Muhammadiyah Pun Merayakan Maulid Nabi Saw

seal.jpg
“Salawat dan salam kami sampaikan di hari kelahiranmu
Wahai Rasulullah saw…
Wahai Rahmat bagi alam semesta…
Wahai Nabi Allah…
Wahai Kekasih Allah…
 Wahai Junjungan kami…
Wahai Cahaya Ilahi…
Salawat dan salam, juga kami sampaikan kepada
Ahlulbaitmu ‘alaihimus salam

Inilah alasannya mengapa sejak dulu masyarakat Syi’ah Imamiyah selalu merayakan Maulid Nabi saw…

Alasannya, pada saat Maulid Nabi Muhammad saw diperingati, maka umat Muslim bisa mengajak saudara-saudara mereka untuk melakukan introspeksi internal, merencanakan agenda-agenda masa depan, dan yang terpenting dari semua adalah menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Habibuna Muhammad Al-Musthafa Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya as.

Menjadi Muslim tanpa memiliki rasa cinta yang mendalam kepada Rsulullah saw dan Ahlulbait-nya as adalah Muslim gadungan. Al-Qur’an dan kitab-kitab hadis (baik yang bersumber dari mazhab Syiah maupun Sunni) senantiasa mengajak umat Muslim untuk selalu mencintai Rasul saw dan Ahlulbaitnya as. Tanpa ada cinta, apalah arti beragama…

Al-Qur’an secara jelas menegaskan kepada kita untuk memosisikan Rasulullah saw dan keluarganya di atas kepala kita. Beliau saw dan keluarganya harus lebih dihormati dan lebih disanjung daripada anak, isteri, harta dan bahkan kedua orang tua kita sendiri.

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).” (QS. 33: 6)

Sedangkan wajibnya mencintai Ahlulbait Nabi saw, Al-Qur’an secara tegas menyatakan:

“Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang kepada keluargaku’.” (QS.42: 23)

Adapun mengenai kesucian Ahlulbait as, maka Al-Qur’an kembali menegaskan:

“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. 33: 33)

Sederhananya, Allah Swt nomor satu, Rasulullah saw dan keluarganya nomor dua, setelah itu yang ketiga adalah orang tua anda, lalu barulah keluarga anda and so on

Nah, dengan masuknya Muhamadiyah dan kembali ikut merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad saw, maka hal ini membawa angin baru bagi persaudaraan kaum Muslim di Nusantara. Sudah saatnya, kelompok Muslim yang menyatakan Maulid Nabi saw sebagai bid’ah harus direhabilitasi lagi cara berpikirnya. Atau, keluarlah dari negeri kami yang tercinta ini, dan bawalah panji-panji kosong perjuangan “keislaman” anda itu ke tempat lain. Itupun kalau ada yang mau menerima mereka… :lol:

Berhentilah mengacaukan persaudaraan sesama umat Muslim di negeri Indonesia yang jelas-jelas tak pernah mungkin meninggalkan kecintaan mereka kepada Rasul saw dan keluarganya, insyaAllah…Allahumma amin bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.

Sebagai partisipasi dalam rangka Maulid Nabi Muhammad saw, maka berikut ini adalah pesan ketua Muhamadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin saat merayakan Maulid Nabi Muhammad saw di sebuah masjid di daerah Jakarta Timur.

InsyaAllah bermanfaat…

“Saat ini ada suatu kesenjangan antara jumlah umat Islam dan kualitasnya,” kata Din yang juga salah satu Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Di satu sisi jumlah penganut Islam terus bertambah, namun di sisi lain masih terasa ketertinggalan umat Muslim, di antaranya dalam bidang teknologi dan pendidikan.

Saat ini jumlah umat Islam di dunia sekitar 1,4 miliar orang. Jika umat Katolik dan Protestan dihitung terpisah, praktis jumlah Muslim adalah yang terbesar di dunia.

Negara-negara Islam ayang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI), kata Din, adalah juga negara yang punya peran sangat strategis, terutama dalam penguasaan minyak bumi dan sumber daya alam lainnya.

