“Saya Sudah Bertemu Malaikat Jibril!!!”

:roll: … dasar zaman edan … :lol:

Beberapa artikel saya tentang Akhir Zaman ternyata mendapat respon dari seseorang yang mengklaim dirinya telah bertemu dengan “Malaikat Jibril as”. Pengalamannya itu menceritakan bagaimana dia “konon” pernah bertemu dan chatting sama “Malaikat Jibril as” …

Hemm … pengalaman orang ini justru semakin menguatkan salah satu tanda Akhir Zaman sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Rasul saw. Beliau saw bersabda:

“Saat terakhir tak akan tiba sebelum muncul 30 dajjal (para pendusta) yang masing-masing mengaku sebagai nabi Allah.” (Hr. Abu Dawud).

:lol:

Begini komentar selengkapnya yang masuk ke blog saya …

Ass.wr.wb,

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.

Beginilah ceritanya:
Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.
Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!
Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.
Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.
Saya jawab wallaikumsalam.
Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!
Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.
Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.
Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.
Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.
Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.
-Allahhuakhbar33x
-Subhanallah33x
-Alhamdulillah33x
-Allah S.W.T33x
-Laillahhailallah33x
-Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x
Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
1.jangan engkau sombong
2.bersabarlah
3.sayang kepada kedua orang tua
4.jangan engkau membuat kesalahan
Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.

Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.
Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.

Apakah kita sudah bersiap untuk akhir zaman?

Wassalam.

Lemahnya sistem kepemimpinan Muslim mayoritas telah mengakibatkan melemahnya sistem pendidikan dan pengendalian sosial yang ada pada mereka.

Banyaknya kasus pengakuan sebagai nabi terakhir di Indonesia, Malaysia, Pakistan, India dan di beberapa tempat lainnya, misalnya, merupakan bukti nyata atas semakin lemahnya pengendalian ulama atas umat.

Meskipun Muslim Mayoritas berpanjikan satu lebel nama, namun dari sisi ideologi maupun sosial, sektarianisme dan pengkotak-kotakkan komunitas terjadi dengan sangat intens. Dan masing-masing sekte (partai, basis ideologi atau apapun istilahnya) beranggapan bahwa sistem dan pola hidup keislaman yang mereka tawarkan adalah yang terbaik.

Tanpa adanya satu pemimpin yang mampu mengontrol dan mengawasi sistem kehidupan umat ditambah syiar ulama mereka yang semata-mata hanya membesarkan “nama baik” pribadi atau komunitasnya telah mengakibatkan masyarakat Muslim kebanyakan menjadi berpikir liar dan mengarahkan mereka pada radikalisme dan anarkisme.

Kondisi-kondisi yang kita hadapi saat ini semakin menguatkan beberapa indikator tentang tanda-tanda Akhir Zaman lainnya sebagaimana dinubuatkan oleh Rasulullah saw.

  • “Akan ada tahun-tahun penipuan, dimana orang-orang memiliki amanah tidak akan dipercaya sedangkan orang yang pembohong akan dipercaya.” (Ibnu Katsir).
  • “Akan tiba tahun-tahun terjadinya kebingungan. Orang-orang akan mempercayai pembohong dan tidak percaya orang yang berkata jujur. Orang-orang tidak akan mempercayai seorang yang
    memiliki sifat amanah, dan mempercayai orang yang memiliki sifat khianat.” (Hr. Ahmad).
  • “Pada akhir zaman orang-orang akan menjalankan perniagaan mereka namun hampir tidak ada seorang pun yang dapat dipercaya.” (Hr. Bukhari, Muslim).
  • “Sebelum tiba hari kiamat akan ada salam khusus bagi orang-orang yang diistimewakan.” (Hr.
    Ahmad).
  • “Tidak akan ada pengadilan hingga salam tidak diberikan kepada orang-orang namun hanya kepada orang tertentu saja.”
  • “Hanya orang-orang yang dikenal saja yang akan mendapatkan ucapan salam.”
  • “Kepicikan dan keserakahan akan berlipat ganda.” (Hr. Muslim dan Ibnu Majah)
  • “Ketika pengadilan makin dekat…orang-orang yang paling dihormati pada zaman itu adalah penjilat dan orang-orang yang suka mencari muka.” (Hr. Bukhari, Muslim).
  • “Saat akhir tidak akan tiba hingga munculnya orang-orang yang mencari nafkah dengan lidah mereka sebagaimana halnya sapi makan dengan lidahnya.” (Hr. Tirmidzi).
  • “Mendekati as sa’ah akan muncul suatu waktu dimana ilmu agama akan dicabut (lenyap) dan kebodohan menyebar-nyebar dimana-mana…” (Hr. Bukhari).
  • “Akan tiba suatu masa pada umatku, tatkala tak ada yang tersisa dari Al qur’an kecuali bentuk lahirnya, tak ada yang tersisa dari islam kecuali namanya dan mereka akan menyebut diri mereka dengan nama ini walaupun mereka adalah orang-orang yang paling jauh darinya.” (Ibnu Babuya,
    Tsawab al-‘amal).
  • “Akan tiba suatu masa pada umatku tatkala orang-orang akan membaca Al qur’an itu tidak akan jauh menuju qolbu mereka, sebatas tenggorokan mereka saja.” (Hr. Bukhari).
  • “Akan tiba suatu saat di mana seorang laki-laki tidak perduli lagi tentang bagaimana caranya dia memperoleh sesuatu, entah itu dengan cara yang halal ataukan haram.” (Hr. Bukhari).
  • “Akan tampak pada masa akhir nanti orang-orang yang akan memperoleh keuntungan duniawi dengan menggunakan agama.” (Hr. Tirmidzi).
  • “Menjelang hari kiamat amal saleh makin sedikit.” (Hr. Bukhari)
  • “Perzinaan akan lazim dilakukan secara terang-terangan.” (Hr. Bukhari).
  • “Saat akhir tidak akan tiba hingga mereka (orang-orang jahat) berbuat zina di jalan-jalan (tempat lalu lintas umu).” (Hr. Ibnu Hibban dan Bazzar).
  • “Laki-laki akan meniru perempuan dan perempuan akan meniru laki-laki.” (‘Allamah Jalaludin Suyuthi, ad-Durr-Mantsur).
  • “Orang-orang akan memperturutkan hawa nafsunya dalam melakukan perbuatan homoseksual dan lesbianisme.” (Al Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul ‘Ummaal)
  • “Orang-orang miskin akan bertambah jumlahnya.” (Amal ad-Din al Qazwini, Mufid al-‘Ulum Ma-mubid alhulum).
  • “Kekayaan hanya dibagikan di kalangan orang kaya saja, dengan tidak ada manfaatnya bagi orang-orang miskin.” (Hr. Tirmidzi)

Mencuatnya sikap sensitif dan emosional di kalangan Muslim mayoritas saat ini adalah salah satu bukti lain bahwa mereka sudah muak dengan kompleksitas ideologi yang mereka anut dan juga terhadap sikap ulama mereka yang lebih mementingkan kemaslahatan pribadi daripada masyarakat.

Semoga Allah melindungi kita semua dari tipu daya sufyani dan al-masih ad-dajjal …

Silahkan membaca Surat Al-Fatihah yang diawali dengan membaca Salawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya …

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad … lalu silahkan membaca Surat Al-Fatihah …

About these ads

43 comments

  1. Ass.wr.wb,
    Ada beberapa hadits yg lupa bapak tuliskan diatas.
    Yaitu:
    Seperti sabda rasulallah : seorang hamba melahirkan tuannya.
    yg menurut saya: mereka tidak memerlukan Tuhan lagi.

    Apabila engkau melihat orang
    yang berkaki ayam, tidak berpakaian, pengembala kambing ( berbangga )
    membina bangunan yang tinggi-tinggi.
    Yang menurut saya: yaitu mereka yg tidak berpakaian iman memimpin dan berceramah di khlayak umum untuk membawa kesesatan dimana-mana. Kedua hadits ini adalah percakapan antara rasulallah bersama Jibril a.s.
    Kedua hadits2 ini sudah terjadi.

    Mengenai hadits diatas yg pertama bapak sebutkan di atas adalah saya:
    “Akan ada tahun-tahun penipuan, dimana orang-orang memiliki amanah tidak akan dipercaya sedangkan orang yang pembohong akan dipercaya.” (Ibnu Katsir).

    Sebenarnya Jibril a.s tidak datang kepada rasul atau nabi saja tetapi juga kepada mereka yg tidak mempunyai jabatan itu sepert Siti Maryam dll.
    Ilmu saya tidak hebat seperti bapak, tetapi saya insyaAllah tau batas agama.

    Sebenarnya Jibril a.s lah yg bertemu saya, bukan sebaliknya, tetapi oleh karena beliau tidak mungkin berceramah , jadi dengan sukarela saya sampaikan kepada yg mau mendengarnya.
    Jadi soal Klaim, bapak pikirkan dulu baik-baik.

    Salam sejahtera.

    :lol: Anda punya pendapat, maka saya pun ingin berpendapat. Anda punya kesimpulan, dan saya pun ingin menyimpulkan.

