Menurut Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan, Gusdur Seorang Habib

Hari ini sebuah komentar masuk ke blog saya yang memberikan update seputar nasab Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan juga para leluhurnya. Komentar ini mengatakan bahwa secara nasab, Gusdur adalah seorang Saadah atau Alawiyin dan nasab keluarga ini telah dipublikasikan di dalam kitab Talkhis karya Abdullah bin Umar Assathiri. Sumber ini konon telah diteliti dan direstui oleh Rais Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Muktabaroh An-Nahdliyyah oleh KH. Habib Lutfi Ali Yahya asal Pekalongan. Menurut sumber itu, nasab lengkap Gusdur adalah sebagai berikut :

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

bin

KH. Abdul Wahid Hasyim

bin

KH. Hasyim Asy’ari

bin

KH. As’ari

bin

Abu Sarwan

bin

Abdul Wahid

bin

Abdul Halim

bin

Abdurrohman (P. Sambud Bagda)

bin

Abdul Halim (P. Benawa)

bin

Abdurrohman (Jaka Tingkir)

bin

Ainul Yaqin (Sunan Giri)

bin

Ishak

bin

Ibrohim Asmuro

bin

Jamaludin Khusen

bin

Ahmad Syah Jalal

bin

Abdulloh Khon

bin

Amir Abdul Malik

bin

Alawi

bin

Muhammad Shohibul Mirbat

bin

Ali Choli’ Qosam

bin

Alawi Muhammad

bin

Muhammad

bin

Alawi

bin

Ubaidillah

bin

Ahmad Al-Muhajir Ilallah

bin

Isa Arrumi

bin

Muhammad Annaqib

bin

Ali Al-’Uroidi

bin

Ja’far Shodiq

bin

Muhammad Al-Baqir

bin

Ali Zaenal Abidin

bin

Husein

putra

Siti Fathimah Az-Zahro

binti

Rasulillah, Muhammad saw

Informasi di atas melengkapi silsilah Gusdur sampai ke Rasul saw. Sejujurnya, saya tidak tahu apakah nasab ini memang legitimate dan benar-benar telah mendapat pengakuan secara aklamasi dan konkrit dari pengurus Rabithah Alawiyah yang juga bermarkas di Jakarta.

Semoga saja informasi ini bisa menjadi masukan yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait yang ini sedang berbeda pandangan. Jika benar adanya, maka perselisihan yang terjadi antara Habib Rizireq, Habib Seggaf dan Habib Gusdur sebenarnya adalah persoalan yang bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan, mengingat Gusdur sendiri adalah member of the family

Menurut hemat saya, sebagai seorang Habib, Rizieq Shahab lebih melihat pada pentingnya seorang Muslim untuk mempraktekkan ajaran agama berdasarkan fundamentalisme, alias menjadi muslim-fundamentalis. Sedangkan Habib Seggaf lebih melihat pada pentingnya sisi ke-muslim-an dan ke-Indonesia-an, alias menjadi muslim-nasionalis. Adapun Habib Gusdur lebih melihat kepada sisi liberalisme beragama, alias menjadi muslim-liberalis.

Untuk itu, ketimbang harus emosional, maka alangkah baiknya jika pikiran masing-masing pihak bisa diwacanakan ke dalam suatu forum, lalu didiskusikan layaknya pria dewasa yang memiliki basis moral dan intelektual Islami. Wallahu’alam. :lol:

86 Responses to “Menurut Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan, Gusdur Seorang Habib”

  1. Nah, begini khan lebih enak. sesama umat islam kok gontok-gontokan, kayak anak kecil.

  2. uztads,
    habib itu berarti masih keturunan Rasulullah, ali-fatimah?
    kalu mang bener, knp yah?, mereka tidak berpaham mazhab pencinta Ahlul Bait? trus malah ada yang membenci paham ini? aneh

  3. Sebagai sesama keturunan Nabi Allah (dalam hal ini, Nabi Adam AS) saya sangat berharap agar pertikaian yang hanya menguntungkan Hizb Syaithon ini dihentikan.
    Capek…bosen…pegel…sedih ngelihat-nya.

  4. ..diskusi aja ga cukup bib! Mending Habib Rizieq, Habib Seggaf, dan Habib Gusdur suruh demo menentang kenaikan BBM, harga kebutuhan pokok, sekalian demo turunin pemerintah juga gapapa. Mereka harus secara fisik berada paling depan, berhadap2an langsung dgn pentungan polisi. Rakyat kecil yang ga merasa member of the family … ga usah ikutan deh… kalo maksa mau ikut, ya antri di belakang aja.. biar selamat ga dipentung. Dipentung juga ga ada yg bela. jadi biarin polisi2 bentroknya ma yg di depan. :)

  5. Sepakat. ayo ketiganya diskusi…!!!

  6. Masak sich? face arabnya ituloh kok abis banget? maksudnya ga ada sisanya barang dikit …:) beda dg gambar di sebelahnya, kalo dipanggil habib ya.. masih masuk lah…

    Sulit dipercaya… perlu test DNA dech kayaknya…:)

    Kehabiban Gusdur justru dinyatakan oleh foto yang di sebelahnya …

  7. Wah, kalo jaka Tingkir adalah sayyid bisa jadi semua orang islam di Indonesia ini adalah sayyid. Karena berarti seluruh raja2 jawa juga sayyid. menurut saya sudah tidak ada lagi manusia jawa yg tidak tercampur dg darah bangsawan jawa sejak pati unus, pangeran trenggono sampai HB 10 sekarang. Dan pasti tidak hanya di jawa saja. seluruh sentra-sentra kantong islam di nusantara seperti padang, palembang, Aceh, makassar, banjar, ternate juga pasti para sayyid demikian pula org2 islamnya sekarang adalah keturunannya.

  8. siapapun dia, yang pasti adalah umat ciptaan Allah SWT. oleh sebab itu marilah kita saling menghormati, saling mengasihi dan saling bantu dalam hidup ini. masalah keimanan adalah tanggung jawab masing2 dan tak perlu memaksakan kehendak pd orang lain. kita yakin tp belum tentu org lain kan?

  9. Maaf,keturunan atau bukan tidak menjamin seseorang itu pantas dimuliakan atau pantas dihinakan,
    Walau dia seseorang keturunan seorang budak,jika dia berakhlak mulia maka dia pantas tuk dimuliakan.
    Tetapi jika seseorang ber”AKHLAK” layaknya musuh2 ALLAH,maka sungguh pantas dia tuk dihinakan baik Dunia maupun Akhirat,walaupun dia adalah keturunan langsung dari Rasulallah S.a.w.
    Ingatlah paman Nabi Abu Lahab.

  10. masa’ paman kok keturunan?

  11. BERSATULAH UMAT ISLAM….kita sesama muslim jangan mau di aduh..domba..kita harus bersatu jgan karena nafsu duniawi kita kita gadaikan islamkita…INGAT..banyak yang ingin hancurkan islam..dari dalam islam sendiri ..contohnya kita di adu domba sesama muslim .klau dia mau musuhi islam secara terbuka mana mungkin (gak berani donk)karena islam kuat ..dengan segala cara kita ingin di hancurkan…saya sarankan supaya para habib para ulama..klau ada masalah kok gak duduk bersama kita selesaikan masalah dengan damai..islam itu agama cinta damai..nabi muhammad aja gak suka kekerasan….bahkan nabi muhamad itu pema,af……kenapa para ulama kita kok gak niru nabi muhamad swt …kenapa semua kok terbawah nafsu duniawi…….alloh huakbar…..

  12. semua manusia di dunia ini adalah keturunan Adam AS dan Siti Hawa. Itu yang pasti.

    kalau GusDur memang keturunan Rasulullah SAW, bukan berarti omongan beliau selalu jadi jaminan umat Islam khan?

    Jujur saja, saya suka sekali dengan pemikiran GusDur, tapi kalo soal yang satu ini…weleh…seharusnya GusDur sebagai seorang kyai (berarti agamanya Islam) selayaknya selalu berjihad untuk menjaga kemurnian Islam. Walaupun Allah SWT berjanji akan selalu menjaga keutuhan dan kemurnian Islam hingga kiamat, namun tidak ada salahnya apabila kita (sebagai manusia) juga berjuang menjaga keutuhan Islam.

    Kasus Ahmadiyya memang diizinkan Allah SWT supaya kita menjadi lebih kuat dan bertaqwa. Amien.

  13. Enaknya dipanggil apa ya…..
    Habib Gusdur….?
    atau
    Habib Dur….?

  14. denjaka benar, apalagi di keraton yogya tersimpan naskah keturunan HB I - X, kalo gitu kesadaran untuk menciptakan perdamaian bisa dimulai dari sini nih, member of big family..:)

  15. Dari dulu nasab Gusdur memang bikin hoki bahkan bisa mempengaruhi pandangan banyak orang,

  16. kalo gitu gw keturunan jg dwonk… bapak moyang gw Jaka Tingkir… :D

  17. kalo saya setuju banget dengan pendapat anton speedy… keturunan dari siapapun dia bukan merupakan jaminan dia itu adalah seorang yang di jamin masuk syurga oleh Allah Swt. liat dulu donk amal dan tingkah lakunya… pantas gak kalo di tinjau dari sisi agama dan moral… marilah sekarang kita sama2 membuka mata dan hati kita…

  18. Biasanya sih kalau benar turunan Habib (turunan Nabi), langsung ditulis gelarnya dan dipanggil Habib misalnya Habib Abdurrahman, dsb. Ini kan tidak.

    Mana ada Habib (maaf) pesek seperti Gus Dur. Gus Dur itu asli made in Indonesia…:)

  19. lha jaka tingkir kok anaknya sunan giri? selama ini secara umum jaka tingkir dikenal sebagai anak dari kebo kenanga, kebo kenaga anak brawijaya IV raja majapahit

  20. HUEHEHE…KALO ANE SIH LEBIH PERCAYA GUS DUR anaknye MAO TSE TUNG…. Haiya…CIncai LAH..

    :) :) :)

  21. Kalau dari wajahnya, sih jauh. Semoga penelitian nasab tersebut tidak salah

  22. gusdur …turunan nabi???????
    bulshit!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    turunan nabi nggak ada yang hidup sejak cucu beliau mati……..

