Saya Muslim Trinitarian Dan Pengikut Kristus Unitarian

 

kakashi_chidori_by_iavengeri.jpg

Chidori No Jutsu …!!
Ini adalah salah satu jurus terampuh Kakashi di dalam serial Naruto.
Sekali dikeluarkan tiga musuh pun bisa langsung tergeletak … :mrgreen:

“Hancurkan ajaran sesat™!…

Hancurkan ajaran sesat!”

Kalimat tegas yang provokatif dan penuh semangat “roh penghancur” tersebut dua kali dan diucapkan di tengah-tengah ratusan orang yang hadir pada Debat Teologis antara Tim Unitarian versus Tim Trinitarian bertema “Trinitas, Benar atau Salah?”

Inilah peristiwa kurang menyenangkan yang harus dihadapi oleh tiga orang dari saudara-saudara kita beragama Kristen, sewaktu mereka ingin menyuarakan Keesaan Allah dalam diskusi teologis-tekstual yang diselenggarakan oleh PuSETA (Pusat Studi Etnis dan Agama) pada pagi hari tanggal 8 Maret 2007 di salah satu sudut kota Surabaya.

Kata “trinity”, atau dalam bahasa Indonesia berarti trinitas, sering diartikan dalam konteks dogma Gereja Kristen yang baru muncul pada kisaran abad ketiga, sehingga banyak Muslim yang merasa angker kalau mendengar kata ini. Kata ini juga sering diidentikkan dengan doktrin keyakinan kepada Allah dalam tiga pribadi atau tri- teisme.

Dalam doktrin keimanan Kristen kebanyakan saat ini, bahwa dalil tiga pribadi dalam satu Tuhan telah tertulis di dalam Alkitab. Salah satunya adalah ayat yang mengatakan: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu.

Persoalannya adalah satu dalam hal apa? Konteks inilah yang kelihatannya sering mendapat sorotan tajam dari kalangan intelektual biblikal dan para filosof, baik dari kaum Kristen sendiri maupun selain mereka, tapi pendalaman substansi pesan yang agung ini justru lebih sering diabaikan oleh kebanyakan Kristen awam.

Pada akhirnya, istilah homouseos, atau sezat atau sehakekat, mencuat pada abad ketiga dan mengkonklusikan perjalanan bagi pembentukan doktrin ketuhanan Kristen yang melahirkan syahadat Nikea. Sejak saat itu, siapapun yang menentang doktrin trinitas, dalam arti selain sezat atau sehakekat, adalah penista Tuhan.

Padahal secara umum, kata trinity berarti threefoldness alias tiga rangkap atau tiga bagian atau triple, atau dalam suatu penjelasannya disebutkan: “A group consisting of three closely related members. Also called triunity”. Ia merupakan suatu istilah dalam Middle English, yaitu trinite yang berasal dari bahasa Perancis kuno, dan orisinalitasnya dari bahasa Latin trīnitās. Kata ini mengakar dari kata trīnus, atau trine dan sama sekali tidak pernah mengisyaratkan bagi adanya kesatuan secara zatiah.

Dalam kamus-kamus bahasa Inggris, kata trinity adalah noun, atau kata benda, dan mengisyaratkan pluralities alias kejamakan.

Islam Tidak Menolak Trinitas, Bahkan Mengajarkannya.

Dalam konteks ajaran Nabi Muhammad saw, Al-Qur’an sendiri tidak menolak penggunaan istilah trinitas, karena seorang Muslim, setidaknya harus mempersaksikan tiga hal dalam keimanan mereka yang semuanya harus dianggap sebagai threefoldness. Yakni tiga hal yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisah. Upaya menafikan salah satunya akan berujung kepada penistaan dan kekufuran. Ketiga hal itu adalah:

  • Allah Swt.
  • Nabi Muhammad saw/Al-Qur’an.
  • Ahlulbait as/Sunnah.

Modal utama untuk melakukan penyaksian ini adalah akal sehat, dimana ilmu sangat berperan di dalam menyusun dasar-dasar beragama bagi seorang Muslim. Penyaksian secara keilmuan atas ketiga hal diatas akan membuahkan iman atau keyakinan dan harus dituangkan dalam amal perbuatan atau ihsan (berbuat kebaikan). Ketiga porsi perjalanan yang mengarah kepada ketunggalan pengabdian kepada Allah Swt ini sering diringkas menjadi:

  • Ilmu.
  • Iman.
  • Amal/Ihsan.

Ini adalah tiga bagian lain dari konsep threefoldness atau trinitas Islam yang mana antara satu dan yang lain tidak bisa dipisah-pisahkan.

Salah satu perintah ketaatan yang paling utama di dalam Islam dan sebagai hal yang tidak bias dipilah-pilah sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur’an adalah:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. 4: 59)

Ketaatan kepada Allah tidak bisa dilakukan, kecuali adanya ketaatan penuh kepada Rasulullah saw, sedangkan ketaatan penuh kepada Allah Swt dan Rasul-Nya tidak bisa dilakukan, kecuali bila disertai dengan adanya ketaatan penuh kepada Ulil Amri.

Di sini, Al-Qur’an secara jelas menguraikan tiga subyek utama yang harus ditaati untuk mencapai satu ketaatan yang sempurna. Ketiga hal itu adalah:

  • Allah Swt.
  • Rasul saw.
  • Ulil Amri.

Dalam menapak perjalanan spiritual, seorang Muslim juga akan bertemu dengan tiga dimensi panduan dalam rangka mencapai hakekat yang tunggal. Hal ini merupakan aturan dasar bagi seorang pesalik rohani di dunia mistisme Islam. Ketiga hal itu adalah Syariat, Tarekat dan Hakekat, atau dalam hirarki vertikalnya adalah:

  • Hakekat.
  • Tarekat.
  • Syariat.

Salah satu kunci utama bagi keabsahan terselenggaranya ibadah-ibadah wajib seperti solat, maka seorang Muslim harus membaca satu doa pamungkas yang terdiri tiga figur juru selamat bagi keimanan dirinya. Tanpa doa yang satu ini, maka tak ada amal bagi dirinya, dan solatnya pun batal.

Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. 33:56)

Sedangkan mengenai kewajiban mencintai keluarga Nabi saw, maka Al-Qur’an menyatakan:

“Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam keluargaku’” (QS. 42: 23)

Untuk itu, doa pamungkas ini tak lain adalah salawat kepada junjungan terpuji dihadapan Sang Maha Ada, Allah Swt, dan terpuja di seantero alam ciptaan, yaitu Muhammad saw dan keluarganya.

