The Beginning…
Meskipun terlahir Muslim, saya pembaca Alkitab yang tekun sejak kelas 3 SMP, tentu saja di samping Kitab Al-Qur’an. Karena bagi saya pribadi, agama samawi dan perubahannya sepanjang sejarahnya adalah suatu misteri…dan saya juga ingin beragama bukan karena ayah dan ibu saya yang sudah kebetulan Muslim, tapi semata-mata ingin mengikuti suatu agama yang saya yakini kebenarannya.
Sewaktu saya masih mengkaji Alkitab dan nubuat Sang Mesiah (yakni Nabi Muhammad saw), tentu saja dengan bantuan buku-buku dari para pakarnya, seperti Alm. Syeikh Ahmad Deedat, Alm. Prof. Abdul Ahad Dawud, KH. Hasbullah Bakri, KH. Bahaudin Mudhary, dan beberapa lagi (saya sudah lupa), ternyata ada hal yang terlewatkan (setidaknya menurut saya waktu itu) dalam pembahasan mereka. Yaitu peran para imam (kohanim) bangsa Israel.
Saya bertanya, siapakah mereka? Apa tugas mereka? Siapakah yang memilih mereka? Mereka bukan Nabi dan Rasul, tapi menduduki posisi jabatan langit lainnya yang sama sekali tidak saya kenal di dalam Islam yang saya yakini saat itu.
Semua Kristolog (anda boleh baca sendiri buku Deedat/The Choise, misalnya), maka dalil yang pasti mereka kukuhkan pertama kali adalah Sang Mesiah alias Sang Nabi Terakhir dan Universal itu akan sama seperti Nabi Musa as (Ulangan 18: 15 dan 18)…
Disini saya bertanya…Apanya yang sama seperti Musa as? apakah rupanya? Atau pakaiannya? Atau sepatunya? Atau rambutnya? Atau asal usulnya? dan lain sebagainya…semua pertanyaan ini berkecamuk di kepala saya…sampai akhirnya alhamdulillah, saya bisa buktikan bahwa kesamaan itu ternyata bukan lahiriah, tapi maknawi, yakni dalam konteks kenabiannya…
Sampai disini, saya pun bertanya lagi, kalau Nabi Muhammad saw, harus sama seperti Nabi Musa as, maka Musa as tidak datang sendirian, tapi bersama seorang saudaranya, Harun as yang selain menjabat sebagai Nabi bangsa Israel, maka dia juga menjabat sebagai Kohen (Wali/Imam) bangsa Israel. Harun adalah salah seorang dari 12 orang yang (menurut Alkitab) telah dinobatkan oleh Tuhan sebagai Nasi’ (Imam). Dan ternyata, hal ini bukan hanya dinyatakan dalam Alkitab, tapi Al-Qur’an pun menyatakan hal serupa (QS. 5:12)…
Singkat cerita…saya merantau ke Mesir dengan satu niat di hati…saya mau cari “Harun-nya” Muhammad saw. Saya berkata kepada diri saya sendiri…kalau saya tahu siapa dia, maka iman saya selamat. Jika Harun as adalah Hakim bangsa Israel dan Kitab Taurat yang bernafas setelah Musa as, maka pada diri “Harun” Muhammad saw inilah saya akan dapatkan semua kebenaran Al-Qur’an…saya tidak mau lagi tertipu dengan lainnya…(maaf, saya pernah menclak-menclok menjadi pengikut Ghazaliyyun, Wahabiyyun, Tablighiyyun, Habaibiyyun dan lain sebagainya)…
Dus…saya tengah berdiskusi di Mesir ketika itu, dan sebuah hadis terucap dari teman saya. Dia berkata: “Wahai Ali, kedudukanmu disisiku sama seperti kedudukan Harun disisi Musa tapi tidak ada nabi sesudahku”…Saya seperti kesamber gledek…saya tany kepadanya…kamu bilang apa??? Coba ulangi???
Hadis itupun di ulang dan saya tanya rujukannya…dia bilang ini hadis terkenal di Sahih Muslim tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib…lalu teman saya menyebut lagi beberapa keutamaan Imam Ali lainnya…
Saya tertegun dan terdiam seribu bahasa…saat itu, teman saya menganggap kalau saya bengong di siang bolong…Saya bilang kepadanya “ini mustahil, kok cocok!”…dia bilang ke saya: “Apa yang mustahil?” Saat itu, saya hanya tersenyum dan bersyukur di dalam hati sebesar-besarnya kepada Allah swt atas karunia dan petunjuk dari apa yang hendak saya cari selama ini, yaitu suatu mising-link profetik Alkitab yang belum terungkap.
Sejak lama saya sudah kenal siapa figur ini (Imam Ali), karena saya sudah khatam buku sejarah Muhammad Husein Haikal sewaktu kelas 1 SMA, begitu pula tentang keluarga Nabi saw yang lain, seperti Sayyidah Zahra as, Al-Hasan dan Al-Husein, meski ketika itu saya disuguhi suatu kesimpulan ideologis bahwa semua kejadian yang menimpa mereka adalah fitnah dan dusta…karena semua persoalan setelah Nabi saw wafat adalah Islam yang aman, lancar dan sentosa…
Saya diberi akal oleh Allah swt agar bisa berpikir, dan saya bertekad untuk menggunakan karunia yang berharga itu sampai ajal menjemput. Saya tidak mau menelan mentah-mentah kesimpulan yang datang dari seorang penulis.
Bayangkan saja! Konon situasi damainya kaum Muslim paska wafat Nabi saw ini diawali dengan perdebatan Saqifah, lalu pertempuran berdarah antara kelompok Abu Bakar dan orang-orang yang murtad gara-gara tidak mau bayar zakat…sekarang coba kita pikirkan…adakah warga satu daerah yang konon sudah menjadi Muslim, tiba-tiba mau kehilangan nyawa, keluarga, anak, isteri dan seluruh harta benda yang mereka miliki, cuma disebabkan tidak mau bayar zakat yang 2,5 %?
Setelah itu, Islam yang damai dan sentosa ini, tiba-tiba dikejutkan lagi dengan pembunuhan berdarah terhadap Khalifah kedua, Umar bin Khattab. Belum lagi selesai, Usman bin Affan dicincang dirumahnya sendiri dan didepan istrinya karena sebagian umat Muslim ada yang menuduhnya mempraktekan korupsi dan nepotisme.
Selesai itu, kini giliran Aisyah istri Nabi yang memerangi menantu, sepupu dan ayah dari cucu-cucunya Nabi saw sendiri di perang Jamal.
Dari sana, situasi damai umat Muslim yang penuh kecintaan dan kedamaian antar sesama kembali melakukan aksi peluk cium berdarah di Siffin…Selesai itu, aksi silaturahmi berdarah ini berlanjut lagi di Nahrawan…Selesai dari sana…kini giliran Imam Ali yang dibunuh…
Setelah itu, cucu kesayangan Nabi-nya kaum Muslimin sendiri, Al-Hasan tewas diracun oleh sekelompok Muslim…
Lalu, umat yang saling mencintai dan mendapat ridho ilahi ini kembali menunjukkan bukti kecintaan mereka yang paling besar dalam sejarah agama samawi sejak Adam as, yaitu membantai cucunda Nabi saw yang pernah hidup sezaman dengannya, Al-Husein, dihadapan anak, istri dan cucunya cuma gara-gara mau berpolitik…belum cukup dengan bukti cinta itu…maka putri-putri Muhammad saw yang hadir di sana digrendel menggunakan borgol dan rantai serta tanpa alas kaki ke Damaskus untuk dimasukkan ke hotel prodeo-nya Yazid bin Muawiyah…
Belum cukup ummatan wassatan ini mengabdi kepada Nabi saw mereka (saya sebut ummatan wasatan karena sejak dulu, konon umat Muslim yang ifrat dan tafrit itu hanya 2 kelompok, yaitu Syiah dan Khawarij)…maka Sukainah binti Husein yang baru berusia 5 tahun dan lagi tidur sendirian di sel Polda-nya Yazid ini menangis keras karena merindukan ayahnya. Dan untuk meningkatkan amal, maka para serdadu dari Amirul Mukminin-nya kaum Muslimin ini segera turun tangan dan membantu mempercepat proses tersebut…yakni dengan cara, melemparkan kepala Al-Husein, cucunda Nabi saw itu kepangkuan anak berusia 5 tahun sampai akhirnya dia tak sadarkan diri dan syahid…
Kecuali akal saya sudah hilang, maka saya mungkin baru sanggup mengatakan…duhai remaja Muslim masa kini…teladanilah mereka yang masyaAllah itu, karena setalah Nabi saw wafat, semua orang hidup damai dan sentosa, karena mereka taat mematuhi Al-Qur’an dengan caranya yang (menurut saya) unik…
Saya pasti mati, dan saya tidak mau menghadap Allah swt dan Nabi saw dengan tangan yang berlumuran darah dari para manusia suci…lalu ditanya punya akal, tetapi tidak mau digunakan…
Saya hanya ingin mengungkapkan pengalaman ini dari sudut kajian Alkitab yang belum ditekuni selama ini (paling tidak!…Perspektif itulah yang ingin saya coba tonjolkan), karena ilmu kristologi yang seharusnya digunakan untuk mengidentifikasi sang Mesiah terakhir sudah diputar balik menjadi ilmu retorika debat dan caci maki…
Mungkin, orang-orang ini berpikir bahwa kristologi hanya terkait dengan agama Kristen saja…ayat-ayat Alkitab yang sifatnya copy-paste pun disebar luaskan ke kelompok remaja Muslim supaya terkesan sudah mempelajari Alkitab…
Iman (tasdiq) adalah perkara pribadi, tapi bukan berarti ia tidak bisa dinilai secara rasional (tashawwur)…bahkan iman seharusnya baru muncul setelah adanya proses berpikir yang mengikuti kaidah-kaidah rasional…
Untuk itu, bagi saya pribadi, blog ini bukanlah corner stone of shia creed…tapi sebuah telaah ilmu kristologi yang bisa di analisa dan dirasionalisasi…jika mazhab ab atau Syiah ternyata sejalan dengan kajian-kajian kristologi Islam ini…maka hal itu disebabkan kebenaran Islam memang bisa ditemukan dari mendalami kristologim…dan hal ini sudah self evident sehingga tak perlu pembuktian…




shalom….
