Saatnya Sunni-Syiah Bersatu!

amadinejad and king abdullah
“Beginilah para pemimpin dunia Islam seharusnya … “


Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Raja Arab Saudi Abdullah Bin Abdul Aziz pada Ahad mendiskusikan konsolidasi persatuan dunia Islam.

Dalam pembicaraan telepon, Presiden Ahmadinejad menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada pemerintah dan rakyat Arab Saudi dan mendoakan semoga umat Islam diberkati kesehatan, kesejahteraan dan senantiasa dalam kedamaian, kata kantor berita Iran, IRNA.

“Bila kita tidak saling memperdulikan, maka musuh Islam berupaya memecah-belah negara-negara Muslim, khususnya Iran dan Arab Saudi,” kata Presiden Ahmadinejad.

Menggarisbawahi pentingnya mempererat persatuan dunia Muslim, Presiden Iran memperingatkan bahwa musuh-musuh Islam mencoba memecah-belah mereka dengan fitnah-fitnah.

Menyampaikan terima kasih atas upaya Rajan Abdullah untuk melakukan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, Ahamadinejat mengatakan, Iran menaruh kepercayaan penuh kepada aktivitas dan upaya-upaya Arab Saudi, khususnya Raja Abdullah, untuk mempererat persatuan antar umat Muslim.

Sementara itu, Raja Abdullah juga menyampaikan selamat berpuasa Ramadhan kepada pemerintah dan rakyat Iran, dan mengatakan, upaya-upaya harus dilakukan untuk membendung persekongkolan pecah-belah oleh musuh Islam.

Raja Abdullah menyebut Ahmadinejad sebagai seorang “teman karib dunia Islam dan Muslim,” demikian IINA melaporkan.(*)

Sumber: ANTARA

About these ads

35 comments

  1. Saya sangat sakit hati pada Amerika.
    Sebar luaskan kekejaman amerika di manapun.
    Agar jelas siapa teroris dan siapa pejuang sesungguhnya…

  2. OHH…Alangkah Indahnya mereka berdua…..seperti Kata PEPATAH : ”BAGAI PINANG DI BELAH DUA “…Tetapi…. YANG LAGI TERSENYUM LEBAR ADALAH BAGIAN PINANG YANG SEGAR….SEMENTARA YANG SENYUM DIKULUM ADALAH BAGIAN PINANG YANG BUSUK….
    HUEHEHEHE…….. ; )

  3. Bagus, bagus, mari bersatu… :P

    @ Indra
    Tapi rumusan aseli AS itu menurut saya rumusan negara yang paling sempurna, lho. Nggak tahu deh kalau sekarang. :?

    —————————————————

    Menurut saya, Islam tidak bernegara. :D

  4. KARENA ADA ISTILAH MUSLIM SYIAH DAN MUSLIM SUNNI…KALO TIDAK ADA ITU MAKA BISA BERSATU JADI MUSLIM…….MUSLIM……..MUSLIM

    ————————————-

    Setuju! :D

  5. maksudnya paan tuh bang Gozok!!??

    ——————————————–

    Ana gak ikutan yaaa …!! *sambil tadarus*

  6. buka dulu taqiyyahmu baru kita bersatu.okkkkkkkkkkk.

    ————————————————-

    Ga baca judulnya?! Kalo taqiyah saya gak bakal bilang AHLULBAIT … okkkkkkkkk… :D

  7. ktika taqiyah mereka baru dibuka dikit udah dibilangin sesat hayo…
    ga tau gmn jadinya kalu semuanya udah terbuka ya???
    ngumumin perang kale ya???
    oh iya apa cuman beraninya ngeritik mereka yang lebih mendahulukan kedamaian ya????….
    masih mending iran yah, terangan2 ngelawan musuh Islam
    tp yang laennya… mannaa??? ampun dech sampai kapan???
    sampai kelaparan dulu kah???
    dalam hal apapun mereka tidak takut pada kritikanmu lahyoou, mereka hanya lebih mengormatimu, takutlah akan dirimu sendiri…
    peace … ; >

  8. BERSATU HAAAAA RASUL SUDAH MENGATAKAN DAN MEWANTI WANTI PASTI ADA PERPECAHAN DLM ISLAM
    DGN BANYAK HADIS YG SOHIHDARINNYA
    HUUUUUUUUUU
    CAPE DEHHHHHH

    ——————————————-

    Ya … Ya! Orang-orang seperti anda memang C plus D alias capeee deeeh … ;)

  9. BERSATU HAAAAA RASUL SUDAH MENGATAKAN DAN MEWANTI WANTI PASTI ADA PERPECAHAN DLM ISLAM
    DGN BANYAK HADIS YG SOHIHDARINNYA
    HUUUUUUUUUU
    CAPE DEHHHHHH
    AND ISLAM YG BENAR LAH YG AKAN MENANG ITU YG RASUL SELALU BILANG
    SIAPA MEREKA???????/
    PARA PENGIKUT SUNNAH PASTINYA WALAUPUN MEREKA DIKEJAR DIBANTAI TP MEREKA PASTI MENANG
    TALIBAN DI AFGHAN,,HAMAS DI PALESTIN,,DII DI IRAQ,,MUJAHID CECHNYA ,,MUJAHID SOMALIA,,KLO DI INDO YAH YG BERANI MENYAMPAIKAN KEBENARAN SEPERTI MMI DAN DISELURUH TEMPAT YG INGIN MENEGAKAN KHILAFAH
    TAKBIR………ALLAH…HU ………AKBAR

    ——————————————

    Sebaiknya sewaktu menulis komentar, mata anda sebaiknya dibuka dan jangan tertutup … :D

  10. Fatamorgana Persatuan Sunnah dan Syi’ah

    Setiap muslim pasti menginginkan umat Islam bersatu, menginginkan segala perbedaan yang ada tidak menimbulkan masalah atau pertikaian. Ini jelas keinginan setiap muslim. jika anda tidak percaya, silahkan anda buat kuisioner dan bagikan ke siapa saja yang ada di sekitar anda. Orang yang tidak menginginkan persatuan mazhab adalah diragukan kesehatan hati dan akalnya.

    Niat baik persatuan mazhab harus diikuti dengan konsekwensi yang tidak ringan, yaitu melakukan usaha untuk mengarah kepada realisasi persatuan mazhab dan harus diikuti dengan langkah-langkah nyata. Tanpa itu semua slogan persatuan mazhab dengan berbagai jargonnya seperti “laa syarqiyyah laa gharbiyyah, Islamiyyah Islamiyyah” tidak timur dan tidak barat, tetapi murni Islam, atau “mari kita lupakan perbedaan dan mari kita tegakkan ukhuwwah islamiah, akan tidak berarti apa-apa. Tanpa ada usaha nyata, kita patut curiga bahwa persatuan mazhab digunakan untuk menetralisir gejolak kebencian yang ada terhadap kelompoknya. Atau ada agenda tersembunyi lain yang hendak dijalankan dengan mendengungkan slogan seperti itu. Persatuan mazhab adalah jargon yang selalu kita dengar dari penganut syi’ah, baik yang ada di tempat kita maupun yang ada di luar sana. tetapi praktek dari slogan itu tidak pernah nampak nyata.

    *Dari mana mengenal mazhab syi’ah?*

    Mengenal kedua mazhab adalah modal utama bagi upaya komparasi yang dilakukan dalam rangka pendekatan. Untuk mengenal sebuah mazhab tentunya dengan melihat ajaran mazhab itu dari literatur aslinya. Karena setiap mazhab -bahkan setiap agama- memiliki kitab atau literatur yang menjelaskan keyakinan mazhab atau agama itu. Setiap yang ingin mengenal ajaran itu hendaknya merujuk pada kitab literatur yang ada. Selain literatur, sumber lain yang ada adalah keterangan dari penganut mazhab itu. Ini untuk mengenal ajaran mazhab pada umumnya.

    Jalan untuk mengenal mazhab syi’ah adalah dengan mengakses literatur mereka. Tetapi mengakses literatur syi’ah tidaklah mudah, bahkan bisa dikatakan orang awam tidak akan dapat mengakses liteartur induk syi’ah. Dan di lapangan tidak nampak upaya “jantan” dari pihak syi’ah untuk menebarkan literatur asli mazhabnya yang menjelaskan ajaran syi’ah apa adanya.

    Praktek persatuan mazhab dimulai dengan studi komparasi antara ajaran kedua mazhab yang ada, baru bisa disimpulkan apakah kedua mazhab bisa dipersatukan atau tidak. Namun orang awam mustahil untuk melakukan ini, karena ajaran ahlussunnah dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun karena telah dimuat oleh buku-buku yang mudah didapat. Sebaliknya literatur syi’ah tidak dapat diakses kecuali oleh orang yang non awam, bahkan kalangan syi’ah yang tingkatan intermediate masih diragukan apakah mereka dapat mengaksesnya. Ini menimbulkan pertanyaan berbahaya yaitu dari mana penganut syi’ah mendapatkan ajarannya? Jangan-jangan penganut syi’ah hanya mendapatkan ajarannya dari “tangan ke sekian” tanpa pernah dibukakan akses ke sumber asli. Bisa jadi ajaran yang diakses dari “tangan ke sekian” tidak seperti ajaran murni “tangan pertama”. Bisa jadi ajaran syi’ah yang dibawa oleh “tangan ke sekian” berbeda dengan ajaran dari sumber asli.