Kunci doa dan amal seorang Muslim terletak disini. Tanpa membaca salawat, maka seluruh amal pun tak akan pernah diterima di sisi Sang Mahacinta. Doa itu adalah allahumma sholli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad, artinya “Yaa Allah, sampaikanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ini adalah tiga bagian cinta yang harus dibuktikan oleh seorang Muslim melalui ketunggalan cintanya. Ketiga hal itu adalah:

  • Allah Swt.
  • Muhammad saw.
  • Ahlulbait as.

Tanpa ada kecintaan kepada Rasul saw dan Ahlulbait, maka “silaturahmi” atau hubungan kasih sayang orang itu dengan Allah Swt pun akan terputus. Bahkan dihadapan Allah Swt, orang itu adalah tergolong pembenci kekasih-Nya. Adapun keluarga Rasul saw yang wajib dicintai oleh setiap Muslim setelah Nabi Muhammad saw adalah:

  • Sayyidatina (berarti Tuan Putri kami) Fathimah as. Gelarnya di dua alam adalah az-Zahra as.
  • Sayyidina (Tuan kami) Ali bin Abi Thalib as. Gelarnya di dua alam adalah al-Murthadha.
  • Sayyidina Hasan as. Gelarnya di dua alam adalah al-Mujtaba.
  • Sayyidina Husein as. Gelarnya di dua alam adalah as-Syahid.

Alasan Saya Menjadi Muslim Trinitarian

Seperti yang kita saksikan bahwa kata trinitas bukanlah kata yang menjijikkan dan berbau syirik. Melalui Al-Qur’an, Islam tidak menafikan pentingnya masing-masing dari ketiga bagian itu menjadi pilar atau pondasi keimanan bagi seorang Muslim.

Namun meskipun demikian, Al-Qur’an memang pernah membicarakan secara khusus perihal konsep trinitas yang diimani oleh mayoritas Kristen saat ini. Yaitu trinitas yang dilandasi adanya kesatuan zat atau kesetaraan hakekat antara Allah swt, figur Sang Kristus (Firman Tuhan yang mendaging) dan Roh Kudus (para makhluk suci) yang menjadi pembimbing umat manusia dan poros alam semesta setelah era kedatangan Sang Kristus atau figur Nabi Terakhir, seperti Firman Allah Swt yang mengatakan:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (QS. 4: 171)

Penafian Al-Qur’an terhadap istilah trinitas disini jelas mengarah kepada penolakan konsep doktrin trinitas yang merupakan hasil kesepakatan konsili kaum trinitarian dan bukan terhadap penggunaan kata trinitas itu sendiri. Yakni dalam arti harfiahnya. Memang tak bisa dinafikan bahwa kata trinitas pada akhirnya menjadi kata yang sering dipadankan dengan dogma Gereja, walaupun tidak seharusnya demikian.

Intinya, Al-Qur’an hanya menegur dan menolak sebagian pandangan umat Kristen yang mengimani doktrin trinitas, yang menyatakan adanya kesatuan zat atau hakekat antar masing-masing pribadi. Yaitu antara Tuhan, NabiNya (Sang Kristus) dan para makhluk suci tersebut. Sedangkan selama kata trinitas tidak dimaknai dalam arti homouseous, maka penggunaan kata trinitas itu sendiri tidak menyimpang.

Agama Samawi Dibangun Melalui Pilar Trinitas Yang Sama

Secara ringkas, seluruh agama samawi pun sebenarnya cukup akrab dengan kata trinitas, seperti dalam ajaran Musa as misalnya. Maka disana kita akan menemukan adanya tiga pilar iman yang mesti diyakini, yaitu:

  • Tuhan Yang Esa (Eloah atau Elohim atau Yhwh).
  • Taurat atau Nabi Musa as.
  • 12 imamat (peran para kohanim) yang mana Nabi Harun as dan keturunannya bertindak sebagai imam besar (Kohen Hagadol) atas bangsa Israel.

Seorang Yahudi yang mengingkari salah satu dari pilar-pilar keimanan ini jelas akan dikategorikan sebagai seorang pengingkar.

Dalam Kristen juga demikian, kita mengenal tiga hal utama yang apabila terjadi pengingkaran kepada salah satunya ini, maka dia akan dianggap seorang pengingkar. Ketiga hal utama itu adalah:

  • Tuhan atau Allah Bapa.
  • Yesus Kristus.
  • 12 Utusan Yesus.

Meskipun Yudas Iskariot dianggap sebagai tokoh pengkhianat dalam Kristen, tapi pengingkaran terhadap peristiwa pengkhianatan terhadap Sang Kristus ini, maka jelas dia akan dianggap sebagai pengingkar.

Ajaran Islam pun sebenarnya berdiri di atas pilar yang sama. Keimanan kepada Allah swt, Rasul saw dan Ulil Amri merupakan akar keyakinan Islam. Pengingkaran kepada salah satu pondasi ini, maka dia akan digolongkan sebagai seorang pengingkar. Sedangkan dalam riwayat-riwayat hadis yang masyhur juga disebutkan bahwa setelah Nabi Muhammad saw akan ada 12 orang khalifah atau imam yang akan menjadi roh bagi keberlangsungan agama ini. Berdasarkan ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan kepada ketaatan kepada Allah swt, Rasul saw dan Ulil Amri, maka dengan adanya hadis dan keterangan dari Nabi Muhammad saw, maka trinitas Islam ini bias dikonklusikan menjadi sebagai berikut:

  • Taat Kepada Allah Swt.
  • Taat Kepada Rasul saw atau Al-Qur’an.
  • Taat kepada Ulil Amri atau 12 belas orang khalifah atau imam setelah Nabi saw.

Pada bagian lain, tepatnya menjelang Rasul saw wafat, maka Nabi saw sekali lagi telah menegaskan pentingnya untuk berpegang kepada tsaqalain yang merupakan dua pusaka Nabi saw kepada umatnya, yaitu Al-Qur’an dan Ahlulbait as. Artinya dengan berpegang kepada tsaqalain, maka secara otomastis, hubungan kasih sayangnya kepada Allah swt akan bias terpelihara. Melalui hal ini, kita sekali lagi mendapatkan threefoldness Islam yang sangat agung, yaitu:

  • Allah swt.
  • Nabi saw atau Al-Qur’an.
  • Ulil Amri atau 12 orang khalifah atau ahlulbait as.

Saya Pengikut Kristus Unitarian

Sebagai Muslim yang mengesakan Allah swt dan mengimani Muhammad saw sebagai Nabi Penutup, maka tulisan ini adalah bagian dari dukungan moral saya kepada beberapa tokoh Kristen yang belum lama ini menyuarakan Tauhid dalam debat terbuka yang diselenggarakan oleh PuSETA pada 8 Maret 2007 di kota Surabaya.