    Saya tahu malaikat bisa datang kepada siapa saja dan tidak terbatas hanya kepada para nabi dan rasul seperti yang anda bilang sendiri, yaitu salah satunya adalah kepada Sayyidah Maryam as, dan juga kepada Hawariyyun as, dan juga Sayyidah Fathimah as dan juga para Imam as, tapi yang membedakan adalah mereka tidak menceritakan pengalaman itu kepada siapapun juga. Dan kalau bukan karena Al-Qur’an yang disampaikan oleh Rasulullah saw kepada kita semua bahwa malaikat pernah mendatangi Maryam as untuk mengabarkan tentang Isa as, atau dalam peristiwa Hawariyyun as misalnya, atau pada peristiwa penerimaan wahyu yang pernah dialami oleh Ibunda Musa as, maka tak satu manusia pun bakal tahu tentang pengalaman-pengalaman mereka yang unik itu. Yakni bahwa mereka pernah didatangi oleh makhluk suci dari alam malakut dan menerima wahyu untuk membimbing perbuatan-perbuatan mereka. Sayyidah Fathimah as pun demikian, Imam Ali as pun demikian dan begitu pula dengan seluruh penyaksi alam malakut.

    Intinya, Maryam as dan lain-lainnya tidak berkoar-koar kepada masyarakat seraya mengatakan bahwa Jibril as baru saja datang ke dia dan mengabarkan bla bla bal abal … he he he … seperti yang anda lakukan :lol:

    Sederhananya, mereka tidak norak dan bersegera mengabarkan hal itu kepada orang lain … :mrgreen: … dan itupun kalau benar pula apa yang disaksikannya … xi xi xi … :p

    Barangkali, nasehat dari Rasul Paulus pada salah satu suratnya perlu disimak: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2Kor 11:14)

    :mrgreen:

    So … kalau baru bisa melihat malaikat, sebaiknya gak usah terlalu heboh Mas … biasa aja … :lol:

    Kesimpulan saya: Jibril as TIDAK pernah menemui anda, dan anda pun TIDAK pernah bertemu malaikat. Jangan kebanyakan space cake Mas … :mrgreen:

    Gak pa2 kan saya berpendapat begini …

    Cuaca kota Heerhugowaard sekarang gimana Mas? Dulu saya pernah tinggal di Zootermeer lho … :mrgreen: dan pernah juga magang di resto Jayakarta yang di Rembrant apa itu … saya lupa … pokoknya dekat Museum Patung Lilin … Semoga anda bukan keturunan Snuk Horgroye blah blah ke berapa gitu Mas ..? Hehehe … (just kidding :mrgreen: )

    Salam damai bersama Kristus…

  2. Ass.wr.wb,
    Dulu belum ada internet pak tetapi kan sekarang sudah ada?

    Kenapa gak malaikatnya aja Mas pake internet …? Gitu aja kok repot …

    Betul dan tidaknya saya yg tanggung kok pak.

    Tanggung bohongnya … pasti lah

    Salam damai kaktus.

    *auch …* ha ha ha … :mrgreen: kata-kata aslinya keluar juga …

    Udeh Mas … kerja aje yang bener … di Holan kok ngomongin Jibril … mending jalan2 aja ke Efteling …

  3. Gile bener.. malaikat dipanggil dng sebutan BELIAU… geblek nich orang… Maqom manusia tuh lebih tinggi dari malaikat… truss.. Jibril terbang pake sayap..?? hebat david coperfil donk.. kan terbang tanpa sayap..

  4. Salam sejahtera,sdr unknown,
    Elo orang kristen kok Ada di blog Ahlil bait, nggak nyasar elo.
    Begini saja kamu tuh,Kristen nyasar,

    tuhan dilahirkan,tuhan diurus ibunya,tuhan dikasi makan,dikasih minum susu,dibersihkan kotorannya,sehingga tuhan makin tingkat dewasa tuhan main-main,tuhan bersenda -gurau,tuhan belajar membaca,belajar makan dengan tangan sendiri,belajar ke w.c sendiri,belajar mandi, sehingga tuhan mantap, maka tuhan jadilah Tuhan.

    Apakah tuhan dilahirkan dari perempuan yg diciptakannya sendiri?
    Apakah ini masuk akal?
    Well,it’s science fiction man! the x-files.
    Inikah pekerjaan tuhanmu?

    Well, you can fool a small boy but not us.

    It’s just a thought man.
    Kalo elo ada masalah ama belanda, jangan emosi ame gue.

    Gue lebih seneng ketemu jibril dari pada ketemu ame tuhan elo yg sering kentut seperti elo.

  5. hi…hi….hi……
    cukup menghibur….cukup menghibur………

    @ Mas Dono,
    tahu kan, jibril juga turun, bahkan menitis ke pribadi Lia Eden gitu lho,… konon-nya Nabi Muhammad sudah ber reinkarnasi ke pribadi salah seorang pengikut Lia Eden. Lha kalau gitu,… siapa yg nemuin mas itu..?
    sinih mas… tak kasih paramex biar sakit kepalanya ilang.
    ada saran nih untuk anda mas Dono, supaya anda tak lagi mengidap “Jibril Syndrome”, simak dan resapi lagu ini baik-baik:

    “Mari kita laksaaaanakan wajib belajaaarrr……..”
    “putra-putri tunas bangsa harapan negaraaaaa….”
    yach…. wajib belajar……..wajib belajar……..

  6. @Dono
    Apakah forum ini jadi media perusak persaudaraan Muslim – Nasrani seperti banyak blog2 lainnya seperti yang anda tulis?

    Sejauh saya mengenal Ust MMM, beliau sangat intens sekali dan concern dengan persaudaraan antara Muslim dan Nasrani..dan penempatan tulisan saudara salah penempatan.

    Despite of any differences we have, anda tinggal di Belanda mas (saya sempet di eindhoven, jadi cukup tau model-nya orang belanda)..apa disana orang2 mempermasalahkan siapa itu muslim siapa itu non muslim? Tapi nyata-nya, karena mereka tidak mempermasalahkan hal itu, mereka dapat hidup berdampingan satu sama lain.

    As long as I know, the dutch have a lot of written and unwritten rules about who is dutch and who isn’t, but on the other way around they dont care about other people believes. I think you’ve got to learn about it.
    Silahkan tanya ke orang belanda sendiri: ‘Wat is Je Godsdienst?”, anda akan mendapat sinisme dari wajah mereka, karena mereka tidak peduli dengan kepercayaan orang lain..saya pikir, sudah saat nya orang Indonesia untuk bisa berfikir jernih tanpa harus menjelek2an agama orang lain, dan sebagai muslim..saya malu terhadap hinaan anda kepada orang Nasrani.

    UST MMM:
    Jangan ke efsteling, mending ke Scheveningen..summer khan masih nyisa, masih banyak yang dipanggang dibawah sinar matahari…ueaheuaheu…

  7. Ass.wr.wb,sdr oky,
    Kita yg beragama islam wajib menghargai sesama manusia, biarpun mereka berlainan agama, sesungguhnya seluruh pengadilan itu di tangan Allah, bukan di tangan manusia.
    Tetapi barang siapa mengejek saya dan agama saya, tentu saya balas kembali, saya hanya manusia biasa yang juga banyak dosa, bukankah saudara sudah mengadili saya, sebelum mengenal saya.
    Saya mencintai manusia yg mencintai keadilan,saya mencintai manusia yg mencintai anak-anak yatim dan memberi mereka makan.

    Mijn godsdienst is muslim dan saya cinta damai dan persaudaraan, bukan mengejek di antara muslim dan muslim, antara muslim dan kristen.

    Kita semua manusia dan penuh dengan dosa-dosa.

    Saya mengejek sdr. yg punya blog ini, oleh sebab dia mengejek saya, padahal dia sendiri beragama islam, tetapi mengaku sebagai kristen .
    Islam adalah membimbing saudara-saudaranya kejalan yg benar bukan mengejeknya.

    Salam sayang ama pak Oky.

    Wassalam,Dono.

    Nah … udah eling kelihatannya … :lol:

    Saya “mengejek” anda bukan untuk merendahkan anda, tapi justru untuk menyadarkan anda dari lamunan dan kerancuan pola berpikir anda. Kalau saja anda bukan seorang melankolis, tentu anda akan melihat nasehat saya yang sesungguhnya di balik pernyataan Rasul Paulus yang saya kutip dan bahaya-nya pengakuan yang anda buat.

    Namun akibat sikap emosi dan sensitifitas, akhirnya anda malah bersegera mencaci maki ideologi umat Kristen yang tak ada sangkut pautnya sejak awal. Kini saya harap anda bisa melihat betapa tergesa-gesanya anda di saat menjustifikasi suatu persoalan. Jika untuk persoalan di alam fisik yang sepele seperti ini saja anda sudah tergesa-gesa membuat keputusan sehingga muncul mispersepsi dengan menyangka saya yang Muslim sebagai Kristen, maka lebih-lebih lagi bila anda mau menilai alam malakut. Nah, berhati-hatilah dengan pengakuan yang anda buat.

    Saran saya, belajarlah mencintai manusia dengan beribadah kepada Allah Swt dan menyantuni anak-anak yatim dan juga yang tidak mampu, baik mereka Muslim ataupun bukan. Tapi, lakukanlah itu tanpa harus membuat diri anda seolah-olah ingin dianggap penting oleh orang lain dengan membuat pengakuan yang menurut saya, jauh dari realitas ilmu hudhuri.

