Peringatan Nabi SAW Tentang Munculnya Wahabi!

NO COMMENT!

NO COMMENT!

Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi.

Sungguh Nabi s a w telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah merupakan tanda kenabian beliau s a w, karena termasuk memberitakan sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb. Hadits-hadits itu antara lain:

1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).

2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).

3. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur’an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen).

4. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat.

5. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur kepala (plontos – pen).

6. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.

7. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah timur (Najed – pen).

8. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan Wahabi dari sebelah timur / Najed – pen).

9. (Nabi s a w berdo’a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.

10. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.

Dalam hadits-hadits tsb dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen). Dan ini adalah merupakan nash atau perkataan yang jelas ditujukan kepada kaum khawarijin yang datang dari arah timur, yakni para penganut Ibnu Abdil Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya bercukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikut kepadanya tidaklah dibolehkan berpaling dari majelisnya sebelum melakukan perintah tsb (bercukur – plontos). Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dari aliran-aliran SESAT lainnya. Oleh sebab itu, hadits-hadits tsb jelas ditujukan kepada mereka, sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal, seorang mufti di Zubaid. Beliau r a berkata: “Tidak usah seseorang menulis suatu buku untuk menolak Ibnu Abdil Wahhab, akan tetapi sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah s a w itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidaklah pernah berbuat demikian selain mereka.”

Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabisme – pen) sungguh pernah juga memerintah kaum wanitanya untuk bercukur (gundul – pen). Pada suatu saat ada seorang wanita masuk agamanya dan memperbarui Islamnya sesuai dengan doktrin yang dia masukkan, lalu dia memerintahkan wanita itu bercukur kepala (gundul pacul – pen). Kemudian wanita itu menjawab: “anda memerintahkan kaum lelaki bercukur kepala, seandainya anda memerintahkan mereka bercukur jenggot mereka maka boleh anda memerintahkan kaum wanita mencukur rambut kepalanya, karena rambut kaum wanita adalah kedudukannya sama dengan jenggot kaum lelaki”.Maka dia kebingungan dan tidak bisa berkata apa-apa terhadap wanita itu. Lalu kenapa dia melakukan hal itu, tiada lain adalah untuk membenarkan sabda Nabi s a w atas dirinya dan para pengikutnya, yang dijelaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul/plontos). Jadi apa yang dia lalukan itu semata-mata membuktikan kalau Nabi s a w itu benar dalam segala apa yang disabdakan.

Adapun mengenai sabda Nabi s a w yang mengisyaratkan bahwa akan ada dari arah timur (Najed – pen) keguncangan dan dua tanduk syaithon, maka sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk syaithon itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahhab.Sebagian ahli sejarah menyebutkan peperangan BANI HANIFAH, mengatakan: Di akhir zaman nanti akan keluar di negeri Musailamah seorang lelaki yang menyerukan agama selain agama Islam.

Ada beberapa hadits yang didalamnya menyebutkan akan timbulnya fitnah, diantaranya adalah:

1. Darinya (negeri Musailamah dan Muhammad bin Abdul Wahhab) fitnah yang besar yang ada dalam ummatku, tidak satupun dari rumah orang Arab yang tertinggal kecuali dimasukinya, peperangan bagaikan dalam api hingga sampai keseluruh Arab, sedang memeranginya dengan lisan adalah lebih sangat (bermanfaat – pen) daripada menjatuhkan pedang.

2. Akan ada fitnah yang menulikan, membisukan dan membutakan, yakni membutakan penglihatan manusia didalamnya sehingga mereka tidak melihat jalan keluar, dan menulikan dari pendengaran perkara hak, barang siapa meminta dimuliakan kepadanya maka akan dimuliakan.

3. Akan lahir syaithon dari Najed, Jazirah Arab akan goncang lantaran fitnahnya.Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub As-Sayyid Abdullah Al-Haddad Ba’Alawi didalam kitabnya :”Jalaa’uzh zhalaam fir rarrdil Ladzii adhallal ‘awaam” sebuah kitab yang agung didalam menolak faham wahabi, beliau r a menyebutkan didalam kitabnya sejumlah hadits, diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib r a sbb :“Akan keluar di abad kedua belas nanti dilembah BANI HANIFAH seorang lelaki, tingkahnya seperti pemberontak, senantiasa menjilat (kepada penguasa Sa’ud – pen) dan menjatuhkan dalam kesusahan, pada zaman dia hidup banyak kacau balau, menghalalkan harta manusia, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah manusia, dibunuhnya manusia untuk kesombongan, dan ini adalah fitnah, didalamnya orang-orang yang hina dan rendah menjadi mulia (yaitu para petualang & penyamun digurun pasir – pen), hawa nafsu mereka saling berlomba tak ubahnya seperti berlombanya anjing dengan pemiliknya”. Kemudian didalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Tamim. Oleh sebab itu hadits tersebut mengandung suatu pengertian bahwa Ibnu Abdul Wahhab adalah orang yang datang dari ujung Tamim, dialah yang diterangkan hadits Nabi s a w yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri r a bahwa Nabi s a w bersabda :“Sesungguhnya diujung negeri ini ada kelompok kaum yang membaca Al Qur’an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka membunuh pemeluk Islam dan mengundang berhala-berhala (Amerika, Inggeris dan kaum Zionis baik untuk penggalian berhala purbakala atau untuk kepentingan yang lain – pen), seandainya aku menjumpai mereka tentulah aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum ‘Ad.Dan ternyata kaum Khawarij ini telah membunuh kaum muslimin dan mengundang ahli berhala (Amerika, Zionis dan sekutunya – pen). Ketika Imam Ali bin Abi Thalib kw ditebas oleh kaum khawarij, ada seorang lelaki berkata: “Segala Puji bagi Allah yang telah melahirkan mereka dan menghindarkan kita dari mereka”. Kemudian Imam Ali berkata: “Jangan begitu, demi Tuhan yang diriku berada didalam Kekuasaan-Nya, sungguh diantara mereka ada seorang yang dalam tulang rusuknya para lelaki yang tidak dikandung oleh perempuan, dan yang terakhir diantara mereka adalah bersama dajjal”.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abubakar didalamnya disebutkan BANI HANIFAH, kaum Musailamah Al-Kadzdzab, Beliau s a w berkata: “Sesungguhnya lembah pegunungan mereka senantiasa menjadi lembah fitnah hingga akhir masa dan senantiasa terdapat fitnah dari para pembohong mereka sampai hari kiamat”.Dalam riwayat lain disebutkan: “Celaka-lah Yamamah, celaka karena tidak ada pemisah baginya”

Di dalam kitab Misykatul Mashabih terdapat suatu hadits berbunyi sbb: “Di akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang akan membicarakan kamu tentang apa-apa yang belum pernah kamu mendengarnya, begitu juga (belum pernah) bapak-bapakmu (mendengarnya), maka berhati-hatilah jangan sampai menyesatkan dan memfitnahmu”.Allah SWT telah menurunkan ayat Al Qur’an berkaitan dengan BANI TAMIM sbb:“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti”. (QS. 49 Al-Hujurat: 4).

Juga Allah SWT menurunkan ayat yang khitabnya ditujukan kepada mereka sbb: “Jangan kamu semua mengangkat suaramu diatas suara Nabi”. (QS. 49 Al-Hujurat 2)Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Sebenarnya ayat yang diturunkan dalam kasus BANI HANIFAH dan mencela BANI TAMIM dan WA”IL itu banyak sekali, akan tetapi cukuplah sebagai bukti buat anda bahwa kebanyakan orang-orang Khawarij itu dari mereka, demikian pula Muhammad bin Abdul Wahhab dan tokoh pemecah belah ummat, Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud (pendiri kerajaan Saudi Arabia – pen) adalah dari mereka”.

Diriwayatkan bahwa Nabi s a w bersabda: “Pada permulaan kerasulanku aku senantiasa menampakkan diriku dihadapan kabilah-kabilah pada setiap musim dan tidak seorangpun yang menjawab dengan jawaban yang lebih buruk dan lebih jelek daripada penolakan BANI HANIFAH”. Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Ketika aku sampai di Tha’if untuk ziarah ke Abdullah Ibnu Abbas r a, aku bertemu dengan Al-Allamah Syeikh Thahir Asy-Syafi’i, dia memberi tahukan kepadaku bahwa dia telah menulis kitab guna menolak faham wahabi ini dengan judul: “AL-INTISHARU LIL AULIYA’IL ABRAR”. Dia berkata kepadaku: “Mudah-mudahan lantaran kitab ini Allah memberi mafa’at terhadap orang-orang yang hatinya belum kemasukan bid’ah yang datang dari Najed (faham Wahabi), adapun orang yang hatinya sudah kemasukan maka tak dapat diharap lagi kebahagiannya, karena ada sebuah hadits riwayat Bukhari: ‘Mereka keluar dari agama dan tak akan kembali’. Sedang yang dinukil sebagian ulama yang isinya mengatakan bahwa dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah semata-mata meluruskan perbuatan orang-orang Najed, berupa anjuran terhadap orang-orang Baduy untuk menunaikan sholat jama’ah, meninggalkan perkara-perkara keji dan merampok ditengah jalan, serta menyeru kemurnian tauhid, itu semua adalah tidak benar”.

Memang nampaknya dari luar dia telah meluruskan perbuatan manusia, namun kalau ditengok kekejian-kekejiannya dan kemungkaran-kemungkaran yang dilakukannya berupa:

1. Mengkafirkan ummat muslimin sebelumnya selama 600 tahun lebih (yakni 600 tahun sebelum masa Ibnu Taimiyah dan sampai masa Wahabi, jadi sepanjang 12 abad lebih- pen).

2. Membakar kitab-kitab yang relatif amat banyak (termasuk Ihya’ karya Al-Ghazali)3. Membunuh para ulama, orang-orang tertentu & masyarakat umum.

4. Menghalalkan darah dan harta mereka (karena dianggap kafir – pen)

5. Melahirkan jisim bagi Dzat Allah SWT.

6. Mengurangi keagungan Nabi Muhammad s a w, para Nabi & Rasul a s serta para Wali r a

7. Membongkar makam mereka dan menjadikan sebagai tempat membuang kotoran (toilet).

8. Melarang orang membaca kitab “DALAA’ILUL KHAIRAT”, kitab Ratib dan dzikir-dzikir, kitab-kitab maulid Dziba’.

9. Melarang membaca Shalawat Nabi s a w diatas menara-menara setelah melakukan adzan, bahkan telah membunuh siapa yang telah melakukannya.

10. Menyuap orang-orang bodoh dengan doktrin pengakuan dirinya sebagai nabi dan memberi pengertian kepada mereka tentang kenabian dirinya dengan tutur kata yang manis.

11. Melarang orang-orang berdo’a setelah selesai menunaikan sholat.

12. Membagi zakat menurut kemauan hawa nafsunya sendiri.

13. Dia mempunyai i’tikad bahwa Islam itu sempit.

14. Semua makhluk adalah syirik.

15. Dalam setiap khutbah dia berkata bahwa bertawasul dengan para Nabi, Malaikat dan para Wali adalah kufur.

16. Dia mengkafirkan orang yang mengucapkan lafadz: “maulana atau sayyidina” terhadap seseorang tanpa memperhatikan firman Allah yang berbunyi: “Wasayyidan” dan sabda Nabi s a w kepada kaum Anshar: “Quumuu li sayyidikum”, kata sayyid didalam hadits ini adalah shahabat Sa’ad bin Mu’adz.

17. Dia juga melarang orang ziarah ke makam Nabi s a w dan menganggap Nabi s a w itu seperti orang mati lainnya.

18. Mengingkari ilmu Nahwu, lughat dan fiqih, bahkan melarang orang untuk mempelajarinya karena ilmu-ilmu tsb dianggap bid’ah.

Dari ucapan dan perbuatan-perbuatannya itu jelas bagi kita untuk menyakini bahwa dia telah keluar dari kaidah-kaidah Islamiyah, karena dia telah menghalalkan harta kaum muslimin yang sudah menjadi ijma’ para ulama salafushsholeh tentang keharamannya atas dasar apa yang telah diketahui dari agama, mengurangi keagungan para Nabi dan Rasul, para wali dan orang-orang sholeh, dimana menurut ijma’ ulama’ keempat mazhab Ahlissunnah wal jama’ah / mazhab Salafushsholeh (yang asli – pen) bahwa mengurangi keagungan seperti itu dengan sengaja adalah kufur, demikian kata sayyid Alwi Al-Haddad”.

Dia berusia 95 tahun ketika mati dengan mempunyai beberapa orang anak yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali mereka disebut dengan AULADUSY SYEIKH atau PUTRA-PUTRA MAHA GURU AGUNG (menurut terminologi yang mereka punyai ini adalah bentuk pengkultusan-individu, mengurangi kemuliaan para Nabi dan Rasul tapi memuliakan dirinya sendiri – dimana kejujurannya? – pen). Mereka ini mempunyai anak cucu yang banyak dan kesemuanya itu dinamakan AULADUSY SYEIKH sampai sekarang.

Catatan: Kalau melihat 18 point doktrin Wahabi diatas maka jelaslah bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang preman dan petualang akidah serta sama sekali tidak dapat digolongkan bermazhab Ahlissunnah Wal Jama’ah atau mazhab Salafush-Sholeh.

Ada lagi doktrin yang tidak disebutkan oleh penulis diatas yaitu:

1. Melarang penggunaan alat pengeras untuk adzan atau dakwa atau apapun.

2. Melarang penggunaan telpon.

3. Melarang mendengarkan radio dan TV

4. Melarang melagukan adzan.

5. Melarang melagukan / membaca qasidah

6. Melarang melagukan Al Qur’an seperti para qori’ dan qari’ah yakni yang seperti dilagukan oleh para fuqoha

7. Melarang pembacaan Burdah karya imam Busiri rahimahullah

8. Melarang mengaji “sifat 20″ sebagai yang tertulis dalam kitab Kifatayul Awam, Matan Jauharatut Tauhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid Asy’ari / kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah, karena tauhid kaum Wahabi berkisar Tauhid “Rububiyah & uluhiyah” saja.

