Soeharto Masuk Surga

Oleh: Abzai
Soeharto mati. Dia masuk neraka atau surga ya?
Ada yang bilang, “Peduli amat! Yang penting, hartanya harus kembali…” Ada yang bilang lagi, “Surga atau neraka itu kan urusan Tuhan, bukan urusan kita!”
Tapi, jika kita melihat dia sebagai seorang penguasa yang sekaligus hakim, bisa jadi Soeharto masuk surga. Sebab, kalo salah, dia dapat pahala satu, dan kalo benar, dapat pahala dua. Maka, amanlah dia dari api neraka…weks!
Comment: Emang surga bisa dibeli Cendana!!
Jawab:
Emang selama ini pak Harto tidak tinggal di Sorga? Kematianlah yang membuat beliau keluar dari Sorga menuju….(Hanya Allah yang berhak ngejawab)… Dilarang mendahului Allah, kualat!
About these ads

26 comments

  1. Siapapun dia, hanya Allah SWT yang berhak atas mahklukNya…

    Seperti lagu…. SOEHARTO JUGA MAANUUSSIIAAA….!!!!

    mana ada sih manusia luput dari kesalahan… (kecuali Rasul dan Imamah).

  2. memang sulit sih atau mustahil? untuk menilai orang. Kadang diri sendiri saja susah (yang obyektif maksudnya). Termasuk juga menilai kang Suhar ini (saya sebagai sesama orang jogja, bisa memanggilnya begitu) so ane setuju sama ustadz, “jangan mendahului Allah, Rasulullah dan para imam as” apalagi menilai orang.

  3. ::he..he..suwargo, neraka dhadhi siji…ojo caruk…dhadi banyu sing hangat gawe adhus, gawe ngombe… :lol: menuju…

  4. Semoga amal kebajikan diterima oleh Allah swt, dan dosa2nya diampuni oleh-Nya. Dan semoga rakyat yang tersakiti langsung atau tidak langsung memaafkannya. Allah swt berfirman:“Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi, barangsiapa yang memaafkan dan berbuat kebajikan, maka pahalanya berada dalam (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” (Asy-Syura: 40)

    Bagi teman2 dan ikhwan2 yang berminat amalan2 praktis dan doa2 pilihan, yang bersumber dari Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as), klik di sini:

    http://shalatdoa.blogspot.com

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

    ——-

    Salam Mas Syamsuri,

    Terima kasih atas komentar antum. Namun alangkah baiknya jika ayat di atas dilengkapi dengan ayat sebelum dan sesudahnya juga, sehingga tidak memunculkan kesalahpahaman makna.

    Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.” (QS. 42: 39-41)

    Harap diperhatikan konteksnya Mas Syamsuri. Balasan atas suatu kejahatan adalah serupa dengan kejahatan itu. Di sini hukum Ilahi tetap mesti diberlakukan terlebih dahulu. Lalu Allah Swt menambahkan lagi bahwa setelah hukum itu ditegakkan, maka orang yang merasa terzalimi sebelumnya harus mau memaafkan (‘afa) kesalahan pelaku kezaliman tersebut (tapi dengan catatan setelah pelaku kezaliman itu di hukum dan bukan sebelumnya). Sikap saling memaafkan diteruskan dengan berbuat kebajikan (aslaha) yang sebenarnya berarti memperbaiki apa yang telah dirusaknya sebelum itu.

    Saya harap ayat ini tidak taken for granted, kalau tidak sistem peradilan dan hukum Ilahi akan terlangkahi dan itu adalah kezaliman.

    Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (QS. 5: 45)

    Mohon maaf atas jika ada kata yang tidak berkenan dan salam kenal.

  5. mendahului kehendak tuhan jelas salah, namun tuhan mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik. salahkah bila kita selalu punya prasangka yg baik2 ? salahkah bila kita berprasangka bahwa soeharto masuk surga ?

  6. asal dalam sakaratul mautnya masih memegang tegus Dienul Islam, isya allah masuk surga, soal kapan masuknya?? ya seperti yg telah disebutkan itu hak prerogatif Allah SWT :)

    ————

    Neraka … Mas Dobelden … ini kan sudah zaman reformasi, jangan pobia dong. Ayo bicaranya yang terbuka sedikit, biar terjadi pendewasaan di generasi bangsa Indonesia selanjutnya.

  7. kita cuma bisa memaafkan aja …. OK

    ———–

    Heeemmm … ini pengakuan atau satiran Anda Mas … singkat dan menarik …

  8. Wah uenak banget kalo Suharto masuk surga! ga’ terima gue mending dimasukin di neraka. Masa’ tidak ada hukuman untuk ber KKN juga merugikan dan menyakiti rakyat..? di dunia dia lolos masuk penjara, masa di akhirat dia diloloskan dari neraka… ampun ma! just leave this problem to God

  9. bagi saya memang benar ianya begitu tapi ya siapapun taka ada yang tahu kan,walawpun ia dulunya seperti apapun,tapi kita bisa mengambil teladan kok!