    Seorang Muslim akan senantiasa berpegang kepada dua pusaka Nabi saw, dan sudah semestinya dia tahu bahwa hanya dengan berpegang kepada keduanyalah, dia akan terhindar dari kesesatan. Itulah yang Nabi saw janjikan kepada umatnya. Inti dari semuanya, jadilah Muslim yang jujur dan segera kendalikan alam fantasi anda, karena lorong-lorong setan adalah melalui pengendalian fantasi manusia.

    Nabi saw bersabda: “Siapa kenal dirinya, kenal Tuhannya.” Kenali saja diri anda dengan memahami potensi-potensi apa saja yang Allah swt sudah karuniakan kepada diri anda. Tobatlah dari pengakuan-pengakuan yang anda buat sebelum terlambat …

  8. @Dono
    Walaikumsalam wr wb.

    Ik weet, dat je muslim..Ik vind ‘t. Want je bent mijn broer, Ik wil u eraan herinneren, wees voorzichtig wanneer u spreken of schrijven iets (Ini bukan promosi biar pada kursus di Erasmus Huis yah.. gak dapet komisi apa2 koq :D )

    Sebagaimana saran ust.MMM..sebaiknya anda lebih berhati – hati dalam menulis,

    Dalam hal ini, saya menyorti tulisan anda yg “insulting” buat kaum nasrani kebanyakan (ditulisan anda pertama, anda tidak menujukan tulisan ini especially buat Ust MMM lho mas..tapi lebih general daripada yang anda pikir)..karena dari tulisan, kerap timbul berbagai interpretasi (jangankan yang ditulis manusia mas, yang ditulis Allah swt aja interpretasi-nya banyak)..

    Say hi for someone in Eindhoven (ehm ehm :P)..

    Wassalam.

  9. Ass.wr.wb,sdr Muhammad MM.

    Wa’alaikumsalam wr wb.,

    Sudahlah pak Muhammad, sekiranya saya salah saya mohon maaf, karena kita sama-sama Ahlul bait,
    namaku Sayyid/Habib.

    Sama-sama, saya juga minta maaf bila ada kata atau kalimat yang tidak berkenan.

    Salam perkenalan untuk saudaraku Muhammad ,
    salam kenalan dan salam rindu.

    Salam juga untuk saudara saya Sayyid,

    Sebenarnya saya tidak suka seorang muslim, menyampaikan salam kepada saya secara orang kristen, saya anggap itu meremehkan saya dan agama saya, sehingga saya terjebak oleh emosi yg diperbuat oleh syeitan, sehingga saya mencela mereka tetapi saya tidak bermaksud demikan kok, seperti yg sudah saya sampaikan diatas kepada sdr Oky, InsyaAllah dalam hal ini kita berdua dapat pelajaran yg berharga.

    Saya seorang kristolog Pak Sayyid, sehingga hal itu membuat saya cukup akrab dengan Alkitab, terutama tentang ajaran Yahudi dan Kristen. Kendati demikian, saya pun alhamdulillah diberi kesempatan untuk mempelajari khazanah keilmuwan Islam. Bagi Muslim kebanyakan, kata “Salam Damai Bersama Kristus” cukup asing dan berbagai asosiasi dan interpretasi pastinya akan muncul. Namun bila seorang Muslim memahami nubuat-nubuat Tanakh tentang Juru Selamat Universal, maka kalimat ini bisa membuatnya meneteskan air mata kerinduan.

    Inilah ilmu mesianologi, salah satu cabang ilmu keislaman yang umumnya sudah disepelekan oleh mayoritas Muslim. Saat ini, Muslim kebanyakan tidak hanya membuang Al-Qur’an ke belakang punggung mereka, tetapi mereka juga telah membuang kitab-kitab para nabi sebelum Rasulullah saw dengan seribu satu alasan. Padahal berulang kali Al-Qur’an menyebutkan tentang pentingnya mengimani kitab-kitab para nabi sebelum Islam. Bahkan ia menjadi salah satu rukun iman bagi Muslim mayoritas. Tapi sayangnya, kesimpulan seorang Muslim yang enggan mempelajari Alkitab (khususnya) saat ini lebih banyak diakibatkan oleh sikap prejudis tanpa landasan argumen rasional dan lebih lagi, tanpa argumen Qur’ani.

    Kita semuanya manusia dan mudah terpedaya, InsyaAllah Allah S.W.T melindungi kita dari jebakan syeitan yg amat terkutuk.Saya banyak terimakasih atas penjelasan dari pak Muhammad.Saya tidak bermaksud untuk membanggakan diri saya, karena isi hati manusia itu hanya Allah S.W.T yang Mengetahui.Biarlah Allah S.W.T yang menerima atau tidak menerima tobat saya, sesungguhnya itu adalah HAK Allah S.W.T semata.

    Anda sadar maupun tidak … tahu maupun tidak …, tapi anda telah mengucapkan kalimat penyesalan di atas ini yang sebenarnya bertepatan dengan hari wiladah Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as yang jatuh pada hari ini. Di dunia ini tidak ada kebetulan Pak Sayyid …

    Semoga Imam Husein as senantiasa menjadi perantara yang selalu mengokohkan doa-doa kita dihadapan Sang Pemberi pahala dan Pengampun segala dosa, Allah subhanahu wa ta’ala.

    Prinsip saya : kita sudah mendekati akhir zaman semenjak diturunkan Alquran kepada rasul yg mulia Muhammad S.A.W. dan hari kiamat itu hanya Allah S.W.T yg menentukan. Ini adalah kenyataan!

    Betul Pak Sayyid, memang Allah-lah yang menentukan waktunya, sebagaimana dia juga mengajarkan kita di dalam Kitab-Nya untuk memperhatikan tanda-tanda Kiamat itu sendiri.

    “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? ” (QS. 47:18 )

    Sebagai penutup, semoga firman Allah ini bisa menjadi renungan kita semua: “Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”. (QS. 6:65)

    Salam kenal … :)

    Salam sejahtera untuk saudaraku.

  10. Setuju dech ama om Musadiq….. saya heran, Malaikat Jibril mau menemui orang yg masih mengeluarkan kata kata seperti diatas… atau mungkin jibrilnya versi penampakan kali yee..

    ehem … para pembaca Gencar yang budiman, kata “om” sebelum kata Musadiq di atas, sebenarnya bukan berarti “om” yang biasanya diistilahkan bagi kaum lelaki paruh baya, tapi “om” itu artinya ” Oo … mas” … hihihi … :mrgreen:

    *langsung ke kamar mandi pake krim awet muda, trus ke dapur minum jamu sebotol … :lol: *

  11. :),
    untuk sdr kita ust. Muhammad MM semoga Allah SWT mengarunia anda fisik yang selalu awet muda
    Allahumma amin..

  12. We ke kee.. Alafu…
    maaf Omass….(walah disambung kok malah kacau)
    salam terbaik buat Antum

  13. Salam Kenal Mas Musadiq, maaf saya udah pernah komentar disini tapi kita belum saling kenal :-)
    Saya…. Sufi yang masih muda alias sufimuda ;-)

    Masalah jumpa dengan Malaikat bukan hal yang aneh, samiri yang menyebah berhala saja bisa mengambil bekas tapak kaki kuda Jibril…

    Banyak kisah tentang jumpa malaikat, bukan hanya Nabi saja yang bisa jumpa dengan malaikat,

    Ummat-ummat sebelum Nabi Muhammad SAW juga ada yang jumpa dengan malaikat konon lagi dengan ummat Islam, tentu lebih mungkin lagi, cuma tentu harus ada ilmunya dan ada pembimbing ruhani agar gak kesasar… :-)

    Persoalannya, kalau sekarang ada yang pernah jumpa dengan malaikat harus kita pertanyakan lagi, apakah yang dijumpai itu benar malaikat atau???

    Salam kenal :)

  14. Ah tanggung cm ktmu jibril, klo sy sih dah ketemu Tuhan, Sampe Tuhan nanya kpda saya “Apakah aku bukan tuhanmu ?” Saya jawab waktu itu “Benar”.

  15. salam kenal semua…
    @Dono
    anda bisa liat film JOAN OF ARC sebagai penambah wawasan, walaupun apa yg di alami mas dono bisa aja terjadi.

  16. Jangan bicara sembarangan ketemu Tuhan, setiap kata harus dipertanggungjawabkan di mahkamah Allah. bertobatlah sebelum terlambat.
    menurut gw emang zaman sekarang udah jaman edan. Islam ada tinggal namanya doang, quran tinggal tulisannya namun jiwa dari quran sendiri tidak /sangat jauh dari perikehidupan manusia. nah kalo udah gini bisa jadi Allah mengirim tanda2 dari berbagai arah mungkin dari bencana, dari kemungkaran, dari penampakan dan macam2, bukan gw mau percaya gitu aja ama penglihatan jibril. tapi gw mau ngajak lo2 pade untuk semakin mendekat pada agama yang bener yaitu dinul Islam sebab tanda2 dimana2 menampakkan semakin dekatnya zaman yang di janjukan ” jika kiamat kurang sehari Allah akan mengundurnya hingga dimunculkannya seorang Imam yang akan memimpin dunia dengan keadilan itulah Al-mahdi (Muhammad bin Abdulllah sang Ahlul Bait ). Bersiaplah karena fitnah Dajjal sangat dahsyat hanya jiwa yang bersih yang bisa melihat fitnahnya dajjal.

