

    Syukron.

  94. @Al-Qaim

    Ini rangkuman yang antum pake yah, trus daftar isi yang antum kasih dari salah satu website salafi yah, bener kan? hehehe :)

    Ini salah satu rangkuman dari website itu, dan sisanya yang antum tulis diatas.

    “Hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah disihir oleh seorang munafik sekutu Yahudi yang bernama Labid bin Al-A’sham adalah shahih- tidak ada jalan untuk mengingkarinya!

    Mereka yang menolak hadits ini tidaklah melandasi alasannya dengan hujjah ilmiah namun tidak lebis sekedar akal yang telah diracuni berbagai penyimpangan, sehingga melegalisasi segala cara demi menjejalkan pemahamannya.

    Jika kita teliti lebih jauh, maka ini adalah salah satu dari sekian upaya mereka melontarkan keraguan kepada kaum muslimin tentang keabsahan sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk pada akhirnya meruntuhkan seluruh sunnah-sunnah beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Mereka pun mulai berani menjamah Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang telah disepakati keshahihannya oleh kaum muslimin, atas dasar riwayat-riwayat yang mereka anggap tidak sesuai dengan akalnya.

    Bahwa tidak ada pertentangan antara ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits shahih dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah perkara yang telah dimaklumi. Mengambil kesimpulan adanya kontradiksi antara keduanya, hanyalah membuktikan keterbatasan akal manusia di dalam memahaminya.

    Mengembalikan seluruh permasalahan syari’at kepada para ulama salaf yang mereka lebih a’lam (lebih berilmu), ahkam (lebih bijaksana) dan aslam (lebih selamat) -dari segala sisi- adalah sikap yang arif. Penjelasan mereka teliti lagi rinci, jauh dari tendensi, bersifat menyeluruh dan menyelesaikan musykilah yang ada. Alhamdulillah. ”

    Dari rangkumannya saja ana sudah salut nih, keliatannya bagus dan ana sedikitnya jadi paham karenanya. dirangkuman ini dikatakan tidak bertolak belakang dengan Al-Qur’an dan ini sekarang ana setuju sekali bahkan ada ayat Alqur’an yang menguatkan.

    Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” (QS:Al Israa’ :47)

    dan ditambah lagi dengan salah satu judul didaftar isi diatas…
    “* Syaitan takut dari Umar bin Khattab -Radiyallahu ‘anhu- (277)”
    ana baru paham begitu hebatnya dan mulianya sahabat nabi Umar bin Khatab sehingga setan saja takut sama Ibnu Umar sedangkan sama Rasulullah setan ini berani .. subhanallah benar-benar kuasa Allah SWT tiada yang menduga.

    Afwan jika ada kesalahan dari ana, selanjutnya terserah antum, nanti ana coba belajar lagi mungkin ada kebodohan ana yang ana tidak paham seperti yang ana bilang barusan.

    Oh iya dari rangkuman buku diatas ditulis

    “Mereka pun mulai berani menjamah Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang telah disepakati keshahihannya oleh kaum muslimin, atas dasar riwayat-riwayat yang mereka anggap tidak sesuai dengan akalnya.”

    Antum sudah dibuka semua belum kitabnya keduanya ini, yang dikatakan sumber hukum kedua dan ketiga setelah Al’Quran. Mungkin karena kebodohan ana kali yah kalau ana bilang ada banyak hadist yang nyeleneh dari perawi hadist yang mulia ini. seperti Malaikat pencabut nyawa ditampar nabi musa sampai matanya buta, dan Nabi Musa memperlihatkan kemaluannya didepan kaumnya, dan lain-lain

    Nanti ana koreksi diri deh mungkin ana salah, mungkin hadist2 tersebut sejalan dengan Al-Qur’an.

    Syukron

  95. Setelah saya mengikuti dialog/diskusi atau ngotot-ngototan. Saya bs mengambil kesimpulan bahwa banyak yg telah keluar dr topik semula dan sdh menjurus kesoal Syiah dan Sunny. sampai ke Hadis shahih dan tdk. Maka saya terpaksa ikut2an. Allah berfirman yg benar dan tdk diragukan kandungannya hanyalah Alqu’an. Menurut logika saya(nda tau logika yg lain) berarti selain Alqur’an bisa diragukan apakah itu Shahih Bukhari atau Shahih Muslim atau kitab siapa saja diragukan kebenaran. Berarti kita sekarang boleh mengkoreksi isinya. Jangan kita taklik kpd mereka. Mengapa apakah hanya mereka yg mampu dan kita2 sekarang tdk.Mereka bs krn petunjuk Allah. Kita juga bisa apablia Allah memberikan petubjuk. Dan memang Allah telah memberikan petunjuk pd kita utk mengkoreksi keslahan2 mrk. Saya sangat heran pd sdr Qaim yg ngotok terhadap hadis yg diragukan. Sehingga Alqur’an menjadi alat memperkuat hadis mrk.

  96. Assalamu’alaikum,

    Ana perhatikan diskusi dari atas ke bawah, dari sekian banyak komentar, ada satu yang menarik untuk dicermati dari postingan akhi Al-Qaim yaitu tentang nama-nama keturunan Imam Ali bin Abi Thalib yang ternyata memakai nama-nama sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam diantaranya Abu Bakar ra, Umar ra dan Utsman ra, kalau ini hanya kebetulan belaka kayaknya sesuatu yang tidak mungkin, bahkan ternyata nama-nama tersebut digunakan sampai ke keturunan Imam Ali yang selanjutnya dikalangan Imam-imam dan disebutkan juga oleh Al-Qaim untuk memperkuat argumentasinya ternyata diantara sahabat dan ahlul bait saling mempererat hubungan dengan melakukan pernikahan diantara mereka dan keluarga mereka sehingga sebagian Imam yang 11 ternyata adalah keturunan dari sahabat juga. dan semua yang dia sampaikan rujukannya adalah dari kitab-kitab muktabar kalangan syiah sendiri.

    Ana jadi berpikir, kalau diantara kita tidak ada tendensi apa-apa, maka sungguh hal yang sangat menentramkan jika kita berkeyakinan bahwa di zaman itu, mereka antara Ahlul Bait dan Sahabat terjalin hubungan yang sangat dekat dan jauh dari permusuhan sebagaimana yang sering digambarkan saat ini.

    Sedangkan fitnah yang terjadi di akhir pemerintahan Utsman ra dan kemudian Ali ra adalah fitnah yang memang tidak bisa dicegah oleh mereka (para sahabat dan ahlul bait), yang fitnah besar tersebut dikobarkan oleh musuh-musuh Islam dari kalangan munafiqin dalam rangka menjatuhkan kewibawaan pemerintahan Islam saat itu. Maka sebaiknya kita harus menelaah kembali referensi-referensi sejarah yang sampai ke tangan kita baik dari kalangan syiah maupun sunni, yang banyak terdapat distorsi dan terpengaruh kaum orientalis sehingga mengaburkan keadaan yang sebenarnya yang terjadi di jaman keemasan Islam tersebut. Dan ini mungkin adalah salah satu pijakan untuk menyatukan dua kelompok yang berselisih saat ini.

    Ini hanya pendapat ana, jika ada silap kata, ana mohon maaf.

    Wassalamu’alaikum.

  97. Assalamu’alaikum wr wb,
    Terus terang saya kaget dengan topik diatas yg meragukan bahwa disisi kubur nabi bukan kubur abu bakar dan umar. tp secara pribadi seh sah2 saja dan tidak perlu di salahkan karena selain bukan karena inti dari islam itu pun hanya keragu-raguan yang di di tuliskan.

    Wa’alaikumsalam wr. wb.,
    Jangan lupa …!!! plus tidak adanya bukti bahwa kedua kuburan itu adalah milik Abu Bakar dan Umar menurut sejarah Islam sendiri … Fakta sejarah yang menyakitkan memang…!! Termasuk menurut Muhammad Haikal sendiri yang masih ragu dengan proses penguburannya, sehingga dia tidak tahu mana upacara penguburan Umar yang otentik menurut sudut pandang sejarah.

    pendapat saya saat ini sama dengan pendapat dari pimpinan negri iran bahwa “jangan mencari perbedaan sesama umat islam, selagi masih ber tuhan ALLAH ber Nabi MUHAMMAD dan ber Kitab AL-QUR’AN dia adalah saudara kita” dan menurut saya pendapat inilah yang harus ditanamkan disetiap umat islam agar ada ikatan islamiah.

    Mengkaji sejarah Islam tidak mesti dianggap bertentangan dengan uhuwah Islamiyah, karena mustahil anda bisa membangun suatu ukhuwah Islamiyah sementara anda tidak memahami sejarah Islam itu sendiri.

    Mengenai umar bin khatab, beliau adalah seorang idola saya setelah saya membaca biografi beliau karangan haekal. saya mengagumi karena beliau lah salah satu orang yang sangat berjasa dalam perkembangan umat islam diseluruh dunia, beliaulah yang membuat 2 raksasa (persia&rumawi) tunduk sekaligus terhadap islam yang mengangkat derajat umat islam (arab)saat itu hingga menjadi umat yg tertinggi. Juga yang sangat mulia dari sifat beliau adalah zuhud tidak silau terhadap harta sedikitpun walaupun saat ini 2 raksasa sudah berada ditangannya. dan banyak lagi kelebihan2an beliau yang tidak mungkin saya tuliskan disini.

    Hal ini sudah saya jelaskan sebelumnya, karena sejarah atau riwayat hidup dan pribadi Umar bin Khatab yang disusun Haikal adalah sisi sejarah dan pribadi yang “baik-baiknya” saja, sehingga nyaman dibaca. Dia menyadur sejarah hidup Umar dan bukan mengkaji proses hitriografi sejarah Islam seperti yang sedang saya lakukan saat ini.

    Jadi, persepsi anda tentang sejarah kehidupan dan pribadi Umar bin Khatab yang anda tahu, hanya sebatas yang ingin ditampilkan saja. Artinya, Haikal tidak menganalisa proses arkeologis, kodefikasi dan historiografi sejarah Umar tersebut. Apa yang anda alami adalah sesuatu yang disebut historical make believe …

    Contoh lainnya, misalnya adalah sejarah pembentukan negara yang disebut Amerika Serikat. Sejarah pembentukan negara Amerika selalu ditampakkan yang bagus-bagus saja. Sisi keterlibatan freemason atas pembentukan Amerika tentu tidak bisa anda baca di buku-buku sejarah Amerika yang biasa, karena sejarah yang umum soal Amerika .. pasti menampilkan sisi sejarahnya yang bagus-bagus saja … Sisi sejarah itu tidak menyebut tentang terjadinya pembantaian (etnic cleansing) masyarakat Indian-Amerika, atau negara yang mengaku bepilar libera ini sehakikinya telah mempraktekkan perbudakan selama beberapa ratus tahun bahkan hingga saat ini, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya tuliskan semuanya disini.

    Demikian pula dengan sisi sejarah Islam. Proses pemilihan Abu Bakar di Saqifah yang disebut-sebut demokratis dan musyawarah itu, misalnya, sehingga sering dijadikan pilar politik kenegaraan dalam Muslim mayoritas misalnya, maka sehakikinya tidaklah demikian. Proses rapat darurat dan tidak resmi itu telah dilakukan tanpa kehadiran pihak keluara Nabi Muhammad saw, dan juga beberapa sahabat Nabi saw yang lain, seperti Ammar bin Yasir, Miqdad, Bilal, Abu Dzar, Salman, dan masih banyak lagi… Belum lagi gontok-gontokan Umar bin Khatab dengan Sa’ad bin Abi Waqash sehingga kepalanya benjol dan berdarah-darah. Artinya, ketimbang rapat Saqifah ini disebut sebagai musyawarah mufakat, maka sehakikinya ia layak disebut musyawarah berdarah …. Tapi breaking news nya saat ini ke umat Muslim adalah bahwa proses rapat di Saqifah itu berjalan damai, lancar, luber dan sebagainya. Inilah yang saya sebut sebagai Historical Make Belief …

    bagi saya pribadi, walaupun bukan jasad umar yang berada disisi nabi Muhammad itu tidak akan mengurangi rasa cinta saya terhadap beliau karena saya tidak menilai umar dari tempat kubur nya melainkan dari jasa2 nya terhadap islam.

    Heeem … ini menarik, tapi anda harus ingat juga bahwa seluruh catatan pribadi Umar yang anda terima dan kagumi itu bersumber dari catatan sejarah Islam yang proses pencatatannya punya tendensi tertentu sepanjang perjalanan sejarah Islam itu sendiri. Jika, persoalan kuburannya saja sudah cukup ruwet … jangan kaget bila membaca sisi sejarah Umar bin Khatab yang berbeda dari apa yang selama ini pernah anda kagumi. Sebagai contoh adalah upaya Umar yang ingin membakar rumah Sayyidah Fathimah as sesaat setelah peristiwa Saqifah terjadi. Ini bukan kata saya, tapi ia adalah bagian dari catatan sejarah Islam seputar pribadi Umar bin Khatab paska wafat Nabi saw.

    Namun, jelas tergambar bahwa anda tidak pernah dicekoki sisi sejarah dan pribadi Umar yang satu ini karena sejarah yang anda terima dan anda baca sejak kecil, hanyalah sisi dogmatisasi ideologi Islam yang sudah dibakukan sejak lama. Terutama setelah mazhab di kelompok Muslim mayoritas dibatasi hanya sebatas empat mazhab “kanonik” saja. Meskipun sebenarnya lebih dari itu, baik pada tataran mazhab teologi, fiqih dan akhlak berikut sub-sub nya masing-masing …

    So, sejarah ataupun pribadi Umar, Usman dan/atau Abu Bakar di dalam catatan sejarah Islam itu sendiri, sebenarnya tidaklah sehitam putih yang anda yakini selama ini …

    Jika tidak karena umar mengumpulkan Al-quran akan kah bertahan Al-quran hingga saat ini?

    Umar mengumpulkan Al-Qur’an?! Itu menurut sejarah Heikal lagi …?! :lol: Terus kerjaan Nabi Muhammad saw selama 23 tahun lebih itu ngapain, kalau menyampaikan Al-Qur’an secara tertulis ke dalam satu catatan kitab saja Beliau saw sendiri tidak melakukannya?! :lol: Padahal, adakah yang lebih peduli kepada nasib umat Muslim selain Rasul saw sendiri?!

    Di samping itu, bukankah berulang kali firman Allah Swt Sendiri menyatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah sebuah Kitab? Dan bukankah menurut sejarah Islam disebutkan bahwa Nabi saw memiliki katib alias penulis Al-Qur’an sesaat setelah ia diturunkan. Menurut hemat saya, apa yang anda baca tentang upaya Umar mengumpulkan Al-Qur’an itu adalah bagian dari historical make belief yang berupaya membesar-besarkan peran dan posisinya di dalam sejarah Islam.

    ini karena tanpa Al-quran umat islam bukan lah apa2, sama seperti umat nabi2 terdahulu yang terombang-ambing karena tidak terdapatnya kepastian agama.

    Tepat Mas, jika anda saja bisa berpikir seperti ini … trus Allah Swt dan Nabi Muhammad saw sendiri tidak?! Sehingga harus menunggu Umar bin Khatab yang memikirkannya … Coba renungkan lagi deh sejarah yang anda baca Mas … ;)

    mungkin banyak diantara kawan2 yang percaya akan datangnya imam mahdi dan nabi isa As. tapi bagi saya itu tidak penting menunggu hal yang tidak pasti sedangkan yang pasti adalah kita akan mati sebentar lagi hanya Al-quran lah yang bisa menyelamat kan kita dari siksa api neraka dan mendapatkan balasan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.

    Kedatangan Imam Mahdi as dan Nabi Isa as adalah bagian dari pemberitaan yang ada di dalam Al-Qur’an dan juga hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Kalau anda mengaku beriman dan berpegang kepada Al-Qur’an, maka anda harus punya standar untuk itu … tapi anda harus ingat bahwa anda bukanlah pembuat keputusan atas standar-standa tersebut … Ajaran Islam bukanlah sesuatu yang inheren pada diri anda. Anda menjadi Muslim semata-mata karena orang tua anda kebetulan adalah Muslim.

    Deklarasi anda sebagai Muslim adalah Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Artinya, anda tidak diminta untuk mendeklarasikan Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Al-Qur’an adalah satu-satunya panduanku. Untuk mendeklarasikan bahwa Allah adalah Tuhan anda, dan Muhammad saw adalah Rasul dan panutan anda, maka anda tidak bisa dengan serta-merta merujuk kepada Al-Qur’an saja, karena Al-Qur’an bukan milik anda atau milik kaum Muslim, tapi ia milik umat manusia seluruhnya, terlepas apapun agama dan ras mereka.

    Untuk itu, kalau anda mau mengimani sesuatu, maka anda harus mengetahui apa yang anda imani itu. Bila anda ingin terpandu dengan kitab Al-Qur’an, maka anda harus memiliki pemandu dan inilah sebabnya mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan secara instan alias geduuubraaag dari langit ke tujuh kepermukaan bumi ini … Tapi melalui seorang Rasul saw yang menjadi pemandu, suri tauladan, dan proses waktu selama 23 tahun lebih, sebagaimana saat anda lahir, anda memiliki orang tua yang mengumandangkan azan ke telinga anda dan mengajarkan anda salat, puasa, ngaji, berbuat kebaikan dan lain sebagainya.

    Pertama-tama … akui saja bahwa anda pertama kali mengenal Islam dan/atau kitab Al-Qur’an itu dari orang tua, guru, atau teman anda alias bukan secara hudhuri ke dalam pikiran anda bukan?! :lol:

    Nah, kalau sudah bicara tema-tema yang lebih mendalam seperti kedatangan Nabi Isa as dan Imam Mahdi as, misalnya, maka ukuran kebenaran itu bukanlah pikiran anda pribadi alias persepsi anda terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang sebenarnya baru diperkenalkan kepada anda setelah sebelumnya anda tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai persoalan tersebut.

    Jadi, semua ada proses pembelajaran dan tahap-tahap pemahaman. Artinya, untuk bisa belajar dan paham itu, pertama-tama, anda harus tahu diri alias mampu mengukur pengetahuan anda. Maksudnya, sejauh manakah pengetahuan saya tentang Islam itu sebenarnya.

    Contoh sederhana, sebagai Muslim anda tentu melaksanakan solat. Kalau pegangan anda semata-mata hanya Al-Qur’an saja, lantas dibagian mana di dalam Al-Qur’an itu yang mengajarkan tentang rukun-rukun solat, bahwa solat itu diawali takbiatul ihram dan diakhiri salam. Bahwa solat Subuh itu dan rakaat, Zuhur empat dan seterusnya. Bisakah anda menjadi Muslim hanya dengan berbekal Al-Qur’an saja? Sementara Nabi Muhammad saw sendiri memerintahkan anda untuk berpegang kepada dua pusaka Beliau, yaitu Al-Qur’an dan Itrah keturunannya (HR. Sahih Muslim)

    wassalam wr wb.

  98. Assalamu’alaikum wr wb,
    Terus terang saya kaget dengan topik diatas yg meragukan bahwa disisi kubur nabi bukan kubur abu bakar dan umar. tp secara pribadi seh sah2 saja dan tidak perlu di salahkan karena selain bukan karena inti dari islam itu pun hanya keragu-raguan yang di di tuliskan.

    Wa’alaikumsalam wr. wb.,
    Jangan lupa …!!! plus tidak adanya bukti bahwa kedua kuburan itu adalah milik Abu Bakar dan Umar menurut sejarah Islam sendiri … Fakta sejarah yang menyakitkan memang…!!

    pendapat saya saat ini sama dengan pendapat dari pimpinan negri iran bahwa “jangan mencari perbedaan sesama umat islam, selagi masih ber tuhan ALLAH ber Nabi MUHAMMAD dan ber Kitab AL-QUR’AN dia adalah saudara kita” dan menurut saya pendapat inilah yang harus ditanamkan disetiap umat islam agar ada ikatan islamiah.