    Ketika kitab syi’ah susah diakses, maka jalan lain yang ada adalah dengan mengenal ajaran syi’ah dari mulut penganutnya. Tapi pengetahuan penganut syi’ah akan mazhabnya sendiri masih diragukan karena sebab di atas, yaitu susahnya mengakses literatur asli. Ditambah lagi ajaran taqiyah yang dianut oleh setiap penganut syi’ah jadi kita semakin susah untuk mengetahui kebenaran. Taqiyah adalah mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinan hati. Dari mana kita tahu hal ini? Dari literatur syi’ah, At Thusi mengatakan:

    Taqiyyah adalah menampakkan ucapan dengan lisan, apa yang berbeda dengan keyakinan yang ada dalam hati karena takut akan dibunuh… bagi kami, taqiyyah adalah wajib hukumnya ketika takut dibunuh… Tafsir At Tibyan jilid 2 hal 433

    Dari keterangan di atas sekilas kita tahu bahwa taqiyah hanya digunakan ketika takut dibunuh. Dari definisi ini mestinya taqiyah hanya digunakan ketika takut dibunuh, dan dilarang keras bertaqiyah dalam keadaan aman. Tetapi definisi di atas dibantah oleh literatur syi’ah sendiri yang mengatakan sebaliknya, bahwa dilarang keras meninggalkan taqiyyah, karena meninggalkan taqiyah sama statusnya dengan meninggalkan shalat. Bagaimana hal yang wajib hanya dilakukan ketika dalam keadaan bahaya? Buktinya khomeini dalam bukunya jelas menyamakan mereka yang meninggalkan taqiyah dengan orang yang kafir pada para nabi. Bisa dilihat dalam kitab Al Makasib Al Muharramah jilid 2 hal 162.

    Berarti menyembunyikan keyakinan bagi syi’ah adalah wajib, dari sini kita tahu bahwa kita tidak akan bisa mendapatkan keterangan valid tentang mazhab syi’ah dari mulut pelakunya. Contoh nyata keterangan penganut syi’ah yang berbeda dengan liteartur syi’ah sendiri adalah ucapan Jalaludin Rahmat :

    Memiliki pendapat, meyakininya dan menyebarkannya tidak dilarang dalam Islam. Yang diharamkan ialah menjadikan perbedaan pendapat itu seagai bibit perpecahan atau untuk mengklaim bahwa pendapat kita adalah satu-satunya kebenaran.

    Persatuan akan mudah dicapai antara dua hal yang mirip, atau memiliki banyak persamaan dan sedikit perbedaan, atau ketika terdapat perbedaan maka perbedaan itu bukanlah dalam hal yang prinsip. Di sini kita akan menyimak ucapan ulama syi’ah yang melanggar prinsip Jalaludin di atas. Di antaranya

    Dalam Biharul Anwar jilid 23 hal 391, Majlisi mengatakan:

    Seluruh penganut imamiyah sepakat bahwa siapa saja yang mengingkari imamah salah satu dari para imam dan menolak kewajiban yang digariskan Allah atasnya yaitu mentaati mereka, *maka dia adalah kafir dan sesat, terancam masuk neraka kekal di dalamnya. *

    Di sini jelas bahwa penganut Imamiyah sepakat bahwa ahlussunnah adalah kafir, sesat dan layak masuk neraka dan kekal di dalamnya.

    Abdullah Al Mamaqani dalam Tanqihul Maqal mengatakan : riwayat-riwayat menunjukkan bahwa selain penganut syi’ah itsna asyriyah adalah kafir dan musyrik di akherat nanti.

    Khomeini –yang juga disebut orang sebagai imam- mengatakan dalam kitab Al Arba’un Haditsan hal 512:

    Seperti disebutkan dalam hadits bahwa mengakui wilayah ahlulbait dan mengenal mereka adalah syarat diterimanya amalan, maka hal itu sudah disepakati, bahkan menjadi ajaran pokok mazhab syi’ah yang suci, dan hadits yang memuat hal itu melebihi kekuatau buku ini untuk menuliskan seluruhnya, dan lebih dari derajat mutawatir…

    Di sini lebih jelas lagi, bukan hanya mengklaim dirinya yang benar tetapi juga menyatakan amalan ahlussunnah tertolak di akherat karena tidak mengakui 12 imam syi’ah. Dari sini perbedaan antara ahlussunnah dan syi’ah bukanlah sekedar perbedaan mazhab dalam hal furu’. Karena perbedaan pendapat dalam hal furu’ tidaklah menyebabkan orang jadi kafir. sampai di sini pembaca mulai dapat mengukur jarak perbedaan yang ada.

    Seorang ulama syi’ah bernama Ni’matullah Al Jazairi dengan tegas dan gamblang mengungkapkan sisi perbedaan antara syi’ah dan ahlussunnah:

    Kami tidak mengakui tuhan, nabi dan imam yang mereka ikuti, karena mereka mengatakan : tuhan mereka adalah yang mengutus Muhammad sebagai nabi, dan khalifah sepeninggalnya adalah Abubakar, kami tidak mengakui tuhan mereka, juga nabi mereka, kami mengatakan : tuhan yang khalifah nabinya adalah abubakar bukanlah tuhan kami, juga nabinya bukanlah nabi kami. Dapat dilihat dalam An Anwar An Nu’maniyah nilid 2 hal 279.

    Artinya, ahlussunnah menyembah tuhan lain selain Allah, dan mengikuti nabi selain Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam, ini karena ahlussunnah tidak mengakui adanya imamah, pokok penting dalam ajaran syi’ah. Artinya, ahlussunnah bukanlah orang Islam seperti yang dijelaskan di atas

    Penjelasan ini membuat kita sadar bahwa perbedaan antara sunnah dan syi’ah adalah seperti berbedanya islam dan agama lain, karena ulama syi’ah menyebut mereka yang tidak mengakui imamah ahlul bait sebagai: kafir, menyembah tuhan lain dan tidak diterima amalnya. Kutipan ini hanyalah sedikit dari pernyataan ulama syi’ah, sengaja kami nukilkan sedikit saja karena tujuan kami hanyalah menerangkan perbedaan yang ada antara ahlussunnah dan syi’ah.

    Mungkinkah orang kafir bersatu dengan orang beriman? Mungkinkah ajaran islam disatukan dengan ajaran orang kafir? jelas tidak mungkin.

    Barangkali kita sering mendengar bahwa konflik antara ahlussunnah dan syi’ah adalah disebabkan oleh provokasi musuh Islam. Perkataan ini bisa jadi benar dan bisa jadi salah, karena jika memang provokator pertikaian ahlussunnah dan syi’ah dianggap sebagai musuh islam, apakah ucapan dan kutipan di atas mencerminkan semangat persatuan atau memantik pertikaian? Lalu apakah ulama yang mengatakan ucapan-ucapan di atas bisa dikatakan musuh Islam? Jelas ucapan mereka di atas memantik permusuhan, karena dengan jelas menganggap selain syi’ah sebagai kafir dan ditolak seluruh amal ibadahnya. Sebagaimana orang kristen memandang kaum muslimin adalah kafir, maka apakah salah jika dikatakan ahlussunnah menganggap syi’ah sebagai kafir karena anggapan syi’ah yang mengatakan bahwa selain syi’ah adalah kafir?

    Ternyata ucapan ulama di atas masih tercantum dalam literatur syi’ah sampai hari ini, tidak pernah ada upaya untuk mengingkari dan mengadakan upaya reformasi terhadap ajaran yang memantik pertikaian ini. Mestinya Jalaludin Rahmat dan seluruh anak buahnya mereformasi dulu ajaran syi’ah baru memulai persatuan mazhab. Tetapi saya kira mereka tidak berkompeten untuk mengoreksi ulamanya sendiri, karena mengoreksi mereka berarti mengoreksi mazhab “ahlulbait”, yang salah satu ajaran pokoknya adalah imamah. Apalagi pendapat bahwa syarat diterimanya amalan adalah iman pada imamah ahlulbait, seperti kata Khomeini di atas, juga merupakan pokok ajaran syi’ah yang suci. Menggugat pokok ajaran syi’ah yang suci berarti keluar dari syi’ah. Maka keyakinan ini mustahil untuk dikoreksi. Tinggal alibi-alibi yang selalu keluar dari mulut mereka, namun tidak akan dapat merubah kenyataan yang tertulis dalam buku mereka. (www.arrahmah.com)

    ———————————————-

    capeee deeeh … baca judul trus ngutip.com … yaaa? :D

    Gini Mas, kalo mau belajar Syiah, sebaiknya baca buku-buku Syiah sendiri jangan kutap-kutip … nanti kalau ternyata salah paham, anda rugi sendiri di dunia dan akhirat kan ?!

    Berusahalah jadi manusia yang bijaksana dan redakan kebencian itu di hati anda. Karena kebencian tidak akan pernah bisa memberikan efek positif apapun…

    Betul gak?! ;)

  11. I wanna know more about ahmadinejad and syiah imamiyah. is there anyone here listen to his speech at UN GA? it’s cool I think eventhough US are walk out.

