Peringatan Nabi SAW Tentang Munculnya Wahabi!

NO COMMENT!

NO COMMENT!

Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi.

Sungguh Nabi s a w telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah merupakan tanda kenabian beliau s a w, karena termasuk memberitakan sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb. Hadits-hadits itu antara lain:

1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).

2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).

3. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur’an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen).

4. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat.

5. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur kepala (plontos – pen).

6. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.

7. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah timur (Najed – pen).

8. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan Wahabi dari sebelah timur / Najed – pen).

9. (Nabi s a w berdo’a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.

10. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.

Dalam hadits-hadits tsb dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen). Dan ini adalah merupakan nash atau perkataan yang jelas ditujukan kepada kaum khawarijin yang datang dari arah timur, yakni para penganut Ibnu Abdil Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya bercukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikut kepadanya tidaklah dibolehkan berpaling dari majelisnya sebelum melakukan perintah tsb (bercukur – plontos). Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dari aliran-aliran SESAT lainnya. Oleh sebab itu, hadits-hadits tsb jelas ditujukan kepada mereka, sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal, seorang mufti di Zubaid. Beliau r a berkata: “Tidak usah seseorang menulis suatu buku untuk menolak Ibnu Abdil Wahhab, akan tetapi sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah s a w itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidaklah pernah berbuat demikian selain mereka.”

Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabisme – pen) sungguh pernah juga memerintah kaum wanitanya untuk bercukur (gundul – pen). Pada suatu saat ada seorang wanita masuk agamanya dan memperbarui Islamnya sesuai dengan doktrin yang dia masukkan, lalu dia memerintahkan wanita itu bercukur kepala (gundul pacul – pen). Kemudian wanita itu menjawab: “anda memerintahkan kaum lelaki bercukur kepala, seandainya anda memerintahkan mereka bercukur jenggot mereka maka boleh anda memerintahkan kaum wanita mencukur rambut kepalanya, karena rambut kaum wanita adalah kedudukannya sama dengan jenggot kaum lelaki”.Maka dia kebingungan dan tidak bisa berkata apa-apa terhadap wanita itu. Lalu kenapa dia melakukan hal itu, tiada lain adalah untuk membenarkan sabda Nabi s a w atas dirinya dan para pengikutnya, yang dijelaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul/plontos). Jadi apa yang dia lalukan itu semata-mata membuktikan kalau Nabi s a w itu benar dalam segala apa yang disabdakan.

Adapun mengenai sabda Nabi s a w yang mengisyaratkan bahwa akan ada dari arah timur (Najed – pen) keguncangan dan dua tanduk syaithon, maka sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk syaithon itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahhab.Sebagian ahli sejarah menyebutkan peperangan BANI HANIFAH, mengatakan: Di akhir zaman nanti akan keluar di negeri Musailamah seorang lelaki yang menyerukan agama selain agama Islam.

Ada beberapa hadits yang didalamnya menyebutkan akan timbulnya fitnah, diantaranya adalah:

1. Darinya (negeri Musailamah dan Muhammad bin Abdul Wahhab) fitnah yang besar yang ada dalam ummatku, tidak satupun dari rumah orang Arab yang tertinggal kecuali dimasukinya, peperangan bagaikan dalam api hingga sampai keseluruh Arab, sedang memeranginya dengan lisan adalah lebih sangat (bermanfaat – pen) daripada menjatuhkan pedang.

2. Akan ada fitnah yang menulikan, membisukan dan membutakan, yakni membutakan penglihatan manusia didalamnya sehingga mereka tidak melihat jalan keluar, dan menulikan dari pendengaran perkara hak, barang siapa meminta dimuliakan kepadanya maka akan dimuliakan.