    Mungkin anda bisa menjelaskan lebih jauh atas rujukan yang anda kutip itu…! Paling tidak untuk bahan pertanggungan jawab penukilan ucapan dari pemimpin sebuah bangsa di Iran, meskipun secara esensial saya tidak menemukan kaitan apapun dengan pembahasan saya saat ini. Sebab …. apa hubungannya pemimpin di Iran dengan kajian historis-arkeologis yang saya ingin paparkan ini?! Relasi argumen yang anda ingin bangun menurut saya belum tepat sasaran …

    bagi saya pribadi, walaupun bukan jasad umar yang berada disisi nabi Muhammad itu tidak akan mengurangi rasa cinta saya terhadap beliau karena saya tidak menilai umar dari tempat kubur nya melainkan dari jasa2 nya terhadap islam. Jika tidak karena umar mengumpulkan Al-quran akan kah bertahan Al-quran hingga saat ini? ini karena tanpa Al-quran umat islam bukan lah apa2, sama seperti umat nabi2 terdahulu yang terombang-ambing karena tidak terdapatnya kepastian agama.

    Heeem … ini menarik, tapi anda harus ingat juga bahwa seluruh catatan pribadi Umar yang anda terima dan kagumi itu bersumber dari catatan sejarah Islam yang proses pencatatannya punya tendensi tertentu sepanjang perjalanan sejarah Islam itu sendiri. Jika, persoalan kuburannya saja sudah cukup ruwet … jangan kaget bila membaca sisi sejarah Umar bin Khatab yang berbeda dari apa yang selama ini pernah anda kagumi. Sebagai contoh adalah upaya Umar yang ingin membakar rumah Sayyidah Fathimah as sesaat setelah peristiwa Saqifah terjadi. Ini bukan kata saya, tapi ia adalah bagian dari catatan sejarah Islam seputar pribadi Umar bin Khatab paska wafat Nabi saw.

    Namun, jelas tergambar bahwa anda tidak pernah dicekoki sisi sejarah dan pribadi Umar yang satu ini karena sejarah yang anda terima dan anda baca sejak kecil, hanyalah sisi dogmatisasi ideologi Islam yang sudah dibakukan sejak lama. Terutama setelah mazhab di kelompok Muslim mayoritas dibatasi hanya sebatas empat mazhab “kanonik” saja. Meskipun sebenarnya lebih dari itu, baik pada tataran mazhab teologi, fiqih dan akhlak berikut sub-sub nya masing-masing …

    So, sejarah ataupun pribadi Umar, Usman dan/atau Abu Bakar di dalam catatan sejarah Islam itu sendiri, sebenarnya tidaklah sehitam putih yang anda yakini selama ini …

    mungkin banyak diantara kawan2 yang percaya akan datangnya imam mahdi dan nabi isa As.
    tapi bagi saya itu tidak penting menunggu hal yang tidak pasti sedangkan yang pasti adalah kita akan mati sebentar lagi hanya Al-quran lah yang bisa menyelamat kan kita dari siksa api neraka dan mendapatkan balasan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.

    Kedatangan Imam Mahdi as dan Nabi Isa as adalah bagian dari pemberitaan yang ada di dalam Al-Qur’an dan juga hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Kalau anda mengaku beriman dan berpegang kepada Al-Qur’an, maka anda harus punya standar untuk itu … tapi anda harus ingat bahwa anda bukanlah pembuat keputusan atas standar-standa tersebut … Ajaran Islam bukanlah sesuatu yang inheren pada diri anda. Anda menjadi Muslim semata-mata karena orang tua anda kebetulan adalah Muslim.

    Deklarasi anda sebagai Muslim adalah Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Artinya, anda tidak diminta untuk mendeklarasikan Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Al-Qur’an adalah satu-satunya panduanku. Untuk mendeklarasikan bahwa Allah adalah Tuhan anda, dan Muhammad saw adalah Rasul dan panutan anda, maka anda tidak bisa dengan serta-merta merujuk kepada Al-Qur’an saja, karena Al-Qur’an bukan milik anda atau milik kaum Muslim, tapi ia milik umat manusia seluruhnya, terlepas apapun agama dan ras mereka.

    Untuk itu, kalau anda mau mengimani sesuatu, maka anda harus mengetahui apa yang anda imani itu. Bila anda ingin terpandu dengan kitab Al-Qur’an, maka anda harus memiliki pemandu dan inilah sebabnya mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan secara instan alias geduuubraaag dari langit ke tujuh kepermukaan bumi ini … Tapi melalui seorang Rasul saw yang menjadi pemandu, suri tauladan, dan proses waktu selama 23 tahun lebih, sebagaimana saat anda lahir, anda memiliki orang tua yang mengumandangkan azan ke telinga anda dan mengajarkan anda salat, puasa, ngaji, berbuat kebaikan dan lain sebagainya.

    Pertama-tama … akui saja bahwa anda pertama kali mengenal Islam dan/atau kitab Al-Qur’an itu dari orang tua, guru, atau teman anda alias bukan secara hudhuri ke dalam pikiran anda bukan?! :lol:

    Nah, kalau sudah bicara tema-tema yang lebih mendalam seperti kedatangan Nabi Isa as dan Imam Mahdi as, misalnya, maka ukuran kebenaran itu bukanlah pikiran anda pribadi alias persepsi anda terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang sebenarnya baru diperkenalkan kepada anda setelah sebelumnya anda tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai persoalan tersebut.

    Jadi, semua ada proses pembelajaran dan tahap-tahap pemahaman. Artinya, untuk bisa belajar dan paham itu, pertama-tama, anda harus tahu diri alias mampu mengukur pengetahuan anda. Maksudnya, sejauh manakah pengetahuan saya tentang Islam itu sebenarnya.

    Contoh sederhana, sebagai Muslim anda tentu melaksanakan solat. Kalau pegangan anda semata-mata hanya Al-Qur’an saja, lantas dibagian mana di dalam Al-Qur’an itu yang mengajarkan tentang rukun-rukun solat, bahwa solat itu diawali takbiatul ihram dan diakhiri salam. Bahwa solat Subuh itu dan rakaat, Zuhur empat dan seterusnya. Bisakah anda menjadi Muslim hanya dengan berbekal Al-Qur’an saja? Sementara Nabi Muhammad saw sendiri memerintahkan anda untuk berpegang kepada dua pusaka Beliau, yaitu Al-Qur’an dan Itrah keturunannya (HR. Sahih Muslim)

    wassalam wr wb.

  99. Assalamu’alaikum wr wb,
    Terus terang saya kaget dengan topik diatas yg meragukan bahwa disisi kubur nabi bukan kubur abu bakar dan umar. tp secara pribadi seh sah2 saja dan tidak perlu di salahkan karena selain bukan karena inti dari islam itu pun hanya keragu-raguan yang di di tuliskan.

    Wa’alaikumsalam wr. wb.,
    Jangan lupa …!!! plus tidak adanya bukti bahwa kedua kuburan itu adalah milik Abu Bakar dan Umar menurut sejarah Islam sendiri … he he he … Fakta sejarah yang menyakitkan memang…!!

    bagi saya pribadi, walaupun bukan jasad umar yang berada disisi nabi Muhammad itu tidak akan mengurangi rasa cinta saya terhadap beliau karena saya tidak menilai umar dari tempat kubur nya melainkan dari jasa2 nya terhadap islam. Jika tidak karena umar mengumpulkan Al-quran akan kah bertahan Al-quran hingga saat ini? ini karena tanpa Al-quran umat islam bukan lah apa2, sama seperti umat nabi2 terdahulu yang terombang-ambing karena tidak terdapatnya kepastian agama.

    Heeem … ini menarik, tapi anda harus ingat juga bahwa seluruh catatan pribadi Umar yang anda terima dan kagumi itu bersumber dari catatan sejarah Islam yang proses pencatatannya punya tendensi tertentu sepanjang perjalanan sejarah Islam itu sendiri. Jika, persoalan kuburannya saja sudah cukup ruwet … jangan kaget bila membaca sisi sejarah Umar bin Khatab yang berbeda dari apa yang selama ini pernah anda kagumi. Sebagai contoh adalah upaya Umar yang ingin membakar rumah Sayyidah Fathimah as sesaat setelah peristiwa Saqifah terjadi. Ini bukan kata saya, tapi ia adalah bagian dari catatan sejarah Islam seputar pribadi Umar bin Khatab paska wafat Nabi saw.

    Namun, jelas tergambar bahwa anda tidak pernah dicekoki sisi sejarah dan pribadi Umar yang satu ini karena sejarah yang anda terima dan anda baca sejak kecil, hanyalah sisi dogmatisasi ideologi Islam yang sudah dibakukan sejak lama. Terutama setelah mazhab di kelompok Muslim mayoritas dibatasi hanya sebatas empat mazhab “kanonik” saja. Meskipun sebenarnya lebih dari itu, baik pada tataran mazhab teologi, fiqih dan akhlak berikut sub-sub nya masing-masing …

    So, sejarah ataupun pribadi Umar, Usman dan/atau Abu Bakar di dalam catatan sejarah Islam itu sendiri, sebenarnya tidaklah sehitam putih yang anda yakini selama ini …

    wassalam wr wb.

  100. beberapa hari yang lalu saya sempat berdiskusi tentang su-syi… walau hanya sekejap, yg saya tangkap dari diskusi tersebut, jalinan persaudaraan su-syi, memang dimanfa’atkan oleh elit politik dimana kekuasaan yang berwenang saat itu tidak ingin adanya persatuan umat.. yang akhirnya membuat dampak yang sangat buruk sampai sa’at ini, sehingga keimanan seseorang yang menjadi taruhan permainan mereka… wallahu.

  101. Assalamu’alaikum wr wb,
    Terus terang saya kaget dengan topik diatas yg meragukan bahwa disisi kubur nabi bukan kubur abu bakar dan umar. tp secara pribadi seh sah2 saja dan tidak perlu di salahkan karena selain bukan karena inti dari islam itu pun hanya keragu-raguan yang di di tuliskan.

    Wa’alaikumsalam wr. wb.,
    Heeem … ini menarik, tapi anda harus ingat juga bahwa seluruh catatan pribadi Umar yang anda terima dan kagumi itu bersumber dari catatan sejarah Islam yang proses pencatatannya punya tendensi tertentu sepanjang perjalanan sejarah Islam itu sendiri. Jika, persoalan kuburannya saja sudah cukup ruwet … jangan kaget bila membaca sisi sejarah Umar bin Khatab yang berbeda dari apa yang selama ini pernah anda kagumi. Sebagai contoh adalah upaya Umar yang ingin membakar rumah Sayyidah Fathimah as sesaat setelah peristiwa Saqifah terjadi. Ini bukan kata saya, tapi ia adalah bagian dari catatan sejarah Islam seputar pribadi Umar bin Khatab paska wafat Nabi saw.

    Namun, jelas tergambar bahwa anda tidak pernah dicekoki sisi sejarah dan pribadi Umar yang satu ini karena sejarah yang anda terima dan anda baca sejak kecil, hanyalah sisi dogmatisasi ideologi Islam yang sudah dibakukan sejak lama. Terutama setelah mazhab di kelompok Muslim mayoritas dibatasi hanya sebatas empat mazhab “kanonik” saja. Meskipun sebenarnya lebih dari itu, baik pada tataran mazhab teologi, fiqih dan akhlak berikut sub-sub nya masing-masing …

    So, sejarah ataupun pribadi Umar, Usman dan/atau Abu Bakar di dalam catatan sejarah Islam itu sendiri, sebenarnya tidaklah sehitam putih yang anda yakini selama ini …

    wassalam wr wb.

  102. kok masih suka ruwet ya…
    manusia manusia…

    mudah2an kita selalu dianugerahi cinta kasih dan barakah dari Allah dan RasulNya….

  103. BUAT masjayeng **** HUEHEHEH….PASTI ANTUM doyan MABOK… makanya waktu kuburan “DRUNKEN MASTER” mau dibongkar, NT merasa tersinggung berat…masjayeng….masjayeng…MBOK YA CARI IDOLA yang keren sedikit…seperti NARUTO gitu…

  104. @Jojon

    Assalamu’alaikum, ane mampir lagiiii…:) afwan beberapa hari ini ana ada sedikit kesibukan jadi belum sempat urun rembug lagi di blog ini, gimana antum sudah baca bukunya blom?

    Thanks buat Ustadz MM yang sudah mengekspos “diskusi” ini :)

    Baik langsung saja untuk memenuhi permintaan antum ana akan mengutip sedikit bantahan Al- Ustadz Askari terhadap syubhat yang antum lontarkan yang antum nukil dari Al-Ustadz Ali Umar, terutama tentang hadits dari jalur Aisyah ra. Sedangkan yang lain silahkan baca bukunya langsung. Antum akan lihat, hanya untuk membantah beberapa syubhat saja, bantahannya begitu panjang padahal saya sdh berusaha meringkasnya, jadi selebihnya silahkan merujuk langsung ke buku beliau.

    Jojon menukil dari Al-Habsyi:
    “Hisyam bin Urwah seorang pembohong. (Udah siap dengernya jangan lupa buka mata dan buka mata hati yah…
    Hisyam bin Urwah yang menjadi sumber utama riwayat urwah, adalah seorang yang sering melakukan penadlisan riwayat. Ibnu Hajar dalam Tahdzib at Tahdzib 6/36 dan Hadyu al Sari 471 menyebutkan, “Hisyam adalah seorang yang sering menisbatkan riwayat-riwayat yang ia bawa kepada ayahnya, padahal riwayat-riwayat tersebut ia dengar dari orang lain, nukan ayahnya.”

    Jawab:
    Jojon juga ya… buka mata & buka hati…
    Pendapat ulama hadits tentang Hisyam bin Urwah:
    Abu Hatim mengatakan, “Tsiqah, imam dalam ilmu hadits”

    Ibnu Sa’ad dan Al Ijli berkata, “Tsiqah.” Ibnu Sa’ad menambahkan, “Kokoh, banyak haditsnya, hujjah.”

    Musa bin Ismail dari Wahab menyatakan, “Telah datang kepada kami Hisyam bin Urwah, beliau seperti Al-Hasan (Al-Bashri, red) dan Ibnu Sirin dihadapan kami.”

    Ibnu Hibban mengatakan, “Beliau seorang yang mutqin (teliti), wara’, mulia dan hafidz.”

    Adz-Dzahabi menyatakan, “Imam yang tsiqah, Syaikhul Islam.”

    Al-Hafidz Ibnu Hajar memberi hukum tentang beliau dalam Taqrib-nya:
    “Tsiqah, ahli fiqih, terkadang beliau men-tadlis” (Taqrib: 364)

    Maka tuduhan tadlis pada beliau dalam riwayat ini secara khusus dan riwayat yang lainnya secara umum tidaklah mempengaruhi kesahahihan hadits yang beliau riwayatkan dengan sebab:
    Pertama:
    Perkataan Al-Hafidz “rubbama” yang artinya terkadang menunjukkan sangat jarangnya tadlis yang beliau lakukandan sesuatu yang jarang dilakukan tidaklah pantas kemudian memberikan gelar mudallis kepadanya, sebab istilah mudallis memberikan gambaran bahwa tadlis sudah menjadi sifat, karakter dan kebiasaannya. Sedangkan tidaklah demikian yang terjadi pada Hisyam. Oleh karena itu Al-Hafidz sendiri yang telah menyebut beliau pernah mentadlis, namun beliau memasukkan Hisyam bin Urwah ke dalam perawi yang tingkat tadlis-nya tidak memudharatkan riwayat-riwayatnya. Hal ini beliau sebutkan dalam kitab beliau Tabaqatul Mudallisin, ketika beliau menyebutkan lima kedudukan riwayat orang yang men-tadlis, beliau berkata: “Mereka terdiri dari lima tingkatan:
    Pertama : Yang tidak disifati dengan sifat tersebut kecuali terkadang.
    Kedua : Mereka yang para imam memikul tadlis-nya (tidak menghiraukannya) dan mengeluarkan (riwayatnya)-nya dalam (kitab) shahih mereka karena keimamahannya, tadlis-nya sedikit dibanding sekian banyak riwayatnya.
    Dst….sampai pada tingkat hadits mereka tertolak.
    Setelah beliau menyebutkan lima tingkatan tersebut, beliaupun merinci dan menyebutkan satu per satu perawi yang termasuk dalam lima tingkatan tersebut. Hisyam bin Urwah beliau masukkan pada deretan perawi yang men-tadlis pada tingkat yang pertama. (Thabaqatul Mudallisin: hal:26, no:30)

    Kedua:
    Anggaplah bahwa riwayat Hisyam bin Urwah tidak diterima kecuali apabila dia menjelaskan bahwa dia mendengar secara langsung dari ayahnya dan ini yang disebutkan oleh Al-Habsyi dalam bukunya tersebut. Dia berkata :
    “Dan sebagaimana sudah kita ketahui, bahwa seorang perawi yang mudallis, tidak dapat diterima riwayatnya, kecuali jika ia menegaskan bahwa ia meriwayatkan tanpa perantara” (Benarkah Nabi SAW pernah tersihir? Hal:32)
    Maka berdasarkan kaidah yang telah disebutkan oleh Al-Habsyi sendiri, dalam riwayat ini semestinya dia pun harus menerima riwayat Hisyam bin Urwah. Sebab Hisyam bin Urwah telah menjelaskan bahwa dia mendengarkan riwayat tersebut secara lanngsung dari ayahnya, tanpa perantara. Silahkan cek hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad, dari jalan Yahya bin Sa’id ia berkata : Hisyam telah memberitakan kepada kami, berkata: Ayahku telah memberitakan kepada kami…”. Maka hilanglah kekhawatiran tadlis yang disangka tersebut, Walhamdulillah. Patahlah dalih (bukan dalil) Al-Habsyi yang menolak hadits tersebut dengan hawa nafsunya.
    Yang aneh bagi saya (Al-Ustadz Askari -red), ketika Al-Habsyi menyebutkan hadits-hadits dari jalur riwayat Imam Bukhari, ia tidak menyebutkan jalan ini yang juga terdapat dalam Shahih Bukhari.

    Jojon menukil dari Al-Habsyi:
    Al Khatib al Baghdadi dalam Tarikh Baghdad-nya dan Adz Dzahabi dalam Al Kasyif-nya, bahwa Imam Malik berkata, “Hisyam bin Urwah adalah seorang pembohong besar.”

    Jawab:
    Terhadap perkataan Al-Habsyi dan penukilannya dari Imam Malik ini, kami jawab dari beberapa sisi:

    Pertama:
    Al-Habsyi kembali melakukan kebiasaan “menculik” sebagian perkataan para ulama dan menyebutkan apa yang sesuai dengan hawa nafsunya. Padahal, setelah Al-Khatib Al-Baghdadi menyebutkan riwayat Imam Malik tersebut, beliau langsung memberikan komentar tentang riwayat itu.
    “Adapun Hikayat (Muhammad) bin Fulaih darinya tentang Hisyam bin Urwah maka tidaklah terjaga (keabsahannya, red) kecuali dari jalur yang kami telah sebutkan, dan yang meriwayatkan dari Ibrahim bin Mundzir tidak kami kenal” (Tarikh Baghdad: 1/224)
    Yang meriwayatkan dari Ibrahim adalah Ahmad bin Muhammad Al-Baghdadi, dan seorang yang berasal dari Baghdad yang tidak dikenal oleh Al-Khatib yang telah menghabiskan seluruh umurnya untuk untuk meneliti para perawi asal Baghdad. Jika beliau tidak mengenal seorang perawi, menunjukkan bahwa perawi tersebut adalah seorang majhul, inilah yang menyebabkan kebatilan riwayat ini dari sisi sanadnya.

    Adz-Dzahabi mengatakan, “Maka (riwayat) ini tertolak.” (Siyaru A’lam an-Nubala’:7/39)

    Kedua:
    Tatkala membahas biografi Ikrimah dan tuduhan Imam Malik kepadanya, kita membawakan perkataan Imam Malik yang menyebutkan kriteria orang-orang yang tidak boleh diambil ilmunya, diantaranya adalah seorang yang berdusta pada perkataan manusia, walaupun tidak diketahui bahwa dia berdusta dalam hadits Nabi, lalu kita memperhatikan bahwa Hisyam bin Urwah termasuk perawi yang Imam Malik sendiri menjadikannya sebagai hujjah. Bila anda melihat kepada kitab Imam Malik “Al-Muwattha”, di sana berhamburan sanad-sanad yang Imam Malik meriwayatkan dari jalur Hisyam bin Urwah, ini semakin menambah keyakinan tidak benarnya riwayat (dalam Tarikh Baghdad tentang Hisyam -red) tersebut. Wallahul mufaffiq.