    —————————————-

    Silahkan mampir ke ICC (Islamic Culture Center) di Buncit Raya samping Republika. Atau kalau anda tidak keberatan silahkan di japri alamat anda ke email saya. Silahkan mampir ke Blog ini > About

  12. @daud
    mas saya tunjukkan dimana kepincangan anda

    Untuk mengenal sebuah mazhab tentunya dengan melihat ajaran mazhab itu dari literatur aslinya. Karena setiap mazhab -bahkan setiap agama- memiliki kitab atau literatur yang menjelaskan keyakinan mazhab atau agama itu. Setiap yang ingin mengenal ajaran itu hendaknya merujuk pada kitab literatur yang ada. Selain literatur, sumber lain yang ada adalah keterangan dari penganut mazhab itu. Ini untuk mengenal ajaran mazhab pada umumnya

    ucapan ini benar tapi menyesatkan karena dalam sebuah mahzab, literatur harus dipahami dengan metode tertentu yang sesuai dengan manhaj yang benar berdasarkan mahzab tersebut.
    Anda bisa melihat sendiri dalam literatur sunni pemahaman literatur memiliki metode tersendiri.
    Contoh mudah, ada literatur dalam suatu mahzab yang menyatakan suatu premis. Kemudian orang dengan mudah menyatakan bahwa premis itu adalah pandangan mahzab tersebut karena ada di literaturnya .Kenyataannya ternyata bukan begitu, para pakar mahzab itu sendiri menyatakan bahwa literatur itu tidak bisa diandalkan alias dhaif. nah keliatan kan salahnya.
    sekarang misalkan saja literatur itushahih, tidak bisa juga buru2 menyatakan bahwa begitulah pandangan mahzabnya. Karena pakar mahzab itu sendiri menyatakan ada banyak dalil shahih dari literatur lain yang bertentangan dengan literatur yang anda maksud. Oleh karena itu pakar mahzab itu melakukan metode tarjih terhadap literatur yang anda maksud.
    Kesimpulannya jika ingin bersikap adil dan objektif maka anda harus melibatkan pakar mahzab dari kalangan mahzab itu sendiri. Bukan dari mereka yang sudah berpikiran buruk terhadap mahzab yang dimaksud
    saya yakin literatur yang anda tulis dalam komentar anda itu adalah sumber sekunder dari ulama sunni yang jelas bertentangan dengan Syiah. Jadi bukan literatur sumber primer dari Ulama Syiah.
    Singkatnya literatur selalu butuh pengolahan agar bisa dijadikan pandangan mahzab tertentu baik itu sunni, syiah, salafi dan lain-lain.
    salam damai

    @ Musadiq
    Maaf Ustad kalau komen saya kepanjangan
    terimakasih

    ————————————————-

    Terima kasih Secondprince. Gak kepanjangan kok ;) … Salam :)

  13. gituyah ohhhhhhhhh kunjungin dong tuhwebsite and ane cuma seorang penuntut ilmu mas ane sebetulnya ane sih santai aja tp waktu anelihat pr sahabat dihina kayak gitu tobat dong sekiranya tuhid sahabat diukur ama kite and lulu pade gakakan bs nyamain mas lg pula kebencian mas ama wahabi gimna???
    huuuuuuuu inilah hidup mas tp perlu diingat seperti perkataan assyhid dr abdullah azzam ; adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
    apabila pedang pedang masih kehausan dan burung burung masih kelaparan
    sampai aq kembali pena penaku berkata kemulian itu milik pedang bukan milik pena
    ane cuma seorang hamba allah pasti punya kesalahan kebenaran hanya ada dlm alquran dan sunnah
    ohyaaaaahhhhhhhh mas main main dongkesitus entu baca jg dong buku wahabi jangan asal fitnah
    ane sarankan bc buku ayaturrahman bahkan malaikatpun turun di afghan karya dr abdullah azzam
    and mata ane udah dibuka lebar lebar lg ketika saudara ane dituduh teroris
    oh yahhhhhhh ane salut ame syiah berani menentang amrik di jalang kafir daripada dynasty salul saudi huuuu penakut
    ahlan wa sahlan

    ————————————————

    Artikel saya menghina sahabat? Mana? Anda jangan sembarang menuduh karena hal itu berdosa! Kalau saya bilang sahabat akan masuk neraka, maka apakah saya berdosa?

    Mas, sudah saya bilang bahwa hadis Sahih Bukhari, Muslim dan lain-lain menyatakan bahwa sebagian sahabat akan masuk neraka. Artinya, kalau menuduh sebagian sahabat masuk neraka itu berdosa, maka yang paling bertanggung jawab adalah Imam Bukhari dan para perawi hadis-hadis Ahlulssunah yang menyatakan bahwa mereka akan masuk ke dalam neraka.

    Kalau menuduh sahabat telah kafir dan berdosa adalah penghinaan, maka para perawi hadis Sunni sendiri terbukti telah menghina para sahabat Nabi saw dengan mengatakan bahwa mereka akan masuk ke dalam neraka. Jika demikian, kenapa anda menuduh Syiah menghina sahabat?

    Lantas, kalau menuduh sahabat berarti berdosa, maka Rasul saw yang menubuatkan bahwa nanti sebagian sahabatnya akan masuk ke dalam neraka berati berdosa juga? Lalu anda siapa? Allah swt?

    Apakah karena Rasul saw mengatakan bahwa sebagian sahabatnya akan masuk neraka berarti beliau gagal? Apakah gara-gara hadis Bukhari tentang sahabat yang masuk neraka itu berarti Allah dan RasulNya gagal? Memang ada jaminan di Al-Qur’an bahwa seluruh sahabat itu masuk surga? Kalau ada di mana?

    Mas … yang anda dan saya ikuti sejak kecil hanyalah doktrin tradisi yang disumpelkan ke dalam pikiran…

    Dulu saya juga sama seperti anda, dan Demi Allah, kerasnya anda belum seberapa dibandingkan dengan sikap kerasnya saya.

    Tapi saya belajar, membaca, berfoa memohon petunjuk, mengintrospeksi keburukan-keburukan saya dan emohon petunjuk tentang kebenarn Islam seperti apa yang Allah kehendaki bukan seperti apa yang hawa nafsu saya kehendaki…

    Dengan segala kekurangan pada diri saya, sejak 17-19 tahun silam saya sudah mempelajari Alkitab dan Al-Qur’an, pergi ke Mesir dan sekolah di Al-Azhar hanya untuk mencari kepastian iman, dan saya mempelajari Sunni dari gudangnya dengan label Syafi’i…

    Alhamdulillah, sepanjangan usia yang Allah berikan ini, saya sudah pernah berdialog dengan kaum Kristen, Wahabi dan lain-lain.

    Jadi, saya bukan cuma sekedar membaca artikel provokatif yang tersebar di blog-blog propaganda kaum Wahabi yang nyaris semua isinya hanya kebohongan dan pemutarbalikan fakta agar terciptanya konsistensi konflik antar sesama Mazhab Islam demi langgengnya Dinasti Saud. Kalau anda mau tahu, saya ini pembaca buku-buku Wahabi sejak SMA, pembaca bukunya Prof. Ihsan Ilaihi Dzahir asal Pakistan dan akrab dengan buku-buku tersebut.

    Silahkan antum mampir ke ICC Islamic Culture Center di Buncit kalau memang ingin berdiskusi. Di sana ada perpustakaan yang berlimpah dengan buku-buku Sunni dan Syiah.

    Intinya, saya ingin menyadarkan anda bahwa kalau anda mau tahu soal Syiah, misalnya seperti apakah ajaran mereka itu … ya … ayo, monggo belajar dari sumber-sumbernya …

    Bahkan kalau anda memang mau memperdalam kajian kristologi, ayo… saya bisa sisihkan waktu untuk saudara saya yang Muslim seperti anda… Mari bersatu demi kejayaan Islam!

    Tulisan anda hanya menyajikan sederetan “wacana” soal Syiah yang memang ditulis oleh sekelompok orang berjubah Islam yang mau memetik keuntungan dari konflik ini, tapi saya siap menawarkan fakta kepada anda! Mau menerima tawaran saya?

  14. Diq,
    Kayaknya saudara kita “daud” ini adalah orang Syi’ah yang sedang taqiyah. Ucapannya (seolah-olah) membenci Syi’ah padahal hatinya tidak. Soalnya dia mendefinisikan taqiyah sebagai “mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinan hati”. Siapa sih yang tahu isi hati orang.

    (Dengan definisi taqiyah yang dibuatnya, Dr. Abdullah Azzam yang dia sebut-sebut itu, kemungkinan orang Syi’ah juga.)

    ———————————————-

    Semoga saja demikian ;)

  15. mas masalah syiah ane punya kawan syiah and pernah berdialog ama dia entah mungkin sektenya beda kali ama ente ane jg udah baca bukunya lumayan pedas sih and ane jg edah sering baca bk sunni tentang syiah smsm pedas jg
    masalah kristologi ane udah bs beberapa buku bgs tentang kristen yg menambah keyakinan ane tentang islam tp tentang amrik dan sekutunya umust know one think tdk ada permusuhan kecuali kpd orang yg melawan allah dan rasulnya mereka tlh menyatakan perang
    mk pr perindu syahid seperti sy insyaallah akan menyambutnya dgn terseyum
    dan mas anda jg perlu tau sekarang banyak beredar golongan salafy yg mengkafirkan diluar golonganya klu sy sih kata pak ustads ama ane katakanan bahwa kau cuma seorang muslim tuntunan yah alquran and sunnah hukum pastinya syariat
    masalah sahabat ane udah liat bukusyiah yg menghina maka dr itu mungkin aja ente lain sektekali
    ohya masalah wahabi ane hapal betul dan semuanya tdk seperti yg ane tulis diartikel mungkin betul ada yg mengadu domba tp ente terlalu keterlaluan menuduh wahabi lah wong ajarannya dibenci ama golongan kafir plus munafik mybe u tanya why???
    karena jihad fie sabilillah

    ———————————-

    Pertama, soal Jihad anda itu sudah saya tanggapi, jadi tidak perlu saya perpanjang lagi di sini.

    Kedua, siapakah kawan anda yang Syiah itu? Saya kenal banyak Mas…dan buku Syiah apa yang pernah anda baca? Mohon lebih spesifik.

    Barangkali saat ini, anda belum mau berdikusi tapi kalau antum memang berkenan, saya bersedia menghadiahkan anda buku karya Syiah, tentang Syiah, sehingga anda bisa memahami apakah itu Syiah dari sumbernya. Gimana bersedia?