Namun pada kenyataannya kondisi tersebut belum menjadikan Islam sebagai kekuatan yang disegani di dunia, sehingga seringkali muncul kasus-kasus yang memojokkan dunia Islam, khususnya dari negara-negara Barat.

Menurut dia, ada empat hal yang menyebabkan dunia Islam mengalami kemunduran, yaitu karena kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan dan karena sulit untuk bersatu.

Oleh sebab itulah peringatan Maulid harus dijadikan momentum untuk menghadapi tantangan dalam mengangkat dan memajukan dunia Islam, serta mengatasi masalah-masalah yang menjadi penghambat kemajuan umat.

“Jadi, yang penting dalam peringatan Maulid ini, adalah bagaimana kelanjutan dan pengamalannya,” katanya dalam acara yang dihadiri ratusan umat Islam tersebut. (Dikutip dari Antara)

Kini Muhamadiyah tinggal selangkah lagi menjadi pecinta sepenuhnya Nabi Muhammad saw dan keluarganya. Maksudnya, jika saat kelahiran Nabi saw sudah bersedia dirayakan oleh mereka, maka tentu akan sempurna bila hari wafat atau syahadahnya Nabi Muhammad saw dan keluarganya pun iku diperingati.

Sebab, jika perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw pastinya punya kesan dan pesan tersendiri abi umat Muslim, maka sudah tentu memperingati hari wafat atau syahadah Nabi Muhammad saw pun pasti akan memiliki banyak pesan dan hikmah yang bisa dipetik bagi umat Muslim.

Ayolah saudara-saudaraku di Muhamadiyah, maju lagi lah selangkah dan segalanya insyaAllah akan kaffah

Dengan merayakan Maulid Nabi saw, insyaAllah saudara-saudaraku di Muhamadiyah akan semakin mencintai Rasul saw dan keluarganya… ;)

About these ads

26 comments

  1. Perayaan Peringatan Maulud oleh Muhammadiyah, yang anti bid’ah !!! anda dapat berita darimana?, ikut ngisi liburan kali, terus maulu dengan bid’ah lainnya berupa sholawat buatan Versi seseorang yang kadang ghuluw/ Astaghfirullahalazim, dan peringatan itu merupakan karya seseorang hanya pada dinasti Fatimiyah itu!!!, bukan dari Rasul, masak Muhammadaiyah jadi ahli bid’ah. Insya Allah Muhammadiyah tetap ahli sunnah (selalu dengan hadits shahih) Kalau Muhammadiyah berubah haluan menjadi ahli bid’ah hari ini aku keluar dari keanggotaan Muhammadiyah

  2. Assalamu’alaikum Bung Darul SE, mudah-mudahan Alloh membuka hati dan mencerahkan pikiran anda, kayaknya anda seorang yg kurang wawasan dalam Ilmu-ilmu Islam yach…h belajar dong sama Pak Din Syamsudin dan Pak Amien Rais

    Perhatian !!!! untuk Bung Darul SE

    “Sebelum komentar disini tolong penuhi otak anda dengan pengetahuan Islam yg luas achh…h jangan malu-maluin Muhammadiyah dan kayaknya Muhammadiyah tidak butuh anda”

  3. Saya setuju dengan persatuan ummat Islam karena kita bersaudara, tetapi saya tidak setuju dengan bid’ah karena semua bid’ah dholalah, tidak ada bid’ah yang hasan.
    Insya Allah, semua akan terjelaskan pada waktunya nanti.

    ————-

    Kalau anda salat taraweh berjamaah anda melakukan bid’ah, karena yang meresmikan solat taraweh berjamaah adalah Khalifah kedua. Bahkan istilah bid’ah hasanah, pertama kali terlontar dari lisan Khalifah kedua saat dia melegalisasi solat taraweh secara berjamaah…
    Kalau muadzin subuh memekikkan as-sholatu khoirun minannaum berarti anda mendengarkan bid’ah di seluruh ratusan ribu masjid yang tersebar di Indonesia…
    kalau anda solat di masjid yang pakai beduk berarti anda mematuhi seruan bid’ah…
    kalau anda solat di masjid ada mikropon, speaker dan lain-lain berarti anda bid’ah…
    Kalau anda lebaran dan makan ketupat berarti anda jatuh kepada bid’ah…
    ….heemm …
    Namun saya bisa terima posisi argumen anda, karena saya juga pernah berpikir seperti anda…
    Mas Adhi, saat anda berpikir bahwa anda tidakkan jatuh kepada bid’ah berarti pikiran itu sendiri secara tidak langsung adalah bid’ah …
    Bid’ah tidak seperti yang diasumsikan banyak orang, insyaAllah lain kali saya akan menulis artikel seputar bid’ahi…
    Salam kenal …