  10. yaah
    bukan hak manusia untuk menentukan orang pergi kemana setelah mati.
    nyatanya kita aja masih disini :P

  11. Dosa Politik pasti bukan hanya berlaku pada pak Harto, tetapi berlaku pada semua pemimpin dari dulu hingga akhir zaman, baik yang skuler maupun yang bersimbolkan Islam, yang bergelarkan presiden, raja atau khalifah.

    Mohon maaf sebelumnya, ini hanya unek2 saya: Jika sebagian muslimin berkesimpulan bahwa dosa pak Harto tidak bisa diampuni oleh Allah swt, maka bagaimana dengan dosa politik para khalifah pasca Rasulullah? Walaupun mayoritas kaum muslimin sangat menghormatinya, menganggap mereka manusia yang paling berjasa terhadap Islam dan ummatnya pasca Rasulullah saw? Siapa yang dizalimi oleh pak Harto, dan siapa yang dizalimi oleh para khalifah pasca Rasulullah saw? Bukankah orang2 yang dizalimi itu derajatnya jauh lebih tinggi (keluarga Nabi saw) ketimbang orang2 yang dizilimi oleh pak Harto.

    Saya telah menulis dua artikel ttg pak Harto di milis2 muslim, Lebih detail juga bisa dibaca di:

    http://syamsuri149.wordpress.com

    Yang berminat amalan praktik dan doa2 pilihan klik di sini:

    http://shalatdoa.blogspot.com

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

  12. Semoga pahala yg tlh diperbuatx diterima oleh Allah. Dan dosa2x diampuni Allah. Amien

    ————-

    Semoga kalau ada suami-suami Muslim yang berpoligami, maka para wanita Muslimah seperti Anda bisa mengucapkan doa seperti ini juga yaa …

    *Pis :lol: *

  13. Tapi Bung, judul tidak merefleksikan isi tulisan. Saya sempet berharap ada tulisan ‘aneh-aneh”. Tapi setelah membaca saya hanya mengernyit dan sedikit tersenyum. Boleh juga nih si Bung bikin judul yang sensasional dan bombastis……

    ————-

    Baca artikel satunya dong, in kan baru intermezo … :lol:

  14. ngapain mikirin kek bginian, orangnya udah tiada, gak usah dipikirin lagi… urusin aja negeri kita nih sekarang yg makin mlarat

  15. Jadilah anda seorang yang bijak. Manusia itu punya kelebihan dan kelemahan. Ibarat pepatah gjah dipelupuk mata tidak tampak, tapi kuman di laut sebrang kelihatan.

    Tanggapan:

    Bijak itu apa Mas Zainul? Apakah membiarkan kezaliman itu suatu kebijakan. Apakah ketika Allah Swt menciptakan neraka bagi makhluk-Nya adalah tidak bijak? Semoga Anda tidak ingin melampaui Kebijakan Allah Swt Mas …

    Jadi manusia jangan suka kesalahan orang yang banyak diomongkan, sedangkan kebaikannya tidak dihiraukan.

    Tanggapan:

    Saya tidak suka membicarakan kesalahan orang lain Mas. Harap diperhatikan lagi, ketika Anda mengatakan bahwa Islam melarang seseorang untuk melihat kesalahan orang lain ini adalah pernyataan yang keliru. Islam sangat menyuruh Anda untuk melihat kesalahan orang lain sebagaimana Islam pun menyuruh Anda untuk mengintrospeksi (melihat kesalahan) diri Anda sendiri. Karena itu adalah bagian dari sikap wiqyan dan zuhd. Adapun Islam melarang Anda untuk membicarakan aib orang lain, bila tujuan itu untuk melecehkan orang tersebut.

    Tapi ketika ia dikaitkan dengan adanya bukti praktek kezaliman, maka setiap Muslim harus mencegah meluasnya kezaliman itu demi tegaknya keadilan. Saya tidak mengatakan seluruh bangsa Indonesia bejat, karena faktanya tidak demikian. Sebagaimana saya juga tidak mengatakan bahwa seluruh bangsa Amerika itu bejat, karena faktanya juga tidak demikian. Akan tetapi, terjadinya dekadensi moral terhadap bangsa Indonesia atau Amerika adalah akibat persoalan ifrat dan tafrit di dalam menilai persoalan baik atau buruk.

