About

M3

M3

Nama: Muhammad Musadiq Marhaban

Marga: Al-Haurani Ibn Sab’ah

Daerah Asal Marga: Hauran – Sekarang Syria

Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 19 Agustus 1971.

Ayah & Ibu

Ayah & Ibu

Nama Ayah: Tgk H Syekh Marhaban Kruengkale Al-Houranni Ibn Sab’ah

Nama Ibu: Faizah binti Muhammad bin Saleh Bin Thalib

Abu Hasan

Abu Hasan

Presiden Soekarno bersama Abune

Nama Kakek: Tgk H Syeikh Muhammad Hasan Kruengkale putra Almarhum Teungku Haji Syeikh Muhammad Hanafiyah putra Almarhum Teungku Syeikh Abbas putra Almarhum Teungku Syeikh Muhammad Fadhil putra Almarhum Syeikh Abdurrahman bergelar Teungku Ja Meulaboh putra Almarhum Faisal putra Almarhum Ramah putra Almarhum Al-La’badah putra Almarhum Al-Houranni putra Ibn Sab’ah yang dikenal dengan nama Teungku Syiah Tujoeh.

Email: musadiqmarhaban@gmail.com

Pendidikan:

  • Al-Azhar University, Cairo, Egypt

Pekerjaan:

  • Penulis
  • Freelance editor untuk buku terjemahan.
  • Freelance Translator (Inggris-Indonesia).
  • Pengkaji Kristologi.
  • Aktivis GAZA (Gerakan Anti Zionisme dan Amerika)

Karya Tulis:

  • The Hidden Prophecies – Menguak Tabir Nubuat Rahasia & Perjalanan Utusan Ke-13. (Al-Qalam, 2007)

utusan13_full-4.jpg

  • Yudas, Pengkhianat atau Penyelamat? (Lentera, 2006)

yudas.jpg

  • Yudas Bukan Pengkhianat. (Istifad Publishing, 2003)

Karya Tulis Sebagai Pengantar:

  • Pengantar Kristologi untuk buku Imam Penerus Nabi Saw, karya Sayyid Mujtaba Musawi Lari (Lentera, 2004)
  • Pengantar Kristologi untuk buku Imam Mahdi dari Era Kebangkitan hingga Kedatangan, karya Prof. Ali Qurani (Misbah, 2004)

thegospelofali.jpg

  • Pengantar Kristologi untuk buku The Gospel of Ali, karya Montazer Qaim (Citra, 2004)

Karya Suntingan dan Terjemahan:

  • Muhammad dalam Bibel Perjanjian Lama, karya Rev. David Benjamin Keldani aka Prof. Abdul Ahad Dawud. (Istifad Publishing, 2003)

bacalahbibel1.jpg

  • Bacalah Bibel: Merajut Benang Merah Tiga Iman, karya Thomas McElwain. (Citra, 2006)

thelondonlectures.jpg

  • The London Lectures, karya Thomas McElwain. (Citra, 2006)

buku_selamatkan_jesus.gif

  • Selamatkan Yesus dari Orang Krsten! (Sebuah Perlawanan Orang Dalam), karya Clayton Sullivan. (Serambi, 2005)

Gencar Official Signature

109 comments

  1. salam wa rahmah,
    saya sudah membaca buku ANtum. sangat bagus sekali. terima kasih sekali. karena berkat Anda, ilmu saya bertambah. terima kasih ustadz.

    wassalm.

  2. Wa’alaykum salam Wr. Wb,
    Syukran atas komentar antum…insyaAllah, kapan-kapan kita bisa ketemu dan ngobrol-ngobrol…
    Selamat juga untuk blog-nya…its a great blog…

  3. Menarik juga. Tapi saat ini ana lebih fokus untuk melakukan pelatihan kristologi untuk ikhwan yang mau mendalami kajian ini…

  4. Syalom. Saya dengar buku anda sudah banyak kalangan di kristen dan islam gelisah setelah membaca karya anda. Orang muslim pun juga heboh karna tudingan mereka ttg kekristenan ternyata banyak yg meleset. Orang yg belum baca karya anda pun juga gelisah setelah melihat banyak orang yg gelisah.
    Oya, supaya lebih efektif, mohon anda cantumkan di blog ini juga nomor ponsel anda supaya tmen2 daerah bisa kontak utk adakan bedah buku/diskusi ttg kekristenan. Semoga Yesus senantiasa mengasihi kita.

  5. Syalom. Karya anda menggelisahkan banyak pengikut kristen dan islam. Orang yg belum baca pun juga gelisah melihat banyak orang gelisah.
    Btw, tolong dong sertakan nomor ponsel di blog ini supaya rakyat indonesia di daerah bisa nyambangi anda utk diskusi n ngundang acara2 semacam seminar n bedah buku.
    Semoga Yesus senantiasa mengasihi kita semua.

  6. Salam
    Blog antum bagus sekali,saya senang bisa berkunjung keblog antum, selamat berkarya semoga sukses,silahkan berkunjung ke blog keluargaabi.
    Wassalam

  7. As ww, Pak Musadiq Marhaban, saya sgt terkesan dng analisa anda ttg : 1. Yudas & 2. Saul / Paulus, oh ya saya tadinya adalah seorang Kristen Protestan sejati yg dilahirkan di kota Ambon, bagi kami utk meninggalkan Yesus/Isa sbg Nabi kami adalah hal yg sangat sulit sekali, namun ketika sy hijrah ke Jakarta & Nikah dng seorang gadis Muslimah, sy mulai mencoba mempelajari ttg Islam, & betapa sulitnya karena Sejarah Islam penuh dengan Kekacauan, terutama ketika Estafet Kepemimpinan stlh Nabi Muhammad, terjadilah peristiwa Saqifah yg sngt menyayat hati, namun alhamdulilah akhirnya sy peroleh suatu buku yg berjudul ” Akhirnya Kutemukan Kebenaran ” yg menyejukan hati saya & akhirnya kuketahui Imamah yg diberikan kpd Ahlul Baith & kini anda menambah khasanah sy ttg kekeliruan sejarah Kekristenan, oh ya bila dpt sy ingin banyak diskusi dng anda, dimana sy bisa bertemu dng anda – Wass. Arys Djuanda.

    _________________________________________________

    Wa’alikumsalam wr wb, salam kenal, terima kasih untuk komentarnya. Saya bangga dengan perjuangan antum untuk menemukan kebenaran. InsyaAlah kapan-kapan kita bisa berjumpa di darat. Terima kasih sekali lagi. Wassalam

  8. Salam Ustad, BKHER:-)…

    Ana harap (dari hati yang paling dalam) insya Allah antum selalu sehat wal’afiat dan punya waktu yang sangat banyak untuk berkarya dan meneliti segala sumber yang ‘berbau’ Kristologi. Karena dengan jalan tersebut akan semakin JELAS siapa SANG MESSIAH yang SESUNGGUHNYA…

    Mabruk!!!

    (eja yg selalu cari aman dan menolak RESIKO :-)

    ————–

    Syalom Sayyid,

    Bab riya’ neyyy… xi xi xi … bikin kite iri aje… tapi yang jelas…Mesiah kita bukan si Mr. Papa… :-) kalimat terakhirnya membuat ana teringat Kardinal Labib (afwan Ustadz Labib)… Syukran Sayyid.

  9. ahlan ust!!!!
    gimana rencana agenda kita ust?

    ————-

    Ahlan Za!
    Kalo media sebentar lagi ON… :-)
    Kalo Haji Ali masih belum ada kabar baru, tapi besok ana akan ke ICC … jadi insyaAllah ketemuan
    Ana akan kabari antum lagi insyaAllah… Syukran wa jazakallah…

  10. Altaïr’s greet Holder of The Scrolls,

    Sori Holder of The Scrolls, saya dan Gundam tidak memperhitungkan posisi tulisannya secara tepat…saya akan coba perbaiki semampu saya.

    Btw … Ur welcome for the thanking note… ;)

  11. Assalamu ‘alaikum,

    Salam kenal dari saya.. :)

    Saya sangat suka belajar ilmu perbandingan agama & kristologi, dan berharap dapat berdakwah melaluinya. Buku anda “YUDAS Bukan Pengkhianat” adalah termasuk buku2x awal yg saya punyai beberapa tahun lalu yg telah mendorong saya untuk mempelajari ilmu Kristologi lebih jauh hingga sudah puluhan buku sejenis yg saya punya & baca.

    Buku terbaru anda “The Hidden Prophecies – Menguak Tabir Nubuat Rahasia & Perjalanan Utusan Ke-13″ apakah sudah beredar? Saya belum melihatnya di toko2x buku terdekat di Jakarta. Bagaimana untuk mendapatkan buku tsb.? Juga buku “Selamatkan Yesus dari orang Kristen”? Apa memang tidak boleh masuk toko2x buku tertentu sehubungan dg topiknya..? :)

    Oh iya, dimanakah saya bisa menghubungi anda? Mungkin suatu saat nanti saya butuh informasi atau bimbingan lebih jauh tentang topik ini.. :)

    Terima kasih sebelumnya.

    Semoga dapat terus berkarya dan semakin mencerahkan umat.

    Salam,

    ———–

    Salam kenal,

    Buku The Hidden bisa dibeli di toko-toko TB. Gunung Agung atau Walisongo atau ke distributornya di 0217987771. Terima kasih.

    Salam
    riyadikh

  12. Assalamu ‘alaikum
    8 tahun yang lalu sy ketemu guru kristologi di Surabaya, beliau saat itu 83 tahun, semangatnya luar biasa. Beliau pernah berharap dapat menyaksikan 50% muslim dapat belajar kristologi. Saya salut pada anda sebagai pengkaji kristologi. Kapan ada temu darat bisa kontak kami
    wassalam
    bin said

    ——————————

    Wa’alaikumsalam,

    Salam kenal. Saya pun berharap demikian, bahkan saya ingin sekali saudara-saudara kita Muslimin di Indonesia khususnya bisa mempelajari kristologi semua.
    Amin, insyaAllah mungkin setelah Idul Fitri kita bisa komunikasi lagi Pak.
    Terima kasih sekali lagi. Saya kagum dengan tekad dan semangat anda. :)

  13. SERBA DUA.
    Ada 2 suka cita ana tentang buku antum ttg Yudas:
    Pertama, yaitu sebagai pamungkas informasi bukunya Ahmad Deedat. Selama ini munurut Deedat “penyerupaan” tsb seolah-olah diserupakan spt mati, tetapi tidak mati. Dan sosok yang di salib tetap Yesus.
    Kedua, versi anda cukup memuaskan pembaca, karena “penyerupakan” yang dimaksud adalah bertukar rupa antara yudas dan yesus, sehingga yang disalib dan dibangkitkan adalah Yudas. Selain “penyerupaan” tsb sesuai dengan realita teks Alkitab, kejadiaannya juga sesuai dengan sinyalemen Al Qur’an. Subhanallah, maha suci Allah yang telah memberi pencerahan bagi penulis dan pembaca. Semoga membawa dampak positif bagi umat ke dua belah pihak. Sudah saatnya untuk rekonsiliasi.
    Ana baca buku antum : Yudas…dan the hidden… udah dua kali, ajaibnya belinya juga dua kali, karena teman2 seperjalanan tertarik.

    ———————————————-

    Terima kasih Pak Nagib, jazakallah kheir. :)

  14. Salam….
    Semoga Anda sehat dan sentosa.
    Saya sedang mengerjakan tugas untuk konsumsi dialog interfaith, antara Chirri-Wilson (mungkin Antum pernah baca, atau bahkan syarah) Saya menjumpai redaksi di bawah ini, yang saya tidak temukan di INJIL yang saya punya. Oleh karena itu, tolong saya dibimbing untuk menemukan terjemahan aslinya, atau kalau Antum punya, share dong. Trima kasih.
    Kasih Tuhan bersamamu..
    “As for Ishmael, I have heard you; behold, I will bless him and make him fruitful and multiply him exceedingly; he shall be the father of twelve princes, and I will make him a great nation. But, I will establish my covenant with Isaac, whom Sarah shall bear to you at this season next year.” Genesis, Chapter 21

    “Then Jesus went thence, and departed into the coasts of Tyre and Sidon. And, behold, a woman of Cana-an came out of the same coasts. And cried unto him, saying, have mercy on me, O Lord, thou the son of David; my daughter is grievously vexed with a devil. . . But he answered and said, I am not sent but unto the lost sheep of the house of Israel. Then came she and worshipped him, saying, Lord, help me. But he answered and said, it is not meet to take the children’s bread and to cast it to dogs.” Matthew, Chapter 15

    “And God heard the voice of the lad; and the angel of God called to Hagar out of heaven, and said unto her: What aileth thee, Hagar? Fear not; for God hath heard the voice of the lad where he is. Arise, lift up the lad, and hold him into thine hand; for I will make him a great nation. And God opened her eyes, and she saw a well of water; and she went, and filled the bottle with water, and gave the lad drink. And God was with the lad; and he grew, and dwelt in the wilderness. . . and he dwelt in the wilderness of Paran.” Genesis, Chapter 21.