Salah satu tokohnya telah merilis sebuah buku istimewa yang saya harap semua Muslim juga bersedia untuk membacanya. Dia adalah Saudara Frans Donald dan karya tulisnya yang sangat baik adalah “Menjawab Doktrin Tritunggal, Perhal Ke-Allah-an Yesus”, tahun 2007, Penerbit Borobudur Indonesia Publishing.

Walaupun buku itu berbicara seputar kajian teologi-tekstual Kristen, namun saya sangat salut dengan uraian-uraian sederhana yang disampaikan oleh Saudara Frans. Penjelasannya mantap dan bisa memuaskan setiap pembaca yang ingin memahami lebih jauh perihal kritik internal Kristen terhadap doktrin trinitas.

Selain itu, rujukan Saudara Frans kepada seorang penulis asal Amerika yang kebetulan juga saya kenal dan sempat mempromosikan karya-karya tulisnya belum lama ini, yaitu Thomas McElwain (Bacalah Bibel, oleh penerbit Citra), maka pembacaan buku itu membuat saya memiliki kesan tersendiri.

Alhasil, menurut saya buku “Menjawab Doktrin Tritunggal, Perhal Ke-Allah-an Yesus” yang ditulis oleh Saudara Frans Donald ini sangat luar biasa dan sekali lagi saya rekomendasikan untuk dibaca oleh setiap Muslim yang utamanya memiliki keakraban dengan kajian kristologi.

Sebagai penutup, saya jadi teringat kisah di zaman Nabi Muhammad saw, manakala beliau memerintahkan umat Muslim untuk mencari perlindungan kepada seorang Penguasa Habasyah yang beragama Kristen. Saat itu para migran ini berada di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib as yang bergelar At-Thayyar yang jugta sepupu Nabi Muhammad saw.

Riwayat sejarah menyampaikan bahwa setelah terjadi dialog yang sedemikian rupa, sebagaimana yang bisa kita saksikan cuplikannya melalui film kolosal The Message. Maka setelah mendengar pembacaan Surah Maryam oleh Ja’far bin Abi Thalib as, maka sang raja Kristen yang bijaksana itu mengatakan bahwa jarak kalian (yakni umat Muslim) dengan kami (umat Kristen) hanya sebatas jarak dia dengan Ja’far bin Abi Thalib as. Sebuah ungkapan untuk menunjukkan betapa dekatnya jarak Umat Muslim dan Umat Kristen itu sebenarnya.

Pada saat ini, saya pun ingin menyampaikan kedekatan hubungan saya dengan Saudara Frans Donald dan rekan-rekan Kristen sekalian melalui ayat suci Al-Qur’an yang mengatakan:

“Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.” (QS. 5: 82)

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. 3: 64)

Salam Sejahtera dan Damai Bersama Kristus.

Sumber Utama dan terinspirasi untuk menulis artikel ini setelah membaca buku:

Frans Donald, Menjawab Doktrin Tritunggal, Perhal Ke-Allah-an Yesus, Cetakan ke-2, Borobudur Indonesia Publishing, Jakarta 2007.

About these ads

125 comments

  1. wah saya blum bisa menerima pemahaman ini.
    tapi paham kita tidak menganggap status ke semuanya sama kan..

    ———————————–

    Thx dan minal ‘aidin wal faaizin, mohon maaflahir dan batin.

    Kalau belum bisa terima ga pa2, tapi faktanya memang demikian.
    Kalau masalah kajian ideologi secara partikular, memang ada sedikit perbedaan.

  2. Menurut Kristen Katolik, Trinitas (Tritunggal Mahakudus) adalah:
    1. Allah Bapa
    2. Allah Putera (Yesus)
    3. Allah Roh Kudus
    Itulah pilar keimanan Kristiani.

    GBU.

    —————

    Terima kasih untuk komentarnya Mas Dewo. ;)

  3. Siiip, siiip tulisan keren
    hmm yang saya tangkap Ustad menafsirkan Ulil Amri itu adalah Ahlul Bait
    bisa tolong jabarkan lebih lanjut dasarnya
    Terimakasih, saya save ya :D

  4. sebenarnya muslim dan nashrani benar-benar dekat, yang menjauhkannya hanyalah bahwa baik muslim maupun kristen ‘menganggap’ bahwa Tuhan menyuruh mereka memusnahkan satu sama lain, atau menganggap yang lain sebagai domba yang sesat.

    ————————

    Betul, bahkan sehingga kita mengabaikan pentingnya berbuat kebaikan kepada sesama manusia …
    Thx yaa :)

  5. Heh….heh…heh….

    Pemahaman baru negh,…
    Mingsih asing, dan rasanya sayah mingsih belom bisa ngeh.

    Sedikit mirip dengan boss Arul, tidak lalu berarti semua agama sama kan ???

    ———————–

    Terima kasih untuk komentarnya. Mungkin “serupa tapi tak sama” ;)

  6. mudah-mudahan dgn penjelasan ini saling curiga di antara umat Kristen dan Islam bs hilang.
    Tapi saya blm faham soal ulil amri/12 org kalifah stlh Nabi. dan untuk konteks sekarang apakah masih diperlukan . mhn dijelaskan. Saya save.

    ———————————

    Untuk sementara, mungkin rujukan dalil ini bisa bermanfaat.

    Jabir bin Samura meriwayatkan: Saya mendengar Nabi saw berkata:
    ”Kelak akan ada Dua Belas Pemimpin.” Ia lalu melanjutkan kalimatnya yang saya tidak mendengarnya secara jelas. Ayah saya mengatakan, bahwa Nabi menambahkan, ”Semuanya berasal dari suku Quraisy.”

    1. Sahih al-Bukhari, (Bahasa Inggris), Hadith: 9.329, Kitabul Ahkam.
    2. Sahih al-Bukhari, (Bhs Arab), 4:165, Kitabul Ahkam

    Nabi saw bersabda:

    “Agama (Islam) akan berlanjut sampai datangnya Saat (Hari Kebangkitan), berkat peranan Dua Belas Khalifah bagi kalian, semuanya berasal dari suku Quraisy.”

    1. Sahih Muslim, (English), Chapter DCCLIV, v3, p1010, Hadis no. 4483.
    2. Sahih Muslim (Bhs Arab), Kitab al-Imaara, 1980 Edisi Saudi Arabia, v3, p1453, Hadis no.10.

    Terima kasih Mas Hary ;)

  7. alhamdulillah akhirnya ada momen juga ya ustad untuk menerangkan ‘ajaran agama samawi’ yang intinya Monothisme- TAUHID….ya Ali!