3. Akan lahir syaithon dari Najed, Jazirah Arab akan goncang lantaran fitnahnya.Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub As-Sayyid Abdullah Al-Haddad Ba’Alawi didalam kitabnya :”Jalaa’uzh zhalaam fir rarrdil Ladzii adhallal ‘awaam” sebuah kitab yang agung didalam menolak faham wahabi, beliau r a menyebutkan didalam kitabnya sejumlah hadits, diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib r a sbb :“Akan keluar di abad kedua belas nanti dilembah BANI HANIFAH seorang lelaki, tingkahnya seperti pemberontak, senantiasa menjilat (kepada penguasa Sa’ud – pen) dan menjatuhkan dalam kesusahan, pada zaman dia hidup banyak kacau balau, menghalalkan harta manusia, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah manusia, dibunuhnya manusia untuk kesombongan, dan ini adalah fitnah, didalamnya orang-orang yang hina dan rendah menjadi mulia (yaitu para petualang & penyamun digurun pasir – pen), hawa nafsu mereka saling berlomba tak ubahnya seperti berlombanya anjing dengan pemiliknya”. Kemudian didalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Tamim. Oleh sebab itu hadits tersebut mengandung suatu pengertian bahwa Ibnu Abdul Wahhab adalah orang yang datang dari ujung Tamim, dialah yang diterangkan hadits Nabi s a w yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri r a bahwa Nabi s a w bersabda :“Sesungguhnya diujung negeri ini ada kelompok kaum yang membaca Al Qur’an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka membunuh pemeluk Islam dan mengundang berhala-berhala (Amerika, Inggeris dan kaum Zionis baik untuk penggalian berhala purbakala atau untuk kepentingan yang lain – pen), seandainya aku menjumpai mereka tentulah aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum ‘Ad.Dan ternyata kaum Khawarij ini telah membunuh kaum muslimin dan mengundang ahli berhala (Amerika, Zionis dan sekutunya – pen). Ketika Imam Ali bin Abi Thalib kw ditebas oleh kaum khawarij, ada seorang lelaki berkata: “Segala Puji bagi Allah yang telah melahirkan mereka dan menghindarkan kita dari mereka”. Kemudian Imam Ali berkata: “Jangan begitu, demi Tuhan yang diriku berada didalam Kekuasaan-Nya, sungguh diantara mereka ada seorang yang dalam tulang rusuknya para lelaki yang tidak dikandung oleh perempuan, dan yang terakhir diantara mereka adalah bersama dajjal”.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abubakar didalamnya disebutkan BANI HANIFAH, kaum Musailamah Al-Kadzdzab, Beliau s a w berkata: “Sesungguhnya lembah pegunungan mereka senantiasa menjadi lembah fitnah hingga akhir masa dan senantiasa terdapat fitnah dari para pembohong mereka sampai hari kiamat”.Dalam riwayat lain disebutkan: “Celaka-lah Yamamah, celaka karena tidak ada pemisah baginya”

Di dalam kitab Misykatul Mashabih terdapat suatu hadits berbunyi sbb: “Di akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang akan membicarakan kamu tentang apa-apa yang belum pernah kamu mendengarnya, begitu juga (belum pernah) bapak-bapakmu (mendengarnya), maka berhati-hatilah jangan sampai menyesatkan dan memfitnahmu”.Allah SWT telah menurunkan ayat Al Qur’an berkaitan dengan BANI TAMIM sbb:“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti”. (QS. 49 Al-Hujurat: 4).

Juga Allah SWT menurunkan ayat yang khitabnya ditujukan kepada mereka sbb: “Jangan kamu semua mengangkat suaramu diatas suara Nabi”. (QS. 49 Al-Hujurat 2)Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Sebenarnya ayat yang diturunkan dalam kasus BANI HANIFAH dan mencela BANI TAMIM dan WA”IL itu banyak sekali, akan tetapi cukuplah sebagai bukti buat anda bahwa kebanyakan orang-orang Khawarij itu dari mereka, demikian pula Muhammad bin Abdul Wahhab dan tokoh pemecah belah ummat, Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud (pendiri kerajaan Saudi Arabia – pen) adalah dari mereka”.

Diriwayatkan bahwa Nabi s a w bersabda: “Pada permulaan kerasulanku aku senantiasa menampakkan diriku dihadapan kabilah-kabilah pada setiap musim dan tidak seorangpun yang menjawab dengan jawaban yang lebih buruk dan lebih jelek daripada penolakan BANI HANIFAH”. Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Ketika aku sampai di Tha’if untuk ziarah ke Abdullah Ibnu Abbas r a, aku bertemu dengan Al-Allamah Syeikh Thahir Asy-Syafi’i, dia memberi tahukan kepadaku bahwa dia telah menulis kitab guna menolak faham wahabi ini dengan judul: “AL-INTISHARU LIL AULIYA’IL ABRAR”. Dia berkata kepadaku: “Mudah-mudahan lantaran kitab ini Allah memberi mafa’at terhadap orang-orang yang hatinya belum kemasukan bid’ah yang datang dari Najed (faham Wahabi), adapun orang yang hatinya sudah kemasukan maka tak dapat diharap lagi kebahagiannya, karena ada sebuah hadits riwayat Bukhari: ‘Mereka keluar dari agama dan tak akan kembali’. Sedang yang dinukil sebagian ulama yang isinya mengatakan bahwa dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah semata-mata meluruskan perbuatan orang-orang Najed, berupa anjuran terhadap orang-orang Baduy untuk menunaikan sholat jama’ah, meninggalkan perkara-perkara keji dan merampok ditengah jalan, serta menyeru kemurnian tauhid, itu semua adalah tidak benar”.