  105. Jojon menukil dari Al-Habsyi:
    Urwah seorang Nawashib atau Nashibi atau kaum yang membenci keluarga SAWW.
    Ibnu Hajar dalam Hadyu al Sari yang menjadi mukadimah Fath al Bari menyebutkan “bahwa salah satu kriteria perawi yang cacat adalah menyangkut sifat dan perilaku serta menyangkut akidah dan keyakinan.” Nawashib adalah salah satu faktor pengugur keadilan seseorang perawi. Riwayatn-riwayatnya harus ditinggalkan karena sikarp mereka bertentangan dengan Al Qur’an dan sabda Nabi SAWW, yang telah dengan tegas mewajibkan kecintaan kepada keluarga suci (ahlulbait) Nabi SAWW. dan para ulama pun telah sepakat.
    Ibnu Abi al Hadid mengatakan “Ia (Urwah) tidak mampu menyembunyikan kedengkian dan kebenciannya kepada Imam Ali, sehingga ia dengan terang-terangan mencela dan melecehkan Imam Ali di masjid dan di depan banyak orang.” Ia juga orang yang tidak segan-segan memalsu hadis demi mendukung pahamnya. Ia adalah salah seorang anggota lembaga pemalsu hadis bentukan Muawiyah dimasa kekuasaannya. lembaga tersebut beranggotakan beberapa orang sahabat dan tabi’in.

    Jawab:
    Saya (Ustadz Askari -red) telah berusaha untuk membuka berbagai kitab-kitab terpercaya yang membicarakan biografi Urwah, mulai dari kitab yang khusus membicarakan tentang para perawi tsiqah, para perawi yang dibicarakan, atau kitab yang menyebutkan biografi perawi secara umum. Diantara yang telah saya cek: Tahdzibul Kamal dan pelengkapnya Tahdzibut Tahdzib, Siyaru A’lam an-Nubala oleh Adz-Dzahabi, Al-Jarhu wat-Ta’dil oleh Ibnu Abi Hatim, Hilyatul Auliya’ oleh Abu Nu’aim Al-Asbahani, At-Tarikh al-Kabir oleh Imam Bukhari, Tadzkiratul Huffadz oleh Adz-Dzahabi, Thabaqat al-Muhadditsin oleh Adz-Dzahabi, Tasmiyatu Fuqaha’ al-Anshar oleh An-Basai, Ma’rifat ats-Tsiqat oleh Al-Ijli, Thabaqat al-Huffadz oleh As-Suyuthi, Masyahir Ulama al-Anshar oleh Ibnu Hibban, Mizanul I’tidal oleh Adz-Dzahabi, Lisanul Mizan oleh Ibnu Hajar, Al-Kamil oleh Ibnu ‘Adi, Al-Majruhin oleh Ibnu Hibban, Al-Kasyif oleh Adz-Dzahabi. At-Ta’dil wat Tajrih oleh Al-Baji dan yang lainnya, namun sama sekali tidak saya dapatkan baik penyebutan secara jelas maupun isyarat bahwa beliau tertuduh memiliki pemikiran Nashibiyyah, Apakah seluruh para Ulama ini tidak mengetahui hal tersebut ???

    Ternyata, sandaran Al-Habsyi adalah riwayat-riwayat yang dia nukil dari kitab Syarah Nahjul Balaghah, karangan Ibnu Abi Hadid. Maka berikut ini jawaban kami terhadap penukilan tentang tuduhan Nashibi yang dinisbahkan kepada Urwah:

    Pertama:
    Bahwa kitab yang disyarah oleh Ibnu Abil hadid yang berjudul “Syarah Nahjul Balaghah” adalah kitab yang mengumpulkan riwayat-riwayat dari Ali bin Abi Thalib ra yang didalamnya benyak terdapat riwayat2 palsu dan tanpa memiliki jalur sanad yang shahih. Juga, masih diperselisihkan siapa sesungguhnya penulis kitab tersebut. Berikut ini beberapa pendapat para ulama tentang kitab tersebut:
    -Ibnu Khalkan ketika menjelaskan kitab “Nahjul Balaghah” berkata, “Orang berselisih tentang kitab itu; apakah milik As-Syarif Abul Qasim Ali bin Tahir Al-Murtadha, wafat tahun 436, mengumpulkan perkataan Ali bin Abi Thalib ra, ataukah dikumpulkan (ditulis) oleh saudaranya Asy-Syarif Ar-Radhi Al-Baghdadi. Telah dikatakan, bahwa itu bukan perkataan Ali.
    Adz-Dzahabi berkata, “Barangsiapa menelaah kitab “Nahjul Balaghah”, dapat dipastikan bahwa itu didustakan atas nama Amirul Mukminin Ali ra, karena di dalamnya (berisi) celaan yang nyata dan merendahkan dua orang yang utama: Abu Bakar dan Umar ra. (Kasfy adz-Dzunun: 2/1991)
    Shiddiq Hasan Khan menyatakan –setelah menyebutkan perkataan seperti di atas, “sesungguhnya yang mengumpul-kannyalah yang menisbahkan (isi kitab) itu kepadanya (yaitu Ali ra, pen) dialah yang mendustakannya. (Abjad al-Ulum, Shiddiq Hasan: 3/66)
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –tatkala membantah Al-Huli Ar-Rafidhi ketika menyebutkan salah satu khutbah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan. “Manakah sanad penukilan ini, yang seorang tsiqah meriwayatkan dari yang tsiqahsecara tersambung, tidak terdapat sama sekali di sini. Sesungguhnya seperti ini hanyalah didapatkan dalam kitab “Nahjul Balaghah” dan semisalnya. Para ulama mengetahui bahwa mayoritas khutbah-khutbah yang terdapat dalam kitab ini dusta atas nama Ali ra. (Minhajus Sunnah: 7/86-87).
    Kalau komentar para ulama terhadap kitab tersebut sudah sedemikian, maka pantaskah kitab seperti ini diberikan syarah?.

    Kedua:
    Al-Habsyi menukilkan perkataan Ibnu Abil Hadid sebagai berikut :
    “Ia (Urwah) tidak mampu menyembunyikan kedengkian dan kebenciannya kepada Imam ali, sehingga ia dengan terang-terangan mencela dan melecehkan Imam Ali di masjid dan di depan banyak orang. Jabir (yang benar Jarir) bin Abdil Hamid meriwayatkan dari Muhammad bin Syaibah yang berkata, “Aku menyaksikan Az-Zuhri dan Urwah di Masjid kota Madinah dst… (Benarkah Nabi SAW pernah tersihir?:34)
    Setelah kita menukil riwayat ini, saya ingin bertanya kepada Al-Habsyi: Dimanakah bisa ditemukan sanad ini secara tersambung? Apabila ini termasuk riwayat Ibnu Abil Hadid sendiri? Manakah sanad yang menghubungkan antara Ibnu Abil Hadid dan Jarir bin Abdil Hamid?
    Ditambah lagi, bahwa yang meriwayatkan kisah adalah seseorang yang bernama Muhammad bin Syaibah, seorang perawi yang tidak diketahui keadaannya (majhul hal), sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Hatim (Tahdzibut Tahdzib:5/6944)

    Sebenarnya bantahan untuk syubhat di atas masih panjang sampai 5 poin, tetapi ana pikir ini cukup untuk mewakili dan kesimpulannya adalah sama seperti yang nomor dua, riwayat2 yang dinukil oleh Ustadz Al-Habsyi dari Ibnu Abil Hadid seperti tentang Muawiyah ra membuat lembaga pemalsu hadits dll adalah tertolak karena tidak ada sanad yang tersambung dalam periwayatannya dan tuduhan2 kepada Hisyam dan Urwah tersebut adalah kedustaan yang nyata!
    Kesimpulan akhir menurut Al-Ustadz Askari Hadits tentang tersihirnya Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam dari jalur Aisyah ra. Adalah SANGAT SHAHIH.
    Wallahu A’lam Bisshowab.
    Ingin lebih jelas lagi…? silahkan baca bukunya :)

    @Jojon Sholawat yuuk…

  106. assalammualaikum…… saya juga pernah pernah berpikir sama seperti antum tentang “benarkah kuburan umar dan abu bakar di samping rasul” kepada siapa dia meminta izin untuk di kuburkan di samping rasul ???? ini yg jadi pertanyaan….???

    sedangkan mereka berdua memusuhi keluarga rasul, apa mungkin keluarga rasul mengizinkan mereka berdua dikuburkan di samping ayah fatimah dan Ali bin Abi Thalib dan kakek hasan, husein. Setelah hak-hak mereka telah di ambil oleh abu bakar dan umar ????kepada siapa umar dan abu bakar meminta izin ?? atau mereka secara paksa mengambil hak yg bukan miliknya yang seharusnya di miliki keluarga rasul ?? Laknatullah jika memang terbukti…..!!!!

  107. inilah mengapa sunni membenci syiah,

    He he … ke buka juga … :lol: Menurut saya, kebencian dari sebagian kelompok Sunni terhadap Syiah disebabkan kelompok ini tidak pernah berinteraksi dengan kajian Islam dan ditipu oleh buku-buku wahabi-zionis yang ingin memecah belah kaum Muslim. Coba tanyalah kepada diri anda, berapa banyak buku karya-karya ulama Syiah yang pernah anda baca? Entah kenapa … kok saya yakin tidak ada. Terus terang saja, saya juga kurang yakin anda pernah membaca Al-Qur’an seluruhnya. Sebaiknya hal ini tidak saya perpanjang lagi ke soal kitab-kitab hadis dan tarikh Islam.

    Jika anda mengaku pengikut teologi hasil komplasi Asyariyah … entah kenapa … saya kok punya keyakinan bahwa ana belum pernah membaca/mempelajari satu buku pun karya ulama tersebut?
    Jika anda mengaku seorang pengikut fiqh Syafi’i .. entah kenapa … saya kok punya keyakinan bahwa anda belum satu kali pun pernah mempelajari fiqh-nya?
    Jika anda mengaku seorang pengikut akhlaq Islam yang pernah dijabarkan oleh Imam Nawawi atau Imam Ghazali … entah kenapa … saya kok yakin bahwa anda belum satu kali pun pernah mempelajari akhlaq-akhlaq yang dipaparkannya? Karena “bau-bau”-nya kriteria akhlaq dari kedua ulama itu tidak semerbak pada tulisan anda … :mrgreen:

    kalo abu bakr dan umar membenci lekuarga nabi mengapa Ali tetap bersahabat dengan mereka,

    He he … kata siapa Mas? Kata anda atau kata sejarah? Keberadaan Nuh as di antara kaumnya yang sesat bukan berarti Nuh as sohib-sohiban sama para penguasa saat itu, tapi bukan pula berarti Nuh as tidak berbicara dan bermusyawarah dengan mereka di dalam menghadapi persoalan kehidupan….
    Keberadaan Musa as yang mondok selama sekian tahun di Istananya Fir’aun bukan berarti Musa as sohib-sohiban dengan keluarga Fir’aun…
    Keberadaan Harun as yang mengambil sikap diam saat Samiri menjerumuskan bangsa Israel kepada kesesatan bukan berarti Harun as sohib-sohiban sama Samiri cs.
    Justru disinilah fungsi seorang arif sebagaimana pribadi Imam Ali as yang mana meskipun jabatan politiknya sudah diambil secara paksa, namun hal itu bukan berarti dia justru meninggalkan mereka dimana mereka sedang terbawa hawa nafsu … makanya keputusan Imam Ali as itu jangan disamakan seperti keputusan anda atau saya, yang cepet ngambek karena masih terbelenggu oleh nafsu dan emosi pribadi … Imam Ali as sudah diberikan tugas oleh Rasul saw untuk membimbing umat Muslim paska wafat Nabi saw (tak terkecuali siapapun mereka) dan hal itulah yang beliau lakukan, meskipun hak-hak beliau diambil secara paksa, sama seperti ketika Harun as dikhianati oleh Samiri dan juga para anbiya lainnya.

    dan dalam perang jamal mengapa Ali as, tidak membunuh siti aisyah, malah mengantar nya kemabali dengan pernghormatan ke medinah,

    Selamat! Anda baru saja masuk ke dalam jebakan dari apa yang paling diinginkan oleh Muawiyah. Tak ada hasil yang lebih diharapkan oleh Muawiyah dari perang Jamal, kecuali terbunuhnya Aisyah dalam peperangan itu, sehingga posisi Imam Ali as dan keluarga Nabi saw akan terus semakin terpojok. Jika terjadi hal itu, maka genaplah harapan Muawiyah yang ingin menjerumuskan Imam Ali as dan keluarga Nabi sebagai pembunuh salah seorang istri Rasul saw. Begitu pula saat rumah Usman bin Affan di kepung, pada saat itu Imam Ali as justru memerintahkan Imam Hasan as dan Imam Husein as untuk menjaga rumah khalifah ketiga itu. Dan perintah ini diketahui oleh seluruh penduduk Madinah dan tercatat dalam sejarah. Sudah saya katakan, Imam Ali as bukan seperti saya dan anda yang pola pikirnya pendek. Beliau adalah pintu ilmunya Rasul saw, dan beliau tahu persis harapan-harapan Abu Sufyan dan Muawiyah cs yang ingin memprovokasi terjadinya kebencian kepada diri Imam Ali as dan keluarga Nabi. Jadi biar anda tahu, Imam Ali as bertindak bukan demi kepentingan nama baik pribadi, atau demi orang-orang itu tapi demi keutuhan kaum Muslim itu sendiri.

    anda bayak berbicara tentang hadith ini hadith itu, sanad itu sanad ini, pertanyaanya kenapa Ali as, tidak pernah berperang dengan kedua Khalifah itu,

    Jangan tanya kepada saya atau kepada Imam Ali as, tapi tanya juga kepada Nabi Harun as yang diam saja saat mengetahui Samiri memprovokasi keadaan sehingga sebagian bangsa Israel jatuh kembali kepada penyembahan berhala yang dibuatnya. Mengapa seorang Nabi seperti Harun as diam saja pada saat itu? Bacalah Al-Qur’an karena di dalam kisah-kisah Al-Qur’an itu banyak pelajaran … :lol:

    dan yang paling penting Ali as pernah membela Khaleed Ibnu Waleed seorang tokoh yang mungkin anda sangat benci dikala Umar memberhentikannya dari posisi panglima,

    Itulah pribadi Imam Ali as. Seorang saudara dan murid Rasul semesta alam sejak masa kanak-kanak. Imam Ali as bukan seorang pendendam seperti saya atau anda. Imam Ali as tidak pernah berharap orang-orang itu tetap bersikeras untuk terus mengambil haknya secara paksa. Beliau ingin agar orang-orang itu sadar dan kembali ke jalan Ilahi. Tindakan Imam Ali as adalah demi kemaslahatan Muslimin secara umum. Dalam kasus Khalid bin Walid, dia berasal dari kalangan bangsawan Quraysh. Dia memiliki suku dan pasukan yang loyal kepadanya. Setiap tindakan Imam Ali as semata-mata demi tegaknya keadilan, mencegah tindakan anarkis sesama kaum Muslim yang saat itu kacau balau, membimbing orang-orang itu agar mempraktekkan musyawarah secara benar (bukan sepihak) dan juga sekaligus menunjukkan kepada kaum Muslim bahwa saat itu telah terjadi praktek ketidakadilan di puncak kepemimpinan kaum Muslim. Sebagai orang yang mungkin sudah membaca peristiwa itu seharusnya anda bisa melihat bahwa keputusan atas pemecatan Khalid adalah tindakan semena-mena …

    kejadian yang dilakukan oleh Muawiyah, jangan anda sangkut paut kan dengan abu bakr dan Umar mereka adalah orang-orang yang selalu melindungi Nabi dan tidak menumpuk kekayaan anda boleh bilang a dan b Khalifah mana yang naik kedelai ketika masuk ke Jerusallem darusallam, baca sejarah, itu menunjukan kemulian hati daripada Khalifah,

    Melindungi Nabi saw? coba baca sejarah lagi … perasaan ada yang kabur saat perang … tapi itu kata sejarawan Muslim lho … :lol:
    Masuk Yerusalem pakai keledai? Heem … kalau di sejarah ada yang menyebutkan bahwa saat itu kaki kudanya sakit, sedangkan sebagian sejarawan lainnya meriwayatkan bahwa tindakan itu dilakukan atas permintaan para pemuka Yahudi dan Kristen Yerusalem saat itu … termasuk beberapa tambalan dibajunya … Makanya, baca catatan dari sejarawan Muslim dulu lah … lalu baru menyimpulkan …

    kalo masalah uthman bin Affan rda, siapa yang mengepung mereka bukan Imam ali as, tapi talha dari situ anda dapat mengetahui tidak ada perselisihan pada diri mereka sahabat yang 4,

    He he … baca buku sejarah lagi deh … gini aja … sebagai bonus, saya berikan beberapa kisah yang dicatat menurut sejarawan Muslim. Riwayat itu begini:

    Dalam kitab Ansab al-Asyraf disebutkan, “Fatimah menemui Umar di pintu dan berkata kepadanya, ‘Wahai Putra Khattab, apakah Anda akan tetap membakar rumah sementara aku berada di belakang pintunya?’ Umar menjawab, ‘Ya.’” (Ansab al-Asyraf, jld. 1, hal. 586; Kanz al-’Ummal, jld.3, hal. 140; ar-Riyadh an- Nadhirah,)\A 1, hal. 167.)

    Karena peristiwa ini dan juga karena peristiwa penahanan warisan yang diterimanya dari Rasulullah saw serta peristiwa-peristiwa lainnya, Fatimah marah kepada Abu Bakar, dan tidak mau berbicara dengannya hingga meninggal dunia. Fatimah az-Zahra hidup selama enam bulan sepeninggal Rasulullah saw. Ketika Fatimah az-Zahra wafat, jenazahnya dikuburkan oleh suaminya pada malam hari, dan tidak diizinkan Abu Bakar untuk melihat jenazahnya. (Sahih Bukhari, jld. 5, hal. 177, dan jld. 4, hal. 96.)

    dan masih buanyak lagi … !!! :mrgreen:

    karena merekalah yang paling penting, Syiah mau melebihkan para Imam silahkan hak Syiah tapi harus di ingat keputusan dan sebaik2 nya hakim adalah ALLOH wa
    jaala dan seperti Iman Jakfar shodiq katakan jjika kamu menemukan hadith bentangkan lah pada Al-quran untuk mengetahui bertentangan atau tidak..

    Betul Mas! Dan memang itulah yang saya anjurkan. Al-Qur’an sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa seluruh sahabat Nabi bakal masuk sorga semuanya … artinya, kalau ada hadis yang seolah menjamin si a atau si b atau si c masuk sorga, jangan buru-buru percaya, tapi dianalisa dulu secara naqlan wa aqlan … :lol:

    anda yang mengaku syiah tapi tidak satupun dari anda mencontoh Iman ali.as

    Baik Mas yang sudah … ;) (just kiding)

    dan Imam Musa Al-kazhim as (syaikh abdul qadir jailani)

    Syaikh Abdul Qadir Jailani dan Imam Musa al-Kadzim itu kenapa? Yang jelas itu dua orang bukan satu orang yang sama? Itu maksudnya? :mrgreen:

    dimana isi dari mereka adalah kemulian

    Semua 12 Imam saya emang ebad-ebad semua … he he he … setujukan?!

    dan bukan pencemaran nama para sahabat.

    Siapa yang mencemarkan … ?! Kalau saya merasa tidak pernah sama sekali. Seluruh informasi yang saya dapatkan tentang mereka adalah murni dari sejarah yang ditulis oleh kaum Muslim sendiri sejak masa lalu. Apakah anda mau bilang bahwa para sejarawan Muslim itu adalah pencemar nama para sahabat?! Yaa silahkan saja Mas …!

    mengecewakan jika anda masih berpikir seperti arab jurhun dan persia abad kegelapan

    Kelihatannya anda cukup “telaten” menilai orang, semoga orang-orang seperti anda juga lebih telaten lagi di dalam melihat dirinya sendiri … Sebab kalau tidak, pasti akan lebih mengecewakan … setujukan?!