  17. Ass wr.wb, Uztad, yang saya cintai karena ilmunya yang selalu saja mencerahkan,
    Alhamdulillah thread khusus berjudul “Saya Sudah Bertemu Malaikat Jibril!!!” makin menambah keyakinan kita akan dekatnya akhir zaman…

    saya punya pemikiran yang mungkin terlalu bodoh untuk dipertanyakan, tapi karena setidaknya orang bodoh punya hak prioritas untuk bertanya, maka saya sebaiknya tetap berpikir dan selanjutnya bisa bertanya:
    dari kasus ini makin jelas bahwa akhir zaman telah dekat dengan berbagai banyak tanda…
    dan karena sudah banyak dinubuatkan mengenai tanda2nya maka kita mungkin jadinya tidak terlalu bingung saat ketemu dengan tanda2 tsb, dan tidak terlalu susah untuk mengambil kesimpulan bahwa akhir zaman udah dekat, (sorry jadi muter2. :D)
    yang jelas saya jadinya lebih senang, karena perjumpaan dengan yang kita cintai toh makin dekat,
    nah sekarang yang sebenarnya bikin saya bingung (dari sejak mulai ada tanda akhir zaman).. kita ini bangsa Indonesia dinubuatkan gmn ya???,
    jika dimisalkan kehidupan di dunia ini seperti sinetron, maka di luar negeri sana bisa dianggap ceritanya sudah jauh beberapa episode dan malah mendekati babak akhir cerita, lah wong keliatan koq suasananya, sesi dimana akan terjadi perang paling dasyat dalam kehidupan manusia dan bisa dianggap merupakan klimaks dari sinetron ini, tapi sekali lagi saya pertanyakan kepada bangsa indonesia kita ini kira2 dinubuatkan gmn ya??, yang pemeluk muslimnya terbanyak??, perasaan kita masih jauh tertinggal beberapa episode, kita kebanyakan masih disibukkan dengan perbaikan hal-hal materi, oh iya apa kali ini bangsa Indonesia ngirim Tim Pasukan Garudanya lagi???, ga mungkin…LAH!…( masak mungkin..DONG!), lah wong aktor antagonis untuk episode klimaks ini kan bangsa2 yang paling ditakuti bangsa kita itu loh…iya kan??, mang kenyataan kan???, bukan rahasia umum lagi., btw saya paling tertarik dengan cerita pasukan berbendera hitam yang ada dinubuat akhir zaman dan saya sangat yakin dengan kebenarannya, tapi menimbulkan pertanyaan berikutnya bagi saya, apa pasukan tsb hanya terdiri dari orang2 Khurasan ya??, orang2 syiah diberbagai penjuru dunia apa tidak turut serta dalam pasukan tsb?? org2 syiah di Indonesia gmn pula???,
    apa jangan2 bangsa Indonesia turut bagian peran sbg pembantu antagonis ya? (yang jelas org2 syiah diIndonesia ga bakalan ikut peran itu), atau jangan2 bangsa Indonesia hanya kebagian pahitnya berperan sbg korban perang,
    nah lho??,
    dari pada pusing mikiirin pengakuan orang2 yang mang ga masuk akal (dan yang turut membelanya) yang tiada hentinya, kan mending selanjutnya mikirin nasib bangsa kita di episode akhir zaman nanti
    iya kan Uztad?,

  18. Salam… Ustad, kayaknya ada sobekan psikologis deh :)
    (ealah opo to Mas….mas….)
    sepertinya banyak orang yang memang mengaku bertemu malaikat jibril… tapi kok kita ndak mudeng ya? apa krena kita gak soleh? atau beliau yang terhormat sedang tidak enak badan? hehe… sangat entertaining… suatu posting serius (tapi lucu) dihari dimana bangsa sedang mengalami masalah2 pelik…..
    hati-hati buat pengunjung blog yang lain…. tress bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja….
    Ngaciiiiiirrrrr……. (kabur:mode on)

  19. ass.w.w.koq nggak mutu yaaaa debatnya?
    kalo mutu pastilah memang bukan perdebatan..
    apa yang salah dengan bertemu jibril?…biasa aja lagi…bahkan kita sebagai muslim wajib bertemu ALLAH SEBELUM MENINGGAL(WAFAT)..BANYAK CARA…&BANYAK METODE ,,BAHKAN KALAU KITA BERGAUL DITEMPAT YANG TEPAT.. DIINDONESIA INI BUKAN HANYA SATU DUA ORANG,,,YANG SUDAH MAKRIFATULLAH…ANTAL MAUTU QUBLAL MAUTU..MATI SAJERONING URIP OR CHANELLING ADALAH SEBAGIAN KECIL LANGKAH MENCAPAI COSMIC QUOTIENT (KECERDASAN SEMESTA DIATAS SPIRITUAL QUOTIENT)…Ada beberapa immortal di NUSANTARA. SEBAGAI TEMPAT BELAJAR….buat mas yang bertemu jibril ..BIASA AJALAH MAS…jangan merasa luar biasa karna sesungguhnya manusia..ADALAH ISTIMEWA…
    KALAU ANDA INGIN BERBAGI,,,BERBAGILAH DI MAQOM YANG TEPAT UTK ANDA….MUNGKIN CERITA ANDA MENJADI DONGENG NOSTALGIA UTK LEVEL YANG LAIN…
    JANGAN TERJEBAK MENUHANKAN AGAMA,,APALAGI MEMBERHALAKAN AGAMA…
    SIAPA SIH YANG PERNAH MELIHAT KTPNYA ALLAH?
    ALLAH BERAGAMA ISLAM APA KRISTEN APA BUDHA APA HINDU APA SCIENTOLOGY? HEHEHE…
    TAPI IT.S OK LAH…
    INDONESIA MAYORITAS memang MASIH ada di pemberhalaan agama…KALO MAYORITAS SUDAH CERDAS SPIRITUALNYA..NGGAK AMBRUK DONK INDONESIA,,,KAYAK SEKARANG HIHIHI
    W.W.W

    Betul, harus mencari maqam yang tepat untuk membicarakan hal ini. Mungkin salah satunya di Rumah-rumah Spesial yang Jiwanya tepat … :lol:

  20. @ antum,
    sebelum wafat bertemu Allah itu apa maksudnya..??
    bisa antum jelasin..??

    mengenai orang-orang yg mencapai makrifatullah,…. sehingga dikatakan “mati sakjroning urip”, bukankah itu artinya ” kekuatan dalam mengendalikan pikiran, hati, dan perbuatan dari yang tidak diridhai Allah..?
    dia “mematikan” keinginan yang dapat membawanya jauh dari Allah di dalam “kehidupannya”. itulah makna mati sakjroining urip. Bukan lantas bertemu Allah….

  21. @ antum,
    saya yakin yang anda maksud merupakan pemikiran orang2 yang menekini bidang/ilmu irfan, kita yang biasa2 saja jangan sampai mengartikan kata2 mereka dengan bahasa biasa juga,

  22. bertemu sayyidina jibril a.s…? bukan berita baru…! menjadi heboh manakala peristiwa itu disebar-luaskan…! ane heran,mestinya seseorg yg mendpt “maqom khusus” seyogyanya sdh mempersiapkan diri utk tidak menggunakan “standar umum”…sehingga bisa mencegah fitnah…! untuk menjadi dokter umum, seseorang harus sdh sering bedah mayat…berita ini kalau disebarluaskan di kalangan anak sd+smp,apalagi yg penakut,pasti akan gak ada anak2 yg mau bercita2 mjd dokter…berbeda bila berita ini disampaikan kpd anak klas 3 sma yg mau lulus…! jdi bersikaplah yg proporsional… ane baca,di atas ada yg bilang seakan2 semua manusia itu mulia (lebih mulia dr malaikat..!),manusia yg macam mana…? pada hakekatnya sebetulnya iya..,tp manakala mnsia tsb sdh dikuasai nafsu2 bahimiyah & lawwamah dan tidak terkendali,derajadnya tidak ubahnya spt chayawan…jd jgn meng-under estimate malaikat jibril a.s.,krn ybs adalah penyampai wahyu kpd shochibul sholawat SAW…jelas punya maqom yg khusus…apalagi ybs tidak punya dosa…bagaimana dgn ane,ente dan kalian semua…? sangat sombong bila bilang tidak bergelimang dosa,minimal hatinya….!!!

  23. kata ahli irfan mengenai orang yang arogan:
    belajarlah dari biji matamu sendiri, dia mungkin bisa melihat segalanya (tanpa bantuan), tapi dia takkan bisa melihat dirinya sendiri

  24. Salam
    Pak Dono ya namanya yang ngaku ktemu Jibril as? Kalo ente ngakunya ktemu ama Kasino ane 1000% percaya dijamin. Oya Ustad ane gak ambil pusing ama itu bapak yang ngaku ktemu Jibril as lha wong kalo ada yang bilang Umar Khatab ktemu Jibril as pun demi Allah ane gak percaya. Ane sebenarnya mau tanya kapan buku Muhammad Itu Kristus terbit?