  4. sebenarnya dia mah udah ngadopsi wahhabi, walau mungkin baru dikit-dikit. ntar ketanggor sama fatwanya Sang Syaikh ” Bulan dan Matahari ngelilingin Bumi” baru kelenger dia…..
    pusiiing tujuh keliling,
    maunya lurus malah jadi baling-baling,
    pengennya tegak malah kebanting-banting.
    maunya waras…… eh..eh…. malah miring.

    ———–

    Hua ha ha … tepat sekali … :D

  5. Maulud pengertiannya hampir sama dengan ulang tahun. Rasulullah memberi peringatan soal meniru budaya apa pun dari barat.
    “Sesiapa yang melakukan perbuatan menyerupai sesuatu kaum itu, maka dia turut termasuk bersama golongan itu.” (Hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad)

    Semoga hadis ini bisa menjelaskan polemik di topik ini.

    wassalam.

    —————

    Heem … maaf Mas, hadis ini memang kenapa Mas. Nabi saw cuma bersabda,

    “Sesiapa yang melakukan perbuatan menyerupai sesuatu kaum itu, maka dia turut termasuk bersama golongan itu.”

    kok bisa-bisanya anda konotasikan bahwa hadis ini berbicara mengenai hal buruk … padahal hadis ini cuma menyatakan tentang adat istiadat suatu kaum tertentu, yang otomatis bisa baik…bisa juga buruk …

    Dan kenapa anda cuma mempermasalahkan soal maulid Nabi Saw saja …?
    anda pakai sarung … ini budaya Hindu… dan kapan Rasul saw pakai sarung …?
    anda pakai kopyah … mau bentuknya putih hitam, panjang, bundar… ini bukan tradisi Arab Mas … dan kapan Rasul saw pakai kopyah …?
    anda pakai baju kok … mau putih, coklat, kuning, merah, kelabu, dlsb..dan kapan Nabi saw pakai baju koko …?
    anda berzikir pakai manik-manik tasbih..? Inikan budaya non-Arab dan berasal dari agama non Islam …trus kapan Nabi saw berzikir pakai manik-manik tasbih ..?
    anda makan ketupat … mau bungkusnya ditulisin bahasa Arab atau gak … persoalannya… kapan Nabi saw makan ketupat …?
    anda pakai gamis … mau di atas mata kaki atau gak … persoalannya, yang pakai gamis di Arab itu bukan cuma orang Islam saja, musyrikin Mekah saat itu pun pakai gamis, bahkan pakaian para pendeta Kristen di Arab juga berbentuk gamis dan pakai sorban pula … trus gimana …?
    Anda ke mesjid yang ada menaranya…itu kan budayanya bangsa Parsi …? Trus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sendiri pakai menara …? itu kan budaya Parsi?

    Anda makan pakai garpu dan sendok … itukan budaya barat .. kok gak dipersoalan …? Pernah Nabi saw makan pakai garpu dan sendok …?
    Andapakai celana panjang atau dasi .. itukan budaya barat …?
    Anda diwisuda pakai toga …? itukan budaya Romawi …?

    Mas, hadis di atas yang anda sebutkan adalah sekedar pernyataan dari Nabi saw bahwa “Sesiapa yang melakukan perbuatan menyerupai sesuatu kaum itu, maka dia turut termasuk bersama golongan itu.” … sekali lagi bisa baik dan bisa juga buruk …?

    Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menjadikan manusia berbangsa dan bersuku-suku agar saling kenal (QS. 49: 13) …? Dosanya budaya itu apa? budaya berdosa kalau ia tidak sejalan dengan semangat Al-Qur’an dan baik kalau ia sejalan dengan semangat al-Qur’an …
    Biar anda pakai gamis tapi menyembahnya berhala … ya sama saja … dan orang yang menyembah Allah Swt tapi dia mengunakan celana panjang tidak mesti buruk …

    Apa hubungan hadis di atas dengan baik dan buruk …?! Anda menukil suatu hadis, lalu anda vonis baik dan buruk atas dasar persepsi anda, dan Nabi saw sendiri tidak menyatakan hal tersebut.

    Mas … sadar maupun tidak sadar … anda telah mendikte pernyataan Nabi saw lalu anda selaraskan dengan persepsi anda …

    Masalahnya bukan di hadis yang anda bawakan. Hadis itu cuma memberitahukan, kalau anda berbuat begini, maka anda (menurut Nabi saw) akan seperti mereka yang melakukan begini itu… thats all … begininya itu, ya bisa baik dan bisa juga buruk …

    Apakah merayakan ulang tahun itu buruk …? Kalau anda merayakan ulang tahun dan mengundang 1 – 1000 anak yatim, sehingga dia/mereka bisa makan dan terhibur, lantas apakah buruk untuk melakukan perbuatan seperti itu?!

    Sebaiknya kita berpikir menggunakan akal bukan persepsi … ;)

    Syalom lakhem (ini adalah ucapan selamat antar sesama Yahudi yang sama dengan Islam) …jika demikian, lantas duluan siapa yang melakukannya menurut anda …?! Dan siapa yang mengikuti siapa sebenarnya …?!

  6. Saya termasuk yang tidak setuju soal satu ini. Karena untuk mencintai Rasulullah ada banyak cara. Ironisnya, di suatu daerah, di televisi, saya melihat umat merayakan maulud dengan diakhiri perebutan makanan. Apakah seperti itu makna spritual dari kecintaan pada Rasul? Maaf, jika kalimat saya tidak sependapat dengan yang pro maulud.

    wassalam.

    —————

    Mas … acara maulid dan cara merayakan maulid adalah dua hal yang terpisah …

    Dosanya membuat acara rebutan makanan apa? memangnya ada larangan dari Allah swt atau Nabi saw? Kalau membuang-buang makanan ada….tapi kalau rebutan salahnya kenapa …? :mrgreen:

    Kok anda membuat justifikasi-justifikasi soal baik dan buruk itu menurut persepsi anda sendiri … lantas anda asumsikan konklusi anda itu Islami?!

    Dosanya orang main bola atau futsal apa? Ini jelas-jelas budaya non Muslim … mo breyoknya selantai dan jidatnya bolong, tetap aja pada doyan bola …?

    Aneh …!!!

    Maaf Mas … kok terkesan anda sentimennya cuma ke persoalan maulid aja?! kenapa gak soal lain, seperti main basket, volley, ping pong, bulu tangkis, tennis, golf, dlsb …? Kenapa anda cuma menuding maulid sebagai sesuatu yang anda tidak setujui itu sebagai bid’ah, sementara anda tidak mengintrospeksi sejauh apa anda sendiri terjerat ke dalam bid’ah selain maulid …?!?

  7. Sesungguhnya tujuan didikan MUH adalah memberantas TBC (tahayul, bid’ah & khurofat). jadi kalo muh ikt2an /melegitimasi maulud Nabi yang dg jelas adl bidah berarti itu adalah KEMUNDURAN MUHAMMADIYAH. KALO EMANG maulud Nabi itu benar coba tolong dapat dari mana HUJJAHNYA atau apakah ada syahabat nabi yg mengerjakannya?karena sesuai dg kaidah Fiqih mengatakan”Hukum asal dari ibadah adalah haram kecuali ada dalil yang menyatakannya”, So dalam beragama kita nyari dalil dulu baru beribadah? bukan beribadah dulu baru nyari dalil? Tolong deh buat MUH mmengapa sikapnya berbeda dengan orang2 MUH dahulu!