9. Imam Masjidil Haram hanya seorang yang ditunjuk oleh institusi kaum Wahabi saja, sedang sebelum Wahabi datang imam masjidil Haram ada 4 yaitu terdiri dari ke 4 madzhab Ahlussunnah yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Inilah, apakah benar kaum Wahabi sebagai madzhab Ahlissunnah yang melarang madzhab Ahlussunnah?. Tepatnya, Wahabi adalah: “MADZHAB YANG MENGHARAMKAN MADZHAB”.

10. Melarang perayaan Maulid Nabi pada setiap bulan Rabiul Awal.

11. Melarang perayaan Isra’ Mi’raj yang biasa dilaksanakan setiap malam 27 Rajab, jadi peraktis tidak ada hari-hari besar Islam, jadi agama apa ini kok kering banget?

12. Semua tarekat sufi dilarang tanpa kecuali.

13. Membaca dzikir “La Ilaaha Illallah” bersama-sama setelah shalat dilarang

14. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah dan melarang pembacaan Qunut pada shalat subuh.

Doktrin-doktrin Wahabi ini tidak lain berasal dari gurunya Muhammad bin Abdul Wahhab yakni seorang orientalis Inggris bernama Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah guna mengadu domba kaum muslimin. Imprealisme / Kolonialisme Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru ditengah ummat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Jadi Wahabiisme ini sebenarnya bagian dari program kerja kaum kolonial.

Mungkin pembaca menjadi tercenggang kalau melihat nama-nama putra-putra Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali dimana adalah nama-nama yang tekait dekat dengan nama tokoh-tokoh ahlilbait, hal ini tidak lain putra-putranya itu lahir sewaktu dia belum menjadi rusak karena fahamnya itu dan boleh jadi nama-nama itu diberikan oleh ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab yang adalah seorang sunni yang baik dan sangat menentang putranya setelah putranya rusak fahamnya dan demikian pula saudara kandungnya yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahhab sangat menentangnya dan menulis buku tentangan kepadanya yang berjudul :”ASH-SHAWA’IQUL ILAHIYAH FIRRADDI ALA WAHABIYAH”. Nama-nama itu diberikan oleh ayahnya tidak lain untuk bertabaruk kepada para tokoh suci dari para ahlilbait Nabi s a w. Kemudian nama-nama itu tidak muncul lagi dalam nama-nama orang yang sekarang disebut-sebut atau digelari Auladusy Syaikh tsb.

Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu’ala (Makkah), di Baqi’ & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya.

Semula seluruh yang menjadi manasik haji itu akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentang termasuk Sayyid Almutawalli Syakrawi dari Mesir maka diurungkannya.

Setelah saya memposting tentang Wahabi ini seorang ikhwan mengirim email ke saya melalui Japri dan mengatakan kepada saya bahwa pengkatagorian Wahabi sebagai kelompok Khawarij itu kurang lengkap, karena Wahabi tidak anti Bani Umaiyah bahkan terhadap Yazid bin Muawiyah pun membelanya. Dia memberi difinisi kepada saya bahwa Wahabi adalah gabungan sekte-sekte yang telah menyesatkan ummat Islam, terdiri dari gabungan Khawarij, Bani Umaiyah, Murji’ah, Mujassimah, Musyabbihah dan Hasyawiyah. Teman itu melanjutkan jika anda bertanya kepada kaum Wahabi mana yang lebih kamu cintai kekhalifahan Bani Umaiyah atau Abbasiyah, mereka pasti akan mengatakan lebih mencintai Bani Umaiyah dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat yang pada intinya meskipun Bani Abbas tidak suka juga pada kaum alawi tapi masih ada ikatan yang lebih dekat dibanding Bani Umaiyah, dan Bani Umaiyah lebih dahsyat kebenciannya kepada kaum alawi, itulah alasannya.

Wahai saudaraku yang budiman, waspadalah terhadap gerakan Wahabiyah ini mereka akan melenyapkan semua mazhab baik Sunni (Ahlussunnah Wal Jama’ah) maupun Syi’ah, mereka akan senantiasa mengadu domba kedua mazhab besar. Sekali lagi waspadalah dan waspadalah gerakan ini benar-benar berbahaya dan jika kalian lengah, kalian akan terjengkang dan terkejut kelak. Gerakan ini dimotori oleh juru dakwa – juru dakwa yang radikal dan ekstrim, yang menebarkan kebencian dan permusuhan dimana-mana yang didukung oleh keuangan yang cukup besar (petro-dollar).

Kesukaan mereka menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahlil bid’ah, itulah ucapan yang didengung-dengungkan disetiap mimbar dan setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri.

Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng Islam kan penduduk negeri ini. Diantaranya timbulnya fitnah perang padri yang penuh kekejian dan kebiadaban persis seperti ketika Ibnu Sa’ud dan Ibnu Abdul Wahab beserta kaumnya menyerang haramain.

Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih tercampur kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu jasanya telah meng Islam kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng Islam kan yang 10 % sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkapan orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwa ke negeri kita ini tentu orang-orang yang asal bunyi dan menjadi corong bicara kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir lainnya (Naudzu Billah min Dzalik).

Klaim Wahabi bahwa mereka penganut As-Salaf, As-Salafushsholeh dan Ahlussunnah wal Jama’ah serta sangat setia pada keteladanan sahabat dan tabi’in adalah omong kosong dan suatu bentuk penyerobotan HAK PATEN SUATU MAZHAB. Mereka bertanggung jawab terhadap hancurnya peninggalan-pininggalan Islam sejak masa Rasul suci Muhammad s a w, masa para sahabatnya r a dan masa-masa setelah itu. Meraka menghancurkan semua nilai-nilai peninggalan luhur Islam dan mendatangkan arkeolog-arkeolog (ahli-ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan pra Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata dsb. Mereka dengan bangga setelah itu menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, maka jelaslah penghancuran nilai-nilai luhur peninggalan Islam tidak dapat diragukan lagi merupakan pelenyapan bukti sejarah hingga timbul suatu keraguan dikemudian hari.Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-ngaku sebagai faham yang hanya berpegang pada Al Qur’an dan As-Sunnah serta keteladanan Salafushsholeh apalagi mengaku sebagai GOLONGAN YANG SELAMAT DSB, itu semua omong kosong dan kedok untuk menjual barang dagangan berupa akidah palsu yang disembunyikan. Sejarah hitam mereka dengan membantai ribuan kaum muslimin di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang di namakan Saudi, suatu nama bid’ah karena nama negeri Rasulullah s a w diganti dengan nama satu keluarga kerajaan yaitu As-Sa’ud). Yang terbantai itu terdiri dari para ulama-ulama yang sholeh dan alim, anak-anak yang masih balita bahkan dibantai dihadapan ibunya.

Sumber: Gunawan Heriyanto

About these ads

61 comments

  1. TerLAKNATlah WAHABI…mazhab jadi2an…perusak agama , perusak persatuan….layak untuk dienyahkan!!! Ada hadist Nabi saww : ” memandang wajah ulama adalah ibadah.”…Inna lillahi…siapapun males and tak sudi la yawww liat wajah yang terpampang di atas itu….emang jauh dari kelayakan……Shalawat …adrikna ya MAHDI.

    1. emosional banget sih,

      emosional?! Wah anda ini agak over-confidence dalam menilai sesuatu … :lol: … anda yang mungkin emosional kok malah saya yang dituduh begitu … :)

      pake hujjah yang jelas, jangan ikut emosi, argumen anda ko tidak meyakinkan,

      :lol: … iya .. iya .. menurut saya hujjah anda “jelas”, sangat “tidak emosi” :lol: … dan argumen anda “meyakinkan” … :mrgreen:

      jadilah orang muslim yang sebenarnya,

      Iya mbak/mas Muslim yang sudah benar … :mrgreen:

      kalo debat, debatlah dengan cara yang baik, bahasa yang santun dan argumentatif, kasih pembandingnya dan biarkan orang menilai, in.allah kalo maksud anda baik anda telah mendapat pahala walau orang tidak mengakui kebenaran yg anda paparkan,

      Mas/mbak, daripada sibuk mengintrospeksi diri saya, meski saya berterima kasih untuk nasehat2nya, tapi cobalah introspeksi diri anda sendiri yaa … :lol:

      imam ali saja ngga emosional begitu, baca sirahnya

      Maaf, kualitas diri saya jauh sangat rendah dan tidak sebanding dengan Imam Ali as yang saya cintai ini … jadi kesimpulan anda yang satu ini sangat tepat dan sangat saya terima. Terima kasih. Anda kenal siapa dan seperti apa kepribadian Imam Ali as?! Lihat pertanyaan saya mbak/mas … kenal bukan tahu! Paham maksud saya?! :)

  2. faham wahabi itu semakin ditekuni semakin radikal . smakin mengaji pd wahabi akan tumbuh benih teroris yg buas.
    tetapi sebaliknya, org wahabi yg tdk tekun/tdk mengaji, dia akan tumbuh sebagai benih Sekuler.
    Buah simalakama utk paham Wahabi

    1. saya tidak sependapat dengan anda,

      Saya tidak minta anda sependapat dengan saya mas/mbak, tapi bersikaplah realistis dalam menyoroti suatu persoalan, alias lihat faktanya di kenyataan … apa yang menurut anda benar dipikiran anda itu belum tentu benar di kenyataan ini … buatlah kseimpulan berdasarkan faktanya, bukan sekedar hipotesa2 kosong … :D

      secara subtansial apa yang diajarkan kalo itu dinamakan “wahabi” adalah ajaran islam,

      Ini kesimpulan karena pengetahuan anda yang sudah mendalam mengenai Al-Qur’an dan Sunnah kenabian, ataukah semata-mata kesimpulan pribadi saja? Kalimat “secara substansial” yang anda nyatakan itu apa maksudnya? Apa makna substansi itu sendiri? Karena saya lah yang perlu bertanya kpd anda apa yang menjadi substansi? Jadi jangan cuma menggunakan istilah tanpa makna … :mrgreen: Di masa lalu, kelompok khawarij juga mengaku dirinya Muslim dan berpegang kepada ajaran Islam, tapi fakta sejarahnya kan tidak demikian … Ataukah anda ingin menyimpulkan bahwa sepupu dan menantu Rasulullah saw yang bernama Imam Ali as itu kurang paham Islam ketika dia memerangi Khawarij di Nahrawan dan berkata, “fisik-fsik mereka manusia, tapi jiwa-jiwa mereka binatang”, bacalah kitab sejarah mas/mbak karena orang-orang yang diperangi Imam Ali as dan juga sebagian besar sahabat-sahabat nabi ini kerjaannya membaca Al-Qur’an setiap hari, berpuasa di siang hari, dan tahajud di malam hari … dan ketahui juga mbak/mas bahwa orang-orang yang menjadi Khawarij itu sebagian besar pentolannya adalah sahabat-sahabat nabi … jadi kalau mau bicara substansi itu, substasi menurut siapa? ANDA atau FAKTA?! :lol:

      penamaan anda terhadap gerakan tersebut lebih pada implikasi sosial yang ditimbulkan,

      Mas/mbak, kebaikan itu pasti memunculkan kebaikan alias sebab yang baik akan mengakibatkan kebaikan juga … “implikasi sosial” seperti apa yang anda ingin maksudkan? Jangan sekdar menunakan istilah-istilah bahasa yang kosong dari sisi realitasnya. Yang jelas mas/mbak …! Apakah anda pernah membaca sejarah kemunculan paham wahabisme? Kalau belum sebaiknya pelajari dulu baru menyimpulkan.

      apabila digunakan dalam perspektif ajaran islam, istilah wahabi yg anda pake tidak tepat,

      Sekali lagi saya tanyakan … perspektif Islam ini menurut ANDA atau FAKTA? Istilah wahabi itu bukan made in saya, tapi terminologi untuk sekedar mendeskripsikan ideologi pemikiran…begini aja mbak/mas … sekarang kalau saya katakan bahwa wahabiyah itu sejalan dengan perspektif ajaran Islam–tanpa mempedulikan kata perspektif yang anda gunakan, maka apakah penggunaan istilah wahabi itu sendiri tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Lalu apabila saya katakan bahwa ajaran Salafyiah itu sejalan dengan perspektif ajaran Islam, maka apakah penggunaan istilah salafyah itu tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Dan kalau saya katakan bahwa dokrin Al-Qaida atau Taliban itu sejalan dengan perspektif ajaran Islam, maka apakah penggunaan istilah Al-Qaida dan Taliban itu tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Apabila saya katakan bahwa pemerintahan saudi arabia itu sejalan dengan perspektif ajaran islam, maka apakah penggunaan istilah kerajaan saudi arabia itu tepat dan bisa digunakan ataukah tidak? Apabila jawaban anda iya, bisa, lalu mengapa kalau penggunaannya bersifat afirmatif anda setuju dan kalau penggunaannya bersifat negasi anda bilang penggunaannya tidak tepat …

      Mas/mbak, sadarlah bahwa kalimat “perspektif ajaran islam” itu pun tak lebih dari sekedar istilah yang anda buat juga. Tapi berhubung penggunaannya anda sukai, maka anda bilang penggunaan istilah seperti itu tepat, dan berhubung saya menggunakan istilah serupa untuk menegasikan kesamaannya, anda bilang tidak tepat … Maaf mas/mbak, saya beragama menggunakan akal sehat bukan makan label …! :mrgreen:

      dlm konteks indonesia muhamadiyah &NU jg pada awal kemunculannya dpt jg di sebut “radikal”, krn melawan arus besar kondisi masyarakat pada saat itu,

      Mana buktinya bahwa kemunculan kelompok NU dan Muhamadiyah di awal sejarah Indonesia itu pernah disebut radikal oleh masyarakat? Masyarakat mana yang anda maksud? Siapa yang pernah melabeli mereka radikal? Bicara itu menggunakan fakta, dan jangan sekedar argumen-argumen kosong … :lol: Kapan kelompok NU atau Muhamadiyah yang konon menurut Anda ini pernah di cap radikal mengebom PRODJEK SENEN di era kompeni? Atoe mensweeping PASAR BAROE?