Memang nampaknya dari luar dia telah meluruskan perbuatan manusia, namun kalau ditengok kekejian-kekejiannya dan kemungkaran-kemungkaran yang dilakukannya berupa:

1. Mengkafirkan ummat muslimin sebelumnya selama 600 tahun lebih (yakni 600 tahun sebelum masa Ibnu Taimiyah dan sampai masa Wahabi, jadi sepanjang 12 abad lebih- pen).

2. Membakar kitab-kitab yang relatif amat banyak (termasuk Ihya’ karya Al-Ghazali)3. Membunuh para ulama, orang-orang tertentu & masyarakat umum.

4. Menghalalkan darah dan harta mereka (karena dianggap kafir – pen)

5. Melahirkan jisim bagi Dzat Allah SWT.

6. Mengurangi keagungan Nabi Muhammad s a w, para Nabi & Rasul a s serta para Wali r a

7. Membongkar makam mereka dan menjadikan sebagai tempat membuang kotoran (toilet).

8. Melarang orang membaca kitab “DALAA’ILUL KHAIRAT”, kitab Ratib dan dzikir-dzikir, kitab-kitab maulid Dziba’.

9. Melarang membaca Shalawat Nabi s a w diatas menara-menara setelah melakukan adzan, bahkan telah membunuh siapa yang telah melakukannya.

10. Menyuap orang-orang bodoh dengan doktrin pengakuan dirinya sebagai nabi dan memberi pengertian kepada mereka tentang kenabian dirinya dengan tutur kata yang manis.

11. Melarang orang-orang berdo’a setelah selesai menunaikan sholat.

12. Membagi zakat menurut kemauan hawa nafsunya sendiri.

13. Dia mempunyai i’tikad bahwa Islam itu sempit.

14. Semua makhluk adalah syirik.

15. Dalam setiap khutbah dia berkata bahwa bertawasul dengan para Nabi, Malaikat dan para Wali adalah kufur.

16. Dia mengkafirkan orang yang mengucapkan lafadz: “maulana atau sayyidina” terhadap seseorang tanpa memperhatikan firman Allah yang berbunyi: “Wasayyidan” dan sabda Nabi s a w kepada kaum Anshar: “Quumuu li sayyidikum”, kata sayyid didalam hadits ini adalah shahabat Sa’ad bin Mu’adz.

17. Dia juga melarang orang ziarah ke makam Nabi s a w dan menganggap Nabi s a w itu seperti orang mati lainnya.

18. Mengingkari ilmu Nahwu, lughat dan fiqih, bahkan melarang orang untuk mempelajarinya karena ilmu-ilmu tsb dianggap bid’ah.

Dari ucapan dan perbuatan-perbuatannya itu jelas bagi kita untuk menyakini bahwa dia telah keluar dari kaidah-kaidah Islamiyah, karena dia telah menghalalkan harta kaum muslimin yang sudah menjadi ijma’ para ulama salafushsholeh tentang keharamannya atas dasar apa yang telah diketahui dari agama, mengurangi keagungan para Nabi dan Rasul, para wali dan orang-orang sholeh, dimana menurut ijma’ ulama’ keempat mazhab Ahlissunnah wal jama’ah / mazhab Salafushsholeh (yang asli – pen) bahwa mengurangi keagungan seperti itu dengan sengaja adalah kufur, demikian kata sayyid Alwi Al-Haddad”.

Dia berusia 95 tahun ketika mati dengan mempunyai beberapa orang anak yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali mereka disebut dengan AULADUSY SYEIKH atau PUTRA-PUTRA MAHA GURU AGUNG (menurut terminologi yang mereka punyai ini adalah bentuk pengkultusan-individu, mengurangi kemuliaan para Nabi dan Rasul tapi memuliakan dirinya sendiri – dimana kejujurannya? – pen). Mereka ini mempunyai anak cucu yang banyak dan kesemuanya itu dinamakan AULADUSY SYEIKH sampai sekarang.

Catatan: Kalau melihat 18 point doktrin Wahabi diatas maka jelaslah bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang preman dan petualang akidah serta sama sekali tidak dapat digolongkan bermazhab Ahlissunnah Wal Jama’ah atau mazhab Salafush-Sholeh.