    Meskipun demikian, saya berharap insyaAllah kita bisa bersilaturahmi sehingga dalam kesempatan ini, saya katakan lagi bahwa kalau anda berkenan, saya ingin mengundang anda untuk mampir ke Islamic Center di jalan Buncit Raya di samping Republika. Semua terserah anda…

  16. tul… salut buat uztad
    sebenarnya mereka (pencerca syiah) tidak tau benar mengenai yang dicercanya…
    mereka hanya menuruti hawa nafsunya…dan mereka tak pernah belajar untuk menerima segala konsekuensi dalam menjalani hidupnya…bahwa hidup itu untuk ditapaki langkah perlangkah bukan hanya untuk sekedar dilewati…hingga kita takkan tersesat selamanya….
    hidayah untuk anda uztad hingga tabir kegelapan yang menutupi kebenaran terbuka menyinari mata dan pikiran anda bagai melihat cahaya mentari terbit diufuk timur
    salam…

    ———————————

    Salam dan terima kasih Pak Rusman. ;)

  17. Perbedaan metode dakwah agama islam dengan agama samawi yang lainnya:

    Sebenarnya tiga agama samawi ini, yaitu yahudi, nasrani dan islam, memiliki sumber yang sama. Bahkan sebenarnya semuanya adalah islam tetapi umat yahudi, dan nasrani, menyimpang dari ajaran dan berhenti pada syariatnya masing-masing, tidak mengakui nabi setelahnya.
    Tetapi ada satu metode dakwah yang membedakan antara islam yang disempurnakan oleh Ar-Rasul SAWW, dengan para nabi perintis jalan bagi beliau.
    Perbedaan itu adalah metode pamungkas untuk menyadarkan umatnya. Para nabi bani israil, membutuhkan mujizat yang secara umum (tapi tidak secara khusus, karena nabi yang bersangkutan pasti tahu hakikat ilmu dibalik mujizat itu) seolah-olah menentang hukum alam. contoh nabi Ibrahim dibakar tapi selamat, setelah itu sebagian umatnya beriman. Nabi Musa as dengan tongkat ularnya, baru setelah itu umat tersadarkan. Begitu pula dengan nabi Isa as dengan ilmu pengobatan.
    Akan tetapi tidak dengan Ar-Rasul SAWW, beliau tabah untuk tetap memberikan argumen keniscayaan Allah SWT.
    Adapun terminologi mujizat bagi muslimin, biasanya diberikan setelah mereka beriman dan bukanlah untuk memberikan kesadaran, tetapi lebih dari rahmat kasih sayang yang diberikan Allah melalui perantara beliau, karena ujian yang telah mereka alami. Sesungguhnya anugerah ini tidak akan merubah keimanan muslimin, keyakinan mereka tetap kuat. Karena mujizat terbesar bagi muslimin adalah keimanan itu sendiri.
    Itulah yang terjadi sehingga Ar-Raul SAWW menerima penghinaan yang luar biasa, di Mekkah dan Thaif. Imam Husain as syahid di Karbala, imam Ali as syahid di masjid Kufah. Demikian pula penderitaan-penderitaan ahlul bayt as lannya. Padahal beliau-beliau menetahui akan nasib yang akan menimpanya, dan jika mereka ini menengadahkan tangannya pastilah Allah SWT akan mengabulkan permintaannya. Tetapi mereka tidak menempuh jalan itu. Karena mereka mengetahui keimanan yang sejati berasal dari kesadaran hati manusia.
    Imam Mahdi as pernah bersabda: “dan cukuplah ibuku sayyidah Fatimah as sebagai teladan bagiku, beliau menahan diri untuk tidak mengambil hak keimamahan yang seharusnya ditetapkan bagi imam Ali as, dengan jalan diluar kelaziman. Demikian pula aku, tidak akan menempuh jalan-jalan diluar kelaziman, untuk menjalankan fungsi keimamahan”
    Padahal apabila sayyidah Fatimah as bermaksud meminta kepada Allah untuk membinasakan musuh-musuhnya, pastilah Allah akan mengabulkan permintaannya. Demikian pula Imam Mahdi as, apabila sekonyong-konyong bangkit, dan meminta kepada Allah, pastilah musuh-musuh kaum muslimin akan binasa. Tapi yang terjadi akan seperti nabi-nabi bani israil dan umatnya, islam tidak akan abadi di bumi Allah ini.
    Ahmadinejad pernah berkata: “pemuda islam lebih dahsyat daripada bom atom, karena mereka memiliki logika yang kuat dan mencintai Ar-Rasul SAWW.
    Karena itu waspadalah saudara-saudara muslimin, tidakkah kita melihat syahadat yang tersirat dari pernyataan Ahmadinejad tersebut, karena logika yang kuat meniscayakan keyakinan terhadap Allah SWT, dan kecintaan kepada Ar-Rasul SAWW merupakan pengakuan akan kerasulan beliau.
    Oleh karena itu untuk mempersiapkan kepemimpinan islam yang akan ditegakkan oleh Imam Mahdi as adalah ujian bagi kita semua. Dan jelas bagi kita bahwa kekuatan islam takkan pernah terwujud tanpa kesatuan umat muslimin.
    Saya yakin (pendapat pribadi) tidaklah yang dipersyaratkan oleh beliau untuk kehadiran beliau itu adalah salah satu umat muslim menjadi terkuat di dunia ini melebihi kebudayaan-kebudayaan lain. Tetapi lebih daripada kesatuan kaum muslimin itu sendiri.
    Itulah makanya kekuatan arogansi terus berupaya untuk memecah belah kaum muslimin. Bahkan mereka rela memberikan rahasia kekuatannya asalkan kaum muslimin terpecah belah. Hal ini sudah berulangkali terjadi. Contoh Amerika memberikan pesawat terkuatnya saat itu pada Syah Iran: interceptor F-14 Tomcat, padahal Syah adalah pezalim yang menindas rakyatnya sendiri. Memberikan sampel senjata kimia tercanggih pada Saddam Hussein, yang digunakannya untuk menggenocid Kurdi, masyarakat sunni sendiri, dan perang Irak-Iran. Berita terbaru saat ini adalah mempersiapkan struktur persenjataan nuklir pada Arab Saudi.
    Oleh karena itu saudara-saudara sesama muslim, persatuan umat adalah harga mati dan ujian yang harus kita bayar untuk kehadiran beliau, sama persis saat islam sebelum wafatnya Ar-Rasul SAWW.

    ————————–

    Semoga Allah mempercepat kedatangan Imam Mahdi as afs

  18. Mari, mari, kita bersatu.
    Islam untuk semua,. bukanlah ide yang buruk. :mrgreen:

    —————————-

    Allahumma amin … setuju ;)

  19. hmmm….
    kalau seandainya saya tarmasuk tentara dalam salah satu panji perang Allah mungkin saya lebih suka memilih panglima perang yang seperti karakter mas Daud, terlihat sangat pemberani
    tapi saya jg punya kekhawatiran di medan perang nantinya, apakah mas Daud bisa mengontrol emosinya ya???, jangan sampai orang yang telah lemah dan menyerah atau yang terdiri dari perempuan dan anak2 pun dari mereka bisa dibabat habis olehnya
    Wallahu alam…
    ya ustadz, beri kami pencerahan.. :)
    semoga Allah menambah karuniaNya untukmu

    ———————————-

    Hi hi hi :D Pak Rusman bisa aja … Terima kasih dan semoga antum senantiasa dirahmati Allah swt

  20. Assalamualaikum saudara qu seiman, setaqwa, dan yg da di bumi Allah tercinta …..(kota tapis berseri yang Asri )

    Andaikan pemimipin Indonesia seperti pemimpin di Irak pasti Bangsa Indonesia akan bersatu untuk memberantas musuh2 Islam (insya Allah )
    Bangsa Irak jangan bersedih…
    Kejayaan Islam insya Allah kan datang…Allahu Akbar !!
    Bravo IRAK = BANGSA Qu

  21. Assalamualaikum saudara qu seiman, setaqwa, dan yg da di bumi Allah tercinta …..(kota tapis berseri yang Asri )

    Andaikan pemimipin Indonesia seperti pemimpin di Irak pasti Bangsa Indonesia akan bersatu untuk memberantas musuh2 Islam (insya Allah )
    Bangsa Irak jangan bersedih…
    Kejayaan Islam insya Allah kan datang…Allahu Akbar !!
    IRAK = BANGSA Qu

  22. Ustad…
    Apa hukumnya kalo orang menyebarkan fitnah sehingga orang2 lain yg mendengar mempercayai, dan melakukan yang sama seperti dia?
    Seperti menyebarkan bahwa syiah itu sesat… lalu orang lain mengikutinya… dst… dst… dstnya…

    Padahal orang itu tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang syiah (islam).

    Surat apa ya… stad…

  23. @Daud

    Kelihatan sekali kesombonganmu itu. “Sunnah” diomongin emang selama ini di sini g pakai sunnah? mikir dikit mas…
    Jangan sok lah…..

  24. mas kalo mau tau tentang kebenaran yg hakiki, kt jangan pake emosi dulu. bahaya tuh, krn emosi tdk akan mengahasilhan sesuatu yg baik. swaya setuju mari kt mmencari kebenaranyg hakiki, dan dtg ke ICC. ok?

  25. @mas Daud

    Assalammu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

    Mas Daud yang baik, td mas menawarkan kesempatan kepada beberapa pemosting untuk datang ke ICC untuk berdiskusi dengan anda. Boleh saya ikut?

    Kalau memang boleh bisa saya hubungi antum secara pribadi, bisa saya minta e – mail atau facebook anda?

    saya di fahmippe@gmail.com

    Terima kasih,

    Wassalam warahmah wabarakatuh

  26. mau komen apa ya, jd bingung. sedih rasanya setelah baca beberapa komen di atas, kenapa semua muslim ga bersatu aja. yg jelas musuh nyata kita adalah yahudi dan kaum kristen pembenci islam. mari bersatu padu, kalau kita mau dan berusaha pasti kita bisa bersatu maski ada perbedaan, karena perbedaan adalah rahmat Allah. mari bersatu dan berjuang menegakkan kalimah Allah. Rasulullah dan keluarganya (ahlul bait) adalah milik seluruh muslim. Bersatulah kaum muslimin sedunia, kita bersaudara. maka kita pasti akan kuat dan berjaya… amin..