Salam Ustadz,
Senang sekali berkunjung ke blog yg mencerahkan ini
Shalom Za, gimana kabarnya? insyaAllah kheir yaa…akhirnya ketemu juga sama bloger ini…salam sama Kadir, Satrio dan ikhwan semua…
Wa’alaikumsalam Ustadz,
Gimana kabar antum? InsyaAllah fil’afiah dan terima kasih juga atas komentar antum…
blognya bagus, bisa gabungkan blog saya ke blog antum? http://www.haidarrein.wordpress.com
salam kenal…
blog nya bagus euy……
salam ustadz,
Saya ingin sekali mengadakan bedah buku Antum yang judulnya Yudas: Pengkhianat atau Penyelamat.
Bolehkah saya meminta nomor hp Antum? nomor hp saya: (Maaf berhubung ini Public Domain, nomor HP antum saya hapus, tapi sudah saya catat)
Email saya: cut_yasser@yahoo.com
wassalam.
Assalamualaikum
Website ini sangat menarik dan dapat mencerdaskan ummat Islam di Indonesia; terutama mereka yang hendak mengetahui dasar dasar Aqidah Madhab Ahlul Bait (Syi’ah).
Jika layar diganti dengan warna putih dan hurus diganti dengan warna hitam; maka para pembaca akan lebih mudah menikmati informasi2 yang tertulis di dalam website ini.
Congratulations and keep up the good work — excellent blog…!
salam, shalawat always to 14 infallibles
wah..stad blognya bagus banget…btw..udah lama nggak ketemu sama antum stad…ana masih tergila-gila sama teori konspirasi..he.he.:)
salam takzim
mozamal
Salam dan shalawat,
Ahlan wa sahlan…
Antum sekarang dimana yaa akhina?
Salam takzim
Musadiq
salam dan shalawat ,
baru browsing cari info tentang AB, akhirnya nyangkut di sini…selamat ustad…terobosan luar biasa ….
salam takzim,
ema
ana sekarang di bandung stad…waktu kemaren ada bedah buku, ane lagi banyak banget kerjaan stad…wah..padahal pengen banget ikutan…he.he…salam sama mas eja n kru ya..kalo ketemu…
wassalam
Salam,
Bolak-balik ke blog ini, baru tahu ternyata Guestbook-nya ada pengantarnya. Menarik sekali kisah Antum itu Ustadz.
Beberapa tahun lalu (2-3?) saya pernah hadir di kajian Kristologi Antum di ICC (klo gak salah penyelenggaranya LKAB), tapi waktu itu cuma sekali datang, itu pun cuma sebentar karena telat datang. Apakah skr Antum masih memberikan kajian? Boleh saya tahu tempatnya?
Salam akhina Irman,
Kajian paket kristologi akan dimulai lagi awal Juni ini dI ICC Mulai tanggal 6, fadhal ikutan, karena ini dari awal sekali. Syukran ‘ala ihtimamikum.
Ok Motti, salam kalau ketemu Reza, Kadir, Satrio dan ikhwan semua…Salam juga untuk walidukum dan adik antum..Wa bil khusus Ustadz Sayyid Husein Al-Kaff di Al-Jawad.
Salam,
Syuran Ema, bikin bloger juga dunk…biar bisa di link sama-sama. Mampir-mampir yaa.
Salam dan shalawat :
Dikasih tahu sama ceu Ema tentang blog ini. Masya Allah.. Salut luar biasa ! Your work has always amazed me and has been my inspiration. Keep on going and I will spread the good news to others. Wassalam..
Salam takzim,
Ummu Aiman
Terima kasih atas dukungannya.
Semoga Allah merahmati.
Jazakallah kheir.
salam
masykurin telah berkunjung ke blog kami.
afwan nih baru bisa berkunjung lagi.
sekali lagi masykur.
Salam alaykum….
salam ahli bait aw alawiyyin…
demi Allah apa yang diajarkan leluhur rasululllah tidaklah tak nampak pada diri sahabat-sahabatnya….demi Allah saudaraku, berkumpul dalam keluarga emang mengasyikan, namun kebenaran itu adalah tujuan…
belum pernah aku mencicipi kebenaran melebihi apapun dalam naungan sunnahnya…salah satu tali agama Allah, tak dinyana jikalau kebenaran hanya memiliki itrah saja
kembali kepada qur’an dan sunnah adalah keselamatan….
wallaahu a’lam
Wa’alaikum salam,
Ana sepakat sekali. Hanya 2 yang bisa menyelamatkan manusia dari kesesatan:
1. Kitab Allah
2. Itrah Suci Nabi as.
Maaf nih, baru sempat berkunjung di buku tamu …. Selamat atas buku barunya.
Salam ta’aruf dari kami
Blognya bagus…
semoga tetap sukses dan sukses selalu…
Terima kasih atas semua tanggapan yang antum berikan dan kalau ada di antara antum yang belum sempat saya beri tanggapan, mohon dimaafkan dan silahkan di kirim ulang agar bisa saya tanggapi karena sebagian tanggapan ada yang saya kirim langsung melalui japri…Afwan sekali lagi dan jazakumullah khairan katsiran…
salam. cuma mau kasih kabar, blog ane udeh mulain ane isi dikit-dikit……maklum a new kid in the blog…..
salam ustad,,
Digistudio? well,i have a great time! : )
Syukron atas nasehat2 and Supportnya Ustad,,
Allah always bless u,,
the 12 imam always guarding u,,
C u
oya ustad,yg ttg side job Grand master Eja And Master arief blg, i Agreeeeeeeeeeeeee!!!!
hehehehe,,,
Maapin baru sempet mampir ye. Aye biasanye cuma isi blog terus ngacir, tapi hari ini mau silaturahmi kesana kemari. May Allah guide us to the Right Path, n always rub our heart with His Divine Oil (adaptasi dr teks bible yg pernah nt kirimi).
_______________________________________________
kunjungan balasan nih. cuman mau ngeliat2 perabot. maklum, lagi ngebangun “rumeh”. mau nyontek…..
_______________________________________________
Ana yakin lama kelamaan antum bakal punya “blog estate”…
salam…
ust…..
apa kabarnya antum dan keluarga?
menarik artikel-artikel antum, ana lagi coba-coba lihat dulu wordpress, setelah itu mungkin coba menggunakannya….maklum, ana masih gaptek^_^
ana butuh petunjuk antum tentang rencana silaturahmi pemuda Ahlul Bayt, itu masih jadi cita-cita ana, namun sayang baru bisa dibayangkan, belum terealisasi….kayaknya ana butuh petunjuk antum…
salam dari ikhwan di bandung…
salam.
ust, bagaimana dengan rencana saya waktu itu mengadakan silaturahmi pemuda Ahlul Bayt, mungkin antum ada masukan mengenai “mimpi saya di siang bolong” ini?
^_^
Ass wr wb. Hi Mr. Ustadz MM.
I finally get into your blogs here. Although, I’m kinda confused since all the details were writting in BaHasa. Well… I wanna say your blogs is great. I hope this site may not juz adding those who write in BaHasa but as well as open for anyone who understand English or even allow (invite) other foreigners “like me-the naive Mu’allaf” to join this blogs too. Thanks Mr. Ust. MM. I hope I can learn many things from this site. God bless you all!
________________________________________________
Wa’alaikumsalam Yukie,
Godbless you. Yes, you can start writing from now on and for the time being, you can send email with pictures (if its necessary) to my gmail and I will post it for you on my blog. I will prepare another author, which will be by your name if the posting is from you. Thanks for visiting my site. Also send regards to your friends. Wassalam.
salam.
ust, ana udah baca buku antum yang terbaru, menarik memang. cuma sayang, ada beberapa halaman yang tertukar, jadi ana harus lebih hati-hati dan teliti lagi dalam membacanya.
syukran atas bukunya…
sukses selalu
Apa kabar, Romo? Wah, blognya makin ca’ep aja. Penggemar di udara juga sama banyaknya di darat.. Bekangan ini antum jarang ‘misa’ di O La La? Sudah mulai kewalahan ngatur jadwal ya..? Jangan lupakan teman2 lama yang masih di bawah donk…
_______________________________________________
Salam Sayyid
xi xi xi…ayo kapan kita kebaktian lagi di olala…? Gimana kalau hari kamis ini ketemuan di Creative 14? Pasti seru deyy… Afwan Sayyid, belakangan ini pengaturan jadwal ana memang agak sulit dan ana juga lagi menyusun buku “kilat” mohon doa antum… Syukran dan afwan.
Salam Romo Musadeq…
Gimana pertemuan dgn geng GENTO’ di TIS?… Ana pengen diskusi tsb berlangsung juga hatta di craetive14… Kalo bisa libatin juga Puput dan Amoy… Trus, mengenai Amoy (desain) harap sabar ya karena ana lagi menunggu approval dari BAYER, afwan…
________________________________________________
Yaa kher syukran Sayyid…sambil tunggu web…buat blog Sayyid. Syukran wa afwan.
Padre, kangen niiiih. Kapan bisa ketemuan??? Ana kemarin liat REAPING. Wierd stuff! Eh, buku YERUSALEM udah sampai di mana? Trus rencana buku “ERA KEBANGKITAN” gmana? Oh ya, terima kasih udah kunjung2 ke blog terus, you have to be my on-the-blog shepherd:-)
_______________________________________________
Salam Sayyid, ia nih kangen sama antum dan ingin ketemuan…dah lama yaa…Afwan waktu hari senin kemarin Sayyid, ana ke rumah ukhti karena ada urusan domestik sedikit…
kata Fahmi, buku Yerusalem dah selesai di edit. Tinggal finishing lalu disetting, insyaAllah minggu depan ini dah bisa disetting.