  25. kokoprabu-ndworowati
    sabar-sabar-sabar33x….hehehehe…
    jangan terburu-buru…memaknai….setiap kata apalagi…dibalut hati emosi,,dan amarah,,,,mungkin banyak pembaca…belum saatnya…masuk ke steady state….maqom mahmuda,,,tidak semua hal terwakili oleh kata…,memang lah tidak semua orang lebih mulia dari malaikat…itu pasti ,,namun ada lho diantara,,,,saudara 2…kita yang sudah mencapai posisi M A N U S I A….HUMAN WELLBEING….dan bukan berarti mereka2 ini,,,sebagai kiai ataupun santri selebritis…dan dai popular….ALLah tentulah menyamarkan….kehadirannya….sampai saatnya nanti..semoga indonesia tercinta semakin bijaksana rakyatnya…dan semakin banyak pemimpin hadir dari kaum arif billah…ya semoga….

  26. @musadiq: u said: “Intinya, Maryam as dan lain-lainnya tidak berkoar-koar kepada masyarakat seraya mengatakan bahwa Jibril as baru saja datang ke dia dan mengabarkan bla bla bal abal … he he he … seperti yang anda lakukan”

    Vyasa bilangnya: well, sudah menjadi tempat buat kita untuk memahami dan memaklumi mereka yang tidak kuat akibat channeling yang tinggi itu. Bukan malah semakin parah mengumbar. Cukup sudah diketahui mas sendiri aja. Kalau begini akhirnya perdebatan. Si orang yang punya pengalaman spiritual bertemu Jibril itu jadi bahan caci maki dan pembicaraan, belum lagi Jibril pun jadi bahan gosip. Akhirnya jadi serba engga enak.

    Lia aminudin (sekarang dikenal sebagai Lia Eden) khan juga mengaku bertemu jibil hingga lahirlah wahyu-wahyu yang kebanyakan umat menganggapnya sesat dan ribut sana-sini. Nah kalau kita mau ambil hikmahnya, ya sudah biarkan saja. Toh itu akan menjadi alat seleksi, siapakah yang akan berada di jalan sini, situ, sana, sonoan, sinian dikit, dst ….

    @semua: ada baiknya kalau mendiskusikan masalah pengalaman spiritual, hal utama yag harus dipakai sebagai kacamata adalah kacamata yang bisa menghargai segala pengalaman sebagai hal yang sakral. Memang, ada kalanya orang itu pengin sharing pengalaman yag dia dapat. Dia terkadang pengin juga agar kalian merasakan apa yang dia dapat. Tapi kalau belum-belum sudah dikatain inilah itulah … ya khan kasihan tho.

    Perbedaan itu rahmat dan fitrah …
    monggo ditebar ke seluruh bumi bahwa islam dan muslimnya adalah rahmatan lil alamin dan bukannya ancaman ….

  27. SAYA sangat SETUJU….VALHALLANDER……..

    KOndisinya menjadi…lucu…..koq ada ustad atau guru atau apapunlah….menjadi ngamuk2…dan saling berdebat..dengan…emosional…..membela agama …padahal tuhan cuma satu,,,sejatinya apa sih agamanya tuhan….?….kita harus terima perbedaan sebagaai hal biasa…..jangan dipertajam…dan juga jangan ditutupi…yang namanya s a r a beda ngga apa-apa donk,,,,Memang menjadi KURANG BIJAK JIKA SHARING PENGALAMAN SPITRITUAL,,,di maqom /tataran yang yang tidak…selevel..sehingga kacamata &frame yang dipakai menjadi…tidak ketemu

    debat?! dimana?! 8O … ngamuk?! emosional?! siapa?! :mrgreen: rasaan ga da yang debat kok mas … hehehe … :lol:

    sejatinya agama Tuhan itu apa mas?! s a r a itu apa mas?! mas yang bijak seperti anda tentunya tidak keberatan untuk mengajarkannya kepada orang seperti saya kan … ;)

    Kaca mata/frame untuk mengukur pengalaman spiritual itu apa mas?! Dan kalau boleh tahu, apanya yang anda ukur dari suatu pengalaman spiritual seseorang?

  28. A.W.W,,

    W.A.W.W,,

    SALAM KENAL…

    Salam kenal juga … ;)

    silahkan TANYA PADA U R “REAL SELF”,,,NUR MUHAMMADMU…SANG BUDHAmu..KRISTUSmu,,ATAUPUN,,SUKSMA SEJATImu(SANG GURU SEJATI)DAN PADA BIBIT KE 2mu….

    Mungkin anda bisa sedikit menjelaskan tentang maksud “REAL SELF” itu sendiri … dan apa yang dimaksud dengan “BIBIT KE 2mu” sehingga jawaban anda tidak terkesan ambigu.

    Di samping itu, apakah “REAL SELF” yang anda maksud ini sejatinya sudah mampu untuk mengantarkan manusia kepada seluruh Kebenaran? Lalu bagaimana hubungan “REAL SELF” dengan Kalam Ilahi?

    JIKA anda memang Tanpa emosi dan tanpa amuk tak perlulah menjawab lagi,,,

    Heemm … apakah penilaian anda tidak bertendensi subyektif? Maaf kalau saya salah… ;) mengingat anda sendiri mengatakan bahwa “hanya qalbu kita yang paling tahu(selain ALLAH tentunya)…“.

    Sederhananya, apakah upaya untuk memperoleh klarifikasi dari berbagai istilah dan pernyataan anda ini seolah-olah sudah mencirikan saya sebagai orang yang lagi terbawa emosi (misalnya …) Padahal, bukankah memperoleh jawaban dari berbagai pertanyaan mampu mengantarkan seseorang kepada pengetahuan dan pemahaman yang benar. Sederhananya, apakah orang yang bertanya kepada anda berarti lagi terseret nafsu (misalnya …?!) Jika jawabnya “hanya qalbu kita yang paling tahu(selain ALLAH tentunya)…“, maka pernyataan anda “JIKA anda memang Tanpa emosi dan tanpa amuk tak perlulah menjawab lagi,,,” … tentu menjadi tidak relevan.

    Disamping itu, apakah emosi pada diri manusia yang merupakan Karunia Allah itu buruk? Dan bukankah emosi merupakan bagian dari fitrah penciptaan?

    kita marah ,,,atau tidak,,,renungkanlah…kita selagi masih,,diberi umur oleh ALLAH SWT,,,JANGAN BERHENTI BELAJAR..ALWAYS UNDERCONSTRUCTION…

    Entah kenapa… saya kok melihat bahwa pernyataan anda di atas tidak kontekstual. (maaf kalau saya salah) … karena marah, proses perenungan, karunia umur, dan semangat belajar adalah sederetan Karunia Ilahi, dan semuanya adalah potensi positif dalam diri manusia. Menurut hemat saya, marah yang merupakan sisi emosional manusia adalah potensi yang netral. Artinya, ia bisa membawa manusia kepada sisi kemuliaan atau sebaliknya kesengsaraan. Demikian pula halnya dengan potensi bermusuhan, karena ia sejatinya netral.

    Disamping itu, proses belajar selalu selalu bermuara dari pertanyaan manusia tentang berbagai fenomena dirinya dan alam. Disini, saya melihat anda menyemangatkan orang untuk bertanya, meski disisi lain, anda sendiri agak keberatan untuk menerima berbagai pertanyaan. (sekali lagi maaf kalau saya salah … ;) )

    KITA MASIH SAMA SAMA BELAJAR JANGAN DIPERDEBATKAN LAGI…

    Disini saya agak bingung, sebab … apakah berdebat itu pasti buruk ataukah cara berdebat yang tidak terarah dan tanpa ilmu itulah yang buruk. Al-Qur’an yang merupakan sumber utama kontemplasi diri manusia tidak pernah melarang perdebatan, bahkan ia menyemangatkan manusia untuk melakukan berbagai diskusi. Namun, Al-Qur’an mengingatkan agar “wa jaddilhum billati hiyya ahsan“. Sederhananya, apakah manusia itu sebaiknya belajar tanpa debat ataukah belajar tapi dengan cara yang baik? Jika jawabnya yang belakangan, maka perdebatan itu sendiri tentu bukan sesuatu yang buruk.

    SEPERTI TULISAN2 DIATAS,,NIAT PENULIS BLOG INI SEJATINYA SANGAT BAIK & JANGAN DIKOTORI,,,DENGAN NAFSU AMARAH,,,

    Terima kasih atas pujiannya, namun lagi-lagi pernyataan anda agak bertendensi subyektif mengingat pernyataan anda sebelumnya pernah mengatakan “hanya qalbu kita yang paling tahu(selain ALLAH tentunya)…“.

    YAng penting adalah memberikan apa yang bermanfaat untuk orang lain,,,

    Mungkin hal ini perlu dibuat suatu batasan yang jelas, karena saya setuju selagi maksud pernyataan anda di atas adalah memberikan manfaat kepada orang lain yang merujuk kepada firman Allah Swt yang mengatakan “wa ta’awanu ‘alal birri wa taqwa” dan bukan “‘alal itsmi wal ‘udwan“.

    bukan memamerkan pengetahuan yang kita miliki,,,Kita jangan terjebak riya dan ujub,,

    Mungkin anda bisa lebih menspesifikasi maksud dari pernyataan “memamerkan pengetahuan ini” … paling tidak untuk membedakan antara sikap seseorang yang berpengatahuan sedang memberikan pengajaran dan seseorang yang anda istilahkan bahwa dia lagi pamer pengetahuan? Sebab kita tahu bahwa tingkat pengetahuan manusia itu berbeda-beda, dan seorang guru yang memberikan pengajaran kepada muridnya tentu tidak selalu identik bahwa guru itu sedang pamer ilmu sehingga dia sedang riya atau ujub … misalnya.