    —————————————-

    Salam, usaha anda sangat mulia. Semoga selalu diberkahi ALlah swt.

    Inilah ayat-ayat yang anda cari:

    1. Soal 12 Imam dari keturunan Ismail.

    “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20)

    2. Wanita Kanaan di zaman Yesus as.

    “Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
    Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”
    Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
    Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
    Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
    (Matius 15:22-26)

    3. Soal Ismail as dan Hajar as.

    “Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
    Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
    Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
    Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
    Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.”
    (Kejadian 21:17-21)

    Semoga bermanfaat. ;)

  15. Terima kasih Ustad…
    Bimbingan Antum sangat berarti..
    Kehadiran Antum adalah rahmat bagi semesta virtual..
    Doa Saya untuk kesuksesan Antum….

    ——————————–

    Terima kasih juga Wannabesunni. Isi blog antum juga luar biasa sekali. Sukses selalu dan juga untuk semua blogers di tanah air tercinta ini. :)

  16. Salam kenal pak Ustadz..

    Subhanallah.. blog yang bagus sekali.. :-), saya bookmarks ya..

    Kalau boleh, saya link-nya saya masukkan di blog saya..

    —————————

    Salam kenal juga,

    Terima kasih, saya juga sudah mampir lho ke blog antum… keren … keren …

    Silahkan … tapi saya juga boleh me-link antum kan? :)

  17. Assalaamu’alaykum wr wb,

    Salam kenal :)

    Senang sekali bisa menimba ilmu di blog ini. Kapan-kapan boleh saya konsultasi via email (japri)?

    Terima kasih sebelumnya.

    Wass

    ————————————–

    Wa’alaikumsalam wr wb,

    Senang bisa berkenalan.
    InsyaAllah saya bisa membantu.
    Silahkan ke japri saya anytime.
    Terima kasih :)

  18. asalammualaikum
    sukron untuk ilmunya wahhhh bukunya kontrofersial banget
    dan sy berharap waktu akan mempertemukan kt
    seperti sy sering bilang sy cuma seorang penuntut ilmu tp sy belajar dgn ulama serta ustads bernandzab sunni klo syiah bilang sih gitu
    slm knal aja

    ————————–

    Wa’alaikumsalam,

    Terima kasih sama-sama.
    Senang sekali bisa beramah-tamah dengan antum.
    Seperti pepatah bilang : “Tak kenal, maka tak sayang”
    Semoga kita bisa semakin mencintai Nabi saw dan Ahlulbaitnya.
    Saya kagum dengan semangat belajar antum, insyaAllah semangat antum tidak pernah padam.
    Salam kenal juga. :)

  19. Ealaaah….ternyata ada orang syi’ah juga disini.
    Mas, apakah sampeyan tidak salah milih agama?
    Oke, jika sampeyan mengaku orang syi’ah pasti bisa menjawab pertanyaan ini.
    1). Apakah anda sholat jum’at?
    2). Ada berapa juz kah kitab suci syi’ah?
    3). Sebutkan jumlah dan nama-nama imam syi’ah?
    4). Dimanakah imam Ali r.a berada sekarang?
    5). Apakah anak dan istri anda bersedia di kawin kontrak?
    Jika keimanan syi’ah anda benar, pasti bisa menjawab dengan tepat.

    ——————————–
    Kelihatannya bulan Ramadhan masih belum memberikan pelajaran atau efek kepada jiwa anda.

    Jelas sekali, kesombongan dan keangkuhan masih menjadi penghias lisan batin anda.

    Barangkali anda tidak pernah mengharapkan komentar ini akan saya publikasikan. Dan sejujurnya, saya ingin sekali menghapus komentar yang tidak sopan dan tidak bermutu ini.

    Akan tetapi, berhubung saya sudah bertekad untuk menampilkan seluruh komentar yang masuk, apapun dan dari siapapun itu, maka saya berkomitmen untuk tetap meluluskan komentar anda ini.

    Di samping itu, saya juga berharap agar para blogers lainnya bisa semakin melihat kebodohan sikap Wahabi dan cara dakwah mereka yang diselubungi kebencian. Seperti kata anda, katakanlah keyakinan saya itu salah, misalnya, tapi sikap arogan anda dalam berdakwah membuat saya semakin yakin bahwa kaum Wahabi tak sedikitpun memiliki bekal akhlak Islami di dalam peri kehidupan mereka sehari-hari.

    Kalau ini adalah cara anda untuk meyakinkan kepada saya bahwa anda sudah mengetahui dan berada dalam kebenaran, maka jangan pernah berharap, saya akan mau mengikuti manusia yang berakhlak pongah seperti anda.

    Lagipula, selain ini adalah kunjungan anda yang pertama ke blog saya, maka jelas tergambar bahwa anda jauh dari akhlak santun, sebagaimana yang pernah diperintahkan oleh Nabi saw: “wa ma bu’itstu illa li utammima makarimal akhlaq” (Aku tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak [manusia]).

    Kalau anda mengaku berpanut kepada Al-Qur’an, lantas mengapa anda tinggalkan dakwah yang telah diperintahkan oleh Allah swt di dalam Al-Qur’an?

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 16:125)

    Tapi kesan yang saya dapatkan tentang diri anda bahwa anda seolah-olah ingin menunjukkan bahwa anda sudah mengetahui dan berada dalam kebenaran, sedangkan orang-orang seperti saya atau yang berada di luar sana jauh dari memahami kebenaran.

    Padahal Allah swt sudah mewanti-wantikan umat Muhammad saw dari sikap dakwah yang disertai dengan kekerasan dan kebencian.

    “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. 3:159)

    Tanyakan dengan diri anda Mas, apakah anda sudah mengamalkan dua ayat yang sederhana ini?!

    Kini ke bagian pertanyaan-pertanyaan anda.

    Pertama, Apakah saya sholat jum’at?”

    Ini pertanyaan yang sangat bodoh dan tidak pas, karena berapa banyak orang yang mengaku dirinya sudah Muslim (baik yang bermazhab Sunni maupun Syiah), tapi tidak atau belum mengerjakan solat Jum’at?!

    Intinya, apa hubungan solat Jum’at dengan pribadi saya?

    Terus terang saja Mas, saya dialog dengan kaum-kaum Wahabi seperti anda ini sudah puluhan, karena saya sendiri adalah mantan Wahabi. Dan saya sangat bersyukur kepada Allah swt, karena akhirnya bisa dikeluarkan oleh Allah swt dari kegelapan kepada cahaya Islam yang hakiki.

    Untuk itu, pertanyaan anda ini sudah jadi sarapan pagi saya … he he he :) Kelihatannya anda baru di refill yaa?

    Untuk itu, saya akan membantu anda dalam hal ini. Seharusnya pertanyaan anda kepada saya adalah: “Apakah Syiah mewajibkan solat Jum’at?” Atau, “Apakah sebagai Syiah, anda melaksanakan solat Jum’at?”.

    Meskipun pertanyaan ini sama konyolnya dengan pertanyaan anda di atas, tapi paling tidak, pertanyaan ini lebih mengena untuk dilontarkan kepada orang-orang Syiah. Begini jawaban saya, supaya paling tidak anda tidak punya su’u dzan serta tidak mengulang lagi pertanyaan konyol ini, apalagi kepada orang-orang Syiah… ;)

    Menurut mazhab Syiah, hukum solat Jum’at itu adalah wajib berdasarkan ayat Al-Qur’an (Surah al-Jumuah ayat 9 sama seperti Sunni) dan hadis-hadis yang derajatnya mutawatir dari Nabi Muhammad saw pun telah mengukuhkan hal ini; baik yang diriwayatkan dari jalur Syiah maupun Sunni, seperti:

    “Sholat Jum’at itu wajib bagi setiap orang Islam,kecuali empat macam orang, yaitu hamba sahaya yang dimiliki, wanita, anak-anak, dan orang yang sedang sakit.” (lih. HR. Sunan Abu Dawud)

    Jadi hukum solat Jum’at, baik di Sunni maupun Syiah itu adalah sama-sama wajib berdasarkan ijma’ seluruh fuqaha Islam, baik Sunni maupun Syiah. Tapi tentu saja dengan sederet catatan dan prasyarat bagi terselenggaranya solat Jum’at. Alasannya, solat Jum’at itu memang wajib, tapi ia wajib bersyarat . Seperti gugurnya solat Jum’at bila orang itu musafir, sakit, kurangnya jumlah jamaah di suatu daerah, atau buruknya cuaca, dan lain sebagainya.

    Menurut mazhab Hanafi, seperti al-Auzai’i dan juga dari sebagian ahli fiqih Syiah Imamiyah lainnya mensyaratkan adanya seorang imam atau wakilnya. Sedangkan mazhab Hanafi mensyaratkan adanya seorang Sultan (penguasa). Menurut kedua mazhab ini, solat Jum’at menjadi gugur dengan ketiadaan syarat ini. (lih. al-Hidayah, I/82; al-Lubab, I/112; al-Mabsuth, 2/34)

    Selain dari itu, Syiah Imamiyah menambahkan syarat lainnya, yaitu keadilan Sultan. Bila tidak adil,maka keberadaannya sama dengan ketiadaannya. Sedangkan Hanafi mensyaratkan adanya Sultan saja, tanpa mensyaratkan keadilan.

    Dalam hal ini, tiga mazhab yang lain, yaitu Syafi’I, Maliki dan Hanbali memberikan syarat-syarat Jum’at yang umum, tapi tidak memasukkan keberadaan seorang Imam atau wakilnya/Sultan sebagai salah satu syarat sah bagi terselenggaranya solat Jum’at. (lih. al-Umm, I/192; al-Majmu’, IV/583)

    Nah, dalam kasus ketiadaan seorang Imam atau wakilnya/sultan yang adil, maka mazhab Syiah Imamiyah menggugurkan kewajiban solat Jum’at, tapi orang itu harus mengerjakan solat Dzuhur.

    Adapun pada mazhab Hanafi tidak disyaratkan keadilan bagi sultan. Akan tetapi, bila sama sekali tidak ada seorang sultan atau penguasa, maka dia tidak wajib mengerjakan solat Jum’at dan sebaliknya wajib mengerjakan solat Dzuhur.

    Sebagai tambahan bahwa mayoritas fuqaha Syiah Imamiyah mengatakan bahwa jika tidak ada Imam atau wakilnya, tetapi ada ahli fiqih yang adil, maka dia bolehmemilih antara melakukan solat Jum’at atau solat Dzuhur (amr ikhtiari); meski yang dianjurkan adalah mengerjakan solat Jum’at. (lih. Syarah al-Lum’ah, jil 1, bab solat, pasal ke-6)

    Untuk itu, tidak ada satu mazhab Islam pun, baik di Sunni maupun Syiah yang tidak mewajibkan solat Jum’at, karena kewajibannya adalah ijma’ fuqaha, sedangkan di level pelaksanaan kewajibannya itu berbeda-beda.

    Untuk itu, saya sarankan anda nonton Press TV atau silahkan bertanya langsung kepada Habib Rizik Shahab, karena sewaktu beliau di undang ke Tehran-Iran bersama tokoh-tokoh NU dan juga beberapa ormas Islam di Indonesia, maka seluruh tamu yang hadir disana, tetap melakukan solat Jum’at.

    Lalu bagaimana dengan saya pribadi? Itu urusan pribadi saya Mas. Tapi saran saya, berpikirlah yang jernih sebelum mengajukan pertanyaan.

    Kedua, “Ada berapa juz kah kitab suci syi’ah?”

    Menurut saya, ini adalah pertanyaan yang sama konyolnya dengan pertanyaan anda yang pertama. Tapi sebelum menjawab pertanyaan anda yang satu ini, kini giliran saya yang ingin bertanya kepada anda. Pertanyaan saya adalah: “Sebagai Muslim, apakah anda meyakini adanya Al-Qur’an versi lain, selain yang beredar dikalangan umat Muslim saat ini?”