  27. Jangan sedih dan takut dengan orang-orang yang keras / ekstrim seperti itu. Mahathir (eks PM Malaysia) pernah bilang jangan takut dengan ekstrimis karena jumlah mereka (biasanya) sedikit…. Orang -orang yang bersikap keras itu yang menyebabkan pecahnya persatuan Islam…
    Kita mengira orang-orang seperti itu (ekstrim / keras) jumlahnya banyak dan mewakili suara Islam (Suni).
    Percayalah, jumlah mereka sedikit, lebih banyak umat Islam yang rindu persatuan….

    Rahasia untuk mengalahkan orang-orang berpaham ekstrim / keras itu adalah dengan terus maju untuk menegakkan tujuan bersama yaitu persatuan Islam.

    Dengarkan mereka tapi jangan beri komentar, karena berkomentar sama saja seperti menyiram api dengan bensin, api akan makin membesar. Kelompok seperti itu tidak bisa diajak berdiskusi, tukar pendapat atau bersatu. Kita akan membuang banyak waktu jika berbicara dengan mereka…

    Carilah orang orang Suni (Islam) fundamentalis (moderat), jumlahnya jauh lebih banyak, merekalah yang lebih pantas diajak bicara….

    Jika sudah berbicara dengan mereka, teruslah maju bersama-sama dengan mereka. nanti akan ditemui banyak komentar keras yang mencerca salah satu pihak atau bahkan keduanya.
    Tapi sekali lagi, cukup didengarkan sebagai penambah wawasan, namun jangan dikomentari. Sebijak apapun ucapan, tidak ada manfaatnya untuk hati yang sudah lebih keras dari batu.

    Selanjutnya, galang terus pertemuan-pertemuan yang lebih sering dengan Islam fundamentalis (moderat). Maju terus apapun hambatannya, niat yang ikhlas niscaya tidak akan mampu dibendung oleh hambatan sebesar apapun.

    Saya sering menyamakan Islam fundamentalis dengan Islam moderat. Perhatikan ucapan seorang Islam ini :” Saya seorang Islam fundamentalis karena saya berpegang pada Alquran dan Hadis. Dan karena saya fundamentalis maka saya menjadi seorang Islam yang moderat (ditengah-tengah)”.

    Perjalanan memang masih panjang. Saya mungkin seorang Suni, julukan yang saya dapat sejak dulu tanpa saya minta. Julukan itu saya dapat mungkin karena saya tidak mengenal Syiah. Saya sendiri lebih senang jika disebut Muslim saja, seperti sebutan untuk orang-orang Islam dijaman Rasul masih hidup.

    Saya sendiri tidak suka bersikap keras terhadap sesama saudara Muslim (termasuk Syiah). Jika saya keras terhadap sesama Muslim hanya karena beda pendapat, maka seharusnya saya lebih keras terhadap non muslim karena jelas-jelas mereka menyekutukan Allah, hal yang paling dibenci dalam Islam.

    Justru hal yang aneh jika seorang Muslim berbaik (bersikap tidak keras) dengan non Muslim, tetapi keras terhadap orang yang juga beragama Islam.
    Kita bisa disebut (maaf) munafik, jika bersikap demikian..

    Memang perjuangan berat untuk menyatukan sesama muslim …. tetapi harus ada langkah awal untuk mulai mentolerir perbedaan pendapat tanpa harus bermusuhan. Harus ada langkah awal bagi semua muslim fundamentalis (moderat) bersatu. Harus ada langkah awal untuk menjauhi sikap keras terhadap sesama muslim termasuk menjauhi orang / kelompok ekstrim / keras.

    Permainan sepakbola di Luar negeri (Eropa) patut dijadikan contoh.
    Pemain bola yang bersikap kasar harus siap-siap dikucilkan atau dihukum. Tidak ada tempat bagi pemain bola yang bersikap kasar. Paham seperti itu sudah menjadi budaya yang melekat erat di sistem persepakbolaan mereka, sehingga tidak memberi peluang hidup kekerasan dalam persepakbolaan mereka. Hasilnya adalah permainan sepakbola yang bermutu, menarik dan memukau.

    Untuk mencapai budaya seperti itu memang butuh waktu, tetapi jika sesama muslim fundamentalis (moderat) baik Syiah maupun Suni bersatu, maka budaya diskusi, budaya tanpa kekerasan pasti bisa dicapai, karena satu hal yaitu kelompok / orang ekstrim jumlahnya SEDIKIT. Suara keras / lantang orang / kelompok keras itulah yang menyebabkan seakan – akan jumlah mereka itu banyak atau seakan akan mewakili pendapat seluruh kelompok.

    Jangan pernah takut pada suara keras dan ekstrim, takutlah akan perpecahan muslim yang akan menyebabkan kita seperti hidangan yang diperebutkan oleh musuh Islam.

    Sekali lagi jangan perhatikan suara keras, jangan pernah takut dengan suara ekstrim mereka. Maju terus dengan agenda persatuan, selamatkan perjuangan kekasih kita, Muhammad SAW….

    Salam

  28. Syaikh Ahmad Deedat

    Aku berlindung kepada setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Al-Quran yang suci menyebutkan: Dan jika kamu berpaling (dari Islam dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (QS. Muhammad : 38).

    Bapak Pemimpin dan saudara-saudara,
    Ketika kita melihat dengan ragu keajaiban dari sebuah negara yang terlahir kembali. Keputusan Allah yang tidak dapat ditawar telah menemukan buktinya dalam kebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa yang disebutkan dalam ayat yang saya baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhir dari ayat tersebut mengingatkan kita dan memperingatkan kita bahwa jika kalian berbalik dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kalian dengan kaum/bangsa yang lain.

    Pribahasa Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapa musibah yang terjadi di sebuah komunitas ketika berbicara tentang sebuah negara yang dapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah bahasa Quran. Dan ini benar-benar terjadi melalui sejarah yang berulang. Pertama Allah SWT memilih Yahudi Bani Israil sebagaimana yang Ia katakan dalam Quran Suci: Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (QS. Al-Baqarah : 47).

    Dengan kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan Tuhan untuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak istimewa dan ini merupakan yang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena mereka tidak mematuhi kewajiban, seorang Yahudi di antara Yahudi pengikut Nabi Isa AS sebagaimana direkam di kitab Kristiani mengatakan kepada mereka: “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Bibel, Mattius 21: 43). Dan bangsa itu, yang akan bangkit adalah umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada umat Islam.

    Umat Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab, yang diberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya dan pengetahuan untuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal membawa hasil, Allah mengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam sejarah, kita mengingat orang Turki dan Mongol menghancurkan kerajaan Islam dan ketika mereka menerima Islam, mereka menjadi pembawa obor cahaya dan pengetahuan bagi dunia.

    Sebagaimana Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orang Muslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa, bahwa kekuatan anggur tidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah bangsa kita. Batasan kita dan kekuatan Islam tidak bergantung pada batasan geografi atau bangsa.” Inilah yang Allah kehendaki lagi, Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika mereka menjadi lemah, Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… dan seterusnya merupakan proses berlanjut.

    Jika kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah SWT akan memilih bangsa lain yang ingin. Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat Muslim, milyaran kalau kita ingin bangga! 90 persen dari satu milyar merupakan Sunni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka Allah memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang Syiah! Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Shah menjadi raja, dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan, orang ini kebetulan bernama Muhammad dan dia bukan orang beriman. Sulit bagi kita untuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja pergi ke negara itu, mencari hingga detail dan temukan apa yang tengah terjadi. Orang Iran ini yang terlihat seperti shah (raja) sebenarnya hanyalah orang asing. Jika Hitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita dapat memahami. Jika Russia menaklukan rakyat itu, kita dapat mengerti. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasa Persia, yang namanya adalah Muhammad. Tapi lihatlah ke arah mana ia membungkuk. 16 tahun dia melarang shalat Jumat. 16 tahun! Kita telah menyamakan Iran dengan Shah dan Shah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah yang sama. Tapi jika Anda melihat lebih jauh, kita tahu bahwa Shah dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnya bagaikan orang asing satu sama lain.

    Sekarang tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan tempat di mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran pertama kali terhadap kami dan kebetulan ini terjadi di Roma. Pertama saya yang merasakan dan kemudian beberapa teman saya merasakannya pula di bandara udara Roma. Kami sedang menunggu pesawat, dan kami mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salah seorang dari kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian dia menuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda yang mengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Sangat indah dengan melihatnya, yang saya maksud adalah ketika Anda melihat orang-orang dengan pakaian seperti itu mereka adalah orang-orang yang cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalian harus melihat bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepada kami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat muslimah Iran yang sesungguhnya maka datanglah.” Saya dan beberapa orang pun pergi dan kami melihatnya. Itu adalah aroma pertama yang kami rasakan dari masyarakat Iran di Roma.

    Ketika kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima yang dahulu sebelum Revolusi di kenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama Hotel Istiqlal. Kemudian kami berkeliling tempat-tempat menarik dan saya akan menceritakan kepada Anda beberapa hal yang kami lihat dan saya akan menggambarkan perasaan kami. Jika saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalah pemakaman Behesht Zahra. Behesht berarti “surga” dalam bahasa Persia dan Zahra adalah gelar dari Fathimah Az-Zahra (AS) yang merupakan puteri Nabi Muhammad (SAW). Zahra berarti cahaya. Jadi tempat ini disebut Surga yang Bercahaya.

    Sebelum tiba di Iran, saya pernah membaca tentang pemakaman Behesht Zahra. Saya ingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke pemakaman. Saya berpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk berdoa? Ya. Untuk orang yang meninggal? Ya. Ketika Anda memikirkan pemakaman di sini, Afrika Selatan, Anda berpikir tentang jalan Brook dan Riverside. Anda tidak bisa membayangkan bahwa pemakaman ini luasnya berkilo-kilo. Anda tidak bisa membayangkannya. Ini adalah tanah terbuka di mana satu atau dua juta orang bisa ditampung. Orang berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untuk meluapkan emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada 70.000 lebih syuhada dalam peristiwa Revolusi dan 100.000 luka-luka. Masyarakat tidak bersenjata dengan slogan “Allahu Akbar” sebagai senjata mereka telah menghancurkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah. Jadi kami pergi ke pemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana. Laki-laki, perempuan dan anak-anak termasuk kami benar-benar terinspirasi oleh antusiasme dan perasaan saudara-saudari kami di sana.