    ————-

    Lo … kok bukan AL-Qur’an dan hadis yang dijadikan dasarnya? Mas, saya baru tahu kalau ada syahabat nabi yang terafiliasi ke dalam Muhamadiyah … :mrgreen:

  8. Ustad…
    Aku sedih sekali… melihat orang2 yang hanya melihat Islam seperti dalam kotak yang berbatas (tertutup), padahal Islam itu luas banget…
    Baru saja saya melihat film “Fitna”, pelecehan Islam, ternyata banyak sekali dalil2 dari orang2 yang katanya Islam paling benar, dimanfa’atkan oleh pihak2 zionist untuk menghancurkan islam, seperti juga hadits2 yang dipakai orang2 itu.
    Pantas saja si pembuat film berani menampilkan pelecehan islam…
    Sedih banget ustad… sangat sedih… karena Islam yang dipesankan oleh baginda Rasulullah saw kepada Imam Ali kw dan para Imam as, tidak seperti itu…
    Masa karena Maulid aja mereka mengkafirkan orang, masa karena Maulid Nabi Besar kita Rasulullah Muhammad saw dipertentangkan… dimana kecintaan kita sebagai Islam kepada Rasulnya…

    Yang bersedih…

  9. Assalamu’alaikum,
    Itulah wajah umat Islam. Semua dipertentangkan sehingga energinya habis untuk bertentangan. Jangankan membangun khilafah seluruh dunia, satu RT, bahkan satu rumah saja kagak bisa, karena hal2 kecil selalu dipertentangkan. Jangan2 nulis dan baca di internet pun dilarang karena bid’ah. Ada nggak sih yg bisa menjelaskan mudharatnya memperingati Maulid Nabi? Paling jawabnya, lha kan pada pesta makan2, mubadir, mending disumbangkan untuk fakir miskin!!!!
    Sudahlah skrg Muslim harus mengembangkan bid’ah se-banyak2nya asal bermanfaat. Litbang iptek adalah bid’ah karena jaman Nabi hidup tidak ada tabung reaksi dan alat suntik!! opo tumon?????

  10. Merayakan maulid? saya selalu merindukannya…ada semangat spiritualitas yang terbangkitkan kembali setelah saat-saat sebelumnya sedikit ‘melandai’ atau ‘vakum’.

    Ada makna romantisme historis (saya pribadi) ketika bersama sesama santri cilik berlomba khatam baca AQ.

    Pak M3, mengapa ya kita sebagai manusia justru selalu terjebak untuk ‘memproklamirkan’ diri merasa benar sendiri ya….

    Rindu kami padamu Ya Rasul (Bimbo)

  11. wahai saudaraku,janganlah engkau meributkan siapa yang salah maupun yang benar. tapi jagalah silaturahmi diantara kamu insyaallah allah kan memberikan rahmatNya kepada kita semua, Dan sesungguhnya orang yang dapat menerima kritik dan memberikan saran/pendapat yang santun itulah yang pernah diajarkan nabi Muhamad,SAW. Akan tetapi meributkan sesuatu hal yg bisa berakibat perpecahan umat islam. Apakah kamu itu saudaraku / musuh dalam selimut !!!!!!!!!!! ASTAGHFIRULLAH………………….

  12. udah ah, tutup aja masalah ini, ntar malah sesama Islam jadi berantem kaarena masalah ini.

    Setahu saya yang disebut bid’ah itu adalah segala sesuatu perbuatan yang tidak dicontohkan Nabi.

    Cumaa, yang tidak boleh itu bid’ah dalam urusan ibadah, kalau bid’ah dalam urusan dunia tentu saja boleh, Nabi kita tentu menyadari perkembangan dunia, masa kita harus ikuti naik onta/kuda kalau mau bepergian hanya karena Nabi juga dulu naik unta/kuda.

    Kalau dalam hal ibdahah, tentu sangat dilarang membuat acara ibadah yang tidak dicontohkan Nabi. Urusan Maulid apakah ibadah atau bukan? tentu masing2 punya alasan sendiri.

