
Umat Muslim di Jepang, khususnya Jepang tengah, semakin mudah menunaikan ibadahnya dengan selesainya pembangunan Masjid Gifu di kota Gifu, Minggu, termasuk rencana pendirian pusat budaya dan sekolah Islam internasioal pertama di Negeri Sakura tersebut.
Jumlah masjid di Jepang diperkirakan mencapai sekitar 35 buah, namun ada juga yang menyebutkan jumlah sebanyak 50 masjid, sementara jumlah populasi Muslim di Jepang sendiri sudah semakin bertambah.
Keberadaan masjid di Jepang sendiri masih terkonsentarasi di kota-kota besar, seperti di Tokyo, Kobe, Nagoya, Osaka, Yokohama, Hiroshima dan Hokkaido.
Peresmian Majid Gifu dihadiri oleh Imam Masjidil Haram, Mekkah, Syeikh Salih bin Humaid, yang juga meresmikan penggunaan masjid tersebut untuk publik Muslim di Jepang.
Menurut Ketua Working Group for Technology Transfer (WGTT), sebuah LSM Indonesia di Jepang yang ikut hadir dalam acara tersebut, Fauzy Ammary, sejumlah duta besar negara-negara Islam, seperti dari Saudi Arabia, Irak, Iran, Mesir, Oman,Afghanistan, Syria, dan Pakistan juga hadir.
Masjid yang berlokasi berdekatan dengan Universitas Gifu itu nantinya akan menjadi kompleks pusat budaya Islam, termasuk pembangunan sekolah internasional Islam yang pertama kalinya di Jepang.
Saat ini di Jepang belum ada satu pun sekolah Islam yang permanen baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah. Pengajaran pendidikan Islam selama ini masih banyak dilakukan di masjid-masjid yang dibangun oleh kaum pendatang muslim.
Gifu sendiri merupakan salah satu kantong Muslim terbesar di Propinsi Aichi, yang terkenal sebagai kawasan industri otomotif Jepang.
“Proyek pembangunan masjid ini menelan biaya sebesar 129 juta yen atau setara 1,1 juta dolar AS,” kata Fauzy Ammari lagi.
Menurut Fauzy, Masjid Gifu juga akan menjadi pusat perluasan syiar Islam di kawasan Jepang tengah.
Luas bangunan Masjid Gifu sebesar 351 meter persegi, dan akan semakin diperluas dengan sekolah Islam dan pusat budaya, sehingga dapat mendukung dan melengkapi kegiatan penyebaran pusat syiar Islam yang dilakukan di Jepang.
Warga Jepang (asli) yang menjadi Muslim, menurut Imam Masjid Jami’ Tokyo, Ensari Yenturk, diperkirakan mencapai 10 ribu orang, meski diakuinya tidak ada data yang akurat soal itu. Begitu juga soal keberadaan masyarakat Muslim di Jepang, namun ia menyebutkan angka sekitar 100.000 jiwa.
Menurut informasi di Islamic Center of Japan, Islam sudah ada di sana sejak 1891, namun keterangan lainnya menyebutkan sejak 1887. Masjid tertua di Jepang sendiri dibangun pertama kali di Kobe tahun 1935, dan kemudian Masjid Tokyo pada 1938. (Antara)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized





Untunglah Jepang punya paham pluralisme ala Shinto.
Nampaknya di sana tidak perlu izin RT/RW/Kelurahan unutk membangun tempat ibadah, selama tidak mengganggu tetangga.
Di Indonesia, membangun gereja demikian sulit, sehingga umat Katolik dan Kristen terpaksa saling antri unutk memakai gereja.
Sebaliknya, membangun membangun masjid demikian mudah, padahal jaraknya berdekatan.
Saya tidak tahu, apakah masjid di Indonesia memakai sistem franchise sehingga demikian merebak di mana-mana.
Untunglah Jepang agamanya Shinto, sangat ramah dan welcome terhadap komunitas lain
Untunglah Indonesia menganut kebebasan beragama.
Untunglah agama I***M mengajarkan cinta kasih..
Coba klo ngak…. Ane bakar habis tuch semua G****a.
Untunglah kalian yg punya agama minoritas diindonesia masih dilindungi hukum….
Coba klo ngak…. msh kurang terima aja sech..
Untung tidak hidup dinegara yg agama K*****N mayoritas…
Alalagi sampai membangun rumah ibadah.. beribadah 5 waktu aja tidak diberi kesempatan..
Untunglah Jepang agamanya Shinto, sangat ramah dan menghargai terhadap agama lain
Sebenarnya pembangunan masjid diluar negeri, seperti di jepang ini juga tanpa kendala. Butuh waktu bertahun-tahun bagi umat Islam untuk mempunyai masjid ini.
Mengenai pembangunan gereja di Indonesia,… wahh salah besar jika dibilang terhambat. Di daerah terpencil saja contohnya di ambarawa, dalam salah satu jalan, bisa belasan gereja berjejer berdampingan dan berhadapan…!! ada yg baptist, ada pantekosta, ada Kristen Jawa, ada Bethel, ada Kristus alfa omega, ada gereja jago,….fiiuuu…. gitu masih bilang ada hambatan…?? ya jangan terlalu ngawurlah ditengah-tengah perkampungan Muslim yg gak ada penganut Kristen mau bikin gereja, ini namanya kelewatan..!!
Juga untuk umat Muslim,…. stop dech banyak-banyakan bikin masjid, kita dah cukup mbangun fisik, yg lebih pokok kita tuh sekarang mbangun SDMnya,. kan ironis kalau di samping masjid besar masih berkeliaran anak kecil putus sekolah.
ups maksud saya : Sebenarnya pembangunan masjid diluar negeri, seperti di jepang ini juga BUKANNYA anpa kendala
itu asbab da wah orang tabliq…….orang yg korban unutk agamanya…..serangannya dari dalam dan luar islam…..