      radikalisme memiliki banyak penyebab bs jd salah satu faktornya adalah ideologi yg dianut,

      Nah, penjelasan anda sekarang namanya waras … karena setiap ideologi itu memang punya dua pijakan, anda tau apa kedua pijakan itu …?

      bukti menunjukan bahwa di saudi “sbg pusat wahabi” wahabi sbg gerakan radikal itu tdk bgt kuat,

      Siapa bilang? COba jalan gak pake jilbab di Saudi sana … kalau gak dikemplang kepala sampeyan! Mas/mbak, sudah berapa lama hidup di negeri Arab? saya 8 tahun … saat era ORBA juga gak pernah ada berita yang mengatakan bahwa sistem presidensial di negeri kita sudah salah jalan, karena kalau ada, silahkan masuk hotel prodeo … anda sudah berapa tahun meriset kasus2 pelanggaran HAM yang terjadi di pemerintahan Saudi Arabia? Ada bukti risetnya aau apa cuma karena pernah umroh atau haji terus bilang .. Ooo … disini enak2 aja …, wah anda ini membuat kesimpulan yang tidak bersandar kepada fakta sama sekali …”

      radikalisme justru muncul kuat di wilayah2 lain antara lain indonesia,

      Siapa bilang cuma Indonesia Mbak? Pernah ke Pakistan? Pernah dengar kasus peledakan hotel di India kemarin? Pernah dengar kasus2 pembunuhan dan penculikan yang terjadi di Afrika Tengah yang dibanjiri oleh dana-dana yayasan kelompok wahabi? Tolong kalau menganalisa sesuatu, maka analisa lah secara adil dan proporsional, alias gunakan akal sehat :mrgreen:

      kalo menurut pendpt sy pribadi berdsrkan komntr anda,

      Komentar saya yang mana? Tunjukkan dulu komentarnya baru menyimpulkan, supaya saya juga bisa menganalisanya secara adil dan proporsional

      sdr2 kita yang anda sebut wahabi itu terlalu bersemangat utk secepatnya merubah masyarakat,

      Merubah bagaimana mbak? Setan juga mau membuat perobahan! Komunis juga mau membuat perobahan! Khawarij juga mau membuat perobahan! Muawiyah dan anaknya Yazid la’natullah ‘alaihima ajma’in juga mau membuat perobahan terhadap Islam dengan membunuh cucunda Rasul saw di Karbala! Pembunuh Imam Ali as di Kufah juga ingin membuat perobahan! Zionis juga mau membuat perobahan! Perobahan dimasyarakat yang seperti apa dan bagaimana mbak/mas yang anda maksudkan?! Memangnya setiap perobahan itu niscaya baik?! Baca sejarah tentang perobahan yang dibuat rezim Saud pertama yang bersandar kepada Muhammad bin Abdul Wahhab baru nilai apakah peroahan yang mereka buat itu benar, baik ataukah salah dan buruk?! Mas/mbak, menurut saya anda terlalu bersemangat untuk menjawab sehingga banyak penjustifikasian yang nihil fakta… :lol:

      pernyataan inipun masih diperdebatkan krn butuh bnyk sampel sehgg dpt digeneralisir demikian.

      Bukan bisa lagi mbak/mas, tapi sangat bisa diperdebatkan … ya, butuh fakta mbak/mas bukan sample … kita membicarakan ideologi bukan roti … :mrgreen: … PEEEACE! :lol:

      1. @atasku

        Komentar anda adalah komentar yang paling obyektif yang pernah saya baca :)

        Ooo … iya … iya … “objektif” :mrgreen:

  3. Kalau Nabi saja sudah bersabda, bahwa mereka tak akan kembali seperti tak akan kembalinya panah pada busurnya,… maka percuma saja doain mereka supaya insyaf. yang harus dilakukan adalah mencerdaskan umat, agar tak terkecoh dengan mulut manis wahabi perusak dan sumber fitnah ini.

  4. DALILNYA ITU MANA BOOOSSS ?

    YANG MENGATAKAN WAHABI BERBUAT DEMIKIAN DAN DEMIKIAN

    JANGAN BERKOAR DOANG DONK…. BUKTIKAN DENGAN DALIL YANG SHAHIH…. JANGAN OMDO (OMONG DOANG)

    Dalil apa nya mas? Karena artikel ini isiya dalil semua, tapi kalau mau rujukan hadisnya bisa saya berikan … saya cuma tidak mau melengkapi agar pembaca punya kesempatan untuk berusaha sehingga tidak sekedar pendiktean pemahaman … Kalo anda punya kutubussitah sebenarnya sudah cukup ntuk mencari hadis-hadisnya disana, terutama di SAHIH Bukhari dan SAHIH Muslim …

    HATI-HATI BOS, SETIAP PERKATAAN & UCAPAN, INYSA ALLAH AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN DI YAUMUL AKHIR…. SUDAH SIAPKAH ANDA ????

    Sama2 mas … memangnya anda sudah siap? Pertanggungjawabkan saja soal perbedaan antara rujukan dan dalil ini mas … baru nanti tanya saya lagi … :mrgreen:

  5. waduh..waduh…capek deh…ladeni yang begituan stad… ‘alam’ nya aja udah laen…he he he peace

  6. Didaerah saya sebagian besar ormas Persis dalam ceramah-ceramahnya merasa bangga, karena mereka mempunyai pemahaman Wahaby. Namun setelah saya mengetahai hadits Rasulullah saw tsb siatas ternyata mereka telah terkena fitnah Wahaby, betul engga ya Ustadz?

    Wassalam…

    ;)

  7. Ada tambahan nih dari mas wiki berkenaan dgn mazhab yg dekil ini.

    Najd atau Nejd (dalam bahasa Arab: جد‎ Naǧd) adalah sebuah wilayah di pusat Arab Saudi dan merupakan tempat di mana ibu kota negara tersebut, Riyadh, berada. Najd adalah sebuah daerah tinggi dengan ketinggian 762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut. Bagian timur wilayah ini ditandai dengan perkampungan-perkampungan oasis, sedang di daerah Najd lainnya sedikit didiami oleh kaum nomaden Bedouin. Orang dari Najd disebut Najdi dalam bahasa Arab.

    Wilayah ini ditaklukan oleh pasukan Wahhabi di bawah Abdul Aziz ibn Abdul Rahman ibn Saud, dari Kekaisaran Ottoman, selama periode tahun 1899-1912. Pada tahun 1932, Najd menjadi salah satu provinsi dari Arab Saudi yang baru didirikan oleh ibn Saud.

    Siapakah tokoh-tokoh Najd yg oleh Rasul saw Najd dikatakan sebagai: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.?

    Di antara orang-orang yang terkenal yang lahir di Najd adalah Ibn Baz, Ibn Uthaimeen, dan juga Muhammad ibn Abd al Wahhab. Heh…Begitu kebetulan?

    1. ya itu kaum sempalan yang hobi memakai jubah strip keemasan
      inilah profil Neo Knight of Templar yang secara parallel persis sama dengan KoT jaman Saladdin dengan jargon “Memurnikan Agama” namun realitanya mengajarkan akidah anthromorphisme alias mujassimah modern

  8. Pertanyaan saya, mungkinkah orang-orang yang terkena virus ajaran wahabi kembali ke jalan Islam yang sebenarnya karena mereka sendiri mengakui sebagai pengikut ajaran Islam yang “benar”?

  9. mengikuti tingkah polah wahabi jadi teringat tingkah polahnya kaum khawarijj, dulu mereka memusuhi imam ali, sekarang keturunannya memusuhi para ahlul bayt, benar-benar neo khawarijj.

  10. mengikuti tingkah polah wahabi jadi teringat tingkah polahnya kaum khawarijj, dulu mereka memusuhi imam ali, sekarang keturunannya memusuhi para ahlul bayt, benar-benar neo khawarij.

  11. Siapa bilang wahabi memusuhi Iman Ali dan Fatimah? Justru merekalah yang lebih mencintai daripada Syiah.

    1. jika saya bilang lebih dari itu gimana yaaa????WAHABI sbnarnya musuh utama yng memusuhi fahaman ahl sunnah wal jamah yg otomatiknya memusuhi agama islam itu sendiri…gimana jika saya katakan begitu?? oii wahabiyyah kmu smua sbenarnya tdk paham tu wahabi…kmu smua wahabiyyah gunakan tokoh ibn tamiyyah sbg alsan agar tdk dconteng sbg 73 golongan sesat yg berpaling dr caranya Muhamad tu sendri..dan stahu saya tu sendiri kmu hnya mmbuang masa mmprthnkan pmikirn kmu yg jlasnya brpikiran kolonialistik aras 12 yg diiktiraf ulama mu’tabar…cuba check al ulama mu’tabar yg mnerima paki wahabi itu sendri,,,,tpi sya tdk mnolak fahaman kmu secara tuntas…cuba beri saya hadis yg mnerangkan wahabi tdk memusuhi ali&fatimah beserta sanad yang lengkap kerana sanad yang lengkap lebih kompleks dan mudah dtrima oleh ahl sunnah wal jamaah yg prlupnegasan hujah>>>>>

  12. hahahaha….Dasar Syi’ah,dari dulu sampe sekarang yang diurusin wahabi mulu,,hahahaha,,urusin tuh agama lo yang rusak,bilang sama imam lo,Tobat!!!!hahahaha…(ketawa kayak mbah surip)

    lagian mana ada madzhab wahabi?!! hahahaha…(ketawa kayak mbah surip)

  13. @ Abu Fadhil :
    anda katakan “Justru merekalah (wahabi) yang lebih mencintai daripada Syiah” , apakah anda telah mempelajari Wahabi dg seksama , coba lihat dari mana wahabi mengambil ajarannya, apakah denga cara memusuhi anak cucunya imam ali as dan fatimah as itu merupakan kecintaan pada ahlulbait ? sudah terlalu jauh virus wahabi anda.

  14. izin copy ustadz…. :D

    yg jelas tragedi asyura tidak akan terlupakan, semangat asyura harus tetap membara….
    kullu yaumin asyura kullu ardhin karbala….

    teruskan perjuangan ustadz…
    Allohumma shali wa salim wa barik alaik wa alih….

  15. wahabi bener2 gawat. sekarang semakin gencar aja. NU sekarang sedang melakukan konsolidasi demi membendung virus wahbabi. ijin copas ustadz

  16. jika saya mngatakan wahabi itu sesat dan mrupakan ajaran yang songsang dgan ajran sebenar islam dan as sunnah??pa respon dri wahabiyyah itu sendiri…saya sdia tuk berdiskusi dengan teman yg mempertahankan ajaran salafiyyah yg mengelirukan ummatnya MUHAMMAD itu sendiri…tabligh@wahabi..mana fahaman yg bertentangan dgan imam asyari al-maturidi yang berselisih faham dgan imam as-suunnah…sila kaji secara mendalam as sunnah@wahabi@pandangan tauhid yg berbeza sebelum membalas coretan saya ni….saya mulakan diskusi dengan mengatakan bahawa agama bukan datang dengan mudah tapi dengan pengorbanan yg besar…BALAS!!!!!!!!!!!!!

  17. dalam bukunya: “Ali; dalam pandangan kawan maupun lawan” Ayatullah Muthahari berkata: walaupun khawarij sebagai nama dan simbol ekte religius islam memang sudah lenyap. akan tetapi RUH nya masih hidup hingga masa modern ini. Di masa modern ini mana lagi sekte islam yang mempunyai ruh khawarij selain wahabi?

    Ciri khas khawarij/wahabi

    berpenampilan pertapa/berjubah dengan simbol2 islam yang kuat.

    menggunakan sujud sebagai identitas kuat, tampak pada bekas sujud mereka.

    dungu dan tidak berilmu pengetahuan, mereka bahkan menjauhkan akal dari kesadaran manusia.

    dalam praktik praktis agama sulit membedakan mereka dengan orang yang paling takwa, akan tetapi seperti yang diungkapkan oleh Imam Ali; bahwa terdapat atmosfer gelap yang tercermin secara implisit pada wajah mereka.

    kata ayatullah Muthahari, khawarij/mariquun yang awal maupun modern, rentan terhadap disalahgunakan oleh orang kafir

    ciri kedunguan seperti sabda Imam Ali, bahwa orang dungu akan selalu mencelakakan kita apabila mereka bermaksud hendak membantu kita.

    ciri ini terdapat pada khawarij maupun wahabi.

    pada khawarij, tampak ketika mereka hendak membunuh 3 pimpinan islam, yaitu Amr Bin Ash, Mu’awiyah dan Imam Ali. ..eh lha kok yang berhasil kok malah justru usaha mereka yang membunuh Imam Ali?!! dasar khawarij payah!

    pada wahabi, tampak pada dua ujung tombak mereka, yaitu Al-Qaeda dan Taliban. Sektor propaganda mereka selalu menggembar-gembor ancaman-ancaman mereka pada tentara amerika. Tapi kenyataan di lapangan mereka bersahabat. Seperti pada situs ini:

    http://indonesian.irib.ir/index.php/berita/berita/20721

    berikut cuplikan berita pada situs:

    Peralihan Kontrol di Marjah

    Pejabat Afghanistan ini selanjutnya menyinggung operasi pasukan asing di Marjah seraya mengatakan, “Operasi Marjah tidak lebih dari operasi sandiwara belaka dan serangan tersebut berlangsung dengan kompromi Taliban, karena sebelum menggelar operasi, pasukan asing sudah terlebih dahulu menginformasikan pihak Taliban untuk segera meninggalkan Marjah untuk sementara waktu.

    “Dalam operasi tersebut, warga setempat berulangkali menyaksikan para pejabat tinggi militer pasukan asing bercengkerama dengan para komandan Taliban di jalan dan gang-gang wilayah itu,” tegas sumber tersebut.

    “Ketika operasi digelar, tidak ada pertempuran. Yang terjadi hanya beberapa helikopter dan tank-tank militer Amerika Serikat dikerahkan untuk mengesankan seolah terjadi perang.”