  23. Thanks untuk ustadz webmaster atas message ini.

    Kesayyidan Gud Dur sudah saya dengar bertahun lalu. Ada sebuah buku kecil ttg walisanga yang saya baca, menyatakan bahwa nasab KH Hasyim Asy’ari nyambung ke Rasul SAW dan menurut buku itu sudah dikonfirm oleh Rabithah Alawiyyin. Tapi belum pernah saya dengar GD mengklaim kesayyidannya. Nah, kalau sekarang Habib Lutfi memperkuat kesayyidan GD, maka kita harus memperlakukan GD sebagai sayyid. Sesuai titah Imam Ali Ridha AS, kita harus memuliakan para saadah, bahkan yang fasik sekalipun.

    Anyway, bahwa Jaka Tingkir ternyata anak Sunan Giri memang mungkin2 aja, walaupun ini adalah berita baru buat kebanyakan kita. Satu hal lagi, populasi kaum saadah memang agaknya lebih banyak dari yang tercatat. Imam Mahdi AS, misalnya, bukankah tidak menutup kemungkinan bahwa beliau juga mempunyai anak keturunan yang hidup di tengah2 kita saat ini? Wallahu a’lam.

    Salam

  24. @adi isa
    ndak baca sejarah ya mas?

  25. Nasab itu atas dasar apa??.. apakah penelitian ilmiah secara DNA, atau sekedar sensasi dan rekayasa semata??..

  26. atas dasar periwayatan…. :D

  27. banyak org yg merasa “modern” dewasa ini sudah meninggalkan hal2 yg “dianggap tidak masuk akal”..padahal mrk lupa bahwa akal berkemampuan sangat terbatas…Barangkali setelah matakepala dan mata-bathinnya bisa dua-duanya melihat..baru mereka percaya… Pdahal utk mata-bathin bisa melihat,seseorang harus sdh dibuka “hijab”nya (yg utk itu dosa2nya sdh bnyk diampuni dan hatinya bersih dr nafsu duniawi..mustahil dicapai oleh org yg “tdk mendekat” kpd Robbul Izzah..),shg hal2 ghoib bukan lagi menjadi hal yg tdk masuk akal (ingat QS Al-Baqoroh 2-5).. Seorang Alim Alaamah shochibbul ijazah wal karomah sekelas Habib Luthfi, yg sdh terkenal sbg AHLI NASHOB tentu sdh berkomunikasi dg shochibul maqom yg bersangkutan… Tanyakan kpd Ulama2 Salaf yg sepuh, jgn-kan Habib Luthfi, murid2nya yg senior saja kelasnya sdh Masya Alloh…dan Gus Dur adalah trmsuk salah seorg murid Beliau… Kalau Habib Luthfi ngawur, mana mungkin Beliau terpilih selama 10th mjd RO’IS AAM di Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah dan jga sdh 1 periode ini merangkap sbg Ro’is Aam di JATMI (Jamiyyah Ahlith-Thoriqoh Indonesia), yg dua-dua nya mewadahi Ulama2 Ahlith-Thoriqoh… Jdi mohon maaf, bagi yg belum ber-bai’at thoriqoh,anda perlu simak lagi di kitab2 syari’ah…bahwa thoriqoh adalah WAJIB CHUKUMNYA bagi seorang MUKALLAF…dan JGN HARAP MENDAPAT MUTIARA,KALAU ANDA TDK MENYELAM KE DLM LAUT DAN HANYA BERMAIN DI PINGGIR PANTAI…(syariat=main di pantai, thoriqoh=berenang ke tengah laut, chaqiqoh=menyelam ke dlm laut, ma’rifatulloh=mendapat mutiara di dasar laut..). Selamat Konsultasi dg Ulama’ Salaf yg Sepuh…!

    Wah, saya gak ikutan kalau soal thariqah anda, tapi yang pasti akal manusia tidak terbatas Mas, karena Al-Qur’an tidak pernah menatakan akal manusia itu terbatas. Al-Qur’an cuma bilang ilmu manusia lah yang terbatas, bukan akalnya …
    Untuk saya pribadi, hanya ada panduan setelah Rasul saw, yaitu Al-Qur’an dan Ahlulbait as, selain mereka bisa salah dan bisa benar … Jadi, thariqah saya hanya mengikuti dua hal yang “fa in tamasaktum bihima, lan tadhillu ba’di abadan” kata Beliau Saw … NO MORE, NO LESS…

    Salam damai bersama Kristus :)

  28. to mas sontoloyo, tapi ada yang bilang P Brawijaya V itu keturunannya imam Baqir, ia juga dijuluki Syekh Baqir, itu benar gak mas menurut anda?
    Saya menemukan buku kuno, gubahan Brawijaya I, bahasa Kediri yang jelas2 memperlihatkan bahwa Kediri awalnya beragama Zoroaster (jadi bukan Hindu seperti yang umum pahami)
    Zoroaster yang masih murni dari nabi Ibrahim, jadi beda dengan Zoroasternya Sasanid. Islam sebelum islam
    So hal itu menyebabkan p jawa dan nusantara ini menerima islam dg damai. Secara geografis hal ini termasuk fenomena langka mengingat Burma, Thailand, Sri Lanka tidak mempan dengan dakwah, padahal secara geografis lebih dekat dg timteng.

  29. saya angen dengan Lisan dari Mursyid seperti Habib Lutfi Bin Ali bin Hasyim Bin Yahya Pekalongan

  30. @adi isa

    Jangan sembarangam gitu ngomongnya mas. Baca dl sejarah yg benar. Silsilah keuturunan Rasul terang benderang dan diakui oleh mayoritas ulama. Kalau tdk mau baca sejarah baca saja hadits ttg keturunan Rasullah.

    @all

    Ttg Gus Dur adalah keturunan Rasulullah sdh lama diketahui.
    Knp tdk berbekas? Di wajah dan nama/gelar? Krn gelar (habib/sayyid/syarif dll) hanya dipertahankan oleh gelombang terakhir (thn 1800-an)dr mrk yg hjirah dr hadramaut. Sedang gelombang2 awal mrk totally melebur dg masyarakat. Dan krn pengetahuan mrk yg telah jauh lbh maju dr masyarakat Indonesia umumnya saat itu mk mrk mendapat kehormatan dr para raja utk bersanding/menikah dg anak2 raja ataupun menjadi penasihat para Raja. Shg hampir keseluruhan kesultanan adalah dr keturunan Rasulullah (ini jg menjadi salah satu kemuliaan Rasulullah dan keturunannya yg Allah berikan, sbgm kemuliaan yg diberikan kpd Nabi Ibrahim dan keturunannya.

  31. Salom ‘alaika
    Shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad, kalo emang Gusdur itu Habib alias Sayid tapi kenapa beliau tidak mengikuti datuk beliau yang Mulia nan Suci Imam Ja’far,as Imam Baqir as, Imam Ali Zinal Abidin as, dan Imam Hussein as? Gitu aja koq repot…???????????? Dan yang paling aneh beliau dan yang pengikutnya tega-teganya tidak merasa apa-apa alais biasa aja tuh atas pembantaian datuk beliau yang Suci di Karbala.

  32. itulah bedanya orang yg belajar dari sejarah (yg “katanya…”) dgn orang yang mendapat data secara “kasyaf”…(krn hijabnya sudah dibuka oleh ALLOH ROBBUL ‘IZZAH..)

    Mas, mukasyafah itu adalah perkara supra-rasional dan sangat sejalan dengan nalar sehat. Artinya, kasyaf itu bersumber dari akal yang tercerahi dengan cahaya Ilahi, sehingga sama sekali bukan perkara irasional alias dzan atau prasangka. Hal ini seperti yang Nabi saw katakan sendiri di dalam sebuah hadis masyhur bahwa “ad-dinul aql…”.

    Ibaratnya adalah : Bagi orang lulusan SMK (jaman saya lulus SMA th 70an dulu),lulus trus kerja dpat duit bnyk DIANGGAP SUDAH TOP..shg mrk melecehkan yg kuliah S1 apalagi yg S3…udah susah,msh harus kehilangan energi,dsb…itupun belum tentu LULUS… Lha skrg,bisa kita lihat,org yg msh di maqom SMK itu kok bisa-bisanya menilai org yg sdh jauh di atasnya…hahaha…tahu sdri jawabannya…jelas gak kelas…(ingat : di atas gunung msh ada gunung dan di atas langit masih ada langit…)

    Wah, saya gak tahu kalau soal membanding-bandingkan di antara manusia, karena yang pertama kali membanding-bandingkan itu kini sudah menjadi musuh besar manusia … :lol:

    Kebenaran dan kebatilan pasti bisa dinalar dengan akal, karena tanpa akal, manusia tidak bisa mengetahui mana perkara benar dan mana yang salah. Jadi, bukan berarti kalau sesorang itu lebih tua berarti dia lebih benar, atau kalau lebih muda berarti lebih benar dan demikian pula sebaliknya. Bukan pula berarti kalau bertitel dia lebih benar dan lainnya salah. Orang yang bertitel mungkin lebih pintar dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, karena faktanya dia memang mendalami hal tersebut. Namun, ada pula pembelajaran berdasarkan pengalaman, dan inipun memiliki nilai dan bobot ilmiahnya. Akan tetapi, belum berarti benar di dalam memahami segala perkara di kehidupan pula.

    Meskipun demikian, kebenaran itu pasti bisa di analisa dan ditemukan. Sebab jika tidak demikian, maka mustahil Allah Swt memberikan taklif kepada hamba-Nya, bila hamba-Nya itu sendiri, sedininya sudah tak mungkin mampu menemukan atau memahami kebenaran.

    Intinya, faktor usia tak pernah menentukan apakah seseorang itu lebih baik atau lebih benar. :lol:

    Bagi yg suka menilai “ngawur” dan “sembarangan” kpd orang yg jauh lebih tua..mbok belajar adab yg bener…

    Menilai apakah seseorang itu “ngawur” dan “sembarangan” pada tingkat nalarnya adalah satu hal, dan menilai apakah seseorang itu “ngawur” dan “sembarangan” pada tingkat akhlaknya adalah satu hal. Semakin tahu belum tentu semakin berakhlak, sebagaimana belum tentu orang semakin tua atau muda dari segi usianya adalah berakhlak ataupu tidak berakhlak.