    —————————–

    Minal ‘aidin wal faaizin Ema, mohon maaf lahir dan batin yaa.
    Terima kasih :)

  8. secara permukaan emang gak sama tapi pada dasarnya emang sama kok :P

    ———————–

    se’ se’ .. apakah ini si Andito yang saya kenal dengan blog barunya yaa?! ;)

  9. Wah, anda pengikut Syiah ya?
    Kenapa Ulul Amri diartikan sebagai 12 belas orang khalifah atau imam setelah Nabi saw. seperti yang diakui oleh orang Syiah?
    Bukankah yang diwasiatkan nabi pada akhir hayatnya adalah agar umat berpegang pada Al Quran dan Hadits/Sunnah Nabi. Kenapa anda mengatakannya Al Quran dan ahlulbait.
    Islam tidak mengajarkan trinitas. Tampaknya apa yang anda tulis semua dalam posting ini tentang ke-trinitas-an Islam hanyalah pemikiran anda.
    Tolong beri penjelasan lebih lanjut.

  10. Sepertinya “trinitas” di tulisan ini terlalu dipaksakan.Secara garis besar,memang agama yahudi,kriste,Islam itu merupakan ‘series’ atau estafet.Istilah ‘trinitas’ bagi kristen yang ditolak islam karena kesannya Tuhan nya ada 3,meskipun yg sering diucapkan dua (Tuhan Allah dan Tuhan Yesus),sedangkan di Islam hanya satu,yang lain sbg pelengkap dan jelas dibedakan.Masalah pemahaman saja,krn pada sarnya aqidah kristen,yahudi,Islam sama menurut saya

    ———————————

    Yaah, demikianlah kehidupan kita, ada saatnya bersama dan ada saatnya berpisah berbeda … terima kasih ;)

  11. mungkin pemahaman anda kurang tepat.ada baiknya anda telusuri ulang pemahaman anda dan tidak dibenarkan memplot sesuatu itu dari pemahaman sendiri.
    segala sesuatu ada petunjuknya dan mungkin ada pemahaman anda yang tidak anda pahami seluruhnya…
    saya sarankan anda konsultasi dengan orang /badan yang lebih paham,di Indonesia kan ada MUI coba deh anda konsultasi kesana sebelum benar2 salah.
    Ingat loo salah pemahaman terhadap akidah menyebabkan seseorang syirik dan tidak ada pengampunan atas dosa tersebut,,

    wallahu a’lam bissohowab

    ————————-

    Siiiap Pak Agus!!!

    Berhubung pemikiran saya atau mungkin juga pemikiran Mas Agus tidak tepat, maka saya mengatakan:

    1. Mulai hari ini saya akan telusuri ulang seluruh pemahaman saya.
    2. Mulai hari ini saya tidak akan memplot pemikiran saya sendiri.
    3. Mulai hari ini saya mencari petunjuk karena mungkin ada pemahaman yang tidak saya pahami seluruhnya.
    4. Mulai hari ini setiap berpikir untuk segala sesuatu, maka akan saya konsultasikan terlebih dahulu ke pihak-pihak atau badan-badan seperti MUI.
    Kalau saya tidak melakukan berbagai hal di atas, maka resikonya adalah syirik™ … syirik™ … syirik™

    Pak Agus … ngomong-ngomong … pada saat anda menulis komentar ini, maka apakah anda telah melakukan 4 asfar (perjalanan) seperti yang anda sarankan kepada saya? Melihat dari kalimat “wallahu a’lam bissohowab“, kelihatannya belum juga yaa … ;)

    Hi hi hi .. hanya guyon loo Pa Agus, dan dijamin tidak syirik™ … :mrgreen:

  12. Paparan Anda terlalu menjeneral, dan hanyalah fikiran Anda sendiri, hati hati dengan fikiran, fikiran manusia selalu dipengaruhi oleh iblis dan syaitan sehingga manusia itu mengganggap semua nya sama.
    Islam tidak pernah mengajarkan konsep trinitas…
    Trinitas hanya diolah oleh pemikir Barat…

    —————————-

    Tanggapan:

    Setahu saya, setan itu hanya bisa mengganggu perasaan manusia dan bukan pikirannya. Karena, modal berpikir itu adalah akal, sedangkan modal perasaan adalah dugaan.

    “Setan” tidak akan pernah bermain di pola pikir yang universal, karena pola pikir universal itu terlalu terang benderang.
    “Setan” selalu main di pola pikir partikular atau hal-hal yang mendetil.

    Ketika anda mengatakan bahwa trinitas itu adalah olahan barat, apakah ia berasal dari pemikiran ataukah dugaan anda? Sebab, kalau berasal dari pemikiran, maka pasti disertai bukti-buktinya, sedangkan dugaan itu tidak demikian. ;)

    Ulil Amri dalam Islam tidak diartikan sebagai 12 Khalifah dan penekanannya dalam ayat Alquran “tidak mesti ditaati” seperti bunyi ayat yang artinya “Taatlah kepada Allah, Taatlah Kepada Rasul dan Ulil Amri daripada Kamu”… khusus yang Ulil Amri tidak dijelaskan dengan Kata “Taat”, maka jika Ulil Amri itu tidak lalu sesuai dengan Allah dan Rasul (Qur’an dan Hadist/Sunnah) maka dia pantas untuk tidak ditaati…
    Tulisan Anda terlalu menjeneral…

    ————————————–

    Tanggapan:

    Anda tahu fungsi kata “waw” (artinya: dan) dalam nahwu bahasa Arab, persisnya ketika Allah mengatakan ‘atiullah wa ‘atiurrasul wa ulil amri minkum atau “taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan ulilamri minkum”.

    Jangan karena kata taatnya tidak disebut, lalu berarti anda simpulkan bahwa pernyataan Al-Qur’an itu tidak mensyaratkan ketaatan … Coba baca ayat ini:

    “Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” (QS. 4:83)

    Pada ayat di atas, kira-kira peran ulil amri itu untuk ditaati ataukah tidak? :mrgreen:

    Saya yang uraiannya menjeneral ataukah anda sendiri? Tentang 12 imam, silahkan anda baca Sahih Bukhari.

    Jabir bin Samura meriwayatkan: Saya mendengar Nabi saw berkata:
    ”Kelak akan ada Dua Belas Pemimpin.” Ia lalu melanjutkan kalimatnya yang saya tidak mendengarnya secara jelas. Ayah saya mengatakan, bahwa Nabi menambahkan, ”Semuanya berasal dari suku Quraisy.”

    1. Sahih al-Bukhari, (Bahasa Inggris), Hadith: 9.329, Kitabul Ahkam.
    2. Sahih al-Bukhari, (Bhs Arab), 4:165, Kitabul Ahkam

    Nabi saw bersabda:

    “Agama (Islam) akan berlanjut sampai datangnya Saat (Hari Kebangkitan), berkat peranan Dua Belas Khalifah bagi kalian, semuanya berasal dari suku Quraisy.”