    Ketiga, “Sebutkan jumlah dan nama-nama Imam Syi’ah?”

    Sekali lagi, ini adalah pertanyaan yang lebih konyol dan tidak relevan daridua pertanyaan anda sebelumnya.

    Alasannya, jumlah dan nama para Imam tidak seharusnya ditanyakan oleh orang seperti anda yang belum tahu adakah keimamahan paska wafat Nabi saw? Ataukah tidak ada?

    Jadi, pertanyaan pertama untuk orang seperti anda yang belum mengakui keberadaan imamah itu seharusnya adalah: “adakah imamah itu?”. Sedangkan pertanyaan anda yang kedua seharusnya adalah: “apakah imamah itu?”. Baru setelah itu anda layak untuk bertanya “siapakah para imam itu?”, kemudian “berapakah jumlah mereka?” dan seterusnya dan seterusnya.

    Ini disebut logika berpikir.

    Keempat, “Dimanakah imam Ali r.a berada sekarang?”

    Mas, anda serius bertanyanya … ini sungguh aneh sekali! :)

    Menurut saya ini sudah super parah, karena pertanyaan anda semakin menunjukkan bahwa anda tidak tahu sedikitpun tentang Syiah, kecuali mendapatkan masukan dari rekan-rekan sesama Wahabi atau sekedar membaca buku-buku propaganda yang mereka publikasikan.

    “Dimanakah Imam Ali as berada sekarang?”

    He he he … :D

    InsyaAllah, kalau saya kesampaian menjadi syahid, saya akan mampir dan beritahukan kepada anda yaa …

    “Dimanakah Imam Ali as berada sekarang?”

    No Comment … :)

    Baca ayat al-Qur’an saja Mas. Imam Ali as kan wafatnya secara syahid.

    “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (QS. 3:169)

    *buat saya, pertanyaan ini sungguh menghibur*

    Kelima, “Apakah anak dan istri anda bersedia di kawin kontrak?”

    Mas, anda lagi eling kan sewaktu menulis! Pertanyaan anda sudah berpindah dari konyol kecil, dan kini sudah masuk ke konyol besar! Selain pertanyaan ini tidak sopan dan jauh dari akhlak Islam, maka Islam telah mengajarkan tata cara yang sopan dan santun di dalam mengajukan proposal untuk bermuamalat kepada sesama manusia.

    Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 5:8)

    Di dalam ajaran dan tradisi masyarakat Sunni, nikah secara da’im itu bisa diajukan proposalnya oleh pihak yang berhajat kepada orang tua atau wali dari seorang anak untuk meminang anaknya. Sedangkan menikahi isteri seseorang itu adalah haram berdasarkan Al-Qur’an, Hadis dan kesepakatan ulama, kecuali setelah diceraikan atau ditinggal mati suami.

    Di dalam ajaran dan tradisi masyarakat Syiah, nikah da’im maupun mut’ah itu dilakukan dengan cara serupa. Sedangkan menikahi isteri seseorang itu adalah haram berdasarkan Al-Qur’an, Hadis dan kesepakatan fuqaha, kecuali ditinggal masti suami atau bercerai, atau dalam kasus mut’ah adalah setelah habis masanya.

    Terus terang saja, pertanyaan anda ini sudah ada sejak saya masih menjadi Wahabi. Tapi saya tidak tahu kalau di Wahabi sekarang, isteri dan anak boleh di kawin kontrak :) Ini kontrak ketenagakerjaan yaa? Pantaslah kalau TKW kita banyak yang diperkosa di Arab sana. Mungkin karena sebagian Wahabi disana menganggap Tenaga Kerja kita sebagai budak (malik al-yamin) yang sudah dikontrak yaa Mas …? Wah … ini info baru …! Kalau kasus-kasus yang sering diberitakan di daerah Sukabumi dan di daerah Matraman serta Pramuka itu model kawin kontraknya Wahabi seperti apa Mas?

    Kalau soal nikah Mut’ah sebaiknya anda tidak perlu jauh-jauh melongok ke mazhab Syiah Imamiyah, tapi silahkan buka kitab Bukhari saja dan baca hadis berikut ini:
    Dari Hasan bin Muhammad dari Jabir ibn Abdullah dan Salamah ibn Al Akwa’ keduanya berkata: “Kami bergabung dalam sebuah pasukan, lalu datanglah rasul (utusan) Rasulullah saw, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah saw telah mengizinkan kalian untuk menikah mut’ah, maka bermut’ahlah kalian.” (lih. Kitab an-Nikah, bab Nahyu Rasulullah saw ‘An-Nikah al Mut’ah akhiran. Fathul Baari, 19/206-207, hadis ke -5117-5118)

    Dari Jabir bin Abdullah dan Salamah ibn Al Akwa’: “Sesungguhnya Rasulullah saw datang menemui kami dan mengizinkan kami untuk bermut’ah.” (lih. Sahih Muslim [dengan syarah An Nawawi], 9/182. Hanya saja kata rasul (utusan) diganti dengan munadi, pengumandangan pengumuman)

    Nah, kini giliran saya bertanya kepada anda:

    “apakah sekarang anda mengira bahwa mut’ah itu adalah produknya Syiah dan bukan bagian dari hukum Islam yang dakui oleh Sunni sendiri?!”

    Artinya, Allah swt membolehkan kawin kontrak atau mut’ah. Kehalalannya jelas diakui oleh semua ulama Islam (baik Sunni maupun Syiah), adapun persoalan kedua adalah apakah ia masih halal ataukah sudah diharamkan? Jadi kalau mau bertanya tentang sesuatu yang ada di dalam Syiah, tidak perlu dibuat sebagai hal yang bersifat pribadi dan penuh dengan sindiran ataupun satiran-satiran yang hanya semakin memunculkan friksi antara sesama manusia. Apalagi sebagai orang yang belum saling kenal.

    Meskipun seharusnya saya punya hak untuk menghapus komentar anda atau menuduh anda sebagai orang yang sok tahu tentang fiqh al-muqarrin, maka saya lebih memilih untuk menanggapi anda dengan jawaban-jawaban ini.

    Kalimat “Ealaaah” yang anda gunakan untuk menulis komentar anda di blog saya jelas mencerminkan sikap anda yang gemar meremehkan orang lain. Entah apakah itu seolah-olah untuk menunjukkan diri anda orang yang berpengalaman dan mahir dalam berdiskusi? Atau apakah anda adalah orang yang pasti masuk surga? Ataukah anda justru ingin menunjukkan akhlak Islami?

    Saran saya, redam sikap benci yang ada di dada anda, karena saya ingat sekali bagaimana sewaktu saya menjadi Wahabi dulu, saya sangat membenci komunitas Syiah?! Bahkan siapapun yang bersebarangan dengan saya?! Saat itu, bagi saya Islam selain ajaran Ibnu Taimiyyah adalah sesat.

    Begini Mas, kalimat pada komentar anda yang mengatakan Jika keimanan syi’ah anda benar, pasti bisa menjawab dengan tepat” menunjukkan bahwa anda sangat ahli tentang ajaran Syiah. Untuk itu, gimana kalau anda saya undang untuk berdikusi di ICC (Islamic Culture Center) di daerah Buncit setelah Idul Fitri. Selain tempatnya enak, di sana juga ada perpustakaan yang lengkap dengan buku-buku Syiah dan Sunni. Siapa tahu anda dan saya bisa saling belajar. Di samping itu, saya juga bisa membicarakan tentang wacana-wacana kristologi dengan anda. Setuju?

  20. Maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Hal itu sebagai respon tulisan-tulisan anda yang mendiskreditkan umat muslim di Indonesia.
    Kiranya kita perlu sama-sama dewasa dalam berpendapat dan berkomentar agar masing-masing
    pihak tidak tersakiti. Oke khan?!..Akuur..

    Perlu anda ketahui bahwa di masjid-masjid di kota kami telah di sosialisasikan masalah
    perbedaan keimanan Islam dan Syiah. Yang kalau di cermati memang berbeda antara Rukun Iman
    dan Rukun Islam dengan Rukun Iman dan Rukun Islam versi Syiah (correct me if wrong).

    Rukun Iman : 1. Iman kepada Allah
    2. Iman kepada Malaikat
    3. Iman kepada Kitab Allah
    4. Iman kepada Nabi dan rasul
    5. Iman kepada Hari kiamat
    6. Iman kepada Qada, dan Qadar

    Rukun Islam : 1. Syahadat
    2. Sholat
    3. Puasa
    4. Zakat
    5. Haji

    Sekarang bagian anda menjelaskan
    Rukun Iman Syiah:

    1.
    2.
    3.
    4.
    5.

    Sedangkan Rukun Islam dan Rukun Iman adalah pondasi dasar sebuah agama.Oleh karena itu para
    ulama sepakat bahwa Syiah adalah agama baru diluar Islam.

    Mengenai perselisihan pada kalangan sahabat nabi yang mengakibatkan meninggalnya Imam Ali
    r.a, Imam Husain beserta Ahlul Bait hal itu memang kita sesalkan bersama.
    Dan pendapat para ulama yang benar adalah di pihak Ali R.a.
    Nasehat para ulama kepada kita, bahwa kita sudah dihindarkan oleh Allah Ta’ala terhadap
    fitnah yang menimpa para sabahat, oleh karena itu hendaknya kita tidak mengotori tangan dan
    mulut kita dari memperdebat dan menambah lagi fitnah yang telah terjadi.

    Nikah Mut’ah memang benar pernah dianjurkan kemudian rasulullah mengharamkan sampai hari kiamat.
    Berikut hadits-hadits yang menjadi dasar pengharaman mut’ah.

    أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ زَمَنَ خَيْبَرَ [55]
    Ali Ra berkata kepada Ibnu Abbas sesungguhnya Nabi saw melarang mut’ah dan makan daging keledai jinak pada perang khaibar.

    عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ أَوْطَاسٍ فِي الْمُتْعَةِ ثَلَاثًا ثُمَّ نَهَى عَنْهَا[56]
    Dari Iyas bin Salamah dari ayahnya berkata : Rasulullah memperbolehkan nikah mut’ah pada saat perang autas selama tiga hari lalu melarangnya
    .
    الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الِاسْتِمْتَاعِ مِنْ النِّسَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيلَهُ وَلَا تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا[57]
    Dari Rabi’ bin Saburah Al Juhani bahwa ayahnya bercerita padanya bahwa dia bersama Nabi saw lalu beliau bersabda : Wahai manusia sesungguhnya aku telah mengijinkan kalian untuk nikah mut’ah, dan Allah telah mengharamkannya hingga hari kiamat nanti. Barang siapa sedang nikah mut’ah maka hendaknya pisah dengan istrinya dan jangan kalian ambil apa yang telah kalian berikan pada mereka.

    Terima kasih sangat atas undangan saudara terhadap saya. Saya sebenarnya juga ingin berpanjang lebar diskusi masalah tersebut. Mungkin waktu dan jarak yang jauh yang tidak memungkinkan.

    ————————————-

    Pertama, permintaan maaf anda saya terima dan saya maafkan.

    Kedua, sungguh amat disayangkan karena tergambar dari uraian anda setelahnya bahwa permintaan maaf anda ini masih belum disertai dengan keseriusan dan barangkali ketulusan.

    Upaya anda yang masih mencari-cari justifikasi pembenaran atas tindakan anda dengan menyatakan bahwa “tulisan-tulisan” saya sebagai “tulisan –tulisan yang mendiskreditkan umat muslim di Indonesia”, adalah salah satu hal, yang menurut hemat saya, cara anda untuk berkelit dari masalah yang anda buat sendiri sejak semula … :)

    Setelah anda melontarkan berbagai pertanyaan aneh di awal komentar anda, kini anda sekali lagi telah menuduh saya dengan suatu tuduhan bahwa “tulisan-tulisan saya telah mendiskreditkan umat Muslim di Indonesia”. Ini tuduhan serius yang menurut saya terlalu ringan sekali bisa anda lontarkan terhadap blog saya, tapi tanpa disertai dengan sebarang bukti dan disampaikan disela-sela permintaan maaf anda kepada saya!

