
Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Dengan segala hormat saya memohon penjelasan anda tentang hukum menggambar, baik dengan menggunakan tangan (melukis) atau dengan alat pembuat gambar (kamera), apa hukum menggantung gambar diatas dinding, dan apa hukum memiliki gambar hanya sekedar dijadikan sebagai kenangan?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam disampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabatnya.
Melukis dengan tangan adalah perbuatan yang diharamkan, bahkan melukis termasuk salah satu dosa besar, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para pembuat gambar (pelukis), sedangkan laknat tidak akan ditunjukan kecuali terhadap suatu dosa besar, baik yang digambar untuk tujuan mengungkapkan keindahan, atau yang digambar sebagai alat peraga bagi para pelajar, atau untuk hal-hal lainnya, maka hal itu adalah haram.
Tetapi bila seseorang menggambar bagian dari tubuh, seperti tangan saja, atau kepala saja, maka hal itu diperbolehkan. Adapun mengambil gambar dengan menggunakan alat fotografi, maka hal itu diperbolehkan karena tidak termasuk pada perbuatan melukis. Yang menjadi pertanyaan adalah : Apa maksud dari pengambilan gambar tersebut ? Jika pengambilan gambar (pemotretan) itu dimaksudkan agar dimiliki oleh seseorang meskipun hanya
dijadikan sebagai kenangan, maka pengambilan gambar tersebut hukumnya menjadi haram, hal itu dikarenakan segala macam sarana tergantung dari tujuan untuk apa sarana tersebut dipergunakan, sedangkan memiliki gambar hukumnya adalah haram. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa malaikat enggan memasuki rumah yang ada gambar didalamnya, dimana hal itu menunjukkan kepada haramnya memiliki dan
meletakkan gambar di dalam rumah.
Adapun menggantungkan gambar atau foto diatas dinding adalah haram hukumnya sehingga tidak diperbolehkan untuk menggantungnya meskipun sekedar untuk kenangan, karena malaikat enggan memasuki rumah yang di
dalamnya terdapat gambar.
[Fatwa-Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin yang beliau tanda tangani]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]
Kelanjutan Dialog Nyata Seputar Tanya-Jawab Antara Saya dan Syeikh Mengenai Haramnya Lukisan …
Saya: Tapi Syeikh! Istana Raja anda memasang lukisan-lukisan tangan yang keseluruhan gambar-gambar tersebut adalah moyang-moyang mereka. Tidakkah hal itu haram juga bahkan salah satu ciri mendewakan para leluhur? Dan tidakkah hal tersebut juga menunjukkan bahwa malaikat tidak sonjo ke istana raja-raja anda …?
Syeikh: …
… ! hhssssstttt … uskut inta …!!!
Saya: … like wise ya syeikh … like wise …
![]()
Dialog Nyata Tanya-Jawab yang saya maksud adalah NYATA BOHONGNYA!!!
DIarsipkan di bawah: Analisa, Artikel Kiriman, Berita, Dialog, Fakta, Fatwa, Investigasi, Mati Ketawa Ala Salafy, Ngakak..., Protes, Santai, Spionase, Tanggapan Kami, Tragis, Wacana









sooooooo jahiliyah plus munafik…. gile hari gini masih ada yang mikir kaya gitoo..inna lillahi…
ahahahahah!! ke gebbb!! :p
haram… haram….
mak pletuk, dikasih duit riyal bergambar juga
langsung mingkem
hahahaha
uastaz yang mulia… sepertinya ustadz kaget ya ligat wahabi sebahlol itu.. itu mah belum seberapa ustadz… mufit-mufit nuta mereka haramkan berseragam tentara karena tasyabuh (menyerupai) orang kafir… eh malah sekarang tentara wahabi seragam rapi seperti tentara Israel.. tapi bedanya kalau tentara israel pakai sempak alias celana dalam tapi kalau tentara arad yahudi eh salah ketik arab saudi kagak pakai biar mudah kalau kencing tinggal dituruni langsung JOS. trus ada lagi yang fatwa nya Utsaimin: “Boleh bagi pria dewasa menyusu kepada wanita lain selain ibunya sendiri” asal kagak sampai KEMPES.. sebab asi itu baik untuk dikonsumsi khususnya buat mufti Arav yang kurang DHA
kurang DHA???