    Saat itu pertengahan musim dingin, dan lelaki perempuan dan anak-anak duduk di tanah yang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim dingin di bawah tanpa karpet atau kursi! Sebuah bangsa yang dapat menahan disiplin itu berjam-jam, dan Anda hanya dapat membayangkan takdir Allah (SWT) apa yang direncakan bagi mereka. Satu atau dua hari kemudian dalam program (kunjungan) saya, saya membaca pemakaman Behesht Zahra, lagi. Pertama kali kami pergi untuk ceramah, kami melihat kuburan orang-orang membaca puisi kesedihan dan doa dan saya pikir kunjungan kedua ini akan berlebihan. Kenapa harus pergi dua kali? Saya telah melihat pemakaman ini. Tapi seluruh teman saya pergi dan saya pikir kalau semua orang pergi, ini tidak akan baik bagi saya untuk tetap di hotel bersantai ketika seluruh teman saya pergi dengan bus menuju pemakaman.

    Kemudian saya pergi dan saya menjadi bahagia. Kedua kalinya saya pergi itu ketika Kamis sore dan Kamis di Iran seperti Sabtu bagi kami. Puluhan ribu orang berada di pemakaman. Ini hal biasa. Seperti hari raya Ied. Puluhan ribu orang di sana, tidak lain kecuali untuk mengisi baterai spiritual mereka. Ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan. (Kata-kata) “Putraku memberikan hidupnya bagi Islam” atau “Ayahku memberikan hidupnya untuk Islam” menunjukkan bahwa mereka memberikan hidup mereka untuk Islam. Dengan cara seperti ini, setiap Kamis merupakan suntikan spiritual dan pengingat bahwa mereka akan memberikan hidup mereka untuk Islam.

    Terdapat semua balai kota yang dapat menampung 16.000 orang, dibandingkan dengan balai kota di Afrika Selatan, yaitu Good Hope Center di Capetown yang hanya 8.000 orang. Bangunan itu didirkan oleh Shah untuk menyombongkan “Mitos Aria”-nya. Dia membanggakan tidak hanya bahwa dia Shahanshah atau raja seluruh raja, tapi juga bahwa dia sebagai Aryamehr, cahaya orang-orang Aria. Inikah penyakit orang-orang Aria? Ingat bualan Hitler tentang menjadi Aria karena orang Jerman adalah orang Aria. Kemudian orang Hindu membual bahwa mereka orang Aria. Jika masyarakat saya, orang Gujarat, bukan muslim maka akan membual juga untuk menjadi Aria seperti mereka. Eks-Shah menyatakan diri sebagai cahaya orang-orang Aria dan membangun monumen ini sebagai penghormatan. Dia membangun monumen lainnya dengan menghabiskan jutaan untuk memperingati leluhurnya Cyrus Agung, seorang penyembah berhala, musyrik dan memboroskan kekayaan negara untuk kepentingannya.

    Tahun 1984 dia berencana mengadakan Olimpiade di Teheren untuk lebih menyombongkan egonya. Di balai kota ini kami melihat atletik, gimnastik, dan akrobatik. Sayangnya kami, muslim Afrika Selatan seperti orang yang berwatak lemah dan membuat kami seperti itu lebih jauh lagi. Pemuda kita tidak melakukan aktivitas seperti itu. Di sana dilakukan atletik, gimnastik, akrobatik yang kita tidak lakukan. Hal seperti itu bukan untuk kami. Yang melakukan jogging, Anda tahu, anak-anak muda yang ketika saya bertemu mereka saya berjabat tangan dengan mereka dan mereka seperti orang lemah. Hampir setiap pemuda yang Anda temui di Iran terlihat seperti atlet. Mereka melakukan olah raga yang biasa dan hal itu membuat kami senang karena mereka tidak membicarakan Iran. Mereka tidak bicara tentang Iran “Kami orang Iran, kami orang Aria” justru mereka berbicara tentang Islam, Islam dan Islam. Tidak ada satu pun wanita setengah telanjang, tidak ada satu pun. Jika Shah mempunyai caranya, jika dia masih hidup dan menjalankan rencananya, akan ada wanita setengah telanjang di sana yang setiap orang bisa melihat hingga puas.

    Di Iran setiap hal berhubungan dengan Islam untuk memperkuat moral masyarakat, membangkitkan ribuan pria dan wanita. Kami tergetar, kami tergetar melihat anak-anak kami, kami merasa seperti mereka anak-anak kami, saudara saudari kami sendiri, dan kami benar-benar tergetar. Kami melihat hal itu sebagai hal yang anak-anak kami juga bisa lakukan. Kemudian kami pergi melewati parade militer dengan berbagai kelompok lelaki Iran dan tidak ada kekurangan kekuatan di sana. Anda tahu, beberapa orang ingin pergi dan menolong saudara seiman kita di Iran. Alhamdulillah di sana tidak ada kekurangan kekuatan; yang mereka inginkan hanya alat dan senjata. Jika bangsa Iran memiliki senjata militer seperti yang Israel miliki, seluruh Timur Tengah akan bebas dari intervensi asing dalam sekejap. Inilah bangsa yang bisa melakukannya. Semangat ada di sana, semangat jihad ada di sana pada setiap dan seluruh pria dan wanita di negara itu. Terlihat bahwa seluruh masyarakat terlibat dalam mempromosikan Islam. Kita berbicara tentang 20 juta orang yang mampu mewujudkannya. Jika mereka memiliki senjata dan materi, setiap wanita pria dan anak-anak akan pergi dan berjihad.

    Kemudian kami mengunjungi tawanan perang Irak. Sebagaimana yang Anda tahu perang ini dimulai oleh Irak dengan menyerang Iran. Seluruh negara dalam keadaan kacau. Irak merasa bahwa jika Yahudi dapat melakukannya ke bangsa Arab dalam waktu 6 hari, maka mereka bisa melakukannya kepada Iran dalam waktu 3 hari dan seluruh dunia berpikir dalam waktu satu minggu Iran akan hancur berkeping-keping. Tahukah Anda sudah berapa lama sekarang ini? Ini sudah setengah tahun dan bahkan lebih. Pada awalnya perbandingannya 20 : 1 dalam hal pasukan dan material, namun bangsa Iran membalikan posisi dan menjadikannya 1 : 3 bagi mereka. Dan mereka mampu memukul balik (Irak). Mereka memiliki kembali seluruh wilayah mereka dan sebuah bukit yang dinamai Allahu Akbar.

    Sebelum saya pergi ke Iran, DR. Kalim Siddiqui dari Inggris mengatakan kepada saya seraya bercanda, “Kalian memiliki separuh peluang untuk menjadi martir (syahid).” Itu hanyalah gurauan tapi hampir menjadi kenyataan. Ketika kami sedang keluar kota saat perang terjadi, terdapat sebuah lapangan penuh dengan tank. Para pemuda kami keluar dari bus dan mulai menaiki tank serta mengambil gambar untuk ditunjukkan orang-orang di rumah. Kemudian sebuah tank keluar dari lapangan untuk latihan uji coba dan tiba-tiba kami mendengar suara tembakan. Dari kejauhan kami melihat asap di beberapa tempat dan beberapa pemuda kami lari ketakutan dan berlindung di belakang bus. Ternyata kami berada dalam serangan dari orang-orang Irak. Di sana ledakan bom berada di sekeliling kami dan Allah (SWT) menyelematkan kami. Ingat bahwa Kalim telah mengatakan bahwa ada separuh peluang kami menjadi syahid, dan itu hampir menjadi peluang penuh. (Tawa dari penonton)

    Kami mengunjungi mereka yang terluka di perang dan tidak ada satupun yang mengeluh tentang apa yang terjadi pada mereka. Seorang lelaki telah diamputasi kakinya, dan tidak ada air mata. Saya tidak pernah melihat setetes air mata dari siapa pun, dan justru mereka bertanya apakah ada kemungkinan untuk kembali ke pertempuran. Penyesalan mereka bukan karena luka mereka tapi mengapa mereka tidak bisa kembali ke garis depan untuk berjuang dan menjad syahid. Inilah ambisi dari setiap Muslim di sana.

    Ketika kami mengunjungi tawanan perang, Iran telah menangkap 7.000 tawanan perang dan mereka terlihat sehat dengan pakaian dan makanan yang baik. Salah seorang teman saya tertarik untuk mencari tahu apa yang tawanan Irak rasakan tentang kondisi mereka. Setiap orang yang dia tanya menjawab bahwa mereka terjaga dengan baik. Lalu saya punya ide. Beberapa orang ada di sini selama setahun dan yang lainnya berbulan-bulan, saya ingin tahu ada berapa orang yang melakukan bunuh diri. Saya tanyakan ke setiap kelompok tawanan perang berapa orang yang melakukan bunuh diri. Mereka mengatakan tak satu pun. Tidak ada satu pun tawanan yang melakukan bunuh diri di antara 7800 tawanan perang. Dan jika kita melihat kepada apa yang disebut peradaban negara Barat di Afrika Selatan, 46 orang melakukan bunuh diri di tawanan kami hanya tahun ini. Mereka makan, berpakaian dengan baik dan memiliki sel sendiri tapi sejauh ini 46 orang melakukan bunuh diri. Jika orang-orang tidak diperlakukan dengan baik maka beberapa orang akan mencari jalan keluar termudah, tapi tidak ada seorang pun yang melakukan bunuh diri di antara 7800 tawanan perang.