Era kebangkitan masih ana riset, sebab ana lagi kumpulkan hadis-hadis kiamat dari jalur ahlulbait secara lengkap. Persoalannya, buku Prof. Ali Qurani terkadang tidak menulis seluruh hadis, tapi hanya sebagian saja. Yakni sesuai topik yang dia bahas dan itu sangat menyulitkan di dalam mencari rujukann lengkapnya…
Ana juga sudah beli buku hadis-hadis kiamat versi Sunni, ukuran SANGAT BESAR…(bukan isinya yg besar, tapi ukuran bukunya benar-benar besar alias super jumbo)…
Target ana, riset ini mesti selesai bulan Agustus dan penulisan insyaAllah bisa langsung berjalan… HoPe TO SEe YoU sOOn… Syukran Sayyid.
Aduh. Semua yang ingin kuungkapkan, ternyata sudah ada yang mewakili. Lalu aku harus bilang apa lagi ya?.
Selamat ulang tahun tiap hari buat Ust.M3. Semoga Panjang Umur. Selamat dan Sejahtera. Itu saja deh..
_______________________________________________
Salam takzim dan syukran, sama-sama insyaAllah. Jazakallah dan syukran atas kunjungan antum.
Ass.
Saya baru mengenal mm. Saya penggemar mm sejak saya baca buku yudas. Kesimpulan yang logis dan sederhana dari ayat2 alkitab yang dipaparkan di buku itu membuat saya tertegun. Segamblang itu petunjuk tentang diri Rasulullah SAW dalam alkitab yang tetap mereka ingkari bahkan hingga kini. Tidak heran tersebutlah nama pendeta nasrani Bukhaira yang sejak awal mengakui tanda kenabian Rasulullah SAW karena memang hal itu tercantum dalam kitab yang ia pelajari setiap waktu, Subhanallah.
Di buku hidden prophecies saya kurang menemukan greget seperti yang saya rasakan ketika membaca yudas. Paparan argumentasi kurang mengena dan kurang menggambarkan kesalahan2 ajaran paulus. Malah saya menemukan hal2 baru tentang ahlul bait di alkitab. Argumen yang mencengangkan ala mm baru saya temukan di akhir2 buku dan sedikit di awal buku mengenai rancunya pengangkatan paulus sebagai rasul 13.
Selebihnya isi buku itu berputar-putar membahas hal yang sama berulang2, sehingga mengesankan memaksakan tema rasul 13 ini menjadi satu buku tersendiri padahal fakta dan argumentasi yang ada untuk mematahkan klaim rasul 13 dan mesiah universal mungkin tidak terlalu banyak sehingga ada kesan buku dipanjang-panjangkan. Bahkan 60% buku memaparkan keutamaan ahlul bait yang menurut saya tdk ada hubungannya sama sekali dengan kepalsuan rasul ke13 seperti yang diniatkan mm untuk dijelaskan dalam hidden prophecies
Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
1. Klaim mm tentang keutamaan ahlul bait disandingkan dengan nubuat2 dalam alkitab di mana mesiah akan digantikan oleh keturunannya dengan dalil -maaf saya kurang tepat mengutipnya karena saya tidak hafal dalil alkitabnya- dan mesiah daud akan mati dan diikuti oleh keturunannya. Di sini mm memaknai “diikuti” dengan kepemimpinan mesiah akan digantikan oleh keturunannya. Menurut saya bisa saja “diikuti” di sini bermakna keturunannya pun akan mati mengikuti mesiah daud. Bagaimana pendapat mm?
________________________________________________
Tanggapan:
Terima kasih sebelumnya atas komentar dan masukan antum. Doktrin Paulisme tercipta disebabkan adanya “gap” di dalam memaknai nubuat-nubuat tersebut. Untuk itu, buku ini memang berusaha mengungkap seputar nubuat-nubuat tersembunyi di dalam Alkitab, yang mana pada saat yang sama, hal itu sering dihindari oleh Yudaisme, tapi berusaha ditafsirkan oleh Paulus. Nubuat-nubuat ini sering sekali menjadi polemik antara Yudaisme dan Kristenitas.
Nubuat bagi harus adanya keturunan dari Sang Mesiah adalah fakta yang mana pada akhirnya–hal ini (pada saat sekarang)–telah menjurus kepada kasus holy grail di dalam Kristen. Adapun mengenai pendapat antum, maka penafsiran itu sah-sah saja, tapi nubuat-nubuat ini tidak perlu bercerita kepada kita semua bahwa Mesiah dan keturunannya akan mati pada suatu saat nanti, karena (saya rasa) kematian pada diri manusia tidak perlu dinubuatkan. Sebab, itu hal lumrah yang pasti terjadi kepada manusia.
Di samping itu, kenabian paska Yudaisme selalu diikuti dengan ditegakkannya institusi kekohenan (imamat) setelahnya, dan dalam konteks inilah selayaknya kita melihat substansi nubuat tersebut.
Aspek lain yang bisa menguatkan argumen ini adalah kenyataan bahwa setelah sang mesiah, maka baik ideoogi Yudaisme maupun Kristenitas sepakat bahwa harus ada institusi ilahiah yang akan menggantikan Sang Mesiah. Wallahu’alam
______________________________________________
2. Saya memperoleh kesan pada buku kedua justru lebih banyak mengupas dasar2 paham syiah dengan dalil2 dari alkitab. Misalnya nubuat bahwa mesiah akan menyerupai Musa a.s. diargumentasikan oleh mm bahwa ia pun akan mengangkat 12 imam sehingga menjustifikasi keberadaan imamah dari ahlul bait. Justru di sinilah saya merasakan perbedaan kenabian Musa a.s. dan Mesiah. Musa mengangkat 12 imam sebagai imam BANGSA ISRAEL sesuai dengan lingkup dirinya sebagai nabi bangsa Israel. Sedangkan mesiah akan menjadi PENYELAMAT SELURUH UMAT MANUSIA. Agak sulit diakal apakah karakteristik yang mungkin dimiliki oleh imam penerusnya sehingga akan diakui imamahnya oleh seluruh umat manusia?
______________________________________________
Tanggapan:
Tidak ada pendasaran paham-paham Syiah di dalam buku saya, karena ia murni merupakan kajian nubuat-nubuat Alkitab yang mana nubuat kesamaan ini juga diangkat oleh seluruh kristolog Muslim (baik Sunni maupun Syiah), silahkan merujuk buku Ahmed Deedat “The Choise”. Nubuat kesamaan adalah nubuat yang memberikan ciri khusus antara Sang Mesiah dan Nabi Musa as dan selama bertahun-tahun sudah menjadi kajian kristologi Islam (baik Sunni maupun Syiah).
Artinya, ciri itu memang secara ilmiah dan faktual ADA, silahkan anda rujuk di Al-Qur’an 73:15 atau hadis manzilah yang Nabi Muhammad saw pernah sampaikan. Mungkinkah semua itu kebetulan…? Setidaknya, kita harus melihat bahwa kesamaan antara Musa as dan Muhammad saw memang ada, dan berbagai kesamaan yang pernah saya sebutkan itu memang ada dan diakui dalam sejarah, seperti hijrah, pertemuan dengan Tuhan, atau bahkan dalam konteks imamah itu sendiri, seperti misalnya Imam Bukhari dan juga hadis-hadis Islam menyatakan bahwa “setelahku akan ada 12 orang khalifah”.
_______________________________________________
Misalnya, akankah sang imam (baca: imamah ahlul bait) diakui oleh orang afro amerika, mengingat sang imam tidak memiliki karakteristik tertentu yang membuat si negro memiliki kedekatan dengan sang imam dan membuat si negro mengakuinya. Berbeda dengan 12 imam Musa yang memang orang kepercayaan sukunya masing2 sehingga mereka menjadi panutan dan diikuti dengan mudah oleh sukunya.
Keuniversalan mesiah akan menimbulkan kesulitan dalam menentukan imam yang tepat, yang dapat diterima SELURUH UMAT MANUSIA seperti saya uraikan di atas dengan contoh orang afro amerika itu.
_____________________________________________
Tanggapan:
Menurut saya, uraian antum di sini tidak realistis, Nabi Muhammad saw yang berasal dari Arab bisa diakui oleh semua bangsa di dunia. Bahkan pada saat awal-awal beliau dakwah, malah lebih banyak orang Arab yang menentangnya dan lebih banyak non-Arab yang mengakuinya. Semua umat Katolik percaya kepada Papacy apapun bangsa Sri Paus. Sayyid Hasan Nasrullah diikuti oleh semua pejuang Syiah, baik Arab maupun non-Arab. Rahbar di Iran ditaati oleh semua umat Syiah. Osamah bin Laden dari Yaman lebih banyak diikuti oleh orang Afghan dan Pakistan ketimbang oleh bangsa Yaman sendiri. untuk itu, kemustahilan adanya ketaatan karena perbedaan ras bukanlah hal niscaya.
______________________________________________
Menurut saya yang tepat dari makna mesiah yang menyerupai Musa adalah momen ketika menerima perintah Shalat. Sewaktu saya membaca ini di buku Yudas saya menitikan air mata, Subhanallah dari semua rasul hanya kedua manusia mulia itu yang pernah berhadapan langsung menerima perintah Allah SWT. Hal ini menjadi karakteristik yang sangat-sangat spesifik dari mesiah itu, bukannya menyamakan kenabian musa dan mesiah dengan adanya imamah dari keturunan sang mesiah itu seperti yang dilakukan musa dengan ke12 utusan suku2 israel. Menurut saya itu aspek kenabian yang bukan menjadi maksud dari nubuat menyerupai musa.