    Ditambahkannya pula bahwa pada siang hari kawasan Marjah dikontrol pasukan asing namun pada malam hari Taliban berkeliaran di kawasan itu.

    fakta helmand:

    Terkait mengapa hingga kini fakta tersebut tidak terungkap, pejabat Afghanistan ini mengatakan, “Pihak-pihak asing sengaja menyebarkan kebohongan soal kebengisan para milisi Taliban di Helmand sehingga melalui cara ini tidak ada wartawan yang berani datang ke wilayah ini.”

    Dijelaskannya, fakta di Helmand telah menelan banyak korban. Salah satunya adalah wartawan bernama Ajmal Naqsh Bandi, yang tewas terbunuh karena ia telah berhasil mengungkap berbagai fakta yang ada antara Taliban dan pasukan asing.

  18. Pak Ustadz kalau hari-hari besar ditempat kami seperti perayaan Maulid Nabi Isra’ Mi’raj dikatakan Bid’ah lalu Yassinan dan tahlilan dianggap Haram apakah mereka termasuk orang-orang Wahabi ????
    yg mengatakan demikian mhn komentar syukron

  19. Ditempat kami ada kelompok yg mengatakan bahwa setiap kegiatan Perayaan Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj katanya Bid’ah lalu Tahlilan baca Surath Yassien haram hukumnya apakah mereka ini kelompok Wahabi…..mhn komentar Pak Ustadz terimakasih Wassalam ………

  20. Fatimah kamu hanya penyambung mulut akhlul Bid’ah dari dulu cuman tuduhan-tuduhan itu telah di lancarkan oleh mereka kepada pengikut sunnah

  21. PADA TATARAN WACANA/THEORY:
    dlm misinya wahaby (katanya) bertujuan memurnikan tauhid. Mempersatukan ummat Islam dlam akidah Tauhid.

    CARA MEREKA BERDAKWAH:
    Dengan alasan utk mentauhidkan ummat maka dlm deramah/tulisan/buku mereka menyerang golongan lain DILUAR WAHABY sbg anti tauhid, ahlul bid’ah, khurafat dan bahkan syirik. Mereka sngat anti syi’ah, anti tahlilan, anti mauludan dsb. Hanya wahaby saja kelompok yg selamat dan masuk surga. (adakah perjanjian khusus mereka dgn Allah swt?)

    PADA TATARAN KENYATAAN/FAKTA:
    Sebelum munculnya wahhaby umat islam bersatu dlm kekhalifahan, dan melakukan hal-hal yg dianggap sesat oleh wahhaby. Menulis buku diba/barzanji, merayakan maulid nabi, bertahlil, dsb.
    Peringatan maulid nabi di mulai dari zaman Sholahudin al Ayubi di Mesir. Faktanya Sholahudin al Ayubi mampu mengusir kaum Salib dari Palestina. Kemudian ketika pemerintahan Turki Usmani, dimana masyarakat masih ramai mengamalkan “Bid’ah” (versi wahaby). Ternyata ummat Islam malah mendapatkan pertolonga Allah, buktinya kaum kuffar tidak mampu merebut palestina.
    Ketika berhadapan dgn Gestapu PKI, ummat islam mengamalkan Sholawat Badar, sholawat bid’ah menurut wahabi Faktanya PKI bisa dikalahkan.

    PERTANYAAN: saat ini kenapa ketika wahaby sdh menguasai semenanjung arab, justru arab malah kalah Total dengan israel. Tak SATUPUN megeri-negeri arab itu yg sdh berhasil “DITAUHIDKAN” a la wahaby itu berani melawan Israel yg beara persih didepan jidad mereka?
    JAWABNYA: Sebab tauhid yg diajarkan oleh wahaby adalah
    TAUHID YG NGGAK BENAR. Kalau memang tauhidnya wahaby adalah sama dgn tauhidnya para sahabat Nabi r.anhum, pastilah mereka berani melawan israel, sebagaimana sayyidina umar merebut jerussalem.
    Wahaby? Malah berkonco dengan kafir. Itulah yg disebut rasulullah sbg “bacaan alqur’an mereka tdk melewati kerongkongan” .

  22. Peringatan Nabi SAW Tentang Munculnya Wahabi

    Hadits-hadits yang memberitakan akan datangnya Faham Wahabi.
    Sungguh Nabi s a w telah memberitakan tentang golongan Khawarij ini dalam beberapa hadits beliau, maka hadits-hadits seperti itu adalah merupakan tanda kenabian beliau s a w, karena termasuk memberitakan sesuatu yang masih ghaib (belum terjadi). Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan sebagian yang lain terdapat dalam selain kedua kitab tsb. Hadits-hadits itu antara lain:
    1. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).
    2. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).
    3. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur’an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen).
    4. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat.
    5. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur kepala (plontos – pen).
    6. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.
    7. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah timur (Najed – pen).
    8. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan Wahabi dari sebelah timur / Najed – pen).
    9. (Nabi s a w berdo’a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negeri Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan.
    10. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.

    Dalam hadits-hadits tsb dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen). Dan ini adalah merupakan nash atau perkataan yang jelas ditujukan kepada kaum khawarijin yang datang dari arah timur, yakni para penganut Ibnu Abdil Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya bercukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikut kepadanya tidaklah dibolehkan berpaling dari majelisnya sebelum melakukan perintah tsb (bercukur – plontos). Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dari aliran-aliran SESAT lainnya. Oleh sebab itu, hadits-hadits tsb jelas ditujukan kepada mereka, sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal, seorang mufti di Zubaid. Beliau r a berkata: “Tidak usah seseorang menulis suatu buku untuk menolak Ibnu Abdil Wahhab, akan tetapi sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah s a w itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidaklah pernah berbuat demikian selain mereka.”
    Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabisme – pen) sungguh pernah juga memerintah kaum wanitanya untuk bercukur (gundul – pen). Pada suatu saat ada seorang wanita masuk agamanya dan memperbarui Islamnya sesuai dengan doktrin yang dia masukkan, lalu dia memerintahkan wanita itu bercukur kepala (gundul pacul – pen). Kemudian wanita itu menjawab: “anda memerintahkan kaum lelaki bercukur kepala, seandainya anda memerintahkan mereka bercukur jenggot mereka maka boleh anda memerintahkan kaum wanita mencukur rambut kepalanya, karena rambut kaum wanita adalah kedudukannya sama dengan jenggot kaum lelaki”.Maka dia kebingungan dan tidak bisa berkata apa-apa terhadap wanita itu. Lalu kenapa dia melakukan hal itu, tiada lain adalah untuk membenarkan sabda Nabi s a w atas dirinya dan para pengikutnya, yang dijelaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul/plontos). Jadi apa yang dia lalukan itu semata-mata membuktikan kalau Nabi s a w itu benar dalam segala apa yang disabdakan.
    Adapun mengenai sabda Nabi s a w yang mengisyaratkan bahwa akan ada dari arah timur (Najed – pen) keguncangan dan dua tanduk syaithon, maka sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk syaithon itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahhab.Sebagian ahli sejarah menyebutkan peperangan BANI HANIFAH, mengatakan: Di akhir zaman nanti akan keluar di negeri Musailamah seorang lelaki yang menyerukan agama selain agama Islam.
    Ada beberapa hadits yang didalamnya menyebutkan akan timbulnya fitnah, diantaranya adalah:
    1. Darinya (negeri Musailamah dan Muhammad bin Abdul Wahhab) fitnah yang besar yang ada dalam ummatku, tidak satupun dari rumah orang Arab yang tertinggal kecuali dimasukinya, peperangan bagaikan dalam api hingga sampai keseluruh Arab, sedang memeranginya dengan lisan adalah lebih sangat (bermanfaat – pen) daripada menjatuhkan pedang.
    2. Akan ada fitnah yang menulikan, membisukan dan membutakan, yakni membutakan penglihatan manusia didalamnya sehingga mereka tidak melihat jalan keluar, dan menulikan dari pendengaran perkara hak, barang siapa meminta dimuliakan kepadanya maka akan dimuliakan.
    3. Akan lahir syaithon dari Najed, Jazirah Arab akan goncang lantaran fitnahnya.Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub As-Sayyid Abdullah Al-Haddad Ba’Alawi didalam kitabnya :”Jalaa’uzh zhalaam fir rarrdil Ladzii adhallal ‘awaam” sebuah kitab yang agung didalam menolak faham wahabi, beliau r a menyebutkan didalam kitabnya sejumlah hadits, diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib r a sbb :“Akan keluar di abad kedua belas nanti dilembah BANI HANIFAH seorang lelaki, tingkahnya seperti pemberontak, senantiasa menjilat (kepada penguasa Sa’ud – pen) dan menjatuhkan dalam kesusahan, pada zaman dia hidup banyak kacau balau, menghalalkan harta manusia, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah manusia, dibunuhnya manusia untuk kesombongan, dan ini adalah fitnah, didalamnya orang-orang yang hina dan rendah menjadi mulia (yaitu para petualang & penyamun digurun pasir – pen), hawa nafsu mereka saling berlomba tak ubahnya seperti berlombanya anjing dengan pemiliknya”. Kemudian didalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Tamim. Oleh sebab itu hadits tersebut mengandung suatu pengertian bahwa Ibnu Abdul Wahhab adalah orang yang datang dari ujung Tamim, dialah yang diterangkan hadits Nabi s a w yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri r a bahwa Nabi s a w bersabda :“Sesungguhnya diujung negeri ini ada kelompok kaum yang membaca Al Qur’an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka membunuh pemeluk Islam dan mengundang berhala-berhala (Amerika, Inggeris dan kaum Zionis baik untuk penggalian berhala purbakala atau untuk kepentingan yang lain – pen), seandainya aku menjumpai mereka tentulah aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum ‘Ad.Dan ternyata kaum Khawarij ini telah membunuh kaum muslimin dan mengundang ahli berhala (Amerika, Zionis dan sekutunya – pen). Ketika Imam Ali bin Abi Thalib kw ditebas oleh kaum khawarij, ada seorang lelaki berkata: “Segala Puji bagi Allah yang telah melahirkan mereka dan menghindarkan kita dari mereka”. Kemudian Imam Ali berkata: “Jangan begitu, demi Tuhan yang diriku berada didalam Kekuasaan-Nya, sungguh diantara mereka ada seorang yang dalam tulang rusuknya para lelaki yang tidak dikandung oleh perempuan, dan yang terakhir diantara mereka adalah bersama dajjal”.
    Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abubakar didalamnya disebutkan BANI HANIFAH, kaum Musailamah Al-Kadzdzab, Beliau s a w berkata: “Sesungguhnya lembah pegunungan mereka senantiasa menjadi lembah fitnah hingga akhir masa dan senantiasa terdapat fitnah dari para pembohong mereka sampai hari kiamat”.Dalam riwayat lain disebutkan: “Celaka-lah Yamamah, celaka karena tidak ada pemisah baginya”
    Di dalam kitab Misykatul Mashabih terdapat suatu hadits berbunyi sbb: “Di akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang akan membicarakan kamu tentang apa-apa yang belum pernah kamu mendengarnya, begitu juga (belum pernah) bapak-bapakmu (mendengarnya), maka berhati-hatilah jangan sampai menyesatkan dan memfitnahmu”.Allah SWT telah menurunkan ayat Al Qur’an berkaitan dengan BANI TAMIM sbb:“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti”. (QS. 49 Al-Hujurat: 4).
    Juga Allah SWT menurunkan ayat yang khitabnya ditujukan kepada mereka sbb: “Jangan kamu semua mengangkat suaramu diatas suara Nabi”. (QS. 49 Al-Hujurat 2)Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Sebenarnya ayat yang diturunkan dalam kasus BANI HANIFAH dan mencela BANI TAMIM dan WA”IL itu banyak sekali, akan tetapi cukuplah sebagai bukti buat anda bahwa kebanyakan orang-orang Khawarij itu dari mereka, demikian pula Muhammad bin Abdul Wahhab dan tokoh pemecah belah ummat, Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud (pendiri kerajaan Saudi Arabia – pen) adalah dari mereka”.
    Diriwayatkan bahwa Nabi s a w bersabda: “Pada permulaan kerasulanku aku senantiasa menampakkan diriku dihadapan kabilah-kabilah pada setiap musim dan tidak seorangpun yang menjawab dengan jawaban yang lebih buruk dan lebih jelek daripada penolakan BANI HANIFAH”. Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan: “Ketika aku sampai di Tha’if untuk ziarah ke Abdullah Ibnu Abbas r a, aku bertemu dengan Al-Allamah Syeikh Thahir Asy-Syafi’i, dia memberi tahukan kepadaku bahwa dia telah menulis kitab guna menolak faham wahabi ini dengan judul: “AL-INTISHARU LIL AULIYA’IL ABRAR”. Dia berkata kepadaku: “Mudah-mudahan lantaran kitab ini Allah memberi mafa’at terhadap orang-orang yang hatinya belum kemasukan bid’ah yang datang dari Najed (faham Wahabi), adapun orang yang hatinya sudah kemasukan maka tak dapat diharap lagi kebahagiannya, karena ada sebuah hadits riwayat Bukhari: ‘Mereka keluar dari agama dan tak akan kembali’. Sedang yang dinukil sebagian ulama yang isinya mengatakan bahwa dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah semata-mata meluruskan perbuatan orang-orang Najed, berupa anjuran terhadap orang-orang Baduy untuk menunaikan sholat jama’ah, meninggalkan perkara-perkara keji dan merampok ditengah jalan, serta menyeru kemurnian tauhid, itu semua adalah tidak benar”.
    Memang nampaknya dari luar dia telah meluruskan perbuatan manusia, namun kalau ditengok kekejian-kekejiannya dan kemungkaran-kemungkaran yang dilakukannya berupa:
    1. Mengkafirkan ummat muslimin sebelumnya selama 600 tahun lebih (yakni 600 tahun sebelum masa Ibnu Taimiyah dan sampai masa Wahabi, jadi sepanjang 12 abad lebih- pen).
    2. Membakar kitab-kitab yang relatif amat banyak (termasuk Ihya’ karya Al-Ghazali)3. Membunuh para ulama, orang-orang tertentu & masyarakat umum.
    4. Menghalalkan darah dan harta mereka (karena dianggap kafir – pen)
    5. Melahirkan jisim bagi Dzat Allah SWT.
    6. Mengurangi keagungan Nabi Muhammad s a w, para Nabi & Rasul a s serta para Wali r a
    7. Membongkar makam mereka dan menjadikan sebagai tempat membuang kotoran (toilet).
    8. Melarang orang membaca kitab “DALAA’ILUL KHAIRAT”, kitab Ratib dan dzikir-dzikir, kitab-kitab maulid Dziba’.
    9. Melarang membaca Shalawat Nabi s a w diatas menara-menara setelah melakukan adzan, bahkan telah membunuh siapa yang telah melakukannya.
    10. Menyuap orang-orang bodoh dengan doktrin pengakuan dirinya sebagai nabi dan memberi pengertian kepada mereka tentang kenabian dirinya dengan tutur kata yang manis.
    11. Melarang orang-orang berdo’a setelah selesai menunaikan sholat.
    12. Membagi zakat menurut kemauan hawa nafsunya sendiri.
    13. Dia mempunyai i’tikad bahwa Islam itu sempit.
    14. Semua makhluk adalah syirik.
    15. Dalam setiap khutbah dia berkata bahwa bertawasul dengan para Nabi, Malaikat dan para Wali adalah kufur.
    16. Dia mengkafirkan orang yang mengucapkan lafadz: “maulana atau sayyidina” terhadap seseorang tanpa memperhatikan firman Allah yang berbunyi: “Wasayyidan” dan sabda Nabi s a w kepada kaum Anshar: “Quumuu li sayyidikum”, kata sayyid didalam hadits ini adalah shahabat Sa’ad bin Mu’adz.
    17. Dia juga melarang orang ziarah ke makam Nabi s a w dan menganggap Nabi s a w itu seperti orang mati lainnya.
    18. Mengingkari ilmu Nahwu, lughat dan fiqih, bahkan melarang orang untuk mempelajarinya karena ilmu-ilmu tsb dianggap bid’ah.
    Dari ucapan dan perbuatan-perbuatannya itu jelas bagi kita untuk menyakini bahwa dia telah keluar dari kaidah-kaidah Islamiyah, karena dia telah menghalalkan harta kaum muslimin yang sudah menjadi ijma’ para ulama salafushsholeh tentang keharamannya atas dasar apa yang telah diketahui dari agama, mengurangi keagungan para Nabi dan Rasul, para wali dan orang-orang sholeh, dimana menurut ijma’ ulama’ keempat mazhab Ahlissunnah wal jama’ah / mazhab Salafushsholeh (yang asli – pen) bahwa mengurangi keagungan seperti itu dengan sengaja adalah kufur, demikian kata sayyid Alwi Al-Haddad”.
    Dia berusia 95 tahun ketika mati dengan mempunyai beberapa orang anak yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali mereka disebut dengan AULADUSY SYEIKH atau PUTRA-PUTRA MAHA GURU AGUNG (menurut terminologi yang mereka punyai ini adalah bentuk pengkultusan-individu, mengurangi kemuliaan para Nabi dan Rasul tapi memuliakan dirinya sendiri – dimana kejujurannya? – pen). Mereka ini mempunyai anak cucu yang banyak dan kesemuanya itu dinamakan AULADUSY SYEIKH sampai sekarang.