    Disamping itu, saya ada sedikit pertanyaan … maksudnya … siapakah yang berhak menilai orang itu sedang riya atau ujub… misalnya?

    saya sangat tidak keberatan mengajarkan ilmu pengetahuan ALLAH YANG terdapat PADA diri saya & MASIH SANGAT MINIM INI kepada anda,,,atau KEPADA siapapun

    Terima kasih dan saya hargai sekali jawaban-jawaban anda.

    ..namun tetap kembali figur tersebut haruslah membawa gelas kosong atau mengosongkan FOLDERNYA TERLEBIH DAHULU…ALIAS OPEN MIND,OPEN HEART AND OPEN SOUL,,,NAH!!..

    Mungkin yang ingin anda maksudkan disini adalah takhalli sebelum tajalli. Namun anda belum memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan proses “pengosongan” ini? Maksudnya, apanya yang dikosongkan? Mungkin anda perlu memberikan sedikit penjelasan sehingga makna “pengosongan” diri yang memang sudah dikenal umum dikalangan masyarakat awam ini bisa dibedakan dari makna “pengosongan” dalam terminologi irfan. Misalnya, apakah maksud “pengosongan” itu sendiri terkait dengan memahami Realitas Hakiki ataukah peniadaanNya…misalnya?

    jika anda berniat dengan tulus ,ikhlas ,ridho untuk &ingin belajar lagi,,,berjanjilah dalam hati anda yang paling dalam ,,,LEBIH BIJAK TANPA SOMBONG (maksudku JANGAN UNTUK ADU ILMU/APPROVAL)

    Heemm … ini nasehat yang baik, namun sayangnya kalimat ini masih terkesan ambigu sehingga menurut hemat saya bahwa bila kita masih berjanji kepada hati kita yang paling dalam pun sebenarnya masih menyiratkan sikap kesombongan yang mana proses “pengosongan” itu sendiri masih belum terjadi dengan sepenuhnya.

    Sekali lagi disini saya masih kurang paham dengan istilah “ADU ILMU/APPROVAL” yang anda maksudkan, karena pernyataan ini agak samar dan memerlukan penjelasan. Menurut hemat saya, proses bayani dan burhani sangat diperlukan dalam melakukan napak tilas spiritual. Terutama di tahap-tahap awal perjalanannya. Karena tanpanya, si Salik akan mengalami kesulitan untuk membedakan mana yang realitas dan mana yang bukan.

    karna ALLAH akan mengirim SEORANG MURSYID,,GURU,ASCCENDED MASTER,,AVATAR,,IMMORTAL..ATAu dalam bentuk siapapun TIDAK HARUS saya…intinya siapa saja yang akan membimbing anda adalah ALLAH yang mengutus beliau ,,

    Untuk hal ini saya rasa masih diperlukan penjelasan yang lebih mendalam dan mungkin padat, karena pada tingkat spiritualitas tertentu, tirai godaan setan semakin menipis sehingga bukan mustahil seseorang dijerumuskan setan kepada penyesatan jiwa melalui jalur ibadah dan zikir. Entah kenapa saya kok kurang setuju dengan kalimat “siapa saja” yang anda gunakan bagi para Pembimbing Ilahi, karena Allah selalu membimbing hamba-hamba-Nya yang saleh melalui perantara yang makruf bagi hamba-Nya. Bahkan inti Tauhid itu sendiri berawal dari makrifatullah atau pengenalan yang sejati tentang Allah, Kenabian, Kalam Ilahi dan Waliul Amri. Menurut hemat saya, para pembimbing itu seyogyanya adalah manifestasi dari Kalam Ilahi itu sendiri.

    dan kalbu andalah yang akan MEMAHAMI APAKAH ORANG TERSEBUT adalah guru YANG SAYA MAKSUD,,,

    Kalimat ini sangat ambigu dan multi interpretatif. Pertama-tama, kalbu yang bagaimanakah yang anda maksud sehingga saya bisa memahami apakah orang tersebut adalah guru yang anda maksud? Ada sesuatu yang kurang disini sehingga perantara bagi pengidentifikasian guru yang anda maksud, menurut hemat saya, masih belum bisa tercapai maknanya. Di samping itu, apa yang anda maksudkan dengan kalbu itu sendiri masih belum jelas. Paling tidak, apakah kalbu ini anda maksudkan sebagai hati ataukah qalbu dalam makna harfiah bahasa Arab … misalnya. Mungkin anda perlu membuat suatu penjelasan dan batasan yang jelas mengenai hal ini, sehingga pernyataan-pernyataan yang banyak menggunakan istilah-istilah yang agak umum ini bisa dimaknai dan bermanfaat.

    alhamdulillah saya mampir di blog yang sangat menarik ini…karna salah satu hutang saya jadi terlunasi,,,

    Terima kasih, komentar anda juga lumayan menarik.

    atas bantuan,,,siapapun yang sudah berdebat(baca lagi tulisan2 tsb diatas)..dan saling cemooh walaupun endingnya saling memaafkan…

    Mungkin akan lebih bijak jika beberapa hal yang anda kategorikan sebagai suatu perdebatan dan saling cemooh pada artikel dan komentar di atas ini bisa disertai dengan beberapa contohnya/pembuktian. Paling tidak untuk menghindari asumsi dan kesalahpahaman penilaian seseorang terhadap suatu diskusi. Misalnya, apakah suatu diskusi yang diakhiri dengan permohonan maaf itu pasti bisa dinilai bahwa diskusi itu telah menempuh perdebatan dan saling cemooh.

    MeskiPUN SEKEDAR TULISAN (JANGAN diANGGAP ENTENG),,,

    Terima kasih dan insyaAllah para komentator yang telah menyempatkan waktu tidak sekedar mengomentari artikel ini atas dasar entengnya kandungan materi yang didiskusikan. Semoga saja … :)

    namun blog ini SUDAH transmitted GOOD ENERGY&GOOD VIBRATION KE MACROCOSMIC(VERTICAL)dan juga ke MICROCOSMIC(HORIZONTAL)dengan kata lain ke manusia,

    InsyaAllah amin bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.

    MOHON TOLONG SANGAT DIJAGA untuk menghindari HAL YANG SEBALIKNYA,,

    InsyaAllah amin bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.

    Jadi alangkah lebih arif,,,jika kita berniat menjadi SEORANG ARIF BILLAH,,&

    Kata arif billah adalah sebuah istilah yang sering sekali digunakan sehingga mirip seperti seseorang yang mungkin pernah mengatakan “pernyataan si A tidak logis” misalnya. Namun seringkali juga orang itu sendiri tidak paham dengan kaidah-kaidah ilmu logika.

    Akan lebih bijak terntunya jika anda bisa memberikan sedikit penjelasan tentang makna dari seseorang yang arif billah. Setidaknya sebuah jawaban seperti orang yang pernah bertanya “apakah ilmu logika itu?” … misalnya.

    KItapun berusaha menjaga kesehatan blog ini menjadi tambah bijak dan mencerahkan para sahabat dengan menulis dari HATI…pastinya DENGAN TUNTUNAN dari ALLAH SWT..

    InsyaAllah amin bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.

    tetaplah LEGOWO..IKHLAS..niatnya untuk berbagi pada sahabat..

    InsyaAllah … dan tentu saja makna sahabat itu sendiri masih perlu diperjelas, karena kata yang mengakar dari bahasa Arab ini sering maknadan penggunaannya diidentikkan dalam arti bahasa Indonesianya. Sama halnya seperti penggunaan kata ikhlas (dalam bahasa Indonesia) dan legowo (dalam bahasa Jawa). Sebuah makna yang sering diartikan identik dengan kata ikhlas dalam bahasa Arab, meskipun sebenarnya tidak demikian.

    semoga indonesia tercinta semakin bijaksana rakyatnya…dan semakin banyak pemimpin hadir dari kaum arif billah…ya semoga….

    InsyaAllah amin bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.

    SALAM CAHAYA……………

    Salamun ‘ala manitthaba’al huda … :)

  29. PERTANYAANyA;-Heemm … apakah penilaian anda tidak bertendensi subyektif? Maaf kalau saya salah… mengingat anda sendiri mengatakan bahwa “hanya qalbu kita yang paling tahu(selain ALLAH tentunya)…“.

    JAWABNYA;;SOAL AMUK DAN PERDEBATAN BUKANLAH ANTARA KITA MAKSUDKU,,,ITU TERJADI PADA POSTING2X awal DIATAS SEKALI …ANTARA seseorang yang mengaku bertemu dengan jibril,,,,dengan orang2 yang melecehkan …JADI BUKAN ANTAR KITA,,,…dan sejatinya memang ,,dalam banyak ,,,tarekat ataupun suluk ataupun kajian tasauf dan studi mistik islam …jarang terjadi show off dan demo saling tukar pengalaman spiritual….kecuali pada murid &mursyid ,,,hikmah dari kajian diatas adalah beliau yang mengaku bertemu dgn Jibril memang sukar menghindar untuk jadi bahan olok2 ,,,oleh umum,,,jadi itupun salah satu konsekuensi …..