______________________________________________
Tangapan:
Pertemuan Tuhan itu memang sama, tapi bukan berarti itu meniscayakan satu-satunya tanda, walaupun sah-sah saja kalau anda mau berpendapat demikian. Akan ttapi, pembatasan ini kurang sesuai dengan semangat yang hendak disampaikan oleh nubuat. Di dalam Al-Qur’an 73:15, Allah swt lebih mengarahkan kesamaan itu dalam konteks bi’tsah (pengutusan) ketimbang masalah pertemuan saja. Untuk bisa bersikap adil, kita harus harus bersikap adil dengan melihat seluruh sisi lain dari sejarah kenabian Musa as dan Muhammad saw untuk melihat berbagai aspek kesamaan. Disamping itu, pembatasan ini bisa berbahaya, karena bukan mustahil pengakuan bertemu Tuhan ini bisa saja diklaim oleh orang lain paska Muhammad saw dan jika pertemuan Tuhan adalah satu-satunya tanda, maka kesamaan bisa terjadi lagi. Dan figur nabi-nabi gadungan di masa mendatang (seperti dalam kasus Ahmadiyah) misalnya akan sangat mendukung argumen pengeksklusifikasian tanda kesamaan tersebut. Artinya, semakin kesamaan itu terbatas, maka semakin mungkin figur Musa as diduplikasi oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab.
_______________________________________________
Tambahan lagi kalau tdk salah sebutan ahlul bait juga tidak eksklusif terhadap keluarga Rasulullah SAW karena Salman al-Farisi pun diakui sebagai ahlul baitnya.
Jadi menurut saya istilah ahlul bait sebenarnya istilah maknawiyah,yaitu umatNya yang bersungguh2 beribadah dan berjuang di jalan Allah dengan ikhlas seperti Salman al-Farisi bukan harus darah daging Rasulullah SAW.
_______________________________________________
Tanggapan:
Saya sudah jelaskan hal ini, bahw Yahudi lebih kepada aspek lahiriah sedangkan Kristen lebih kepada maknawiyah, karena yang benar seharusnya adalah keduanya. Artinya, sebutan Ahlulbait kepada Salman bukan berarti Nabi tidak punya Ahlulbait secara lahiriah. Di samping itu, untuk mengetahui AHlulbait Nabi, maka sebaiknya anda membaca HR Muslim di dalam Islam, karena dia memiliki riwayat siapakah Ahlulbait Nabi saw itu suapaya kita tidak terlalu membatasinya, tapi tidak juga meng-generalisasinya kepada semua Muslim. Intinya, Ahlulbait itu ada, persoalannya adalah siapa?
_______________________________________________
Jangan lupa juga yang dimaksum dari kesalahan hanya Rasulullah SAW, bagaimana jika keturunannya melakukan penyimpangan2 padahal mereka pun pada saat yang sama berperan sebagai imam? Akan terjadi kekacauan pada umat Islam. Bagaimanapun keturunan Rasulullah SAW adalah manusia juga yang tidak dimaksum oleh Allah SWT dari kesalahan2.
Mungkin itu pula sebabnya Rasulullah memberikan arti maknawiyah bukan bahasa pada ahlul bait seperti pada kisah Salman-al Farisi untuk menghindari kultus individu yang berpotensi menimbulkan intrik2 dan peyimpangan. Bagaimana pendapat mm?
Wass.
______________________________________________
Tanggapan:
Ini kajian internal Islam bukan kristologi yang saya paparkan dalam buku The Hidden… sebagai tambahan, pengkultusan tidak dilarang di dalam Islam, tapi yang tidak boleh adalah menuhankan makhluk. Selama kita tidak menuhankan makhluk itu boleh.
Wass.
Terima kasih atas komentar antum dan mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Jazakallah.
Ass.
Terima kasih atas tanggapan mm
Memang kematian manusia itu niscaya, namun dalam konteks nubuat ini, kalimat “keturunannya mengikuti” diletakan tepat setelah kalimat mesiah mati sehingga berkesan dlm konteks yang sama yaitu keturunannya pun akan mati bersama dia dalam waktu yang hampir bersamaan. Tidak berkesan akan meneruskan imamah.
—————————————————–
Tanggapan:
Menurut saya, Anda terlalu fokus pada teks ini saja dan agak memaksakan terjemahannya.
Menurut hemat saya, sebaiknya, anda memperhatikan konteks antara satu nubuat dengan nubuat yang lain.Sebab, keterangan ini bukanlah satu-satunya nubuat tentang akan adanya imamah universal dalam Alkitab, karena masih ada beberapa nubuat lain yang menerangkan hal tersebut. Dan insyaAllah, uraian saya dalam buku itu sudah cukup untuk memberikan pengantar pembahasan.
Di samping itu, hal ini adalah fakta yang mana Alkitab bahwa mengakui sang Mesiah akan tetap memiliki keturunan secara lahiriah. Sebagaimana hal ini diakui juga oleh ajaran Yahudi dan Kristen, termasuk Islam, bahwa Ahlulbait adalah keluarga lahiriah Nabi saw sendiri.
—————————————————–
Ras memang tidak mutlak akan mempengaruhi kepercayaan terhadap suatu kepemimpinan namun sebaliknya suatu kepemimpinan untuk diterima secara universal harus diakui sulit
Misalnya seperti mm sebutkan osama tidak diikuti di Yaman namun diakui di Afghan dan Pakistan, Paus pun tidak mutlak diikuti karena terjadi pula perpecahan gereja seperti anglikan dan protestan.Rahbar diikuti oleh syiah SAJA. Sehingga menurut saya contoh2 yg mm berikan justru membuktikan bahwa imamah secara UNIVERSAL itu sulit.
Mengapa osama diakui di luar yaman padahal kalau melihat dari latar belakang pribadi/ras harusnya ia lebih diterima di Yaman. Jawabannya karena gagasan/idenya diakui benar oleh masyarakat di Afghan dan Pakistan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengakuan seseorang terhadap gagasan/ide seseorang akan mempermudah internalisasi seseorang terhadap suatu bentuk kepemimpinan. Hal inilah yang terjadi pada gerakan ultranasionalistik NAZI bukan figur kumis komedinya Hitler, gerakan zionis Yahudi bukan figur Yitzhak Rabinnya dsb.
Mm juga menyatakan bahwa ajaran Rasulullah pada awalnya pun banyak diikuti orang non arab daripada arab hal ini menunjukkan gagasanlah yang lebih berperan untuk membentuk suatu kepemimpinan bukan figur semata.
Seperti posting sy sebelumnya, manusia bisa berubah sehingga kualitas imamah bila disandarkan pada figur manusia yang tidak lepas dari dosa dan khilaf berpotensi penyimpangan seperti yang terjadi pada Kristen dengan tahta sucinya. Apakah Islam akan mengikuti seperti itu?
——————————————————
Tanggapan:
Anda baru saja mengakui bahwa kepemimpinan ras tidak bersifat mutlak. Artinya, ia bersifat niscaya. Untuk itu, seorang pemimpin yang mengabaikan aspek ras dan sebaliknya bersandar kepada prinsip keimamahan universal bisa saja terjadi (meskipun harus berbeda dari sisi ras).
Satu hal lagi bahwa, hal yang sulit menurut anda, bukan berarti tidak ada di realitas.
Bukti lain bahwa konsep Mahdi (atau mesianisme dalam agama lain) ternyata bisa diterima secara baik oleh Islam (baik Sunni maupun Syiah atau mesianisme dalam kasus agama lain). Selain itu, konsep Mahdi dalam Islam jelas akan terkait dengan kepemimpinan universal (siapapun tokohnya).
Artinya, substansinya di sini bukan persoalan ras, karena persoalan ras adalah topik yang anda angkat sendiri, sementara saya menyatakan bahwa kepemimpinan universal itu ada dan bisa terjadi, karena ia bersifat niscaya. Meskipun, ia agak sulit di terima akal.
——————————————————
Bila wasiat untuk umat adalah Al-Qur`an dan hadist, hal ini terasa menentramkan dari berbagai keraguan karena hadist itu segala tindakan dan ucapan Rasulullah yang terjamin dari segala kesalahan. Bila wasiat itu berupa Al-Qur`an dan ahlul baitnya mungkinkah ahlul baitnya itu adalah teladan dari sahabat-sahabat nabi saat itu,tidak semata lahiriah seperti saya sebutkan dalam posting saya sebelumnya dengan contoh Salman?
——————————————————
Tanggapan:
Jika anda berpegang kepada hadis, lantas mengapa anda mengabaikan riwayat hadis Muslim yang sahih menurut Sunni sendiri? Padahal di hadis itu secara jelas dinyatakan bahwa Ahlulbait Nabi saw adalah Ali, Fathimah, Hasan dan Husein. Bahkan dalam riwayat hadis inilah ayat tathir (QS. 33:33) itu diturunkan.
Kalau kita tidak setuju dengan hadis riwayat Muslim ini, tapi di sisi lain, kita sendiri menyatakan bahwa hadis itu mampu menetramkan kaum Muslimin… Lantas, hadis manakah yang kita pegang?
Padahal, peristiwa dalam konteks Salman sendiri berasal dari hadis Nabi saw. Jika demikian, mengapa hadis yang satu kita akui dan referensikan dan yang lain kita buang…?
—————————————————–
Seperti yang disebutkan mm masalahnya ahlul bait itu siapa? Lahiriah (keturunan secara faktual) atau maknawiyah (gagasan/teladan)? Haruskah keduanya sekaligus atau justru maknawiyah yang lebih penting?
Mohon pendapat mm
—————————————————–
Tanggapan:
Sebaiknya, pertanyaan ini jangan dilontarkan kepada saya, karena sahih Muslim dan beberapa riwayat hadis lainnya di dalam tradisi Sunni, secara jelas telah meriwayatkan bahwa Nabi saw meningalkan dua pusaka, yakni Kitab Allah dan Itrah Ahlulbait…
Pertanyaannya, maukah kita mengakui dan berpegang kepada hadis Muslim ini ataukah tidak?
Saran saya, silahkan baca buku “Dua Pusaka Nabi” oleh Sayyid Ali Umar (Penerbit Pustaka Zahra) yang telah membahas persoalan seputar hadis ini secara detil. Paling tidak, untuk meluaskan pengetahuan kita.