Ada lagi doktrin yang tidak disebutkan oleh penulis diatas yaitu:

1. Melarang penggunaan alat pengeras untuk adzan atau dakwa atau apapun.

2. Melarang penggunaan telpon.

3. Melarang mendengarkan radio dan TV

4. Melarang melagukan adzan.

5. Melarang melagukan / membaca qasidah

6. Melarang melagukan Al Qur’an seperti para qori’ dan qari’ah yakni yang seperti dilagukan oleh para fuqoha

7. Melarang pembacaan Burdah karya imam Busiri rahimahullah

8. Melarang mengaji “sifat 20″ sebagai yang tertulis dalam kitab Kifatayul Awam, Matan Jauharatut Tauhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid Asy’ari / kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah, karena tauhid kaum Wahabi berkisar Tauhid “Rububiyah & uluhiyah” saja.

9. Imam Masjidil Haram hanya seorang yang ditunjuk oleh institusi kaum Wahabi saja, sedang sebelum Wahabi datang imam masjidil Haram ada 4 yaitu terdiri dari ke 4 madzhab Ahlussunnah yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Inilah, apakah benar kaum Wahabi sebagai madzhab Ahlissunnah yang melarang madzhab Ahlussunnah?. Tepatnya, Wahabi adalah: “MADZHAB YANG MENGHARAMKAN MADZHAB”.

10. Melarang perayaan Maulid Nabi pada setiap bulan Rabiul Awal.

11. Melarang perayaan Isra’ Mi’raj yang biasa dilaksanakan setiap malam 27 Rajab, jadi peraktis tidak ada hari-hari besar Islam, jadi agama apa ini kok kering banget?

12. Semua tarekat sufi dilarang tanpa kecuali.

13. Membaca dzikir “La Ilaaha Illallah” bersama-sama setelah shalat dilarang

14. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah dan melarang pembacaan Qunut pada shalat subuh.

Doktrin-doktrin Wahabi ini tidak lain berasal dari gurunya Muhammad bin Abdul Wahhab yakni seorang orientalis Inggris bernama Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah guna mengadu domba kaum muslimin. Imprealisme / Kolonialisme Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru ditengah ummat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Jadi Wahabiisme ini sebenarnya bagian dari program kerja kaum kolonial.

Mungkin pembaca menjadi tercenggang kalau melihat nama-nama putra-putra Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali dimana adalah nama-nama yang tekait dekat dengan nama tokoh-tokoh ahlilbait, hal ini tidak lain putra-putranya itu lahir sewaktu dia belum menjadi rusak karena fahamnya itu dan boleh jadi nama-nama itu diberikan oleh ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab yang adalah seorang sunni yang baik dan sangat menentang putranya setelah putranya rusak fahamnya dan demikian pula saudara kandungnya yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahhab sangat menentangnya dan menulis buku tentangan kepadanya yang berjudul :”ASH-SHAWA’IQUL ILAHIYAH FIRRADDI ALA WAHABIYAH”. Nama-nama itu diberikan oleh ayahnya tidak lain untuk bertabaruk kepada para tokoh suci dari para ahlilbait Nabi s a w. Kemudian nama-nama itu tidak muncul lagi dalam nama-nama orang yang sekarang disebut-sebut atau digelari Auladusy Syaikh tsb.

Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu’ala (Makkah), di Baqi’ & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya.

Semula seluruh yang menjadi manasik haji itu akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentang termasuk Sayyid Almutawalli Syakrawi dari Mesir maka diurungkannya.

Setelah saya memposting tentang Wahabi ini seorang ikhwan mengirim email ke saya melalui Japri dan mengatakan kepada saya bahwa pengkatagorian Wahabi sebagai kelompok Khawarij itu kurang lengkap, karena Wahabi tidak anti Bani Umaiyah bahkan terhadap Yazid bin Muawiyah pun membelanya. Dia memberi difinisi kepada saya bahwa Wahabi adalah gabungan sekte-sekte yang telah menyesatkan ummat Islam, terdiri dari gabungan Khawarij, Bani Umaiyah, Murji’ah, Mujassimah, Musyabbihah dan Hasyawiyah. Teman itu melanjutkan jika anda bertanya kepada kaum Wahabi mana yang lebih kamu cintai kekhalifahan Bani Umaiyah atau Abbasiyah, mereka pasti akan mengatakan lebih mencintai Bani Umaiyah dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat yang pada intinya meskipun Bani Abbas tidak suka juga pada kaum alawi tapi masih ada ikatan yang lebih dekat dibanding Bani Umaiyah, dan Bani Umaiyah lebih dahsyat kebenciannya kepada kaum alawi, itulah alasannya.