kayaknya emang kurang tuh
wakakakakakak
tapi kasih DHA dari ASI onta!!!
namanya saja wahabi-salafy, mana ada yang bisa dipercaya, antara omongan dengan tindakan tidak ada yang cocok, ngawur semua. jadi inget orang-orang yahudi.
hehehe.. pertanyaan sederhana saja, apakah syaikh melanggar apa yang dia fatwakan? ataukah orang lain yang melanggarnya? jawablah yang jujur MM.. yang jelas beliau sudah menyampaikan dan mendakwahkannya dengan jelas.. jika ada pihak-pihak yang melanggarnya bukan urusan beliau lagi.. gampang kan.. jangan campur baurkan antara konsep dan oknum.. saya pikir anda cukup paham akan hal ini.. dan tampaknya Malaikat pun tidak sonjo ke blog anda ini.. hahaha…
Ooo … jadi kerjaan syeikh cuman ngomong doang …
Mas, saya baru tahu kalau kerjaan seorang syeikh dalam wahabi itu bisanya cuma ngomong doang … ataukah mungkin karena oknumnya ini agak luar biasa di mata syeikh, sehingga fatwa sang syeikh tentang amar ma’ruf dan nahi munkar nya pun sudah ketinggalan diluar mulut setelah dia fatwakan … gitu yaa mas …?!
hahaha … ada-ada saja …
amar ma’ruf nahi munkar yg bagaimana menurut anda? bahkan justru beliau tetap mendakwahkan kebenaran walaupun mungkin fatwanya tersebut bertentangan dg penguasa, kalau penguasa tidak mau ya itu tanggungan dari penguasa. syaikh sudah melakukan kewajiban beliau semampu beliau.. banyak juga kok yang mengikuti fatwa Syaikh di sana.. kecuali kalau anda bisa membuktikan bahwa syaikh sudah melanggar sendiri fatwa beliau, misalnya memajang gambar beliau sendiri di rumahnya atau semisalnya, maka benarlah yg anda katakan bahwa syaikh cuma ngomong doang, tetapi jika anda tidak bisa membuktikannya, bersikap adil-lah MM.. kalau anda membenci atau punya perhitungan dengan beliau ya jgn begini caranya.. anda seorang yg punya intelektualitas saya kira..
hahaha… ada-ada saja anda ini…
namanya saja wahabi-salafy, mana ada yang bisa dipercaya, antara omongan dengan tindakan tidak ada yang cocok, ngawur semua. jadi inget orang-orang yahudi.
Balas
malaikat nggak masuk kalo ada foto di dinding….
wah malaikat kanan kiri kita stiap ada foto nunggu di luar dong kalo kita masuk rumah,
malaikat pencabut nyawa nggak bisa masuk dong
hahaha omongan sama tindakan bertolak belakang ….. yaaaaa podo wae karo leluhure
Namanya juga Wahabi…..kalo ga GILA bukan WAHABI namanya….Salam yaa manusia2 lakhnat WAHABI…..semoga kalian kekal di neraka….
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sedangkan gambar yang anda pajang di atas adalah peristiwa yang terjadi baru-baru saja, tetapi ironinya anda berusaha menyalahkan Syaikh yang sudah wafat beberapa tahun yang lalu atas perbuatan yg dilakukan oleh orang lain yg masih hidup saat ini.. di saat beliau masih hidup saja, beliau tidak bisa disalahkan atas apa yg dilakukan orang lain, apalagi setelah beliau wafat.. aneh-aneh.. hahaha…
mas, foto ini emang baru, tp lukisan yg dibelakangnya itu emang masih baru juga seperti yg anda asumsikan ataukah sdh lama dipajang disana?
apa anda tahu juga kapan lukisan-lukisan di belakang itu dipajangnya?
coba mikir deh …
emang dijaman Syaikh ga da duwit riyal yang bergambar poto raja ya..?? atau kali cuman gambar tangan raja nyang lagi nyengkerem kali..??
nah, tuh syaikh pake duwit riyal atau nyetak duwit sendiri nyang tanpa gambar yak..? ooooo… atau mungkin syaikh model barteran terus ?
tapi kalo menurut wahabi, penguasa zholim ga papa kan ? asal masih kliatan sholat ga boleh tuh diturunin. meskipun barbarnya, zolimnya dah sama ama yahudi.
betapa senangnya, berlepas diri dari paham ginian.