    1. Sahih Muslim, (English), Chapter DCCLIV, v3, p1010, Hadis no. 4483.
    2. Sahih Muslim (Bhs Arab), Kitab al-Imaara, 1980 Edisi Saudi Arabia, v3, p1453, Hadis no.10.

    Salam dan terima kasih untuk komentarnya ;)

  13. Makasih ustad…masukan yang menarik….
    Memang kita harus mencari, belajar terus, dan membuka hati untuk bisa menerima pemahaman yang rada beda dengan yang sudah tertanam dari kecil. Karena, belum tentu yang mayoritas adalah suatu kebenaran…afwan…..saya termasuk yang sedang mencarinya….salam….

    ——————————-

    Salamun ‘ala man ‘itaba’ al-huda …
    Salam Sejahtera bagi mereka yang mengikuti petunjuk
    Terima kasih :)

  14. Saya jadi teringat, pernah membaca artikel di Tempo (lupa tanggalnya) ada Kristen sekte Islam. Kalau tidak salah mereka itu umat Kristen yang mengakui nabi Muhammad adalah nabi yang dijanjikan sesuai dengan penafsiran terhadap injil mereka. Mereka mengurutkan dari Abraham ke bawah ternyata yang dimaksud anak Abraham yang disembelih itu Ismael dan keturunannya yang berlanjut ke Nabi terakhir itu Muhamad SAW. Kristen sekte Islam ini kalau tidak salah pusatnya di Manado dan pengikutnya ada mantan pejabat tinggi Sulut. Apakah Kristen unitarian ini sama dengan Kristen sekte Islam ?
    Ada lagi Kristen dari Yayasan Kanisah yang asalnya dari Syria. Di faham syariat mereka, ada solat mirip solatnya kaum Muslim. Hanya lebih banyak, kalau tidak salah tujuh kali? Kalau ada informasi lengkap, mungkin lebih menarik lagi.
    O ya, sekalian di lebaran ini maaf lahir -batin. Tetap berkarya menuju kebenaran Cahaya-NYA. amin

    ——————————————

    Salam sejahtera bagi mereka yang menabur kedamaian dan menyelamatkan manusia. Amin. ;)

  15. Wah kalo pendapat Saya, Islam Tetap Mengajarkan Monotheis, ALLAH yang harus kita Sembah, DIA yang Menciptakan Semuanya lihat QS.2:21-22 Muhamad SAW hanya Manusia Biasa, ia tidak ingin di Sembah lihat QS.41:6 , apalagi menyembah ahlubait yg nyata2 manusia seperti kita. Muhamad SAW termasuk dlm Rukun Iman, wajib diYakini bukan di Sembah seperti halnya kepada Malaikat (Salah Satunya ROH KUDUS) mereka sama2 mahluk Ciptaan ALLAH. Sedangkan ISA As Secara tegas mengatakan dlm QS.2:51,QS.4:171-172 dan masih banyak ayat AL-Quran lainnya yg menyatakan ISA As manusia biasa dan ALLAH MAHA ESA. Sekarang yg di patut di pertanyakan Anda MUSLIM bukan? Kalau anda MUSLIM, anda tentu mempelajari RUKUN IMAN dan AL-Quran dengan Keseluruhan.

    ———————————

    Sebelum menjadi Muslim, seseorang itu dianjurkan untuk iqra’ (artinya: bacalah), jadi tolong artikel saya dibaca semuanya baru dikomentari but thanks anyway:)

  16. Menarik…, menarik…
    Salam sejahtera dan damai bersama Kristus. Haleluya!

    Ada lagi satu Trinitas Keilmuan (threefoldness) yang merupakan pokok utama pengetahuan;

    1) Petunjuk yang kuat (ayat muhkamah)
    2) Tugas yang seimbang (faridhatun ‘adillah)
    3) Sunnah yang mapan (sunnah qaimah)

    ———————————

    bijaksana … bijaksana … terima kasih ;)

  17. islam memang tidak mengajarkan trinitas, tapi apa yang dipaparkan masuk akal. apalagi yang terangkum dalam ilmu iman ihsan. coba pikir bila salah satunya tidak ada? ilmu tanpa iman, kering-hampa, iman tanpa ilmu sesat, iman dan ilmu tanpa ihsan, fasiq. klo memang ada yg salah, diperbaiki, jangan hanya menuduh sesat, terus ribut. islam itu rahmatan lil alamin, udah pada tau kan. tapi eksistensinya apa? kita boleh menentukan kepada siapa kita bermadzhab asalkan bisa mempertanggungjawabkan! jgn sekedar ikut2an. sekali lagi selamat buat Mas Musadiq.
    saya tunggu artikel berikutnya.
    salam http://benbego.wordpress.com

    ——————————

    Alhamdulillah, senangnya bertemu dengan orang-orang yang bijaksana … terima kasih Mas Ben ;)

  18. Trinitas –> 3 tuhan ( tiga pribadi dalam satu Tuhan)
    >> 1. Tuhan Bapa
    2. Tuhan Putera (Yesus)
    3. Tuhan Roh Kudus.

    Islam Tidak Menolak Trinitas, Bahkan Mengajarkannya. :
    * Allah Swt.
    * Nabi Muhammad saw/Al-Qur’an.
    * Ahlulbait as/Sunnah.

    Pertanyaannya ???
    * Allah Swt. <<< memang Allah dalam Islam
    * Nabi Muhammad saw/Al-Qur’an. <<?? Apa Allah juga dalam Islam
    * Ahlulbait as/Sunnah. << ?? Apa Allah Juga dalam Islam

    secara sederhana saya pahami, Untuk menjadi orang Islam ada 5 syarat :
    1. Syahadat
    2. Shalat
    3. Puasa
    4. Zakat
    5. Pergi Haji jika mampu.

    dan yang namanya orang islam harus mengimani (percaya) :
    1. Iman Kepada Allah
    2. Iman Kepada Malaikat Allah
    3. Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah
    4. Iman Kepada Kitab Suci Allah
    5. Iman Kepada Hari Pembalasan
    6. Iman Kepada Takdir dari Allah.

    Islam melihat nabi/rasul sebagai mahluk Allah yang harus di imani, Islam melihat Al Qur’an sebagai Kitab dari Allah.

    Dimana Trinitas dalam Islam yang dimaksud ??