    Terima kasih karena pernyataan anda kali ini sudah cukup jelas.

    Menurut hemat saya, tidak semua pengakuan tentang pengalaman spiritual itu langsung bisa disikapi sebagai pengalaman spiritual sejati. Seseorang yang mengaku dirinya sebagai dokter tentu akan teruji dengan sendirinya. Artinya, ada dokter asli dan ada pula dokter gadungan yang ingin mencari keuntungan sepihak.

    Sebagai seorang Muslim, kita memiliki panduan jelas untuk mengukur apakah suatu pengalaman spiritual seseorang itu layak disikapi sebagai pengalaman yang benar atauah tidak. Al-Qur’an dan Ahlulbait as sangat menganjurkan kita untuk melakukan tabayyun untuk hal semacam ini … dimana si penyaksi diberikan kesempatan untuk mempertanggung jawabkan pengalaman spiritualnya dan tentu saja pengalaman itu tidak bertentangan dengan Kalam Ilahi yang merupakan ukuran dan pembeda antara haq dan batil.

    Seorang guru spiritual terkemuka pernah memperingatkan kepada para pesalik agar mereka berhati-hati dan mampu membedakan antara penyaksian dan ilusi, sehingga kitman menjadi sandaran utama bagi para pesalik.

    Saya pribadi menilai bahwa orang yang mengaku pernah bertemu Malaikat Jibril as di atas ini tidak mampu mempertangung jawabkan pengalaman spiritualnya sendiri, mengingat dia banyak melanggar aturan-aturan mendasar bagi seorang pesalik yang pernah disampaikan Al-Qur’an dan Ahlulbaitnya as.

  30. Tanya;
    Disamping itu, apakah emosi pada diri manusia yang merupakan Karunia Allah itu buruk? Dan bukankah emosi merupakan bagian dari fitrah penciptaan
    JAWAB;
    -BETUL SEKALI SETUJU………EMOSI ADALAH salah satu FACtOR penghantar pada tujuan….
    hanya…dibutuhkan kecerdasan dalam pengendaliannya,…umum menyebut nya EMOTIONAL QUOTIENT…

    Terima kasih untuk afirmasinya, karena jawaban anda kali ini sudah tidak lagi menyatakan emosi sebagai sesuatu yang buruk seperti yang anda pernah nyatakan pada komentar sebelum ini. Artinya, posisi manusia “tanpa emosi” itu sejatinya tidak ada, tapi yang benar adalah: bahwa manusia sejati adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan bukan dikendalikan oleh hawa nafsunya. Emosi hanyalah kendaraan yang bisa diarahkan pada pencapaian kemanusiaan atau kenistaannya.

  31. TANYA;
    Disini, saya melihat anda menyemangatkan orang untuk bertanya, meski disisi lain, anda sendiri agak keberatan untuk menerima berbagai pertanyaan. (sekali lagi maaf kalau saya salah … )
    JAWAB;
    -ADA BEBERAPA dialog (jawaban),,yang sesungguhnya menjadi tidak bijak untuk jadi konsumsi umum…jadi saya menahan diri bukan di forum terbuka…

    Meskipun blog ini bisa di akses oleh publik, namun ia tetap bersifat milik saya pribadi. Jadi relevansi yang ingin anda kaitkan sebenarnya tidak sejalan dan hanya persepsi anda sepihak saja. Namun demikian, saya anggap pernyataan anda yang enggan untuk mendiskusikan suatu materi diskusi tertentu secara publik adalah hal yang wajar. Bahkan dalam konteks inilah mengapa saya tidak sependapat dengan orang yang mengaku telah “bertemu” dengan Malaikat Jibril as, karena saya kurang sepakat apakah hal semacam itu layak dikonsumsi publik secara umum alias diforumkan secara terbuka. Pengalaman spiritual adalah proses pengetahuan yang bersifat personal, sehingga tidak bisa dijadikan barahin secara publik.

    Di samping itu, anda mungkin kurang memahami poin yang ingin saya sampaikan, karena saya tidak bertanya apakah anda mampu/tidak mampu menjawab atau apakah diskusi tertentu layak/tidak layak dikonsumsi publik, melainkan di salah satu komentar anda sebelum ini, anda mengatakan bahwa “JIKA anda memang Tanpa emosi dan tanpa amuk tak perlulah menjawab lagi,,,” … dalam hal ini, merespon sesuatu tentu saja bisa dalam rupa pernyataan dan/atau pertanyaan. Artinya, membuat suatu pernyataan dan/atau pertanyaan kepada anda tidak seyogyanya dikaitkan dengan emosi saya atau sejenisnya, karena relasi yang anda ingin bangun pada pernyataan anda tersebut sebenarnya dua hal yang saling terpisah dan tidak terkait.

    Itulah sebabnya bahwa ketika anda mengatakan seseorang harus terus menerus belajar, maka tindakan belajar itu sendiri selalu tidak kosong dari berbagai tindakan seperti membuat pertanyaan/pertanyaan. Dan dalam konteks inilah dua pernyataan anda sebelumnya, sebenarnya saling bertentangan. Maksudnya, di satu sisi anda melarang saya untuk menjawab dengan dalih bahwa saya (mungkin) lagi bersikap emosional, tapi di sisi lain pada komentar yang sama, anda juga menyarankan orang untuk terus belajar.

    Untuk lebih jelasnya, pernyataan saya yang mengatakan “Disini, saya melihat anda menyemangatkan orang untuk bertanya, meski disisi lain, anda sendiri agak keberatan untuk menerima berbagai pertanyaan“, sebenarnya adalah upaya saya untuk membuktikan bahwa dua proposisi anda sebelum ini adalah bertentangan.

    Untuk itu, relasinya sama sekali bukan pada konteks apakah diskusi semacam ini bisa diforumkan secara publik ataukah tidak? Atau apakah anda mampu menjawab berbagai pertanyaan saya ataukah tidak?

  32. Sederhananya, apakah manusia itu sebaiknya belajar tanpa debat ataukah belajar tapi dengan cara yang baik? Jika jawabnya yang belakangan, maka perdebatan itu sendiri tentu bukan sesuatu yang buruk.
    JAWAB;
    Dalam memuntut ilmu,,,apapun ilmunya ada ADABnya di tiap2 tataran,,,,,Yang lebih utaMA &LEBIH BIJAK JIKA KITA MENGINDARI DIRI KITA TERHIJAB OLEH ILMU KITA SENDIRI….PERdebatan bisa bermutu bisa juga sebaliknya…. LEBIH MENARIK Menggali Pemahamannya dibanding proses PERDEBATANNYA,,,

    Saya sepakat bahwa ilmu ada adabnya. Namun adab bukan satu-satunya, karena selain ilmu memiliki adab, ilmu juga memiliki guru. Dan inilah yang menjadi alasan saya mengapa suatu pengetahuan tidak bisa serta merta diukur oleh diri kita semata atau sesuatu yang anda istilahkan sebagai kalbu, atau dalam kesempatan lain … sesuatu yang anda istilahkan sebagai “siapa saja”, mengingat banyak kalbu orang yang tidak mengetahui ilmu tertentu dan belum memahami adabnya, dan lebih celaka lagi … belum memiliki guru pembimbing yang tepat.

    Di samping itu, saya melihat bahwa jawaban anda yang sekarang sudah tidak lagi menilai debat sebagai hal negatif seperti pada komentar anda sebelum ini. Sedangkan masalah hijab ilmu, saya tidak melihat relevansinya dengan pertanyaan saya di atas, karena ini adalah kajian terpisah sehingga jelas sekali bahwa suatu perdebatan yang baik seperti yang dianjurkan Al-Qur’an, tidak serta merta bisa diposisikan sebagai “debat kusir”. Bahkan hasil berbagai pertanyaan dan perdebatan Nabi Musa as kepada Khidir as-lah yang akhirnya mampu mengantarkan Musa as kepada hikmahdan menuntunnya kepada pertemuan dengan Allah Swt. Lalu “adu ilmu” antara Musa as dan para penyihir Fir’aun itulah yang akhirnya mengakibatkan penyihir-penyihir Fir’aun menjadi bertaubat. Demikian pula dengan hasil debat antara Nabi Ibrahim as dengan para pembesar kaumnya.

    Jadi, banyak berbagai perdebatan yang malah membuka pikiran seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, atau dari merasa sudah paling tahu, akhirnya menyadari bahwa ilmu yang dimilikinya tidak bersumber dari guru yang tepat. Hal ini sekali lagi menjadi bukti bahwa kenabian dan imamah adalah keniscayaan penciptaan, karena tanpanya, maka kalbu manusia akan buta dari memahami ilmu yang benar.

  33. ASS..W.W.

    W.A.W.W.

    SELAMAT BERBUKA PUASA….