    Kami pergi mengunjungi Imam, Ayatullah Ruhullah Musawi Khomeini. Ada sekitar 40 orang dari kami menunggu Imam dan Imam datang dan berada sekitar sepuluh meter dari tempat saya. Saya melihat Imam. Dia menyampaikan ceramah kepada kami sekitar setengah jam, dan tidak ada apapun kecuali Quran. Orang ini seperti Quran yang terkomputerisasi. Pengaruh luar biasa yang dia miliki di setiap orang; kharismanya sungguh menakjubkan. Anda cukup melihat ke arahnya dan air mata mengalir di pipimu. Anda cukup melihatnya dan Anda akan menangis. Saya tidak pernah melihat orang tua yang lebih tampan darinya dalam hidupku, tidak foto, video atau televisi yang dapat mengadili orang ini. Orang tua paling tampan yang pernah saya lihat dalam hidup saya adalah dia.

    Ada hal yang juga menarik tentang namanya. Pertama dia disebut Imam Khomeini. Kata “imam” bagi kita merupakan kata yang murah. Ke mana pun kita pergi ke suatu tempat kita bertanya siapa imam masjid di sana. Bagi Syiah hanya ada satu Imam di dunia dan itu adalah Dua Belas Imam. Mereka percaya pada konsep imamah dan imam merupakan pemimpin spiritual umat. Imam pertama menurut pemikiran ini adalah Hadhrat Ali (RA). Kemudian Imam Hasan sebagai imam kedua, Imam Husain ketiga seterusnya hingga imam kedua belas, Imam Muhammad yang hilang pada umur 5 tahun dan mereka menanti kedatangannya. Mereka menggunakan istilah “ghaibah” (occultation), sesuatu seperti tidur-spiritualnya Ashhabul Kahfi. Karena itu beliau dinantikan untuk kembali dan dia satu-satunya orang di dunia yang bisa disebut Imam. Kebanyakan ulama mereka disebut mullah, dan Ayatullah berarti Allamah dan Ayatullah Khomeini disebut Imam tidak mengurangi rasa hormat tapi mereka tetap menanti Imam sesungguhnya untuk muncul. Ruhullah merupakan nama yang diberikan ayahnya dan tahukah Anda artinya? Rûhullâh berarti “kalimat Tuhan” dan ini merupakan gelar Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Kemudian beliau adalah Ayatullah yang merupakan gelar lain dari Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Al-Musawi berasal dari keluarga Musa dan dari kota Khomein yang menjadi nama akhirnya yang menunjukkan asalnya… (Kerusakan audio pada menit 41:05)

    Tapi mereka masih menanti Mahdi, dan bukan Khomeini. Mereka ingin menciptakan kestabilan dan membuat persiapan untuk kemunculan Mahdi. Di dunia Sunni kita juga menunggu kedatangan Mahdi tapi kita ingin agar dia menciptakan kestabilan bagi kita, menjadikan kita pemilik dunia dan duduk di atas singgasana. Sampai situ kita hanya bisa menangani pertengkaran kecil kita. Apapun yang kita lakukan sekarang, hanya Imam Mahdi yang bisa membersihkan dunia bagi kita. Ini garis pikir Sunni. Khomeini di satu sisi mengatakan kepada pengikutnya bahwa kita harus membantu menyiapkan jalan sehingga ketika beliau (Imam Mahdi) datang segalanya sudah siap baginya untuk bertindak. Sementara kita, dunia Sunni, menunggu Imam Mahdi untuk bersusah payah membantu kita melepaskan diri dari kesulitan, sedang orang Syiah menyiapkan dunia untuk kemunculannya.

    Anda tahu terdapat banyak orang yang bersama kita dari seluruh dunia. Saya menemukan bermacam-macam orang sakit, sakit mental lebih tepatnya. Saya bertemu dengan orang alim dari Pakistan dan dia pikir bahwa ada yang salah dengan saudara Syiah kita. Anda melihat di Iran ketika seseorang berceramah dan nama Khomeini disebut, orang-orang berhenti dan mengucapkan shalawat (durood) kepada Nabi (SAW) tiga kali. Tapi ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim shalawat satu kali. Tapi orang alim dari Pakistan ini berkata, “Coba lihat orang-orang ini. Muslim jenis apa mereka itu. Ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim shalawat kepada Nabi (SAW) satu kali tapi ketika nama Khomeini disebutkan mereka mengirim shalawat kepada Khomeini tiga kali.”

    Saya berkata, “Apa yang mereka katakan? Apa yang mereka katakan sehingga Anda mengatakan ‘shalawat kepada Khomeini’?” Dia mengatakan, “Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad (Keselamatan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad).” Saya katakan, “Siapa Muhammad? Khomeini? Siapa yang bilang Khomeini sebagai Muhammad? Mereka shalawat kepada Muhammad dan Anda bilang kepada Khomeini? Anda tahu? Inilah penyakit. Terdapat banyak orang terdidik (alim) tapi pikiran mereka penuh dengan buruk sangka. Mereka hanya mencari-cari kesalahan dan mencela.

    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Mâidah [5]: 54)

    Contoh lain adalah saudara Syiah ketika mereka shalat, mereka mempunyai sebuah tanah (turbah) sebagai tempat sujud. Dan dia (alim Pakistan) berkata, “Lihatlah apa yang mereka lakukan. Ini adalah syirik. Mereka menyembah lempengan tanah.” Saya berkata mengapa anda tidak bertanya kepada mereka kenapa mereka menaruh kening mereka di lempengan tanah dan pelajari alasan logis dibalik semua ini.

    Anda tahu, pengalaman pertama saya tentang hal ini terjadi saat di Washington D.C. Pelajar Iran di sana mengundang saya untuk memberikan ceramah di universitas tempat mereka belajar di Amerika. Pada saat itu, waktu untuk Isya dan kami shalat. Setiap orang diberikan lempengan tanah. Saya saat itu berpikir hal ini lucu, maka saya taruh di samping dan saya shalat dengan pelajar Iran. Setelah shalat saya ingin tahu tentang hal ini dan saya tanya mereka, “Mengapa Anda membawa potongan tanah di kantong ke mana pun Anda pergi?” Mereka berkata, “Kami harus sujud di atas bumi/tanah Allah dengan kening kami menyentuh tanah. Kami mengucapkan subhanna rabial a’la wa bihamdih tiga kali dengan kening kami menyentuh tanah.”

    Jadi Syiah sesungguhnya ingin menyentuh bumi/tanah dengan kening mereka dan bukan kepada karpet buatan manusia. Mereka benar-benar ingin menunjukkan ekspresi berdoa/shalat dengan kening menyentuh bumi/tanah Allah. Anda lihat mereka tidak menyembah potongan tanah sebagaimana banyak orang berpikir salah. Ini merupakan sesuatu yang sering kita orang Sunni jadikan lelucon dan ejekan terhadap Syiah. Dalam perjalanan pulang saya dari Teheran di seberang gang pesawat, ada dua orang Syiah yang ketika waktu shalat datang salah seorang dari mereka mengambil lempengan tanah dari kantongnya dan Allâhu Akbar, melakukan shalat di tempat duduknya, dan ketika selesai ia memberikan ini (tanah tersebut—pent.) ke sebelahnya dan dia shalat. Hal ini terlihat seperti lelucon bagi kami. Ya kan? Di pesawat itu terdapat banyak kaum Sunni dan di antara mereka itu hanya seorang pemuda yang melakukan shalat, dan saya katakan kepada Anda bahwa pemuda itu bukan saya. Tapi kami menertawakan orang yang lain (Syiah—pent.). Dia duduk di sana dan melakukan hal yang lebih baik dari kami dan kami menertawakan mereka sambil duduk menghakimi.

    Dia mungkin tidak sesopan atau sebaik kami di Afrika Selatan. Anda tahu kami muslim di Afrika Selatan sangat sopan dan baik dalam shalat kami. Orang Arab tidak cocok dengan kami, orang Iran tidak tidak cocok dengan kami, Amerika, Negro mereka semua tidak cocok dengan kami. Dengan orang Arab saat Anda membungkuk rukuk, orang di sebelah Anda mendorong Anda untuk membuat jarak (Tawa dari penonton). Siapa yang tahu saudara, mungkin ini benar, kita tidah tahu.

    Anda tahu, di antara empat mazhab Sunni; Hanafi, Hanbali, Maliki dan Syafi’i, terdapat lebih dari dua ratus perbedaan dalam satu shalat. Tahukah Anda? Dua ratus. Tapi kita menerimanya sebagai hal benar. Syafi’i mengucapkan amin dengan keras dan kami mengucapkannya dengan pelan, mereka mengucapkan bismillah dengan keras kami mengucapkan pelan dan tidak ada masalah. Semasa kecil, ayah saya mengulang formula terkenal yang dia pelajari dari ayahnya: “Seluruh mazhab adalah sama-sama benar dan sebuah kebenaran bagi mereka berdasarkan hadis dan Quran.” Maka kita menerimanya. Ketika hal itu terjadi pada Syafi’i, Hanbali, Hanafi dan Maliki kita bersikap toleran tapi ketika hal itu terjadi pada Syiah, Anda lihat hal itu bukanlah formula yang kita pikirkan waktu kecil, maka keanehan kecil apapun yang ada antara kita dan mereka, kita tidak bisa bertoleransi dan menolaknya. Kita mengatakan hal itu karena kita terprogram untuk meyakini hanya empat (mazhab). Tapi kita menerima keanehan di antara yang empat.

    Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima saudara Syiah sebagai mazhab kelima? Hal yang mengherankan adalah dia (Syiah) mengatakan kepada Anda bahwa dia ingin bersatu dengan Anda. Dia tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Dia berteriak “Tidak ada Sunni atau Syiah, hanya ada satu hal, Islam.” Tapi kita mengatakan kepada mereka “Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah”. Sikap seperti ini adalah penyakit dari setan yang ingin memecah kita. Bisakah Anda membayangkan, kita Sunni adalah 90% dari muslim dunia dan 10% adalah Syiah yang ingin menjadi rekan saudara satu iman tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi ketakutan. Mereka yang seharusnya ketakutan.