Wahai saudaraku yang budiman, waspadalah terhadap gerakan Wahabiyah ini mereka akan melenyapkan semua mazhab baik Sunni (Ahlussunnah Wal Jama’ah) maupun Syi’ah, mereka akan senantiasa mengadu domba kedua mazhab besar. Sekali lagi waspadalah dan waspadalah gerakan ini benar-benar berbahaya dan jika kalian lengah, kalian akan terjengkang dan terkejut kelak. Gerakan ini dimotori oleh juru dakwa – juru dakwa yang radikal dan ekstrim, yang menebarkan kebencian dan permusuhan dimana-mana yang didukung oleh keuangan yang cukup besar (petro-dollar).

Kesukaan mereka menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahlil bid’ah, itulah ucapan yang didengung-dengungkan disetiap mimbar dan setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri.

Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng Islam kan penduduk negeri ini. Diantaranya timbulnya fitnah perang padri yang penuh kekejian dan kebiadaban persis seperti ketika Ibnu Sa’ud dan Ibnu Abdul Wahab beserta kaumnya menyerang haramain.

Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih tercampur kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu jasanya telah meng Islam kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng Islam kan yang 10 % sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkapan orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwa ke negeri kita ini tentu orang-orang yang asal bunyi dan menjadi corong bicara kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir lainnya (Naudzu Billah min Dzalik).

Klaim Wahabi bahwa mereka penganut As-Salaf, As-Salafushsholeh dan Ahlussunnah wal Jama’ah serta sangat setia pada keteladanan sahabat dan tabi’in adalah omong kosong dan suatu bentuk penyerobotan HAK PATEN SUATU MAZHAB. Mereka bertanggung jawab terhadap hancurnya peninggalan-pininggalan Islam sejak masa Rasul suci Muhammad s a w, masa para sahabatnya r a dan masa-masa setelah itu. Meraka menghancurkan semua nilai-nilai peninggalan luhur Islam dan mendatangkan arkeolog-arkeolog (ahli-ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan pra Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata dsb. Mereka dengan bangga setelah itu menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, maka jelaslah penghancuran nilai-nilai luhur peninggalan Islam tidak dapat diragukan lagi merupakan pelenyapan bukti sejarah hingga timbul suatu keraguan dikemudian hari.Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-ngaku sebagai faham yang hanya berpegang pada Al Qur’an dan As-Sunnah serta keteladanan Salafushsholeh apalagi mengaku sebagai GOLONGAN YANG SELAMAT DSB, itu semua omong kosong dan kedok untuk menjual barang dagangan berupa akidah palsu yang disembunyikan. Sejarah hitam mereka dengan membantai ribuan kaum muslimin di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang di namakan Saudi, suatu nama bid’ah karena nama negeri Rasulullah s a w diganti dengan nama satu keluarga kerajaan yaitu As-Sa’ud). Yang terbantai itu terdiri dari para ulama-ulama yang sholeh dan alim, anak-anak yang masih balita bahkan dibantai dihadapan ibunya.

Sumber: Gunawan Heriyanto

15 Tanggapan

  1. TerLAKNATlah WAHABI…mazhab jadi2an…perusak agama , perusak persatuan….layak untuk dienyahkan!!! Ada hadist Nabi saww : ” memandang wajah ulama adalah ibadah.”…Inna lillahi…siapapun males and tak sudi la yawww liat wajah yang terpampang di atas itu….emang jauh dari kelayakan……Shalawat …adrikna ya MAHDI.

    • emosional banget sih,

      emosional?! Wah anda ini agak over-confidence dalam menilai sesuatu … :lol: … anda yang mungkin emosional kok malah saya yang dituduh begitu … :)

      pake hujjah yang jelas, jangan ikut emosi, argumen anda ko tidak meyakinkan,

      :lol: … iya .. iya .. menurut saya hujjah anda “jelas”, sangat “tidak emosi” :lol: … dan argumen anda “meyakinkan” … :mrgreen:

      jadilah orang muslim yang sebenarnya,

      Iya mbak/mas Muslim yang sudah benar … :mrgreen:

      kalo debat, debatlah dengan cara yang baik, bahasa yang santun dan argumentatif, kasih pembandingnya dan biarkan orang menilai, in.allah kalo maksud anda baik anda telah mendapat pahala walau orang tidak mengakui kebenaran yg anda paparkan,

      Mas/mbak, daripada sibuk mengintrospeksi diri saya, meski saya berterima kasih untuk nasehat2nya, tapi cobalah introspeksi diri anda sendiri yaa … :lol:

      imam ali saja ngga emosional begitu, baca sirahnya

      Maaf, kualitas diri saya jauh sangat rendah dan tidak sebanding dengan Imam Ali as yang saya cintai ini … jadi kesimpulan anda yang satu ini sangat tepat dan sangat saya terima. Terima kasih. Anda kenal siapa dan seperti apa kepribadian Imam Ali as?! Lihat pertanyaan saya mbak/mas … kenal bukan tahu! Paham maksud saya?! :)