    Ada batas yang tegas antara Haq dan Batil !
    semoga kita semua di beri hidayah oleh-Nya dan tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang mencampur haq dan batil ! aminn

    —————————————–

    Apa hubungan kata trinitas sama Allah swt atau Tuhan Bapa?
    Anda ini sedang membicarakan kata trinitas itu sendiri, ataukah makna trinitas yang dipahami di dalam ideologi Kristen?
    Apakah artikel saya sedang membahas arti kata trinitas saja, ataukah membahas makna trinitas sebagaimana yang dipahami di dalam ideologi umat Kristen?
    Mas/Mbak … kata playboy dalam bahasa Inggris itu jangan selalu diidentikan dengan majalah Playboy™?
    Jadi, apakah saya yang lagi mencampuradukan makna kata ini, ataukah anda sendiri yang sedang memblendkan kata ini dalam pemahaman ideologi Kristiani?
    Hi hi hi … :)
    Thanks untuk komentarnya … :mrgreen:

  19. wah gile banget tuh artikel
    ——————
    Ga juga kok Mas Daud, biasa aja, tapi barangkali karena antum kurang akrab saja dengan kajian kebahasaan, biblikal dan filsafat.

    nah begini mas tentang ahli kitab ini
    kalau ahli kitab ingin disebut orang muslim and mukmin .barangsiapa yg yg melakukan shalat seperti shalat kami ,menghadap kearah kiblat kami dan memakan sembelihan kami ;maka dia muslim baginya pahala yg menjadi pahala kami dan baginya pula dosa yg menjadi dosa kami
    selesai termasuk jg frans donald dll .
    ——————-
    Saya tidak mengatakan bahwa Ahlulkitab itu berarti identik Muslim, alih-alih sebagai Mukmin, tapi apakah antum nafikan bahwa umat Kristen itu adalah kelompok yang paling dekat dengan orang-orang yang beriman? Ataukah umat Nasrani yang disebut oleh Allah di dalam QS. 5: 82 itu, kini, sudah tidak ada lagi? Jangan mengeksklusifkan Islam dan Al-Qur’an itu seolah-olah hanya untuk koloni antum Mas Daud, itu pemahaman yang keliru dan menyesatkan.

    kenapa ? karena hukum taurat dan injil telah terhapus dgn hukum yg dibawa rasul al quran adalah gabungan semua kitab nb dan rasul yg terdahulu sedangkan rasul melarang kita mengikuti yahudi plus nasarah
    ——————-
    Tidak benar bahwa semua syariat kitab-kitab terdahulu itu sudah dihapus semuanya.
    Antum disunat gak? Mana dalil Al-Qur’annya? Jangan-jangan anda melakukan syari’at yang satu ini dan yang adanya di dalam Bibel:
    “Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.” (Kejadian 17: 10-11)
    ;)

    serta meyuruh kita mengikuti syariat yg tlh beliau laksanakan
    ——————-
    Saya tanyakan lagi kepada antum, dalil sunat di dalam Al-Qur’an itu dimana?

    kalau sunni bilang al quraan dan sunnah
    ——————-
    Yaa benar sekali! Untuk Sunni yang mengabaikan Sahih Muslim dan kitab-kitab hadis muktabar lainnya, maka mereka akan mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah, sementara Muslim Sunni (pengikut Sunnah Nabi saw) yang hakiki adalah mereka yang mengikuti hadis-hadis sahih yang ada di dalam kitab-kitab Sunni sendiri. Bukankah begitu Mas Daud?

    nah syariat ini syiah bilang alquran sunnah plus ahlul bait
    maaf kalau ada salah kata
    ——————-
    Penulis Sahih Muslim itu Sunni atau Syiah Mas Daud?! :)

    oh yah hati hati mas kalau dgn tuliasan ini dapat membuat tanggung jawab yg besar dihadapan allah karena sudah jelas bahwa taurat injil banyak palsu alquran pun tlh memperingatkan kalau kt pake pikiran sendiri tanpa dasar yg jelas waduh gimana yah? wah sy gak tau deh jd apa
    jwban nya ada pd attaubah ayat 30 terpelisit dan jelas
    ——————-
    Heemm, bagaimana dengan anda sendiri, khususnya setelah mengetahui bahwa ada dalil sahih di dalam Sunni yang mengatakan bahwa Al-Qur’an dan Ahlulbait itu harus diikuti. Sebaiknya anda juga siap-siap untuk mempertanggungjawabkan dua pusaka Nabi saw itu …

    Saya tidak mau pakai ra’yu sendiri Mas Daud, tapi saya hanya mengikuti hadis-hadis yang Sahih saja, kalau antum bagaimana?

    “Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.” (QS. 5: 82-83)

    Soal adanya pemalsuan, sebaiknya kita juga berhati-hati di dalam memilih dan memilha suatu hadis dan sebaiknya memilih hadis yang benar-benar sahih saja …

    Maaf kalau ada kata-kata saya yang tidak berkenan :mrgreen:

  20. Salam, salut aja buat ustad bisa dengan begitu sabar menjelaskan hal2 yang kadang menurut saya sangat sederhana tapi ternyata buat sebagian orang itu sangat njelimet..bahkan saking “…”nya sering ngasih komentar yang ga nyambung…sebenarnya saya aga bingung juga ko bisa begitu ya…? :(
    apakah ini terkait dengan genetis, atau ah.. ko jadi ikut2 njlimet.. uda ah… salut aja buat ustad…
    Salamun ‘ala man ‘itaba’ al-huda …

    —————————-

    Terima kasih Bearclaws …
    Menurut saya ini adalah akibat spiritual disorder … tapi bersabar itu indah.
    Anyway thx again :)

  21. SESAT BANGET..!!!!!! DARI MANA ISLAM MENGAJARKAN TRINITAS ?!!

    ANEH..NGAJINYA NANGGUNG KALI..!!

    PEMAHAMANNYA JUGA ANEH ?

    DALAM ISLAM:

    ALLAH=TUHAN YANG BERHAK DISEMBA TAMPA SEKUTU.
    MUHAMMAD= MANUSIA BIASA PENYAMPAI RISALAH.
    AHLUL BAIT/ULIL AMRI DLL=MEMILIKI ARTI MASING MASING

    KO DIBILANG TRINITAS YA ? PADAHAL ALLAH, MUHAMMAD DLL BUKAN SATU KESATUAN, DI YAKINI KEBENARAN ADANYA MEMANG, KARENA ITUH ADALAH PERINTAH ALLAH YANG MENCIPTAKAN MUHAMMAD DLL, BUKAN MENYATU/MENJADI SATU KESATUAN.

    ANECH POKONYA..

    MERDEKA..

    —————————————–

    PIlihan ganda berikut ini mungkin bisa menolong anda. Memangnya anda ini sedang berkhayal soal kesatuan dalam hal apa?

    a. Zat.
    b. Visi.
    c. Misi.
    d. Visi dan misi.
    e. Semuanya.