Diatas sesuai kutipan MM syaikh menulis dalam fatwanya :
hahaha… ada-ada ajah kalian ini.. begitu menghibur sekali..
Pak musadiq, apa di islam orang harus tanggung jawab sama kesalahan orang lain ?
Kalo ga salah inget dari tipi kalo pamannya Nabi aja udah dikasih tau tapi ga bisa masuk islam. Apa Nabi juga ikut dipersalahkan ?
saya baru mulai cari2 islam tolong bagi2 ilmunya dong.
thx in advance.
hahaha … skrg kok rasa-rasanya bicaranya sudah smakin ngawur yaa, kok sampai mempermasalahkan islam dan tdk islamnya seseorang … ? hubungannya apa dgn artikel ini …?! mas, saya kan cuma mengkritik apa adanya tentang fatwa dari seorang ulama wahabi di negara wahabi sendiri dan tentang tatacara hidup seorang wahabi itu harusnya bagaimana … disana si ulama wahabi bilang bahwa segala bentuk gambar itu haram, tapi penguasa negeri wahabi sendiri dan yg konon menganut mazhab wahabi sendiri tidak mau mentaatinya … ya sdh terima saja fakta itu … kok bicaranya malah ngalur-ngidul …
saya coba jawab anda ya pak julian manek tapi sebisa saya saja.
Islam adalah Al Amru Baina Al Amroin. berada di jalan tengah.
terletak antara ketetapan ilahi dan kehendak ikhtiari.
Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan. Jadi apabila manusia itu buruk, maka bukan berarti Allah memberikan keburukan pada makhluk ciptaan-Nya itu. Tetapi manusianyalah yg kehilangan kesempurnaan yg telah diberikan Allah kepadanya.
Jadi misalnya jika ada seorang bayi yg terlahir cacat, hal itu bukan kesalahan Allah yang telah menciptakan bayi dalam keadaan cacat. Tetapi kesalahan misalnya kedua orang tuanya. Juga misalnya sebuah bangsa mengalami dekadensi moral, maka bisa jadi kesalahan terletak pada penguasanya yang zalim, semacam oknum peradaban-lah gampangannya.
Tetapi bayi yg cacat itu memiliki kehendak ikhtiari mental maupun spiritual untuk memperbaiki diri, memohon kepada Allah menyembuhkan cacatnya dll. Kemudian bersyukur kepada-Nya.
Tetapi jika ia gagal memperbaiki diri dan menjadi orang yg tidak bersyukur kepada Allah, maka hanya Allah jualah yang mengetahui, dosa orang ini nanti jatuh pada orangtuanya atau yg bersangkutan sendiri, atau dibagi oleh-Nya untuk orang tuanya dan dirinya sendiri.
Demikian pula bagi bangsa yang terjerumus ke dalam kenistaan karena penguasa yg zalim. bangsa itu memiliki kehendak ikhtiari untuk memperbaiki diri dan memohon keselamatan pada Allah.
Tapi jika mereka gagal dan semakin ingkar, maka juga hanya kepada Allah kembali segala urusan. Apakah dosanya itu ditanggung semua oleh penguasa yang zalim, atau ditanggung semua oleh bangsa itu atau dibagi oleh Allah dengan pembagian yang hanya Allah pula yang tahu bagi keduanya.
Daripada anda yg sama sekali ga kenal sama mereka main tuduh ajah, bahkan orang yang sudah wafat pun jadi sasaran.. hahaha.. ga nyangka ajah artikel MM bisa ga ilmiah kyk gini..
lho lho lihat diri anda… apa anda juga ga lagi menghisab diri syaikh?? mending saya berkhusnudzon.. sedangkan anda?? menuduh tanpa ada bukti.. hahaha..