    Kasus bom bali adalah bentuk kebencian yang berlebihan sehingga sikap benci itu sudah melampaui batasan rasional. Sedangkan sikap Anda yang permisif terhadap bentuk kezaliman nyata adalah sikap yang sudah tidak rasional lagi. Allah Swt menyuruh Anda berprasangka baik, tapi berdasarkan penilaian rasional. Kalau ada empat orang bawa golok manjat ke atap rumah Anda pada tengah malam, lalu demi mematuhi nilai-nilai moral, Anda berprasangka baik bahwa keempat orang itu sedang mencari tikus tengah malam, maka ini adalah prasangka baik Anda yang sudah tidak rasional.

    Jadi dalam berakhlak Islami, akal Anda harus dipakai dan bukan membuta lalu mengikuti perasaan. Itu namanya ifrat dan tafrit Mas. Berakhlaklah dengan akal (‘aql) Anda dan bukan dengan mengikuti perasaan (dzan) Anda …

    Saya katakan bahwa saya tidak membicarakan keburukan Suharto atau siapapun, tapi yang saya fokus adalah merespon sikap memaafkan sebagian orang yang sudah berlebihan sehingga sudah tidak rasional lagi …! Seolah berbagai kasus pelanggaran yang pernah terjadi di masa lalu itu tidak pernah ada. Ini bukan lagi memaafkan, tapi menciptakan pembodohan ke generasi Anda berikutnya.

    Pernahkan anda membaca “Innalllaha laa yandzuru ilu suwarikum walakin yandzuru ila qulubiku wa a’malikum” artinya Allah itu tidak melihat bentuk rupa kita, akan tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kita.

    Tanggapan:

    Mas, semoga Anda tidak mau mengaku seperti Allah, sehingga tahu hati hamba-Nya. Ukuran Anda di dalam menilai manusia adalah dari perbuatannya dan inilah standar hukum Ilahi ditegakkan di bumi. Kalau ada seseorang yang merampok orang kaya, lalu uang itu dibagi-bagikan untuk fakir miskin, maka perbuatan ini sama bejatnya dengan sikap seorang penguasa yang merampas harta dari orang-orang miskin, bahkan sekalipun mereka solat ngambang di atas air. Artinya, para pencoleng ini harus di hukum. Dan Anda tidak perlu tahu isi hati mereka. Hukum ditegakkan mengikuti standar perbuatan. Jadi jangan bicara bijak jika tidak didukung dengan perbuatan bijak. Bijak itu pikiran, perasaan dan perbuatan yang RASIONAL.

    atau anda pernah dengar “al-insanu makhalul khatha’ wan nisyan” manusia itu tempatnya salah dan lupa.

    Tanggapan:

    Pepatah ini bukan berarti kalau Anda merampok, menjarah, memperkosa, menipu lalu Anda mengatakan yaahh… habis mau gimana lagi? Saya kan tempat lupa dan salah, jadi maafkan saya yaa! Ini bukan ajaran Islam Mas, ini gendeng2an … karena meskipun pada manusia bisa terjadi lupa dan salah, maka manusia juga dikaruniakan akal untuk mengasah dirinya menjadi insan-insan malakuti yang terpuji.

    atau anda pernah mendengar dan membaca ” orang yang bijak adalah orang yang mau mengakui kesalehan dan kesalahan seseorang”.

    Tanggapan:

    Ini baru bijak Mas dan Islam menyebutnya amar makruf nahi munkar. Jadi, gunakan standar ini sehingga tidak terjadi ifrat dan tafrit. Standar itu adalah mengukur seseorang dari perbuatannya.

    akhir kata ” Suharto harus tetap diproses hukum sesuai UU yang berlaku, supaya tahu mana salah & benarnya &

    Tanggapan:

    Iya, harus sekali dan inilah poin saya.

    kita juga harus memulyakan atas kebaikan yang telah dilakukannya”

    Tanggapan:

    Kebaikan yang berdiri di atas pilar kezaliman bukanlah kebaikan. Kalau Anda mau lihat Hitler, maka Anda akan temukan banyak kebaikan yang dilakukannya bagi bangsa Jerman, tapi kebaikan itu dilakukan bukan demi kemaslahatan masyarakat, tapi demi kelanggengan kekuasaannya semata. Sama seperti ketika Belanda menjajah negeri ini. Ketika perampok memberi Anda uang, maka sebagai Muslim Anda berkewajiban mengembalikan uang tersebut dan bukan menyimpannya. Belum tentu yang Anda anggap baik itu benar, karena prinsip kebaikan tidak berdiri di atas dzan Anda melainkan kebenaran. Intinya, ada hal baik yang batil di sisi Allah Swt, dan ada pula hal yang Anda anggap buruk tapi ia haq di sisi Allah Swt. Makanya Nabi saw mengatakan “Katakanlah kebenaran meskipun pahit”. Artinya, tidak semua kebenaran itu enak dan baik di telinga setiap pendengarnya.

    soal surga dan neraka yang berhak memutuskan adalah Allah SWT.

