Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengatakan insiden pemberian zakat yang berujung maut di Pasuruan, Jawa Timur, sebagai contoh kemiskinan di Indonesia.
“Kemiskinan di negeri ini memang sangat luar biasa. Ya meskipun pemerintah tak mengakuinya. Contohnya kemarin di Pasuruan. Masyarakat sangat antusias sekali hanya untuk mendapat uang Rp30 ribu, tetapi rela mengorbankan nyawanya,” kata Wiranto.
Hal ini diungkapkan Wiranto seusai acara diskusi syariah masa depan politik Indonesia di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selatan (16/9/2008).
Padahal, lanjutnya, berdasarkan data Bank Dunia memang mencatat kemiskinan di Indonesia luar biasa.
“Tetapi nanti saya dianggap sesat karena menyampaikan data standar internasional tersebut,” tegasnya.
Dia menjelaskan, saat ini kondisi masyarakat memang sangat berat. “Kemiskinan cukup akut dan pengangguran juga akut. Sehingga tawaran-tawaran, solusi bagi masyarakat sangat ditunggu,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla membantah jika tragedi zakat di Pasuruan disebabkan kemiskinan. (kem)
Sumber: Okezone
DIarsipkan di bawah: Analisa, Artikel Kiriman, Berita, Ekonomi, Investigasi, Nusantara, Partai, Politik, Politikus, Wacana








Semoga pemimpin negeri ini bisa membawa kita keluar dari kemiskinan…
hihi …. denger kata HANURA jadi inget waktu diminta ama temen di Solo bwat jadi pengurus partai bidang kewanitaan di Hanura. Jawabku: ‘Ku ngga doyan berpolitik’
Ya ini ni masalahnya.
Pidato-pidatonya atas nama politik …
(bukan prasangka lhoh … ini dah menjadi data pasti)
(halahh!!) hehehehe
cuma untuk 30 ribu aja rela berdesakan ampe mati itu apa lagi klo bukan karena kemiskinan akut?
MAKANYA….ZAKATnya SIH CUMAN 2,5% (udah gitu dikorupsi lagi)……Gimana KEMISKINAN mau beres….
TAMBAH MLARAT sih PASTI……
Siapa yang rela? Kalau saja tahu pasti tidak akan mengantri zakat. Dan berapa persen yang sebenarnya memang berhak menerima zakat? Pasti juga ada yang karena keserakahan rela mengantri. Atau sekadar pengen dapat tambahan.
Intinya: gak ada yang rela mati demi Rp 30.000,-. Menurut data terakhir: orang rela membunuh karena dijanjikan bayaran Rp 3 juta.
lingkarluar.wordpress.com