  108. Salam..
    wah.. wah..
    kayaknya memang banyak saudara-saudara kita yang masih bersikap dan berfikir (?) luarbiasa kontradiktif. Saya jadi merenung, pantas lah kalo Indonesia bisa dijajah Belanda (yang notabene negara terlemah di Eropa masa itu) selama 3,5 abad, lha wong cara berpikirnya gak rasional.
    Buat mas Maliq, mungkin Anda juga terkena sindrom ‘takut percaya’, karena sudah sekian lama Anda berpegang erat pada keyakinan irasional Anda. Maklum sih..
    Buat mas Musadiq Marhaban, saya salut atas kesabaran Anda menghadapi orang-orang seperti ini. Keep posting and countering elegantly.
    Semoga Sang Bunga Zahra tersenyum melihat Anda..

    Salam Sejahtera atasmu wahai Al-Mahdi
    Salam Sejahtera atasmu ketika engkau shalat dan qunut
    Salam Sejahtera atasmu ketika engkau bertahmid dan bertahlil
    Salam Sejahtera atasmu ketika engkau bertasbih dan beristighfar
    Salam Sejahera atasmu ketika engkau berada di pagi dan di sore hari..

    Allahumma amin. Terima kasih Mas Badr. Semoga Rahmat Allah dan rindu Rasul saw dan Ahlulbaitnya senantiasa menyertai anda sekeluarga. Mohon doa.

  109. irasional bagaimana ini baru menarik sekarang,

    :D … memang pernyataan anda menarik sejak awal … :lol:

    anda menjawab tanyakan kepada harun kenapa tidak menentang samiri, tetapi musa memegang hanggutnya setekah itu karena lalai,

    Nabi Harun as lalai di dalam menjalankan tugas kenabiannya? Ha ha ha … itu sih kalau anda yang jadi nabinya Mas! :lol: (just kiding) Mana ada nabi Allah yang lalai di dalam menjalankan tugasnya … Sebaiknya jangan tebak-tebakan, karena menuduh seorang nabi seperti Harun as itu telah lalai di dalam menjalankan tugasnya menurut saya sebuah pernyataan yang nekad, kalau tidak mau dibilang ceroboh … :lol:
    Mas, Harun as itu nabinya Allah, sama seperti Musa as, tapi pada saat bangsa Israel mengingkari posisi kepemimpinannya dia sebagaimana yang Musa as pernah tugaskan kepadanya, maka sebagai seorang nabi yang menerima wahyu Tuhan dan pemimpin yang bijaksana, dia mengambil kebijakan yang berbeda dari yang dilakukan Musa as. Adapun alasan diamnya Harun as bukan karena dia lalai, melainkan karena dia mendapat perintah Allah untuk lebih mempertahankan persatuan Bani Israel yang mau dipecah-belah oleh Samiri melalui pemberontakannya.

    Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”. (QS. 20: 94)

    anda mengatakan itulah hebatnya Imam Ali dia bukan seorang pendedam

    Emang Imam Ali as hebat Mas … :lol:

    sekarang saya tanya konsep Imam syiah itub apa lebiha besar dari nabi dan langsung dipilih ALLOH

    Imam itu pilihan Allah Mas, karena Allah Sendiri yang menyatakan hal itu di dalam Al-Qur’an:

    Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (QS. 2: 124)

    Imamah itu posisinya juga lebih tinggi dari kenabian, karena pada saat ayat di atas ini diturunkan kepada Ibrahim as, maka sebelum itu dia sudah menjadi nabi, rasul, dan khalil-nya Allah swt. Itulah sebabnya mengapa ayat di atas diawali dengan firman Allah yang mengakatan “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya” (QS. 2: 124). Seperti anda tahu, ujian terbesar Ibrahim as adalah pada saat dia diperintahkan Allah untuk menyembelihkan putranya, yaitu Ismail as, dan ketika itu, Ibrahim as sudah menjabat sebagai Nabi Allah.

    Untuk itulah, kenabian dan kerasulan Muhammad saw adalah yang tertinggi dari semua jabatan kenabian, kerasulan, dan keimamahan sebelumnya, sehingga dia menjadi Imam bagi seluruh nabi Allah sebelumnya, Imam bagi seluruh rasul Allah sebelumnya, Imam bagi seluruh imam Allah sebelum dan sesudahnya, Imam dua kiblat, Imam seluruh makhluk Allah.

    Nah, ketika otoritas Rasul saw ini dilimpahkan kepada 12 imam setelah Rasulullah saw, maka mereka (para Imam Ahlulbait as) memiliki wewenang dan perwalian yang serupa. Bukan jabatannya serupa, tapi otoritasnya yang sama. Hal Ini dalam bahasa Arabnya disebut KHALIFAH. Dari kata AKHLAFA-YUKHLIFU, artinya orang yang menggantikan posisi (orang) sebelumnya.

    pertanyaanya sekarang adalah sedangkan Kahlifah itu tidak dipilih oleh ALLOH,

    Khalifah Allah … ya dipilih Allah… khalifah dajjal ya dipilih dajjal, khalifah Samiri ya dipilih Samiri …
    Khalifah itu cma kata Mas, sama seperti kata musyawarah. Maksudnya, bisa berarti polisi lagi bermusyawarah untuk menangkap seseorang bandit, misalnya, atau maling-maling itu lagi bermusyawarah untuk memilih rumah mana yang mereka mau satroni nanti malam … jadi paham sekarang?! :lol:

    jadi Abu bakr dan “gerombolannya” kalo mmenurut anda tidak pernah mengambil posisi Imam Ali,

    Maksudnya?! :?

    karena Ali tetap Imam sedangakan posisi Khalifah itu hanya sebagai Amir beda sama Imam itu khan konsep syiah sendiri m

    Jangan ngarang konsep kepemimpinan Islam Mas …. karena Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw sudah menggariskan hal itu secara jelas … :lol:

  110. Salam stad…

    terusin diskusinya… nanti maliq bisa tersesat dalam KEBENARAN YANG NYATA… Insya Allah…

  111. maaf stad,,
    saya pengen tau nee,,
    apa sich hubungannya syi’ah dan abdullah bin saba’, dan kenapa saya sering mendengar orang2 menyebut orang syi’ah sebagai orang2 rawafidh?=)

  112. Tolong ditengok teks hadis yang shahih. udah kalo berpatokan dengan itu kita selamat kalo kita mempertanyakan berarti kita kalah dengan hawa nafsu kita. agama jangan diperdebatkan. sekarang mana yang membuat antum ragu pusara siapa di sebelah nabi,trus gunanya bagi antum ma kaum muslim untuk mengetahui itu apa. apa motivasi anda.coba anda baca lagi sirohnya dengan mohon perlindungan dari Allah jauhkan pikiran dan hati dengan kebencian,keraguan atau ingin membantah karena itu datangnya dari setan terlaknat,ya Allaoh pahamkanlah agama bagi kami

    Kelihatannya anda memiliki keberatan dengan artikel-artikel/tulisan-tulisan saya, artinya anda berkedudukan sebagai pihak penggugat dan saya tergugat.

    Kalau kita mau ambil hikmah sirah nubuwwah bahwa pada saat Nabi saw menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an, banyak pihak musyrikin Mekah yang menggugat Beliau saw dengan berbagai tuduhan dan kesimpulan yang tak mampu mereka buktikan. Ketika itu Allah Swt menyampaikan firman-Nya sebagaimana dinyatakan QS. 2:111.

    Nah sebagai tergugat, saya pun menyatakan hal serupa, yaitu:

    Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar“. (QS. 2:111)

    Ada sebuah kaidah dalam hukum bahwa pihak penggugat harus mengajukan bukti atas gugatannya, dan kalau tidak ada bukti namanya tidak ada klaim. Case closed … :lol:

  113. Tadi malam sudah pada sholat tahajud belum, atau tadi malam sudah khusuk belum dalam berbakti kepada Allah. Dari pada memperdebatkan sesuatu yang tidak jelas lebih baik memohon ampun kepada Allah, dan diikut dengan sholat yang sekhusuk-2nya serta bertaubat kepada Allah dengan tidak mengulangi perbuatan yang buruk-2 lagi… termasuk menghina dan menghujat… karena bisa jadi yang dihuja sangat jauh lebih baik dari yang menghujad ….

  114. @Malig
    Tunjukan diayat mana ada perintah shalat lima waktu.
    Tunjukan diayat mana ada perintah bayar zakat 21/2%
    Tunjukan diayat mana ada perintah tawaf 7X keliling Ka’bah. Mau saya belajar klu ada

  115. @ Al Qaim
    Salam kenal Pak
    jadi Kalau sudah benar menurutmu Rasulullah pernah kena sihir .berarti kita telah jujur.
    Kalau tidak berarti kita tidak jujur ?
    Gimana ?
    jawab iya …atau …tidak ?
    gua tunggu jawabannya .tanks..
    hehe

  116. rame juga….ada syi’ah, ada sunny, ada wahabi yang ngaku-ngaku sunny, ada kawarij, ada abu gozok, dll…

    ayo mana lagi yang lain….ahmadiyah?….uyah-uyah?…

    salam tuk ustadz MM….teruskan tadz….

  117. Assalamu alaikum . . . Ustadz,
    Dahsyat sekali artikel ini, dari agustus 2007 sampai hari ini, masih berjalan komitmen pada jalurnya.walaupun diajak keluar jalur . . . tapi ustadz kembalikan lagi.
    alhamdulillah Allah kasih saya kesempatan untuk baca blog ustadz.setelah dulu belajar kristologi di binaro, sekarang ketemu kelas online.hehehehe . .
    terimaksih ustadz, keep posting . . .
    semoga apa yang kita lakukan menjadikan “mereka” memberikan syafaat pada kita .
    Ya robbal alamiin

    Wa’alaikumsalam, terima kasih dan salam rindu. Wah, kajian kristologi di Bintaro itu sudah sangat lama sekali … kapan bisa kopi2 darat lagi? Afwan wa syukran.

  118. yup, betul ustadz, dah lama sekali juga ana gak “belajar”, (memang gak bohong kalu kata orang tua, belajar itu seperti air minum, terasa haus jika gak merasakan)
    Sudah setahun mungkin ana sibuk sama urusan kejar Rizki, ampe lupa belajar . . . jarang ke ICC, gak pernah ta’lim di bintaro, Yayasan Fatimah di Condet pun mungkin terkhir tahun lalu saya kesana . . wah, gak sadar dah lama banget gak belajar.
    Pada Saudara-saudara,
    mohon infonya . .
    syukran Ustadz (gak nyangka . . . jam segini masih Stanby n langsung jawab comment ana… Syukran sekali lagi )

  119. Bila kita betul-betul ingin belajar objektif dan tidak melakukan sakralisasi sejarah, mengapa kita tidak melakukan kajian yang serius dan objektif juga mengenai Imam Zaman? Bukankah ia adalah figur historis yang dapat diperdebatkan? Kelahirannya? Keberadaannya dan juga segala hal yang berkenaan dengan dia? Saya setuju kok dengan adanya imam mahdi. Tapi mengenai siapa imam mahdi itu ,bukankah ia juga bisa kita perdebatkan? Bukankah adanya Imam Zaman dan fatwa-fatwanya juga merupakan sebuah hal yang berhubungan dengan klaim? Gak banyak toh orang yang telah bertemu dengannya? Apalagi ia Ghaib!

    Beranikah anda?

    Subhanallah Akhi…untuk apa juga anda memperdebatkan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu seperti ini?

    Anda-anda hanya akan menyakiti hati saudara-saudara kita yang sunni.

    Kemaslahatan apa yang ingin anda capai?

    Apakah kebenaran Imamah ini begitu rumitnya sehingga kita harus melakukan justifikasi negatif terhadap mazhab lain terlebih dahulu baru kita dapat mengetahui kebenaran?

    Subhanallah akhi..

    Anda pasti akan menjawab bahwa; “Ini merupakan perkara ilmiah” khan? dan sama sekali bukan perkara dogma..

    Maka saya akan menjawab;
    1) Apa yang anda yakini sebagai keimanan, mungkin saja bagi pihak lain bukan merupakan sebuah hal yang penting sama sekali. Begitu juga sebaliknya. Ketika kita memperlakukan cara orang lain untuk mendefinisikan imannya dengan cara yang menyakitkan, maka sekalipun bagi kita merupakan hal yang biasa, dimata orang lain merupakan tindak yang amoral. Bila anda secara santai berani membongkar kubur Abu Bakar dan Umar (R.A.), sekalipun anda tidak percaya bahwa itu adalah kubur mereka, anda telah menyakiti hati saudara-saudar kita seagama.Bagaimanakah jika konsep tentang kubur imam ridho kita yang di dekonstruksi? Atau secara sangat serampangan diusulkan untuk dibongkar oleh seorang yang bermazhab ahlu sunah?
    2) Perdebatan ini sama sekali bukan murni perdebatan ilmiah akhi. Ada tendensi yang mau antum gembar-gemborkan secara halus. Jadi sebetulnya, redaksional anda yang ingin mendekonstruksi konsepsi sunni tentang kubur sahabat ini pada dasarnya tidak benar-benar bebas nilai. Minimal anda mau mengarah kepada delegitimasi kebenaran bahwa abu bakar dan umar adalah sahabat nabi yang utama khan?

    Subhanallah….

    Dan antum masih saja bingung kenapa kita sesama muslim sulit bersatu??

  120. ehhhmmmm…. kita semua harus akui,, ada “luka” sejarah dalam islam… namun itulah yang membuat dunia ini berputar.
    kebenaran dan kebatilan akan senantiasa ada.
    Perbanyak shalawat aja yuk buat Rasulullah saw dan keluarganya…
    mampir ya ke blog saya & baca halaman cinta.??

    ya Rasulullah, ya wajihan indallah, isfa’lana indallah

  121. Salom
    Kalo mnghina Sahabat Nabi kata mbah Daud kan masuk neraka, nah gimana kalo nghina Nabi ya seperti yg dilakuin si Umar Walker Khatab di hari kamis menjelang wafat Rasul. Kata si Umar Walker Khatab Rasul MERACAU di kala Rasul meminta dibawakan kertas dan pena untuk menulis wasiat berharga bagi umat, kemudian di perjanjian Hudaibiyah si Umar Walker juga meragukan kenabian Muhammad Saww, dll (mbah Daud coba cek sendiri deh di kitab2 andalan sampeyan dari sahih bukhari ampe muslim).

    1. yoyoooooooooo,mungkin kamu bukan muslim kali atau kamu tu gak pernah ngenal alqur`an,makanya kamu ragu akan kenabiannya nabi, Allah sendiri berfirman dalam alqur`an [Q.S.Al-Qalam --4] bahwa nabi Muhammad adalah orang yang berakhlak tinggi,jadi akan sangat mustahiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiil jika nabi melakukan jinah. tinngi

  122. ” dua orang ini adalah pemimpin ahli surga yg berumur antara 30-50 dr golongan yg terdahulu dan yg kemudian kecuali pr nb dan rasul jang kau beritahukan kpd keduanya hai ali ” {at tirmidzi }lihat silsillah al hadiits ash shahiha 882 dan al jami ashagiir 7005
    Nieh hadits lucu sekali pak daud.
    Sering waktu kita dengar riwayat tentang Bercandanya Nbi saw. saat datang seorang wanita tua yang bertanya kepada nabi apakah dia masuk surga?
    Nabi menjawab bahwa disurga tidak ada orang tua yang ada hanya para pemuda (Orang yg menjadi muda kembali).
    Kalau melihat hadits yg dibwakan pak daud rupanya umar dan abu bakar 2 orang yang masuk surga ( Jika masuk ) tp dalam kondisi Tua ( Dosa apa ya tuh orang? ) hehehehehehe. ada2 aja pak daud ini

  123. Assalamualikum wr wb, untuk sahabat sahabat yang mengutuk syiah, saya Rudy Kurniawan/Palembang asli,tinggal di Jl. Ulujami Raya, gg Keramat RT 15/4 no 56, bukan pengikut SYIAH, tapi saya setelah membaca uraian diatas, maka saya undang anda anda yang benci ke syiah, yang mengutuk dan mengejek Syaidina ali, Fatimah dan Syaidina Husein, dan para 12 imamah, sesuai dengan rujukan anda DR Shabir, dll, yang ndak jelas, tapi menolak hadist yang dikitab suni yang menceritakan para ahlul bayt.
    untuk itu silahkan datang ke rumah saya, mau baik baik atau tidak baik baik, mau sendiri, mau ramai ramai saya layani, kapan saja. terutama itu mas muawiyah, si beranibaca, hadjier dll. saya tunggu ya ….jangan lupa bawa pedang mu ! saya bosan membaca komentar komentarmu,!

  124. Jika Anda para Orang Syiah Di Indonesia sudah berani mengganggu ketentraman Orang Indonesia yang mayoritas Sunni, Demi Allah akan kami gerakkan masyarakat untuk mengusir anda dan mazhab anda. Namun jika ingin berjalan bersama kita di Indonesia, silahkan kembangkan syiah dengan cara yang santun dan pakai akal yang waras. Insya allah banyak orang yang Indonesia yang mau berfikir maju.
    Jangan coba-coba pakai cara yang kasar, kami juga akan lebih kasar. Ingat jumlah anda sedikit.

    hiiii … atuuuut …. :lol:

  125. Cuma memperlihatkan ritual horor kaum syiah. Perlukah hingga seperti ini.
    ——————————————————————————-

    ——————————————————————————–
    Apakah dengan melakukan hal tersebut mereka benar-benar menghormati Imam Ali dan Imam Husein.

    Apakah Imam Ali dan Imam Husein membutuhkan ritual semacam ini.

    Renungkan….

    Mas, itu adalah tradisi budaya dari sebagian masyarakat Syiah di Arab dan Iran. Ia mirip tradisi Kebatinan di Jawa atau tradisi penyaliban diri di kalangan Kristen Filipina dan juga di sebagian masyarakat Kristen di Amerika Latin.

    Jadi, ini bukan ritualnya orang Syiah, karena masyarakat Syiah yang berjumlah +/- 400 juta orang tidak menjalankan budaya ini. Bahkan tradisi ini sudah diharamkan oleh ulama Syiah sendiri. Saran saya, belajarlah Syiah dari sumbernya, yaitu buku-buku Syiah, sehingga tidak tertipu oleh propaganda wahabi…

    Saya bersyukur anda mengangkat topik ini dan bahkan menyediakan link videonya dari Youtube. Saran saya bagi Mas dan juga para pengunjung lainnya … silahkan lihat videonya dan yang terpenting dari semuanya, bacalah sebagian komentar yang ada disana karena beberapa penjelasan itu sudah ada. Di sini akan saya kutip dua buah komentar yang ada disana. Silahkan cari sendiri komentar ini.

    Guys I my self am a Sunni muslim, but this also scares the heck out of me. But the true meaning is beautiful

    Not all shia agree with this, am shia and I found this really bad, btw Iran forbids doing this and most of shia they’ve stopped doing this too, this is only spread in Nabatieh and these people are ordinary people u don’t have to be scared, it’s just a tradition over there since they’ve been doing this quite a long time so it’s gonna take some while to get rid of this, but eventually this is what’s gonna happen…

    Last but not least, apa yang mereka lakukan adalah suatu tradisi yang mana mereka hanya menyakiti diri mereka sendiri dan kalau mereka berdosa karena menyakiti diri sendiri, maka hal itu akan mereka tanggung sendiri. Jadi mereka tidak membunuh kaum wanita, anak-anak, dan orang tua yang tidak bersalah sebagaimana yang dilakukan para pengikut wahabi di New York saat 911 atau di Bali I dan II … dan juga di beberapa tempat lainnya di muka bumi ini …

    Bagi Mas Abu yang mengatakan bahwa ini adalah ritual-nya orang Syiah, maka itu adalah fitnah yang mungkin anda lakukan secara sadar atau dalam kebodohan. Saran saya, segeralah bertobat, karena apa yang anda lakukan jauh lebih keji dari membunuh. Dan setidaknya menurut saya, tuduhan palsu anda itu jauh lebih buruk dari tradisi azadari itu sendiri … ;)

    Di samping itu, tanpa harus mengikuti tradisi Azadari sekalipun, maka setiap Syiah selalu hidup di bawah semboyan “Setiap hari adalah Asyura dan setiap tempat adalah Karbala“. Semboyan inilah yang mampu meluluh lantakkan Merkava Israel saat terjadinya perang di Lebanon kemarin dan di tempat lainnya, sehingga membuat Bush cs dan zionis tidak bisa tidur nyenyak setiap malam.