    Sesat™ Sesat™ :mrgreen:

  22. tambah rame, aja.
    kalo gitu, sampul depannya harus ganti! Jangan Chidori no Jutsu, tapi Rasengan no Jutsu-nya Naruto yang jauh lebih dahsyat! kalau perlu nyang versi Shuriken-nya, hehe…
    (p.s. yang ini cuma diketahui sama fans Naruto, doang ^_^)

    —————————

    Katanya Raikiri no jutsu juga ampuh yaa …

    Ide jurus ini adalah sumbangan pemikiran dari murid saya yang sedang kuliah di Unpad Bandung … biar lebih seru katanya …

    desjik … desjik … desjik ….

    *para radikal buta itu langsung bergelimpangan* :mrgreen:

    Thanks buat masukannya.

  23. wah kok jadi rame ya, kan sudah romo musadiq jelaskan dalam topik ini didahului dengan kata “saya” jadi itu memang kesimpulan dari posisi keilmuannya. nah sekarang tinggal bagaimana penjelasannya (interpretasi filosofis) dari kesimpulannya itu rasional nggak. Yaachh orang harus punya identitas dong mas! atau kiat, jurus, trik, untuk memperkuat ingatan ideologinya. lahh menurut saya rasional kok, kan hanya Allah sebagai zat satu-satunya yang disembah, Rasulullah sebagai utusan juga wajib kita yakini toh?!, ulil amri sebagai penegak agama Allah juga wajib kita yakini toh?! Tapi tentu saja dua yang belakangan tidak disembah!!

    —————————-

    Terima kasih Saudara Denjaka ;)

  24. pak benyamin ana mengenal ane di situs yang lain. dan selama ini anda adalah orang yang sangat-sangat saya kagumi karena sangat mengutamakan ukhuwah, dan anda sendiri berikrar bahwa kita sunni dan syiah saudara karena sama-sama mengucapkan syahadat, nah kok sekarang anda menjilat kembali janji anda?!

  25. Bravo….Tops..dan saudaraku telah memberi kemasan dalam penyatuan konsep trinitas dengan konsep irfan/tawawuf versi ahlul bayt as yang hampir tidak ada cela untuk dikritisi atas ulasan saudaraku ini…. Pada kesempatan ini yang kami mau tanyakan disini, apakah konsep trinitas yang saudara maksud bisa disamakan dengan konsep wahdah al wujud versi Ibn Arabi. Jawabannya hanya mudah YA atau TIDAK?

    ————————-

    Iyaa, tapi saya pilih Mulla Sadra, ketimbang Ibnu ‘Arabi.

    Pertanyaan lainnya ketika pernyataan Raja nasrani tersebut apakah fahamnya sama dengan para Tokoh nasrani Katolik Roma yang mana saudaraku pasti mengetahui beberapa perubahan atau “penyelewengan” dalam konsep ketauhidan?

    ————————-

    Iman pribadi seorang Kristen terhadap konsep trinitas di satu sisi, dan dogma trinitas itu sendiri di sisi yang lain harus tetap dibedakan. Tidak semua umat Kristiani telah mengimani trinitas seperti yang dihasilkan oleh konsili.
    Dari sisi filosofis, kesalahpahaman atau “penyimpangan” ini bisa menjadi ada, saat dicetuskannya istilah homouseous, yakni ketika masing-masing pribadi diidentikan sebagai sezat atau sehakekat. Sedangkan apabila tidak diidentikan, maka kata trinitas itu sendiri tidak menyimpang.

    Pertanyaan lainnya kepada saudaraku terkasih….dalam ulasan saudaraku menggunakan landasan keilmuan filsafat, sejarah dan atau apa?

    Terimakasih

    ————————-

    Saya meninjau hal ini dari sisi etimologi kata trinitas itu sendiri, lalu terjadinya proses pembakuan kata ini (trinitas) dalam proses sejarah, dan juga sedikit sisi filosofisnya secara umum.
    Semoga berkenan. Terima kasih dan jazakallah kheir ;)

  26. :)) Terima Kasih atas tanggapan anda terhadap tanggapan saya kemarin,

    —————–

    Terima kasih Sama-sama.

    benar kata “Wa” atau “waw” menyatakan tersirat “Taat” kepada Ulil Amri tetapi penekanan nya tidak seperti pada Allah dan Rasul, artinya Jika Ulil Amri itu khilaf atau salah maka Kita tidak mesti taat, tugas kita memberi tahu Ulil Amri nya…. Sementara Kepada Allah dan Rasul “Mesti” dan Wajib Taat karna Allah mustahil bersifat Salah dan Ajaran yang dibawa oleh Rasul SAW datang nya dari Allah yang juga Mustahil Salah

    —————–

    Heemm, jelas bahwa anda masih belum tahu fungsi “waw” dalam nahwu bahasa Arab. Menurut pemahama anda bahwa ulil amri itu bisa berbuat salah, maka ayat ini berarti dibaca sebagai berikut:

    Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah (yang pasti selalu benar) dan taatlah kepada Rasul (yang pasti selalu benar, meskipun Sunni sendiri dalam hal ini sering mengatakan bahwa Nabi saw sering berbuat salah dan ditegur Allah swt) dan ulil amri (yang kadang berbuat benar dan kadang berbuat salah) … lalu pada saat yang sama, Al-Qur’an juga memerintahkan bahwa jika kalian berselisih atas sesuatu hal, maka kembalikanlah urusan itu kepada Rasul (yang pasti selalu benar, meskipun Sunni sendiri dalam hal ini sering mengatakan bahwa Nabi saw sering berbuat salah dan ditegur Allah swt) dan ulil amri (yang kadang berbuat benar dan kadang berbuat salah) … Mas Busran … ini agama dagelan namanya!!

    Bagaimana ketika anda sedang berselisih, lalu anda membawa kasus itu kepada seorang hakim, tapi tiba-tiba anda menegur si hakim karena dia dianggap tidak tahu bagaimana cara memutuskan suatu perkara itu secara benar … Dan waraskah Allah swt menyuruh anda untuk taat kepadaNya secara sempurna, taat kepada Rasul secara sempurna, lalu setengah taat kepada ulil amri saja … karena anda punya andil untuk mengoreksi mereka.

