Bantahan Untuk Artikel Ahmad Sarwat!

Haaretz, BBC, USA Today memberitakan bahwa pada tahun 2006 telah terjadi pertemuan rahasia antara Prince Bandar dan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert. Klik Gambar untuk membaca berita selengkapnya.

Haaretz, BBC, USA Today memberitakan bahwa pada tahun 2006 telah terjadi pertemuan rahasia antara Prince Bandar dan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert. Klik Gambar untuk membaca berita selengkapnya.

(Tanggapan atas “Israel dan Iran: Ada Apa?“)

Muhammad Ali Reza Sistani

Beberapa waktu yang lalu seorang Ustadz bernama Ahmad Sarwat melalui komunitas pengajiannya dan kemudian dilanjutkan di situsnya melakukan sebuah kritikan kepada Republik Islam Iran. Kritikan tersebut berkenaan dengan niat iran yang akan mengirimkan sejumlah pasukan mahasiswanya ke Palestina.

Setelah mencermati tulisan Ustadz tersebut, muatannya sangat tendensius dan lebih mewakili subyektifitas kedengkian yang membara pada mayoritas mazhab yang dianut oleh rakyat Republik Islam Iran, ketimbang memberikan analisa yang berimbang.

Sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah tentunya beliau banyak menerima informasi tentang Iran jauh lebih lengkap ketimbang kita yang berada di Indonesia, namun sayang beliau melakukan ketidak jujuran dalam melihat fenomena Iran ini, mari kita lihat ketidak jujuran ustadz tersebut.

1. KEKUATAN MILITER POTENSIAL REPUBLIK ISLAM IRAN

Dalam kritiknya Ustadz Ahmad Sarwat menuliskan “Kenapa yang bergerak malah mahasiswa, bukan tentara terlatih?” Justru dari pertanyaan itu terjadi ketidak jujuran sang ustadz. Mengapa ? Sebagai orang yang pernah tinggal di Timur Tengah dan akrab dengan bacaan berita tentang timur tengah tentu Ustadz Ahmad Sarwat sangat memahami organisasi Kemiliteran Republik Islam Iran. Tentu Ustadz tersebut mengetahui bahwa Angkatan bersenjata Iran itu unik dan sangat berbeda dengan sistem organisasi militer yang ada di dunia.

Angkatan Bersenjata Iran berdiri diatas tiga pilar yaitu :

  1. Sepah (Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran).
  2. Pazdaran (Pengawal Revolusi Islam) yang terdiri dari pemuda, pelajar dan mahasiswa
  3. Basij (sukarelawan) terdiri dari kalangan orang tua,ulama.

Ketiga komponen itulah yang menyusun kekuatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran.

Mengapa Republik Islam Iran menyusun Angkatan Bersenjatanya seperti itu?

Seperti diketahui umum bahwa Angkatan bersenjata memiliki potensi sebagai ancaman dari dalam pada sebuah tatanan pemerintahan atau eksistensi sebuah negara, Angkatan Bersenjata memiliki peluang melakukan insubordinasi yang kemudian dilanjutkan pada fait a coumplie yang berujung pada coup d etate, sehingga diperlukan kekuatan yang menjadi penyeimbang baik di bidang kecabangan maupun taktik serta strategi pertempuran.

Di Iran Komposisi penyeimbang Angkatan Perangnya adalah pazdaran dan basij. Di tubuh Pazdaran Darat terdapat unit infantry, kafaleri, arteleri, zeni seperti di unit Angkatan Bersenjata Iran (sepah), Demikian juga di Pazdaran laut dan Udaranya. Struktur organisasi dan kepangkatan di pazdaran hampir sama di sepah (angkatan bersenjata Iran). Ahmadinejad berasal dari tentara Mahasiswa unit Kavaleri lapis baja Pazdaran. Dengan demikian bila Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan merongrong ideologi Islam akan segera dihadapi kekuatan penyeimbangnya. Tentu sebagai kekuatan penyeimbang profesionalitasnya ditempuh melalui pendidikan militer profesional.

Dari uraian ini timbul pertanyaan mengapa Ustadz ahmad Sarwat tidak memaparkan komposisi Angkatan bersenjata Iran tersebut, malah membuat statemen yang menyembunyikan kebenaran yang beliau ketahui.

Kalau Ustadz Ahmad Sarwat meragukan profesionalisme tentara Mahasiswa Iran bagi kita adalah aneh mengapa beliau tidak jujur, tentu beliau sangat tahu atau pernah mendengar kiprah DANESYJAYAN MUSALMAN PIRUYE KHATH-E IMAM, Sebuah detasemen militer mahasiswa yang berhasil melakukan operasi kontraintelejen terbatas yang berhasil menggulung 5000 informan CIA dan MOSSAD yang berkeliaran di Republik Islam Iran yang akan membunuh tokoh-tokoh revolusi Islam Iran. Atau, ustadz Ahmad Sarwat tidak mau melupakan peristiwa Juni 1985, dimana Tentara Mahasiswa tersebut berhasil merebut 16 dokumen CIA dan MOSSAD yang berisi desain penghancuran Republik Islam Iran dari dalam. Atau, ustadz Ahmad Sarwat masih teringat peristiwa tanggal 24 Mei 1982, disaat Basij dan Pazdaran memukul mundur Garda Nasional Iraq yang bersenjata lengkap dan terlatih di semenanjung al Faw. Kalau kemudian Ustadz ahmad sarwat mengigau soal “…jelas-jelas terbukti bahwa ada hubungan gelap antara Iran dan Israel.Sangat patut dicurigai…” bukankah alamat tuduhan adanya hubungan gelap dengan Israel tersebut lebih tepat dialamatkan kepada Ahmad Sarwat?

Kalau kemudian Ustadz Ahmad Sarwat, Lc meragukan kekuatan mahasiswa Iran, akan lebih baik jika melakukan tinjauan dengan alat ukur yang oleh militer di istilahkan dengan KEKUATAN MILITER POTENSIAL. Tinjauan dengan variabel-variabel yang terdapat dalam Kekuatan Militer Potensial untuk menilai Pazdaran Mahasiswa jauh lebih baik ketimbang analisa “ngawur” yang hasilnya pun hanyalah pepesan kosong.

Sekedar mengingatkan pada Ustadz Ahmad Sarwat. Republik Indonesia ini pernah memiliki satuan Tentara Pelajar, Kiprah mereka dimasa revolusi patut diperhitungkan. Sekedar menyebut contoh Tentara Pelajar Republik Indonesia berhasil mempecundangi Belanda di Pertempuran Solo, Ambarawa, Semarang, Banyumas.

2. DOKTRIN MANUNGGAL

Masalah bantuan militer sangat terkait dengan penerimaan dari yang di bantu, Dalam militer dikenal dengan doktrin manunggal. Kemampuan unit perintis melakukan kontak-kontak dengan kekuatan yang akan dibantu menjadi tumpuan utama sebelum datangnya bantuan, jadi bantuan bukan hanya sekedar pertimbangan sederhana, apalagi ini menyangkut perbedaan ke mazhaban, yang di dunia Arab pernah terjadi perbedaan tajam.

Masalah ini bukan hanya menjadi masalah bagi Republik Islam Iran tetapi juga masalah bagi Hamas sendiri. Bila Hamas terlalu dekat dengan Republik Islam Iran tentu dukungan komunitas Arab akan mengalami perubahan, dan masalah geopolitik ini tentu menjadi pertimbangan strategis Hamas yang menuntut pemecahan yang cerdas, bukan asal bunyi. Ini yang tidak dijelaskan ustadz kita itu.