  2. faham wahabi itu semakin ditekuni semakin radikal . smakin mengaji pd wahabi akan tumbuh benih teroris yg buas.
    tetapi sebaliknya, org wahabi yg tdk tekun/tdk mengaji, dia akan tumbuh sebagai benih Sekuler.
    Buah simalakama utk paham Wahabi

    • saya tidak sependapat dengan anda,

      Saya tidak minta anda sependapat dengan saya mas/mbak, tapi bersikaplah realistis dalam menyoroti suatu persoalan, alias lihat faktanya di kenyataan … apa yang menurut anda benar dipikiran anda itu belum tentu benar di kenyataan ini … buatlah kseimpulan berdasarkan faktanya, bukan sekedar hipotesa2 kosong … :D

      secara subtansial apa yang diajarkan kalo itu dinamakan “wahabi” adalah ajaran islam,

      Ini kesimpulan karena pengetahuan anda yang sudah mendalam mengenai Al-Qur’an dan Sunnah kenabian, ataukah semata-mata kesimpulan pribadi saja? Kalimat “secara substansial” yang anda nyatakan itu apa maksudnya? Apa makna substansi itu sendiri? Karena saya lah yang perlu bertanya kpd anda apa yang menjadi substansi? Jadi jangan cuma menggunakan istilah tanpa makna … :mrgreen: Di masa lalu, kelompok khawarij juga mengaku dirinya Muslim dan berpegang kepada ajaran Islam, tapi fakta sejarahnya kan tidak demikian … Ataukah anda ingin menyimpulkan bahwa sepupu dan menantu Rasulullah saw yang bernama Imam Ali as itu kurang paham Islam ketika dia memerangi Khawarij di Nahrawan dan berkata, “fisik-fsik mereka manusia, tapi jiwa-jiwa mereka binatang”, bacalah kitab sejarah mas/mbak karena orang-orang yang diperangi Imam Ali as dan juga sebagian besar sahabat-sahabat nabi ini kerjaannya membaca Al-Qur’an setiap hari, berpuasa di siang hari, dan tahajud di malam hari … dan ketahui juga mbak/mas bahwa orang-orang yang menjadi Khawarij itu sebagian besar pentolannya adalah sahabat-sahabat nabi … jadi kalau mau bicara substansi itu, substasi menurut siapa? ANDA atau FAKTA?! :lol:

      penamaan anda terhadap gerakan tersebut lebih pada implikasi sosial yang ditimbulkan,

      Mas/mbak, kebaikan itu pasti memunculkan kebaikan alias sebab yang baik akan mengakibatkan kebaikan juga … “implikasi sosial” seperti apa yang anda ingin maksudkan? Jangan sekdar menunakan istilah-istilah bahasa yang kosong dari sisi realitasnya. Yang jelas mas/mbak …! Apakah anda pernah membaca sejarah kemunculan paham wahabisme? Kalau belum sebaiknya pelajari dulu baru menyimpulkan.

      apabila digunakan dalam perspektif ajaran islam, istilah wahabi yg anda pake tidak tepat,

      Sekali lagi saya tanyakan … perspektif Islam ini menurut ANDA atau FAKTA? Istilah wahabi itu bukan made in saya, tapi terminologi untuk sekedar mendeskripsikan ideologi pemikiran…begini aja mbak/mas … sekarang kalau saya katakan bahwa wahabiyah itu sejalan dengan perspektif ajaran Islam–tanpa mempedulikan kata perspektif yang anda gunakan, maka apakah penggunaan istilah wahabi itu sendiri tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Lalu apabila saya katakan bahwa ajaran Salafyiah itu sejalan dengan perspektif ajaran Islam, maka apakah penggunaan istilah salafyah itu tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Dan kalau saya katakan bahwa dokrin Al-Qaida atau Taliban itu sejalan dengan perspektif ajaran Islam, maka apakah penggunaan istilah Al-Qaida dan Taliban itu tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Apabila saya katakan bahwa pemerintahan saudi arabia itu sejalan dengan perspektif ajaran islam, maka apakah penggunaan istilah kerajaan saudi arabia itu tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Apabila jawaban anda iya, bisa, lalu mengapa kalau penggunaannya bersifat afirmatif anda setuju dan kalau penggunaannya bersifat negasi anda bilang penggunaannya tidak tepat …