    Ada akal teoritis (aql nazari) dan akal praktis (aql ‘amali). Yang pertama dikembangkan melalui pembelajaran ilmu yakni secara potensial, dan satunya lagi berdasarkan pelatihan spiritual, yakni mengaktualisasikan ilmu-ilmunya, baik dia masih muda maupun sudah tua. Jadi, menghormati seseorang yang lebih tua adalah satu perkara, dan menganalisa suatu pola berpikir adalah hal lain.

    Kalau mau selamat yaa kita yg tua cuma mau ngingetin agar mendekatlah kpd Ulama Salafush-sholichiin…

    Untuk menghormati yang lebih tua, maka jawaban ini sudah tersirat di atas … :lol:

    jgn apa2 ditafsirkan dg akalnya sendiri…

    Yang dilarang itu bukan dengan akal (’aql) Mas, tetapi menafsirkan Al-Qur’an dengan persepsi (ra’yu). Manusia pasti menalar dengan akal, karena akal adalah karunia tertingi yang Allah berikan kepada Bani Adam.

    (sbg contoh, ingat : Menafsirkan Qur’an ada Pedomannya,tdk bisa ditafsirkan dg Akal semata, minimal ada 11 cabang ilmu yg digunakan utk dasar penafsiran a.l. Nahwu, Shorof, Mantiq, dll.,spt yg diajarkan Syech Abdul Qodir Al-Jeilani…

    Untuk itu Mas, ada ‘aql dan ada ra’yu. Mempelajari ilmu-ilmu yang anda sebutkan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan akal yang sedininya memang menjadi sumber kesadaran/kewarasan berpikir manusia. Tanpa akal, seseorang tidak memiliki beban taklif apapun. Dalam konteks menafsirkan Al-Qur’an, orang yang punya akal sehat, pasti tak mungkin sembarangan menafsirkan Al-Qur’an sebelum dia mempelajari sederetan ilmu yang memang diperlukan untuk menalar Al-Qur’an. Jadi, yang dilarang Nabi saw adalah menafsirkan Al-Qur’an menurut pendapat pribadi, dan bukan melalui proses yang rasional.

    dan juga chaditsnya jelas bahwa bila seseorg tafsirkan Qur’an dg akalnya sdri,siap2lah ngicipi panasnya jahanam…na’udzu Billaah…).

    Maaf, bukan ‘aql Mas, tapi ra’yu… ;)

    Untuk itu adik2 dan saudara2-ku,jangan percaya dg kata2 saya sebelum anda semua konsultasikan dg Ulama2 Salaf,lebih2 yg ‘Alaamah..,

    Kealiman dan kearifan seorang mukmin dinilai berdasarkan karya nyatanya bagi kemanusiaan.

    atau bila perlu dg Seorang Mursyid yg Mutassil…

    Ini benar, tapi sayangnya kenapa masih banyak saja orang yang meremehkan keilmuan dan akhlak Imam Ali bin Abi Thalib as, padahal dia sebaik-baik manusia setelah Rasul saw yang paling layak diikuti … Tapi mana faktanya?! Mungkinkah karena faktor senioritas yang akhirnya telah mengalahkan akal sehat mereka… ?
    Alasannya, siapakah mursyid yang lebih muttasil kepada Rasulullah saw selain Imam Ali as…?
    Tanya kenapa?! :lol:
    Wallahu’alam bis shawab

    jgn konsultasi dg ustadz2 kemarin sore yang baru hafal 100-200 ayat Qur’an dan Chadits sudah jualan kemana-mana hanya memburu Fulus dan Ketenaran…

    Heemm … persepsi pribadi anda yang negatif sangat kuat dalam hal ini… tapi silahkan saja, karena nilai kebenaran frase itu pun bukan hal yang niscaya… :mrgreen:

    coba anda simak, Ulama2 Salaf justru malu kpd Alloh kalau dia mjd “terkenal”…Wallohu a’lam bish-showab..

    Terkenal bagaimana Mas?! Pernyataan anda tidak lengkap, sehingga menyisakan ruang penafsiran yang ambigu. Jawaban saya: Wallohu a’lam bish-showab :lol:

    Kalau anda nggugu karepe dhewe, yoo monggo..nafsi-nafsi…. Biar bagaimanapun perbedaan diantara kita semua,

    Heem.. ini juga kuat dengan nuansa persepsi pribadi, karena membahas perbedaan di antara manusia bukan berarti pasti bermusuhan Mas… Walaupun demikian, kalimat “nafsi-nafsi” itu, menurut saya, :) lebih bernuansa westernize…

    TIDAK PANTAS DAN PERLU UNTUK UMAT ISLAM INDONESIA ITU PECAH DAN SALING GONTOK2AN…

    Imam Ali as berkata bahwa manusia selalu takut dengan apa yang tidak diketahuinya. Untuk itu, mengkaji dan mempelajari sesuatu bisa semakin menipiskan jurang permusuhan dan bisa berakibat kurangnya gontok-gontokkan di antara sesama kaum muslim…Perpecahan yang terjadi di antara kaum Muslim disebabkan mereka termakan fitnah (informasi musuh) karena mereka tidak saling tahu dan kenal, dan juga seiring membudayanya pola “nafsi-nafsi” di antara sesama Muslim … :)

    BERSATULAH…! JGN MUDAH DIPECAH-BELAH PARA PENYUSUP YG DIDANAI PIHAK2 MUSUH DGN GERAKAN SPY-nya… WASPADALAH…!

    Setuju Mas, insyaAllah di antara kita bisa muncul saling pengertian dan juga bagi komentator yang ingin menuliskan pandangan2 mereka itu di blog ini…

  33. Sedikit bahan renungan…! Kalau kita hanya belajar dr sejarah yg ditulis…(krn latar blkg kepentingan “politik” dll), pernahkah terpikir bahwa Panembahan Senopati sesungguhnya adalh Putra Sulthon Hadiwidjaja (ini “versi sepuh”,bisa anda lacak di pejabat2 pustaka kraton Ngayogyakarto di kotagede,dulu saya pernah konsult dg beliau2 waktu saya msh kuliah di ugm akhir th 70an),padhal di sejarah sekolah tdk spt itu…? Spt kata mas Sontoloyo,ada satu versi kalau Jaka Tingkir/Sulthon Hadiwidjaja adlh Putra Kebo Kenanga…(itulah sejarah…!) Pernahkah juga anda mengira, siapa sebenarnya Ayah Bung Karno..? Scr resmi adalh R.Sukemi..,tp Dokumen2 Intelijen berkata (dan ini diakui oleh Para Tokoh2 Pelaku Sejarah) bahwa Beliau konon adalah Putra Sinuwun PB X..tdk etis kalau ditulis di sini…krn merpk.wilayah “khusus”…Apakah anda pernah mengira,bahwa ada hubungan antara Bill Clinton, Angela Merkel dan beberapa Tokoh DUNIA lainnya ini dg Bapak Besar…? Tentu saja dokumen ini tdk utk konsumsi umum… Lha,padahal itu baru sejarah (yg “katanya”…). jadi LEBIH VALID MANA,antara yg “katanya” dg kalau kita ketemu dan BICARA LANGSUNG DG SHOCHIBUL HIKAYAH…(INGAT: bagi seseorg yg dicintai ALLOH, kalau sdh “dibuka hijabnya”…TDK ADA YG TDK MUNGKIN…). Bagi yang suka bilang BULSHIT,NDOBOS,OMONG KOSONG dll…ini ibaratnya adalah seorang lulusan SD yg mengumpat anak mhs.S1 FKU,wkt dibilang bahwa “untuk mjd dokter,dia harus bedah mayat terlebih dahulu…” Lha wonk dia gak ngalami sdri,tp SDH OMONG BESAR…makanya belajar dulu 10-20 th atau menunggu dibuka limpahan rohmah agar bisa mencapai MAQOM tsb dg CEPAT melalui CRASH-PROGRAM..baru boleh komentar…. SUBCHANALLOH…

    Bagi pihak yang berkepentingan dan barangkali ada melihat urgensinya perkara ini, silahkan memberikan tanggapan…

  34. hehehe…SUBCHANALLOH…saya sengaja membuat tanggapan yg “panjang dg kalimat bias” ternyata Anda pemilik blog kepancing…

    He he he … bisa aje ngelesnya .. :lol: baiklah … kira-kira ekspresi saya jadi begini Mas … “MasyaAllah … ternyata saya kepancing dengan kelihaian bersilat lidah Mas Jay … cieeee … enk ink enk … :mrgreen: Heem … tapi kenapa kelihatannya anda yaa yang ingin sekali menanggapi pernyataan-pernyataan saya, meskipun saya hanya berusaha ingin mengoreksi anda soal perbedaan antara akal dan persepsi pribadi yang anda anggap sebagai satu hal yang sama … Memangnya kalau kepancing terus kenapa Mas Jay? :lol: … kan asyik malah bisa silaturahmi di antara sesama Muslim. Tapi sekarang anda sudah paham kan bedanya antara akal dan ra’yu … hi hi hi … ;)

    memg,para Mursyid &Salafush-sholichin..sdh sering melarang umat,TDK ADA GUNANYA MUJADALAH DG “ILMU NJERO”..krn pengalaman spiritual itu bukan utk dilihat dg MATA-KEPALA tetapi dg MATA-BATIN..shg maaf mas,tanggapan2 Anda tsb memg tanggapan cerdas,tp hanya mengandalkan MATA-KEPALA…(COBA ANDA CERMATI INTI MAKSUD TANGGAPAN2 SAYA,yg tersirat dibalik yg tersurat…JGN SEPENGGAL2…). knp saya katakan dmk..?