    Catatan: Kalau melihat 18 point doktrin Wahabi diatas maka jelaslah bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang preman dan petualang akidah serta sama sekali tidak dapat digolongkan bermazhab Ahlissunnah Wal Jama’ah atau mazhab Salafush-Sholeh.
    Ada lagi doktrin yang tidak disebutkan oleh penulis diatas yaitu:
    1. Melarang penggunaan alat pengeras untuk adzan atau dakwa atau apapun.
    2. Melarang penggunaan telpon.
    3. Melarang mendengarkan radio dan TV
    4. Melarang melagukan adzan.
    5. Melarang melagukan / membaca qasidah
    6. Melarang melagukan Al Qur’an seperti para qori’ dan qari’ah yakni yang seperti dilagukan oleh para fuqoha
    7. Melarang pembacaan Burdah karya imam Busiri rahimahullah
    8. Melarang mengaji “sifat 20″ sebagai yang tertulis dalam kitab Kifatayul Awam, Matan Jauharatut Tauhid, Sanusi dan kitab-kitab Tauhid Asy’ari / kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah, karena tauhid kaum Wahabi berkisar Tauhid “Rububiyah & uluhiyah” saja.
    9. Imam Masjidil Haram hanya seorang yang ditunjuk oleh institusi kaum Wahabi saja, sedang sebelum Wahabi datang imam masjidil Haram ada 4 yaitu terdiri dari ke 4 madzhab Ahlussunnah yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Inilah, apakah benar kaum Wahabi sebagai madzhab Ahlissunnah yang melarang madzhab Ahlussunnah?. Tepatnya, Wahabi adalah: “MADZHAB YANG MENGHARAMKAN MADZHAB”.
    10. Melarang perayaan Maulid Nabi pada setiap bulan Rabiul Awal.
    11. Melarang perayaan Isra’ Mi’raj yang biasa dilaksanakan setiap malam 27 Rajab, jadi peraktis tidak ada hari-hari besar Islam, jadi agama apa ini kok kering banget?
    12. Semua tarekat sufi dilarang tanpa kecuali.
    13. Membaca dzikir “La Ilaaha Illallah” bersama-sama setelah shalat dilarang
    14. Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah dan melarang pembacaan Qunut pada shalat subuh.
    Doktrin-doktrin Wahabi ini tidak lain berasal dari gurunya Muhammad bin Abdul Wahhab yakni seorang orientalis Inggris bernama Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah guna mengadu domba kaum muslimin. Imprealisme / Kolonialisme Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru ditengah ummat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Jadi Wahabiisme ini sebenarnya bagian dari program kerja kaum kolonial.
    Mungkin pembaca menjadi tercenggang kalau melihat nama-nama putra-putra Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu Abdullah, Hasan, Husain dan Ali dimana adalah nama-nama yang tekait dekat dengan nama tokoh-tokoh ahlilbait, hal ini tidak lain putra-putranya itu lahir sewaktu dia belum menjadi rusak karena fahamnya itu dan boleh jadi nama-nama itu diberikan oleh ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab yang adalah seorang sunni yang baik dan sangat menentang putranya setelah putranya rusak fahamnya dan demikian pula saudara kandungnya yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahhab sangat menentangnya dan menulis buku tentangan kepadanya yang berjudul :”ASH-SHAWA’IQUL ILAHIYAH FIRRADDI ALA WAHABIYAH”. Nama-nama itu diberikan oleh ayahnya tidak lain untuk bertabaruk kepada para tokoh suci dari para ahlilbait Nabi s a w. Kemudian nama-nama itu tidak muncul lagi dalam nama-nama orang yang sekarang disebut-sebut atau digelari Auladusy Syaikh tsb.
    Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu’ala (Makkah), di Baqi’ & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya.
    Semula seluruh yang menjadi manasik haji itu akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentang termasuk Sayyid Almutawalli Syakrawi dari Mesir maka diurungkannya.
    Setelah saya memposting tentang Wahabi ini seorang ikhwan mengirim email ke saya melalui Japri dan mengatakan kepada saya bahwa pengkatagorian Wahabi sebagai kelompok Khawarij itu kurang lengkap, karena Wahabi tidak anti Bani Umaiyah bahkan terhadap Yazid bin Muawiyah pun membelanya. Dia memberi difinisi kepada saya bahwa Wahabi adalah gabungan sekte-sekte yang telah menyesatkan ummat Islam, terdiri dari gabungan Khawarij, Bani Umaiyah, Murji’ah, Mujassimah, Musyabbihah dan Hasyawiyah. Teman itu melanjutkan jika anda bertanya kepada kaum Wahabi mana yang lebih kamu cintai kekhalifahan Bani Umaiyah atau Abbasiyah, mereka pasti akan mengatakan lebih mencintai Bani Umaiyah dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat yang pada intinya meskipun Bani Abbas tidak suka juga pada kaum alawi tapi masih ada ikatan yang lebih dekat dibanding Bani Umaiyah, dan Bani Umaiyah lebih dahsyat kebenciannya kepada kaum alawi, itulah alasannya.
    Wahai saudaraku yang budiman, waspadalah terhadap gerakan Wahabiyah ini mereka akan melenyapkan semua mazhab baik Sunni (Ahlussunnah Wal Jama’ah) maupun Syi’ah, mereka akan senantiasa mengadu domba kedua mazhab besar. Sekali lagi waspadalah dan waspadalah gerakan ini benar-benar berbahaya dan jika kalian lengah, kalian akan terjengkang dan terkejut kelak. Gerakan ini dimotori oleh juru dakwa – juru dakwa yang radikal dan ekstrim, yang menebarkan kebencian dan permusuhan dimana-mana yang didukung oleh keuangan yang cukup besar (petro-dollar).
    Kesukaan mereka menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahlil bid’ah, itulah ucapan yang didengung-dengungkan disetiap mimbar dan setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri.
    Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng Islam kan penduduk negeri ini. Diantaranya timbulnya fitnah perang padri yang penuh kekejian dan kebiadaban persis seperti ketika Ibnu Sa’ud dan Ibnu Abdul Wahab beserta kaumnya menyerang haramain.
    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih tercampur kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu jasanya telah meng Islam kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng Islam kan yang 10 % sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkapan orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwa ke negeri kita ini tentu orang-orang yang asal bunyi dan menjadi corong bicara kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir lainnya (Naudzu Billah min Dzalik).
    Klaim Wahabi bahwa mereka penganut As-Salaf, As-Salafushsholeh dan Ahlussunnah wal Jama’ah serta sangat setia pada keteladanan sahabat dan tabi’in adalah omong kosong dan suatu bentuk penyerobotan HAK PATEN SUATU MAZHAB. Mereka bertanggung jawab terhadap hancurnya peninggalan-pininggalan Islam sejak masa Rasul suci Muhammad s a w, masa para sahabatnya r a dan masa-masa setelah itu. Meraka menghancurkan semua nilai-nilai peninggalan luhur Islam dan mendatangkan arkeolog-arkeolog (ahli-ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan pra Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata dsb. Mereka dengan bangga setelah itu menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, maka jelaslah penghancuran nilai-nilai luhur peninggalan Islam tidak dapat diragukan lagi merupakan pelenyapan bukti sejarah hingga timbul suatu keraguan dikemudian hari.Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-ngaku sebagai faham yang hanya berpegang pada Al Qur’an dan As-Sunnah serta keteladanan Salafushsholeh apalagi mengaku sebagai GOLONGAN YANG SELAMAT DSB, itu semua omong kosong dan kedok untuk menjual barang dagangan berupa akidah palsu yang disembunyikan. Sejarah hitam mereka dengan membantai ribuan kaum muslimin di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang di namakan Saudi, suatu nama bid’ah karena nama negeri Rasulullah s a w diganti dengan nama satu keluarga kerajaan yaitu As-Sa’ud). Yang terbantai itu terdiri dari para ulama-ulama yang sholeh dan alim, anak-anak yang masih balita bahkan dibantai dihadapan ibunya.

    1. Dasar Hukum Menolak Paham SESAT Wahabi”kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”

      Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”. Di antaranya:

      الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا وَأَشَارَ إِلَى الْمَشْرِق

      Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Nejed). HR. Muslim dalam Kitabul Fitan

      يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ الْمَشْرِقِ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَعُوْدُوْنَ فِيْهِ حَتَّى يَعُوْدَ السَّهْمُ إِلَى فَوْقِهِ سِيْمَاهُمْ التَّحْلِيْقُ. رواه البخاري

      Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak anah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ke tempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur. HR. Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ibnu Hibban.

      Nabi SAW pernah berdoa

      اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا, اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

      Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman.

      Para sahabat bertanya: Dan dari Nejed wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda:

      هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلَعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ وَفِيْ رِوَايَةٍ قَرْنَا الشَّيْطَان

      Di sana (Nejed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk Syetan. Dalam riwayat lain: Dua tanduk Syetan.

      Bani Hanifah adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Su’ud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab…”.

      Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya seperti yang dikatakan oleh Sayyid Abdur Rahman al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahhab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian”.

      Al Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah Al-Haddad menyebutkan dalam kitabnya “Jala’udz Dzolam” sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW:

      سَيَخْرُجُ فِيْ ثَانِيْ عَشَرَ قَرْنًا فِيْ وَادِيْ بَنِيْ حَنِيْفَةَ رَجُلٌ كَهَيْئَةِ الثَّوْرِ لاَيَزَالُُ يَلْعَقُ بَرَاطِمَهُ يَكْثُرُ فِيْ زَمَانِهِ الْهَرَجُ وَالْمَرَجُ يَسْتَحِلُّوْنَ أَمْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَتَّخِذُوْنَهَا بَيْنَهُمْ مَتْجَرًا وَيَسْتَحِلُّوْنَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ

      Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah Bani Hanifah seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. Al-Hadits

      Ber hati2lah jamaah-haji-umrah-dan-proses- wahabisasi.dgn kitab2 palsu.klikk..link

      http://www.pcnujaksel.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53%3Ajamaah-haji-umrah-dan-proses-wahabisasi

      300 kitab di palsu wahaby..Tradisi tahrif ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi. Di antaranya adalah kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaum Wahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr. Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusi juga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilid ini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yang terpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri, seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini. Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22 dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologi Wahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi. Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain yang populer dengan Tafsir al-Shawi, mengalami nasib serupa. Tafsir al-Shawi yang beredar dewasa ini baik edisi terbitan Dar al-Fikr maupun Dar al-Kutub al-’Ilmiyah juga mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil Wahabi, yakni penafsiran al-Shawi terhadap surat al-Baqarah ayat 230 dan surat Fathir ayat 7. Kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, kitab fiqih terbaik dalam madzhab Hanbali, juga tidak lepas dari tahrif mereka. Wahabi telah membuang bahasan tentang istighatsah dalam kitab tersebut, karena tidak sejalan dengan ideologi mereka. Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409 H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dan di bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketika ber-tawasul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang. Demikianlah beberapa kitab yang telah ditahrif oleh orang-orang Wahabi. Tentu saja tulisan ini tidak mengupas berbagai cara tahrif dan perusakan Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah peninggalan para ulama kita. Namun setidaknya, yang sedikit ini menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati dalam membaca atau membeli kitab-kitab terbitan baru..waspada2

      SYAIKH WAHABI PENYEBAR FITNAH,,,BER HATI HATILAH..