Dulu saya pernah membaca tulisan beliau saat dunia internasional meminta keterlibatan Iran di Iraq, di situs Era Muslim Ustadz Ahmad sarwat berteriak-teriak akan acaman Bulan sabit Syi’ah (seperti jargon Raja Abdullah II), jangan-jangan ketika Iran mengirimkan Angkatan bersenjatanya secara masif, Ustadz Ahmad sarwat akan berteriak PALESTINA AKAN DIKUASAI SYI’AH !!!, atau kalau kemudian Iran memencet tombol misilnya (seperti keinginan Ust Ahmad Sarwat) yang pada akhirnya menjadi pertempuran skala luas yang melibatkan berbagai negara, jangan-jangan Ahmad sarwat juga berteriak “ini gara-gara syi’ah menembakkan misilnya, lalu di pengajian Ahmad Sarwat berkhotbah Syi’ah Iran memicu aksi pemusnahan kalangan sunni dengan misil ke Israel, ini bukti hubungan gelap Iran Israel”

Tentu Ustadz Ahmad sarwat masih lekat ingatannya tentang beberapa peristiwa penjegalan Republik Islam Iran, sekedar mengingatkan saja. Pada saat terjadi genocide muslim bosnia, melalui konfrensi OIC (OKI) Republik Islam Iran yang (syi’ah) dan Malaysia (yang sunni) mengusulkan dibentuknya TENTARA ISLAM MULTINASIONAL untuk mengatasi masalah Bosnia, tapi usul itu justru ditentang keras oleh Arab saudi, Yordania dan Mesir, malah ide tersebut (oleh negara penolak) diteruskan pada sekutu dekatnya Amerika. Akibatnya Task Force on Terorism Research Commite pada tanggal 1/9/1992 merekomendasikan pada Konggres AS untuk mewaspadai Gerakan Republik Islam Iran yang akan menggunakan Bosnia sebagai batu loncatan Revolusi Islam ke Eropa. Kepada ketiga sekutunya, Amerika serikat menyampaikan peringatan bahaya penyebaran Syi’ah. Jadi, jika motivasinya adalah kedengkian, apapun yang diusulkan oleh Republik Islam Iran akan selalu tampak buruk dan disikapi buruk pula.

3. LOW INTENSITY OPERATIONS

Tentu Biro Politik Hamas (Khalid Mishal) bukanlah ustadz Ahmad Sarwat –yang dipenuhi kedengkian yang membakar rasionalisme berfikir sang Ustadz–, Biro politik Hamas memainkan taktik dan strategis yang bagus mereka bukanlah orang yang gila popularitas yang memblow up seluruh operasinya yang tentu saja membahayakan gerak mereka. Dalam kemiliteran dikenal dengan Istilah Operasi Intensitas Rendah Tertutup (Low Intensity Operations), Sebuah operasi yang bersifat tidak untuk dipublikasikan. Taktik ini pernah digunakan saat Hamas di embargo Israel, Iran menggunakan cara ini untuk menyelundupkan uang dan persenjataan ke Hamas lewat Hizbullah.

Low Intensity Operations ini bisa saja merubah tentara menjadi sekedar rakyat biasa untuk mengelabui lawan agar bisa masuk di garis belakang. Salah satu contohnya adalah saat TNI melakukan operasi infiltrasi ke malaysia dengan merubah unit komando (KKO) menjadi para pedagang kopra. Mengapa cara ini dipilih, majalah Angkasa pernah mengulas masalah ini.

Israel dan Amerika berkeras untuk dapat memprovokasi Iran terlibat dalam konstelasi masif, sehingga mengabsahkan globocop (Amerika serikat) melakukan invasi ke Iran, angkasa menyebutkan sayeret matkal berusaha membongkar longsongan misil yang ditembakkan Hizbullah untuk membuktikan pada dunia bahwa Republik Islam Iran terlibat disana, Tapi upaya itu gagal, karena Hizbullah telah mengganti seluruh jejak arsenal yang akan mengarah pada pembuktian keterlibatan Iran. Jadi dibutuhkan strategi yang cerdas untuk tidak terprovokasi pada terciptanya eskalasi yang lebih besar, dan ini sangat disadari Hamas dan Republik Islam Iran tetapi tidak disadari dan dipahami seorang ustadz yang bernama Ahmad Sarwat Lc.Jadi kalau Ustadz Ahmad Sarwat ingin membuat analisa bagaimana cara membantu sebuah negara yang berperang, jangan membuat analisa ala perang play station, yang pencet tombol sana pencet tombol sini.

Pertanyaanya adalah, mengapa Iran memilih taktik Low Intensity Operations? Nampaknya, kejadian masa lalu cukup menjadikan pelajaran. Disaat Republik Islam Iran masih berusia relatif muda, hampir seluruh negara Arab dan dunia mendukung program NSDD (National Securtity Decision Directive) sebuah proyek pemusnahan Republik Islam Iran yang dimotori oleh Amerika Serikat dan Israel. Allan Fridmen menyebutkan untuk memenuhi ambisi pemusnahan Republik Islam Iran sejumlah dana berhasil dikumpulkan:

Arab saudi menyumbang 30,9 M US$

Kuwait menyumbang 10 M US $

UEA menyumbang 10 M US $

Qatar, Bahrain, Oman, Yordan dikumpulkan sejumlah 40 M US $

Italia menyumbang 5 M US $

Amerika menyumbangkan 35 M US $

Israel sendiri dalam implementasinya merancang operasi tertutup yang dikenal dengan operasi staunch untuk memandulkan kekuatan militer Iran. Dari pengalaman itu, para perancang perang Iran tentu telah membuat taktik rancangan keterlibatan militer mereka tanpa harus memancing unsur luar untuk mengambil keuntungan untuk menyerang Iran.

DAN KEMANA-MANA IRAN MELAKUKAN SYI’AHISASI

Agak lucu juga membaca tulisan Ust Ahmad Sarwat Lc ini, disatu sisi ia sangat ketakutan terhadap mimpi yang diciptakannya sendiri tentang Syi’ahisasi. Tapi disisi lain memprovokasi Iran untuk terlibat dalam ekskalasi masif. Statemen ini bagi saya sangat kontradiktif.

Saran saya pada Ustadz Ahmad sarwat Lc, daripada “Mengigau” ketakutan terhadap proyek Syi’ahisasi kenapa Ustadz tidak memanfaatkan pengaruh anda untuk melobi kekuatan Arab Saudi misalnya. Sebagai ustadz yang jadi pengisi rubrik tanya jawab di Era Muslim dan Warna Islam tentu punya kekuatan lobi dengan para Syaikh di Saudi.