    Selain gaya menuduh anda sangat tidak mengikuti prosedur Qur’ani, maka gaya tuduhan anda ini berada di luar kaidah berpikir yang logis. Anda menyebutkan bahwa “tulisan-tulisan saya telah mendiskreditkan umat Muslim di Indonesia”. Begini saja Mas, kalau kalimat “tulisan-tulisan” itu kan banyak, dan seolah-olah menunjukkan bahwa seluruh tulisan saya telah mendiskreditkan kaum Muslim di Indonesia.

    Nah … Ketimbang anda bakal kerepotan untuk menampilkan seluruh “tulisan-tulisan” saya yang menurut anda “telah mendiskreditkan umat Muslim di Indonesia” itu, maka saya minta kepada anda untuk menunjukkan 1 (satu) saja dari tulisan saya yang menurut anda telah mendiskreditkan umat Muslim di Indonesia. Jadi tidak perlu seluruh “tulisan-tulisan” saya, tapi cukup hanya 1 (satu) tulisan saja!

    Menurut saya, kedewasaan itu memang diperlukan, tapi memberikan komentar yang tidak disertai dengan kesopanan dan lontaran tuduhan yang tidak disertai pembuktian adalah jelas sikap yang menurut hemat saya, masih perlu pendewasaan. Akuur?!

    Setelah mendapatkan informasi ini dari anda, maka menurut saya, pola pensosialisasian di masjid-masjid anda masih kurang tepat sasaran, meskipun barangkali, ia bisa saja menjadi suatu sumbangan pengetahuan bagi masyarakat di daerah anda.

    Tapi anda tidak bisa mempelajari akidah Syiah dari orang-orang Wahabi yang mana tendensi sektarian dari mereka itu memang sudah ada sejak lama. Metode terbaik untuk memahami sesuatu, apalagi soal perbedaan mazhab di dalam Islam, seharusnya berasal dari pengalaman pribadi anda sendiri. Interaksi dengan ilmu yang anda geluti adalah pola terbaik untuk menyelaraskan pengetahuan anda menjadi pengalaman langsung yang bersifat pribadi dan terbuka.

    Dalam konteks ini dan sebelum saya, pada akhirnya, akan memberikan beberapa informasi buku bermanfaat yang bisa anda baca secara langsung dari para penulis orang Syiah sendiri tentang akidah mereka, maka dalam kesempatan ini, saya hanya akan memberikan gambaran tentang realitas agama dan pengaruhnya bagi manusia.

    Secara umum, agama bertanggung jawab terhadap aktualisasi tiga ranah potensi manusia. Pertama, ranah kognitif (intelektual, ‘aql). Kedua, ranah afektif (moral, akhlaq). Dan ketiga, ranah psikomotorik. Maksudnya adalah hukum/fiqh, yang dalam hal ini adalah dalam pengertian luas seperti, ibadah, muamalah dan lain sebagainya.

    Ranah kognitif adalah ranah yang bertanggung jawab terhadap aktualisasi potensi berpikir kritis, logis dan sistematis manusia. Ranah ini bergulat di sekitar forma pemikiran dialektika (jiddalli). Sedangkan lebih jauh lagi, ranah ini terdapat dalam forma demonstratif (burhani) seperti yang dipraktekkan dalam filsafat. Model beragama rasional seperti ini tidak perlu dipahami sebagai penolakan terhadap otoritas teks suci (Al-Qur’an), tapi lebih tepat dipahami sebagai upaya dialog yang sinergi dan konstruktif antara rasio dan wahyu.

    Dalam ranah afektif, agama bertanggung jawab mengembangkan harga diri manusia (yakni, nilai-nilai kemanusiaan dan bukan egosentris), nilai-nilai moral, kendali emosi dan rasa empati. Aspek inilah yang merupakan aspek universal Islam (rahmatan lil ‘alamin dan bukan rahmatan lil muslimin atau lil mukminin saja) yang tidak mengenal batas-batas territorial agama, geografi dan demografis. Dan dengan ini pula Rasulullah saw diutus kedunia ini, “Aku hanya diutus untuk mempebaiki akhlak manusia”.

    Dalam pengembangan aspek psikomotorik, agama membentuk penganutnya untuk terampil membangun relasi vertikal dengan Tuhannya (ibadah mahdhah) dan juga terampil untuk membentuk jaringan horizontal dengan sesame makhluk (ibadah ghayru mahdhah), dan bukan hanya sesama koloni “seiman” saja.

    Modus beragama yang hanya mengaplikasikan salah satu dari aspek-aspek ini akan terjerumus ke dalam bentuk-bentuk ajaran agama yang eksklusif dan tertutup. Dengan kata lain, selain kelompok mereka sendiri adalah kafir alias terciptanya suatu modus beragama yang mengakar dari ekstrimisme. Sedangkan beragama yang hanya mengandalkan rasionalisme saja akan terjerumus ke dalam kancah perdebatan, spekulasi, debat wacana dan hampa dari tindakan-tindakan social praktis plus miskin moral atau akhlak. Begitu juga modus beragama yang hanya berorientasi kepada aspek psikomotorik, maka dia akan terjebak dalam pengalaman beragama eksoteris (wujud eksternal) agama, formalistic, doktriner dan fanatik.

    Seputar Rukun Iman

    Rumusan Rukun Iman dan Islam yang anda sebutkan di atas adalah bagian dari sumbangsih ulama Muslim Sunni, terutama Abu al-Hasan al-Asy’ari di dalam merumuskan pondasi beragama Islam dalam domain Sunni. Artinya, ia adalah suatu upaya penyederhanaan risalah Al-Qur’an agar bisa dijadikan kredo keimanan bagi seseorang. Sekilas ia seolah-olah hanya identik dengan pengetahuan yang ada di Islam, tapi secara umum, rukun iman ini juga sama dengan kredo keyakinan dua agama Samawi sebelumnya, yaitu Yahudi dan Kristen.

    Pertama, tidak ada seorang Yahudi dan Kristen yang tidak percaya bahwa Eloah (Hebrew) atau Allah (Arab) adalah Tuhan Alam Semesta.

    “Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia” (Ul 4:35)

    “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Mrk 12:29).

    Kedua, tidak ada seorang Yahudi dan Kristen yang tidak percaya bahwa beriman kepada para malaikat adalah bagian dari keimanan mereka.
    “Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” (Maz 91:11)

    “Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. “ (Maz 103:20)

    “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibr 1:14).

    Ketiga, tidak ada seorang Yahudi dan Kristen yang tidak percaya bahwa beriman kepada Kitab Tuhan adalah bagian dari keimanan mereka.
    “Carilah di dalam kitab TUHAN dan bacalah: Satupun dari semua makhluk itu tidak ada yang ketinggalan dan yang satu tidak kehilangan yang lain; sebab begitulah perintah yang keluar dari mulut TUHAN, dan Roh TUHAN sendiri telah mengumpulkan mereka.” (Yes 34:16)

    Keempat, tidak ada seorang Yahudi dan Kristen yang tidak percaya bahwa beriman kepada para nabi dan rasul adalah bagian dari keimanan mereka.

    “Dengan Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yakni dengan perantaraan para nabi-Mu.” (Neh 9:30)

    “Kusampaikan kepada mereka terus-menerus dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, yakni para nabi; tetapi kamu tidak mendengarkannya, demikianlah firman TUHAN . (Yer 29:19)

    “Aku telah mengutus kepadamu segala hamba-Ku, yakni para nabi, terus-menerus, mengatakan: Kembalilah kamu masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat itu, perbaikilah perbuatanmu, janganlah mengikuti allah lain untuk beribadah kepada mereka.” (Yer 35:15)

    “Aku berbicara kepada para nabi dan banyak kali memberi penglihatan dan memberi perumpamaan dengan perantaraan para nabi .” (Ho 12:10)

    “Tetapi segala firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi.” (Zakaria 1:6)

    “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 7:12)

    Kelima, tidak ada seorang Yahudi dan Kristen yang tidak percaya bahwa beriman kepada Hari Kiamat/Akhir/Penghakiman adalah bagian dari keimanan mereka.

    “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” (Mat 12:36)

    “Mengapa Yang Mahakuasa tidak mencadangkan masa penghukuman dan mereka yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya? “ (Ayub 24:1)

    Keenam, tidak ada seorang Yahudi dan Kristen yang tidak percaya bahwa beriman kepada Qadho (Kehendak) Qadar (Takdir) adalah bagian dari keimanan mereka.

    “Dia yang dikasihi TUHAN akan melaksanakan kehendak TUHAN.” (Yes 48:14)

    “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17)

    “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.” (Kolonia 1:9)

    Nah,apa yang anda pikir sebagai kredo agama Islam ini sebenarnya adalah rumusan kredo universal dalam konteks agama samawi. Ia bukanlah prinsip keimanan Islam semata, seperti yang selama ini anda kira demikian.

    Jadi, istilah anda yang mengatakan bahwa orang yang tidak mengikuti pola kredo keimanan ini berarti berada diluar domain agama Islam adalah jelas tidak tepat, kalau tidakmau dibilang salah! Sebab, jauh sebelum periode keberadaan Al-Qur’an dan sebelum para ulama Islam Sunni merumuskan kredo keimanan ini, maka Alkitab sendiri telah menjadikan kredo ini sebagai pondasi beragama bagi umat mereka.

    Disamping itu, apa yang anda imani selama ini, ternyata diimani juga oleh umat Yahudi dan umat Nasrani.

    Seputar Rukun Islam

    Lima rukun Islam yang anda sebutkan juga sama dengan kredo yang ada dalam ajaran Yahudi dan Kristen.

    Pertama, istilah syahadat terbagi menjadi dua bagian. Pertama bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan kedua bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adalah Rasul Allah swt. Dalam konteks persaksian yang pertama, maka jelas agama Yahudi dan Kristen juga meminta para pengikutnya untuk menyaksikan hal tersebut sebagai bukti atas keimanan mereka.

    “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ul 6:4)

    “Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Mrk 12:29)

    Sedangkan dalam konteks persaksian yang kedua memang ada perbedaan pribadi utusannya. Dalam konteks Yahudi adalah Musa as, sementara Kristen adalah Yesus putra Maryam as. Jadi, perbedaan itu dalam aspek figur utusan Tuhannya dan bukan selainnya. Perlu dicatat juga bahwa agama Yahudi hanya menafikan empat figur nabi, yaitu Zakaria as, Yahya as, Isa as dan Muhammad saw. Sedangkan Kristen hanya menafikan satu figur nabi, yaitu Muhammad saw saja.

    Jika anda mengatakan Syiah adalah agama yang berbeda dengan Islam yang anda ikuti, maka pertanyaan saya kepada anda adalah “Siapakah figur nabi terakhir bagi umat manusia menurut ‘ushul ad-din Syiah?” Kalau nabi terakhir itu bukan Nabi Muhammad saw, maka ajaran orang Syiah itu jelas berbeda dengan anda, sedangkan kalau nabi terakhir itu adalah Muhammad saw, maka ajaran orang Syiah itu pasti adalah Islam. Dan pernahkah orang-orang Syiah menyatakan bahwa ada nabi terakhir selain Muhammad saw?!

    Kedua, istilah Sholat dalam bahasa Arab yang secara etimologi berarti doa, ibadah pada waktu khusus, atau kebaktian di waktu tertentu kepada Tuhan juga merupakan aspek fundamental dalam praktek keagamaan Yahudi dan Kristen.

    Di dalam Islam, solat dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al-Qur’an. Tapi perlu anda ketahui bahwa selain Al-Qur’an, Alkitab juga menyebutkan banyak tentang solat, waktu-waktunya dan juga bentuk-bentuknya.

    “Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan.” (Mazmur 69:13)

    Secara spesifik, gerakan-gerakan solat pun seperti berdiri, berlutut dan bersujud bisa juga anda temukan di dalam Alkitab, terutama di dalam ajaran Yahudi dan Kristen. Tapi dalam kesempatan ini, saya tidak akan menjelaskannya kepada anda, karena akan menjadi terlalu panjang.

    Jadi apa yang anda sebut-sebut bahwa rukun Islam yang kedua ini bisa menjadi bukti jelas bagi identitas anda sebagai Muslim adalah jelas kurang tepat, karena umat Yahudi dan Kristen pun menjadikan solat (berdoa pada waktu-waktu khusus dan dengan cara-cara tertentu) sebagai kredo atau rukun di dalam mengaplikasikan keimanan mereka.