    Perasaan saya cuma mengoreksi pemahaman anda yang keliru tentang perbedaan masalah akal (’aql) dengan persepsi pribadi (ra’yu) yang anda anggap sebagai satu hal dey … :lol: kok “pencerahan” anda yang tersirat dan tersurat ini jadi agak melebar yaa …? :lol:

    Coba anda renungkan,lebih afdlol mana,anda mencium bau durian dan mendengar+melihat org lain makan durian lalu dia menceritakan nikmatnya dibandingkan anda sendiri yg mengalaminya…?

    Mas Jay, pengetahuan itu ada dua jenis … ada hudhuri ada hushuli … contoh yang anda berikan ini belum seberapa Mas, karena masih bersifat hushuli. Sebab disana masih pada batasan pengalaman antara subyek (si pencicip) yang ingin mengetahui rasanya durian dan obyek yang ingin diketahui (dicicipi) alias durian itu sendiri. Maksudnya disana masih ada keterpisahan antara si subyek dan obyek yang ingin diketahuinya …. jadi… masih belum heboh heboh amat Mas … bahkan hal itu sering kita alami di kehidupan ini. Alasannya, sebagai subyek yang masih memiliki keinginan untuk mencicipi rasanya buah durian, jelas masih belum sama dengan hakekat durian itu sendiri, sehingga apapun pengalaman yang saat itu dirasakan oleh pencicip (subyek) masih terhijab dengan persepsi pribadinya, yakni penilaian pribadi atau egonya terhadap rasa durian tersebut …

    Dalam hal ini, penilaan yang muncul pada pencicip (subyek) masih meniscayakan munculnya kekeliruan penilaian atas rasa durian yang hakiki … alasannya, sebagai pencicip (subyek), dia paling banter hanya mengalami rasa durian tersebut dan belum memahami hakekat durian secara utuh. Misalnya, dari mana durian itu sesungguhnya dan bagaimana cara menanam dan merawat durian. Bahkan sangat mungkin ketika itu saya bisa bilang kepada si pencicip (subyek) bahwa pohon tomat itu adalah pohon durian, maka sangat mungkin bahwa orang yang meskipun sudah mengalami rasanya buah durian itu akan tertipu dan percaya kepada pernyataan saya tersebut …

    Intinya, contoh pengalaman makan durian yang menurut anda sudah heboh ini :lol: … sebenarnya sangat jauh dari realitas ilmu hudhuri itu sendiri …

    kalau anda mengalami sdri pengalaman2 ghoib yg tdk dpt dilihat mata-kepala,mungkin dg kecerdasan akal Anda yg dmkian hebat,anda bisa menganalisa dg akal anda (BUKAN RO’YU lho..!)

    Cieee … sekarang anda kelihatannya sudah tahu perbedaan antara akal dan ra’yu yaa … alhamdulillah … ;)

    Mas, untuk mengimani yang ghaib itu, anda tidak perlu mesti melihat dulu, baik itu dengan mata kepala (koreksi sedikit: yang tepat itu adalah mata fisik) ataupun dengan mata batin, karena realitas metafisik (ghaib) itu adalah perkara yang sangat rasional.

    Mas, saya tidak perlu melihat (baik dengan mata fisik ataupun mata batin) untuk percaya bahwa Allah, malaikat, ruh, hari akhirat, hisab, surga, dan neraka itu ada … karena kalau kita gunakan karunia Allah yang mulia, yaitu akal, maka semuaya akan tampak jelas bagi mata fisik dan mata batin kita. Cukup gunakan akal Mas, percaya deh, semua realitas pun akan tampak sebagaimana adanya … he he he ;)

    Mas Jay, sebagaimana mata fisik itu terbatas dan bisa buta atau keliru dengan apa yang dilihatnya, maka demikian pula halnya dengan mata batin anda … Lagipula, mata batin itu adalah matanya amwat, karena sebagian besar manusia yang masih hidup di dunia ini, mata batinnya masih tertidur pulas, dan kalau sudah mati baru mata batinnya melihat …

    Namun sayangnya … mata batin amwat itu sendiri masih buta dengan alam setelahnya (yaumul ba’ats, hisab, dan seterusnya), karena yang mereka baru bisa saksikan hanyalah sebatas kenikmatan surgawi ataupun kesengsaraan neraka, namun selama di barzakh …. tak sedikitpun di antara mereka yang pernah mengalami hal tersebut, kecuali sebagian saja …

    Artinya mereka masih sebatas “melihat” saja, sehingga cakrawala alam barzakh pun tak sanggup mereka saksikan seutuhnya…

    Untuk itu, keterbukaan mata batin bukan segala-galanya Mas Jay …, bahkan masih sangat terbatas di alam sana dan bukan mustahil keliru … sehinggga jangan kaget kalau ada yang merasa sudah melihat malaikat, padahal yang dilihatnya hanya makhluk yang lebih rendah dari itu alias yang awalnya huruf “j”… :lol: (BUKAN JAY lho!!)

    pengalaman tsb dan menuangkannya ke dlm tulisan yg bisa dibaca org lain…

    Mas Jay, Allah Swt berfirman:

    “Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

    Dia berkata kepadanya: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

    Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.” (QS. 18:65-67)

    “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” (QS. 18:68)

    Ayat ini sudah menceritakan segalanya, dan hanya orang yang buta mata fisik dan mata batinnya saja yang masih tidak melihat juga betapa jelasnya uraian ini … :)

    Selamat berpikir Mas …

    Mungkin ada baiknya juga sbg seorg sdr,saya sarankan anda lebih sering sowan ke Ulama2 “Tradisional” (mnrt org modern) dan Ulama2 Salaf yg ‘Alaamah jg sowan ke Mursyid2 Mutassil (Mursyid Thoriqoh yg silsilah sanad-keilmuannya menerus hingga Rosul SAW-Sayyidina Jibril as dan Puncaknya ROBBUL IZZAH,jd bukan spt yg anda maksud Sayyidina ALI Karomalllohu Wajhah saja…).

    Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahisshalihin …

    He he he … :) Mas Jay … Rasulullah saw bersabda: “Ana madinatul ‘ilmi wa ‘Aliyun babuha” … kalau anda bilang mereka bisa langsung ke Rasul saw, maka anda jelas berfantasi (kalau tidak mau dibilang berdusta) … :) karena mustahil ada yang bisa ke Rasul saw tanpa melewati Pintunya …, yaitu Imam Ali as …

    Mas Jay, kalau anda mau masuk ke dalam rumah, maka anda harus masuk lewat pintunya, dan kalau anda mau masuk ke kota ilmu (Rasul saw), maka anda pun harus masuk lewat pintunya, yaitu Imam Ali as dan Ahlulbait as.

    “masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. 2: 189)

    Jadi, carilah pintu yang pasti karena jalan-jalan itu sudah ditunjukkan seperti terang benderangnya matahari … :lol:

    Knp dmk,saya lihat kalimat2 Anda merefleksikan anda adalah seorg ilmuwan akademisi+textbook…

    Kalimat “saya lihat” hanyalah persepsi pribadi anda saja Mas Jay … he he he ;)

    “manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. 17: 11)

    Biasanya yang begini, malah merefleksikan sebaliknya… :mrgreen:

    bukan mendpt ilmu krn silaturochim… Gak ada salahnya anda lakukan silaturochim ke banyak Ulama…spt dikatakan dlm Chadits yg serg disampaikan Almaghfurloh Mbah KH Kholil-Bangkalan : “YUCHSYARUL MAR-U MA-’A MAN ACHABBAA..”(seseorg nanti dikumpulkan di maghsyar dg org2 yg dicintainya…mksudnya trmsk jg yg dikumpuli..).

    He he he … Mas Jay … Mas Jay … kalau saja anda dapat melihat siapa yang sesungguhnya pernah mengatakan hal itu, maka anda pasti akan mengatakan shadaqallahul ‘aliyul ‘azim atas firman Allah berikut ini:

    “bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. 16: 43)

    Semoga Rasul saw dan Ahlulbaitnya ‘alihimussholawatullahi wassalam berkenan untuk menunjukkan kepada anda siapakah orang yang sebenarnya disebutkan pada ayat berikut ini: “orang yang mempunyai ilmu Al Kitab” (QS. 13:43)

    Dg anda serg dialog (syukur anda mjd pengamal),anda akan makin bijak+bnyk nuansa… Kisah2 tokoh2 thoriqoh (Syech Abdul Qodir Al-Jeilani dan Syech Abu Chamid Muchammad bin Muchammad Al-Ghozaly,dll) dan kisah terciptanya kitab Ihya’ Ulumuddin akan menambah perbendaharaan tsb (bnyk org hny menganalisa kitab tsb,tetapi tidak tahu bgmn perjalanan spiritual Syech Al-Ghozaly wkt mencapai derajad maqom itu,apalagi pd wkt menyusun tsb Beliau selalu konsultasi ghoib dan dhohir dg Shocibbul Sholawat SAW…. lha,yg urusan begini pasti akan ditolak oleh para penghamba nalar.. pdhal kalo mrk alami sdri mgkin ceritanya akan lain…).

