Tahun 2030, Air Di Pulau Jawa Habis!!!

Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa Kementerian Lingkungan Hidup, Sudarsono menyatakan pada 2030 mendatang Pulau Jawa akan kehabisan air akibat kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Selain itu, maraknya pengalihan fungsi lahan, tekanan politis atas kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah sangat mempengaruhi kondisi ini, ujar Sudarsono seusai berdiskusi di Kantor Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda di Bandung, Jumat.

“Dengan jumlah penduduk sebanyak 163 juta orang dan dengan daya dukung lingkungan yang rusak maka secara terukur kekurangan air benar-benar akan terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan beberapa langkah tengah dipersiapkan dalam menghadapi krisis air tersebut diantaranya adalah melakukan perbaikan di 13 DAS di sepanjang Jawa diantaranya Brantas, Serayu, Cisanduri, Cidano dan Jatunselung.

“Kerusakan yang paling banyak terjadi terdapat di wilayah Jawa Barat dimana reboisasinya kurang berhasil sehingga kerusakan daerah aliran sungainya tidak dapat dihindari,” tutur Sudarsono.

Pengaruh penanaman pohon jati di wilayah Jawa juga ikut andil dalam berkurangnya tangkapan air di Pulau Jawa karena secara ekologis pohon jati tidak dapat menyerap air.

Ia menyatakan, perbaikan di sekitar hulu secara kuantitatif, kualitatif dan kontinuitas menjadi prioritas pembangunan saat ini.

“Pekerjaan rumah saat ini adalah melakukan reboisasi di hulu, memperluas tangkapan air, pembuatan sumur resapan, pengelolaan limbah yang berakhir pada pengendalian baku mutu air,” jelasnya.

Sudarsono mengatakan kendala yang dihadapi saat ini terkait dengan lingkungan hidup adalah pembuatan aturan tentang Tata Ruang yang berlainan sejak tingkat Pusat hingga Daerah.

“Perbedaan tata ruang ini telah merusak lingkungan secara langsung sehingga seluruh tangkapan airnya berkurang akibat dialih fungsikan lahannya,” katanya. (Antara)

5 Tanggapan

  1. kalau kekerangan air bersih sih nggak perlu nunggu 2030 mas…hehe malu saya sama anak cucu… maaf ya generasi ibumu ini boros…

  2. Masuk akal stad, pernah denger teknik yg digunakan oleh beberapa developer di Jakarta dalam membangun gedung?

    Terkadang, untuk mengurangi efek negatif dari air tanah untuk struktur bangunan (i.e karat), beberapa developer ‘nakal’ menguras habis air tanah di lokasi itu dan membuangnya serampangan ke kali. Permasalahan ini sudah menjadi concern buat Pemda DKI, tapi masalah implementasi dan pengawasan, ya ngga tau..kita berdoa aja semoga Pemda DKI dan Pemda2 Provinsi lainnya tertarik hatinya untuk mengelola sesuatu yg simpel tapi sangat berharga bernama “air”..

    Di beberapa negara maju seperti New Zealand, Australia, US, UK dll..masalah air sudah menjadi perhatian pemerintah daerah mereka (state government). Bahkan pada kondisi “Water Restriction” pada saat musim kemarau, dilarang bagi masyarakat untuk mencuci mobil dirumah!..Mencuci mobil harus di tempat2 pencucian mobil (self serve-car wash) / bengkel2 mobil yang memiliki fasilitas “cuci mobil” yang memiliki fasilitas pengolahan air sendiri (water recycle system), dimana air bekas cucian diolah lagi menjadi air bersih yang tidak layak minum tapi layak untuk mencuci..jadi ngga mengkonsumsi air yang berlebihan.

    Terkadang boro2 nyuci mobil..nyiram kembang aja ngga boleh kecuali pake timer..hehehe..

  3. anak2 geologi waktu kuliah dulu juga pd ngomong gitu…sejak awal tahun 80,udah diprediksi, kalau intrusi air laut akan mendominasi sejak tahun2 tsb..posisi air bawah permukaan akan terdesak akibat “mis-management” thdp cadangan air tanah, shg batuan reservoir akan diisi oleh material lain… tapi,jgn lupa…itu semua teori…. semua kalau ROBBUL IZZAH tidak mengijinkan, yaa semua tidak akan terjadi…tapi kalau ROBBUL IZZAH mengijinkan,nanti sebelum tahun 2025,pulau Jawa akan pecah (mungkin mjd 3-4) dan lebih dr 50% jakarta akan tenggelam…ini bukan ramalan tpi prediksi berdasar data lapangan menggunakan teori “plate tectonic”,yg saya dapat dari USGS maupun Japan GS..malah ada di antara mereka yg bilang paling lama 15th sejak peristiwa Aceh 2004… Tapi sekali lagi,semua urusan ALLOH…terjadi ataupun tidak,itu adalah HAK PREROGATIF ALLOH…! SUBCHANALLOOH…

  4. Kayaknya Cara memakai air untuk wudlupun perlu ditinjau ulang karena sering terlihat cukup banyak buang-buang air dengan alasan untuk bersuci.

  5. setuju, kalau aku pikir penting untuk mulai menghemat air karena itu penting buat kita SENDIRI!!,

    ayo mulai tanam satu pohon, SEKARANG!!!!

Tinggalkan Balasan