    Renungkan baik-baik dan mulailah mempelajari Syiah (kalau memang anda mau tahu yang sebenarnya) dari sumbernya dan berhentilah memfitnah …

    Semoga Allah mendamaikan hati anda dari kebencian dan mencerahkan pikiran anda dari kebodohan

  126. Salam…
    @all
    Met Lebaran, Mohon maaf lahir batin, maaf telat, daripada tidak sama sekali…
    @Ustadz MM
    sudah pernah dibahas belum tentang nubuwat Imam Ali as di Taurat ataupun Injil?
    Jika memang belum dibahas, sudilah Antum untuk membahasnya…Namun jika sudah pernah dibahas,di judul blog mana ana bisa membacanya?

    @denjaka syiah AKA Wishnu Setya Adji
    Jadi studi ke Iran?
    Syukron Antum sedang membuat buku tentang Al-Quran..
    Btw salam untuk rekan-rekan di RausyanFikr Jogja, khususnya untuk Ustad Safwan…Ana sudah tidak di Jogja bro

    sekalian promosi nih ustadz MM, untuk rekan-rekan yang berdomisili di Jogjakarta, ada yayasan bernama RausyanFikr (yayasan Ahlulbait di Jogja) alamatnya di pandega Wreksa (depan SPBU Jakal di KM 5,6) tidak hafal alamat lengkapnya….
    Syukron wa Afwan

    1. mas Arif,ku ucapkan trima kasih atas alamatnya,dan kuucapkan a`zomallahuala ujurakum bi musobina bil imam hasan as.

  127. Ah percaya sama riset ini, riset dulu peristiwa Karbala.

    Sabar bos … marah2 itu tidak pakai akal, tapi nafsu … sabar2 :lol:

    Ternyata yang meninggal bersama Al Husein adalah Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Ali bin Abi Thalib, serta Umar bin Ali bin Abi Thalib.

    Terus apa hubungannya mas?! perawi hadis syiah namanya muawiyah dan yang Yazid juga ada. Memangnya Syiah anti terhadap nama. Analisa itu pakai akal, jangan pakai nafsu bos … akhirnya nulis aja sampai blunder … :mrgreen:

    Dan ternyata meninggalnya Al Husein karena penghianatan sekolompok Syiah yang tinggal di Kufa.

    Saya tidak pungkiri bahwa ada sebagian Syiah Kufah yang telah berkhianat saat itu, namun bukan merekalah yang membunuh Imam Husein as, karena yang jelas memusuhi Imam Ali as dan putra-putrannya ini adalah Bani Umayyah cs…

    Jangan lupa juga sama Umar bin Sa’ad bin Abi Waqash yang menjadi komandan pembantai Al Husein …

    Untuk itu, janganlah anda menuding mereka yang baru kenal dengan Imam Husein as di Kufah sana, tapi bertanyalah kepada mereka yang mana ayah dan anak-anaknya telah mengenal Imam Husein as dan keluarganya sejak kecil. Bahkan mereka telah menyaksikan Datuknya saw memperjuangkan agama ini … tapi bukankah pedang mereka di arahkan ke tengkuk Imam Husein as …?!

    Jika demikian, lantas mengapa hanya menyebut penghuni Kufah saja yang berkhianat bos?! Kalau pakai nafsu, maka yang jelas-jelas ingin anda tampakkan disini hanyalah sekedar ingin menjadikan sebagian penghuni Kufah itu sebagai kambing hitamnya … tapi kalau anda pakai akal sehat, pikirkanlah kemana ratusan ribu umat yang sudah mengaku dirinya Muslim saat cucunda Rasul saw ini dibantai di padang Karbala?!

    Tanya kenapa atau kemana bos…?!

    Ingatlah bahwa bukan hanya sebagian penghuni Kufah saja yang telah mengkhianati mereka, tapi sebagain besar orang-orang yang bahkan pernah mengenal Rasul saw pun telah tutup mata dan tutup telinga saat itu … Saran saya, belajarlah melihat gajah yang ada di depan mata anda, dan jangan cuma melihat segelintir semut yang berada di kejauhan … :lol:

    Jadi palsu setiap hari adalah Karbala, kecuali, setiap hari menghianati Sunni, sesuai aqidah taqiyah syiah.

    Hehehe … anda boleh bicara apapun, tapi fakta bahwa Israel dan Amerika bertekuk lutut dihadapan para pemimpin Syiah sejak dulu. Syiah berperang dan menang … itu kalau anda memang mau berbicara fakta. Mengapa? Hal ini disebabkan pemimpin kami bukan mantan kacung dan antek2nya amerika …

    Sudahlah Mas, wahabi kok ngaku Sunni?! Waktu Om Bin Laden masih bekerja sebagai mata-mata CIA untuk memasok senjata ke Afghan di era 80an itu taqiyah gak yaa? Sewaktu pejuang Afghan di beking Amerika saat menghadapi Uni Soviet pada era 80an itu taqiyyah gak yaa? Saat para ulama dan pemimpin wahabi bertemu dan beramah tamah dengan ulama syiah itu taqiyyah gak yaa? Saat pemerintah wahabi saat ini beramah tamah dengan pemerintah Amerika dan Israel taqiyyah gak yaa :lol: … Saat seorang wahabi mengaku Sunni taqiyyah gak yaa? hehehe … :mrgreen: … please deh …

    1. Pejuang Afgan dan Bin laden disupport AS melawan Soviet ya bukan bertaqiyyah… mereka memang terbuka bekerjasama dengan AS karena berhadapan dengan musuh yang sama Atheis soviet. Kalau sekarang mereka melawan AS juga bukan bertaqiyyah… memang AS merusak negara Islam..Bertaqiyyah itu kalau didepan umum mengaku musuh, tapi pada saat yang sama dibelakang ternyata peluk2 an…sifat khas orang munafik

      1. masalah taqiyah ini sudah kesekian kalinya ditanyakan dan sudah kesekian kalinya juga saya jawab apa itu taqiyah, tapi sebagaimana anda tidak pernah bosan bertanya, maka saya juga tidak pernah bosan menjawab. Nah, kalau mau taqiyah itu silahkan baca artikel jawaba yang sdh pernah saya tulis berkali-kali di blog ini ya … :lol:

        Soal Taqiyah

        Banyak di antara saudara-saudara Sunni yang menganggap bahwa taqiyah adalah akibat dari minimnya keimanan dan keyakinan kepada Allah swt. Alasan mereka bahwa orang-orang yang menyembunyikan keyakinannya untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya adalah ciri manusia yang penakut, padahal seharusnya dia hanya perlu takut kepada Allah saja dan bukan kepada makhluk. Dalam konteks ini, sebagian kaum Wahabi sering menambahkan bahwa tindakan seperti ini mengakibatkan syirik.

        Perlu dipahami bahwa Syiah tidak memahami taqiyah seperti yang diasumsikan oleh sebagian ulama Sunni atau Wahabi yang secara khusus telah menolak taqiyah dalam Islam. Syeikh Ridha Muzaffar dalam kitabnya Aqa’id al-Imamiyah menjelaskan bahwa, taqiyah harus sesuai dengan aturan khusus berdasarkan kondisi di mana bahaya besar mengancam. Aturan-aturan ini banyak tercantum dalam kitab-kitab fiqih, beserta seberapa besar atau kecilnya bahaya yang menentukan keabsahan taqiyah sendiri. Taqiyah tidak wajib dilakukan setiap waktu. Sebaliknya, taqiyah boleh dilakukan dan kadang-kdang perlu untuk tidak bertaqiyah. Contohnya pada kasus dimana mengungkapkan kebenaran akan melancarkan tujuan agama, dan member manfaat langsung kepada Islam, dan berjuang demi Islam. Sesungguhnya pada situasi demikian, harta, benda dan nyawa harus dikorbankan. Selain itu, taqiyah tidak boleh dilakukan pada kasus yang berakibat pada tersebarnya kerusakan dan terbunuhnya orang-orang yang tidak berdosa, dan pada kasus yang akan mengakibatkan hancurnya agama, dan kerugian yang nyata akan menimpa umat Muslim, baik menyesatkan mereka atau merusak dan menindas mereka.

        Selain itu, sebagaimana yang diyakini kaum Syiah bahwa, taqiyah tidak menjadikan Syiah sebagai organisasi rahasia yang berusaha menghancurkan dan merusak, seperti yang coba ditambilkan oleh para pembenci Syiah. Kritik-kritik ini memperlihatkan serangan mereka secara verbal tanpa benar-benar memperlihatkan persoalan dan berusaha memahami pendapat Syiah tentang taqiyah.

        Seperti yang antum bisa lihat bahwa taqiyah tidak sama dengan sifat munafik, karena sifat munafik adalah kebalikan dari taqiyah itu sendiri. Karena taqiyah sederhananya adalah menyembunyikan kebenaran untuk tujuan yang akhirnya ingin memenangkan kebenaran , sedangkan munafik adalah menonjolkan sikap bahwa dia seolah-olah manusia yang benar, padahal tujuannya justru ingin menghancurkan kebenaran.

        Sumber taqiyah dalam Al-Qur’an

        Di sini, saya tidak mau merujuk kepada dalil-dalil Syiah tentang taqiyah, karena antum pasti akan mengatakan bahwa sudah semestinya Syiah memiliki dalil-dalil tentang taqiyah, sebab Syiah memang mempercayai konsep taqiyah. Nah, agar bisa menepis persepsi buruk soal taqiyah, maka saya justru akan merujuk dari kitab-kitab ulama Sunni sendiri seputar pandangan taqiyah itu sendiri.

        Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya, ad-Durr al-Mantsur fi tafsir al-ma’tsur meriwayatkan pendapat Ibnu Abbas tentang taqiyah dalam ayat Al-Qur’an, yaitu:

        “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena siasat (“tat-taquh”) memelihara diri (“tuqatan”) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS. 3:28)

        Kata “tat-taquh” dan “tuqatan” mengakar dari bahasa Arab taqiyah.

        Ibnu Abbas berkata: Taqiyah hanya diucapkan dengan lidah saja; orang yang dipaksa menyatakan sesuatu yang bisa membuat murka Allah swt, padahal hatinya tetap beriman kepada Allah, maka ucapan yang terpaksa tersebut tidak akan merugikannya, karena taqiyah hanya diucapkan dengan lidah saja dan bukan dengan hati.

        Abu Bakar Razi dalam Ahkam al-Qur’an (jilid II, hal 10) menjelaskan juga ayat di atas, “…kecuali karena siasat (“tat-taquh”) memelihara diri (“tuqatan”) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka…(QS. 3:28)”, dengan membenarkan bahwa taqiyah harus bisa dilakukan apabila seseorang takut jika hidup atau anggota tubuhnya terancam bahaya. Selain itu, dia meriwayatkan juga bahwa Qatadah menyatakan hal berikut berkenaan ayat di atas, “seseorang boleh mengucapkan kata-kata ketidakberimanan saat taqiyah wajib dilakukan.”

        Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari (jil 7, 102) bahwa Abu Darda berkata, “Sesungguhnya kami tersenyum kepada beberapa orang, padahal hati kami mengutuk mereka.”

        Mohon antum simak pesan Rasul saw ini baik-baik. Diriwayatkan dalam Sahih Muslim (versi Inggris), bab 1527, jilid 4, hal 1373, hadis 6303 bahwa Humaid bin Abdurrahman bin Auf meriwayatkan bahwa ibunya, Ummu Kaltsum binti Uqbah bin Abu Mu’ait, salah satu orang Muhajirin yang pertama kali membait Nabi Muhammad saw, berkata bahwa ia mendengar Nabi saw berkata: “Seorang pendusta adalah seseorang yang tidak berusaha membawa kedamaian di antara umat dan berbicara hal-hal yang baik (untuk mencegah timbulnya pertengkaran), atau tidak menyampaikan kebaikan.” Ibnu Syihab berkata, “Saya tidak mendengar bahwa pengecualian diberlakukan pada apapun yang orang katakan sebagai kebohongan, kecuali pada tiga hal: dalam peperangan, mendamaikan orang dan pertanyaan suami kepada isterinya, dan pertanyaan seorang isteri kepada suaminya (dalam bentuk pernyataan sebaliknya untuk mendamaikan suami isteri itu.”

        Seorang ahli tafsir Sunni, Abdul Hamid Siddiqi, pada kitab Sahih Muslim (versi Inggris, bab 1527, jilid 4, hal 1373, hadis 6303) menyatakan penafsirannya sebagai berikut: Berbohong adalah sebuah dosa besar. Tetapi seorang Muslim boleh berbohong dalam beberapa kasus tertentu dan diperbolehkannya berbohong pada tiga keadaan: pada peperangan, untuk mendamaikan umat Muslim yang saling bermusuhan, dan mendamaikan suami dan istri. Berdasarkan qiyas atau analogi dari ketiga keadaan ini, para ulama hadis memberikan beberapa pengecualian lainnya; menyelamatkan nyawa dan kehormatan orang tak berdosa dari tangan penguasa zalim dan penindas apabila seseorang tidak menemukan cara lain untuk menyelamatkan mereka.

        Perhatikanlah baik-baik, bahwa baik hadis ataupun penafsiran Al-Qur’an di atas tidak mesti berhubungan dengan non-Muslim saja. Lihat juga ayat al-Qur’an di bawah ini:

        “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” (QS. 16:106)

        Kisah seorang Mukmin di zaman Fir’aun yang bertaqiyah untuk melindungi Musa as.

        “Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu…” (QS. 40:28)

        Seperti yang antum lihat sendiri bahwa taqiyah bukan produk made in Syiah, tapi made in al-Qur’an.

  128. @Dewa Indonesia
    JUMLAH NT ORANG EMANG BANYAK….CUMAN BANYAKNYA SEBANYAK BULU KETEX ANA…
    HUHEHEHE…..

    KALO JENIS MACAM NT ORANG DI KLAIM BANYAK…..
    PASTI BALI UDAH TNGGELAM SAMA BOM BUNUH DIRI…..

    YANG ANE TAU BANYAK SIH EMANG BANYAK…..
    CUMAN BANYAKNYA ADA DI DISKOTIK…PANTI PIJET & LOKALISASI

    NGA PERCAYA…NTAR KALO PAS NGERAZIA TEMPAT MAKSIAT NT TANYAIN AJA…..PASTI SEMUANYA NGAKU SUNI….

    ROBOT GEDEX juga SUNI kan ?

    MASIH MAU NGELES ?
    :) :) :)

  129. Salam

    Makna Surat Maryam Ayat 1

    KISAH NABI ZAKARIA a.s. DAN NABI YAHYA a.s.
    Sebab Zakaria berdoa memohon keturunan
    Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad (Q.S. Maryam : 1)

    Disebutkan dalam Al-Ihtijaj bahwasanya Sa’ad bin Abdullah bertanya kepada al-Qaim (Imam Mahdi as) tentang takwil Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad, maka al-Qaim as menjawab :
    Huruf-huruf ini sebagian berita-berita gaib, Allah melihat hamba-Nya berkenaan dengan huruf-huruf itu, kemudian Dia menceritakannya kepada Muhammad saw.
    Sebab, Zakariya as pernah memohon kepada Tuhannya agar mengajarkan kepadanya nama-nama lima orang, maka Allah menurunkan Jibril as kepadanya dan mengajarkan kepadanya nama-nama lima orang itu. Zakariya as jika mengingat Muhammad saw, Ali, Fatimah dan al-Hasan alaihimus salam, lenyap darinya kesusahannya dan hilanglah darinya kesedihannya. Akan tetapi, jika dia mengingat al-Husain as, maka dia (terasa) tercekik oleh kesedihan dan mengeluarkan nafas yang panjang. Pada suatu hari Zakariya as berkata, “Wahai Tuhanku, mengapa aku jika mengingat empat orang dari mereka (Muhammad saw, Ali, Fatimah dan al-Hasan alaihimus salam), hatiku menjadi lega dari kesusahan-kesusahanku dengan perantaraan nama-nama tersebut, tetapi jika aku mengingat al-Husain as, maka air mataku mengalir dan keluar nafas panjang (karena menahan kesedihan)?”
    Maka Allah SWT memberitahukan kepada Zakariya as kisahnya. Allah berfirman kepadanya, Kaf Ha’ Ya’ ‘ Ain Shad. Kaf adalah Karbala, Ha’ adalah halakul ‘itrah (kebinasaan keturunan Nabi saw), Ya’ adalah Yazid, dan dia adalah orang yang melakukan kezaliman terhadap al-Husain as, ‘Ain adalah ‘athasyuhu (dahaganya al-Husain as) dan Shad adalah shabruhu (kesabarannya al-Husain as).
    Setelah mendengar kisah itu, Zakariya as tidak meninggalkan masjidnya selama tiga hari dan melarang semua orang untuk menemuinya. Di dalam masjidnya itu, dia terus-menerus menangis dan meratap keras. Di dalam ratapannya itu, Zakariya as berdoa, “Tuhanku, apakah Engkau akan menjadikan hati sebaik-baik makhluk-Mu itu (Muhammad saw) bersedih dengan anaknya (al-Husain as, yaitu dengan dibantai di Karbala dalam keadaan yang sangat mengenaskan)? Tuhanku, apakah Engkau akan menurunkan musibah ini dengan kematiannya? Tuhanku, apakah Engkau akan mengenakan pada Ali dan Fatimah pakaian musibah ini? Tuhanku, apakah Engkau akan menimpakan musibah ini pada mereka berdua?”
    Zakariya as berdoa, “Tuhanku, karuniakan kepadaku seorang anak laki-laki yang menyenangkan hatiku di masa tuaku. Kemudian jika Engkau telah mengaruniakan kepadaku anak laki-laki itu, maka berilah aku ujian dengan kecintaan kepadanya, kemudian jadikanlah hatiku bersedih dengan kematiannya.” Masa Yahya as dalam kandungan adalah enam bulan dan demikian pula masa al-Husain as.
    Salam

  130. Bodoh bin amit, kebiasaan syiah mengadu domba. Memang taqiyah benar – benar amit. Sejak kapan wahabi keluar dari sunni. Tidak ada ceritanya,

    Ada mas … hehehe … kok suka tebak-tebakan yaa?! Baca yang ini aja dulu:lol:

    Yang kedua, Osama Bin Laden itu Khawarij, gak ada hub. dengan Wahabi. Dia sendiri bilang kalau Arab Saudi negara kafir.

    Om Ben Laden itu Khawarij dan gak ada hubungannya dengan mazhab Wahabi?! hehehe … :lol: jangan suka ngarang melulu dong … buktikan dulu lah bahwa mazhab yang dianut oleh om ben laden itu bukan wahabiyah tapi khawarij! Memangnya sistem kerajaan itu bukan sistem yang kafir?! Lho! katanya sistem pemerintahan Qur’an itu adalah musyawarah, tapi sekarang anda bilang bahwa bentuk pemerintahan monarki mutlak seperti Saudi Arabia itu Islami? Yang pertama dalil ‘aqli dan naqlinya mana dan yang kedua dalil ‘aqli dan naqlinya mana? Ini agama mas bukan kuis… :mrgreen:

    Saat para ulama dan pemimpin wahabi bertemu dan beramah tamah dengan ulama syiah itu taqiyyah gak yaa?

    Tidak pernah dikenal taqiyah dalam Sunni (Mau Maliki, Hanbali ataupun Wahabbi) tapi yang ada taqiyah adalah di Syiah.

    Berat kemungkinan bahwa ulama Syiah yang bertaqiyah. Karena bukti itu keyakinan mereka.

    Jangan asal nuduh, seseorang yang suka melakukan perbuatan sering beranggapan bahwa orang lain melakukan hal yang sama.

    Ah jangan suka bohong mas. Nih saya kutip lagi tulisan saya soal taqiyah itu apa?

    Soal Taqiyah

    Banyak di antara saudara-saudara Sunni yang menganggap bahwa taqiyah adalah akibat dari minimnya keimanan dan keyakinan kepada Allah swt. Alasan mereka bahwa orang-orang yang menyembunyikan keyakinannya untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya adalah ciri manusia yang penakut, padahal seharusnya dia hanya perlu takut kepada Allah saja dan bukan kepada makhluk. Dalam konteks ini, sebagian kaum Wahabi sering menambahkan bahwa tindakan seperti ini mengakibatkan syirik.