    Tanggapan:

    Saya tidak urus Suharto atau siapapun masuk sorga atau neraka. Itu bukan urusan saya. Tapi keadilan yang ditimpangkan dinegeri ini harus ditegakkan kembali.

    salam hormat selalu

    Tanggapan:

    Salam hormat juga selalu.

    zainul

    http://islam-my.blogspot.com

    http://education-0075.blogspot.com

    http://profesional-bis.blogspot.com

  16. Menurut ana, salah satu masalah terbesar umat Islam adalah mau berbuat lebih daripada yang diperintah oleh Allah, bahkan seolah-olah mau lebih dari Allah. Misalnya, saat dimaksiati, Allah pasti membalas. Dan karena itu, Dia memperingatkan kita agar tidak sampai terkena balasan-Nya yang dahsyat, dus menghentikan pelanggaran dan kemaksiatan. Lalu, Dia meminta semua yang mengharapkan ampunan-Nya untuk meminta ampunan. Dan “meminta ampunan” itu suatu paket utuh, bukan cuma aktivitas verbal beruba “saya minta ampun ya Allah” tapi lebih dari itu adalah mencegah terulangnya dosa. Tapi kita mau lebih dari Allah dengan memberi maaf kepada orang yang tidak pernah minta maaf. Lalu, Allah bilang bahwa meminta maaf dan membayar kesalahan itu adalah sesuatu yang manusiawi. Tapi kita menyuruh untuk membiarkan kesalahan dan memberi maaf kepada pendosa tanpa harus minta maaf.
    Ekstrem ya
    Peace and Justice

    —————

    Jadi bukan Abdullah lagi Sayyid, tapi kebalikannya …
    Mungkin karena kebanyakan kajian spiritual keislaman di Indonesia ini masih bersikap very practical … sampai tak tahu lagi mana benar dan mana salah … wierd huh:lol:

  17. Keliatannya Suharto masih disini-sini aja, kan ama pengadilan belum dapat izin ke surga? Harus selesai dulu urusannya ya? Trus umpamanya masuk surga, gak yakin juga dia seneng di surga, lebih seneng tetep di Indonesia.

  18. Assalamu’alaikum wr.wb
    Belakangan ini sedang mencuat berita ttg film ayat-ayat cinta, hampir menghentakkan hati umumnya muslimin untuk menontonya. Apakah cinta dalam film itu syahwati, insani atau cinta Ilahi? Mengapa cinta Insani dan cinta Ilahi mudah memudar?

    Jika Anda pasangan suami-isteri sudah mulai memudar cintanya, ini berbahaya bagi kebahagiaan rumah tangga, atau Anda ditolak cintanya oleh lain jenis dengan kesombongan, ini juga berbahaya bagi mental Anda, maka segera Anda amalkan “Doa cinta” yang dirumuskan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa) dari Rahasia ayat Kursi.

    Jika Anda termasuk orang yang digelisahkan oleh cinta syahwati, maka segera bacal dan jiwai Munajat Cinta Imam Ali Zainal Abidin (sa). Doa cinta dan munajat cinta, dapat Anda copi dari:

    http://syamsuri149.wordpress.com

    http://shalatdoa.blogspot.com

    Atau dari milis:

    http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia

    http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

  19. Doa Cinta

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Belakangan ini sedang mencuat berita ttg film ayat-ayat cinta, hampir menghentakkan hati umumnya muslimin untuk menontonya. Apakah cinta dalam film itu syahwati, insani atau cinta Ilahi? Mengapa cinta Insani dan cinta Ilahi mudah memudar?

    Jika Anda pasangan suami-isteri sudah mulai memudar cintanya, ini berbahaya bagi kebahagiaan rumah tangga, atau Anda ditolak cintanya oleh lain jenis dengan kesombongan, ini juga berbahaya bagi mental Anda, maka segera Anda amalkan “Doa cinta” yang dirumuskan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa) dari Rahasia ayat Kursi.

    Jika Anda termasuk orang yang digelisahkan oleh cinta syahwati, maka segera bacal dan jiwai Munajat Cinta Imam Ali Zainal Abidin (sa). Doa cinta dan munajat cinta, dapat Anda copi dari:

    http://syamsuri149.wordpress.com

    http://shalatdoa.blogspot.com

    Atau dari milis:

    http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia

    http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

  20. Biarlah dia sendiri dan bininya yang mempertanggung jawabkan atas segala perbuatnnya selama hidup di hadapan Sang Pencipta,. Dan keturunannya juga dapat merasakan “warisan” yang diberikan orang tua mereka itu!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s