    Perlu anda ingat bahwa rukun Iman dan rukun Islam yang anda sebut-sebut sebagai bukti atas identitas anda sebagai seorang Muslim, tidak disertai dengan penjelasan detil tentang tata cara sholat. Alasannya, tata cara sholat tidak masuk ke dalam kajian ushul ad-din (pondasi agama), tapi furu’ ad-din (cabang agama).

    Ketiga, persoalan puasa juga demikian. Anda bisa temukan banyak informasi tentang puasa dan waktu-waktunya secara khusus di dalam Alkitab. Ini salah satunya.

    “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!” (Zak 8:19)

    Jadi apa yang anda sebut-sebut sebagai ibadah puasa ini dan seolah-olah ia bisa menjadi bukti atas identitas anda sebagai Muslim jelas tidak tepat, karena umat Yahudi dan Kristen juga menjadikan ibadah puasa sebagai bagian dari pengaplikasian kredo (rukun) keimanan mereka.

    Keempat, tzedakah (Ibrani) atau zakat (Arab) adalah salah satu bagian ibadah yang krusial di dalam pengaplikasian kredo keimanan Islam, Yahudi dan Kristen.

    “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.” (Kel 25:2)

    “supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin.” (Ester 9:22)

    “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Mat 6:3)

    Jadi, apa yang anda sebut-sebut bahwa berzakat bisa menjadi bukti atas identitas anda sebagai Muslim adalah jelas tidak tepat, karena selain anda mengeluarkan zakat, maka umat Yahudi dan Kristen juga melakukannya.

    Kelima, pergi haji atau berziarah ke Rumah Tuhan untuk menjalankan ritual tertentu adalah bagian dari rukun Islam, tapi umat Yahudi dan Kristen juga menjadikan ibadah ziarah ke Rumah Tuhan di Yerusalem dan tempat-tempat tertentu di muka bumi ini sebagai aspek fundamental di dalam pengaplikasian kredo keimanan mereka.

    Hal ini pernah saya jelaskan secara lebih detil di kedua buku kristologi saya, yaitu “Yudas, pengkhianat atau penyelamat?” dan “The Hidden Prophecies”. Kalau anda berminat, silahkan merujuk kesana.

    Penjelasan anda bahwa Ahlulbait as berada di pihak yang benar adalah hal yang tidak terbantahkan dan saya sangat setuju dengan hal itu. Begitu pula saya membenarkan dengan keberpihakan sebagian ulama Islam kepada Ahlulbait as. Tapi yang perlu diperjelas disini bahwa persoalan tentang perbedaan antara Sunni dan Syiah itu bukanlah fitnah. Fitnah bukanlah sesuatu yang terkait secara khusus dalam konteks perbedaan antara Sunni dan Syiah. Ataupun dalam konteks para sahabat, misalnya. Pembahasan seputar perbedaan Sunni dan Syiah bukanlah menghidupkan fitnah, karena tidak membahasnya telah menjadi bukti bagi kemunculan fitnah yang menimpa umat Muslimin dari dulu hinggga sekarang.

    Fitnah (berarti godaan) adalah berbagai perkara yang bisa terjadi di dalam kehidupan umat manusia, baik terhadap Muslim ataupun bukan. Menurut Al-Qur’an bahwa harta, anak dan isteri adalah fitnah, bahkan kehidupan manusia di dunia ini diselimuti oleh berbagai fitnah yang bisa menjerumuskannya ke dalam neraka, atau jika dia berhasil melewatinya, maka dia menjadi hamba Allah yang diridhoiNya.

    Intinya, fitnah adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga tak ada seorangpun yang bisa terbebas dari fitnah selama hidupnya di dunia ini. Bila ada ulama yang mengatakan bahwa kita telah terbebas dari fitnah; baik itu dari fitnah isteri, anak, harta, para sahabat di masa lalu ataupun pengaruhnya di masa sekarang dan lain sebagainya, maka hal itu jelas merupakan pepesan kosong dan argumen apologetik yang berasal dari jahl atau kebodohan, alias bagian dari fitnah itu sendiri. Menurut hemat saya, hal ini adalah pembodohan umat, sehingga pernyataan-pernyataan seperti inilah yang bisa semakin menjerumuskan umat Muslim jatuh ke dalam fitnah yang menyesatkan.

    Oleh karena itu, manusia justru harus bisa membedakan antara fitnah yang menyesatkan dan mana yang bukan? Hal ini hanya bisa dilakukan melalui proses pengetahuan dan kesadaran. Pernyataan anda yang menyebutkan bahwa para sahabat di masa lalu telah terjatuh ke dalam fitnah, justru semakin membuktikan bahwa berbagai informasi tentang Islam yang telah anda terima di zaman ini, sudah tidak bisa lagi diterima mentah-mentah.

    Untuk menghindar dari fitnah yang menyesatkan, maka Allah swt dan RasulNya telah memberikan rumusan yang paling canggih supaya kita bisa terbebas dari fitnah yang menyesatkan itu, yaitu dengan cara berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Ahlulbait Nabi saw. Hal ini pernah disampaikan secara langsung kepada kita dari Rasulullah saw, baik melalui Al-Qur’an maupun hadis-hadis yang diriwayatkan kepada kita. Di dalam Sahih Muslim, Rasulullah saw pernah bersabda:

    Hadis Tsaqalain

    “Wahai manusia, camkanlah! Rasanya sudah dekat waktunya aku hendak dipanggil (oleh Allah swt), dan aku aka memnuhi panggilan itu. Camkanlah! Aku meninggalkan bagi kalian dua barang berharga. Yang pertama adalah kKitabullah, yang di dalamnya terdapat cahaya dan petunjuk. Yang lainnya adalah Ahlulbaitku. Aku ingatkan kalian, atas nama Allah, tentang Ahlulbaitku! Aku ingatkan kalian, atas nama Allah, tentang Ahlulbaitku! Aku ingatkan kalian, atas nama Allah, tentang Ahlulbaitku! (lih. Sahih Muslim, bab keutamaan sahabat, bagian keutamaan Ali, publikasi Arab Saudi 1980, versi Arab, jilid 4, hal 1873, hadis ke 36)

    Hadis Bahtera Nuh

    “Perumpamaan Ahlulbaitku bagaikan perahu Nuh, barangsiapa berlayar dengannya ia pasti selamat” (lih. ‘Uyun al Akhbar, 1/211; dan al Ma’arif, 86)

    Untuk itu, dalam konteks Islam, fitnah yang menyesatkan hanya akan terjadi manakala seorang Muslim meninggalkan Al-Qur’an dan Ahlulbait as.
    Sedangkan pelajaran yang bisa kita dapatkan bahwa upaya mempelajari dan memahami suatu perbedaan ataupun mencari persamaan tidak identik dengan jatuh ke dalam fitnah, asalkan kita berpegang kepada Al-Qur’an dan Ahlulbait as.

    Sebelum menyatakan tentang status penghalalan atau pengharaman nikah mut’ah, maka saya hanya ingin menambahkan dari pernyataan anda sebelum ini bahwa sikap anda yang terkesan mendiskreditkan nikah mut’ah yang berasal dari Allah swt jelas tidak sejalan dengan semangat Al-Qur’an.

    Anda menyatakan tentang anjuran nikah mut’ah pada zaman Nabi saw, yang menurut saya ungkapan ini hanyalah cara anda untuk menyatakan bahwa nikah mut’ah adalah sesuatu yang “pernah” dihalalkan di masa awal Islam. Tapi sebelum membahas tentang status mut’ah saat ini, maka saya mau bertanya sedikit kepada anda: “Apakah sesuatu yang dihalalkan oleh Allah itu pernah berakibat buruk dan tidak bermoral serta merendahkan status manusia? Jawabnya, pasti tidak bukan?

    Artinya, pernikahan mut’ah bukanlah suatu hal yang hina dan seolah-olah merendahkan martabat manusia, baik wanita ataupun pria. Bahkan para sahabat yang pernah mempraktekkan nikah mut’ah, tentunya tidak anda tuduh sebagai tindakan zina bukan? Intinya, status nikah mut’ah secara sosial dan moral Islami “pernah” diterima oleh masyarakat Muslim dan praktek nikah mut’ah itu sendiri bukanlah hal yang pervert? Paling tidak menurut anda, mungkin sampai ia akhirnya “diharamkan.”

    Nah, pertanyaan besarnya adalah: “Bagaimana nikah mut’ah bisa dihalalkan di dalam Islam?” Apakah praktek ini dihalakan oleh Rasul saw tanpa adanya ayat Al-Qur’an, ataukah nikah mut’ah dihalalkan melalui ayat Al-Qur’an?

    Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sebaiknya, kita merujuk dulu ke ayat Al-Qur’an sebelum meninjau seputar hadis-hadis yang mengharamkannya, sebagaimana yang anda kutip di atas.

    Seluruh ulama Islam (baik Suni maupun Syiah) sepakat bahwa nikah mut’ah dihalalkan oleh Allah swt melalui ayat Al-Qur’an yang menyatakan “Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban.” (QS. 4: 24).

    Al Maziri seperti di kutip an Nawawi mengatakan, “Telah tetap (terbukti) bahwa nikah mut’ah adalah boleh hukumnya di awal Islam. (lih. Sahih Muslim (dengan syarah an Nawawi), 9/179, bab: Nikah Mut’ah).

    Rasa-rasanya, saya tidak perlu mengutip catatan-catatan para ulama lainnya yang menjelaskan tentang ada dan halalnya nikah mut’ah di dalam Islam, karena menurut saya, anda mungkin sudah mengetahui hal tersebut. Adapun soal pengharaman nikah mut’ah itu begini kasus hukumnya Mas…

    Seperti anda saksikan sendiri bahwa nikah mut’ah dihalalkan oleh Al-Qur’an, dan apa yang dihalalkan oleh Al-Qur’an adalah halal sampai Hari Kiamat… Betulkan?

    Nah inti persoalan ikhtilaf ulama disini adalah bukan pada persoalan halalnya, karena ulama sepakat bahwa nikah mut’ah itu halal atau menurut Sunni, setidaknya ia pernah halallalu diharamkan … dengan apa? Dengan hadis… ?!?

    Perlu anda ketahui bahwa kecuali ada ayat Al-Qur’an lain yang memansukhkan ayat Al-Qur’an ini (QS. 4:24), maka tak ada satu hadis apapun dan yang bersumber dari pihak manapun yang mampu memansukhkan ayat Al-Qur’an tersebut. Artinya, perubahan status hukum atas nikah mut’ah baru mungkin terjadi, bila ada ayat Al-Qur’an lain yang memansukhkan ayat penghalalannya (QS. 4:24).

    Artinya, ayat ini telah dimansukhkan oleh hadis ?!? Ini namanya PERPU mengamandemen UUD… dan hal itu sangat konyol! Bahkan tak ada satu rumusan ushul fiqh di Sunni sekalipun yang menetapkan bahwa ayat Al-Qur’an itu bisa dimansukh oleh hadis. Kalau sampai terjadi, ini namanya musibah! Karena besok lusa, orang akan bisa memansukhkan ayat Al-Qur’an soal solat, soal ayat puasa, soal ayat zakat, soal ayat nikah dan soal ayat-ayat yang lain dengan hadis yang direkayasa. Hadis itu bisa saja dipalsukan, tetapi ayat-ayat Al-Qur’an tidak mungkin bisa!