    Perlu dipahami bahwa Syiah tidak memahami taqiyah seperti yang diasumsikan oleh sebagian ulama Sunni atau Wahabi yang secara khusus telah menolak taqiyah dalam Islam. Syeikh Ridha Muzaffar dalam kitabnya Aqa’id al-Imamiyah menjelaskan bahwa, taqiyah harus sesuai dengan aturan khusus berdasarkan kondisi di mana bahaya besar mengancam. Aturan-aturan ini banyak tercantum dalam kitab-kitab fiqih, beserta seberapa besar atau kecilnya bahaya yang menentukan keabsahan taqiyah sendiri. Taqiyah tidak wajib dilakukan setiap waktu. Sebaliknya, taqiyah boleh dilakukan dan kadang-kdang perlu untuk tidak bertaqiyah. Contohnya pada kasus dimana mengungkapkan kebenaran akan melancarkan tujuan agama, dan member manfaat langsung kepada Islam, dan berjuang demi Islam. Sesungguhnya pada situasi demikian, harta, benda dan nyawa harus dikorbankan. Selain itu, taqiyah tidak boleh dilakukan pada kasus yang berakibat pada tersebarnya kerusakan dan terbunuhnya orang-orang yang tidak berdosa, dan pada kasus yang akan mengakibatkan hancurnya agama, dan kerugian yang nyata akan menimpa umat Muslim, baik menyesatkan mereka atau merusak dan menindas mereka.

    Selain itu, sebagaimana yang diyakini kaum Syiah bahwa, taqiyah tidak menjadikan Syiah sebagai organisasi rahasia yang berusaha menghancurkan dan merusak, seperti yang coba ditambilkan oleh para pembenci Syiah. Kritik-kritik ini memperlihatkan serangan mereka secara verbal tanpa benar-benar memperlihatkan persoalan dan berusaha memahami pendapat Syiah tentang taqiyah.

    Seperti yang antum bisa lihat bahwa taqiyah tidak sama dengan sifat munafik, karena sifat munafik adalah kebalikan dari taqiyah itu sendiri. Karena taqiyah sederhananya adalah menyembunyikan kebenaran untuk tujuan yang akhirnya ingin memenangkan kebenaran , sedangkan munafik adalah menonjolkan sikap bahwa dia seolah-olah manusia yang benar, padahal tujuannya justru ingin menghancurkan kebenaran.

    Sumber taqiyah dalam Al-Qur’an

    Di sini, saya tidak mau merujuk kepada dalil-dalil Syiah tentang taqiyah, karena antum pasti akan mengatakan bahwa sudah semestinya Syiah memiliki dalil-dalil tentang taqiyah, sebab Syiah memang mempercayai konsep taqiyah. Nah, agar bisa menepis persepsi buruk soal taqiyah, maka saya justru akan merujuk dari kitab-kitab ulama Sunni sendiri seputar pandangan taqiyah itu sendiri.

    Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya, ad-Durr al-Mantsur fi tafsir al-ma’tsur meriwayatkan pendapat Ibnu Abbas tentang taqiyah dalam ayat Al-Qur’an, yaitu:

    “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena siasat (“tat-taquh”) memelihara diri (“tuqatan”) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS. 3:2 8)

    Kata “tat-taquh” dan “tuqatan” mengakar dari bahasa Arab taqiyah.

    Ibnu Abbas berkata: Taqiyah hanya diucapkan dengan lidah saja; orang yang dipaksa menyatakan sesuatu yang bisa membuat murka Allah swt, padahal hatinya tetap beriman kepada Allah, maka ucapan yang terpaksa tersebut tidak akan merugikannya, karena taqiyah hanya diucapkan dengan lidah saja dan bukan dengan hati.

    Abu Bakar Razi dalam Ahkam al-Qur’an (jilid II, hal 10) menjelaskan juga ayat di atas, “…kecuali karena siasat (“tat-taquh”) memelihara diri (“tuqatan”) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka…(QS. 3:28)”, dengan membenarkan bahwa taqiyah harus bisa dilakukan apabila seseorang takut jika hidup atau anggota tubuhnya terancam bahaya. Selain itu, dia meriwayatkan juga bahwa Qatadah menyatakan hal berikut berkenaan ayat di atas, “seseorang boleh mengucapkan kata-kata ketidakberimanan saat taqiyah wajib dilakukan.”

    Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari (jil 7, 102) bahwa Abu Darda berkata, “Sesungguhnya kami tersenyum kepada beberapa orang, padahal hati kami mengutuk mereka.”

    Mohon antum simak pesan Rasul saw ini baik-baik. Diriwayatkan dalam Sahih Muslim (versi Inggris), bab 1527, jilid 4, hal 1373, hadis 6303 bahwa Humaid bin Abdurrahman bin Auf meriwayatkan bahwa ibunya, Ummu Kaltsum binti Uqbah bin Abu Mu’ait, salah satu orang Muhajirin yang pertama kali membait Nabi Muhammad saw, berkata bahwa ia mendengar Nabi saw berkata: “Seorang pendusta adalah seseorang yang tidak berusaha membawa kedamaian di antara umat dan berbicara hal-hal yang baik (untuk mencegah timbulnya pertengkaran), atau tidak menyampaikan kebaikan.” Ibnu Syihab berkata, “Saya tidak mendengar bahwa pengecualian diberlakukan pada apapun yang orang katakan sebagai kebohongan, kecuali pada tiga hal: dalam peperangan, mendamaikan orang dan pertanyaan suami kepada isterinya, dan pertanyaan seorang isteri kepada suaminya (dalam bentuk pernyataan sebaliknya untuk mendamaikan suami isteri itu.”

    Seorang ahli tafsir Sunni, Abdul Hamid Siddiqi, pada kitab Sahih Muslim (versi Inggris, bab 1527, jilid 4, hal 1373, hadis 6303) menyatakan penafsirannya sebagai berikut: Berbohong adalah sebuah dosa besar. Tetapi seorang Muslim boleh berbohong dalam beberapa kasus tertentu dan diperbolehkannya berbohong pada tiga keadaan: pada peperangan, untuk mendamaikan umat Muslim yang saling bermusuhan, dan mendamaikan suami dan istri. Berdasarkan qiyas atau analogi dari ketiga keadaan ini, para ulama hadis memberikan beberapa pengecualian lainnya; menyelamatkan nyawa dan kehormatan orang tak berdosa dari tangan penguasa zalim dan penindas apabila seseorang tidak menemukan cara lain untuk menyelamatkan mereka.

    Perhatikanlah baik-baik, bahwa baik hadis ataupun penafsiran Al-Qur’an di atas tidak mesti berhubungan dengan non-Muslim saja. Lihat juga ayat al-Qur’an di bawah ini:

    “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” (QS. 16:106)

    Kisah seorang Mukmin di zaman Fir’aun yang bertaqiyah untuk melindungi Musa as.

    “Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu…” (QS. 40:2 8)

    Seperti yang antum lihat sendiri bahwa taqiyah bukan produk made in Syiah, tapi made in al-Qur’an.

    Jika demikian, lantas mengapa kaum Wahabi malah menyatakan bahwa taqiyah itu identik dengan syirik karena takut kepada selain Allah, atau munafik dan lain sebagainya, padahal al-Qur’an secara tegas melarang untuk menjerumuskan diri kita kepada kebinasaan tanpa tujuan dan membolehkan taqiyah, meskipun hal itu atas nama jihad dan lain sebagainya, “janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 2:195)

    Kedua, dimana bukti ada ulama Wahabi beramah tamah dan berkumpul dengan Amerika dan Israel.

    Ya sudah … baca aja tulisan ini yaa:mrgreen:

    Malah saya ada foto ulama syiah kumpul sama israel dan amerika. Jadi berikan bukti bukan janji.

    O ya … wah saya penasaran tuh … ;)
    Bagi linknya dong … saya rasa di blog saya foto2 yang menunjukkan si “raja islam” :lol: dari Saudi Arabia yang lagi cipika-cipiki dan bergandengan tangan sama Bush sudah membuktikan … Sudah lihat kan fotonya?

    Yang kedua, dari dulu Wahabi itu sunni, jadi bukan taqiyah namanya. Tapi kebenaran

    Jangan ngarang terus mas … belajar saja dulu ya … :lol:

  131. “Hehehe … anda boleh bicara apapun, tapi fakta bahwa Israel dan Amerika bertekuk lutut dihadapan para pemimpin Syiah sejak dulu. Syiah berperang dan menang … itu kalau anda memang mau berbicara fakta. Mengapa? Hal ini disebabkan pemimpin kami bukan mantan kacung dan antek2nya amerika …”

    Bukan bertekuk lutut, tapi lagi bikin drama. Sejak kapan yaa?? Anehnya, begitu senangnya media Amerika menggembar – gemborkan perlawanan Iran sama Amerika dan Israel. Tapi tidak ada perlawanan.

    Hizbullah sendiri sebenarnya bikin sekenario agar Israel bisa punya alasan menyerang Libanon. Jadi semua itu hanya kebiasan taqiyah syiah.

    Taqiyah = Munafik.

    Nama umar, ustman, muawiyah sama yazid adalah nama arab yang biasa.

    Bagaimana dengan nama Abu Bakar, padahal nama itu baru dikenal pertama kali oleh Abu Bakar, karena itu nama julukan beliau. Apa tidak aneh memberi nama dengan nama julukan dari yang “katanya” merampas kekhalifahan.

    Kenapa gak pake nama Abu Thalib, tak ada keturunan Imam Ali yang diberi nama Abu Thalib?? Aneh bin Ajaib kalau dikatakan Abu Bakar dan Ali radiyallahu anhum bermusuhan.

    Sekarang mau jawab ini, Ummu Kultsum putri Fatimah Azzahra dinikahkan kepada Umar Al – Faruq oleh Ali bin Abi Thalib.

    Mau bilang Imam Ali bertaqiyah?? Waduh, palsu semua itu.

    Makanya mikir pake otak jangan dengkul.

  132. Sudahlah akhi….tidakkah anda sadar bahwa tindakan anda semua saat ini sama sekali tidak mencerminkan ukhuwah islamiah.

    Please..jangan ikuti hawa nafsu..

    Disaat anda semua menginginkan persatuan islam tapi disaat yang sama anda mencaci maki sesama muslim satu sama lain dengan caci maki yang paling buruk yang dapat anda temukan…

    Disatu sisi kita telah berusaha mencari titik temu antar pemeluk agama, disisi lain kita masih saja hobi mencari titik beda suni-syiah dengan cara yang DEMI ALLAH tak mungkin akan dipraktekan oleh Nabi dan Ahl Baitnya…

    Tidakkah semua itu justru membuat anda tampak sangat tidak konsisten dan konyol?

    Tidak malukah kita dengan apa-apa yang sudah kita sampaikan ketika kita marah di Blog ini?

    Bukankah kita dapat, dalam kesunian kita, dalam kesyiahan kita, berbagi dan bekerja sama tanpa harus salin menyakiti satu sama lain, tanpa harus memaksakan pendapat dan mencaci maki satu sama lain….

    Berbagi tempat dalam dunia kita yang sempit ini, berbagi solusi dalam begitu banyak persoalan kita ini, berbagi kebaikan dalam begitu banyaknya keburukan yang kita hadapi..karena Tuhan kita satu..

    Akhi..Bila satu-satunya bentuk akhlak yang dapat anda ( Sunni dan Syiah) gambarkan satu sama lain hanyalah dalam format yang seperti ini…..

    MAKA YAKINLAH…

    DEMI ALLAH

    DEMI ALLAH

    DEMI ALLAH

    Persatuan islam tidak akan pernah terwujud..

    Ada manfaat apa kita meributkan hal-hal yang sudah lewat dan tidak akan menimbulkan kebaikan dimasa depan?

    Kemanfaatan apakah yang Muawiyah Bin Abu Gozok dapatkan dengan mencaci maki umar sebagai biang khamer?Apakah anda mengharpkan klaim ilmiah dari orang lain?Kemaslahatan dan perbaikan? Atau pengakuan atas imamah Imam?

    Apa kemanfaatan saudara-saudara saya yang sunni mencaci maki dan mengkafirkan saudara-saudara kita yang syiah?

    Sudahlah…apa yang kita bantahkan satu sama lain saat ini, betul-betul tidak akan menghasilkan kemaslahatan apapun kecuali luka yang semakin melebar dan kebencian satu sama lain…

    Bila anda kalah dalam perdebatan ini, anda hanya akan menyimpan dendam dan akhirnya menjadi dengki dan akhirnya menjadi fitnah..

    Bila anda menang dalam perdebatan ini, anda hanya akan menambah musuh dan tidaklah menambah seorang saudara. Bila anda menang dalam perdebatan ini, dengan kecanggihan anda mencari titik serang masing-masing mazhab, anda mungkin akan memperoleh kemenangan dan kepuasan atas lawan bicara anda, tapi anda tidak akan pernah memenangkan niat baik lawan bicara anda..

    Akhi, saya mengenal Imam dan percaya atas Imamah bukan karena caci maki, tapi karena cinta…

    Wahai ORANG_ORANG YANG BERAKAL diantara suni-syiah…

    Pakailah akalmu!!!

  133. Silahkan bila anda ingin berdiskusi lebih lanjut, Japri aja boleh ke; husein_irun@yahoo.com

    Salam kenal..

    Salam kenal juga mas, terima kasih buat undangannya. Saya undang anda disini saja. Maklum, ongkos bensin bandwith mahal … :lol:

  134. wew, komentar saya jangan ditahan, jika tdk berkenan dihapus juga gpp. Tapi kalau mau dihapus, semuanya aja, krn komentar saya berhubungan satu dan lainnya. Biar jadi tdk rancu

    Sabar mas, saya bukan pengangguran.
    Semuanya akan saya tampilkan dan saya tanggapi.
    So … relax aja oke … ;)
    InsyaAllah tidak akan rancu mas …

  135. Mas bagaiamana tawaran diskusinya ??? Buat satu postingan khusus, hanya ID kita berdua boleh kasih komentar.

    Lah, dari kemarin juga sudah kan … sebagian artikel di blog ini kan sudah berisi postingan khusus yang berisi pernyataan anda dan tanggapannya dari saya … dan kenapa mesti membatasi orang untuk berkomentar …?

    Terserah mau di blog saya atau diblog antum.

    :mrgreen: … hawa nafsu itu memang menyeramkan … *ngos-ngosan*

  136. Kenapa ajakan dialog dibilang hawa nafsu ??

    Anda mendikte komentar saya, karena saya tidak bilang bahwa tawaran berdialog itu sama dengan hawa nafsu. Saya mengkritisi sikap anda yang tidak bisa bersabar dan menunggu jawaban dari saya sehingga sampai mengirimkan tiga komentar dengan tema yang sama. Kira-kira namanya apa mas?

    a. Tergesa-gesa.
    b. Hipertensi.
    c. Redundant.
    d. Ceroboh.
    e. Kurang sabar.

    Masa saya mau bilang anda geregetan sama saya … wah, gak lucu dong … *just kiding*

    Kan sebagaimana dialog, dua orang saling bertemu membicarakan suatu topik

    Yakin dengan kata “bertemu” yang anda gunakan itu? :lol:

    Gak usah tergesa-gesa menulis mas …

    sabar subur … :mrgreen:

    Kalau ada orang lain ikut komentar, terus saya harus jawab yang mana?? Komentar mas atau yang masuk, terus yang masuk keluar dari topik yang di dialogan.

    Loh … anda memang mau berdialog dengan saya ataukah menanggapi semua komentar? yaa … tahan nafsu aja sedikit mas …

    Dan yang baca nanti bingung, ini dialog atau bukan.

    Itu dugaan anda saja mas. Buktinya sejauh ini komentar yang masuk biasa-biasa saja.

    Atau bagaimana di blog saya aja, jika antum keberatan di blog antum.

    Haa! 8O … siapa yang bilang keberatan mas?! Memangnya saya pernah bilang keberatan … :)

    kalau yang kemarin, mas nanggapin komentar saya bukan dialog.

    Buktinya banyak komentar masuk, komentar saya yang menjadi jawabannya jadi masuk ke paling bawah.

    Lah kan anda dialognya antara anda dengan saya dan bukan dengan komentator. Memangnya saya membaca tulisannya pada komentator? Toh tidak demikian kan. Tanggapan saya atas tulisan anda ini kan sudah membuktikan bahwa sejak beberapa waktu terakhir, saya dan anda masih terus membicarakan topik serupa.

    Menurut saya, persoalan utamanya disini adalah masalah niat dan tujuan awal mas berdialog saja … :)
    Sederhananya, apakah mas mau berdialog dengan saya, ataukah agar tulisan dialog antara mas dan saya bisa dibaca oleh orang lain, tapi pada saat yang sama, anda tidak mengizinkan mereka untuk berkomentar?

    kan yang jelas itu, saya tanya antum jawab, terus antum tanya saya jawab. Itu baru dialog,.

    Dari kemarin postingan saya juga sudah begitu mas … (redundant)

    Apakah ini hawa nafsu ??

    Menurut anda sendiri apa?! ;)

  137. Jadi dialog itu, saya tanya antum jawab, terus antum tanya saya jawab. Itu baru dialog,.

    Hanya berdua, postingannya khusus.

    Mas, anda terus mengulang-ulang pernyataan yang sama pada sekitar enam tulisan anda yang terakhir.

    Apakah judul artikel berseri saya masih belum khusus juga? Mas, kalau benar-benar mau khusus itu bertemu muka, itu baru namanya khusus.

    Kalau memang perlu, bawa aja contekan … ehh … buku-bukunya mas … saya juga masih simpan kok beberapa koleksi yang anda pakai sebagai rujukan itu … :)

  138. Ass Wr Wb, walah semua yang Ghoib adalah HANYA ALLOH SWT yang tahu, yang penting kita tingkatkan ibadah kita, Ilmu Alloh tak kan habis ditulis walaupun tintanya air dari seluruh samudra, lihatlah Alloh tertawa melihat umatnya saling berdebat.
    Wass Wr Wb

  139. Buat Bp. Musadiq Marhaban Jika anda benar-benar berani ayo kita buat Dialog Nasional tentang makam Umar dan abubakar, tentu menarik. silahkan kirim couriculum vitae dan contac person anda. Kami yang akan buat seminarnya. Anda datang aja sebagai pembicara. Gimana? Saya tunggu.

    Salam, memang benar dan pasti bakal menarik, dan sebenarnya sudah menjadi rencana saya juga. Jadi anda duduk-duduk tenang saja untuk sementara ini :) ,karena insyaAllah buku saya yang mengkaji hal ini akan terbit. Saat ini saya sendiri masih mengolah data-data sejarah yang ada. Barangkali waktunya akan lebih tepat setelah publik diwacanakan dengan buku saya yang akan datang itu insyaAllah.

    Mungkin anda sendiri ingin menambahkan data tambahan atau masukan mengenai tema ini. Silahkan saja mas.

  140. Kebenaran itu bak mentari dan mata-mata ini memandangnya
    Akan tetapi matahari itu tersembunyi bagi si buta

    “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang didalam dada”. [QS Al-Hajj 46].

    Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
    Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
    Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
    Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
    ” (QS. 18:103-106)

    Salam damai bersama “Kristus” …

  141. Thousand salute for ustadz musadeq. Luar biasa ! Orang orang yang tertutup hatinya …. wah kasihan deh !!Nggak bisa ikutan ke akhirat hehehe

  142. ustad…
    ane tunggu bukunya……
    dua buku ente yg dulu ajah kudu ane baca ulang ulang
    karena relatif rumit dan menarik dan yg paling pasti ane kebanyakan “nyari rizqi” waktu luang seperti kuliah dulu buat baca buku barang mewah….
    apalagi tambah punya anak nih…

    ditunggu bukunya ustad…
    semoga anda dilindungi Allah dan aimmah serta diberi kesehatan dan anugrah kecerdasan dan hikmah untuk merangkai mozaik yg masih tercecer

    Semoga Allah ta’ala memudahkan dan melapangkan segala urusan antum yang baik. Terima kasih dan mohon doa.