Mengapa harus Arab saudi, alasannya sebagai berikut :

  1. Tentu ustadz Ahmad Sarwat Lc akan merasa lebih tenang jika yang membantu Hamas dari kalangan Sunni Wahabbi, sehingga anda tidak perlu “blingsatan” rajin membuat “dosa” dengan menyebarkan Syahwat kedengkian tentang syi’ah dan Iran.
  2. Ahmad Sarwat Lc bisa menyarankan pada Saudi dengan taktik LOW INTENSITY OPERATIONS jika Saudi ketakutan pada kemarahan Tuannya Amerika serikat karena dinilai menyalahi kebijakan Politik Dua Pilar Amerika dan mengkhianati anzus treaty. Bagaimana caranya? Saudi itu kan punya AWACS (Airborne Warning and control System) diaktifkan saja diluar jangkauan israel, Dengan AWACS itu trajectory misil yang ditembakkan oleh Israel segera dapat dideteksi, bahkan ketika gyroscope missele diaktifkan AWACS bisa segera mendeteksi, dan saat itu di informasikan ke HAMAS sehingga Hamas bisa mencegat atau menghindari serangan itu. Atau lintasan Pesawat dan jumlah pesawat yang akan digunakan Israel dapat diteksi oleh AWACS dan segera di informasikan ke HAMAS, sehingga HAMAS bisa melakukan tindakan. Di timur tengah hanya Arab saudi yang bisa menyamai arsenal Israel. Ada baiknya Ust Ahmad Sarwat melobi Arab Saudi untuk menyelundupkan STINGER, TOW pada HAMAS agar bisa menghancurkan pesawat-pesawat Israel. Atau kalau mungkin arab saudi suruh menyelundupkan MLRS ke HAMAS. Atau kalau mungkin pesawat-pesawat Arab Saudi diminta mengudara tanpa harus melepaskan peluru cukup melakukan electronical weapon dengan melakukan jamming sehingga pesawat Israel bisa dibuat tak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya terbang. Atau minta saja Saudi menerbangkan Apachenya untuk melakukan overshoot pada pesawat -pesawat Israel. Bagimana ustadz, bukankah anda lebih tenang ketimbang mengharap Iran yang anda benci?
  3. Atau, Tentu Ustadz yang merangkap sebagai seorang jurnalis sangat tahu, bahwa, sebagaimana di ungkapkan oleh Dr Safar al Hawali, bahwa Usamah bin Laden memiliki kekuatan aktif satu divisi Mujahedeen yang dulu pernah ditawarkan pada Pemerintahan Saudi untuk melindungi kerajaan tersebut dari aneksasi tentara Saddam, tapi justru ditolak oleh kerajaan. Dan sekarang tentara usamah itulah yang aktif membunuhi dan menyembelih orang-orang syi’ah di Iraq. Apakah tidak lebih baik antum melobi mereka untuk memerangi Israel?

SIAPAKAH SEBENARNYA AHMAD SARWAT Lc ITU ?

Pernyataan ustadz Ahmad sarwat LC ini apakah merupakan provokasi untuk mewujudkan Timur Tengah Baru dengan menjerumuskan Iran pada eskalasi perang masif? Tentu masih memerlukan pengkajian lebih mendalam. Ustadz Ahmad Sarwat LC pasti sangat memahami skenario Timur tengah baru yang mengagendakan “memelihara perpecahan ketegangan etnik dan kemazhaban” dan tentu beliau juga sudah melihat sketsa Timur Tengah Baru yang di paparkan oleh Ralph Peters di jurnal Us Armed Forces edisi juli 2006.

Melihat style beliau tentu kita tidak akan menuduh beliau sebagai seorang katsa metsada yang bertugas memuluskan rencana timur tengah baru dengan membangun opini murahan… (bukan begitu ustadz…. halo… haloooo…)

penulis adalah Peminat intelejen dan kemiliteran. Aktif di Kajian Strategis Wirakartika Ekapaksi

About these ads

44 comments

  1. huehehe mungkin ahmad sarwat ini emg lg sering maen playstation..

    jd harap maklum aja klo bawaaannya pencet tombol sini pencet tombol sana.. xD

  2. Tambahan bantahan untuk Ahmad Sarwat, Lc.,

    Banyak tulisan atau jawaban Ahmad Sarwat yang kurang benar tentang HAMAS, Hizbullah, Iran dan kedekatan Arab Saudi dan sekutunya Amerika dan Israel. Seperti yang berjudul ada apa dengan Iran dan Israel dan sebagainya yang ada di website Ahmad Sarwat.

    Didalam salah satu jawaban, Ahmad Sarwat mengatakan Salahuddin Al-Ayubii Sunni apa Syiah? Jelas Ahmad Sarwat tidak jawab karena sepertinya ragu dan tidak tau atau agar ummat Islam di sublimasi supaya menjawab Sunni. Tapi apa iya Salahuddin Al-Ayubbi itu Sunni?

    Ini sedikit kisah tentang sejarah Salahuddin. Nama asli beliau adalah Al-malik An-nasir Salah Ad-din Yusuf. Salahuddin lahir dari keluarga seorang Kurdi Syi’ah di Tikrit (sekarang Iraq utara) pada zaman dinasti Ayubbi. Salahuddin belajar berperang dari pamannya Asad ad-Din Shirkuh yang juga seorang Syi’ah. Pada tahun 1169 dan beliau berumur 31 tahun, Salahuddin menjadi salah satu tentara infantri di mesir pada jaman kekalifahan Fathimiyah. Beliau dikenal disiplin, sangat baik, pintar dan terkenal penyabar.

    Problematika sejarah yang merupakan history loop adalah tentang kisah Salahuddin pada tahun 1171, katanya Salahuddin diperintahkan Nur Al-Din untuk keluar dari Syi’ah dan menjadi seorang Sunni di mesir. Waktu itu katanya orang-orang Syiah khawatir karena Salahuddin menjadi seorang Sunni.

    Cuma dari peristiwa inilah Sunni menganggap bahwa Salahuddin adalah seorang Sunni. Inilah yang menjadi kontradiksi sejarah dan Sunni merasa mengakui Salahuddin sebagai seorang Sunni dan bukan Syi’ah. Kisah inilah yang menjadi penelitian para sejawaran sampai sekarang karena tidak ada bukti bahwa dia seorang Sunni baik dari segi Ibadah maupun dari segi kepemimpinan. Namun sudah pasti jelas dan memang betul beliau dilahirkan sebagai seorang Syi’ah. Namun waktu itu kekhalifahan dipegang oleh Sunni di mesir dan memang Syi’ah tidak mengakui kekhalifahan karena mereka menggunakan sistem Immamiyah.

    Lalu mengapa bisa Sunni mengklaim bahwa beliau seorang Sunni? Lalu kenapa dia meninggalkan mesir dan jalan sendiri? Mengapa beliau tidak mengakui kekhalifahan sehingga tentara kalifah tidak ada yang membantu beliau pada saat berperang melawan pasukan Crusader Roma di Jerusalem? Dalam buku-buku sejarah Raja Richard yang ditulis orang barat dikatakan karena khalifah mengetahui susahnya untuk mengalahkan Crusader Roma di Jerusalem, makanya mereka tidak mau merebut Jerusalem. Untuk itu saya berikan sedikit gambarannya;

    Setelah dua tahun menjadi komandan di mesir beliau keluar dari mesir karena kesal dan melihat kebobrokan kekalifahan pada saat itu. Salahuddin bercerita bahwa gubernur dan pejabat khalifah di mesir pada mabuk, main perempuan dan berjudi. Ini fakta sejarah dan anda bisa baca sejarah Salahuddin dari berbagai penulis termasuk yang dari tulisan orang barat sebagai contoh bukunya Karen Armstrong, Holy war: the Crusades and their impact on today’s world (New York: Anchor Books, 2001) atau bukunya Geoffrey Regan, Lionhearts: Saladin, Richard I, and the era of the Third Crusade (New York: Walker, 1999) dan anda juga bisa membaca hasil penelitian universitas John Hopkins yaitu pada bukunya Paul Cobb, Saladin: The Sultan and His Times, 1138–1193 (The Johns Hopkins University Press 2008).

    Intinya sampai sekarang tidak ada bukti lain yang mengatakan beliau adalah seorang Sunni selain klaim dari Nur Al-Din simana dia merupakan orang pemerintahan khalifah Sunni di mesir. Lalu mengapa Sunni tidak pernah menceritakan dengan siapa Salahuddin berguru tentang Islam. Bagaimana Ibadah beliau dan sebagainya. Mudah-mudahan ada peneliti baru yang mengungkap sosok Salahuddin. Namun yang jelas dan pasti, beliau adalah seorang Syi’ah pada saat lahir. Dan kisah beliau adalah seorang Sunni adalah dari sejarah yang ditorehkan orang-orang Sunni pada masa itu karena beliau pernah bekerja dan menjdai tentatar orang Sunni di mesir. Wallahu’alam Bishawab.