Mana faktanya? anda bisa membuktikan tidak bahwa syaikh melanggar fatwanya? hayoo tunjukin.. hahaha
Sekarang ini ajah kalo anda memberi nasehat ama seseorang trs orang itu ga nurut, apa yg anda lakukan? apa anda akan paksa dia utk menerima? apa berarti anda dianggap ngomong doank?? aneh anda ini.. hahaha..
masih mending saya berhusnudzon, kalo anda? menghisab dg suudzon & tanpa bukti.. mana faktanya kalau syaikh melanggar fatwanya? hahaha
Justru anda yg perlu dikasihani.. telah hilang keintelektualan anda dg memuat artikel2 macam gini.. menunjukkan keputus-asaan.. hahaha
Siip.. kembali ke anda juga.. hahaha..
Daripada anda yg sama sekali ga kenal sama mereka main tuduh ajah, bahkan orang yang sudah wafat pun jadi sasaran.. hahaha.. ga nyangka ajah artikel MM bisa ga ilmiah kyk gini..
lho lho lihat diri anda… apa anda juga ga lagi menghisab diri syaikh?? mending saya berkhusnudzon.. sedangkan anda?? menuduh tanpa ada bukti.. hahaha..
Mana faktanya? anda bisa membuktikan tidak bahwa syaikh melanggar fatwanya? hayoo tunjukin.. hahaha
Sekarang ini ajah kalo anda memberi nasehat ama seseorang trs orang itu ga nurut, apa yg anda lakukan? apa anda akan paksa dia utk menerima? apa berarti anda dianggap ngomong doank?? aneh anda ini.. hahaha..
masih mending saya berhusnudzon, kalo anda? menghisab dg suudzon & tanpa bukti.. mana faktanya kalau syaikh melanggar fatwanya? hahaha
Justru anda yg perlu dikasihani.. telah hilang keintelektualan anda dg memuat artikel2 macam gini.. menunjukkan keputus-asaan.. hahaha
Siip.. kembali ke anda juga.. hahaha..
Assalamualaikum, wr.wb
Mas MM, ikut nimbrung nih.
wahai para wahabiyyin yg pinter2…sudah terbukti dari jaman baheula, yg namanya Penguasa itu bisa berbuat apa saja, Para Syekh Ulama Wahabi Hirarkinya ada di bawah Rajanya, krna mereka di gaji dan ditentukan oleh Penguasa.
Jdi yah…wajar kalo Para Rajanya ngga terpengaruh ama Fatwa2 Ulama Bikinannya….
kalau menrut sy keberadaan ulama di sana hanya bemper saja artinya tidak mempunyai kekuatan keulamaannya, tidak emjadi suri tauladan, seorang ulama yang. fatwanya atau omongannya tidak berkualitas karena ulamanya tidak menjadi panutan
amar ma’ruf nahi munkar yg bagaimana menurut anda?
bahkan justru beliau tetap mendakwahkan kebenaran walaupun mungkin fatwanya tersebut bertentangan dg penguasa, kalau penguasa tidak mau ya itu tanggungan dari penguasa.
syaikh sudah melakukan kewajiban beliau semampu beliau..
banyak juga kok yang mengikuti fatwa Syaikh di sana..
kecuali kalau anda bisa membuktikan bahwa syaikh sudah melanggar sendiri fatwa beliau, misalnya memajang gambar beliau sendiri di rumahnya atau semisalnya,
maka benarlah yg anda katakan bahwa syaikh cuma ngomong doang,
bersikap adil-lah MM..
kalau anda membenci atau punya perhitungan dengan beliau ya jgn begini caranya..
anda seorang yg punya intelektualitas saya kira.. hahaha… ada-ada saja anda ini…
kan tangan saja boleh, kepala saja boleh, nah kalau kepala berikut tangan dan badannya seperti lukisan yg di istana raja itu boleh gak?
Saran saya, baca dan pahamilah sebuah artikel sebelum menuliskan komentar, sehingga komentar anda bisa sejalan dengan apa yg dituangkan di artikel tersebut dan bukan menurut apa yang anda asumsikan tentang artikel tersebut …
tangan saja boleh..
kepala saja boleh..
kaki saja kayaknya juga boleh….
kayakna… ni gambar horor deh.. gbr mutasi…
jadi gambar horor boleh iaa….
hehehehe
peace deh…