  143. Untuk kaum muslimin, anda jangan mudah terkecoh oleh pendapat yang tidak didukung data ilmiah,biarkan ahli sejarah dan Arkeologi yang berbicara

    :lol: *no comment*

  144. Firman Allah swt., “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. 49 : 6)

    Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya (muslim) : Wahai kafir, maka pengkafiran ini akan kembali kepada salah satu dari keduanya, jika dia benar dalam pengkafirannya (maka tidak mengapa), tapi jika tidak maka ucapan itu akan kembali kepadanya” [HR Al-Bukhari)

    “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. 25:63)

  145. Ha…ha…ha…orang ‘Salafi’ tuh lucu, bukannya mereka sendiri tuh yang suka mengkafirkan sodara-sodara mereka sesama muslim? gue gak tahu yach si pemakai nama ‘Salafi’ di atas tuh Salafi beneran pa gak, kalo emang Salafi beneran mending hati2 klo mo ngingetin sabda Rasulullah saww tentang hukum mengkafirkan sesama muslim, jangan2 ntar malah ‘nampar’ muke loe sendiri…hi..hi..hi…

  146. Ass.

    Kalau orang2 wahabi membaca Doa Kumayl.. tersentuh gak ya hatinya?
    Coba deh mas Penulis Bebas berdoa dengan doa itu..dengan meresapi maknanya..Semoga Allah swt melembutkan hatimu.

  147. salam….
    sudah lama saya libur berdialog dengan saudara2 syi’i yang tulen seperti anda.
    begini saya memiliki pertanyaan, anda mengatakan (dalam paragraf ke 2 kalimat terakhir):
    “Selain itu, taqiyah tidak boleh dilakukan…..,pada kasus yang akan mengakibatkan hancurnya agama…”

    lalu jika ditanyakan kepada anda,mengapa IMAM ALI waktu itu membaiat ABubakar menjadi khalifah…..?

    Karena kedudukan Imam Ali as disisi Rasul saw sebagaimana kedudukan Harun as disisi Musa as Mas … anda tahu kenapa Harun as memilih diam terhadap Samiri? Renungkanlah!

    sebab,bukankah sikap ini akan memberikan persepsi pada umat Islam waktu itu dan setelahnya bahkan sampai sekarang bahwa memang itulah yang benarm,sehingga ajaran Islam menjadi rusak.

    Gini aja Mas … giliran saya mau tanya. Allah itu Mahakuasa gak? Mahakuat gak? Maha berkehendak gak? Bukankah cukup bagiNya untuk berkata “kun fa yakun” dan segala sesuatu akan mengikuti keinginanNya. Lah kalo gitu persoalannya, mengapa segitu repotnya sehingga perlu puluhan bahkan hingga ratusan nabi dan rasul datang dan pergi hanya untuk mengajak manusia untuk menyembah Allah Swt? Lah, kun fa yakun aja kan beres? Anda mau tahu falasi atau problem berpikir anda itu dimana? Coba anda tekuni ilmu epistemologi dan kosmologi, saya percaya itu akan sangat membantu untuk meluruskan jalan dan pola berpikir anda …

    artinya jika dipahami bahwa taqiyah tidak boleh dilakukan terhadap hal2 yang dapat menghancurkan ajaran agama, maka bukankah Imam Ali yang pertama kali melakukan penghancuran itu,karena beliau bertaqiyah saat membaiat ABUBAKAR, sehingga umat islam menjadi sesat karena mengakui abubakar sebagai khalifah yang pertama.?!

    Sekarang coba anda pikirkan juga … mengapa seorang Nabi Harun as (Nabi loh mas) diam terhadap tindakan Samiri dan kelompoknya? Apakah anda akan mengatakan juga bahwa Harun as adalah orang pertama yang menyesatkan Bani Israel karena dia membiarkan Samiri dan kelompoknya? Wah, saya gak ikutan deh … :D

    mas, kalau anda sudah tahu mana yang sesat dan mana yang tidak, ya ikutilah yang tidak sesat, dan jangan malah menyalahkan orang yang tidak sesat sambil berkata bahwa kesesatan ini bisa terjadi karena orang-orang yang tidak sesat itu telah membiarkan terjadinya kesesatan … wah mas, ini namanya blunder … :)
    … Kalau begini cara menilai anda, yaa Allah pun terkena saat iblis itu sesat, karena Allah lah yang pertama kali membiarkan iblis sesat dan Dia juga merelakan iblis untuk menyesatkan makhluk lainnya yang bernama manusia… sudah paham mas? :lol:

  148. Selama ratusan tahun kita (umat Muslim) tidak pernah bertanya “Sejak kapankah berita ini pernah dicatat dan dituliskan dalam sejarah Islam?”
    Cuplikan kalimat diatas adalah dari Mashodik Marhaban.
    Benar, memang kaum muslimin tidak pernah meragukan akan berita tersebut diatas. yang ragu atas kebenaran berita tsb diatas adalah kaum kafirin dan juga kelompok sesat Syiah.
    Mengapa topik ini diangkat kepermukaan oleh agama Syiah, karena:
    1. Kebencian yang sangat terhadap 2 sahabat yang mulia tersebut.
    2. mengaburkan keyakinan kaum muslimin dengan membuat syubhat-syubhat.
    3. memecah belah persatuan kaum muslimin demi kepentingan hina sesaat agama syiah.
    4. dengan terpecahnya kaum muslimin, maka Syiah, yahudi dan amerika akan mudah menghancurkan barisan kaum muslimin.
    Inilah salah satu dari sekian Taqiyyahnya Syiah.

    Benar Mas, pertanyaan saya: “Sejak kapankah berita ini pernah dicatat dan dituliskan dalam sejarah Islam?” kan sederhana …

    Lah kok, malah saya yang dicaci maki dan membuat berbagai kesimpulan baru yang gak kontekstual dengan pertanyaannya …? Kalo faktanya memang tidak ada dan anda juga tidak tahu yaa akui saja begitu … :D
    peace

  149. Bukan hanya sejarawan Sunni yang mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sejumlah tokoh Syiah yang diakui ke-tsiqah-annya oleh kaum Syiah juga mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sa’ad al-Qummi, pakar fiqih Syiah abad ke-3, misalnya, malah menyebutkan dengan rinci para pengikut Abdullah bin Saba’, yang dikenal dengan sekte Saba’iyah. Dalam bukunya, al-Maqalat wa al-Firaq, (hal. 20), al-Qummi menyebutkan, bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang memunculkan ide untuk mencintai Sayyidina Ali secara berlebihan dan mencaci maki para sahabat Nabi lainnya, khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a. Kisah tentang Abdullah bin Saba’ juga dikutip oleh guru besar Syiah, An-Nukhbati dan al-Kasyi, yang menyatakan, bahwa, para pakar ilmu menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang Yahudi yang kemudian masuk Islam. Atas dasar keyahudiannya, ia menggambarkan Ali r.a. setelah wafatnya Rasulullah saw sebagai Yusya’ bin Nun yang mendapatkan wasiat dari Nabi Musa a.s. Kisah Abdullah bin Saba’ juga ditulis oleh Ibn Khaldun dalam bukunya, Tarikh Ibn Khaldun. (hal. 44-46).

  150. astagfirullah, kenapa shiah selalu membalikkan fakta yang ada? apa yang diinginkan para shiah? kenapa kuburan umar di pertanyakan dengan mengatakan apakah sudah ada izin dari keluarga rasul untuk menguburkan umar di tanah mereka? padahal kita semua tahu, rasul tidak mempersoalkan harta benda dunia begitu pula keluarganya, kenapa justru shiah skrg yang mengungkit2 yang tidak ada zaman rasul dulu???

    keluarga Nabi saw gak ada sengketa tanah? baca sejarah dong Mas. Nih saya kasih yang dari sahih Bukhari aja yaa …

    Di dalam Shahih Bukhari, diriwayatkan dari Aisyah (Ummul Muminin), bahwa setelah wafatnya Rasulullah Saw, Fatimah, putri sang Nabi meminta kepada Abu Bakar agar memberikan warisannya dari harta fa’i yang ditinggalkan mendiang ayahnya.

    Mendengar jawaban Abu Bakar yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa beliau tidak boleh diwarisi dan harta peninggalannya merupakan sedekah, maka Fatimah marah dan tidak lagi mau berbicara dengan Abu Bakar. Bahkan Fatimah tidak mau menegur Abu Bakar sampai Fatimah wafat, 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah Saw.

    Kepada Abu Bakar, Fatimah juga meminta bagiannya dari dari peninggalan Rasulullah Saw berupa harta di Khaibar, di Fadak, dan di Madinah.

    Akan tetapi Abu Bakar menolaknya seraya berkata, “Aku akan tetap setia mengamalkan segala yang pernah dilakukan Rasulullah Saw. Aku tidak berani meninggalkkannya barang sedikit pun. Aku takut kalau menyimpang dari perintah beliau. Mengenai harta yang di Madinah sudah diberikan Umar kepada Ali dan al-Abbas. Jadi bagian itu sudah dikuasai Ali. Lalu mengenai harta di Khaibar dan di Fadak masih di tangan Umar. Kata Umar, kedua harta sedekah Rasululah Saw itu akan tetap dipertahankan dan diserahkan kepada khalifah umat, sebagaimana pesan beliau sendiri. Sampai sekarang harta itu masih ada dan tetap akan dipergunakan sebagaimana mestinya.” 1]

    Dari hadits Shahih Bukhari di atas ini kita melihat Sayyidah Fatimah as marah kepada Abu Bakar, maka timbul sebuah pertanyaan baru dari kasus ini : Tidak pernahkah Abu Bakar mendengar sebuah hadits yang juga tercatat di dalam Shahih Bukhari yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda kepada Sayyidah Fatimah as : “Fatimah adalah bagian dari diriku, maka barangsiapa yang membuatnya marah berarti juga telah membuatku marah!” 2]

    Kedua hadits di atas diriwayat oleh Bukhari dan terekam di dalam Jami’ Al-Shahih-nya! Apakah mungkin pernyataan Rasulullah Saw ini cuma gurauan belaka, canda atau omongan ngawur? Tentu saja tidak. Tidak mungkin Rasulullah Saw akan mengucapkan kata-kata yang sia-sia, apalagi gurauan dan yang semacamnya. Apalagi hadits ini juga diriwayatkan oleh banyak perawi lainnya seperti Tirmidzi, al-Hakim, Muslim dan banyak lagi.

    Allah Swt Berfirman :

    “kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.” (Al-Quran Surah Al-Najm [53]:ayat 2-3)

    Lalu bagaimana pendapat Anda?

    Catatan Kaki

    1. Shahih Bukhari, Jil. 4, hadits no. 325, Muslim di dalam shahihnya dan Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya.

    2. Shahih Bukhari Jil. 5, hadits no. 61, diriwayatkan dari sahabat Al-Miswar bin Makhrama.
    KLIK SINI UNTUKBACA SELENGKAPNYA! :)

    sptnya anda sudah “sekolah” ke iran, dan sudah dicuci isi kepala di Houzeh ilmi….
    lihat dengan hati jernih, apakah anda tidak merasa telah menyebarkan berita bohong dan telah menghina sahabat rasul?

    Makanya kalau belum tahu, jangan asal menghukumi Mas, karena itu sama dengan ….. :)
    Peace

    1. Mba Riana benar, Rasulullah SAW tidak mempermasalahkan harta benda setelah wafat. Hadits riwayat Bukhari di atas menunjukkan bahwa keluarga Rasul dan bukan Rasulullah SAW yang mempermasalahkan. Urusan itupun sudah selesai dan bisa diterima oleh Ali dan keluarganya. Rasulullah SAW akan marah bila Fathimah Ra marah, tapi lihat dalam konteks apa. Syiah sering menggunakan ayat dan hadits dan menafsirkan sesuai kepentingan kelompoknya sendiri.

      1. Hadis nabi tdk mewariskan itu dr siapa mas perawinya? Coba cek dl. Kemudian fakta bahwa sejak peristiwa fadak, sayyidah zahra as tidak pernah mau bertemu atau bicara dgn abu bakar dan umar sampai akhir hayatnya bahkan tidak mau disolatkan kecuali oleh orang2 yg sdh beliau wasiatkan … Kira2 menurut anda kenapa tuh?

        “urusan itupun sdh selesai dan bs diterima oleh ali dan keluarganya” … Baca sejarah lg mas … Umar bin abdul aziz itu melakukan apa saat dia menjadi raja islam kala itu?

        Last but not least, semua persoalan ug anda sebutkan tidak terkait dgn artikel yg sy bahas …

      2. Kalau masih tanya Umar bin Abdul Aziz melakukan apa saat menjadi Khalifah ke saya, kamu kali yg harus belajar sejarah. Hadits dari kalangan Sunni memang tidak pernah diaku mas sama orang Syiah. Saya sudah kenyang diskusi sama orang Syiah :)

      3. Kalau masih tanya Umar bin Abdul Aziz melakukan apa saat menjadi Khalifah ke saya, kamu kali yg harus belajar sejarah.

        Okey, sy anggap sbg nasehat, tp kalau tidak keberatan dgn nasehat dari sy bahwa dalam mengatakan saya tidak tahu itu ada besar muatan manfaatnya. Maaf ya mas sebaiknya pertanyaan akademis bisa dijawab secara akademis saja mas tdk perlu diseret sbg hal yg seolah-olah personal dgn berbagai asumsi negatif, dsb … ;)

        Hadits dari kalangan Sunni memang tidak pernah diaku mas sama orang Syiah.

        Saran sy belajar mas soal syiah itu apa, bagaimana pandangan mrk terhadap hadis, apakah syiah pernah membedakan hadis secara sektarian dgn parameter kesunnian atau kesyiahan, dsb. Jadi ga tebak2an gini mas … Sy tdk mau tanggapi atau menjawabnya krn selain sdh keluar dr konteks yg sy angkat diartikel ini tp juga sdh cukup menjelaskan apakah anda paham perihal syiah ataukah tidak?

        Saya sudah kenyang diskusi sama orang Syiah

        Iya mas sy percaya dan sbg bentuk penghormatan, sy pilih no comment atas pernyataan anda yg terakhir :mrgreen:

        Selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf batin dan lahir ;)

    2. Kamu seperti yang paling tahu aja. Oranglah suruh baca lebih, kamu sendiri baca tidak?

      1. Silahkan nilai wacananya aja bukan saya nya, argumen anda dlm lgika disebut argumentum ad hominem

  151. Assalamu alaikum . . .
    Sy adalah seorang muslim, yg telah menyakini 100 % kebenaran Islam, namun kenyakinan sy selama ini hanyalah didasarkan oleh kenyakinan yang diturunkan oleh orang tua tanpa suatu pengkajian yang mendalam. Sehingga saat sy membaca diskusi/perdebatan ini sy mulai berfikir bahwa ternyata kenyakinan itu masih harus dibuktikan kebenarannya. ( Karena kalo kita bertanya kpd orang kristiani tentang kenyakinan, mereka mengatakan yakin 100% ttg kebenaran ajarannya, padahal kita tahu bahwa mereka berada pada jalan yg salah ). Dan ternyata didalam Islam sendiripun terjadi perbedaan-perbedaan faham yg tajam malah ada yg sampai saling mengkafirkan. Oleh karena itu sy harapkan kpd ust Musadiq Marhaban untuk meneruskannya shg sy mendapatkan manfaatnya ( mungkin juga msh banyak sekali orang keyakinannya spt sy ). Karena sy yakin yg terbanyak belum tentu yg benar, namun jg sy harap ust tdk asal menulis sj tp hrs dengan bukti-bukti yg kuat. Jadi katakan yg benar itu benar walaupun pahit. Ini adalah masalah besar bg umat Islam, jadi kalau nanti terbukti, ternyata itu makam sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar bin Kattab katakan bahwa itu makam mereka, tapi kalau bukan ya katakan bukan. Dan untuk perdebatan pd masalah Sunni Syiah, sy ucapkan terima kasih kpd semua yg terlibat dalam diskusi/debat ini, krn telah membuka jalan pikiran sy, terutama dalam mencari kebenaran.

    Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah.
    Hamba mohon kepadamu,
    tunjukilah aku ke jalan yang benar, jalan yg Engkau ridhoi.

    Ya Allah, hamba yakin dengan ajaran-Mu yang dibawa oleh Nabi-Mu Muhammad SAW
    Namun pengikut Nabi-Mu semua mengatakan kalau dia yang paling benar,
    padahal mereka saling berselisih

    Ya Allah, berilah petuntuk kepada hambu-Mu yg sedang kebingungan ini, jangan tinggalkan hamba sendirian tanpa petunjuk-Mu walau hanya sekejab saja.

    Ya Allah, sampaikanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, keluarga Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

    1. ccckkkk,,,,,orang2 berdebat,,,,gak malu ama dirinya sendiri,,,kaya udah pinter semua,,,untuk pak daud ,,,ane pernah denger nbi,,,kalo bertemu orang bodoh,,tinggalkan dan ucapkan ( dalam Hati,,) selamat,,gitu aja pak gak perlu panjang lebar ,,capek kalo omong ama orang buta tuli bukan cuma fisik ,,tapi juga hati dan pikirannya,,,cukupkan saja dan tunggu nanti di mahsyar siapa yg terpenggal pedangnya umar,,,,,hahaha,,,

  152. to muawiyyah,,,cocok tu namanya,,muawiyyah,,,bokapnya yazid,,orang yg gak bisa berbuat apa2 waktu al hussain di bantai di karbala,,,,

  153. Kenapa sih mau ribut-ribut soal kuburan. Itu tidak menyangkut masaalah aqidah. Yang paling penting adalah kepercayaan yang keliru seperti: ORANG NASRANI YAKIN YESUS DISALIB UNTUK MENEBUS DOSA MANUSIA, ITU FIKTIF. SEBENARNYA YANG DISALIB ITU BUKAN YESUS TAPI ORANG YANG MENYERUPAINYA. Kenapa seorang nabi / rasul yang mulia (malah dianggap Tuhan) harus mati terhina ditiang salib untuk menebus dosa manusia. Ini adalah hal yang fiktif. Apalagi kalau Tuhan yang disalib. Inilah yang anda harus renungkan sebelum Nabi Isa Alaihissalam turun kembali kebumi untuk menegur pengikutnya yang keliru itu.

  154. Wah, saya berterima kasih kepada Mas Daud yang sudah melontarkan kritisi dan pertanyaan2 dengan topik yg luas. Karenanya, dalam waktu 3 jam non stop membaca tanggapan Ustadz Musadiq untuk Mas Daud, bagai menerima pengukuhan iman yang berapi2. Satu2nya wadah yg bila diisi tidak akan menyempit ialah wadah ilmu, demikian sabda Imam Ali As. Makin menggali kita, makin banyak ilmu yang didapat. Semoga apa yang saya baca bisa mengendap sebagai pengetahuan dalam sanubari saya. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati anda, Ustadz. Bow to all your notes. Btw, saya sudah tak sabar pulang ke Tanah Air, salah satunya hendak meluncur ke toko buku mencari buku Ustadz. Semoga mencerahkan. Salam.

  155. ya…ya…ya,whateverlah yg jelas di akhir zaman ini imam mahdi akan muncul dan membebaskan jazirah y tidak islami yaitu jazirah arab!!!persia(syiah nih yeeeee), dan ar rum. tolong bedakan mana ahlul sunnah mana golongan yazid bin muawiyah, mana ahlul bait mana syiah y ada masa ini. ahlul sunnah (abu bakar ra cs) mencintai ahlul bait ra,pertentangan akan siapa pengganti rasulullah saat itu dilandasi akan kesamaan rasa mencintai rasulullah!!!!oleh karena itu Ali ra mahfum dan mentolelir hal itu, beda halnya dengan siti Fatimah ra,beliau begitu dekat dengan rasulullah shg tdk dapat menerimanya.Jadi alasannya bukan krn kekuasaan lah kerakusan lah.Oleh karena itu Ali ra dpt mentolelirnya!!!!Tahu sendiri kan kualitas umar ra,hamba Allah SWT y begitu sederhana,beliau begitu takut akan ptnggung jwaban tugasnya sbg kalifah y begitu berat dan bgmn Islam jaya masa itu!!!lagi-lagi jgn menilai dr kacamata manusia awam spt kita-kita ini,y rakuslah y gila kekuasaanlah.Beliau-beliau adalah hamba y takut akan Allah SWT jauh banget klo cuma dibandingkan dgn kita-kita ini y kesehariannya jg masih banyak mudharat. Dengan persepsi ini kalian tidak akan melihat pertentangan pada ayat-ayat y turun y jelas-jelas menjelaskan kesetiaan mereka pada rasul

    1. saran saya sebaiknya perbanyak membaca dulu mas terutama biar wawasannya tidak terkotak sebatas ideologi yang telah diberikan oleh orangtua saat lahir, lalu menyebut ideologi tersebut sebagai benar :)
      Coba renungkan arti kata “benar” itu apa? Mungkin itu titik awal yang baik.