      Mas/mbak, sadarlah bahwa kalimat “perspektif ajaran islam” itu pun tak lebih dari sekedar istilah yang anda buat juga. Tapi berhubung penggunaannya anda sukai, maka anda bilang penggunaan istilah seperti itu tepat, dan berhubung saya menggunakan istilah serupa untuk menegasikan kesamaannya, anda bilang tidak tepat … Maaf mas/mbak, saya beragama menggunakan akal sehat bukan makan label …! :mrgreen:

      dlm konteks indonesia muhamadiyah &NU jg pada awal kemunculannya dpt jg di sebut “radikal”, krn melawan arus besar kondisi masyarakat pada saat itu,

      Mana buktinya bahwa kemunculan kelompok NU dan Muhamadiyah di awal sejarah Indonesia itu pernah disebut radikal oleh masyarakat? Masyarakat mana yang anda maksud? Siapa yang pernah melabeli mereka radikal? Bicara itu menggunakan fakta, dan jangan sekedar argumen-argumen kosong … :lol: Kapan kelompok NU atau Muhamadiyah yang konon menurut Anda ini pernah di cap radikal mengebom PRODJEK SENEN di era kompeni? Atoe mensweeping PASAR BAROE?

      radikalisme memiliki banyak penyebab bs jd salah satu faktornya adalah ideologi yg dianut,

      Nah, penjelasan anda sekarang namanya waras … karena setiap ideologi itu memang punya dua pijakan, anda tau apa kedua pijakan itu …?

      bukti menunjukan bahwa di saudi “sbg pusat wahabi” wahabi sbg gerakan radikal itu tdk bgt kuat,

      Siapa bilang? COba jalan gak pake jilbab di Saudi sana … kalau gak dikemplang kepala sampeyan! Mas/mbak, sudah berapa lama hidup di negeri Arab? saya 8 tahun … saat era ORBA juga gak pernah ada berita yang mengatakan bahwa sistem presidensial di negeri kita sudah salah jalan, karena kalau ada, silahkan masuk hotel prodeo … anda sudah berapa tahun meriset kasus2 pelanggaran HAM yang terjadi di pemerintahan Saudi Arabia? Ada bukti risetnya aau apa cuma karena pernah umroh atau haji terus bilang .. Ooo … disini enak2 aja …, wah anda ini membuat kesimpulan yang tidak bersandar kepada fakta sama sekali …”

      radikalisme justru muncul kuat di wilayah2 lain antara lain indonesia,

      Siapa bilang cuma Indonesia Mbak? Pernah ke Pakistan? Pernah dengar kasus peledakan hotel di India kemarin? Pernah dengar kasus2 pembunuhan dan penculikan yang terjadi di Afrika Tengah yang dibanjiri oleh dana-dana yayasan kelompok wahabi? Tolong kalau menganalisa sesuatu, maka analisa lah secara adil dan proporsional, alias gunakan akal sehat :mrgreen:

      kalo menurut pendpt sy pribadi berdsrkan komntr anda,

      Komentar saya yang mana? Tunjukkan dulu komentarnya baru menyimpulkan, supaya saya juga bisa menganalisanya secara adil dan proporsional

      sdr2 kita yang anda sebut wahabi itu terlalu bersemangat utk secepatnya merubah masyarakat,

      Merubah bagaimana mbak? Setan juga mau membuat perobahan! Komunis juga mau membuat perobahan! Khawarij juga mau membuat perobahan! Muawiyah dan anaknya Yazid la’natullah ‘alaihima ajma’in juga mau membuat perobahan terhadap Islam dengan membunuh cucunda Rasul saw di Karbala! Pembunuh Imam Ali as di Kufah juga ingin membuat perobahan! Zionis juga mau membuat perobahan! Perobahan dimasyarakat yang seperti apa dan bagaimana mbak/mas yang anda maksudkan?! Memangnya setiap perobahan itu niscaya baik?! Baca sejarah tentang perobahan yang dibuat rezim Saud pertama yang bersandar kepada Muhammad bin Abdul Wahhab baru nilai apakah peroahan yang mereka buat itu benar, baik ataukah salah dan buruk?! Mas/mbak, menurut saya anda terlalu bersemangat untuk menjawab sehingga banyak penjustifikasian yang nihil fakta… :lol:

      pernyataan inipun masih diperdebatkan krn butuh bnyk sampel sehgg dpt digeneralisir demikian.