    Ha ha ha … :) ternyata anda masih naif juga orangnya …

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (QS. 5: 101)

    Sabar sobat, sebentar lagi anda juga bakal melihatnya kok …

    “Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.” (QS. 102:5-7)

    Sekedar catatan utk org lain Mas..,skrg “banyak sekali cicak merasa dan mengaku dirinya buaya…” (shg Anda tdk perlu negatif di dlm menanggapi statement2 diatas gunung masih ada gunung,di atas langit msh ada langit..itu mah saya ambil dr kho ping hoo,hehehe….),atau dg bhs vulgarnya : spt anak SD sdh mengumpat anak mhs. S1 kedokteran /FKU krn diksh-tahu harus bedah mayat kalo mau jdi dokter…atau jaman dulu ada anak STM (dulu,skrg SMK) yg merasa sdh hebat krn punya gaji gede,dia melecehkan seorg ahli tirakat (krn makan seadanya,dll) yg berjuluk mahasiswa (S1,apalagi S3) yg dulu di akhir th 70an msh langka… ada tanggapan ttg kasyaf,bagi anda mgkin bisa dinalar,tpi bagi bnyk org dianggap tdk masuk akal..spt contoh:bisa berkonsultasi dg Para Sunan&Auliya’ yg sdh di alam lain, bisa membaca hati org, atau Karomah seorg Auliya’ yg bisa melihat hal2 ke depan s/d kiamat (ini memg oleh ROSUL SAW tdk diajarkan utk konsumsi umum,tpi takhasus..bnyk yg awam tdk tahu selain Salafush-sholichiin..) spt di dlm manaqib Syech Abdul Qodir Al-Jeilani & Syech Abul Chasan Aliy Asy-Syadzilli…(Anda tinggal di kota mana? Bnyk Ulama Salaf yg bisa saya referensikan kalau saya tahu letak geografis Anda). Untuk kitab2,mungkin mulai dulu Anda menyimak kitab2 Salaf yg sdh diringkas & diterjemahkan,spt “MANA DALILNYA..jilid 1&2,karya Habib Novel Alaydrus,cucu mantu Habib Anis Al-Habsyi Solo dan kitab2 terbitan Putera Riyadi Solo,dll…jga msh bnyk kitab2 Syech Muchammad bin Alwi Al-Maliki di Mekah yg sdh diterjemahkan…jgn yg dibaca kitab2 Wahabi saja yg bnyk beredar di Indonesia… OK..Good Luck..! Al-’afwu bila ada hal2 yg krg berkenan…Wassalam WW

    Nah, sekarang terlihat siapakah yang akademisi+textbook kan?!

    Hi hi hi … Mas Jay … Mas Jay … memang anda pikir waktu ayat iqra bismirabikalladzi khalaq itu diturunkan artinya baca Al-Qur’an yaa? Wah … Mas Jay ini semakin jenaka … :lol:

    Masa Al-Qur’an baca Al-Qur’an …?!

    Mas Jay, ada seorang arif berkata:

    Hakekat adalah rumah yang terhias indah
    Hawa nafsu adalah debu yang beterbangan
    Tidakkah kau lihat, bila debu beterbangan
    Mata tak bisa melihat meski tak buta…

  35. to bro jay
    memang ketika hendak belajar agama perlu mengetahui gurunya.
    Nah bagaimanakah kita`mengetahui ketinggian ilmu seorang guru selain dari penilaian kita pada akhlaknya dan kontribusi sosialnya.?
    berikut ini adalah hubungan antara penilaian sosial, akal dan makrifat, menurut saya.

    sains : akal/metafisik/hakikat–>fisik/sains/ilmu teknik–>
    bom atom, senjata kimia.
    agama : akal/metafisik/hakikat–>makrifat/kontemplasi–>
    Tuhan/Meta–>Yang TakTerbatas, Tak Berhingga tapi Tak Berbilang,

    Syariat agama: adalah proses kembali lagi/balik lagi dari Tuhan kepada makhluk:

    Tuhan–>hidayah/sama makrifat, tapi dari arah Tuhan–>
    ilham/pemahaman–> syariat.

    Tetapi berbeda dengan sains, pembuktian keberagamaan bukan berupa realitas fisik seperti bom atom dan senjata kimia, tetapi realitas sosial/ kemampuan berinteraksi sosial. Syariat atau pembuktian kemakrifatan seseorang, dengan cara melihat kualitas interaksi sosialnya (akhlak, partisipasi sosial, atau peradaban apabila di dalam konteks masyarakat, peradaban adalah akhlak dalam konteks masyarakat).
    jadi pemahaman kepada Allah bukan melalui indera tapi hanya bisa berangkat dari akal kemudian introspeksi, pencarian jati diri
    Kemudian bagaimana kita menilai keshahihan shohibul hikayat atau bukan, adakah kita menilai kezuhudan orang itu, kejujuran, partisipasi sosial, dan seharusnya juga seorang ulama rujukan yang terpercaya.
    Dengan segala parameter inipun masih banyak kita jumpai sampai sekarang hadis-hadis Rasulullah yang masuk kategori dhaif dll.
    Maka dari itu saya sebagai seorang yg samasekali tidak zuhud memerlukan melihat seorang yang sangat zuhud sebagai cermin bagi saya melihat dunia ini seharusnya, orang2 seperti imam Khomeini dan sayyid Ali Khamenei, kebetulan keduanya adalah sayyid. dan saya tidak (pendapat pribadi)menjadikan gusdur sebagai cermin dari alam semesta ini meskipu beliau memang adalah keturunan sayyid. walaupun statement beliau disebabkan krn mukasyafah (kata pendukung setianya) apabila eliau tidak mampu menjelaskan statementnya secara nalar, berrarti beliau tidak mau berkomunikasi dengan bahasa manusia sesuai dg tingkat ilmunya, maka saya menilai hal ini sbg tidak akhlak.
    Jadi sbg muslim menurut saya seharusny kita hanya melihat kedudukan manusia itu dari akhlaknya tidak kurang dan tidak lebih.

  36. ana setuju ama yik Jay Alathos…bhw bib luthfi ahli nasab bukan krn melihat sejarah yg diceritakan org… krn ana sdh buktikan sdiri..jdi bukan dpt dr sejarah atau buku2 atau kata si fulan dan fulanah…ana pernah sowan mbah muslim imampuro (mbah lim) klaten,jg alm.abuya kh.dimyati amien cidahu pandegelang dan alm mbah abdulloh salam kajen-pati,ke alm.mbah arwani-kudus,alm.mbah muslich mranggen, jg ke mbah dimyati ro’is kendal,alm.mbah ali maksum krapyak yogya,alm.mbah abdul chamid pasuruan,dll. ulama2 khos…di th 81-90 beliau2 menyuruh ana sowan ke bib luthfi pekalongan (yg wkt itu blm bnyk jamaahnya,spt skrg yg sdh jutaan) yg kata beliau2 itu adalah ahli nasab..ana baru bisa buktikan di th.98 ana sowan setelah pulang chajj 98,dan di th 99 wkt ana sdh sowan ke sekian kali,ana dipanggil di tengah mlm,ana ditanya nama abah+kakek (krn yg diatasnya ana gak tahu!),ana jawab A + B. Beliau lalu msk kamar,2 jam kmd beliau lalu menyebut nama bhw ana adalah anak A, cucu B, cicit C,dst sampai disebut nama2 leluhur ana lengkap (sampai ke Sultan Agung),wkt itu ana cuma bisa bilang iya-iya aja..Wkt lebaran 2006,ada reuni trah dr kelg abah,ana diberi diagram silsilah dr sdr. yg didpt dr kasunanan solo yg isinya…masya ALLOH…yg dulu ditunjukkan bib luthfi bener semua… Bahkan ana ingat,wkt itu ana gak sebutkan letak makbaroh/maqom abah,kakek,kakek buyut dsb..,bib luthfi justru beri tahu ke ana, ini lho leluhurmu ada yg di surby,di kaki gn.lawu,di solo dst-dst…(ternyata setelah ana ktmu dg kyai2 khos..mrk membenarkan bhw hal tsb bukan ajaib,krn memg bib luthfi udah ktemu dg leluhur ana..).. jga ana menyaksikan ada 2 org tamu bib luthfi,1 dr medan yg 1 dr ntb..bib luthfi dawuh bhw mrk msh sdr..,pdhal 2 org ini tdk saling kenal,stlh ditelusur ternyata benar mrk adlh sdr 1 kakek canggah (bpknya kakek buyut)..SUBCHANALLOH…

    Mas Jay … Mas Jay … seandainya anda melihat nilai kejujuran, tentu perbuatan seperti ini pasti akan anda tinggalkan … tapi yaa mau numpang promo dikit rupanya … ha ha ha :)

    Mongo … monggo Mas …

    Mas Jay .. Mas Jay … masih banyak yang anda belum tahu tentang diri saya … :lol:

  37. kalau soal abah luthfi pklongan…gak usah diomongkan..buktikan saja bagi yg ndak percaya…biasa kalau org2 kamandoko dan org2 mu’tazilah suka berdebat…anggep wae guyon ora maton bib jay… yg sdh terbukti,bib luthfi itu sdh mjd ketua mui jateng 2 periode ndak pernah ada ribut2+kontroversi spt di mui pusat..soalnya mbah sahal jg udah sepuh dan ki amin ma’ruf kena arus… jg udah terbukti para mursyid thoriqoh sepuh di seluruh ind. tetep memilih bib luthfi mjd ro’is aam idaroh aliyah (dpp) jam’iyyah ahlith-thoriqoh al-mu’tabaroh (jatma) utk 2 periode, bahkan kmrin jg kepilih mjd rois aam di jatmi (kelompok lain) krn pertimbangan beliau utk mempersatukan para kyai thoriqoh..kalo pun ada anak2 kecil bau kencur yg clometan ngomong sak karepe dhewe yoo ben wae..mgko kan kesasar kalo gak ditolong ALLOH…yen jatahe slamet yoo slamet..yen jatahe ngicipi nroko yoo ben dirasakno…wong dikandani mung ngeyeelll wae…mugo2 sing nduwe blog ora kesinggung,hehehe…

    Awali syiar Islam dengan kejujuran Mas Jay

    Percayalah Mas Jay … masih banyak yang anda belum tahu tentang diri saya … ha ha ha :)

    Mas Jay, moga-moga saja cara anda ini, masih bisa menuai ridho-Nya dan ridho Rasul saw dan Ahlulbaitnya … :lol:

  38. den baguuss..den bagusss…yik Jay wong-e wis lungo..pc-ne aku sing ngenggo…sampeyan omong naif ning wong liyo lan nyindir gak jujur..tpi sampeyan gak kepikir yen biso wae ning “markas” computer siji dienggo wong 10,he-9x..kabeh biso melu celemong…gak kepikir tho..? Yoo konco2 kabeh pancen tak delok pinter2 nek dadi komentator,dalil-e jago2…tpi kok aku mencium bau “syi’-i” yoo…opo2 mung Sayyidina Ali KWH,opo dianggep 3 shochabat yg lain yoo gak top…?? gak mungkin seorg Aulilya’ ngapusi kggo kepentingan dhewe…!! (Yen aku &sampeyan sing omg pancen perlu dipertanyakan kejujuran telah komunikasi dg ROSUL SAW..,tp udah bnyk saksi bocah2 cilik sing dibimbing Beliau SAW dlm hal Qur’an wis podho biso hafal..!)) opomaneh yg menyaksikan jga Auliya’ dan Salafush-sholichiin yg lain…emang sampeyan sopo biso menilai bgtu kpd beliau2..? Saksikan wae dg panca indra sampeyan, ada jutaan umat di seluruh P.Jawa yg ikut thoriqoh (trmasuk wong2 Muhammadiyah..sing pengin batine tentrem..datang jg ke pklgan) di JATMA..sing mbimbing yoo kyai2 sepuh kok… Saiki eyel2-an dan pinter2an gak penting…mung ndobos+mujadalah thok…SING PENTING : KITO BISO MEMPERBAIKI NASIB BANGSA IKI OPO,GAK…DG KEPINTERAN KITO..! Sesuk sampeyan2 kabeh delengen &SAKSIKAN…: (IKI BUKAN RAMALAN..!) Akan datang suatu saat,dimana akan ada seorg pemimpin yg dg uang yg diamanahkan kpdnya,dia akan bergerak di sektor pertanian,kehutanan,perikanan,industri kecil,dll..yg nantinya akan dihibahkan+diperbantukan utk menolong umat miskin (tdk peduli SARA),guna membantu bangsa ini mentas dr kehancuran…! aku wis entuk ijin kggo omg tsb dr Beliau,deleng wae mengko…! Dadi gak perlu gontok2an…! Pemimpin tsb (juga spt SBY,Gus Dur,dan Bnyk TOkoh spt Amin Rais,Wiranto,Hamzah Haz,dan Menteri2..), SANGAT HORMAT kpd Bib Luthfi TIDAK SEPERTI WONG2 KEMINTER SING SERBA BISA NGOMENTARI WONG TPI TDK BISA BERBUAT BNYK UTK NEGERI INI….! kito saksikan wae….gak suwe maneh…tanda2ne : yen mengko (JELAS SETELAH PEMILU,MUNDAK DIKIRO MGKO DANA KAMPANYE…) ono suatu “panitia” yg menjual beras/bahan pangan lainnya scr besar2an dg harga murah..jga mbantu kasih pinjaman tanpa bunga ke industri kecil+petani miskin,dll…iku tanda2ne… Kabeh onok kaitane karo dawuh ROSUL SAW dan Poro Sunan,dan juga atas ijin poro SUnan..kgo mbantu rakyat kabeh… Dadi sorry Mas…sing pinter2…yen arep mbantu ayuk dilakoni…tpi yen mung arep dadi komentator yoo..yoo sak-karepmu….opo sampeyan ngiro yen iki bolo2 podho kumpul ning “markas” sing kggo persiapan pelaksanaan iku kabeh..? Dadi obat pegel,kito podho mbukak blog iki,eee…malah ketemu bolo anyar pendagel-pendagel….hehehe… Sorry yoo Dab…yen arep dadi “JAPE METHE” yoo kudu melu berjuang…aku elek2 ngene ning kudus yoo tiap bulan bantu ngisi pasukan TNI+POLRI dan juga pasukan BANSER sing arep tugas di daerah bahaya, “diisi” supoyo kebal thdp peluru+sajam…Kabeh BANSER Jateng akeh sing dho njaluk diisi…(mesti akeh sing gak percoyo tho..yoo dijajal wae… teko ning kudus..,1 bln 1 kali aku ke Jkt mergo diundang Boss-e..) Wis ahh.. Males ndebat ae..koyok wong mu’tazilah…nek biasane wong Syi’ah kudune gak ngono…Wass. WW.

    Salam Mas Jay, semoga kepandaian anda beramal secakap kepandaian anda berbicara … he he he :lol:
    Ingatlah bahwa Allah Swt berfirman: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 9: 105)

    Mas Jay, jika anda jujur, maka itu untuk diri anda sendiri, dan jika anda berdusta, maka itupun untuk diri anda sendiri.

    “Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. 96: 14)

  39. pancen bener…tak kenal mk tak sayang…sing durung kenal si A mesti mung meraba2 &beri komentar… lan sing ngalami sing ghoib2 pancen durung tentu iso crito,tpi tentu luwih weruh dibanding sing dicritani / sing dinalar dg logikane..yoo tentu bedo,wong weruh+alami lgsung karo wong sing ning njobo..aku wis didawuhi guruku Mbah Mat Watucongol,ugo Abuya Dimyati alm. (Banten), wong2 sing podhjo keminter kuwi,meski apal Qur’an+bnyk chadits,mung biso ngerti+hayati Qur’an soko kepala s/d di tenggorok,ora tekan ati-ne..mergo akeh nalare thok sing dienggo ora tekan batin-e.. bedo karo sing wis ngamalke thoriqoh utowo wong2 kang bijak…dewekne biso ngalami lan ngrasak-ke dewe… tpi kanggo Ustadz Blog-Master lan konco2 kabeh..kuwi ditantang yik Jay kanggo sowan2 ke Ulama2 Khos, wani ora..?! Kok mung meneng wae… Ojo mung sesumbar jual kecap ning Blog iki wae..,yen arep adu debat karo murid2 Beliau sing pancen mumpuni lan ngerti wae..opo dg Beliau lgsung…! iki mumpung yik Jay-ne lgi lungo ning Suroboyo mau isuk..njarno ae..pc-ne dienggo karo cah2.. kanggo conto,aku wingi ditawani trans-7 kanggo ngisi selama 6 bln dadi narasumber mbahas praktek dukun palsu dibahas+dibanding karo ilmu hikmah soko guru2ku Ulama Salaf, aku emoh..mgko mundak “kondang” lan ngesakke dukun2 sing golek pangan..ben wae meski kuwi istidroj bagi mrka,kuwi pilihan mrka..tp aku emoh mateni sandang pangane wong kafir sekalipun…ben wae kabeh wis ono sing ngatur,Bendaraku Robbul Izzah…pdahal mung ngisi 10 menit dibayar 5yuto..dikontrak 6wulan,weleh..3x.. aku wedi bolo2 gak ridlo opomaneh guru2ku yen gak ridlo,golek kondang kok nganggo coro ngono…gak barokah..! mulo ayuk bolo2 kabeh…critone boloku masbiel mau yoo bener lan ajakan soko Boss-ku,ayuk kabeh sing Ahlus-Sunnah,sing Syi’ah,Mu’tazilah,Wahabi,dll…Ojok podho ribut wae..ayuk bareng2 mbangun bongso iki soko keterpurukan ekonomi,ojo mung dodol abab koar2 koyo tokoh2 ning tv tp gak nglakoni opo2 kanggo ngentaske wong kere…Sesuk yen Boss-ku medun gunung soko uzlah-e…kabeh tak kabari….Afwan kabeh…Billaliqo’ was salaamah..Wass.WW.

    :lol: ha ha ha … Mas Jay … Mas Jay …

    “Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. 96: 14)

    Kalau mencari saya tidak susah Mas Jay, anda tinggal tanya saja dengan “wali-wali anda yang sakti itu” atau dengan boss sampaen yang lagi ke gunung soko uzlah … he he … :lol:

    Kalau saya, sudah tahu anda siapa … ;)

  40. Pro Mas Jay,

    Lha sampeyan iki nolak dadi narasumbere Trans 7, dengan mengabaikan bayaran jutaan rupiah. Justru dengan ini saya tahu, betapa baiknya anda, betapa murah hatinya anda, betapa pedulinya anda dengan dukun-dukun lain, betapa saktinya anda yang “ngisi” kebal peluru dan sajam, pokoknya semua memberikan ilustrasi ” betapa hebatnya anda…!!

    biasanya mas jay, atau yang lagi make komputernya mas jay, orang salaf, apalagi yg ngaku muridnya habib Lutfi, orang-orangnya rendah hati, nggak pernah ngaku sudah melakukan bejibun kebaikan, orang yang sudah “ngerogoh sukmo”, itu tak banyak komentar, kalau komentar pun sithik, tapi “mentes”.

    justru kalo saya lihat, semua komentar dari Bang Musadiwq itu yang justru sedikit tapi “mentes”.

    Mas Jay, kalau soal dunia supranatural,… iku wis bukan soal yang aneh dan luar biasa, dulu saat saya baru pertama kali kenal, juga waahhhh….. nganti laku sing abot yo dilakoni, masalah njupuki santet, nembaki tentara kanggo pembuktian kekebalan itu sudah kuno mas,… iket kleyang-kleyang teko dhewe yo wis lumrah. itu adalah bagian dari “sedikit” pencerahan batin. lha… seharusnya tidak dipertentangkan dengan pencerahan “pemikiran” yang dipunyai oleh si empunya blog ini.
    fanatisme kepada guru itu akan mengungkung diri kita sendiri.
    pencerahan dari romo Musadiq marhaban itu justru memperkaya dan bisa saya kombinasikan dengan pencerahan yang saya dapat dari sumber lain.

    lak yo nggak ada toh,… celaan dari romo musadiq terhadap habib lutfi…? coba cek lagi. yang ada itu hanya koreksi atas beberapa pemikiran panjenengan. rak yo sederhana tho…?
    kalau kritik itu diterima, artinya hal itu justru membuktikan bahwa panjenengan tidak mengidap syndrom “sing tuwo mesti bener”. itu baru yang saya tabiiikkk….!!
    kemudaan atau ketuaan seseorang tidak menjadi ukuran kedewasaan. bener kata iklan :” TUA itu PASTI, DEWASA itu PILIHAN.

    ngomong-ngomong mas jay,…..
    di tempat habib Lutfi menerima segala mazhab nggak..? soalnya saya ada pengalaman, hanya gara-gara sholat lurus tangane saja, sudah menjadi halalnya orang mukul orang lain. semoga nggak ya…

    salam.