    Selain itu, banyak hadis-hadis lain yang secara jelas menunjukkan bahwa pengharaman nikah mut’ah sebenarnya memang baru terjadi di zaman Umar bin Khattab. Beberapa hadis itu secara jelas meriwayatkan kepada kita bahwa, bahkan sampai setelah periode Rasulullah sekalipun, nikah mut’ah itu masih dipraktekkan oleh para sahabat dan baru berhenti di zaman Umar bin Khattab. Berikut hadis-hadis yang dimaksud:

    Muslim meriwayatkan dari ‘Atha, ia berkata, “Jabir ibn Abdullah dating untuk umrah, lalu kami mendatanginya di tempat tinggalnya dan orang-orang bertanya kepadanya banyak masalah, kemudianmereka menyebut-nyebut mut’ah, maka Jabir berkata: “Kami bermut’ah di masa Rasulullah saw, masa Abu Bakar dan masa Umar.” (lih. Shahih Muslim, (dengan syarah an Nawawi), 9/183)

    Dari Abu Bashrah, ia berkata: “Aku berada di sisi Jabir lalu datanglah seseorang dan berkata, “Ibnu Abbas dan ibnu Zubayr berselisih tentang tentang dua jenis mut’ah.” Jabir berkata: “Kami melakukannya bersama Rasulullah saw, kemudian Umar melarang melaksanakan keduanya, maka kami tidak kembali (melakukannya) lagi.” (lih. Shahih Muslim, (dengan syarah an Nawawi), 9/183)

    Abu Zubair berkata, “Aku mendengar Jabir ibn Abdullah berkata, “Kami bermut’ah dengan emas kawin (mahar) segenggam kurma dan tepung untuk jangka waktu beberapa hari di masa Rasulullah saw dan asa Abu Bakar, sampai Umar melarangnya karena kasus Amr bin Harits.” (lih. Shahih Muslim, (dengan syarah an Nawawi), 9/183-184)

    Adapun soal pengharama nikah mut’ah oleh Umar bin Khattab, maka hal itu diriwayatkan di dalam riwayat berikut ini:

    Albayhaqi meriwayatkan dalam Sunan al Kubra-nya dari Abu Nadhrah dari Jabir ra, saya (Abu Nadhrah) berkata: “Sesungguhnya ibnu Zubair melarang nikah Mut’ah dan Ibnu Abbas memerintahkannya.” Maka Jabir berkata: “Di tangan sayalah hadis ini berputar, kami bermut’ah di zaman Rasulullah saw dan Abu Bakar ra dan ketika Umar menjabat sebagai khalifah ia berpidato di hadapan orang-orang: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Rasulullah saw adalah Rasul (utusan) Allah, dan Al-Qur’an adalah Al-Qur’an ini. Dan sesungguhnya ada dua jenis mut’ah yang berlaku di masa Rasulullah saw, tapi aku melarang keduanya da memberlakukan sanksi atas keduanya, salah satunya adalah nikah mut’ah, dan saya tidak menemukan seseorang yang menikahi wanita dalam jangka waktu tertentu kecuali saya lenyapkan dengan bebatuan. Dan yang kedua adalah haji tamattu’, maka pisahkan pelaksanaan haji dari umrah kamu karena sesungguhnya itu lebih sempurna buat haji dan umrah kamu.” (lih. As Sunan Al Kubra, Kitab al Mut’ah, bab: Nikah al Mut’ah, 7/206. Dan ia juga menyatakan bahwa hadis ini juga diriwayatkan Muslim dari lain dari Hummam)

    Kalau berminat dan mungkin gemar membaca buku, silahkan japri alamat anda ke saya, dan insyaAllah saya akan hadiahkan beberapa buku-buku bermanfaat dari penulis Syiah, tentang Syiah sebagai khazanah tambahan untuk bacaan anda.

    1. hey..think b4 u speak up…

      rukun2 agama islam GAK sama kyk Krsiten n Yahudi..ajaran sesat mana tuhh….?????
      muslim ato bukan u…???..manusia anehh…
      klo u muslim , blajar tuh Islam yg bener2..
      klo u bukan muslim, gak usah ngomong ttg islam klo g tw ap2 ato asal2 ngmng..

  21. huh…capek ya ustad kalo berhadapan dengan yang ‘jahl.’…udah sok tau sok bikin statement and nuduh2 yang ‘shalow’ banget lg….iya suruh banyak baca dikit…biar enak komunikasinya ….standard banget pertanyaan2nya ….ga maju2…sambil ga tau hakekat….
    salam…..mohon maaf lahir batin…selamat lebaran ustad…

  22. trimakasih ustadz mencerahkan, baru tahu ini ane kalo sunni mengadopsi dari yahudi dan nasrani. i
    BTW, akhir2 ini ana agak sering dialog dengan nonmuslim, nasrani terutama, kok ada juga diantara mereka, yg kelihatannya (pendapat pribadi) trinitas tidak seperti pandangan kita dulu. nah ini gimana ustadz, sebenarnya hakikat trinitas, apakah Yesus memang Tuhan, (Tuhan memang memiliki anak), Yesus adalah manusia yg paling dicintai Tuhan sehingga seolah2 anak Tuhan, sekaligus satu2nya perantara dengan Tuhan. jadi “anak Tuhan” ini bermakna simbolis, (mirip syiah jadinya, tapi di tempat kita Ar-Rasul SAWW, dan ahlulbaytnya). nah ini gimana ustadz.

    —————————————-

    Terima kasih sama-sama.

    Sejak lama saya selalu yakin bahwa sebenarnya banyak kalangan Kristen yang tidak memposisikan Yesus sebagai Tuhan atau Anak Tuhan (kedua kalimat ini bukan dalam tanda kutip), seperti yang sering diasumsikan oleh Muslimin awam.

    Namun, apa yang menjadi keyakinan bagi umat Kristen (yakni secara pribadi mereka) terhadap Yesus, belum tentu mewakili ideologi trinitas yang secara faktual sudah menjadi kredo atau syahadat bagi keimanan Kristen. Maksudnya, kita memang harus bisa melakukan pemilihan yang jernih antara pandangan pribadi seorang Kristen terhadap keimanan mereka di satu sisi, dan trinitas sebagai sebuah bangunan ideologi keimanan Kristen di sisi lain.

    Bagi saya pribadi, kesalahan konsep pengantaraan Kristus dalam doktrin Paulisme belakangan adalah ketika dinyatakan bahwa Tuhan dan Kristus itu adalah homouseos atau satu dalam zat. Barangkali untuk melihat perbedaan itu, silahkan membaca artikel ini sebagai rujukan tambahan. Sedangkan Islam sebagaimana halnya Syiah telah menolak konsep ini. Adapun kajian seputar masalah perantaraan dalam agama Ibrahimik, maka mungkin artikel saya berikut ini bisa sedikit memberikan gambaran kepada antum.

    Pada dasarnya, konsep trinitas itu memang lahir dari kesalahpamahaman tentang konsep wujud dan hakekat perantaraan, jadi bukan dari teks-teks Alkitab; baik PL maupun PB. Untuk itu, konsep trinitas itu sendiri harus di analisa secara rasional dan filosofis, ketimbang tekstual.

    Walaupun demikian, perlu ditambahkan juga bahwa kajian seputar hakekat pengantaraan sejati ini bisa muncul di gereja purba, karena ia memang terkait dengan figur moschiah yang telah dinubuatkan di dalam PL, sebagaimana kedudukan agung dan mulia ini pernah disinggung di dalam kitab Mazmur 110. Artinya, persoalan itu bukan dipemahaman trinitas, tapi di figur kristus itu sendiri.

    1. ISLAM ya islam ajaa….LONG LIVE ISLAM

      selain tu bukan islam…

      dalam islam, gak ada tuh tambanh sunni, wahbi lah n syiah lah…

      woiii..blajar islam yg bnerr..mw aj di pencar2 ma musuhh

  23. buat matius bab 15:22-26 itu tidak lengkap sebab karena kesabaranya anak wanita itu sembuh

    ———————

    Sebenarnya poin saya tidak ke kisah itu kok, tapi anyway terima kasih yaa ;)

  24. Assalaamua’laikum wa rahmatulaahi wa berakaatu,

    RAHASIA JALAN YANG LURUS.

    Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar menusia dapat mencapai surga.

    1. Isa As ialah jalan yang lurus patut diikuti dan imani.
    (Az Zukhruf, 43:61)

    “Wa innahu laílmu lis saaáti fa laa tamtarunna bihaa wa tabiúnni haaddzaa shiraathum mustaqiim”.

    Dengan jelas Isa AS pembawa kebenaran dan patut
    ditaati…., kalau nabi Muhammad menjadi pertayaan
    sampai saat ini… karena dia sudah mati tidak berfunggsi lagi. Sesungguh Isa AL Masih putra Maryam itu utusan Allah dan firmanNya…(An Nisa, 4:171) Selamat menuju akhiran hanya melalui Isa AL Masih putra Maryam. Dia Imam Mahdi yang segera akan datang dalam hadis telah dikatakan segera akan datang…bukan Muhammad.

    ———————

    Tanggapan:

    Wa’alaikumsalam,

    He he he … klasik amat Mas :lol: dan agak lucu juga dalil-dalil klasik ini. Sebab, bukankah anda berdalih tentang mesianisme Isa as dengan argumen-argumen yang menurut anda sebagai “… kalau nabi Muhammad menjadi pertayaan sampai saat ini …”?

    Argumen itu yang rasional dan kontekstual Mas … Anda di mana di Belanda? Saya dulu lama di sana …. Zootermeer tepatnya … :mrgreen:

  25. to mr nunusaku. dalam postinganmu ini tidak saya lihat ada tujuan yang konstruktif sekalipun bagi dakwah kristen misalnya. karena sebelum diputuskan suatu konklusi dialog, semestinya tidak diambil kesimpulan apapun. disini ente telah mengambil kesimpulan terhadap status nabi Muhammad. saya lihat anda yang berperan sebagai tamu disini, tetapi anda tidak memiliki mekanisme untuk melakukan kontak dengan apapun, apalagi mau dakwah. sebagai tamu seharusnya anda memakai tatacara yang dipakai oleh tuan rumah. Disini tuan rumah memiliki ideologi yang mengagungkan figur islam. dan dianggap sebagai etika yang mutlak dipatuhi. oleh setiap pedialog. Begini nunusaku, kita bahkan tidak progresif dalam dakwah, juga kepada penganut agama lain. Urusan agama adalah antara makhluk dengan Allah. walaupun kita paksa, ancam, bunuh, mutilasi, belum tentu orang akan percaya pada keyakinan yang kita anut. karena belum tentu hatinya akan meyakini. sementara kita yakin bahwa hubungan antara Allah dan makhluk adalah hubungan batin. Jadi kitatiada menginginkan dakwah kepada siapapun tanpa pandang bulu. Kita bahkan telah tetapkan bahwa tiada guna/haram bagi kita dakwah kepada orang yang telah menghina figur islam. Itulah makanya dalam dialog dan diskusi kita selalu buat platform, bahwa setidaknya setiap peserta harus menghormati figur islam. oleh karena itu setiap orang yang tidak memiliki potensi dan kemauan itu bukan bagian dari hubungan antar manusia, atau orang yang akan diajak bicara oleh kaum muslimin. jadi sebenarnya tujuan diskusi dan tiap forum islam baik, syiah, sunni dan lain2 pengikrar syahadat tidak ditujukan pada orang2 seperti anda. itulah maka saya sebut anda sebagai tamupun bukan, juga bukan penimbrung, karena kata nimbrung adalah untuk memperkuat argumen salah satu peserta diskusi, sedangkan ente tidak ada satupun kesepakatan/kesamaan dengan orang2 disini, baik sunni, syiah maupun wahabi. nah layak disebut apa anda, atau sebutan apa yang anda inginkan terhadap tindakan, dan predikat anda? kami pasti akan menurutinya. Jadi kita tiada mau dakwah islam, tentu saja minimal secara etika semua peserta dialog tiadalah dakwah juga. Disini kami telah sepakat terhadap beberapa predikat figur islam. dan kita tiada buka diskusi tentang figur islam pada pihak lain. interaksi kita dengan dunia ini kita anggap anggap sebagai side effect belaka dari aktifitas dasar kita yaitu spiritual, dimana wilayah figur islam kita letakkan diwilayah batin bukan diwilayah dunia atau wilayah side effect.
    jadi sebenarnya tiada diskusi atau perbincangan mengenai figur islam, diagama islam kepada orang yang tiada mempercayai figur islam.
    Masalah kepercayaan dan ketidakpercayaan kepada figur islam kami serahkan pada yang bersangkutan sendiri dan Allah semata. (sama dengan keyakinan kita pada agama islam itu sendiri) juga sama dengan ideologi ke-Tuhan-an, tiada bisa dipaksakan. anda punya logika yang lucu juga, kita suruh yakin pada nabi Isa, berdasarkan risalah nabi Muhammad, tapi kita setelah itu sebaiknya tidak percaya nabi Muhammad setelah itu. lantas bagaimana kita setelah itu memiliki keyakinan yang konsisten terhadap nabi Isa. bisa jadikan orang keimanan datang dan pergi, nah bagaimana nanti apabila keimanan tiba2 pergi dan kita inginkan raih lagi, padahal kita sudah tidak boleh percaya pada nabi muhammad. saya sebut anda sebagai orang fanatik belaka, terhadap status figur islam, setidaknya bisa saya simpulkan anda menolak ideologi keyakinan itu sendiri. karena keyakinan terbaik terbentuk melalui argumen yang logis. ketika anda berusaha melunturkan keyakinan seseorang dengan cara mengekspresikan pendapat pribadi tentang sesuatu maka saya sebut tidak argumentatif. berarti fanatik. fanatik kebencian. tahukah anda, fanatisme itu bagian dari penyembahan berhala?