    1. Iya mas, itu informasi yang selama ini sudah dipaketkan ke kita semua, tapi sayangnya sejarah awal Islam sendiri ternyata tidak mendukung kebenaran berita-berita tersebut yang menyebutkan bahwa munculnya berita itu baru setelah +/-100-150 tahun paska wafat Nabi saww. Artikel itu saya buat untuk mencari catatan riset yang barangkali kurang dan ada yang bisa menyumbangkan data, tapi sejauh ini belum ada yang memberikan data terbaru. Saya masih meriset sampai sekarang. Jadi silahkan dibaca dulu artikelnya seputar historiografi Islam ini.

  156. salam kenal…

    Sepengetahuan saya setiap para Nabi selalu dikubur dekat dengan makam orang tuanya. Mungkinkah dua kubur dekat makam Rasulullah SAWW adalah kedua orang tuanya? Sebab kedua orang tua Rasulullah SAWW dimakamkan di Yatsrib. Saya mendukung riset ini biar pemahaman kita menjadi jelas dan tidak asal-asalan!

    1. Setahu saya bidang tanah yang kemudian menjadi Masjid Nabi dan rumah beliau dibeli oleh Rasulullah SAW. Kalo disana sudah terdapat makam orang tuanya, masa dibeli lagi dan orang2 Madinah tidak tahu disitu terdapat makam. Makam orang tua Rasulullah ada di Yatsrib namun bukan di sebelah makam Rasulullah SAW, tapi di sebuah kampung namanya abwa. Riset ini hanya sebuah upaya membongkar makam Abu Bakar Ra dan Umar Ra yang memang selalu dihujat oleh orang2 Syiah. Mereka berdua dibidik terlebih dahulu, nanti isu yang lain yang dimunculkan. Memangnya bagaimana orang Syiah juga yakin dengan makam imam2nya? Orang Sunni saja menghormati makam Ali Ra namun tdk berlebihan spt Syiah.

      1. Sirah atau sejarah yg anda sebut itu dikutip dr ibnu hisham yg diperoleh dari ibnu ishak yg justru sdg diwacanakan d artikel ini, sebaiknya baca dl jd tdk tergesa-gesa membuat kesimpulan

      2. Terus kamu baca Shirah selain dari Ibnu Hisyam dan Ibnu Ishaq dari mana lagi? Kalian orang Syiah harus teliti juga sumber sejarah kalian. Saya tidak meragukan makam Imam Ali RA di Najaf sekaligus juga tdk meragukan makam Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan Umar bin Khatthab di Madinah. Tapi pernahkan kalian meneliti ttg makam Imam Ali di Najaf sebagaimana kalian mengkritisi Makam Abu Bakar dan Umar? Saran saya kamu yg belajar lagi. Gaya kamu nih spt yg paling paham Islam krn baru dapat pencerahan dari ajaran Syiah. Kalau ketemu orang Syiah mah sudah sering mas saya. Apalagi pemikirannya yg itu2 aja. Ngga jauh2 dari pengagungan ahlul bait (yang juga cuma sepihak aja).

      3. Terus kamu baca Shirah selain dari Ibnu Hisyam dan Ibnu Ishaq dari mana lagi?

        Apakah ada pernyataan saya yang mengatakan bahwa sirah ibnu hisyam salah semuanya? Lalu apakah ada pernyataan saya yang mengatakan bahwa sirah ibnu hisyam benar semuanya? Keduanya tidak ada, bahkan intisari dari ulasan ini bukan bertujuan menyalahkan sirah ibnu hisyam tp mengevaluasi sejarah berdasarkan mata rantai kronologisasinya, yg tujuan akhirnya bs byk memberikan manfaat bagi kemaslahatan khazanah kajian islam secara keseluruhan.
        Problemnya kan di anda, semua kritik atas sejarah … Ooh … Berarti syiah … Itupun krn sy kebetulan muslim, coba kalo sy kristen … Oooh … Berarti orientalis …

        Mas, anda lah yg hendak menjadikan produk sejarah islam ini barang sakral dan tak luput dari kesalahan, serta phobia atas kritik dlm bentuk apapun. Jangan slahkan saya. Anda sudah subyektif secara penilaian atas tema ini, kalo anda ga bisa buktikan spt yg saya ajukan di artikel ini atas keabsahan kuburan abu bakar dan umar sebagaimana seharusnya … Hehe … Itu problema anda mas bukan saya, kl saya ngomong pakai bukti saja dan bukan malah dengan “membidik” si penanya apakah dia bermazhab sunni atau syiah :mrgreen:

        Kalian orang Syiah harus teliti juga sumber sejarah kalian.

        Silahkan mas, anda punya bukti lain bahwa paska pembunuhan atas imam ali as di solat subuh itu lalu beliau dbawa ketempat lain, silahkan selama ada pembuktian berdasarkan ekskavasi atau melalui jalur akademis, silahkan! Ada mas? :lol:

        Saya tidak meragukan makam Imam Ali RA di Najaf sekaligus juga tdk meragukan makam Rasulullah SAW, Abu Bakar RA dan Umar bin Khatthab di Madinah.

        Biasakan kritis dalam beragama mas, jgn asal nerima aja, quran dan hadis memerintahkan kita untuk berpikir dan mengevaluasi segala hal berdasarkan parameter2 akademis yg semestinya… Jd ajakan kompromistik anda ini saya hargai, tp ini kajian akademis dan ada basis studinya, jd maaf pandangan pribadi anda baik tp tujuan sy bukan itu. Krn utk itu sy ga masalah.

        Tapi pernahkan kalian meneliti ttg makam Imam Ali di Najaf sebagaimana kalian mengkritisi Makam Abu Bakar dan Umar?

        Seperti sy katakan di atas, silahkan buat website lalu buat artikel akademisnya supaya bisa dievaluasi bersama jika anda punya data2 lain seputar makam imam ali as selain di kota najaf yg sekarang. :)

        Saran saya kamu yg belajar lagi. Gaya kamu nih spt yg paling paham Islam krn baru dapat pencerahan dari ajaran Syiah. Kalau ketemu orang Syiah mah sudah sering mas saya. Apalagi pemikirannya yg itu2 aja. Ngga jauh2 dari pengagungan ahlul bait (yang juga cuma sepihak saja)

        Maaf kalau artikel saya membuat anda emosi saat puasa … Jd sy kira tdk perlu saya tanggapi krn tidak ada muatan akademisnya sama sekali dan sangat jelas kesimpulan persoanl yg sepihak ;)

      4. Anda kan meminta saya utk jangan asal menerima Al Quran dan Hadits begitu saja? itu benar, makanya saya belajar Al Quran dan hadits juga. Justru orang2 Syiah mengikuti apa saja yang dibilang imam2nya baik kitab2nya maupun sekedar perkataannya.Tanpa mengkritisinya sekalipun. Tdk usah khawatir mas, saya balas komen2 anda sambil senyum2 kok. Insya Allah puasa saya jalan terus :) Jadi boro2 emosi. Kalau anda bicara begitu, jgn2 anda yg emosi :) Memang artikel2 situ sangat akademis ya? :) Saya pernah dikirimi langsung email dari sebuah yayasan di Teheran yang ngundang beasiswa dan seminar disana karena di kampus saya mengajar Politik Amerika di Timur Tengah dan sudah tahu kemana arahnya :) Beberapa teman yang ikut program itu pulangnya ya rata2 jadi dai syiah. Dapat uang dan nikah muth’ah. Sudah pernah juga diskusi sekaligus sama 4 orang Syiah dalam satu pertemuan :) satu lawan empat. Kalau lagi mayoritas, ya menindas. Persis di Iran. Bahkan dalam ajang diskusi yang saya anggap obrolan santai sekaipun :) Jadi tdk usah merasa paling akademis. Jangankan content, teori dan metodologi sejarahnya saja akan sangat panjang dibahas. Insya Allah bertemu di mahsyar dan ketahuan mana yang benar. Syiah dan Islam memang tidak akan pernah ada titik temu.

      5. Anda kan meminta saya utk jangan asal menerima Al Quran dan Hadits begitu saja? itu benar, makanya saya belajar Al Quran dan hadits juga.

        Saya meminta anda “utk jangan asal menerima Al Quran dan Hadits begitu saja?” :? bisa tolong tunjuki saya dibagian mana mas?

        Justru orang2 Syiah mengikuti apa saja yang dibilang imam2nya baik kitab2nya maupun sekedar perkataannya.Tanpa mengkritisinya sekalipun.

        mas syiah itu paling kristis soal hadis, bahkan sedemikian kritisnya sehingga kitab hadis Syiah yang 4 itu tidak menggunakan “sahih” di depan judul bukunya. Saran saya belajar dulu mas tentang Syiah dari orang Syiah baru anda membuat senarai kesimpulan, jangan dari buku2 propaganda wahabi yang cuma ingin mengadu domba saja. Syiah memiliki ilmu rijal, mustalahatul hadis, dsb. Jangan kebanyakan baca buku2 propaganda mas, ga sehat pikiran.

        Tdk usah khawatir mas, saya balas komen2 anda sambil senyum2 kok.

        sampe buat pengakuan segala, aya2 wae… hehehe :mrgreen: … baguslah mas :lol:

        Insya Allah puasa saya jalan terus :) Jadi boro2 emosi.

        Ilahi amin ;)

        jgn2 anda yg emosi :) Memang artikel2 situ sangat akademis ya? :)

        sebagian prasangka itu dosa mas apalagi di bulan Ramadhan, untung sekarang sudah lebaran ya ;)
        Apakah artikel saya akademis? saya serahkan anda dan pembaca untuk menilai, namanya jg artikel yg dipublikasi, sebaiknya pembacalah yang menilainya bukan saya sendiri.

        Saya pernah dikirimi langsung email dari sebuah yayasan di Teheran yang ngundang beasiswa dan seminar disana karena di kampus saya mengajar Politik Amerika di Timur Tengah dan sudah tahu kemana arahnya :) Beberapa teman yang ikut program itu pulangnya ya rata2 jadi dai syiah. Dapat uang dan nikah muth’ah.

        :mrgreen: yah hebad juga anda, tapi hubungannya CV anda dengan artikel ini apa ya? :lol:
        ckckck … wah berarti punya teman2 yang mantan kuliah di Iran berarti? siapa2 mas namanya, saya pernah ke Qom… ;)
        hahaha :lol: terus2 mas … meski apa yang anda ucapkan ini sama sekali tidak ada relasinya dengan artikel saya, tapi apapun poin anda disini benar2 menghibur saya mas :lol: … ada kisah2 apalagi mas :)

        Sudah pernah juga diskusi sekaligus sama 4 orang Syiah dalam satu pertemuan :) satu lawan empat. Kalau lagi mayoritas, ya menindas. Persis di Iran. Bahkan dalam ajang diskusi yang saya anggap obrolan santai sekaipun :)

        sepertinya anda cukup eksis ya mas, siapa aja mas orang syiah yang anda pernah ajak diskusi? wah anda bisa dianggap pepesan kosong nanti oleh para pembaca lain kalau anda tidak berani menyebut nama-nama dan pendidikan mereka satu per satu ;) :mrgreen:

        Jadi tdk usah merasa paling akademis.

        maaf mas kalau sampai anda tersinggung :mrgreen: sye tidak tahu kalau anda ternyata seorang dosen dan pakar debat dengan orang2 Syiah yang sayangnya belum disebut nama2nya :lol: …jus kiding

        Jangankan content, teori dan metodologi sejarahnya saja akan sangat panjang dibahas.

        Mantap2 mas, iya ya mas, berteori itu memang gampang ya, yang sulit itu kan membuktikannya ya mas ;)

        Insya Allah bertemu di mahsyar dan ketahuan mana yang benar.

        hahaha … lama amad :lol: … wah, saya ga enak kalo anda jadi sampe putus asa begini … afwan2x ga bermaksud lho mas, berhubung habis lebaran idul fitri saya mohon maaf lahir dan batin dulu ya … serem maennya, ngebahas sejarah sampe padang mahsyar segala :mrgreen:

        Syiah dan Islam memang tidak akan pernah ada titik temu.

        Ooh Syiah bukan Islam ya mas? Tapi kenapa orang Syiah diizinkan pergi haji dan umroh dari jaman jadul ya mas? Kabah dan Madinah itu kan wilayah suci dan orang non-Muslim kan ga boleh masuk kesana setau saya :mrgreen:

        Damaikan hati dan Salam damai bersama Kristus ;)

  157. Assalaamu’alaikum wr wb

    Saya senang sekali bisa menemukan situs ini. Betapa Syiah telah melakukan dakwah yang luas di Indonesia. Betapa saya lengah memperhatikan sekitar saya. Bismillaahirrahmaanirrahiim, semoga bisa terus mengikuti perkembangan Syiah dan melihat sepak terjangnya.

    Untuk Pak Daud, Insya Allah pencerahan antum tentang bahaya Syiah mendapatkan ridha Allah.

  158. dari dua fihak yang berseteru melalui argumen2 yg kayaknya hebat2…tetap tak akan menghalangi saya untuk tetap meng-imani Allah SWT.&Rasulullah SAW.,mencintai ahlul bayt,mendoakan para sahabat…ber-ibroh akan shirah nabawiyah dan kehidupan para sahabat. Dan saya sangat yakin Yang Maha Menghakimi hanyalah Allah Azza waJala….bukan kalian orang2 sombong yang merasa berhak menghakimi dengan uraian2 yg kelihatannya seperti intelek padahal tidak. Padahal problem besar yang dihadapi umat Islam terutama diIndonesia adalah kemiskinan. Bukannya kuburan si anu atau kuburan si itu…..fastabiqul khayraat

    1. Silahkan aja mbak bantu org2 yg memerlukan di indonesia, dan tidak ada kehatusan setuju dgn wacana ini asalkan bisa memberikan bukti sebaliknya … Saran sy sih seharusnya bgitu. Dan Allah maha adil dlm penghakimannya itu persoalan yg d bahas di tauhid yang seharusnya mampu dibuktikan juga premis2nya dan bukan dimasukkan ke topik sejarah … Nanti kan aneh 1+1=2 mesti diputuskan oleh Allah swt … :?

  159. Sejak syiah dicetuskan oleh yahudi memang sdh membenci para sahabats dan istri Rasul shg tdk aneh jika muncul idea2 gila spt ini. Bertobatlah kalian dgn kembali ke AlQuran dan hadist scr benar!

    1. Ini kesimpulan yg nir fakta mas …
      Saran sy coba ketemu org syiah dan belajar dl, jd tidak menyimpulkan sesuatu tanpa disertai fakta dan argumen

  160. Sy heran, mengapa ada ajaran agama yang mengajarakan rasa benci dan dendam kepada sahabat Nabi-nya. Terlepas dari masalah 2 kubur yang di samping Makam Rasululloh itu. Apakah sepeninggalan Rasulullah di bawah Pimpinan Abu Baqar As Siddiq, Kaum Muslimin kembali Menyembah Berhala dan membunuh anak bayi, apakah Di bawah Kepemimpinan Umar Bin Khattab, Umat Islam kembali menghalalkan Zina dan minuman Keras, Bahkan keduanya adalah Pemimpin yang sukses, menyebarkan Kalimat Laa Ilaha illalah, termasuk ke Persia yang dahulunya penyembah Api. Apakah Kalian para penghina, pernah ikut berperang dangan Rasululloh di Perang Badar?. Bukankah kita mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mencintai seluruh keluarga Rasulullah (Ayah, ibu, Anak, Istri, kakek, nenek, cucu, paman, bibi, saudara dan sepupu) dan seluruh sahabat yang menyayangi Rasululloh…

    1. Sy heran, mengapa ada ajaran agama yang mengajarakan rasa benci dan dendam kepada sahabat Nabi-nya.

      Syiah ngajari kebencian? yang membunuh Syiah di Sampang kemarin dan membenci mereka sampe harus direlokasi segala itu siapa mas? belum lagi bom2 terhadap orang Syiah di Irak dan Pakistan serta Syria …

      Terlepas dari masalah 2 kubur yang di samping Makam Rasululloh itu. Apakah sepeninggalan Rasulullah di bawah Pimpinan Abu Baqar As Siddiq, Kaum Muslimin kembali Menyembah Berhala dan membunuh anak bayi, apakah Di bawah Kepemimpinan Umar Bin Khattab, Umat Islam kembali menghalalkan Zina dan minuman Keras, Bahkan keduanya adalah Pemimpin yang sukses, menyebarkan Kalimat Laa Ilaha illalah, termasuk ke Persia yang dahulunya penyembah Api.

      Persoalannya bukan itu mas, tapi pertanyaannya: apakah kepemimpinan paska wafat Nabi saww itu telah ditentukan oleh Allah Swt kemudian dilakukan pengangkatan melalui NabiNya ataukah tidak? Pelajari sebab2 sebelum berusaha memahami efek2nya. Peajari sejarah Islam yang umum dulu mas dan berusaha melihat kasus2 yang terjadi secara obyektif dan apa adanya.

      Apakah Kalian para penghina, pernah ikut berperang dangan Rasululloh di Perang Badar?.

      Memang anda bilang semua peristiwa di era Abu Bakar dan Umar oke2 saja dan semuanya bagus, aman, tentram, damai, sentosa karena anda pernah ikut di perang badar?

      Bukankah kita mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mencintai seluruh keluarga Rasulullah (Ayah, ibu, Anak, Istri, kakek, nenek, cucu, paman, bibi, saudara dan sepupu)

      Anda pernah tahu kalau al-Qur’an itu sudah pernah menyebut siapa Ahlulbayt Nabi saww? Coba pelajari dulu.

      dan seluruh sahabat yang menyayangi Rasululloh…

      Iya saya setuju bila adan menyebut “seluruh sahabat yang menyayangi Rasulullah saww” :)

      1. Ini logikanya koq ngga beres, ya?! Masa iya ada sahabat yg tidak mencintai nabi? Yg tidak menyayangi nabi berarti bukan sahabat, dong?! Ini pura2 bodo atau beneran?! Hasan bin Ali menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah R.A., yg merupakan kebesaran hati Hasan R.A. untuk menghindari perpecahan. Kalau memang Muawiyah kafir, masa iya Hasan R.A. yg ktnya Imam, mau menyerahkan kekuasaan kepada org kafir?! kalau mau bahas, ya mbok yg masuk akal, mas?!

      2. Ya pasti ga masuk akal mas, makanya baca sejarahnya yang benar mas. Sejak kapan Imam Hasan as menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah cs. Nah sekarang kenapa Imam Hasan as di racun dan mengapa Imam Husein as dibantai di padang Karbala jadi jelas dan masuk akal. Dan mana mungkin orang yang membunuh kedua cucunda Nabi saww anda sebut sebagai pemimpin kaum Muslim? Logis kan mas?

  161. Apa para penghina itu lupa, klw awal tahun 2000-an terjadi gempa di iran dalam sekejap di malam hari 40.000 nyawa mati sia-sia. kemudian baru2 ini gempa lagi dan menewaskan ribuan juga nyawa sia-sia.

    1. terus hubungannya apa mas? kemarin tsunami sekali sapu 100.000rb lebih di aceh sendiri … saat idul fitri kemarin yang kecelakaan juga nauzubillah…
      trus knapa dan hubungannya apa?

  162. Kenapa org yg beragama syiah itu ga enak dilihat, ya?! Kyk yg haus darah, gitu?! Apa memang mereka ini kyk serigala?

    1. :lol: hahaha … ga mas, ga semua yang anda lihat itu benar karena tidak semua pembuktian kebenaran itu hanya dengan melihat mata, apalagi merasa-rasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s