——————————————————
Saya tidak berpendapat bahwa pertemuan dengan Allah SWT satu2nya kesamaan aspek kenabian Musa a.s. – Mesiah, saya terkesan dengan kenyataan ini sehingga hanya mencantumkan ini pada posting sy. Banyak juga kesamaan lain yang relevan saya setuju.
Hanya saya tidak pendapat dengan tanggapan mm tentang bahaya adanya nabi palsu dengan klaim mengalami perjumpaan dengan tuhan, karena saya mengimani bahwa Rasulullah adalah rasul terakhir sehingga tertolaklah klaim oknum yang mengaku-ngaku sebagai nabi
—————————————————-
Tanggapan:
Saya salut atas keimanan antum semoga Allah menambahkan nikmat-Nya. Namun saya mohon maaf sebelumnya, karena apapun pandangan anda tentang Nabi Muhammad saw, yakni “apakah” beliau saw memang benar-benar si nabi terakhir itu (Mesiah), jelas bukan ukuran untuk mengukur kebenaran Islam ataupun kristologi … Maksudnya, fakta tentang adanya klaim kenabian terakhir selain Muhammad saw adalah realitas…
Jadi, pembahasan saya terkait dengan realitas pemahaman dan kondisi kaum Muslimin secara umum yang (terbukti) telah banyak tertipu oleh nabi-nabi palsu setelah Nabi saw…
Selain itu, saya ingin menegaskan betapa pentingnya mengkaji nubuat kesamaan antara sang Mesiah dan Nabi Musa as… dan ini adalah kajian kristologi Islam (baik dalam kristologi versi Sunni maupun versi Syiah atau versi saya sendiri). Intinya, seorang kristolog …pasti…akan mengangkat topik ini dalam kajian mesianisme mereka, terutama yang terkait dengan agama Ibrahimik
—————————————————-
Pertanyaannya sejauh mana kultus individu itu boleh dan seperti apa menuhankan makhluk itu. Kemarin sewaktu pemerintahan presiden AW, seorang tokoh NU, konstituennya ramai2 membuat cap dengan darah untuk menunjukkan kekuatan tekad mereka untuk membela presiden yang menurut mereka dizalimi oleh lawan2 politiknya. Kultus terhadap seseorang mudah disalahgunakan karena manusia itu mudah terpengaruh oleh nikmat dunia dan kepentingan2 sesaat. Sehingga kultus tersbut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dari individu tersebut.
Bila Islam membolehkannya, apa tuntunan Islam agar kultus tersebut tidak kebablasan seperti contoh di atas.
Yang terakhir, menurut mm apa contoh dari menuhankan makhluk serta apa bedanya menuhankan makhluk dengan kultus individu.
Terima kasih atas tanggapannya yang baik
Wass
_______________________________
Tanggapan:
Ini adalah kajian filsafat dan teologi, dan bukan lagi kajian murni kristologi. Lagipula, hal ini bukan topik yang ada di buku saya. Mohon maaf kalau (terpaksa) harus saya abaikan, untuk menghindari topik ini ke aspek lainnya.
Walaupun demikian, silahkan anda lontarkan pertanyaan ini kepada tetangga saya yang menurut hemat saya, lebih mumpuni dalam persoalan ini, yaitu Muhsin Labib, Musa Kazhim, atau Saleh Lapadi yang bisa anda temukan di blogroll saya…
Sekali lagi mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan dan terima kasih atas minat anda kepada kajian kristologi dalam buku The Hidden Prophecies. Wallahu’alam wa jazakallah kheir. Terima kasih. Wass.
Salam kenal,
Heemm…! Artikel-artikelnya cukup menarik.
Come anfd visit The Assassin
Mampir ah
————————————————
Salam kenal dan terima kasih sudah mampir.
wah headernya menakutkan..
————————————————–
Aaaaaaa!!!! Taaakuuuuut !
*pingsan*
Salam….
Abzay.wordpress.com
PINDAH ALAMAT ke:
SANGGARDEWA.WORDPRESS.COM
menyibak blog ***** ini, silahkan kunjungi:
————————————————-
Komentar anda dan URL yang anda masukkan saya hapus, karena bukan untuk memperkenalkan blog anda di tempat saya.
Bila anda mau memperkenalkan blog anda melalui blog saya atau mengharapkan link dari blog ini ke tempat anda, silahkan isi buku tamu dan perkenalkan blog anda secara jelas mengenai apa. Dan bila isinya menarik, saya akan cantumkan ke dalam blogroll atau blogfriends.
Sekian dan terima kasih.
mohon tanggapan dari artikel di alamat:
http://eramuslim.com/berita/lpk/7903082553-fenomena-iran-dan-hizbullah-bag.1.htm?prev
http://eramuslim.com/berita/lpk/7916080856-fenomena-iran-dan-hizbullah-bag.2.htm
tulisan ustadz, siap saya muat di weblog.
————————————————–
Salam Ressay,
Ramadhan karim, selamat puasa.
Fadhal kalau ada tulisan yang hendak di muat oleh antum.
Kapan kopi darat?
salam wa rahmah,
mohon ustadz berkenan menanggapi artikel itu. nanti saya muat di weblog saya.
kopi darat? wah…kalau ke jakarta sekarang saya belum mampu. hehehe…saya ingin sekali membuat bedah buku ustadz di solo ini.
——————————————-
Ok insyaAllah ana akan baca dan analisa. Syukran.
ustadz, Antum pernah diskusi dengan Sanihu Munir? Bagaimana beliau itu?
———————————————–
Belum pernah … Saya juga tidak kenal dengan Sanihu Munir.
Boleh tahu dia siapa?
USTAD ANE DENGER NT SUDAH KELUAR DARI SYIAH 12 IMAM TRUS BIKIN MAZHAB BARU…..SYIAH 12 KAFE….HUEHEHEHE…
NT TAMBAIN DONK ISI KOLOM NGAKAKNYA……NGA NAIK-NAIK DARI BEBERAPA MINGGU YANG LALU CUMAN 20 CERITA….
Sanihu Munir itu kristolog juga. Dia pernah debat terbuka dengan pendeta di UNS Solo.
Ceramah-ceramahnya bisa di download di pakdenono.
“SETIAP HARI ADALAH ASY-SYURA’, SETIAP TEMPAT ADALAH KARBALA”
(semoga air mata dunia tidak pernah cukup mengobati kehancuran hati Imam Husein…)
asalammualaikum
mas ketika ane baca tuh artikel yg ente tulis ane cuma berfikir pencarian kt tentang kebenaran hampir sm tetapi mungkin perbedan kt adalah ketika kt mencari tujuan hidup atau jln dlm menapaki hidup
lalu memprepsepsikan kebenaran tp mas ketika ane kebingungan
lalu datang uluran tangan seorang ulama yg memberikan ane jawaban soal hati yg selalu bertanya seperti perkataan ibnu mubarak :
sy belajar ilmu agama selama 20 tahun dan ahlak 30 karena ilmu ahlak tak akan pernah kau dapatkan kecuali melalui para ulama
sedangkan dulu sungguh hati sy hampir berpaling dr islam tp allah menyelamatkan sy mulalui ulama
lalu sy coba mendalami kristologi sy belajar melalui beberapa pakar kristologi tp sy baru temukan seorang pakar kristologi seperti mas yg coba menghubungkan dgn aqidah syiah atau madzhab ahlul bait ohya sy sedikit belajar dr mas tentang islam terimakasih
ane mau tanya beberapa soalan mas tentang kristolog
1….. ane bc bahwa ada injil yg dilarang untuk dibaca seperti barnabas dan beberapa injil yg lain sebabnya apayah????/
2…….seperti mas bilang tentang 12imam yg disebutkan dlm alkitab dan alquran {5 ; 12} tp allah katakan dlm alquran { 5 ; 13 } bahwa pr imam yahudi itu mengungkari janji kecuali cuma sedikit yg menepati kalau kt sama kan dgn islam jgn jgn 12 imam versi islam yg mas sebutkan jjg bernasib sm dgn imamnya bani israel bisa aja kan mas??????/
3………buakankah kt dilarang mengikuti yahudi sedangkan biar bagaimanapun syariat muhammad dgn musa jelas ada perbedaan mungkin aja kalau dlm syariat nb musa ada 12imam tp dlm syariat muhammad belum tentu lagipula bukankah alquran dan sunnah udah lengkap tuh mas kaau bs dibilang sih udah talak 3 dr allah dan rasul????
4……umar pernah membawa taurat lalu dilihat rasul dan bertanya apa itu umar jwb umar taurat tp rasul mengatakan buakan kah ada alquran yg lengkap sekiranya musa hidup pada saat ini {pd zaman sahabat} pasti dia mengikuti ku maaf mas ane lupa periwayatnya tp ane yakin itu hadis shahih lagipula engapain jg kt menyelidiki kitab yg udah dirubah baik injil atau taurat kayak orang yg ga yakin aja ama alquran 30 juzbetul bagus jg sih tp bukankah mempelajari alquran dulu lebih baik seperti para pakar kristologimereka hapal quran br injil kan enggak lucu kalau injil dulu br quran nanti bs salah langkah lohh???????????????/////
terus terang sy jg sangat ingin jd pakar kristolog tp mas mesti hafal quran makna and arti dulu biar gak salah langkah ok mas
sekian and trim,s
ahlan wa sahlan
———————————
Tanggapan:
Pertanyaan-pertanyaan antum ini meniscayakan jawaban-jawaban yang cukup panjang, bahkan mungkin agak membosankan. Tapi walasil, komentar antum yang sebelumnya saja masih belum sempat saya jawab, tapi kheir fi amanillah insyaAllah, semoga antum juga berkenan bersabar sejenak. Saya sudah agak sibuk karena Idul Fitri kan sudah dekat. Bila dibandingkan dengan komentar antum yangsebelumnya, jawaban untuk komentar antum yang ini masih agak lebih pendek.