    ——————

    Maklumlah Saudara Denjaka … :lol: seperti saya pernah katakan bahwa radikalisme itu memang benar-benar penyakit jiwa yang kronis … entah diidap oleh seorang Yahudi, Kristen, Muslim, Hindu, Budha atau apapun … platform diskusi mereka hanya satu … pokoknya™ gue bener … hi hi hi :P

  26. Apakah islam adalah ancaman bagi agama lain?
    anda boleh cari data empiriknya, bahwa pertempuran yang paling banyak mengeluarkan darah di islam adalah, masa2 perang sesama islam, seperti perang Jamal, perang Shiffin, perang Karbala, dan kita sudah memasukkan orang2 kayak yazid, muawiyah, sebagai la’natullah. tetapi ente ada urusan apa dengan perang antara sesama muslim?
    Adalah islam membahayakan bagi agama lain?
    asal anda tahu saja: penaklukan yang dilakukan islam di wilayah nonmuslim hampir2 tidak meneteskan darah penganut agama lain.
    penaklukan syam, penaklukan konstantinopel +perang persia (jaman umar)+perang yerusalem, (digabung) korban nonmuslim jauh lebih sedikit dari genocid yang dilakukan serbia atas bosnia, atau genocid yang dilakukan nasrani pada penganut islam di yerusalem, atau genocid serbia atas etnis albania, atau macedonia, (pilih salah satu saja). nah apakah anda ingin tahu record yang dilakukan nasrani? pembantaian atas suku indian maya, sampai kebudayaan itu ludes, aztek juga ludes, demikian juga inca, kemudian pembantaian etnis suku2 indian nomad di amerika utara dari pawnee, huron, apache, comanche, dan semuanya. penaklukan dan pemerosotan peradaban dan perbudakan di afrika dari jaman roman empire (setelah kristen), kolonialisme sampai sekarang dll. so menurut ane, nasrani adalah rezim yang paling banyak menghabiskan nyawa, dan penumpah darah terbesar dalam sejarah peradaban manusia dari nabi Adam sampai sekarang. Aneh setiap saya lihat setiap ada benturan antara kristen dengan selain kristen, kok selalu diselesaikan/atau berakhir dengan pertumpahan, darah kontradiktifkan dengan ajaran kasihsayang, itulah buah terlebat dari sekularisme

    Tinggalkan Balasan

    —————–

    Sudahlah saudara Denjaka, sebaiknya tidak usah ditanggapi secara serius, karena menurut saya, seorang Kristen sejati tidak akan berakhlak seperti dia.
    Saya jadi teringat khotbah indah Yesus di Matius 23 …
    Namun sayang! Seruan moral itu hanya hadir di sedikit kalangan saudara-saudara kita yang tulus di dalam mengimani Allah dan Kristus Universal …

    Salam damai selalu … ;)

  27. salam ustadz, he he he, pengin ngobrol juga ma romo nih.
    BTW, ane ini mah orang yogya ustadz,
    ngemeng-ngemeng kemajuan mazhab ahlul bait ini bagus. tapi kok di Yogya adem-adem aja ya.
    Ada gak ya? wacana atau pembicaraan untuk sosialisasi ahlul bayt yang lebih banter, kata orang sih Yogya barometer, mungkin penting juga kan? bravo ustadz.

    ——————

    Salam kenal juga :)
    Nogomong-ngomong … kapan blog antum mau di launching atau jangan-jangan sudah di launch … saya juga kepingin mampir2 ke tempat antum lho … ;)

  28. salam kenal dulu dah…..siip saya membaca blog ini…

    ———————

    Salam kenal juga Pak Tajib, senang bisa mampir ke blog saya. Saya sering juga mampir ke blog Pak Tajib, cuma belum sempat memberikan komentar aja …

  29. salam ustadz…
    semoga anda sekeluarha sejahtera dunia akhirat….
    mampir nanya apa ustadz ngadain kajian agama ga niy (khusus di jakarta)…
    saya mo ikutan buat nambah2 wawasan…
    thx sebelumnya

  30. wajah nt kok kayanya ana kenal ya?

    *sambil mengingat-ingat plus sok kenal*

    ——————-

    Iya … ana juga mampir ke multiply nt dan rasa-rasanya ana kenal juga …?

    *seruput teh hangat … sembari mikir … plus sok kenal juga* ;)

  31. Saya baru pertama kali berkunjung ke blog ini. Dan suprise. Ternyata si empunya adalah seorang penulis dan buku2 yang telah diterbitkan sering saya lihat di toko buku. Wow .. salam kenal ya pak.

    Saya sudah add kan blog bapak di blogroll saya. Supaya bisa akses langsung kesini. Thanks.

    —————-

    Terima kasih telah mampir dan me-link blog ini. Blog anda saya link juga ok.

    Salam kenal juga Pak.

  32. assalamualaikum
    lam kenal
    blognya keren
    bukunya keren

    ————–

    Salam kenal juga dan terima kasih atas komentarnya eMina. Mohon doa selalu.

  33. hehehe.. kenal ma fahmi shahab? he’s my bro…

    —————

    Fahmi Shahab? … bisa beri info tambahan …

    *heemm … mikir*

  34. he’s from pekalongan…. now live in cibinong… work as a mediator

    wah di mana ya ana liat nt? pekalongan? solo? jkt?

    ————-

    Mediator … ? For whom … ? Kalau kita pernah ketemuan pastinya di Jakarta, karena ana belum pernah ke Pekalongan atau Solo …” Ana juga berusaha cari foto di Multiply antum yang lengkap (full face) tapi ga ada … InsyaAllah saja antum bisa ingat … kabar-kabari ok …

  35. mediator for whom? ya orang2 yang minta di mediatori.. :D
    g ada yg ful face? hmm iya yah?

    lhah.. jangan2 yg ana temui cuma mirip nt ya… hueheheh… tapi yg jelas wajah nt familiar…

  36. assalamu alaikum wr.wb.
    apa kabar ustadz musadiq, saya doakan semoga ustadz selalu sukses dan dlam lindungan Allah swt
    kapan ngajar lagi di icc. saya baru kembali dr atlanta..
    mau hadir dikelas pak msadiq kalau ada kemudahan amin

    mau tanya apakah orang tua ustadz dr Aceh..

    ————

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb., Saya juga doakan agar Ibu Lilies dan keluarga sehat wal’afiat, sukses dan senantiasa dalam lindungan Allah Swt.
    Kebetulan belum ada kabar terakhir dari Divisi Pendidikan di ICC. Gimana kabar cucu Ibu di Atlanta? InsyaAllah sehat dan endut-endut … :)
    InsyaAllah saya akan kabari kalau ada kabar terbaru dari ICC.

    Iya Bu Lilies, orangtua saya dari Aceh asalnya …

  37. Salam kenal.Mas Musadiq, aku sebagai manusia, amat sangat salut kepadamu, apakah Anda memang dilahirkan di Indonesia untuk memberikan pencerahan pada Bangsa ini? Kalau memang iya, aku sangat bersyukur pada Tuhan, Dia telah menghadiahkan Musadiq pada Indonesia, Indonesia yang selama ini kacau balau penuh rasa curiga antara sesama manusia. Dibutuhkan banyak Musadiq untuk memperbaiki Indonesia. Sekali lagi, salut dan hormat setinggi-tingginya pada Mas Musadiq. Tuhan memberkati.

    Salam kenal Mas Fransiskus, terima kasih atas komentar, pujian dan doanya. Saya sendiri hanya seorang yang banyak berbuat kesalahan dan dosa. Semoga Tuhan berkenan memaafkan, menolong dan memberkati setiap manusia dan membimbingnya kepada keadilan, iman, kasih dan kesetiaan kepadaNya. Mari bersama-sama membangun Indonesia yang butuh perhatian, perencanaan dan kerja kita bersama.

    Umat Muslim dan umat Kristen bersaudara, sehingga suatu kehormatan bagi saya yang sangat ingin menjadi pelayan Imam Muhammad bin Hasan al-Mahdi as afs untuk membela persaudaraan ini sampai kedatangan Beliau as dan Al-Masih as kembali ke dunia. Semoga Allah mempercepat kedatangan keduanya. Terima kasih Mas Fransiskus. Selamat Natal dan semoga peringatan Natal anda dan keluarga anda penuh hikmat. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

    Salam damai

  38. Assalamu’alaikum wr, wb

    salam kenal, mohon izin blog nya saya masukan ke blogroll saya untuk mempermudah berkunjung, saya suka blog ini. boleh kan

    Silahkan Mas Hadi, blog antum saya link juga yaa. Salam kenal dan terima kasih

  39. salam,

    Beruntung sekali saya dapat menemukan blog Anda. Keep moving forward ya……thanx sudah memberikan informasi-informasi yang mencerahkan dan salam kenal.

    ————

    Salam,

    Salam kenal juga dan terima kasih untuk komentar-komentarnya.

  40. Assalamu’alaikum ustad,…

    luar biasa ente..semoga Allah memeberikan kesehatan dan cahaya ilmu dan semoga ente mendapat syafaat dan doa para Immam agar bisa membuka tabir kebenaran lebih banyak lagi…

    ustad punya kajian dimana…ane mau ikut donk…
    nambah2 ilmu nih….

    kagum ane saya kesaran ente….bravo…

  41. Assalammualakum, kang.

    Baru lihat guestbook saja, saya sudah ngerasa antusias gini baca blog akang,,,

    tidak seperti yang pernah dikatakan diatas “Karya anda menggelisahkan banyak pengikut kristen dan islam.

    kenapa harus gelisah? bukankah dengan begitu pengetahuan baik muslim ataupun non-muslim menjadi berwawasan??? bukankah yang tadinya dianggap bengkok bisa menjadi lurus kembali??? bukannya yg yang harus gelisah kalau diantara umat2 itu ada yang bertikai??? tapi bukan dalam artian memaksakan pemikiran dalam karya akang ya…??? tergantung pembaca dong… =)

    terus terang, saya sangat suka membaca artikel anda… karena saya suka sesuatu yang termaktub dalam teorika dan teraproksimasi dengan baik… apalagi saya bukan dari syiah ataupun dari sunni… (pernah ditanya sama teman muslim di michigan =p), bukan berarti saya netral loo

    Oya… membaca di guestbook ini ada mengatakan ada Quran versi lain?? saya juga pernah mendengar di situs.. (lupa namnanya, bilangnya ada 2 surat yang “ganjil”)… mohon di konfirmasi ya??? demi umat.

    salam kenal… dan main-main ke Bandung… kang…

  42. mas kok bisa buat blog bagus gini ya,, mas mbok saya diajari buat banner kayak punya panjenengan….

    ———–

    Terima kasih atas kunjungannya Mas Tomy. Banner-nya yang sebelah mana Mas Tomy?

    InsyaAllah say bisa bantu kalau memungkinkan.

    Salam kenal :)

  43. Assalamu’alaykum,
    Terima kasih kunjungannya ke web blog saya. Salam kenal. Kek nya saya bakal sering mampir nih. Saya blogroll saja ya? -Mee-

    ———-

    Wa’alaykumsalam,

    Terima kasih juga sudah berkunjung dan salam kenal. Blognya saya link yaa.. ;)

  44. Asalammu’alaykum Wr Wb,

    Bib, Alhamdulillah antum rupanya sudah punya blog. Rasanya hampir 3 tahun ana tidak ketemu antum, membaca tulisan-tulisan Habib diblog ini saya merasa menemukan kembali bagian yang hilang selama ini, (ana ketemu antum di betnya Isman).
    Bib, ana mau tanya kalo di NAD, khususnya Banda Aceh ada ga tempat yang secara fisik kita dapat bertemu dengan sesama Ahlulbait.
    Salam ana untuk Iye (Habib Muchdar) kalo bisa nomor HP beliau die-mail, nomor antum yang IM3 masih ana simpan. Syukran

    Wa’alaykumsalam

    ———

    Wa’alaykumsalam wa rahmah,

    Apa kabar Pak Heru? InsyaAllah antum dan keluarga sehat wal’afiat.