    Wass

    ———-

    Setuju … setuju …. dan alhamdulillah, toh ketua Muhammadiyah pun kini mulai memasyarakatkn Maulid Nabi saw …

  13. Kok anda membuat justifikasi-justifikasi soal baik dan buruk itu menurut persepsi anda sendiri … lantas anda asumsikan konklusi anda itu Islami?! ->

    pa ustaz, sayangnya pa ustaz kurang memberikan perhatian/counter seimbang bahwa realita tradisi rebutan makanan itu dianggap membawa berkah,rejeki, bahkan sesajen dll. rebutan sampe banyak korban terinjak2, dzoliim, padahal kl dibagi2 rapih itu lebih manusiawi kan :)

    makanya seperti pa ustaz blg :
    memperingati Maulid dan cara merayakan maulid adalah dua hal yang terpisah …

    *peace ;)*
    PRo Mauliiiddd

    ———

    Loh… memangnya bilang rebutan makanan membawa barokah atau mendatangkan rezeki itu dosa atau bid’ah? Mana dalilnya? Ada?

    Sesajen? Kalau pun misalnya ada…memangnya pemaknaan sesajen dalam tradisi maulid dan sesajen dalam tradiri kejawen itu identik? Lah… manik-manik tasbih aja jelas-jelas suatu tradisi yang mengakar dari ajaran buddha dan juga rosario dalam Katolikisme… kok dibolehkan dalam Arab tradisi Muslim? Kenapa? Karena kata-kata yang dilantunkan pun sudah beda…

    Begitu pula dengan tradisi kopyah bunder… So, what’s wrong with that …

    Meskipun kita memang harus memilah mana memperingati maulid dan mana tata caranya, tapi sejauh ini saya belum melihat suatu penyimpangan nyata seputar hal itu?

    Frankly speaking, bukan maulid nabinya yang bid’ah, tapi menurut saya, tuduhan sumbang dan tak terbukti seputar perayaan maulid itu sendiri adalah suatu bid’ah, kalau tidak mau dibilang fitnah.

    Peace .. ;)

  14. horree Muhammadiyah merayakan maulid Nabi. di tempat saya beberapa orang yang berbasis Muhammadiyah menjadi penganut mazhab ahlul bayt. Ayyoo terus Muhammadiyah pelopor ukhuwah dari kelompok salafy.

  15. Salam

    Kami juga keluarga yg berbasis Muhammadiyah dan menganut madzhab ahlul bayt, gak masalah tuh, karena kami benar2 mencintai Rasulullah dan ahlul baytnya, karena kecintaan kami tersebut, gak salah doong kita ngerayain maulidnya.

    Shalawat, Allah saja bershalawat kepada Rasul, kenapa kita tidak…

    @untuk M Darul SE
    Kami juga punya ustadz bernama Darul juga, dan punya pemikiran yg sama (katanya Muhammadiyah, ketua Cabang lagi tuuu)….kayaknya harus banyak belajar lagi mengenai bid’ah…yuk

  16. Mas, bagaimana tawaran dialognya.

    Dari kemarin juga sudah bersilaturahmi… kalau belum dialog… berarti artikel saya dari nomor satu sampai lima itu memang ditujukan buat siapa? … :lol:

    Kalau bertemu kan seperti saya bilang tidak mungkin.

    iya Mas, saya bisa ngertiin kok … gak pa2 … :mrgreen:

    Lewat internet saja, bagaimana??

    pernyataan ini agak redundant mas …

    Terserah mau di blog saya atau antum??

    pernyataan ini lagi-lagi redundant mas …

  17. Organisasi Muhammadiyah, Persis itu didirikan karena terinspirasi pergerakan mujahid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.

    Banyak buku sejarah Muhammadiyah yang membahasnya.

    Jadi kalau Muhammadiyah mengadakan muludan, berarti sudah melenceng dari sejarah awalnya, tapi malah terpengaruh ajaran sesat Syiah.

    Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, mereka pun terpengaruh pergerakan Syaikhul Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

  18. Mas, bagaimana tawaran dialognya.

    redundant … karena sudah saya tanggapi mas

    maksudnya begini, hanya saya dan antum yang boleh isi komentar, itu menurut saya baru dialog.

    Kenapa mesti membatasi komentar orang? Asalkan komentar itu tidak mengganggu dialog yang berjalan, saya rasa tidak apa-apa mas.