  41. Pusing baca comment2nya….pake nulis singkat2 ala sms terus pake bahasa daerah yang kurang bisa saya pahami.

    :D
    peace

  42. emang apa hebatnya Habib, keturunann Rasul becanda aja, ALLOH aja melarang ketika Ibarahim as, berdoa memint agar para keturunanya dijadikan raja, ALLOH mengatakan untuk menjadi Imam, raja or what ever, bukan berdasarkan keturunanan tapi kemampuan, apakah Rasul pernah mngajarkan kira untuk memuliakan keturunanya dan memuliakan dirinya sebagai pribadi individu tidak pernah, dia saja malarang kita memnggilnya sayyid, raffidhah saja yang telalu ghulat

  43. @ maliq,

    Al Ahzab : 56
    Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanyasebagai salam penghormatan…..

    agak sadis rasanya kalau ane bilang, elu tuh jenis ordir atau ” orang pandir”. hi..hi…hi….

    Rasul emang gak pernah minta disanjung dan puja puji, karena emang rasul tuh bukan orang yang gila hormat dan gila kuasa, nggak seperti beberapa sahabatnya yang sangking gilanya pada harta dan kuasa, sampai ngerampok kekhalifahan, seolah itu adalah jabatan yang bisa dipindah-pindah….!! gile aje maaannn……!!
    sampe segitunya mereka nepsong, jenazah suci rasul belum dikebumikan aja udah pada berebut kekuasaan di balairung,…. katanya demi kemaslahatan umat….!! ck..ck… ente nyadar gak,… itu semua terjadi selagi Jasad Rasul belum lagi dikuburkan…!! lalu ente gelarin mereka pake ra..!! heeikkk…… ( sendawa )

    kata-kata ente yang menyatakan Allah melarang Ibrahim meminta agar keturunannya jadi Imam tuh mannnaaa….? yang ada ya maliq,…..

    Al Baqarah 124
    “Sesungguhnya Aku (Allah) akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”[. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim.”

    artinya keturunan Ibrahim yang zalim tidak akan diperkenankan jadi Imam, but TETEP AJA YG JADI IMAM adalah KETURUNAN IBRAHIM YG BAIK, YG TIDAK ZALIM.
    jangan trus ente pelesetin, SEMUA ORANG YG BAIK / TDK ZALIM BISA JADI IMAM. ngacok deh logika ente maliq.
    jangan kebencian dan kedengkian membutakan hatimu,…say.

  44. to mas maliq
    mas walaupun secara eksplisit di salafy tidak ada teks Rasulullah yang menjelaskan hal mengenai keistimewaan sayyid (kalau di syiah ada, yaitu kewajiban untuk menghormati apabila sayyid itu tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari agama).
    Tetapi kenyataannya apabila kita mempelajari sejarah penyebaran agama islam di indonesia maupun tempat lain di dunia ini. Akan kita temukan bahwa para sayyid-lah pembawa risalah islam dan mereka berhasil menyebarkannya. Termasuk islam di wilayah Indonesia ini, semuanya disebarkan oleh para sayyid.
    Walaupun tidak ada pula tuntunan di salafy mengenai penghargaan kepada orang-orang berjasa yang telah meninggal (orang yang sudah meninggal ya sudah tinggal bangkai saja). Tetapi nurani akan menuntun insting balas budi kebaikan manusia. dan insting balas budi manusia akan menuntun manusia itu untuk berakhlak yang benar. oleh karena itu di dalam islam penghargaan kepada keluarga syuhada adalah akhlak yang mulia.
    Nah setidaknya kita dapat mengambil sikap seperti ini juga kepada sayyid yang masih hidup dan keturunan dari sayyid yang menyebarkan islam di Indonesia. Lebih keatasnya lagi yaitu kepada Rasulullah.
    Sekarang kita sebaiknya bertanya kepada diri kita sendiri, bagaimana jika anak keturunan kita tidak dihormati orang lain sepeninggal kita.
    Terlepas dari Rasulullah adalah seorang suci yang saya
    yakin beliau tidak akan ambil pusing dengan keadaan keturunan beliau apabila tidak dihormati orang-orang sepeninggal beliau yang notabene adalah pengikut beliau. Saya yakin beliau hanya mementingkan bahwa semua manusia dapat merasakan kenikmatan iman.
    Tetapi saya minta kita bertanya pada diri sendiri jika hal ini terjadi pada keturunan kita.
    hal ini adalah akhlak keadilan, setidaknya kita tidak mau melakukan tindakan perbuatan yang diri kita juga tidak mau mengalami akibat dari perbuatan itu. Setidaknya kita melakukan hal ini untuk diri kita sendiri, dan kebersihan jiwa kita sendiri.

  45. denger2 orang besar itu turunan orang besar juga. soalnya gennya mathuk gtu.. hehehe

  46. saya sebagai habaib tidak mau dan tidak senang hati apabila nasab dan keturunan saya dilibatkan ke da’jal no satu di indonesia.jd semua yang bilang gusdur ha bib hanya orang2 yg sesat.dan saya ingatkan juga kepada para habaib agar tidak terpengaruh oleh uang sampai2 bisa menjual nasab dan berani mengasih gelar yg agung yg tlah diberikan oleh rasulullah.dan yg pasti gus dur itu bukan habib,cuma hanya seseorang yang sesat.syukron

  47. wahai habaib2 yg tergiur oleh uangnya gus dur,sungguh kasihan anda2 semua mungkin sebentar lagi akan ada juga hadits yang mengatakan zakat boleh diberikan oleh keluarga rasullullah dari anda,karena nasab aja udah diperjual belikan dan dijual kepada orang yang bermata satu seperti gus dur.dari hati ana yang paling dalam sungguh sangat kasihan kepada nt yg mengaku habib tapi berkelakuan bejat seperti jahannam.dikala nt membutuhkan uang janganlah mengemis kepada orang yg merupakan manusia terkutuk.mintalah kepada orang yang memiliki nasab jangan sekali2 menjual nasab.syukron katsiron

  48. maliq gimana kabarnya….baik kan,nt kirim coment disini mau cari muka ya agar dipandang orang nt pinter,jangan jadi da’jal juga,apa jangan2 nt mau daftar jadi da’jal juga.ya… klo nt mau daftar minta aja sama gurumu dapet duit lagi.da………………………………………

  49. Koq bisa Al-Baqarah 124 yg begitu jelas terang benderang sebagai suatu kemuliaan yg Allah berikan kpd Nabi Ibrahim dan keturunannya (dan sudah dibuktikan dg banyak Nabi2 dan imam2 dr keturunan beliau) koq masih bisa diplesetkan oleh mereka (maliq) sebagai yg sebaliknya. Apakah benar kebencian yg ada, saya pikir gabungan dr kebencian dan kedengkian. Karena kebencian harus ada sebab, Umayyah benci kepada Bani Hasyim dan keturunannya memang sudah jelas dan berdasar, namun umat sekarang masih mewarisi kebencian mereka? Apalg islam Indonesia? Saya pikir tdk bisa berdiri sendiri, tapi kebencian itu bisa tetap ada krn juga ada sifat dengki dr manusia secara umum, bhw mereka tdk bisa menerima bhw ada manusia lain yg diberi kemuliaan oleh Allah. Dengan adanya kedengkian inilah sehingga kebencian tsb diwariskan dr generasi ke generasi. Walaupun tdnya bangsa Indonesia tdklah bangsa yg kentak kedengkiannnya, berbeda dg bangsa arab yg mmg sangat tdk bisa menerima ada suku/bani lain yg lebih dr mereka. Sehingga hanya bisa menerima Muhammad menjadi Rasul pemimpin mereka, tp mereka tdk bisa menerima bhw mereka seumur hidup harus dipimpin oleh keturunan Beliau. Perlu diketahui bhw kaum kafir Quraisy termasuk Bani Umayyah dg Abu Sofyan-nya menentang risalah yg dibawakan Rasulullah bukan krn mrk melihat kesalahan disana, bukann..!!, mrk menentang hanya krn kedengkian bhw ada manusia diluar kaum mrk yg akan memimpin mrk (yg dimuliakan Allah). Inilah kebencian yg diwariskan oleh suku2 arab. Bersyukurlah mereka yg telah Allah singkirkan kedengkian dalam hati mereka. Sehingga bisa menerima bhw keturunan Rasulullah sdh dilebihkan Allah.
    Tidak mengherankan kan jika kedengkian itu msh bersisa sampai sekarang, krn telah dg sistematis diwariskan oleh raja2 umayyah dan abasyiah.

    Wassalam

  50. Seru banget… stad…
    Emang Salafi = Salafikir…
    pake apa aja teteup ketauan…

    Assalamualaika ya shohibuzaman…

    Semoga cepat kehadirannya… sehingga tidak ada lagi kezaliman dimuka bumi ini…
    Yang ada hanyalah keadilan… dan kebenaran…
    sampai bumi ini hancur…

  51. MAAF, KOMENTAR ANDA SAYA HAPUS KARENA KALAU MAU MENULIS KOMENTAR, ANDA HARUS MENGGUNAKAN BAHASA YANG DIAKUI DI BLOG INI, YAITU BAHASA INDONESIA. (BLOG OWNER)
    Penggunaan bahasa daerah sudah tidak diperkenankan lagi demi kenyamanan pengunjung blog lainnya …

  52. emang ente siape…!

    :lol: sabar Opa … sabar … istighfar … akhlak Islamnya jangan sampe ikut berojol di toilet yaa … he he he :)

    pada sok tahu cuman bisa ngebacot tp doing nothing buat umat islam khususnya yang miskin…!

    Opa nilai aje diri sendiri … jangan sampe stress, ntar akhirnye di opnam loh … :D … Wah, ada bab riya wa ujub juga nih …

    bisa2nya maling teriak maling…!

    Gak mungkin tau maling kecuali maling Opa …?! :)

    memang lebih mudah menilai orang…tpi pada ngaca tuch…!

    Saya tau Opa rajin ngaca, tapi Opa jangan sampe lupa untuk menjernihkan kacanya yaa … biar yang keliatan diri Opa sendiri bukan debu … :lol:

    jg utk yg ngaku2 habaib tp hanya bangga dg nasab, istighfarlah…jgn bangga dg nasab tanpa ilmu dan amal..harusnya ente jd contoh,jgn hanya jd provokator kayak rizieq shihab, ali ba’agil dll..(ente apa tutup mata dg yg sesungguhnya dilakukan fpi,dg terima “pajak” dr diskotek2 yg tdk dirusak..?)