  3. Kalo dia ustad pasti banyak tau hadist2….kan ada yang Rasulullah saww bilang Ali as adalah tolok ukur siapa sebenarnya seorang mukmin. Mencintai Ali as adalah mukmin dan yang membencinya adalah munafikun…..bukan begitu ustad???

  4. Tambahan bantahan untuk Ahmad Sarwat, Lc.,

    Banyak tulisan atau jawaban Ahmad Sarwat yang kurang benar tentang HAMAS, Hizbullah, Iran dan kedekatan Arab Saudi dan sekutunya Amerika dan Israel. Seperti yang berjudul ada apa dengan Iran dan Israel dan sebagainya yang ada di website Ahmad Sarwat.

    Didalam salah satu jawaban, Ahmad Sarwat mengatakan Salahuddin Al-Ayubii Sunni apa Syiah? Jelas Ahmad Sarwat tidak jawab karena sepertinya ragu dan tidak tau atau agar ummat Islam di sublimasi supaya menjawab Sunni. Tapi apa iya Salahuddin Al-Ayubbi itu Sunni?

    Ini sedikit kisah tentang sejarah Salahuddin. Nama asli beliau adalah Al-malik An-nasir Salah Ad-din Yusuf. Salahuddin lahir dari keluarga seorang Kurdi Syi’ah di Tikrit (sekarang Iraq utara) pada zaman dinasti Ayubbi. Salahuddin belajar berperang dari pamannya Asad ad-Din Shirkuh yang juga seorang Syi’ah. Pada tahun 1169 dan beliau berumur 31 tahun, Salahuddin menjadi salah satu tentara infantri di mesir pada jaman kekalifahan Fathimiyah. Beliau dikenal disiplin, sangat baik, pintar dan terkenal penyabar.

    Problematika sejarah yang merupakan history loop adalah tentang kisah Salahuddin pada tahun 1171, katanya Salahuddin diperintahkan Nur Al-Din untuk keluar dari Syi’ah dan menjadi seorang Sunni di mesir. Waktu itu katanya orang-orang Syiah khawatir karena Salahuddin menjadi seorang Sunni.

    Cuma dari peristiwa inilah Sunni menganggap bahwa Salahuddin adalah seorang Sunni. Inilah yang menjadi kontradiksi sejarah dan Sunni merasa mengakui Salahuddin sebagai seorang Sunni dan bukan Syi’ah. Kisah inilah yang menjadi penelitian para sejawaran sampai sekarang karena tidak ada bukti bahwa dia seorang Sunni baik dari segi Ibadah maupun dari segi kepemimpinan. Namun sudah pasti jelas dan memang betul beliau dilahirkan sebagai seorang Syi’ah. Namun waktu itu kekhalifahan dipegang oleh Sunni di mesir dan memang Syi’ah tidak mengakui kekhalifahan karena mereka menggunakan sistem Immamiyah.

    Lalu mengapa bisa Sunni mengklaim bahwa beliau seorang Sunni? Lalu kenapa dia meninggalkan mesir dan jalan sendiri? Mengapa beliau tidak mengakui kekhalifahan sehingga tentara kalifah tidak ada yang membantu beliau pada saat berperang melawan pasukan Crusader Roma di Jerusalem? Dalam buku-buku sejarah Raja Richard yang ditulis orang barat dikatakan karena khalifah mengetahui susahnya untuk mengalahkan Crusader Roma di Jerusalem, makanya mereka tidak mau merebut Jerusalem. Untuk itu saya berikan sedikit gambarannya;

    Setelah dua tahun menjadi komandan di mesir beliau keluar dari mesir karena kesal dan melihat kebobrokan kekalifahan pada saat itu. Salahuddin bercerita bahwa gubernur dan pejabat khalifah di mesir pada mabuk, main perempuan dan berjudi. Ini fakta sejarah dan anda bisa baca sejarah Salahuddin dari berbagai penulis termasuk yang dari tulisan orang barat sebagai contoh bukunya Karen Armstrong, Holy war: the Crusades and their impact on today’s world (New York: Anchor Books, 2001) atau bukunya Geoffrey Regan, Lionhearts: Saladin, Richard I, and the era of the Third Crusade (New York: Walker, 1999) dan anda juga bisa membaca hasil penelitian universitas John Hopkins yaitu pada bukunya Paul Cobb, Saladin: The Sultan and His Times, 1138–1193 (The Johns Hopkins University Press 2008).

    Intinya sampai sekarang tidak ada bukti lain yang mengatakan beliau adalah seorang Sunni selain klaim dari Nur Al-Din dimana dia merupakan orang pemerintahan khalifah Sunni di mesir. Lalu mengapa Sunni tidak pernah menceritakan dengan siapa Salahuddin berguru tentang Islam. Bagaimana Ibadah beliau dan sebagainya. Mudah-mudahan ada peneliti baru yang mengungkap sosok Salahuddin. Namun yang jelas dan pasti, beliau adalah seorang Syi’ah pada saat lahir. Dan kisah beliau adalah seorang Sunni adalah dari sejarah yang ditorehkan orang-orang Sunni pada masa itu karena beliau pernah bekerja dan menjadi tentara orang Sunni di mesir. Wallahu’alam Bishawab.

  5. bertaubatlah kalian semua kepada Allah dan kembalilah ke jalan yg benar sebelum matahari terbit dai arah tempat ia tenggelam. tajulah kalian semua kepada siksa Allah yang sangat pedih.

    8O

  6. Emang kayaknya ustadz sarwat ini syahwatnya aja yang kegedean, syahwat dengki, iri dan tolol bin bebal. pantas jadi cicitnya ramses.

  7. @rizzo

    Sholahuddin Al-Ayyubi itu adalah sunni, tidak diragukan lagi… siapa coba yg menggulung daulah Fatimiyah (Syi’ah) di Mesir… lewat tangan siapakah Al- Azhar yg dulunya perguruan tinggi-nya kaum syi’ah kemudian beralih menjadi perguruan tinggi-nya kaum sunni? kalopun Sholahuddin melakukan Taqiyah wkt itu… taqiyah model apa itu? dg menghabisi kekuasaan Dinasti Fatimiyah yg Syi’ah? :mrgreen:

    *berharap lolos moderasi*

  8. @Tonggos,

    Mohon dibaca sejarahnya dulu kalau belum mengetahuinya. Ini saya usahakan dibuat singkat. Baca ya samapai habis, jadi saya ini bukan membuat-buat atau fitnah. Tidak ada manfaatnya bagi saya dan bagi anda. Teliti dulu secara History, Antropology dan Islamologi.

    Bismillahirahmanirohim….

    Dinasti Fathimiyah itu berkuasa di mesir dan utara afrika dari tahun 908 sampai 1171. Nama Fathimiyah didirikan oleh Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah. Dalam sejarahnya perlu anda ketahui bahwa ada dua pendapat berbeda tentang Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah.

    1. Menurut Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah sendiri, dia adalah keturunan dari Fatimah Az-Zahra, anak Rasulullah dari Imam Ali.
    2. Dan menurut Sunni yang berkuasa waktu itu dinasti Abasiyah, Abu Muhammad ‘Ubaidu ‘llah adalah seorang cucu dari keturunan Yahudi Magian.

    Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah lahir pada tahun 882 dan dia menggunakan nama Fathimiyah karena dia mengaku sebagai keturunan Fatimah Az-Zahra. Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah mengaku sebagai Al-Mahdi (Imam Mahdi). Ibu kota Fathimiyah berada dekat Tunisia yaitu bekas jajahan Roma bernama Aphrodisium (dekat pantai utara Libya). Abu Muhammad ‘Ubaidu ‘llah juga mengaku sebagai Amirul mu’minin dan kekuasannya memang luar bisa mulai dari barat Afrika, selatan Italia (termasuk pulau Sicilia) sampai dengan Sudan selatan. Namun Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah tidak pernah menang melawan tentara dinasti Abasiyah yang menguasai utara mesir walaupun berkali-kali bertempur tapi tidak pernah menang samapai dia mati.

    Pengganti Abu Muhammad ‘Ubaidu‘llah adalah anaknya Al-Qa‘im terjadi pada tahun 933. Pada saat kekuasannya seorang keturunan Etiopia bernama Abu Yazid membunuh Al-Qa‘im dan merebut kekuasannya. Tidak lama kemudian Abu Yazid kalah oleh cucunya Abu Muhammad ‘Ubaidu ‘llah yang bernama Al-Mansur dan menjadi kahlifah Fathimiyah berikutnya.

    Al-Mansur mengirim anakanya Al-Mu‘izz untuk menyerang utara mesir kekuasaan dinasti Abasiyah dan berhasil menang. Dengan kemenangan tersebut pada tahun 955 Al-Mu‘izz merasa PD (PeDe) dan mengembangkan kekuasannya sampai Spanyol di barat dan ditimur termasuk Palestina hingga Damascus (Suriah). Pada tahun 972 ibukota Fathimiyah pindah dari Tunisia ke Cairo (Mesir).

    Pengganti Al-Mu‘izz adalah Al-‘Aziz pada tahun 978. Al-‘Aziz menguatkan kekuasaanya di Syria. Dia juga menikah dengan wanita Nasrani yang kakaknya tinggal Iskandariyah hingga dia membuat poros Iskandariyah-Jerusalem pada waktu itu.

    Pengganti Al-‘Aziz adalah Al-Hakim. Al-Hakim terkenal sangat kejam dan dia membunuh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dia juga memerintahkan agar membakar Gereja dan Sinagoga. Pada tahun 1009 dia juga menghancurkan tempat tersuci ummat Nasrani di Jerusalem.

    DISINILAH MULAINYA LAHIR TENTARA CRUSAIDER YANG DIKIRIM DARI ROMA

    Pada tahun 1021, Al-Hakim akhirnya dibunuh karena dia mengaku telah membuat agama baru yang mencampurkan antara barat dan Islam. Setelah mati Al-Hakim diganti oleh anaknya Az-Zahir. Az-Zahir tidak terlalu kejam tapi tetap saja membuat berang Vatikan Roma. Dia juga suka sekali dengan wanita-wanita. Pada tahun ini pula dinasti dan kekhalifahan Fathimiyah mulai surut dan pelan-pelan tertelan bumi.

    Pada tahun 1037 Az-Zahir mati dan diganti Al-Mustansir (anaknya). Al-Mustansir masih berumur 9 tahun. Pada kondisi Fathimiyah yang semakin habis dan lemah ini tentara bangsa Turks (Turkey sekarang) menyerang Syria dan merebut Palestina termasuk Jerusalem pada tahun 1076. Kekuasaan Al-Mustansir berantakan. Sebagian Mesir kembali diambil oleh Abasiyah dan menguasai utara sungai Nil.

    Pada tahun 1094 Al-Musta ‘li berkuasa menggantikan Al-Mustansir. Pada tahun ini juga Asia Minor dan Crusader melihat kesempatan untuk mengambil balik Jerusalem dan berhasil. Habislah kisah Jerusalem ditangan Fathimiyah pada tahun 1098.

    Sisa-sisa Fathimiyah yaitu Al-Amir (tahun 1101), Al-Hafiz (tahun 1129), Az-Zafir (tahun 1149) dan Al-Fa ‘iz (tahun 1154) tidak bisa merebut Jerusalem dan gagal melawan Crusader roma. Pada tahun terakhir Crusader semakin kuat karena bergabungnya bangsa Franca, Germania, England dan negara daratan eropa barat lainnya.

    PADA TAHUN 1154 FATHIMIYAH SUDAH TIDAK ADA LAGI SECARA KEKHALIFAHAN. SEMUA KEKUASAAN FATHIMIYAH DIAMBIL ALIH KEMBALI OLEH DINASTI ABASIYAH (PERHATIKAN DISINI ABASIYAH BELUM MENJADI KHALIFAH).

    Cuma masih ada satu orang yang bernama Al-‘Azid pada tahun 1160. Al-‘Azid disebutkan sebagai khalifah dinasti Fathimiyah terakhir dan kekuasannya di mesir terpecah menjadi dua faksi yaitu Dargham dan Shawir. Shawir didukung oleh Sunni dinasti Abasiyah yang dipimpin oleh Nur Ad-din. Faksi Shawir pimpinan Nur Ad-din mengirim Shirkuh untuk menghancurkan faksi Dargham. Shirkuh adalah seorang Syi’ah berasal dari suku Kurdi di kota Tikrit, desa Armenia. Shirkuh (Asad Ad-Din Shirkuh Ibnu Shadhi) inilah pamannya Salahuddin Al-Ayubbi. Dia juga yang melatih Salahuddin Al-Ayubbi menjadi komandan perang. Shirkuh atau Shir Kuh adalah orang Kurdish-Persian dengan julukan Singa Gunung. Anda bisa cari tentang Shirkuh’s yang merupakan nama Persia di http://www.factbites.com/topics/Shirkuh

    Shirkuh selalu gagal menumpas faksi Dargham bekas dinasti Fathimiyah terakhir tersebut. Shirkuh akhirnya diusir keluar dari mesir oleh Nur Ad-Din. Nur Ad-Din akhirnya memerintahkan Amauri untuk menumpas faksi Dargham dan berhasil menang. Hancur total Fathimiyah dari muka bumi. Faksi Shawir kaget dan agak ketakutan karena Amauri kejam dan membunuh semuanya termasuk orang nasrani dan Syi’ah. Namun akhirnya Amauri mati dan Nur Ad-Din kembali memanggil Shirkuh untuk menggantikannya sebagai komandan perang. Kejadian ini tidak begitu lama, Shirkuh pun akhirnya meninggal. Salahuddin terpukul berat. Pamannya yang melatih dia dan sangat disayangnya telah tiada.

    Nur Ad-Din sangat dekat dengan dinasti Abasiid. Nur Ad-Din memproklamirkan sebagai Al-Mustahdi, khalifah Abasiyah. Dan Nur Ad-Din meminta Salahuddin Al-Ayubbi untuk menggantikan pamannya. Nur Ad-Din akhirnya sakit dan meninggal. Pada sejarahnya Nur Ad-Din memrintahukan Salahuddin Al-Ayubbi untuk menjadi Sunni dan menumpas Syi’ah di timur jazirah. Pada tahun 1176 Salahuddin Al-Ayubbi berhasil menguasai Masyaf (kekuasaan Rashideddin di Suriah) dan setelah itu dia capek perang dan bunuh2in orang.

    Padahal Salahuddin Al-Ayubbi sebetulnya bisa menggantikan Nur Ad-Din kalau dia mau tapi dia tidak mau karena muak dengan gubernur-gubernur, pejabat Abasiyah yang sukanya mabuk, main perempuan dan berjudi. Didalam sejarahnya jika dia menjadi khalifah, maka dia akan menjadi khalifah Fathimiyah kembali.