    Buat postingan yang isinya topik yang hendak didiskusikan. [Tidak panjang]

    silahkan saja mas

    Jangan ada yang memberi komentar selain ID Kita berdua. Jadi jelas, dialognya, bukan komentar.

    Dialog biarlah berjalan sebagai dialog, dan komentator yang berkomentar biarkan saja mas … gitu aja kok repot

    Bagaimana ?? Setuju.

    Postingan artikel saya sudah ada lima buah, menurut anda gimana? :roll:

    Terserah, mau di blog saya atau antum.

    Kalau memang mau dialog serius, makanya saya ajak anda untuk bertemu (kopdar), sehingga saya dan anda bisa menjelaskan duduk perkara yang ada dan memaparkan sisi argumen masing-masing. Di samping itu, melalui pertemuan, diskusi tidak perlu bertele-tele karena setidaknya, hal itu lebih sederhana daripada menulis. Apa iya anda kerja di rumah terus-menerus sampai anda sama sekali tidak ada waktu liburnya sama sekali? … ;)

    Mudah-mudahan, hal ini tidak terkait dengan persoalan blog rating :mrgreen:

  19. Yaa udah, betul juga kata antum, kita memang sepertinya gak ada waktu buat dialog.

    Oke kalau itu keputusan anda

    Makasih udah approve dan balas komentar saya.

    Terima kasih sama-sama. Komentar yang di approve sebagaimana sudah bisa anda lihat sendiri, sementara sisanya akan menyusul. Satu per satu sedang saya tanggapi. Anda pasti akan terima kok notivikasinya melalui email kalau komentar itu sudah saya post-kan … so stay tune aja di Gencar Ahlulbait Nusantara… :)

    btw : soal blog rating, gak terfikir saya ada niat kesana.

    Alhamdulillah. :) Saya rasa dialog tatap muka adalah opsi terbaik, karena saya percaya anda pasti punya sedikit waktu yang anda bisa luangkan untuk dialog liburan disela-sela waktu anda bekerja selama berjam-jam di depan komputer. Anyway, dialog tatap muka yang saya tawarkan selalu terbuka insyaAllah … Salam damai bersama “Kristus”.

  20. disadari ato enggak, acara maulud Nabi SAW mendatangkan satu hikmah yaitu “SILATURAHMI”, kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, kerja pagi pulang malam, terkadang dengan tetangga terdekat pun sering tak bertatap muka. Tak ada salahnya dalam setiap momen-momen tertentu kita bersilaturahmi dalam acara tertentu. Menurut yang saya lihat, selama ini maulud Nabi lebih banyak manfaat dari pada madharat, seperti syukuran, berkumpul dengan saudara-saudara dan makan bersama ? apakah salah ? juga yang terpenting kita bisa saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan.
    Terima Kasih.

  21. loh memang Muhammadiyah itu agama sehingga muhammadiyah itu dibilang berbeda dengan islam?
    lagi pula Muhammadiyah itu kan organisasi yang turut memperjuangkan kemerdekaan melalui tokoh2nya, kenapa bila berbeda harus di usir???

  22. Sebaik2 bid’ah adlah sesat…sekarang tinggal menganggap apakah maulid itu sebagai ibadah pa bukan gitu aja ko repott…….yang anngap ibadah silahkan…yang ga ya silahkan,toh pada akhirnya kita mempertanggung jawabkan ke pada Allah SWT sendiri..sendiri…

    wassalam…

  23. tolong diikuti isi maulid nabi isinya: Ucapan salam,baca Basmallah,baca Ayat2 Al Qur an , Hadits, nasihat taqwa dsb. kalau itu semua dianggap bid ah berarti sesat !!!! KALAU SESAT masuk neraka!!!! Orang mengucapkan :salam ,basmallah ,baca Al Qur an,hadits ,nasehat taqwa bakal masuk neraka !!!! jahannam,saqor,jahim,ladzo,sa ir huthomah, ,hawiyah ????????????mau pilih yang mana ?????? ini fatwa dalil sesat atau mengada ada apa keblinger ???? cinta rosululloh dibilang sesat !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s