Pertama, soal Injil Apokripa.
Disebut apokripa karena ia memang berarti tidak perlu dibaca. Alasannya dalam Kristen sederhana. Injil-injil ini konon tidak lolos saat terjadinya seleksi kitab-kitab Injil saat terjadi konsili Nikea. Perjalanan pengodefikasian kitab Perjanjian Baru hampir seabad lamanya. Kurang lebih sejak 320an Masehi hingga 400an Masehi.
Dalam hal ini, Injil Barnabas juga tergolong apokripa, tapi dengan beberapa catatan. Maksudya begini, pada kisaran abad ke-2 Masehi, seorang patriak Kristen trinitarian benama Ireanus pernah menuliskan sebuah buku yang berjudul “Heresy” alias bidat-bidat (baca: bid’ah) yang berputar di dalam ajaran Kristen saat itu. Di sana dia menyebutkan sejumlah injil-injil yang menurutnya sudah menyimpang dari semangat kekristenan orsinil, atau sederhananya, sudah tidak sejalan lagi dengan pandangan-pandangan Rasul Paulus. Dari beberapa Injil yang dicatumkan, Injil Barnabas tersebut juga namanya.
Akan tetapi, banyak cendikia biblikal Kristen kontemporer yang menganggap bahwa Injil Barnabas yang diklaim sebagai Inijl Barnabas (saat ini) itu, bukanlah Injil Barnabas yang pernah disebutkan oleh Ireanus, dan hal ini, bukan berarti juga bahwa Injil Barnabas yang sekarang itu tidak tergolong bidat menurut Kristen. Tidak! Tetap bidat menurut mereka, hanya saja, sebagian dari mereka menyatakan bahwa Injil Barnabas yang sekarang beredar dikalangan Muslim itu sudah pernah diadaptasikan oleh ulama-ulama Muslim sebelumnya. Bahkan pandangan terburuknya, mereka menyatakan bahwa Injil itu sudah murni Injil palsu yang difabrikasikan oleh segelintir orang-orang Muslim atau mualaf Islam , yakni beberapa dekade setelah periode Nabi Muhammad saw.
Di dalam buku “Yudas, Pengkhianat Atau Penyelamat?” saya pernah membantah hal ini dengan menyatakan bahwa mustahil Injil ini bisa difabrikasikan oleh seorang muslim ataupun mualaf, karena banyak informasi di dalam Injil Barnabas yang sangat tidak sejalan dengan kisah-kisah Isa as yang ada di dalam Al-Qur’an. Padahal perbedaan kisah-kisah di Injil Barnabas dan Al-Qur’an itu sangat prinsipil. Seorang plagaris Muslim yang awam dengan kisah-kisah Injil, tapi mengetahui kisah-kisah Isa as di dalam Al-Qur’an, tidak mungkin akan melewatkan kisah-kisah AlQur’an seputar Isa as yang terang benderang seperti itu. Barangkali, antum bisa merujuk ke buku Yudas kalau mau tahu perbedaan-perbedaannya secara lebih jauh.
Kedua, soal para imam bangsa Israel dan terbentuknya institusi imamah palsu.
Para imam bangsa Israel yang dua belas orang tidak pernah dipilih oleh manusia, hal ini sebagaimana yang diisyaratkan sendiri oleh Al-Qur’an.
“Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman:
“Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. 5:12)
Sejak zaman Musa as hingga periode Sulaiman as, posisi para imam bangsa Israel selalu diakui masyarakat Israel, keberadaan mereka selalu diharapkan dan tugas-tugas para imam pun akhirnya bisa terlaksana dengan baik. Tapi sayangnya, situasi ini segera berubah paska wafatnya Nabi Sulaiman as.
Pendek ceritanya begini, setelah Sulaiman as wafat, mulailah terjadi pemberontakan di Israel yang seluruhnya bertujuan kepada perebutan kekuasaan. Walhasil pada akhirnya, Kerajaan Israel Raya pecah menjadi dua negara yang saling bersiteru. Sepuluh suku bersekutu di bawah kepemimpinan seorang pemberontak dari suku Efraim (dari keturunanYusuf) dan membentuk sebuah negara baru di wilayah Utara Palestina (atau Israel saat itu). Negara ini bernama Kerajaan Israel, atau sering disebut Kerajaan (Israel) Utara, atau sering disebut juga Kerajaan Samaria. Ibukota negara baru ini ada di wilayah Efraim, yaitu Sikhem.
Sedangkan dua suku lainnya mempertahankan dinasti Daud dan Sulaiman yang berasal dari suku Yehuda, sehingga akhirnya, mereka pun mendirikan sebuah kerajaan baru yang disebut Judean Kingdom, atau Kerajaan Yudea dengan ibukota Yerusalem. Nama Yudea diambil dari moyang Daud, yang juga putra dari Nabi Yakub as, yaitu Yehuda. Seluruh penghuni negara inilah yang kemudian disebut Jew atau Jewish, yakni sebutan dari bangsa-bangsa asing untuk menyifati kewarganegaran Kerajaan Yehuda.
Disini saya tidak mau terlalu panjang dengan menceritakan apa yang akhirnya terjadi kepada kerajaan utara (Kerajaan Samaria) dan selatan (Kerajaan Yehuda), atau bagaimanakah nasib kerajaan ini dan sebagainya?
Lagipula secara garis besar, saya sudah pernah menceritakan kisah ini di buku “Yudas, Pengkhianat Atau Penyelamat?” secara lebih komprehensif. Mungkin antum bisa merujuk ke sana kalau berminat untuk mengetahui kisah ini lebih lanjut.
Nah, sebelum terjadinya perpecahan, negara Israel Raya yang pernah diwariskan oleh Daud as kepada Sulaiman as, bahkan sejak zaman Yoshua as (Zulkifli as) itu terbagi menjadi 11 wilayah (propinsi/Negara bagian/konsesi) berdasarkan Taurat Musa as, dan bukan menjadi 12 daerah.
Namun hal ini bukan berarti ada satu suku Israel yang tidak kebagian daerah, yakni suku Lewi. Tapi berhubung keturunan Harus as yang berasal dari suku Lewi ini telah diangkat menjadi Imam Besar bangsa Israel, maka suku Lewi telah ditetapkan di dalam Taurat untuk mendapatkan 48 kota di kesebelas daerah tersebut dan mereka dizinkan untuk tinggal di kota-kota itu. Jadi secara hirarki imamah, jumlah sebelas imam bangsa Israel yang lain, yakni yang berasal dari masing-masing suku itu bernaung di bawah keimamahan Harun dan keturunannya.
Sederhananya, kesebelas imam dari masing-masing suku Israel memimpin daerah mereka masing-masing, dan kepemimpinan mereka dipayungi oleh imamah Harun dan keturunannya yang berkuasa atas seluruh Israel. Di samping itu, hanya kepemimpinan Harun saja yang sifat imamahnya turun temurun.
Walhasil sudahlah, anda tidak perlu dipusingkan oleh pola keimamahan bangsa Israel yang bersifat particular-horizontal ini. Tapi intinya, pada saat Kerajaan Israel Raya pecah menjadi dua negara yang saling bermusuhan selama hampir 300-400 tahun itu, maka struktur imamah bangsa Israel pun jadi ikut berubah. Maksudnya, para penguasa dari dua kerajaan baru ini selalu ditentang oleh para imam yang pengangkatan mereka sahih berdasarkan Taurat. Alasannya, apabila Israel tidak punya seorang penguasa tunggal seperti di era Zulkifli as (Yoshua bin Nun), Thalut as (Saul bin Kisy), atau Daud bin Isai as ataupun Sulaiman bin Daud as, maka kekuasaan itu harus dimandatkan kembali kepada para imam bangsa Israel yang berkuasa seperti yang pernah terjadi paska ketiadaan Yoshua bin Nun, yakni di era berkuasanya para imam atau hakim-hakim bangsa Israel.
Namun berhubung sebagian masyarakat yang berasal dari suku Yehuda dan juga dari suku-suku Israel lainnya sudah haus kekuasaan dan mengkhianati perjanjian imamah Taurati, maka pada akhirnya, para imam yang 12 ini diintimidasi oleh para penguasa dari kedua kerajaan itu. Lalu untuk apa para imam yang 12 ini diintimidasi? Untuk dimintai pengakuan kedaulatan oleh penguasa dari kedua kerajaan yang pendiriannya itu sudah menyimpang dari hukum Taurat Musa as.
Di dalam kisah-kisah di Perjanjian Lama, kita bisa saksikan bagaimana para penguasa dari kedua kerajaan ini membunuh, memenjarakan dan mengucilkan para imam Taurati ini. Segala keputusan para imam yang bertolak belakang dengan kepentingan penguasa dari kedua kerajaan ini, maka para imam akan di mamam pakai pedang. Lambat laun, kerajaan Utara lah yang puny aide mujarab. Ketimbang memaksa para imam untuk dimintai pengakuan atas kedaulatan/keabsahan kerajaan mereka, maka merekapun membuat institusi imamah palsu dengan struktur palsu. Pola pemalsuan pribad-pribadi para imam ini akhirnya diamini juga oleh kerajaan Selatan dengan membuat institusi imamah yang baru.
“Bukankah kamu telah menyingkirkan imam-imam TUHAN, anak-anak Harun itu, dan orang-orang Lewi, lalu mengangkat imam-imam menurut kebiasaan bangsa-bangsa negeri-negeri lain.” (2Taw 13:9)
“Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.” (2Taw 15:3)
Jadi, bukan lagi ada selusin imam di Israel saat itu, tapi setidaknya ada tiga lusin. Artinya, ada 12 orang imam boneka di Israel Utara, dan di selatan juga ada 12 imam palsu, ditambah ada 12 orang imam Taurati yang orisinil, meksipun keberadaan mereka sudah tidak diakui lagi.