    Didalam tulisan sejarah -ini saya kutip- dari penelitian Ismail Abaza (Cairo, Mesir)

    “Saladin claimed legitimacy not from his lineage, but from his upholding of Sunni orthodoxy. The Fatimids had failed, despite their long rule, to impart their faith to the mass of the Egyptian population, and Saladin and his successors addressed the task of making Egypt once more a center of orthodox belief.”

    Salahuddin Al-Ayubbi di legitimasi sebagai seorang Sunni oleh Sunni ortodox. Karena Fathimiyah telah hancur, maka disinilah Sunni mengklaim kalau Salahuddin Al-Ayubbi adalah seorang Sunni. Perlu diingat pula di jazirah arab, Syi’ah itu populasinya lebih dari 66% sisanya Sunni di yaman, mesir dan Khawarij di Oman. Sampai sekarang pun masih seperti ini kondisinya, namun ada satu yang disebut dengan Wahabbiyah. Secara sejarah, Wahabbi ini merupakan sekte dan terkenal di jazirah Arab sebagai Jama’ah Takfiriyah dan jumlahnya cuma 2%. Namun perlu diingat bahwa Syi’ah lebih banyak dibandingkan Sunni di jaziriah Arab sampai sekarang. Sayangnya mereka tidak memimpin negara sehingga tidak kelihatan sebagai penguasa.

    Didalam sejarah tulisan Karen Amstrong, Salahuddin Al-Ayubbi pernah sakit beberapa bulan, hingga suatu saat dia bermimpi membaca Al-Qur’an dan setelah terbangun dia sembuh. Dia bertobat karena telah banyak membunuh orang lantaran disuruh oleh Nur Ad-Din, kemudian ingin membayar tobatnya dengan berjihad kejalan Allah yaitu menguasai Jerusalem kembail.

    Jadi klaim tersebut masih dalam penelitian. Kesimpulannya antara lain:

    1. Fathimiyah bukanlan Syi’ah melainkan seorang keturunan Yahudi yang mengaku keturunan Fatimah A-Zahra dan mengaku sebagai Imam Mahdi. Bukti secara agama Islam jelas di Al-Qur’an, surah 33:33. Jelas tidak mungkin keturunan Rasulullah bejad. Karena Allah telah mensucikan Ahlulbait. Menurut saya pribadi, posisi Sunni disini benar, Fathimiyah bukanlah keturunan Rasulullah.

    Namun pasti yang namanya manusia itu Insan (pelupa), ada sajalah Syi’ah yang ikut2an Fathimiyah karena Syi’ah mayoritas di Jazirah Arab pada waktu itu juga. Begitu juga Sunni yang mengikuti kebejatan Mu’awiyah Bin Abu Sofyan.

    Mungkin juga Syi’ah pada waktu itu memanfaatkan kondisi Fathimiyah dan membuat Al-Azhar di Cairo. Ini spekulasi belaka saya dan maaf saya belum baca sejarahnya secara lengkap. Saya akan teliti kembali. Namun saya ingatkan bahwa keberadaan Syi’ah di Cariro waktu itu sebelum dan atau pada saat dinasti Abasiyah ataupun Fathimiyah tetap saja ada. Seperti sekarang saja, apapun yang terjadi dengan dunia, Syi’ah tetap eksis. Apa iya kalau Syi’ah di Iran dihancurkan AS dan Isreal maka akan hilang semua, kan tidak juga. Syi’ah sudah ada sejak zaman Abu Bakar, cuma namanya waktu itu bukan Syi’ah melainkan Syi’ah Ali.

    2. Salahuddin Al-Ayubbi tidak menghancurkan Fathimiyah namun dilegitimasi oleh Sunni sebagai yang menghancurkan Fathimiyah karena Nur Ad-Din dan Amauri nya sudah mati duluan.

    3. Klaim Salahuddin Al-Ayubbi sebagai Sunni oleh Sunni ortodox yang masih diteliti karena tidak ada catatan cara Salahuddin Al-Ayubbi beribadah kecuali sebagai dari keluarga Syi’ah. Yaitu Kurdish-Persian, desa Armenia, Tikrit. Namun perhatikan nama Salahuddin kalau ditulis Salah ad-Din, makanya ada yang mengira kalau Salahuddin itu keturunan Abasiyah si Nur ad-Din. Padahal nama asli beliau Al-malik An-nasir Salah Ad-Din Yusuf.

    Jadi saya cuma mau kasih tau yang menghancurkan Fathimiyah bukanlah Salahuddin Al-Ayubbi, melainkan Fathimiyah sendiri yang sudah semakin lemah dan dihancurkan oleh seorang yang bernama Nur Ad-Din dan Amauri yang terkenal kejam. Alias Khalifah Abasiyah.

    Wallahu’alam Bishawab.

    Referensi:
    – History of Islam, The Payne, Robert 1959, Barns & Noble Books, ISBN 1-56619-852-6
    – Dictionary of World History, Lenman, Bruce P. 1993 Chambers Harrap Pubishers, ISBN 0-7523-5008-0

  9. akhirnya ustad M3 muncul juga mengupdated blog ..
    bravo ustad,,,,maju terus…
    maklumi saja ustad syahwat itu…ups syarwat maksudnya..bawaannya iri dan dengki ajah…
    jadi seru kalo lc vs lc comment
    semoga dilindungi dan ditunjukki Allah rasul dan aimmah..selalu

    Terima kasih Mas Afri, semoga anda dan keluarga juga selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata’ala.

  10. Kelihatannya USTAD (asli gak tuh) AHMAD SARWAT lagi umbar syahwat, sampai-sampai do’i lupa diri apakah do’i ISLAM atau ZIONIS? Gak Sunni, Gak Syi’ah itu tetep aja Islam cuy yang bukan Islam itu SEKTE WAHABI yang jelas-jelas riwayat sejarahnya kalo tuh sekte bikinan Zionis buat menyemarakan kancah pengobok-obokan Islam. Yang belum tau sejarah kenapa adanya sunni-syi’ah jangan ngaco deh sok pinter komentar apalagi ngaku sok bener lagi. Walaupun saya bodoh tidak sekolah, saya tukang mabok, tukang zina apalagi saya gak punya gelar ustad tapi tidak pernah sedikit pun menghina sunni-syi’ah apalagi agama lain. Percuma sekolah jauh-jauh di negeri onta tapi hanya jadi ‘tukang pitnah’ (pitnah lbh bahlul dari pada fitnah). Kalau Ustad (asli gak sih?) Ahmad Sarwat punya kaca ayo lah ngaca dikit jangan sok maksum ustad.

    1. what should I say to this guy?? mm learn.. that’s the point. Learn from both neutral sources.. you’ll find the truth.. insyaAllah

  11. buat rizzo kalo nyari referensi …… jangan buku buatan bule dong,, kagak bener,,,,,,,, nyari sejarah islam .. cari nya sama bule ,………. hehehehehe

    1. lebih percaya sama tulisan bule =???? gak deh, kok ane jadi ragu dengan antum yang lebih percaya sama tulisan bule alias kafir itu.Sama saja antum belajar Islam ke negeri Bule=kafir??? Afalaa ta’qiluun ?????bravo buat dodol

  12. @dodol,

    Nah ini dia. Selalu ada orang picik seperti anda yang tidak tau unsur sejarah. Kalau anda tidak mau menerima tulisan sejarah hasil penelitian orang bule, maka seharusnya anda tidak boleh menerima tulisan sejarah orang Islam juga. Karena banyak yang terbukti salah dan bohong. Karena ummat Islam macem2 pola pikirnya. Namun apa bedanya sejarah yang ditulis orang bule sama yang bukan?