    Sama-sama …

    PERTANYAAN ANDA;
    Untuk hal ini saya rasa masih diperlukan penjelasan yang lebih mendalam dan mungkin padat, karena pada tingkat spiritualitas tertentu,
    Entah kenapa saya kok kurang setuju dengan kalimat “siapa saja” yang anda gunakan bagi para Pembimbing Ilahi, karena Allah selalu membimbing hamba-hamba-Nya yang saleh melalui perantara yang makruf bagi hamba-Nya. Bahkan inti Tauhid itu sendiri berawal dari makrifatullah atau pengenalan yang sejati tentang Allah, Kenabian, Kalam Ilahi dan Waliul Amri. Menurut hemat saya, para pembimbing itu seyogyanya adalah manifestasi dari Kalam Ilahi itu sendiri

    PERTANYAAN DIatas SUDAH mengandung JAWABANNYA sendiri,,,,SAYA SETUJU SEKALI…
    tirai godaan setan semakin menipis sehingga bukan mustahil seseorang dijerumuskan setan kepada penyesatan jiwa melalui jalur ibadah dan zikir.
    ILMU Yang kita miliki kerap menjadi HIJAB dan fondasi dari BENTENG AROGANSI TEOLOGI….

    pada PERTANYAAN “SIAPA SAJA”….JAWABANNYA;
    karena Allah selalu membimbing hamba-hamba-Nya yang saleh melalui perantara yang makruf bagi hamba-Nya. Bahkan inti Tauhid itu sendiri berawal dari makrifatullah atau pengenalan yang sejati tentang Allah, Kenabian, Kalam Ilahi dan Waliul Amri. Menurut hemat saya, para pembimbing itu seyogyanya adalah manifestasi dari Kalam Ilahi itu sendiri,,,
    yaaaaaa
    jika PASSWORD SUDAH ON(mukasyafah/tajali),,,allhamdulillah…kita always connected dengan MACROCOSMOS.(SHOLLAT DAIM)…& “siapa saja ” ituLLAH…yang akan berlari menghampiri kita,,,dan sensor alarm kita pastilah berbunyi jika yang hadir hanyalah palsu atau,,,guru abal2 berbalut casing dan packaging …yang hanya mampu mengelabui orang2 awam,,,

    Disini saya agak berbeda dengan anda, karena pasword tidak mungkin on sebelum komputer itu sendiri tersusun secara rapi, dan untuk menyusunnya anda membutuhkan panduan. Komputer juga baru bisa hidup bila ada aliran energi listrik dari luar komputer itu sendiri. Lalu diperlukan juga aplikasi yang pas untuk itu serta kemampuan kita untuk mengoperasikan komputer tersebut sebelum diisi password. Jadi Pembimbingnya harus ada dan jelas…

    Dalam menyikapi jawaban anda yang mengatakan “siapa saja”, maka anda tidak mungkin bertanya tentang komputer itu atau bagian-bagiannya kepada “siapa saja”, tapi ia seyogyanya spesifik dan jelas. Yakni seorang ahli atau pakar. Disinilah saya melihat mengapa dari jawaban-jawaban anda selanjutnya … anda belum memberikan penjelasan yang konkrit mengenai hubungan sesuatu yang anda istilahkan sebagai “REAL SELF” dengan “KALAM ILAHI”.

    Untuk itu, ukuran haq dan bathil pastilah memiliki kadar dan kejelasan. Artinya, ukuran itu tentunya bukan hanya sesuatu yang anda katakan sebagai “sensor alarm” pada diri sendiri, karena standar ukuran itu pastinya bersumber dari Sang Pencipta yang memang telah memberikan ukuran kepada segala sesuatu.

    Sederhananya, selain diri anda, anda pun membutuhkan sesuatu yang berasal dari luar diri untuk mengenal ukuran-ukuran tersebut. Inilah yang disebut sebagai ayatunal kubra.

    Untuk itu, ukuran apakah dia guru abal2 atau bukan, misalnya, pastilah hal itu baru bisa “disensor” oleh diri kita setelah kita memahami Guru Sejati tersebut. Lagi-lagi pertanyaan saya adalah siapakah Guru Sejati itu? Mengenai Tanda Terbesar ini, anda sama sekali belum menjelaskannya. Karena tanpanya, manusia pasti tersesat.

    TANYA:
    Disamping itu, saya ada sedikit pertanyaan … maksudnya … siapakah yang berhak menilai orang itu sedang riya atau ujub… misalnya?
    JAWAB:
    KALBU orang tersebut,,,kalbu kita yang paling dalam sendirilah yang tau…dihati dan kalbu yang selalu kita sucikan ,(disitulah merupakan BAITULL MUKHARAM)…disitu JAWABAN ATAS RIYA ATAU ujubNYA perilaku kita atau orang tersebut..

    Jawaban anda agak dawr dan menurut hemat saya, malah mengarah kepada penuhanan diri sendiri. Salah seorang Guru Spiritual terbaik pernah berkata “Janganlah menghakimi bila tidak mau dihakimi”. Menilai apakah seseorang itu sedang ujub atau riya tentu tidak bisa mengandalkan sesuatu yang anda istilahkan sebagai kalbu saja karena jika demikian, maka keberadaan Mursyid Sejati menjadi sia-sia…

    TANYA;
    Mungkin yang ingin anda maksudkan disini adalah takhalli sebelum tajalli. Namun anda belum memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan proses “pengosongan” ini? Maksudnya, apanya yang dikosongkan? Mungkin anda perlu memberikan sedikit penjelasan sehingga makna “pengosongan” diri yang memang sudah dikenal umum dikalangan masyarakat awam ini bisa dibedakan dari makna “pengosongan” dalam terminologi irfan.
    JAWAB:

    DUA2NYA….MAKSUD SAYA…..
    1-SIAP menanggalkan jubah (STATUS SEBAGAI SOSOK YANG DITUAKAN UMPAMANYA),,,&

    Disini pernyataan anda ambigu, karena relasi antara sesuatu yang anda istilahkan sebagai jubah dan “sebagai sosok yang dituakan”. Lalu, apa maksud dari kata “jubah” itu sendiri dan bagaimanakah relasinya sebagai sosok yang dituakan? Menurut saya belum jelas.

    KOSONGKAN SEJENAK,,pemahaman kita,,parameter..paradigma…pengalaman maupun,,,aliran DAN TAREKAT ataupun suluk darimana KITA BERANGKAT,,,,kita coba dengan OUTFRAME yang berbeda dari kita sebelumnya,,,

    Pernyataan anda ini menurut saya bukan proses pengosongan seperti yang dimaksudkan dalam irfan, karena menggunakan frame lain/baru, hanya lebih kepada berpindah kepada sesuatu yang lain. Arti sederhananya … lepas yang ini, lalu pakai yang itu. Untuk itu, disini tidak terjadi proses pengosongan melainkan proses perpindahan.

    Saran saya, mungkin sebaiknya anda perlu membuat dua pokok pembahasan yang berbeda untuk menyampaikan maksud anda. Cobalah menggunaka sisi teoritis dan sisi praktis sehingga setiap penjelasan lebih pas dan tidak terjadi pencampur adukkan.

    2-kosongkan,,,,KITA masuk ke SUWUNG AWANG UWUNG,,,,SUNYA,,, BLANK ZERO MIND…melalui diantaranya terus menerus belajar,,membersihkan hati termasuk juga DZIKIR jahar…(takhalli) takhelli ,,,sebelum tajalli…

    Jawaban anda yang kedua juga dawr, karena anda tidak bisa memiliki BLANK ZERO MIND melalui proses terus belajar, karena proses terus belajar itu sendiri adalah pengisian dan menjadi lawan dari pengosongan yang ingin anda maksudkan. Tapi anyway … terima kasih sudah berupaya untuk menjawab pertanyaan saya.

    salam CAHAYA…..

    Salamun ‘ala mannitthaba’al huda … ;)

  34. kok baru 5 watt…
    wah.. hukum aksi reaksi blm terjadi nich..
    menunggu lagi dech….
    sambil menyimak, minum kopi…
    cemilannya,.. diskusi renyah bermanfaat

  35. ediaaaannn ampuh tenaaan orang orang ini ..salut salut gw brow..ada yang cerita ketimu M.Jibril as..terus ada yang protes terus ada yang mbantah2..n aku sendiri….OBLOK OBLOK kalian aja deh broww..hueekkkekeekek..
    soalnya semua bener sekaligus salah !!

  36. setuju..asal ceknya juga dibawa kemari ya om.. Kan dananya udah kucur tuh dari depkeu, tar kita ketemuan di hotel biasanya,yah sambil bikin program2an pendidikan jangka panjang seperti biasanya itu tuuuu, ohya pak..jangan lupa bawa cd “anu” ya soalnya aku juga ama si ehm2 anak magang FLI…pesenan njenangan itu.
    ok :>

  37. entah benar atau salah……siapapun ia……..islam atau bukan…alloh swt yang lebih tahu…………malaikat jibril atau bukan hanya allah yang tahu………….tapi pesan yang baik tak pantas kita pungkiri

  38. 2008 telah berlalu masuk 2012 dan ke 2013 nanti. Siapapun kita pasti MATi dan pasti semua debat ini terjawab di hadapan tuhan dari segala yg dipertuhankan. Mau Koment illumi77@gmail.com saya jawab dengan pengetahuan awam, mubaligh, pendeta, sekte, yg ngaku ma’rifat, syiah, sunni termasuk yg mempercayai internet sbg sumber yg benar selain kitabny sendiri. Silakan…

    1. :lol: Sepertinya kalau baru dihadapan tuhan nanti semuanya bisa terjawab, maka mengirim email ke anda pun jadi percuma :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s