Para imam-imam palsu di dua kerajaan itu telah dipilih dan diangkat atas dasar selera para penguasa dari kedua kerajaan tersebut. Padahal para imam itu adalah mutlak pilihan Allah semata yang dinobatkan melalui para nabi mereka, sebagaimana yang Al-Qur’an ceritakan kepada kita di QS. 5:12.
Oleh karena itu, inilah maksud Al-Qur’an yang sebenarnya tentang pengkhianatan sebagian besar bangsa Israel terhadap kekuasaan para imam seperti yang antum sebutkan di dalam QS. 5:13.
“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 5:13)
Itulah sebabnya kalau kita (umat Muslim) awam dengan Alkitab, akhirnya kata “mereka” pada ayat Al-Qur’an di atas antum artikan bahwa para imam-lah yang berkhianat, padahal hal ini sama sekali tidak pernah terjadi di dalam sejarah agama-agama samawi. Artinya, para imam adalah manusia-manusia pilihan Allah secara langsung dan bukan dipilih oleh manusia, seperti melalui musyawarahkah atau apapun sepertinya.
Ketika kita berupaya menafsirkan ayat Al-Qur’an tentang bangsa Israel (ataupun bangsa-bangsa lainnya), tapi kita sendiri tidak tahu kejadian-kejadian sejarah apa saja yang pernah menimpa bangsa itu, maka pada akhirnya, kejadian yang sebenarnya kemana dan pemahaman Qur’annya kita juga kemana? Yang satu (al-Qur’an) membicarakan fakta sejarah, tapi kita malah membuat suatu sejarah yang tidak pernah ada. Padahal al-Qur’an secara jelas telah memerintahkan kita untuk memperhatikan berbagai peristiwa sejarah yang pernah menimpa manusia sebelum kita.
“Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. 35:44)
Nah, apakah nasib 12 para imam bangsa Israel yang berupaya meminta hak mereka itu, sama dengan nasib ke-12 imam yang ada di Islam? Silahkan anda nilai sendiri saja.
Ketiga, menurut hemat saya, persoalan apakah kita dilarang mengikuti Yahudi adalah perkara seterang matahari dan sudah jelas hal itu tidak boleh, tapi hal ini bukan berarti kita dilarang mempelajari sejarah mereka.
Apakah antum pikir bahwa kegemilangan para ilmuwan Islam setelah Islam melakukan ekspansi ke berbagai daerah, seperti Al-Kindi, Al-Ghazali, Ibn Rusyid, Ibn Khaldun, Ibn Arabi, Al-Khawarismi, Ibn Tufayl, Ibn Sina dan lain sebagainya, bahkan Ibn Taymiyah sekalipun, bisa menjadi besar karena tidak membaca sejarah? Jelas tidak demikian! Mereka besar karena mereka adalah lmuwan yang mempelajari berbagai kitab-kitab ilmu yang pernah ada sebelum Al-Qur’an, dari kitab-kitab ilmu filsafat, ilmu mantiq (logika), ilmu tatanegara, ilmu ekonomi, ilmu perbankan dan lain sebagainya, termasuk ilmu sejarah. Mengikuti sekelompok orang dan mempelajari sejarah atau ilmu-ilmu lainnya dari berbagai kelompok manusia yang ada di muka bumi, menurut saya, adalah dua istilah yang perbedaan maknanya adalah sejelas matahari bersinar!
Jadi ketika antum mempelajari freemason, iluminati, zionisme, alkitab dan lain sebagainya, bukan berarti antum sudah menjadi seorang Yahudi atau zionis atau lain sebagainya. Ini pernyataan antum yang sangat tidak mengena.
Sedangkan persoalan syariat antara Musa as dan Muhammad saw, menurut saya, pasti ada saja perbedaan, tapi bukan berarti secara prinsip semuanya sudah tidak ada. Lagi pula soal 12 imam itu kan riwayatnya pernah disebutkan sendiri di dalam Sahih Bukhari dan Muslim serta diriwayat hadis-hadis lainnya bahwa Nabi saw pernah bersabda “Setelahku akan ada dua belas orang khalifah” atau “imam” dalam versi hadis lain. Hadis ini adalah hadis misterius di dalam Sunni, yang mana tak ada satu ulama Sunni pun yang pernah sepakat tentang siapakah mereka-mereka ini.
Mas, kalau di Alkitab saja nama kedua belas imam bangsa Israel itu jelas disebutkan satu persatu, lantas apakah Islam yang menurut antum lengkap dengan berbekal Al-Qur’an dan Sunnah ini, tapi tidak mampu menguraikan 12 orang pemimpin yang pernah dijanjiakan oleh Nabi Muhammad saw sendiri? Apanya yang mau dibilang lengkap, sementara kita tidak mampu menyebutkan setengah dari nama-nama 12 khalifah/imam yang pernah dijanjikan oleh Nabi Muhammad saw sendiri?
Di sini persoalannya jelas kembali kepada diri antum sendiri dan bukan diri saya. Maksudnya, apakah hadis tentang Al-Qur’an dan Ahlulbait as yang pernah diriwayatkan oleh Muslim dan para muhaddis lainnya itu masih belum lengkap menjadi bukti kepada antum, bahwa selama antum tidak berpegang kepada dua pusaka Nabi saw yang berat itu, maka akan selalu ada di Islam itu suatu Sunnah Nabi saw yang pada akhirnya, hanya berakhir menjadi teka-teki yang tidak terjawab?!
Padahal di sisi lain, antum katakan bahwa hanya dengan berbekal Al-Qur’an dan Sunnah saja itu sudah lengkap. Lengkap dimananya Mas Daud? Sementara satu hadis yang ada di Sahih Bukhari, Muslim dan lain sebagainya (padahal ia masih tergolong bagian dari Sunnah Nabi saw yang antum sebut lengkap itu) sudah tidak mampu kita jawab?! Tidak dengan Al-Qur’an, tidak dengan Sunnah itu sendiri, bahkan tidak dengan ulama Islam sekalipun. Silahkan antum renungkan, karena saya sendiri perlu tahunan untuk menyelesaikan konflik keimanan saya yang satu ini, padahal Al-Qur’an itu lengkap sebagaimana firman Allah swt yang mengatakan “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab” (QS. 6:38). Tapi lihatlah sekarang, 1428 tahun telah berlalu, tapi belum pernah ada satu ulama Sunni pun yang pernah sepakat tentang siapakah figur-figur kedua belas khalifah Nabi saw yang pamungkas ini. Kecuali kita katakana bahwa Al-Qur’an dan Sunnah itu memang tidak lengkap? Ataukah kewarasan kita dalam beragama yang sebenarnya kurang atau tidak lengkap?
Keempat, ilmu kristologi Islam memang menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar kajian untuk mengupas ayat-ayat Alkitab. Untuk itu, saya pribadi belajar ke Mesir karena ingin mempelajari bahasa Arab dan Al-Qur’an dan juga seputar ilmu-ilmunya secara lebih jauh. Hal ini tentu saja dengan segala keterbatasan saya hingga saat ini. Intinya, semua kristolog Muslim pasti belajar Alkitab setelah mereka mengetahui Al-Qur’an terlebih dahulu. Dan sekali lagi, hal ini tentu saja sesuai dengan kadar dan kesempatan yang dimilikinya, baik dari sisi finansial, usia, kemampuan nalar dan lain sebagainya. Sebab kalau tidak, apanya yang mau di bahas dari sisi Islam sementara dia sendiri tidak mengetahui Al-Qur’an?
Walapun demikian, saya juga temukan banyak fenomena “kristolog karbitan” di komunitas kita saat ini. Sehingga banyak di antara mereka yang selain belum pernah membaca Alkitab (alih-alih mempelajari bahasa Arab, Al-Qur’an dan ilmu-ilmunya), tapi sudah memvonis begini dan begitu, terutama hanya dengan berbekal ayat-ayat Alkitab hasil copy-paste yang di dapat dari satu atau dua orang kristolog.
Pada akhirnya, ilmu kristologi Islam yang sebenarnya berwawasan luas, terutama untuk mengenal figur sang Mesiah ini telah diubah menjadi ilmu debat kusir antara figur Kristen dan Muslim, sehingga terciptalah dugaan di masyarakat Muslim bahwa ilmu kristologi itu terkait dengan ajaran Kristen semata dan beberapa embel-embel lain yang gak karuan, seperti dalam rangka memerangi misionaris Kristen atau lain sebagainya, yang sepenuhnya tidak sejalan dengan tujuan dan prinsip ilmu kristologi itu sendiri.
Sedangkan soal hadis Umar bin Khattab itu memang pernah diriwayatkan juga oleh para sejarawan Sunni kelas pertama, sehingga derajat kesahihannya cukup bisa diterima, tapi secara pribadi, saya sendiri punya penafsiran khusus seputar pengetahuan Umar bin Khattab tentang pengetahuan dia terhadap Alkitab. Hanya saja, kajian itu tidak bisa dibahas di kesempatan kita yang terbatas ini.
Adapun persoalan status Alkitab atau hubungannya dengan Al-Qur’an pada saat ini, maka hal itu sudah pernah saya bahas secara lebih luas di dalam buku “Yudas…” pada bab yang bertemakan Al-Qur’an sebagai kitab yang meluruskan. Silahkan anda merujuk ke sana kalau antum berminat.
Terakhir, persoalan apakah ilmu Al-Qur’an dulu yang harus dipelajari kemudian baru ilmu Alkitab, maka menurut saya pandangan seperti itu bersifat relatif. Maksudnya, seorang pelajar atau ilmuwan Islam tidak perlu membatasi diri di dalam menggali ilmu apapun, dan Rasul saw sendiri pernah mengatakan kepada kita tentang hal tersebut. Meskipun mungkin tidak secara menyeluruh, tapi yang pasti, tidak pernah ada seorang mufassir Al-Qur’an manapun yang tidak pernah membaca Alkitab, ketika mereka ingin menafsirkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, terutama yang terkait dengan kisah-kisah ahlulkitab. Hanya saja, ada sebagian mufassir yang fokus kajian Alkitabnya terbatas dan ada yang tidak.