    Sekarang gini aja, kalau anda punya tulisan sejarah Salahuddin Al-Ayubbi buatan orang arab, orang Cina, orang afrika tolong kasih referensinya. Kalau beda baru deh saya percaya sama ngomongan anda yang sangat disayangkan picik sekali.

    Ini saya kasih contoh:
    Sejarah Indonesia yang ditulis sejarawan Indonesia apa beda dengan yang ditulis sejarawan Belanda?

    Belanda mengakui Indonesia medeka tahun 1949 sedangkan Indonesia 1945. Namun disejarah buku Belanda ditulis kalau Indonesia mengakui merdeka tahun 1945 namun pada awalnya belanda hanya mengakui merdeka pada tahun 1949. BELANDA MENGAKUI TERJADINYA PERISTIWA PROKLAMASI KEMERDEKAAN TERSEBUT.

    Mana bedanya coba? Sejarah itu intinya sebuah peristiwa TELAH TERJADI DAN BENAR TERJADI. Kalau belum ditemukan notkah kejadiannya, maka harus diteliti kebenarannya melalui Antropologi dan Arkeologi. Kalau tidak, berarti anda mau percaya sama ngomongan orang doang? Denger dari cerita murobbi yang gak tau bahkan tidak pernah baca sejarahnya. Makanya saya sarankan anda membaca yang banyak tentang sejarahnya dulu. Baru anda akan mengerti perbedaan tulisan sejarah, namun yang paling penting didalam penulisan sejarah adalah PERISTIWANYA TERJADI.

    Makanya saya simpulkan juga, belum bisa dibuktikan akalau Salahuddin Al-Ayubbi itu Syunni atau Syi’ah, namun yang sudah pasti dia lahir didalam keluarga Syi’ah. Ini sama aja mas, maua yang tulis orang Cina, orang Jepang, ornag Indonesia, ya sama. Karena peristiwa kelahiran Salahuddin Al-Ayubbi itu ada. Kalau anda ke Tikrit di Iraq, maka tempat kelahiran Salahuddin Al-Ayubbi itu ada dan keturunan beliau sampai sekrang juga ada.

  13. @ rizzo,

    Aduh Pusing…….. !!!!!!!……..,
    mas rizzo saya mah gak ngerti bahasa2 gituan.. alias kata2 nya terlalu berat untuk saya, yang jelas sih,,,, saya sebagai muslim pasti ….. menggunakan referensi orang muslim juga … tapi bukan JIL lho (dan sejenisnya) pemikirannya nyeleneh… gak sama dengan yang saya dapatkan dari orang tua, dan ajengan saya hehehe……
    Patokan nya kalo mencari dasar hukum …… cari di Alquran.. kalo gak ada cari di Hadist kalo gak ada cari di Ijma Ulama.. bukannya begitu bukan cari dari Ijma BULE hehehe….

    Mengenai referensi nya … aku sendiri tidak tahu… tapi mungkin mas bisa cari di perpustakaan Islam di kairo…

      1. salah banget kesimpulannya … :)
        mas aji, kalau tidak tahu itu tanyakan dan jangan malah membuat kesimpulan yang bersumber dari burung khayalan yang menclak-menclok dari satu sudut pikiran anda ke sudut lainnya :mrgreen:
        Gini aja deh, kan anda nih yang membuat kesimpulan, sekarang tunjukkan argumen dan bukti2nya? bisa?

  14. @dodol,

    Makanya ikuti neshat saya, baca dulu buku sejarahnya. Di perpustakaan di Cairo tidak banyak tentang Salahuddin Al-Ayubbi, namun lebih banyak tentang Fathimiyah-nya. Anda bisa baca tulisan dari penelitian Ismail Abaza (Cairo, Mesir) tentang Salahuddin Al-Ayubbi. Notabene hasilnya memang sama. Peristiwa itu terjadi dan banyak yang masih tanda tanya. Masih harus dibuktikan secara Antropologi dan Arkeologi.

    Referensi sejarah tidak ada hubungan dengan hasil penelitian orang muslim atau non muslim. Karena sejarah itu ilmu pengetahuan umum dan selama tidak manyangkut syarat agama maka boleh2 saja anda teliti. Dan setiap penelitian sejarah harus bisa dibuktikan. Jadi kalau ada klaim sejarah seperti misalnya, penuduhan Adam Malik sebagai agen CIA. Beliau sudah wafat. Tim Weiner hanya mendapat dari kutipan mantan CIA di AS. Maka hal ini harus dibuktikan secara teknis. Apa yang akan anda katakan jika penulisnya orang Islam, apa anda akan langsung percaya? kan tidak juga. Kira2 begitulah maksudnya.

    Anda bilang anda bukan JIL? yang bener ah. Saya sama sekali tidak berpikir kesana tapi anda sendiri yang menulisnya nih. Saya jadi malah curiga nih. Hehehe… Anda JIL kali ya?

    Kalau anda bilang Al-Qur’an, Hadist dan Ijma Ulama, maka saya mau tanya dari mana referensi anda bilang harus seperti ini? Apa ada hadist Rasulullah yang mengatakan seperti ini? Kan gak ada.

    Ini saya kasih refrensi Hadistnya:
    “Kutinggalkan kepadamu ats-Tsaqalain (seusatu yang sangat berharga), Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Ahlul Bait (Keluarga/Itrah Rasulullah). Sungguh keduanya tak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di al-Haud” Rawahul Hakim dalam bukunya al-Mustardak, Juz ke 3, halaman 148. Shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim walaupun tidak dikutip oleh beliau dibukunya. Hadist diatas juga diriwayatkan oleh Adz-Dzhabi.

    Dan masih banyak lagi termasuk yang Rawahul Bukhari dan Muslim.

    1. ikutan ah! buat bang rizzo and semuanya tentang sejarah rujukannya ya buku para ulama, nah bingung dah ulam mana nih? syi’ah apa sunni apa JIL anak ingusan yang mau jadi uu.. lama……! jawab dah ndiri tar baru ane bls

  15. wah anak sekarang baru baca sumber sejarah dari internet aja udah merasa pinter, mengalahkan orang orang terdahulu yang masih dapat di percaya kejujuranya. saya tidak percaya dengan orang pinter sekarang. pinter tapi keblinger, ngomong casciscus, idealis, eh begitu ada duit, jabatan diem. Hati manusia tidak dapat berbohong, tanyalah pd hatimu omonganmu bener atau salah.

    Saya tidak tahu poin bludreg :D anda ini ditujukan kepada siapa. Apakah kepada saya si pemilik blog ini ataukah saudara Ali Reza yang menulis artikel ini? Tapi yang jelas, kemarahan anda semakin menunjukkan ketidaktahuan anda terhadap persoalan yang dibahas, dan kesumpekkan anda yang tertuang di atas menunjukkan fanatisme yang membabi buta sehingga seluruh pernyataan anda yang berbau sarkastik itu jelas tidak obyektif dengan substansi artikel yang dibahas oleh saudara Ali Reza.