    Wah, Opa kelihatannya pernah memiliki pengalaman dimarjinalisasi oleh sebagian Habaib yaa?! :lol: Sudah lah Opa … hitunglah dosa Opa sendiri … jangan menghitung dosa orang lain …

    msh bnyk habaib yg bisa jdi contoh kayak alm. habib anis al-habsyi yg teduh, habib umar bin chafidz-daarul musthofa yg tawadlu’ &jihad keilmuannya diakui,dan yg muda2 kayak novel bin jindan dan othman shihab..

    Jangan lupa sama Gusdur … :lol:

    jg habib2 muda yg dakwah lewat buku,dg terjemahkan bnyk kitab para sholichiin (kitab2 hbb Abdulloh bin Alwi Al-Hadad,hbb Ahmad bin Hasan Al-’Atthos,hbb Abubakar bin Salim,dll),dll…jgn jd provokator aja,bib..!

    Allahumma amin … tuh Bib, dengerin Opa … :mrgreen:

    Jga dg oom musadiq..ente gak usah “arogan”..udah “bisa sedikit bicara” lewat buku2mu, gak perlu merasa bisa mjd “tutor” utk ilmu yg lain…

    Mas, orang kalau ngomong itu pakai bayan dan burhan. Kalau mau berbicara tentang akhlak, yaa silahkan tunjukkan akhlak tersebut.

    “Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (QS. 2:111)

    Jangan cuma ngaku bahwa diri anda adalah Muslim yang baik lalu menilai orang lain seperti diri saya atau habaib-habaib itu harusnya bagaimana dan seperti apa?! Nilailah diri anda sendiri. Bukankah anda konon pembaca buku-bukunya Alm. Habib Alwi Al-Haddad … Habib Salim dan lain-lain … mana akhlak mereka?! Sudah melekatkah di diri antum?!

    Kalau ada pernyataan saya yang tidak rasional, silahkan saja buktikan! Sehingga tidak perlu merendahkan orang lain. Anehnya, anda menuduh saya arogan, sementara anda enggan melihat ke dalam diri anda sendiri …

    mgkin bagi temen2 syi’ah anda itu laku..tpi bagi temen2 garis keras kayak h.t.i. karya2mu akan jdi tissue toilet..!

    Loh … bukankah anda seharusnya sudah tahu bahwa karya saya paling diminati oleh HTI?! 8O … Alhamdulillah karya saya terbukti tidak jadi tissu toilet, tapi bagaimana dengan karya anda Brur?!

    n-t jg gak usah sok tau, org menilai seseorg aja msh salah..yg n-t kira itu si A dia bukan si A krn dia gak bisa bhs jawa…!

    Saya tidak perlu menilai anda siapa, karena saya sudah tahu anda siapa. :lol:

    ik geli aja baca comment2 di blog ini…childish semua…!

    Baca ulang seluruh komen anda “tuan”, saya ataukah anda yang childish?!

    sekumpulan anak kecil yg lg maki2 guru2 sekolahnya…!

    Adakah pernyataan saya di atas yang memaki-maki?! Kok, anda yang jelas memaki-maki, malah saya dituduh memaki-maki?! he he he :)

    “Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (QS. 2:111)

    Bicara itu dengan pembuktian Opa, sehingga argumentasinya rasional dan realistis.

    deq-deq…buka mata n-t lebar2…msh bnyk yg n-t mesti belajar…gak usah komentar dulu…salam.

    Opa … Opa … terima kasih untuk nasehatnya. Tapi kalau boleh saya mau kasih sedikit nasehat dan semoga bermanfaat … bukalah hati lebar-lebar dan terimalah kenyataan dengan merasa puas atas nikmat yang Allah swt limpahkan kepada anda. Jauhkan sifat dengki karena ia akan menghanguskan seluruh amal-amal anda. Semoga Opa sukses yaa … ;)

  53. Opa asep ghozaly ini habib siapa sih stadz?
    kok malah marah2 gini, padahal ane liat blog ini adem dan analitis lho, tidak bernuansa membangkitkan amarah, tapi kok beliau marah2? habib JIL ya, kok keliatannya mbelain Gusdur?

    he he he … :)

  54. MAAF, KOMENTAR ANDA SAYA HAPUS KARENA KALAU MAU MENULIS KOMENTAR, ANDA HARUS MENGGUNAKAN BAHASA YANG DIAKUI DI BLOG INI, YAITU BAHASA INDONESIA. (BLOG OWNER)
    Penggunaan bahasa daerah sudah tidak diperkenankan lagi demi kenyamanan pengunjung blog lainnya …

  55. heh..heh….heh…..heh…..
    cukup menghibur…cukup menghibur.
    Pak Asep mengajarkan moral dan etika dengan bilang :

    emang ente siape…!
    childish semua…!
    karya2mu akan jdi tissue toilet..!
    sekumpulan anak kecil yg lg maki2 guru2 sekolahnya…!

    sekali lagi membuktikan kebenaran kata-kata :” TUA ITU PASTI, DEWASA ITU PILIHAN”.

    …………..aiihhhh…… ane pusing, mana paramex, mau ane juwal.

  56. wah..wah..wah..ada kalimat2 kompor kok ustadz & temen2-na jadi kepancing…hihihi…. ini ada mas gandung dan denjaka juga ada habib2 al-athas group yang jadi “gerah” juga… waduh2…kok jadi mau buka srimulat seri kedua…??? apa gak pada mikir yaa…??? mungkin saja ada yang “melempar ******” tapi sebetulnya gas H2S buatan..??? kalau masih pada mudah dipancing dg kalimat2 provokatif,apa gak sayang tuh ustadz,nama antum yang sudah menjulang di kalangan syi’i dsb…??

    Alhamdulillah, walaupun saya sadar bahwa saya tidak menjulang dikalangan siapa-siapa Mbak … apalagi dikalangan Syi’i … :D Menurut saya, pujian ini agak menjulang deh Mbak … kok, saya sampai sudah duduk yaa … bisa aja deh … :lol:

    Saya rasa artikel ini maupun komentar-komentar yang ada disini tidak seprovokatif yang Mbak prasangkakan kok … lagipula mereka hanya sekedar menyampaikan pandangan dengan cara penyampaian yang tidak umum saja bagi Mbak. Bahkan kalau mau dibandingkan dengan diskusi-diskusi lintas agama atau mazhab, maka komentar-komentar ini masing sangat seperti apa yang Mbak lukiskan …, yaitu “TEDUHNYA BUMI LEBIH NIKMAT DARIPADA MEMANDANG PANASNYA MATAHARI” …

    comment2 antum yang masih menunjukkan kemarahan karena ego yang diserang menunjukkan bahwa kita harus belajar dari kata2 “TEDUHNYA BUMI LEBIH NIKMAT DARIPADA MEMANDANG PANASNYA MATAHARI”… memang kita harusnya belajar dari yang tua sekaligus dewasa sekaligus bijak sekaligus berilmu sekaligus pengamal sekaligus ikhlas dan syukur2 ketemu orang yang mendapat “derajad mardliyyun”….

    Allahumma amin, benar sekali Mbak … dan saya yakin bahwa sikap-sikap seperti bijak, berilmu, pengamal, ikhlas bahkan hingga sampai derajat mardhiyyah ini hanya bisa dicapai bila kita mau ta’aruf antar sesama, sebagaimana yang dilukiskan firman Allah swt dalam bahasa Al-Qur’an:

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. 16:125)

    Sejujurnya, komentar saya belum sampai menunjukkan ego saya kok mbak (sekali-kali kepengen juga sih … :lol: … ), namun saya sekedar melakukan tindakan resiprokal atas berbagai komentar yang tendensi emosionalnya agak tinggi …

    O ya Mbak, barangkali ungkapan yang tepat itu sebaiknya bukan “memandang panasnya matahari”, tapi “merasakan panasnya matahari”, karena menurut saya Mbak cukup perasa di dalam menilai suatu diskusi … dan minta maaf juga ya Mbak, ada kata yang terpaksa harus saya ganti dengan tanda (*) karena kurang sopan. Kan kita sama-sama ingin menghadirkan “TEDUHNYA BUMI LEBIH NIKMAT DARIPADA MEMANDANG PANASNYA MATAHARI” … ;)

    salam dari orang di balik gubug…daripada bikin pusing…ayuk makan rujak aja yuk yang pedessss….hihihi…

    Salam dari orang di balik blog… :mrgreen: kan mending pusing di dunia daripada di akhirat, apalagi kalau sampai pusing di dunia dan di akhirat…wah bisa reppuot … sebaiknya minum puyer saja kalau pusing … dijamin jib ajib … xi xi xi … :lol:

  57. hihihi…”memandang panasnya matahari” maksudku “terasa panas kalau lihat ke atas yg menyilaukan”..better “menunduk” dg melihat keteduhan bumi…krn bnyk hal yg kulihat ditanggapi tidak dgn kebijakan seorang tua kpd yg muda… aku tidak menafsirkan bahwa antum dan teman2 tidak faham, tapi yg kulihat dr kalimat2 provokatif groupnya pak/bib jay (aku gak tahu,kalian tahu apa gak,atau mungkin kalian mengira dia ex dirutnya “bumi resc” yaa…?krn sering kubaca kata2 “aku sudah tahu anda siapa…”,pdhal PASTI SALAH…! yg aku kenal p.jay yg ex dirut bumi gak begitu..krn dia jg dukung syi’i..meskipun dia jg murid bib luthfi,krn sejarah jg buktikan kalo kakeknya dia,bib abdulloh itu murid terkasih bib hasyim (kakek bib luthfi)…tpi dia jg jalani wiridl2 thoriqoh,jg aku tahu (lewat istrinya yg org padang) dia sering kholwat,tp bbrp hal dia lakukan bbrp ajaran syi’i,spt mut’ah dsb…! yg jelas pak/bib jay ini BUKAN yg ex dirut bumi resc.,tpi konon mrk berhubungan cukup akrab…kata shochibul hikayat..). btw, temen2 jangan cepet tanggapi hal2/kata2 yang tersurat..krn ada hal lain yang tersirat,yg bisa berbalikan d