Sedangkan mengenai keinginan antum menjadi seorang kristolog, maka saya doakan insyaAllah antum bisa menjadi seorang kristolog yang handal dan insyaAllah mumpuni dibidangnya. Saya juga berterima kasih kepada antum karena mengatakan bahwa antum bisa memiliki kesempatan untuk belajar Islam dari saya. Sama-sama Mas Daud, saya juga banyak belajar dari antum. Mohon maaf juga kalau ada kata-kata saya yang kurang berkenan selama ini. InsyaAllah kalau ada kesemptan saya akan memberikan komentar lain seputar pertanyaan-pertanyaan antum lainnya yang masih belum sempat saya tanggapi. Minal ‘aidin wal faaizin, mohon maaf lahir dan batin.
Mohon diabaikan beberapa pernyataan tidak enak yang saya izinkan masuk seputar diri antum. Hal itu terjadi karena secara pribadi, saya sudah punya komitmen untuk mengizinkan berbagai komentar enak ataupun barangkali tidak enak untuk ter-posting-kan di blog ini.
Ahlan bikum wa akhiru da’wana anilhamdulillahirabbil ‘alamin.
Allahumma shalli ala Muhammad
wa ali Muhammad 3x
salam ustad, you have a great blog…its unusual to see an ustad who communicates a lot through the internet.(GAUL BO’)
selamat ya stad…kapan buku barunya diluncurkan?
wass.wr.wb,
y.Sakinah
——————————
Allahumma shalli ala Muhammad
wa ali Muhammad 3x
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.,
Terima kasih. Menurut saya internet dan bloging bisa menjadi sarana yang baik untuk saling berkomunikasi dan membangun silaturahmi dengan sesama.
Buku Kristologi baru sih belum, tapi buku “Rahasia Di Balik Penggalian Al-Aqsha” yang ditulis oleh Abu Aiman saya rekomendasikan sekali untuk dibaca, karena ternyata ada kajian kristologi-nya juga.
Sekali lagi terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,
SOS!, ustadz bisa tidak kalau minta email antum, maaf sekali sebelumnya, kalau mengganggu, tapi ini penting sekali bagi dakwah. kalau boleh bisa via email ana, adakan didata, ana dapatkan email antum. sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Wassalamu alaikum warahmatullahiwabarakatuh.
———————-
wa’alaikumsalam warahmatullahi wa barakatuhu, email saya ada di about. Silakan japri saya melalui email tersebut. Terima kasih. Wassalam.
Selamat Hari Blogger Nasional…..:D
amar ma’ruf nahi mungkar
may ALLAH SWT bless you
amin
————–
May Allah Bless U 2
Shalom seribu shalom ust……..
keren banget blog antum sekarang, segar sekali ana lihat backgroundnya, semua tulisannya juga buat mata langsung berbinar, akal bercahaya…
btw, ana mau minta ajarin buat blog yang seperti ini donk….
Salam juga untuk keluarga dan ikhwan di pengajian MTA antum dari kami di Bandung…
mohon petunjuk…
Syukran Ust…..
——————-
Syalom lakhem …
InsyaAllah kalau kita ketemu akan ana ajarkan semampu ana, karena ana juga banyak dibantu rekan-rekan yang lain. Mungkin untuk sementara ini, antum bisa coba pelajari HTML coding sedikit demi sedikit dan juga software Macromedia.
InsyaAllah salam antum ke MTA akan ana sampaikan … BTW … apa ada salam yang spesifik …?
InsyaAllah antum dan rekan-rekan di Bandung selalu dalam lindungan Allah swt.
Selamat berjuang dan mari kita tabur ilmu pengetahuan dan kasih sayang semampu kita.
Harapan ana, antum dan rekan-rekan juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial selain kajian intelektual dan akademis.
Terima kasih sama-sama Za …
PANTANG HINA!!
assalamualaikum, kami mengundang anda semua di :
http://www.jadal.wordpress.com dan
http://www.mimbarpemuda.wordpress.com
———————
Mas, saya gak keberatan antum numpang promosi blog antum di blog saya. Tapi tolong jangan berlebihan dan mengulang-ngulang seolah-olah blog saya ini tempat pemasaran blog anda.
Tolong hargai blog saya juga yaa Mas.
Sebaiknya tulislah suatu artikel yang menarik di blog anda sehingga dibaca oleh para pengunjung blog anda.
Umumnya orang lebih suka debat di milis Mas, bukan blog.
Salam Pak Musadiq,
Saya pernah ikutan kristologi Pak Musadiq, tapi waktu itu gak full. Satu saja pertanyaan yang masih mengganjal yang kebetulan belum sempat saya tanyakan, sudah rahasia umum kalau Kitab Injil yang sekarang sudah gak virgin (halah), “Mengapa tidak mengkajinya dari Injil Barnabas, yang konon katanya masih aseli…?”
Syukron Pak, Mohon maaf kalau ada salah, maklum baru belajar, hehehe….
(Kalau ada Kelas Kristologi lagi, bisa dooong diumumkan di blog ini….)
Salam stad…blognya rame abis neh stad…asik banget tulisannya juga…:)
assalamualaikum.
lam kenal, blognya rame banget. bikinnya gimana, ajarin dong
wassalam
Salam kenal ustad… udah sering baca berita2 dan kirim komentar tapi baru masuk guestbooknya…
Hebat banget… and salut sama ustad… beberapa bulan lalu ikut kristologi di ICC tapi cuma 3 x pertemuan… kapan ada lagi… nggak afdol banget nih… kalo nggak komplit…
Salam buat ceu Ema, dari dia saya tau blognya ustad… tengkyu ya ceu… (Atty-btro)…
Salam stad…
buku Yudas penghianat atau penyelamat ada dimana lagi, udah nyari nggak dapet2… bisa di info kan… di ICC udah nggak ada…
sama satu lagi buku yang saya cari mengenai Abu Thalib (bukan kafir..) judulnya lupa…
thx stad…
Assalamu alaikum Wr Wb
Salam kenal, Ustad.
Membaca blog Anda saya jadi lupa waktu.
Blognya saya link ya?
Salam ustad,
Ayo nulis lagi stad… Lagi sibuk ya stad..
Udah kangen dengan tulisan2nya…
Akhir2 ini, lagi marak demo mengenai kebebasan keyakinan di Jakarta dan di daerah lain… Emang sih, kalau kita beragama katanya bukan seperti pedagang (supaya dapet pahala yang banyak..) atau budak (terpaksa mengerjakan…) melainkan harus secara MERDEKA (tidak terjajah oleh apapun kecuali Allah SWT)..
MERDEKA kata2 ini memang harus kita pegang, tapi kan bukan berarti kita jadi mblangsak nggak tentu arah…
Mungkin ustad bisa memberikan sedikit (banyak lebih baik) gambaran ataupun apa yang dimaksud dengan MERDEKA itu stad…
Jazakumullah ya stad…
Salam
Assalamu’alaikum wr.wb
Ustadz, saya banyak mendengar ttg Antum dari jema’ah pengajian saya, di Cikunir, Bekasi. Kalau Antum tidak keberatan saya ingin buatkan link blog Antum di blog saya. Saya juga berharap blog saya dibuatkan link di blog Antum. Blog saya berisi ttg Amalan2 praktis dan doa2 pilihan yang bersumber dari Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as). Saya berharap ikhwan2 kita, khususnya yang baru2, juga dapat mengambil manfaat dari blog saya. Blog saya:
http://shalatdoa.blogspot.com
Terima kasih Ustadz, jazakumullah khayran.
Wassalam
Bekasi, 01 Pebruari 2008
Syamsuri Rifai
———-
Salam akhina, afwan ana pikir antum ikhwan dari luar.
fadhal ana akan link blog antum juga yaa. Afwan kalau artikel dan komentar ana kurang menyejukkan.
Assalamu’alaikum wr.wb
Terima Kasih Ustadz, jazakumullahu khayran, saya sudah buat link blog Antum di blog saya.
Bagi Bapak dan Ibu, Ikhwan dan Akhwat yang berminat “Adab2 Perkawinan Adab2 Hubungan suami-isteri, klik di sini:
http://syamsuri149.wordpress.com
Yang berminat Amalan2 Praktis dan doa2 pilihan yang bersumber dari Rasulullah saw dan Ahlul bait (as), klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
Wassalam
02 Pebruari 2008
Bekasi
Syamsuri Rifai
———–
Salam Mas Syamsuri,
Terima kasih atas kunjungannya. Allah memberkati. Saya juga sudah link blog antum ke saya.
salam kenal
bagus nih blognya
tukeran link yuk
kamal87.wordpress.com
wah..stad, kok komen ntum di blog ana kena akismet ya…, btw udah di klarifikasi tuh…he.h.ehe…salam juga buat kru creative 14, ana kangen banget…..
—————–
oiya stad, udah berkunjung ke Budi Raharjo?, asik-asik isinya, trus informatif banget buat perblogan indonesia
————-
http://i255.photobucket.com/albums/hh156/nogososro/ImamALIAs.jpg
http://i255.photobucket.com/albums/hh156/nogososro/ImamHusain.jpg
http://i255.photobucket.com/albums/hh156/nogososro/Mekah-1.jpg
http://i255.photobucket.com/albums/hh156/nogososro/MihrabNabiMuhammadSAW.jpg
http://i255.photobucket.com/albums/hh156/nogososro/HajarAswad2.jpg
Ketika pena patah & laut kering menulis ayat-ayatNya
Hiiiiii
———–
Hiii to you too … thanks.
Assalamu’alaikum wr.wb
Bapak dan Ibu, Ikhwan dan Akhawat para pecinta Ahlul bait (as)
Kami telah dan akan terus memposting amalan2 praktis dan doa2 pilihan dari keluarga suci Nabi saw. Yang berminat bisa berkunjung ke Blog kami:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com
http://almushthafa.blogspot.com
Kami juga mengharapkan para Ikhwan dan Akhawat ikut berpartisip