      Syaikh Abdul Aziz bin Baz

      Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

      Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

      Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

      Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

      Syaikh Abdurahman bin Nashir As-Sa’di

      Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i

      Syaikh Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

      Syaikh Abul A’ala Maududi

      Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Abdullah Ar-Rajihi

      Syaikh Syihabuddin Mahmud Al-Baghdadi Al-Alusi

      Syaikh Muhammad Taqiuddin Al-Nabhani

      Syaikh Muhammad al-Amin Asy-Syinqithi

      Syaikh Abdurrahman As-Sudais

      Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad

      Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad

      Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alu

      Syaikh Hamud bin ‘Abdullah At-Tuwaijiri

      Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi

      Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan

      Syaikh Sayyid Muhammad Rasyid Ridha

      Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi

      Syaikh Muhammad Al-Fadlil ibn ‘Asyur

      Syaikh Sayid Jamaluddin Al-Afghani

      Syaikh Muhammad bin Ibrahim

      Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Ghaits

      Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

      Syaikh Muhammad Umar As-Sewed

      Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini

      Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al-‘Udaini

      Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

      Syaikh Sayyid Qutb

      Syaikh Hasan Al-Banna

      Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri

      Syaikh ‘Ali bin Yahya bin ‘Ali bin Muhammad Al-’Amiri Al-HaddadiUstadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

      Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

      Ustadz Abu ‘Amr AhmadUstadz Abu ‘Abdillah Muhammad Syarbini

      Ustadz Dzulqarnain Al Makassariy

      Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al-Maidani

      Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

      Ustadz Luqman Ba’abduh

      Ustadz Muhammad Umar As-SewedUstadz Abu Mundzir Dzul AkmalUstadz Jafar Salih

      Ustadz Idral Harits

      Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary

      Ustadz Abdurrahman Lombok

      Ustadz Abu Umar IbrohimUstadz Adib

      Ustadz Nashrullah Abdul Karim Lc.

      Ustadz MukhtarUstadz Agus Suady

      Ustadz Abdul Haq

      Ustadz Abdul Jabbar Al-BantuliUstadz Abu Abdillah Muhammad Higa

      Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Lc.

      Ustadz Abu ‘AliUstadz Zaid Susanto, Lc.Ustadz Arifin Ridin, Lc.

      Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami

  23. Dasar Hukum Menolak Paham Wahabi”kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”

    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”. Di antaranya:

    الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا وَأَشَارَ إِلَى الْمَشْرِق

    Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Nejed). HR. Muslim dalam Kitabul Fitan

    يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ الْمَشْرِقِ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَعُوْدُوْنَ فِيْهِ حَتَّى يَعُوْدَ السَّهْمُ إِلَى فَوْقِهِ سِيْمَاهُمْ التَّحْلِيْقُ. رواه البخاري

    Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak anah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ke tempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur. HR. Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ibnu Hibban.

    Nabi SAW pernah berdoa

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا, اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

    Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman.

    Para sahabat bertanya: Dan dari Nejed wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda:

    هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلَعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ وَفِيْ رِوَايَةٍ قَرْنَا الشَّيْطَان

    Di sana (Nejed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk Syetan. Dalam riwayat lain: Dua tanduk Syetan.

    Bani Hanifah adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Su’ud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab…”.

    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya seperti yang dikatakan oleh Sayyid Abdur Rahman al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahhab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian”.

    Al Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah Al-Haddad menyebutkan dalam kitabnya “Jala’udz Dzolam” sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW:

    سَيَخْرُجُ فِيْ ثَانِيْ عَشَرَ قَرْنًا فِيْ وَادِيْ بَنِيْ حَنِيْفَةَ رَجُلٌ كَهَيْئَةِ الثَّوْرِ لاَيَزَالُُ يَلْعَقُ بَرَاطِمَهُ يَكْثُرُ فِيْ زَمَانِهِ الْهَرَجُ وَالْمَرَجُ يَسْتَحِلُّوْنَ أَمْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَتَّخِذُوْنَهَا بَيْنَهُمْ مَتْجَرًا وَيَسْتَحِلُّوْنَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah Bani Hanifah seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. Al-Hadits

    Ber hati2lah jamaah-haji-umrah-dan-proses- wahabisasi.dgn kitab2 palsu.klikk..link

    http://www.pcnujaksel.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53%3Ajamaah-haji-umrah-dan-proses-wahabisasi

    300 kitab di palsu wahaby..Tradisi tahrif ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi. Di antaranya adalah kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaum Wahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr. Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusi juga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilid ini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yang terpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri, seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini. Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22 dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologi Wahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi. Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain yang populer dengan Tafsir al-Shawi, mengalami nasib serupa. Tafsir al-Shawi yang beredar dewasa ini baik edisi terbitan Dar al-Fikr maupun Dar al-Kutub al-’Ilmiyah juga mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil Wahabi, yakni penafsiran al-Shawi terhadap surat al-Baqarah ayat 230 dan surat Fathir ayat 7. Kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, kitab fiqih terbaik dalam madzhab Hanbali, juga tidak lepas dari tahrif mereka. Wahabi telah membuang bahasan tentang istighatsah dalam kitab tersebut, karena tidak sejalan dengan ideologi mereka. Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409 H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dan di bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketika ber-tawasul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang. Demikianlah beberapa kitab yang telah ditahrif oleh orang-orang Wahabi. Tentu saja tulisan ini tidak mengupas berbagai cara tahrif dan perusakan Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah peninggalan para ulama kita. Namun setidaknya, yang sedikit ini menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati dalam membaca atau membeli kitab-kitab terbitan baru..waspada2

    SYAIKH WAHABI PENYEBAR FITNAH,,,BER HATI HATILAH..

    Syaikh Abdul Aziz bin Baz

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

    Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

    Syaikh Abdurahman bin Nashir As-Sa’di

    Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i

    Syaikh Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

    Syaikh Abul A’ala Maududi

    Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Abdullah Ar-Rajihi

    Syaikh Syihabuddin Mahmud Al-Baghdadi Al-Alusi

    Syaikh Muhammad Taqiuddin Al-Nabhani

    Syaikh Muhammad al-Amin Asy-Syinqithi

    Syaikh Abdurrahman As-Sudais

    Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad

    Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad

    Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alu

    Syaikh Hamud bin ‘Abdullah At-Tuwaijiri

    Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi

    Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan

    Syaikh Sayyid Muhammad Rasyid Ridha

    Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi

    Syaikh Muhammad Al-Fadlil ibn ‘Asyur

    Syaikh Sayid Jamaluddin Al-Afghani

    Syaikh Muhammad bin Ibrahim

    Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Ghaits

    Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

    Syaikh Muhammad Umar As-Sewed

    Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini

    Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al-‘Udaini

    Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

    Syaikh Sayyid Qutb

    Syaikh Hasan Al-Banna

    Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri

    Syaikh ‘Ali bin Yahya bin ‘Ali bin Muhammad Al-’Amiri Al-HaddadiUstadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

    Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Ustadz Abu ‘Amr AhmadUstadz Abu ‘Abdillah Muhammad Syarbini

    Ustadz Dzulqarnain Al Makassariy

    Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al-Maidani

    Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

    Ustadz Luqman Ba’abduh

    Ustadz Muhammad Umar As-SewedUstadz Abu Mundzir Dzul AkmalUstadz Jafar Salih

    Ustadz Idral Harits

    Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary

    Ustadz Abdurrahman Lombok

    Ustadz Abu Umar IbrohimUstadz Adib

    Ustadz Nashrullah Abdul Karim Lc.

    Ustadz MukhtarUstadz Agus Suady

    Ustadz Abdul Haq

    Ustadz Abdul Jabbar Al-BantuliUstadz Abu Abdillah Muhammad Higa

    Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Lc.

    Ustadz Abu ‘AliUstadz Zaid Susanto, Lc.Ustadz Arifin Ridin, Lc.

    Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami

  24. Dasar Hukum Menolak Paham Wahabi”kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”

    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih Bukhari & Muslim dan lainnya”. Di antaranya:

    الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا الْفِتْنَةُ مِنْ هَا هُنَا وَأَشَارَ إِلَى الْمَشْرِق

    Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur (Nejed). HR. Muslim dalam Kitabul Fitan

    يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ الْمَشْرِقِ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَعُوْدُوْنَ فِيْهِ حَتَّى يَعُوْدَ السَّهْمُ إِلَى فَوْقِهِ سِيْمَاهُمْ التَّحْلِيْقُ. رواه البخاري

    Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak anah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ke tempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur. HR. Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Ibnu Hibban.

    Nabi SAW pernah berdoa

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا, اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا

    Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman.

    Para sahabat bertanya: Dan dari Nejed wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Alloh, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda:

    هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلَعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ وَفِيْ رِوَايَةٍ قَرْنَا الشَّيْطَان

    Di sana (Nejed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk Syetan. Dalam riwayat lain: Dua tanduk Syetan.

    Bani Hanifah adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Su’ud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab…”.

    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya seperti yang dikatakan oleh Sayyid Abdur Rahman al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahhab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian”.

    Al Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah Al-Haddad menyebutkan dalam kitabnya “Jala’udz Dzolam” sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW:

    سَيَخْرُجُ فِيْ ثَانِيْ عَشَرَ قَرْنًا فِيْ وَادِيْ بَنِيْ حَنِيْفَةَ رَجُلٌ كَهَيْئَةِ الثَّوْرِ لاَيَزَالُُ يَلْعَقُ بَرَاطِمَهُ يَكْثُرُ فِيْ زَمَانِهِ الْهَرَجُ وَالْمَرَجُ يَسْتَحِلُّوْنَ أَمْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَتَّخِذُوْنَهَا بَيْنَهُمْ مَتْجَرًا وَيَسْتَحِلُّوْنَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah Bani Hanifah seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. Al-Hadits

    Ber hati2lah jamaah-haji-umrah-dan-proses- wahabisasi.dgn kitab2 palsu.klikk..link

    http://www.pcnujaksel.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53%3Ajamaah-haji-umrah-dan-proses-wahabisasi

    300 kitab di palsu wahaby..Tradisi tahrif ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi. Di antaranya adalah kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaum Wahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr. Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusi juga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilid ini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yang terpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri, seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini. Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22 dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologi Wahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi. Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain yang populer dengan Tafsir al-Shawi, mengalami nasib serupa. Tafsir al-Shawi yang beredar dewasa ini baik edisi terbitan Dar al-Fikr maupun Dar al-Kutub al-’Ilmiyah juga mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil Wahabi, yakni penafsiran al-Shawi terhadap surat al-Baqarah ayat 230 dan surat Fathir ayat 7. Kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, kitab fiqih terbaik dalam madzhab Hanbali, juga tidak lepas dari tahrif mereka. Wahabi telah membuang bahasan tentang istighatsah dalam kitab tersebut, karena tidak sejalan dengan ideologi mereka. Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409 H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dan di bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketika ber-tawasul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang. Demikianlah beberapa kitab yang telah ditahrif oleh orang-orang Wahabi. Tentu saja tulisan ini tidak mengupas berbagai cara tahrif dan perusakan Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah peninggalan para ulama kita. Namun setidaknya, yang sedikit ini menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati dalam membaca atau membeli kitab-kitab terbitan baru..waspada2

    SYAIKH WAHABI PENYEBAR FITNAH,,,BER HATI HATILAH..

    Syaikh Abdul Aziz bin Baz

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

    Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

    Syaikh Abdurahman bin Nashir As-Sa’di

    Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i

    Syaikh Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

    Syaikh Abul A’ala Maududi

    Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Abdullah Ar-Rajihi

    Syaikh Syihabuddin Mahmud Al-Baghdadi Al-Alusi

    Syaikh Muhammad Taqiuddin Al-Nabhani

    Syaikh Muhammad al-Amin Asy-Syinqithi

    Syaikh Abdurrahman As-Sudais

    Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad

    Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad

    Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alu

    Syaikh Hamud bin ‘Abdullah At-Tuwaijiri

    Syaikh Shalih bin Abdul Aziz As-Sindi

    Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan

    Syaikh Sayyid Muhammad Rasyid Ridha

    Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi

    Syaikh Muhammad Al-Fadlil ibn ‘Asyur

    Syaikh Sayid Jamaluddin Al-Afghani

    Syaikh Muhammad bin Ibrahim

    Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Ghaits

    Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

    Syaikh Muhammad Umar As-Sewed

    Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini

    Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al-‘Udaini

    Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

    Syaikh Sayyid Qutb

    Syaikh Hasan Al-Banna

    Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq Al-Qasimi Azh-Zhafiri

    Syaikh ‘Ali bin Yahya bin ‘Ali bin Muhammad Al-’Amiri Al-HaddadiUstadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

    Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Ustadz Abu ‘Amr AhmadUstadz Abu ‘Abdillah Muhammad Syarbini

    Ustadz Dzulqarnain Al Makassariy

    Ustadz ‘Abdul Mu’thi Al-Maidani

    Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

    Ustadz Luqman Ba’abduh

    Ustadz Muhammad Umar As-SewedUstadz Abu Mundzir Dzul AkmalUstadz Jafar Salih

    Ustadz Idral Harits

    Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary

    Ustadz Abdurrahman Lombok

    Ustadz Abu Umar IbrohimUstadz Adib

    Ustadz Nashrullah Abdul Karim Lc.

    Ustadz MukhtarUstadz Agus Suady

    Ustadz Abdul Haq

    Ustadz Abdul Jabbar Al-BantuliUstadz Abu Abdillah Muhammad Higa

    Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Lc.

    Ustadz Abu ‘AliUstadz Zaid Susanto, Lc.Ustadz Arifin Ridin, Lc.

    Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami

  25. KEPADA WAHABI COMMUNITY…. ( WC )

    TERIMA KASIHLAH ENTE PADA PEMBERONTAK JAMAN DULU, KARENA NEGARA ENTE LAHIR DARI KUDETA TERHADAP PEMERINTAHAN TURKI…. EH, SEKARANG ENTE KOAR2 PAKE FATWA ” HARAM HUKUMNYA MEMBERONTAK “…. CACAT !!!!

    ENTE MUSUHIN MUSLIMIN SEDUNIA, RAJA2 ENTE BERPELUKAN DENGAN : AMERIKA, INGGRIS, YAHUDI, DAN KAPIR2 LAEN…. CACAT !!!!

    UKHUWAH ISLAMIYAH ENTE JELEK !!!!!

    AMERIKA, INGRISS, YAHUDI BILANG AMA RAJA ENTE : ” GOOD BOY ”

    RAJA ENTE BILANG AMA ULAMA WAHABI : ” GOOD BOY” ,
    RAJA : JANGAN BUAT FATWA YANG MENGHINA SEKUTU ANA YA SYEIKH…

    SYEIKH : NA’AM YA RAJA…

    RAJA : GOOD BOY !!!!

    INI FAKTA !!!!

    ” BUKAN MENUKILKAN DARI TUKANG JAM “

      1. Rujukan-rujukan yang anda berikan dari abusalafy.wordpress.com terlihat meragukan..Didalamnya hanya banyak terdapat tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang kuat dari sumber yang kuat terhadap para ulama-ulama islam yang dituduhkan..bukankah didalam link yang saya rujukan sudah jelas agar tuduhan-tuduhan tersebut disertai bukti yang kuat dari sumber yang tepat..terutama kepada Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab, seharusnya ditunjukan bukti dari buku-buku karangan beliau bahwa salah satu dari keturunan bani tamim ini yang disabdakan oleh Rasulullah sebagai kaum yang terkuat dalam menentang dajjal (HR. Bukhari no. 2405, Muslim no. 2525) melakukan apa yang dituduhkan kepadanya..semoga Allah memperlihatkan kepada kita yang benar itu adalah benar, kemudian menuntun kita untuk mengikuti kebenaran itu, dan memperlihatkan kepada kita yang salah itu adalah salah, dan menjauhkan kita dari mengikuti yang salah itu..

      2. Rujukan-rujukan yang anda berikan dari abusalafy.wordpress.com terlihat meragukan..Didalamnya hanya banyak terdapat tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang kuat dari sumber yang kuat terhadap para ulama-ulama islam yang dituduhkan..

        Terima kasih untuk kesimpulan pribadinya, tapi sayangnya konklusi yang bersandar hanya sebatas praduga anda saja, tanpa ada premis-premis rasional dan faktual yang mampu membuktikan konklusi personal anda di atas, saya kira tidak akan bermakna apapun … :D

        bukankah didalam link yang saya rujukan sudah jelas agar tuduhan-tuduhan tersebut disertai bukti yang kuat dari sumber yang tepat..terutama kepada Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab, seharusnya ditunjukan bukti dari buku-buku karangan beliau bahwa salah satu dari keturunan bani tamim ini yang disabdakan oleh Rasulullah sebagai kaum yang terkuat dalam menentang dajjal (HR. Bukhari no. 2405, Muslim no. 2525) melakukan apa yang dituduhkan kepadanya..

        Sekali lagi, sayangnya ini hanyalah sebatas kesimpulan dan praduga anda sendiri di dalam menilai artikel tersebut. Is okey. Namun sejujurnya :) link yang anda copas itu memuat artikel permisif dan apologetik semata. Menurut hemat saya, bila berniat ingin melakukan studi komparatif, maka saran saya jauhkanlah dari penilaian2 serta praduga pribadi. Entah itu mau dibilang salah atau benar secara rasional atau faktual, maupun baik atau buruk secara etis, tapi kalau ingin secara dogmastis, saya kira silahkan saja. Selain itu ada beberapa kesalahan argumen pada pernyataan di atas, diantaranya adalah: kesesatan formal, argumentum ad baculum, dan petitio principii .. :)

        semoga Allah memperlihatkan kepada kita yang benar itu adalah benar, kemudian menuntun kita untuk mengikuti kebenaran itu, dan memperlihatkan kepada kita yang salah itu adalah salah, dan menjauhkan kita dari mengikuti yang salah itu..

        Premis di atas bermuatan argumentum ad misericordiam. Saran saya, perbanyaklah belajar dan juga membaca buku-buku dari berbagai sumber khazanah inteletual Islam, baik itu wahabiyah, aswaja atau barangkali buku-buku karya ulama syiah imamiyah sendiri ;)

      3. Saya lihat anda banyak merujuk dari blog abusalafy.wordpress.com dan dalam blog anda juga banyak terdapat artikel tentang ajaran Syi’ah..jikalau saya boleh bertanya, apakah anda penganut paham syi’ah?
        Berikut saya berikan artikel yang menunjukan bagaimana karakter dari seorang abu salafy
        (Disensor Pemilik Blog)

      4. Saya lihat anda banyak merujuk dari blog abusalafy.wordpress.com dan dalam blog anda juga banyak terdapat artikel tentang ajaran Syi’ah..jikalau saya boleh bertanya, apakah anda penganut paham syi’ah?

        Sekali lagi saya temukan bahwa pernyataan anda dimulai dari sebuah kesimpulan pribadi yang lagi-lagi juga, sejujurnya belum tepat … blog abusalafy dan beberapa blog sejenis lainnya adalah beberapa blog yang saya temukan dari beberapa kali berinteraksi di dunia maya saja. Artikel-artikelnya cukup lumayan menarik untuk dibaca dan juga positif sekali karena berupaya membongkar fitnah-fitnah atau dusta yang dilontarkan wahabi terhadap syiah ataupun sunni. Meskipun mungkin ada muatan personalnya tapi pembuktian-pembuktiannya cukup valid, sehingga tidak heran bila sampai sekarang belum ada penulis yang berupaya meralat atau bahkan mungkin menjustifikasi buku “Mazhab Wahabi” yang linknya saya letakkan di side bar disisi kiri bawah blog saya ini. Anyway, melhat pernyataan-pernyataan anda, kelihatannya anda keberatan dengan tulisan-tulisan abusalafy, silahkan saja menyampaikan keberatan-keberatan anda tersebut langsung ke blognya, karena pemuatan link-link yang anda pautkan antara blog pribadi saya dengan blog abusalafy sebenarnya tidak relevan. Maaf, link2 anda terpaksa saya hilagkan karena di blog pribadi saya ini ada aturannya, diantaranya adalah bagian komentar ini tidak menerima link2 dari blog lain yang disematkan oleh komentator — mungkin sekali dua kali biasanya saya izinkan, tapi copas2 link dikomentar saya sebenarnya tidak saya perkenankan, dan yang kedua adalah mencopas argumen yang sebenarnya termasuk plagiat. Kalau memang ada yang ingin menangapi artikel2 saya, silahkan saja diuraikan dan bukan secara copas. Kalau dibolehkan memberikan saran pribadi, maka masukan saya adalah cobalah untuk melihat suatu persoalan secara lebih akademis ketimbang personal ataupun mungkin emosional. ;) Terima kasih.

        Berikut saya berikan artikel yang menunjukan bagaimana karakter dari seorang abu salafy

        Sori link2 yang anda paparkan saya hapus karena mengungkap karakter abusalafy di blog saya sebenarnya sangat tidak relevan karena sejujurnya saya sendiri tidak kenal siapakah abusalafy itu, dan menilai orang tanpa saya mengenal pribadinya akan bersifat praduga buruk alias su’u dzan, saya tidak tahu apakah anda memang mengenal pribadinya ataukah anda juga sedang meyakini suatu praduga semata? Sekedar masukan tambahan bahwa kalau saya membaca artikel2 di blog abusalafy maka yang saya nilai adalah muatan akademis artikelnya saja, tentang karakter pribadinya apakah baik atauk buruk, sejujurnya saya tidak tahu dan wallahu’alam :)

      5. akda berkata: “Terima kasih untuk kesimpulan pribadinya, tapi sayangnya konklusi yang bersandar hanya sebatas praduga anda saja, tanpa ada premis-premis rasional dan faktual yang mampu membuktikan konklusi personal anda di atas, saya kira tidak akan bermakna apapun”

        Bukankah praduga saya sudah saya sertai bukti dengan link-link/artikel (yang anda “sensor”) yang membantah semua tuduhan-tuduhan yang dilakukan oleh abu salafy yang menjadi rujukan anda..

        Anda berkata: “Sekali lagi, sayangnya ini hanyalah sebatas kesimpulan dan praduga anda sendiri di dalam menilai artikel tersebut. Is okey. Namun sejujurnya :) link yang anda copas itu memuat artikel permisif dan apologetik semata. Menurut hemat saya, bila berniat ingin melakukan studi komparatif, maka saran saya jauhkanlah dari penilaian2 serta praduga pribadi. Entah itu mau dibilang salah atau benar secara rasional atau faktual, maupun baik atau buruk secara etis, tapi kalau ingin secara dogmastis, saya kira silahkan saja. Selain itu ada beberapa kesalahan argumen pada pernyataan di atas, diantaranya adalah: kesesatan formal, argumentum ad baculum, dan petitio principii”

        Bukankah justru artikel yang anda muat yang hanya berdasarkan praduga dan tanpa bukti yang kuat serta ilmiah.. seperti sebelumnya dan sangat mudah, tunjukan lah bukti yang kuat dan ilmiah dari sumber-sumber yang kuat tentang tuduhan-tuduhan anda..

        Anda berkata: “Premis di atas bermuatan argumentum ad misericordiam. Saran saya, perbanyaklah belajar dan juga membaca buku-buku dari berbagai sumber khazanah inteletual Islam, baik itu wahabiyah, aswaja atau barangkali buku-buku karya ulama syiah imamiyah sendiri”

        Ini semakain menegaskan bahwa anda seorang penganut paham syi’ah..

        anda berkata: “Sekali lagi saya temukan bahwa pernyataan anda dimulai dari sebuah kesimpulan pribadi yang lagi-lagi juga, sejujurnya belum tepat … blog abusalafy dan beberapa blog sejenis lainnya adalah beberapa blog yang saya temukan dari beberapa kali berinteraksi di dunia maya saja. Artikel-artikelnya cukup lumayan menarik untuk dibaca dan juga positif sekali karena berupaya membongkar fitnah-fitnah atau dusta yang dilontarkan wahabi terhadap syiah ataupun sunni. Meskipun mungkin ada muatan personalnya tapi pembuktian-pembuktiannya cukup valid, sehingga tidak heran bila sampai sekarang belum ada penulis yang berupaya meralat atau bahkan mungkin menjustifikasi buku “Mazhab Wahabi” yang linknya saya letakkan di side bar disisi kiri bawah blog saya ini. Anyway, melhat pernyataan-pernyataan anda, kelihatannya anda keberatan dengan tulisan-tulisan abusalafy, silahkan saja menyampaikan keberatan-keberatan anda tersebut langsung ke blognya, karena pemuatan link-link yang anda pautkan antara blog pribadi saya dengan blog abusalafy sebenarnya tidak relevan. Maaf, link2 anda terpaksa saya hilagkan karena di blog pribadi saya ini ada aturannya, diantaranya adalah bagian komentar ini tidak menerima link2 dari blog lain yang disematkan oleh komentator — mungkin sekali dua kali biasanya saya izinkan, tapi copas2 link dikomentar saya sebenarnya tidak saya perkenankan, dan yang kedua adalah mencopas argumen yang sebenarnya termasuk plagiat. Kalau memang ada yang ingin menangapi artikel2 saya, silahkan saja diuraikan dan bukan secara copas. Kalau dibolehkan memberikan saran pribadi, maka masukan saya adalah cobalah untuk melihat suatu persoalan secara lebih akademis ketimbang personal ataupun mungkin emosional. ;) Terima kasih.”

        Dan anda juga berkata: “Sori link2 yang anda paparkan saya hapus karena mengungkap karakter abusalafy di blog saya sebenarnya sangat tidak relevan karena sejujurnya saya sendiri tidak kenal siapakah abusalafy itu, dan menilai orang tanpa saya mengenal pribadinya akan bersifat praduga buruk alias su’u dzan, saya tidak tahu apakah anda memang mengenal pribadinya ataukah anda juga sedang meyakini suatu praduga semata? Sekedar masukan tambahan bahwa kalau saya membaca artikel2 di blog abusalafy maka yang saya nilai adalah muatan akademis artikelnya saja, tentang karakter pribadinya apakah baik atauk buruk, sejujurnya saya tidak tahu dan wallahu’alam”

        Bukankah Allah pernah berfirman (yang artinya)
        “Wahai orang-orang yang beriman jika orang fasik datang kepada kamu membawa sebuah berita maka telitilah, agar kalian tidak mencela suatu kaum dengan kebodohan.” (QS. al-Hujuraat: 6)
        Anda tidak mengenal abu salafy tetapi anda mendukung penuh semua artikel dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkannya, maka bukankah anda yang seharusnya lebik berhati-hati dalam memuat suatu berita atau tuduhan..

        Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang beragama Islam. Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan. (An Naml: 91-92)

        Abdullah bin Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata:“Saya bertanya kepada ayahku (Imam Ahmad) mengenai seorang yang memiliki berbagai kitab yang memuat sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, perkataan para sahabat, dan tabi’in. Namun, dia tidak mampu untuk mengetahui hadits yang lemah, tidak pula mampu membedakan sanad hadits yang shahih dengan sanad yang lemah. Apakah dia boleh mengamalkan dan memilih hadits dalam kitab-kitab tersebut semaunya, dan berfatwa dengannya? Ayahku menjawab, “Dia tidak boleh mengamalkannya sampai dia bertanya hadits mana saja yang boleh diamalkan dari kitab-kitab tersebut, sehingga dia beramal dengan landasan yang tepat, dan (hendaknya) dia bertanya kepada ulama mengenai hal tersebut.“ (I’lam a-Muwaqqi’in 4/206)

        Maka terakhir saya tutup dengan mengutip firman Allah S.W.T (yang artinya):”Ya Rabb, tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang yang Engkau murkai dan bukan jalannya orang-orang yang sesat” [Al Fatihah: 6 – 7]

      6. Bukankah praduga saya sudah saya sertai bukti dengan link-link/artikel (yang anda “sensor”) yang membantah semua tuduhan-tuduhan yang dilakukan oleh abu salafy yang menjadi rujukan anda..