    Imam Ali as pernah berkata bahwa manusia itu ada empat tipe: pertama orang yang tahu dan dia sadar kalau dirinya itu tahu, maka ikutilah orang itu, kedua orang yang tahu tapi dia tidak sadar kalau dirinya itu tahu, maka ingatkanlah orang itu, ketiga, orang yang tidak tahu dan dia sadar kalau dirinya itu tidak tahu, maka ajarkanlah orang itu, keempat, orang yang tidak tahu, tapi dia tidak tahu kalau dirinya itu tidak tahu, maka jauhkanlah orang seperti ini karena kebodohannya kwadrat … :mrgreen:
    Jadi, memang benar bahwa hati manusia yang sadar diri itu tidak berbohong. Untuk itu, coba bertanyalah pd hati anda … anda tipe manusia ke berapa? … ;)

  16. faktanya iran gak ngirim pasukan blas ke palestine sampe ada gencatan senjata :mrgreen:

    Alhamdulillah, saya sangat bersyukur Hamas, Hizbullah dan Iran tidak menerapkan “gaya berpolitik” seperti Anda dan Ust. Ahmad Sarwat Lc. Karena Kalau saja setiap “politikus” dan “ulama” Muslim itu berpikirnya seperti Anda atau Ust. Ahmad Sarwat Lc, maka umat agama ini pasti sudah binasa sejak lama… :lol:

    Peaaace … :mrgreen:

  17. hahahahah betul apa yang dikatakan itu, iran itu cuma omong doank, sesumbar aja mau memerangi israel. tapi apa buntinya? ternyata ahmadinejad tertangkap wartawan sedang melakukan pertemuan dengan pembesar yahudi di amerika. hihihihihi(cek di majalah times)

    hihihihihi

    Itu bukan tertangkap wartawan mas, tapi memang terang2an krn yg ditemui Ahmadinejad itu adalah kelompok Yahudi Naturei Karta. Kelompok ini adalah Yahudi anti terhadap zionisme dan pembentukan negara zionis-israel saat ini. Trus? :mrgreen:

    1. mas2 yang namanya yahudi ya yahudi, podo karo koe. moso ada orang yahudi yang mau di panggil muslim? ada ga..????

  18. hahahahahhaha…
    si Ikan Asin tertangkap kebodohannya…..
    dia pikir semua yahudi itu zionis….makanya bisa baca dan mau baca dan gunakan akal sehat biar nggak keliatan bodohnya …mas

  19. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (QS. Al-Hujurat : 11)

    from manusia biasa for united islam

  20. Saudara2,para asatidzah yg saya muliayakan, bila kita hendak bertanya kepada ust.Sarwat, baik itu yang bersifat mengkritik maupun tabayyun, marilah kita bertanya langsung kepada beliau, di http://www.ustsarwat.com atau di situs2 yang memang beliau ada / mengisi beberapa rubrik disitu, sehingga beliau tau, kalau ada pertanyaan / kritikan untuknya, bukan dibelakang beliau yang justru hanya mengumbar nafsu kita semata. Semoga Allah Ta’ala menjaga hati kita semua dari yg demikian,karena 2 kerugian yg kita dapat berghibah dan fitnah.

    Tulisan ini mengklarifikasi kesalahan pesepsi Ahmad Sarwat mas, terutama mengenai struktur kemiliteran di Repblik Islam Iran, makanya jangan cuma baca judulnya saja, tapi artikelnya juga dibaca. Akui saja kalau dia memang saat itu salah dalam membuat pernyataan, jadi dia pun bisa belajar dari kesalahannya. Kalau setiap kritikan dan masukan itu harus selalu langsung ke tempat yang bersangkutan dan kalau selain itu dianggap ghibah apalagi fitnah, wah saya kira anda ini sudah salah tapi menggunakan dalil. Kalau artikel ini memuji Ahmad Sarwat di tempat ini dan tidak langsung ke situsnya, anda bakal keberatan juga gak mas? Jadi bersikaplah rasional dan proporsional-lah dalam menilai. Kan tautannya juga saya sertakan, jadi terimalah kalau saat itu dia memang tidak tahu, lalu membuat suatu kesimpulan tentang politik dan peran militer Iran atas dasar ketidaktahuannya itu … so, accept it …! Dan bersyukurlah setidaknya masih ada yang mau menegur dia pada saat dia membuat suatu kesimpulan yang salah …

    :)

  21. Ini situs syi’ah apa situs kristen ya ..? apa emang dua2nya sejoli ?

    Makanya perbanyaklah membaca sebelum membuat kesimpulan mas … pernyataan anda itu adalah tindak pengambilan kesimpulan sebelum adanya proses pengetahuan … coba tanyakan kepada diri Anda, apakah Syiah itu? Berapa buku yang telah ditulis oleh para ulama Syiah yang telah anda baca? Berapa lama waktu yang telah anda curahkan untuk mempelajari Syiah? Saya kira anda sudah tahu sendiri jawabannya … iya kan? :)

    Lalu tanyakan juga kepada diri Anda, apakah Kristenitas itu? Berapa banyak karya-karya tulis umat Kristiani yang pernah anda baca? Pernahkah anda membaca Alkitab mereka? Apa perbedaan antara Yudaisme dan Kristenitas? Apa hubungan Islam yang merupakan agama yang anda anut dengan umat-umat sebelum anda? Berapa lama waktu yang telah anda curahkan untuk mempelajari ajaran-ajaran tersebut? Dan tentu saja masih banyak lagi … dalam hal ini, sekali lagi saya saya kira anda sudah tahu sendiri jawabannya … bukankah begitu? :lol:

    Nah, kesimpulan yang anda buat terhadap blog ini dalam akademisnya lebih tepat disebut sebagai … argumentum ad absurdum mas … :mrgreen:

    Ingatlah pesan Al-Qur’an mas, IQRA’ … perbanyaklah membaca yaa, karena membaca bisa meluaskan wawasan berpikir dan menumbuhkan kesadaran rasional anda serta sikap kedewasaan … maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang layak, tapi seperti yang Alkitab katakan “wa aktharuhum lilhaqqi kaarihun…” semoga nasehat ini bermanfaat bagi saya dan juga diri anda … ;)

  22. knp yah…kalo org2 salafy/wahaby ngomong,,ujung2 argumen mereka kelihatan mentah..
    jangan yg diomong kagak pake lewat otak dulu yah…
    atau jangan…memang …hihihiii

  23. wah kelihatannya orang yahudi, nasrani tertawa terbahak2 melihat umat islam saling menghujat, gampang banget ya jadi provokator buat orang islam…orang islam gendeng

      1. Selama “versus” ini dalam batasan diskusi yang rasional dan realistis, pemenangnya adalah penganut agama ibrahimik dan pendamba kebenaran … dan bukan zionis

  24. sadarilah kalau syiah itu buatan yahudi… iran berteman dengan yahudi…dan yahudi merasa bukan dengan syiah lah mereka kalah…
    syiah mengkafirkan sahabat Nabi SAW… imam mereka maksum sama dengan Nabi SAW… aneh klo aliran sperti ini dibela..

  25. Sssstttt….gak usah ribut yaaa….silahkan baca Alquran-nya menurut pemahaman masing2. Perhatikan ayat2 nubuwahnya dengan mengamati kejadian aktual yg anda bisa saksikan dengan mata, telinga dan akal anda masing-masing. Siapkan 2 STEMPEL sesuai Almujaddalah 58:14-22. Stempel HIZBUSYAITON dan stempel HIZBULLAH. Caranya gampang!!! Yg semua sepakat siapa gembong ketidakadilan sekarang ini???? Pasti USA dan Israel. Setujukan!!!!! Nah tinggal selangkah lagi tuh. Coba silahkan dibuat daftar siapa negara2 yang mendukung dan bekerja sama erat dengan mereka secara nyata dan siapa2 seterunya!!!!! Siapa yg mengeluarkan fatwa membela orang2 terjajah melawan penjajah dan siapa yg menyuruh mereka untuk hijrah sebagai orang kalah perang karena menganggap mereka menganiaya diri sendiri.
    Dah..gak usah ribut. Kebenaran sejarah ada pada penguasa. Yg banyak beredar berarti sesuai dengan versi penguasa. Yang nyelenah berarti tidak disukai penguasa.
    Gitu aja kok repot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s