    MasyaAllah…antum jauh sekali. Untuk saat ini ana belum tahu, coba ana akan tanyakan dan akan ana email ke antum insyaAllah.

    Salam antum insyaAllah akan ana sampaikan.

    Syukran sudah berkunjung.

    Wa’alaikumsalam.

  45. Subhanallah :) tulisan2 yg bagus (& smoga manfaat) pak.., ijin me-link blog ini yah??!

    -salamun ‘alaik-

  46. Ass.wr.wb.
    salam Damai..

    saya membaca blog anda dan saya bersyukur pada Tuhan. saya kagum degan iman anda… sehrusnya kita (Kristiani & Muslin) perlu belajar dari iman anda….
    Iman yang menempatkan Tuhan diatas segala-galanya….

    Bahwa sanya kita adalah manusia yg penuh dengan kekuruangan.
    Saya sebagai warga Indonesia yg menganut iman Kristiani.. Kagum dan bangga punya sodara seperti anda,,,(isinkanlah sebagai mana saudara, hendaklah saya yang masih muda ini menyapa Kakak )…

    Kiranya persaudaraan kita terus terjalin hingga kedatangan Sang Isa (Yesus) untuk yang kedua kalinya… karna hanya DIA-lah yang bisa menentukan dimana nantinya kita berada setelah dunia ini berakhir…

    Seperti dalam firman.. “Imanmu telah menyelamatkanmu… apapun kepercayaan kakak dan saya (yg berbeda) hanyalah kendaraan yg akan mengantar kita nanti.

    Sebagai mana sejrah (menurut kepercayaan saya) bahwa kita Kristen dan Islam awalnya sodara… sodara didalam Tuhan….

    Hendaklah kita saling menyayangi satu dengan yang lain…

    Trimaksih sudah menghadirkan Blog ini.. Jujur… saya terkagum2..
    membuka juga wawasan saya….

    Isinkan saya membagai berkat…(sesuai dengan kepercayaan saya)
    Yesus Kristus Kepala Gereja Kiranya memberkati Kel. Muhammad Musadiq Marhaban dari sekarang sampai selama-lamanya… Amien

  47. Syalom skalilian mo tanya…(maaf sebelumnya)
    apa benar sejak tahun 1974 (thnnya kalo nggk salah)
    Alqur-an mengalami perubahan sejak dicetak di Indonesia??

    Setahu saya sebelum tahun itu masih di cetak di Arab Saudi…

    Mohon penjelasannya.. tGbu

  48. Assalamualaikum..
    wah aku baca bukunya sekilas aja sehh..tapi bagi aku sangat berarti..kebetulan,disitulah aku pertama membaca buku ini,tapi gimana mau dapetinnya..

  49. Assalamualaikum… Ustadz

    Tolong di agendakan agar antum bisa datang ke medan..
    Suatu kehormatan besar bagi kami kalau antum menyempatkan diri memberi siraman rohani di medan…

    Syukran, semoga antum dan keluarga tetap dalam keadaan sehat..

    Wa’alaikumsalam wa rahmah,

    Terima kasih dan suatu kehormatan sekali bisa bertemu dengan ikhwan dan akhawat di kota Medan. Kawan-kawan di NAD juga sudah pernah menghubungi dan berharap ana bisa mampir ke sana. Mungkin nanti bisa ana rencanakan sekaligus dan qaariban insyaAllah.

    Syukran wa jazakallah kheir, semoga antum dan keluarga selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah Swt. Minal aidin wal faaizin, mohon maaf lahir dan batin.

  50. Ass wr wb
    Allahhumma sholi ‘ala Muhammad wa ali Muhammad
    Dimana bisa kita kaji Injil Barnabas yang asli itu ustadz, terus benarkah injil barnabas itu palsu, atau bagaimana tanggapan ustadz, makasih banyak atas tanggapannya

    Allahhumma sholi ‘ala Muhammad wa ali Muhammad
    wass wr wb

    Wa’alaikumsalam wa rahmah,

    Mungkin untuk mengkaji secara hita putih di blog ini agak menyulitkan, tetapi dalam waktu dekat ini insyaAllah Al-Huda (Islamic Culture Center–Jakarta) akan kembali menggelar kajian kristologi. Beberapakali saya sudah sempat ditanyakan dan saya juga sudah menyatakan kesediaan untuk kembali mengisi kajian tersebut disana. Saya berharap antum juga bisa mengikuti kajian ini insyaAllah.
    Afwan wa syukran.

  51. Subhanallah, Blognya betul betul memberikan inspirasi dan informasi untuk jihad dan dakwah. Jazakallah.

  52. Salam ustadz.

    Semoga ntm selalu dalam lindungan Nya dan dalam naungan Nya, serta dipanjangkan umur anda agar ilmu dan berkah selalu mengalir melalui ntm.

    Sy saran aja agar ilmu ntm dibagi juga di beberapa negara lain, dengan cara di terjemahkan, entah inggris, persia, urdu, dll. melalui rekanan ntm.

    Terus berjuang.
    Salam.

  53. Salaam,
    Salam kenal….senang sekali bisa dapat blog anda…
    Sangat informatif dan bisa menambah ilmu serta wawasan saya…terima kasih sudah berbagi.
    Saya belum ada blog, tp saya link ke Fb saya ya…
    Syukran…

  54. ass, gw baru aja liat website ini, btw sbnarnya gw lagi trtarik, tuk memprdalam aslinya bible, zabur and 10commandmentsnya nabi musa,
    mnurut org yahudi yg prnah gw tnya dia anggap, muhammad dan yesus, itu fotokopi kitabny diam n klo lo tanya kristiani tntu mreka juga beriman kpd nabi2 yahudi, bgt jg muslim, nah dr website ente, kyaknya ada bnyak2 narasumber, bisa kasih satu ksimpulan gak knp ni smw bisa pecah padahal rumpunnya satu?

  55. ass, gw baru aja liat website ini, btw sbnarnya gw lagi trtarik, tuk memprdalam aslinya bible, zabur and 10commandmentsnya nabi musa,
    mnurut org yahudi yg prnah gw tnya dia anggap, muhammad dan yesus, itu fotokopi kitabny dia(zabur) n klo lo tanya kristiani tntu mreka juga beriman kpd nabi2 yahudi, bgtu jg muslim, nah dr website ente, kyaknya ada bnyak2 narasumber, bisa kasih satu ksimpulan gak knp ni smw bisa pecah padahal rumpunnya satu?

  56. Ustad…nulis lagi donk….
    tulisan anda inspiring lah buat gue…
    terutama tema tentang Imam mahdi afs, nubuwat 2…
    jgn yg joke….ajah….

  57. assalamu alaikum. Allahhu Akbar.
    Moga niat dan usaha murni kita mendapat reda Allah..Syukur dan terima kasih atas artikel yang tuan paparkan buat tatapan saudara muslim
    Salam ukhuwah dari Malaysia

  58. Assalammualaikum w w. Salam kenal Pak Mosadiq. Ingin emailan dengan Bapak untuk belajar tentang SY. Semoga Bapak berkenan. Terimakasih. Wassalam.

  59. Salam, Terimaksih Tuhan kau telah bimbing aku masuk blog, dan telah menguak sedikit demi sedikit keraguan serta kegelisahan ini, dan semoga pemilik Blog mendapat rahmat Tuhan yang Murbeng semesta,Mohon maaf tanpa izin membaca blog anda, comment ini sekaligus permintaan izin untuk selalu mengakses blog anda, terima kasih.Wasalam

  60. buku ancur n gak bner aj dijual2….gembel tu buka yak..gk prnh w liad d toko buku,..hhhaa..knp
    gk ad d toko buku??takyuttt sitarikk yakk???

    woyy klo mw buat buku kristen, ya kasii ke umat kristen aj seyy…
    woyyy….mw murtad’in muslim2 yakk???
    hhhaa..org islam yg pinter n bner2 muslim mahh kagak pduli ma kyk gt’an ….ohh..mungkin target pasar loe buat org2 kalangan bodo skaligus miskin yakk??toh, silakan klo mw murtad ato apa..itu kn hak asasi n masalah org len masing2..

    nabi Isa mulu yg diomongin….saya jg mncintai beliau,smua nabi sey gw cintai.., knp beliau baakal dateng pas kiamat ntar??beliau tu mw mnghancurkan suatu masalah yg dibuat ma paulus(pada ngartos ga seey)..

    saya seyy mnghormati agama2 len ..saya seyy mencinati smua nabi n rasul, tapi..diantara yg agung,Nabi Muhammad lah yg paling agung..

  61. om musadiq marhaban, sebagai alumni mesir, tulis dong artikel tentang revolusi yang terjadi di mesir januari-februari 2011 sekarang ini …
    terimakasih !

  62. yang saya tau hadist dua pusaka petunjuk untuk keselamatan dunia dan akhirat menjelang nabi SAW wafat adalahjAl Quran dan Sunnah Rasulullah SAW bukan Ahlul bait kalau menurut artikel yang aku baca di internet keyakinan syiah fokus ke keimaman sampai ke 12 kalau sunni (sunnah)keyakinannya sesuai Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.keimaman dalam syiah tau semua hal yang terjadi baik yang sudah maupun yang belum terjadi, beliau tau semua…….. bukankah perintah tuhan mulai dari nabi ibrahim as sampai nabi terakhir Muhammad SAW supaya meng -Esa-kan Tuhannya tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.bila menyekutukan Allah SWT maka tidak ada keselamatan bagi pelakunya.

    1. Iya hadis itu memang ada dan sangat umum dikalangan ASWAJA, tapi riwayatnya bermasalah dan yang tidak bermsalah justru Hadis Kitabullah dan Itrati Ahlibayti sebagaimana yang dikutp oleh muhaditsin, seperti di Sahih Muslim, Tirmidzi, Nasai dll. Silahkan dicek aja. Sedangkan persoalan keimamahan saya sering baca juga dari sejak dulu dan hampir semua pembahas2 dari kalangan sunni seputar tema itu keliru memaknainya dan boleh dibilang tidak menguasai tema2 yang mereka ingin ungkapkan. Saya kira ini adalah tema-tema kontemplatif yang tidak sederhana dan perlu pengkajian secara khusus, namun saat ini sudah tersedia banyak buku untuk membahas tema-tema ini.

  63. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.(Q Annisa 4:171) Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku (Allah). Inilah jalan yang lurus.(Q.Az Zukruf 43:61)
    Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel.(Q.Az Zukruf 43:59)

  64. Mr.Nunusaku, on November 7, 2007 at 4:35 am said:
    Assalaamua’laikum wa rahmatulaahi wa berakaatu,
    RAHASIA JALAN YANG LURUS.
    Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar menusia dapat mencapai surga.
    1. Isa As ialah jalan yang lurus patut diikuti dan imani.
    (Az Zukhruf, 43:61)
    “Wa innahu laílmu lis saaáti fa laa tamtarunna bihaa wa tabiúnni haaddzaa shiraathum mustaqiim”.
    Dengan jelas Isa AS pembawa kebenaran dan patut
    ditaati…., kalau nabi Muhammad menjadi pertayaan
    sampai saat ini… karena dia sudah mati tidak berfunggsi lagi. Sesungguh Isa AL Masih putra Maryam itu utusan Allah dan firmanNya…(An Nisa, 4:171) Selamat menuju akhiran hanya melalui Isa AL Masih putra Maryam. Dia Imam Mahdi yang segera akan datang dalam hadis telah dikatakan segera akan datang…bukan Muhammad. jangan asal comot mr.nunusaku menambah dan mengurangi yang tidak sesuai menurut engkau.bahasa Al Qur’an sangat mulia jangan menerjemahkan sesuai bahasa pasaran apalagi main tambah kurangi seenaknya

  65. mr.nunusaku anda sebaiknya tau kalau orang islam memberikan ceramah tak pernah menyinggung ahli kitab (yahudi,nasrani) tapi kalau pendeta dikelas minggu sering menjelek-jelekan kaum muslim.padahal kebenaran itu hanya milik Allah SWT yang maha Esa.sebaiknya anda banyak mempelajari ilmu agama islam supaya anda tau,bagaimana dan apa agama islam.islam sangat menghormari/menghargai nabi dan Rasul Allah SWT Isa putra maryam as.

  66. assalamu ‘alaikum salam kenal pak ustadz. semoga allah memberkahi dengan ilmu hidyayah dan kekuatan. untuk GAZA semoga banyak hal yg bisa dilakukannya. Amiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s