    Seharusnya Anda tahu perasaan yang mereka miliki untuk Anda. Saat shalat Jumat di Iran, terdapat satu juta orang. Anda harus melihat cara mereka melihat kepada Anda saat Anda berjalan, mereka sadar bahwa Anda orang asing dan tidak satu dari mereka yang air mata mereka akan mengalir di pipi mereka. Inilah perasaan yang mereka miliki untuk Anda, tapi Anda mengatakan tidak, Anda ingin mereka tetap di luar, takut kalau mereka mengeluarkan Anda (dari mazhab Anda—pent.). Anda hanya bisa keluar kalau ada hal yang lebih baik dari yang Anda miliki. Saya tidak tahu, mungkin di antara kalian berpikir saya seorang Syiah, tapi saya masih di sini bersama kalian. Apa semua ketegangan Sunni – Syiah ini? Semuanya adalah politik. Semua permusuhan yang kita miliki sekarang adalah politik. Jika saudara Sunni di suatu tempat melakukan hal yang salah Anda mengatakan “Oh, orang itu tidak Islami, dia kafir”, tapi jika seorang Syiah melakukan hal yang salah Anda menyalahkan seluruh komunitas Syiah, seluruh negara bangsa yang berjumlah jutaan, dan mengatakan mereka semua sampah hanya karena satu orang Syiah berbuat tidak Islami. Pada saat yang sama, saat kita melihat dengan cara yang berbeda, jika salah seorang dari saudara Anda melakukan hal serius karena dia ayah atau paman Anda. Satu kelompok Sunni mengatakan kepada yang lain “Anda bukan Muslim”, kelompok Sunni lain mengatakan “Anda bukan Muslim, Anda kafir” lihat hal itu di sekeliling kita, dan kita bertengkar di antara sesama. Dan beberapa orang dari kita melakukan hal lucu (konyol).

    Saya bertemu seseorang teman yang mengatakan kepada saya, “Kalau Anda pergi ke Newcastle, temua tuan fulan dan fulan dan Insya Allah segala hal akan diatur untukmu.” Lalu saya pergi ke orang itu dan seperti yang ia katakan kepada saya dia, saya diajak ke rumahnya untuk makan siang. Ketika saya duduk di meja makan saya melihat di dinding “burat”. Anda tahu apa itu “burat”? Sejenis binatang keledai dengan wajah seorang wanita yang bertujuan untuk memberikan tenaga listrik. Saya katakan kepadanya ini tidak benar. “Allah (SWT) menciptakan tenaga listrik, Anda tidak bisa menciptakannya dengan patung keledai berwajah wanita.” “Oh,” dan dia terlihat kecewa. Tapi dia seorang Sunni, dia saudara dan tetap saudara saya. Ketegangan Sunni – Syiah adalah pekerjaan setan untuk memecah belah kita.

    Izinkan saya mengatakan sesuatu tentang Iran. Apa yang saya temukan adalah segala sesuatu berorientasi pada Islam. Seluruh negara diarahkan menuju Islam, dan mereka berbicara tidak lain hanya Al-Quran. Saya belum pernah memiliki pengalaman dengan orang Iran yang menyangkal saya ketika saya berbicara tentang Quran. Sebaliknya saudara seiman kita bangsa Arab, semakin sering Anda mengutip Quran maka mereka akan menyangkal Anda dengan Quran lagi. Mereka bangsa Arab, mereka mengira lebih tahu banyak tentang Al-Quran dari pada kita, tapi orang Iran terlihat searah dengan Al-Quran. Segala yang dia lakukan dan pikirkan adalah tentang Al-Quran.

    Anda ingat Tabas, ketika orang Amerika meminta membebaskan para tawanan. Negara paling berkuasa dalam bidang kemajuan teknologi di muka bumi, negara yang dapat mendaratkan manusia di bulan dan mengembalikannya, negara yang mengatakan kepada Anda pada bagian mana dari bulan mereka akan mendaratkan dan membawanya kembali, mereka mengirim satelit ke Mars dan Jupiter. Sebuah negara yang memperingatkan Pakistan tentang gelombang pasang tragedi dan mereka tidak mengindahkan peringatan itu. Negara itu tidak bisa mendarat di Iran!

    Bayangkan, mereka pergi ke sana dengan helikopter dan menghancurkan serta membunuh diri mereka sendiri. Bayangkan! Sebuah negara yang mendarat di bulan dan kembali lagi tapi tidak bisa mendarat di Iran. Dan rakyat Iran tidak berada dalam posisi untuk melakukan hal tertentu kepada mereka. Orang Amerika dapat pergi dan mengakhiri apa yang mereka inginkan. Saya datang dan melihat kedutaan Amerika dan Anda mengira itu bangunan yang besar, luas dan tepat berada di tengah Teheran. Mereka dapat dengan mudah pergi dan membawa keluar orang-orang mereka, meski mereka kehilangan beberapa orang. Mereka dapat meraih tujuan mereka. Hal itu sudah direncanakan dengan matang. Tapi tahukah Anda apa yang terjadi? Kegagalan dan mundurnya pasukan. Imam Khomeini telah mengatakan apa yang telah terjadi. Dia tidak mengatakan subhanallâh, tidak mengatakan alhamdulillâh, dan tahukah Anda apa yang dia katakan? Di mengutip Quran: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah?” (QS. Al-Fîl : 1) Itulah kalimat yang keluar darinya. Saya telah katakan kepada Anda bahwa dia Quran yang terkomputerisasi.

    Anda tahu mereka namai apa helikopter besar tersebut? Jumbo helicopters, dan pesawat besar itu dinamai jumbo planes. Anda tahu arti jumbo dalam bahasa Swahili? Gajah! Itu bahasa Swahili. Dari situ mereka menamainya. Jadi helikopter itu berukuran gajah (besar) dan Imam berkata: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?” (QS. Al-Fîl [105]: 1-2).

    Tapi kita masih ragu, dunia Muslim menjadi sangat skeptis. Kita tidak percayai Quran lagi. Kalian tidak benar-benar percaya Quran, bagi kebanyakan orang ini semua hanya untuk pertunjukan, untuk perasaan spiritual yang baik ketika Anda membaca Al-Quran. Tapi petunjuk yang Allah berikan, tidak ada orang terlihat peduli. Semoga Allah (SWT) menjadikan saudara seiman kita, pembawa obor dan cahaya petunjuk hari ini bagi dunia Islam. Inilah sebuah bangsa yang menjalankan tugas.

    Saat Anda melihat mereka, kesungguhan ada pada mereka. Sebuah bangsa yang tidak takut. Saat Anda melihat mereka dengan semangat besar yang mereka miliki. Mereka tidak takut untuk mengatakan “Marg bar Amrika” (Kematian bagi Amerika)… Lalu mengatakan “Marg bar Shuravi” (Kematian bagi Uni Soviet). Bayangkan itu! (Tawa dari penonton), dan “Kematian bagi Israel”. Bisakah Anda bayangkan sebuah bangsa melakukan hal itu tanpa takut? Ini bukan semangat Islam yang ada pada kita, tapi bangsa Iran melakukan dengan hati dan pikiran. Mereka tidak mengatakan, “Ini revolusi Iran” atau “Kami bangsa Iran.” Mereka berbicara tentang Islam, sebuah Revolusi Islam. Ini bukan Revolusi Iran tapi ini adalah Revolusi Islam. Inilah revolusi bagi Islam dan sedikit pertanyaan mengapa bangsa-bangsa di dunia tidak bisa menerima karena Islam yang tidak ingin mereka terima. Maka saudara saudari sekalian, saya telah mengambil banyak waktu berharga kalian. Dengan kata-kata ini, saya persilahkan Anda duduk dan bertanya.

    Download Pidato: Click di sini
    Cuplikan Video Youtube: Click di sini

    Transkrip: Mustafa Mond
    Penerjemah © azerila, fatimah_alkaff

    (Dari Seorang Suni yang ingin bersahabat dengan Syiah – Hari)

  29. kitab syi’ah susah diakses???

    Kalau di Saudi iya karena memang dilarang, bukan hanya kitab syi’ah, kitab2 yg bertentangan dengan faham negara haram!!!

    Hari gini masih bilang kitab syi’ah susah diakses?
    gaul mang… gaul… kuper ko dipelihara…..

  30. Melihat keakraban antara Raja Abdullah yang Sunni dan Ahmaddinejad yang Syiah sungguh mengharukan dan mengembirakan, dimana mengisyaratkan adanya potensi persatuan Islam, paling tdk kita berharap masing-masing pihak sudah mampu menunjukkan penghargaan dan penghormatannya thd masing-masing mazhab.

    Cuman yg masih mengganjal dan tdk suka menyatunya kedua mazhab ini akan selalu datang dari mazhab Wahabi. Mazhab yg merasa satu-satunya wakil Tuhan di muka bumi ini, yang tdk pernah habis-habisnya mencerca warga Sunni dan warga Syiah dan selalu getol menyuarakan permusuhan dan kebencian.

    Saya pribadi sangat berharap Sunni dan Syiah terus berdampingan seperti ini meskipun mazhab Wahabi belum mampu melakukannya.

    Salam

  31. Sumber kesesatan adalah adanya realitas sekitar 80% Muslimun tak hafal terjemahan Fatihah. Tindaklanjuti Qur-an, Fushshilat 41:44: Kalau Kami jadikan Qur-an berbahasa A’jam, pasti mereka berkata: Kalau tak dijelaskan ayat2Nya, apakah berbahasa A’jam dan berbahasa Arob?

    haaa 8O … *gedubrak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s