      Bukan bisa lagi mbak/mas, tapi sangat bisa diperdebatkan … ya, butuh fakta mbak/mas bukan sample … kita membicarakan ideologi bukan roti … :mrgreen: … PEEEACE! :lol:

      • @atasku

        Komentar anda adalah komentar yang paling obyektif yang pernah saya baca :)

        Ooo … iya … iya … “objektif” :mrgreen:

  3. Kalau Nabi saja sudah bersabda, bahwa mereka tak akan kembali seperti tak akan kembalinya panah pada busurnya,… maka percuma saja doain mereka supaya insyaf. yang harus dilakukan adalah mencerdaskan umat, agar tak terkecoh dengan mulut manis wahabi perusak dan sumber fitnah ini.

  4. * rolling eyes *

    layak dicopy :p

  5. DALILNYA ITU MANA BOOOSSS ?

    YANG MENGATAKAN WAHABI BERBUAT DEMIKIAN DAN DEMIKIAN

    JANGAN BERKOAR DOANG DONK…. BUKTIKAN DENGAN DALIL YANG SHAHIH…. JANGAN OMDO (OMONG DOANG)

    Dalil apa nya mas? Karena artikel ini isiya dalil semua, tapi kalau mau rujukan hadisnya bisa saya berikan … saya cuma tidak mau melengkapi agar pembaca punya kesempatan untuk berusaha sehingga tidak sekedar pendiktean pemahaman … Kalo anda punya kutubussitah sebenarnya sudah cukup ntuk mencari hadis-hadisnya disana, terutama di SAHIH Bukhari dan SAHIH Muslim …

    HATI-HATI BOS, SETIAP PERKATAAN & UCAPAN, INYSA ALLAH AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN DI YAUMUL AKHIR…. SUDAH SIAPKAH ANDA ????

    Sama2 mas … memangnya anda sudah siap? Pertanggungjawabkan saja soal perbedaan antara rujukan dan dalil ini mas … baru nanti tanya saya lagi … :mrgreen:

  6. waduh..waduh…capek deh…ladeni yang begituan stad… ‘alam’ nya aja udah laen…he he he peace

  7. Didaerah saya sebagian besar ormas Persis dalam ceramah-ceramahnya merasa bangga, karena mereka mempunyai pemahaman Wahaby. Namun setelah saya mengetahai hadits Rasulullah saw tsb siatas ternyata mereka telah terkena fitnah Wahaby, betul engga ya Ustadz?

    Wassalam…

    ;)

  8. Ada tambahan nih dari mas wiki berkenaan dgn mazhab yg dekil ini.

    Najd atau Nejd (dalam bahasa Arab: جد‎ Naǧd) adalah sebuah wilayah di pusat Arab Saudi dan merupakan tempat di mana ibu kota negara tersebut, Riyadh, berada. Najd adalah sebuah daerah tinggi dengan ketinggian 762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut. Bagian timur wilayah ini ditandai dengan perkampungan-perkampungan oasis, sedang di daerah Najd lainnya sedikit didiami oleh kaum nomaden Bedouin. Orang dari Najd disebut Najdi dalam bahasa Arab.

    Wilayah ini ditaklukan oleh pasukan Wahhabi di bawah Abdul Aziz ibn Abdul Rahman ibn Saud, dari Kekaisaran Ottoman, selama periode tahun 1899-1912. Pada tahun 1932, Najd menjadi salah satu provinsi dari Arab Saudi yang baru didirikan oleh ibn Saud.

    Siapakah tokoh-tokoh Najd yg oleh Rasul saw Najd dikatakan sebagai: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.?

    Di antara orang-orang yang terkenal yang lahir di Najd adalah Ibn Baz, Ibn Uthaimeen, dan juga Muhammad ibn Abd al Wahhab. Heh…Begitu kebetulan?

    • ya itu kaum sempalan yang hobi memakai jubah strip keemasan
      inilah profil Neo Knight of Templar yang secara parallel persis sama dengan KoT jaman Saladdin dengan jargon “Memurnikan Agama” namun realitanya mengajarkan akidah anthromorphisme alias mujassimah modern

  9. Pertanyaan saya, mungkinkah orang-orang yang terkena virus ajaran wahabi kembali ke jalan Islam yang sebenarnya karena mereka sendiri mengakui sebagai pengikut ajaran Islam yang “benar”?

  10. mengikuti tingkah polah wahabi jadi teringat tingkah polahnya kaum khawarijj, dulu mereka memusuhi imam ali, sekarang keturunannya memusuhi para ahlul bayt, benar-benar neo khawarijj.

  11. mengikuti tingkah polah wahabi jadi teringat tingkah polahnya kaum khawarijj, dulu mereka memusuhi imam ali, sekarang keturunannya memusuhi para ahlul bayt, benar-benar neo khawarij.

Tinggalkan Balasan