        1. Saya mengizinkan anda berkomentar tapi copas link dalam konteks apapun adalah tidak diperkenankan. Peraturan ini berlaku umum bagi setiap komentator yang mampir ke blog saya dan bukan kepada anda saja.

        2. Saya kutip kembali pernyataan di kometar anda sebelum ini saat anda memuat link2 itu, bahwa link2 itu berusaha “menunjukan bagaimana karakter dari seorang abu salafy“. Link2 anda yang saya sensor tersebut adalah terhadap karakter abu salafy yang saya tidak kenal.

        3. Kalau anda ingin membantah “karakter dari seorang abu salafy” ataupun artikel2nya, silahkan disampaikan ke blog abu salafy, karena saya bukan abu salafy dan abu salafy bukan saya.

        4. Ada person/pribadi dari seorang pemlik blog dan ada artikel yang ditulis oleh seorang pemilik blog. Coba belajar membedakan keduanya.

        5. Bantahan atas suatu argumen/artikel harus ditujukan terhadap argumen/artikel tersebut dan bukan ditujukan kepada karakter orang yang mengatakan atau menuliskannya.

        6. Seperti yang anda katakan sendiri bahwa link2 yang anda sematkan itu “menunjukan bagaimana karakter dari seorang abu salafy” atau spt yg anda katakan juga bahwa link2 itu “membantah semua tuduhan-tuduhan yang dilakukan oleh abu salafy:? . Hal semacam ini adalah argumentum ad hominem yang tergolong irasional dan tidak faktual.

        7. Pernyataan anda di atas yang mengatakan: “saya sertai bukti dengan link-link/artikel (yang anda “sensor”) yang membantah semua tuduhan-tuduhan yang dilakukan oleh abu salafy” sangat ambigu, kalau tidak mau dibilang kontradiktif… silahkan renungkan sendiri :lol:

        8. Tunjukkan satu artikel milik blog abu salafy yang selanjutnya saya copas sebagai artikel di blog saya ini sehingga anda cukup nekad untuk menyimpulkan bahwa blog abu salafy adalah rujukan bagi artikel saya? Padahal saya sudah jelaskan sebelumnya bahwa “blog abusalafy dan beberapa blog sejenis lainnya adalah beberapa blog yang saya temukan dari beberapa kali berinteraksi di dunia maya saja.”

        Ini semakain menegaskan bahwa anda seorang penganut paham syi’ah..

        1. Tidak ada relevansinya :? Karena kalaupun saya syiah lalu kenapa dan kalau saya bukan syiah terus kenapa? :mrgreen:

        Bukankah Allah pernah berfirman (yang artinya)
        “Wahai orang-orang yang beriman jika orang fasik datang kepada kamu membawa sebuah berita maka telitilah, agar kalian tidak mencela suatu kaum dengan kebodohan.” (QS. al-Hujuraat: 6)

        1. Iya, ayat ini sudah tepat dan silahkan anda renungkan baik2 sehingga ketika ada yang mengatakan misalnya syiah itu sesat, maka ingat-ingatlah baik2 ayat ini ya :)

        Anda tidak mengenal abu salafy tetapi anda mendukung penuh semua artikel dan tuduhan-tuduhan yang dilontarkannya, maka bukankah anda yang seharusnya lebik berhati-hati dalam memuat suatu berita atau tuduhan..

        1. Betul saya memang tidak kenal dengan abu salafy, makanya segala link yang anda hendak sematkan di blog saya dan yang mengarahnya kepada “karakter dari seorang abu salafy” itu saya tolak.

        2. “A’rifil haq, ta’rif ahla” (Imam Ali as) artinya: Kenalilah kebenaran dan anda akan mengenal orang2nya. “Undzur ilaa ma qaala, la tandzur ilaa man qaala” artinya: perhatikanlah kepada pola dan substansi argumen yang diucapkan dan bukan pribadi orang yang mengatakannya.” Anda pengikut Imam Hambali? Pernah kenal sama Imam Hambali sebelumnya? Anda pengikut Muhammad saww? Pernah kenal dengan Nabi Muhammad saww sebelumnya? Mas, setiap argumen yang terlontar itu punya parameter sehingga ia bisa dijustifikasikan sebagai benar ataupun salah. Jadi, kenalilah parameter2 kebenaran itu :) Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: Hikmah adalah sesuatu yang senantiasa dicari-cari oleh setiap mukmin, maka ambillah ia walaupun dari orang-orang munafik. (Syarah Nahjul Balaghah III Syeikh Muhammad Abduh). Agar lebih jelas, silahkan renungkan definisi kata “benar” itu maksudnya apa, setidaknya dalam bahasa indonesia ? Dan pelajari parameter2 kebenaran itu apa? Bagaimana cara mengetahui suatu argumen itu benar atau keliru, dsb.

        3. Anda sendiri kenal dengan pribadi Abu Salafy itu siapa? Bisa berikan saya nama aslinya kepada saya? :)

        Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang beragama Islam. Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan. (An Naml: 91-92)

        1. Kaum Khawarij yang diperangi oleh Imam Ali as juga membaca ayat2 yang anda sebutkan dan merasa benar, tapi mereka menjadi penghuni neraka. Artinya, menunjukkan suatu ayat Qur’an tidak menjadi argumen bahwa anda sudah pasti benar. Saran saya, belajar dan perbanyak pengetahuan seputar khazanah intelektual Islam dari berbagai mazhab akidah dan fikih yang ada.

        Abdullah bin Ahmad bin Hambal rahimahullah berkata:“Saya bertanya kepada ayahku (Imam Ahmad) mengenai seorang yang memiliki berbagai kitab yang memuat sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, perkataan para sahabat, dan tabi’in. Namun, dia tidak mampu untuk mengetahui hadits yang lemah, tidak pula mampu membedakan sanad hadits yang shahih dengan sanad yang lemah. Apakah dia boleh mengamalkan dan memilih hadits dalam kitab-kitab tersebut semaunya, dan berfatwa dengannya? Ayahku menjawab, “Dia tidak boleh mengamalkannya sampai dia bertanya hadits mana saja yang boleh diamalkan dari kitab-kitab tersebut, sehingga dia beramal dengan landasan yang tepat, dan (hendaknya) dia bertanya kepada ulama mengenai hal tersebut.“ (I’lam a-Muwaqqi’in 4/206)

        1. Tidak relevan dan sudah keluar dari topik.

        Maka terakhir saya tutup dengan mengutip firman Allah S.W.T (yang artinya):”Ya Rabb, tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang yang Engkau murkai dan bukan jalannya orang-orang yang sesat” [Al Fatihah: 6 – 7]

        1. Iya, insyaAllah saya doakan mas. :)

  26. duh.. bingung… bingung… bingung
    gini aja deh ya…

    kalau ingin selamat dunia dan akherat, contohlah dan ikutilah Nabi Muhammad dalam beribadah dan bermuamalah dalam kehidupan sehari-hari…
    kalau ingin melaksanakan suatu ibadah jangan anda tanyakan MANA DALIL LARANGANNYA… tapi tanyalah MANA DALIL PERINTAHNYA…

    umpamanya ada yang mengajak kita melaksanakan sholat sunah nisfu sya’ban. ( Nabi Muhammad pernah melaksanakan atau memerintahkan sholat sunah nisfu sya’ban tersebut apa tidak. jika tidak… ya kita jangan kerjakan ) gitu aja kok repot…
    atau ada yang ngajak kita puasa sunah weton / hari kelahiran. ( nabi Muhammad pernah melaksakan atau memerintahkan puasa sunah tersebut atau tidak. jika tidak… ya kita jangan kerjakan ) gitu aja kok lebih repot lagi…
    jadi untuk ibadah TIDAK BOLEH ADA EVOLUSI / REVOLUSI
    ( apaan itu evolusi & revolusi ya… )

    kalau yang tidak berhubungan dengan ibadah… boleh adanya perubahan.
    umpamanya : dulu nabi dari mekkah ke madinah naik onta… apakah kita saat ini harus naik onta juga… ( boleh kok naik mobil ).

    karena apa, agama ISLAM itu sudah sempurna… baca ayat yang terakhir turun Surat Al Maidah ayat 3 : “hari ini telah kusempurnakan agamamu, dan telah kucukupkan nikmatku bagimu……..”

    makanya TUNTUTLAH ILMU… ( bukan ilmu kebal, atau ilmu biar di takuti lawan atau ilmu yang macem-mecemlah ).

    tetapi ilmu agama yang menjadi patokan apakah jalan yang kita tempuh ini sudah sesuai dengan yang nabi atau sahabat sahabat nabi kerjakan.

    maaf ini ya… bukan saya menggurui anda semua… saya yakin kok ilmu agama anda lebih tinggi dari saya

  27. duh.. bingung… bingung… bingung
    gini aja deh ya…

    kalau ingin selamat dunia dan akherat, contohlah dan ikutilah Nabi Muhammad dalam beribadah dan bermuamalah dalam kehidupan sehari-hari…
    kalau ingin melaksanakan suatu ibadah jangan anda tanyakan MANA DALIL LARANGANNYA… tapi tanyalah MANA DALIL PERINTAHNYA…

    umpamanya ada yang mengajak kita melaksanakan sholat sunah nisfu sya’ban. ( Nabi Muhammad pernah melaksanakan atau memerintahkan sholat sunah nisfu sya’ban tersebut apa tidak. jika tidak… ya kita jangan kerjakan ) gitu aja kok repot…
    atau ada yang ngajak kita puasa sunah weton / hari kelahiran. ( nabi Muhammad pernah melaksakan atau memerintahkan puasa sunah tersebut atau tidak. jika tidak… ya kita jangan kerjakan ) gitu aja kok lebih repot lagi…
    jadi untuk ibadah TIDAK BOLEH ADA EVOLUSI / REVOLUSI
    ( apaan itu evolusi & revolusi ya… )

    kalau yang tidak berhubungan dengan ibadah… boleh adanya perubahan.
    umpamanya : dulu nabi dari mekkah ke madinah naik onta… apakah kita saat ini harus naik onta juga… ( boleh kok naik mobil ).

    karena apa, agama ISLAM itu sudah sempurna… baca ayat yang terakhir turun Surat Al Maidah ayat 3 : “hari ini telah kusempurnakan agamamu, dan telah kucukupkan nikmatku bagimu……..”

    makanya TUNTUTLAH ILMU… ( bukan ilmu kebal, atau ilmu biar di takuti lawan atau ilmu yang macem-mecemlah ).

    tetapi ilmu agama yang menjadi patokan apakah jalan yang kita tempuh ini sudah sesuai dengan yang nabi atau sahabat sahabat nabi kerjakan.

    maaf ini ya… bukan saya menggurui anda semua… saya yakin kok ilmu agama anda lebih tinggi dari saya

  28. Saya juga tidak begitu suka dengan statemen2 wahaby yg kadang mudah mengkafirkan org, bahkan di masjid tempat saya di Malang- Jawa Timur (Perum Griyashanta), ada ustadz salafy yg mempunyai statemen selama seseorang itu tidak berhukum pada hukum Allah SWT maka dia kafir. Trus saya tanya, “bagaimana dengan polisi yg JUJUR, rajin 5 waktu tapi dia menerapkan UU kepolisian, dosen yg ngajarkan HAM yg istiqomah dlm sholatnya dan memang dia menguasai mata kuliah itu utk cari rezeki demi keluarga? Ustadz Mualaf ini mengatakan “Harus diperbaharui syahadatnya”.

    Tapi dilain sisi jadi islam moderat pun kadang ngeri sekali…. karena batasannya tipis dengan kesyirikan. Cth, demi menghidupkan tradisi kuno dari nenek moyang (Indonesia Jaya jaman Majapahit) maka dihidupkan tradisi2 spt:
    1. Larung Laut dengan sesaji2 utk keberkahan
    2. Sekaten di Solo (sampai2 seekor kerbau naik jabatan menjadi Kyai Slamet) yg pd upacara setahun sekali itu dicium dan disembah (banyak sekali foto2nya)
    dll,,,
    3. Pluralisme, Liberal dan Sekuler yg byk digalakkan. (Yg jelas2 haram).
    Francois Fukuyama seorang penasihat Gedung Putih dlm mjlh NewsWeek th 2004 mengatakan, “Kalo ingion menghancurkan islam radikal jgn dihadapi secara fisik (karena akan memunculkan jiwa jihad dlm diri mereka), tapi caranya cuma 1, Jauhkan mereka dari Qur’an dan Hadist.
    Org2 antek Amerika dan Jews tidak mempermasalahkan, kalo mau sholat, haji, puasa, zakat… tapi kalo mau menegakkan syariat/ aturan Allah SWT, eitsss…… ntar dulu bung. (Jadi ibadah sebatas rutinitas tanpa kaffah) Hiksss….

    Kalo saran saya, jadilah Ahlusunnah Wal Jammah tanpa golongan/ kelompok2
    syukron!

  29. tanyakan hati kalian… sombong itu sifat setan meskipun yang diomongkan dari al quran n hadist.. klo niatnya baik ya baik… klo niatnya benci ya benci,,, biar saling memilih jangan dipaksakan hrs sepaham.. klo aku memilih cara hidup melalui NU lebih pas dihati,, tp tidak mengecilkan yang lain.. terserah klo ga setuju saling mendoakan yg tulus aja susah amat.. doa senjatanya para nabi.. senyumlah yg tulus terhadap sesama.. gara2 alquran n hadist jangan sampe ga bs senyum lho,, rosul terkenal senyumnya pada SEMUA manusia,, itu aj sering kita lakukan ngga… benar memang ilmu ikhlas sangat dibenci IBLIZ makanya ikhlas itu susah,,,,,, monggo saling belajar lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s