    Akan tetapi pada saat yang sama, ketika para sahabat dikritisi karena berbuat salah, lantas dikatakan bahwa mereka tidak mungkin berbuat salah karena mereka semua mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw secara benar … Tapi anda katakan lagi bahwa para ulil amri itu tidak perlu ditaati 100% karena mereka terkadang tidak mengikuti Allah swt dan RasulNya secara penuh, karena mereka terkadang suka berbuat kesalahan, yang artinya bahwa saat mereka berbuat salah, maka hal itu berarti mereka sedang tidak mengikuti Allah dan Rasul-Nya secara penuh …

    Terima kasih Mas, saya gak mau ikutan sama agama seperti ini Mas …

    … jadi disini konsep trinitas tidak…

    ———————-

    Tidak ada, tidak bisa atau apa … munkin bisa yang lebih jelas Mas
    :mrgreen:

    Hati-hati terhadap penafsiran… karena salah salah bisa Sesat…

    ———————

    Hukum ini berlaku bagi saya dan anda juga Mas Busran …

    mungkin ini hanya renungan buat Anda..
    “Walantardha ‘angkal Yahudu walan Nashara Hatta tattabi’a Millatahum…..”
    …Tidak akan Rela/Ridho orang2 Yahudi dan Nashrani KEpada Mu sampai Kamu benar2 mengikuti Millah Mereka”… segala cara akan dilakukan oleh orang2 Yahudi dan Nasrani termasuk permainan Bahasa dan Tafsir…

    ———————-

    Ini renungan saya untuk anda juga Mas …

    “Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.” (QS. 5: 82-83)

    Salam kenal ;)

    Wallahu a’lam bissawab

  27. yup… bahkan sebenernya istilah anak Tuhan tidak sepenuhnya salah. hanya pemahaman orang saja yang kadang keliru.

    eh saya kok memahami ahli bait (pemilik rumah) sebagai pemilik hati ya? sebab ‘rumah’ sering di maknai hati dalam dunia sufi, bener ga? CMIW..

    maka dari itu pada jaman sekarang Nur Muhammad lah ahli bait itu, maksud saya secara hakiki. namun secara historis ya 12 imam itu….
    setuju ga?

    ———————–

    Setuju saja sih, karena Rasul saw dan Ahlulbait as itu adalah ayatuna al-kubra (tanda Kami yang paling besar), tanpa keimanan kepada Ahlulbait as, maka Rasul saw tidak bisa dikenali secara benar, dan tanpa mengenal keduanya, maka Allah swt tidak bisa dikenali secara benar juga.

    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad Terima kasih :)

  28. hihi.. dalam diri kita itu lah ayatuna al-kubra. maka di sebutkan ketika kita mengenal diri kita maka kita mengenal Tuhan. man ‘arafa nafsahu faqod ‘arofa Robbahu

    wa’lamuu anna fiikum Rasulallah… nah di AlQur’an sendiri udah di jelasin bahwa di dalem diri kita ada Rasul (Ahl Bait-pemilik hati-Nurani)

    trus di ayat lain disebutin bahwa di dalem diri kita ada sesuatu yang sangat penting, ya maksudnya ayatuna al-kubra itu ya…

    wah matur nuwun….

    ———————–

    Setuju! Tapi jangan sampai juga ayat yang menyerukan “Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah, dan taatlah kepada Rasul dan Ulil Amri” itu dirujuk ke diri sendiri . . . hi hi :mrgreen: nanti khawatir banyak Mas Daud … Mas Daud yang baru … (cuma guyon lho Mas Daud … ;) )

    Sebab, sebagaimana hadis “man ‘arafa nafsahu faqod ‘arofa Robbahu” itu rujukan yang pas, maka yang paling tahu siapakah Ahlulbait as itu sendiri adalah Allah dan RasulNya, seperti ketika Allah memberitakan bahwa “innama yuridullah liyuzhiba ‘ankum arrijza ahlulbait wa yuthahirakum thathhiro” (QS. 33:33) alias 3 + 3 + 3 + 3 = 12; sedangkan 1 + 2 = 3.
    Lalu Nabi saw menjelaskan bahwa Ahlulbaitnya adalah Sayyidah Fathimah as, Imam Ali as, Imam Hasan as dan Imam Husein as.

    Walhasil, selain kata ahlulbait as ada arti maknawiyahnya, yaitu yang berarti rumah hati atau Salman al-Farisi (karena dia juga pernah disebut bagian dari Ahlulbait as Nabi), maka makna hakikinya juga jangan ditiadakan sama sekali, yaitu ahlulbait Nabi saw atau para penghuni rumah Nabi saw itu sendiri. Setiap hakekat ada gambarannya, dan setiap gambaran ada hakekatnya.

    Thanks ;)

  29. saya pernah denger katanya Nabi pernah bersabda bahwa boleh2 saja kita meminta fatwa kepada ulama, namun lebih baik lagi kalo meminta fatwa kepada diri kita sendiri (Nurani). anda pernah dengar hadis semacam ini?

    Saya kira ada benarnya juga, cuma masalahnya mendengarkan Nurani itu sangat sulit, sampai2 di sebut hati kecil (walo sebutan ini aga kurang tepat), karena suaranya yang kecil dan pelan. di sisi lain banyak orng yang mengaku udah bisa mendengar suara nurani, padahal yang didengar adalah nafsunya sendiri… di turuti pula… kacaw memang…

    ulil amri ya bisa2 aja dikembalikan ke diri sendiri, dengan catatan orang yang bersangkutan telah mengenal dan bersahabat baik dengan Nurani…. begitu dia mengenal Nurani dan menyatu dengan Nur Muhammad, maka Allah berfirman melalui mulutnya, melihat melalui matanya, berbuat dengan tangannya…. maka dia udah connect langsung…. tapi ya ini cuma opini saya yang nyontek dan dikaitkan dengan sebuah hadis qudsi kalo g salah lho… hehehe

  30. Mas Mushadiq, ngikutin dialog anda enak juga. artikelnya saya copy boleh kan. Mungkin ada bebarapa teman biar bisa baca. Trims.

    —————-

    Silahkan Mas Zen. Terima kasih anda sudah menabur pemikiran ini kepada kawan-kawan anda. Jazakallah.

  31. “innama yuridullah liyuzhiba ‘ankum arrijza ahlulbait wa yuthahirakum thathhiro” (QS. 33:33) alias 3 + 3 + 3 + 3 = 12; sedangkan 1 + 2 = 3.

    lho lho kok saya bisa gak kepikiran ya, hebat hebat
    ah pokoknya “Kelen”
    Pas gitu ya :D

    ———————

    Sebuah “kebetulan” yang hebat yaa … tapi itu seandainya “kebetulan” di alam kehidupan ini memang benar-benar ada … ;)

  32. wah provokasi via posting antum cukup ampuh. pengunjungnya membludak. doakan ana.

    ——————-

    Hi hi hi :mrgreen: Ahlan Sayyid, fiennak? Jadi kangen pingin ngobrol-ngobrol …
    Menurut ana judul dan featurenya saja yang terkesan provokatif, padahal isi artikelnya biasa saja …
    Kan jadi lucu, kalau kata trinitas itu mesti selalu dimaknai, apalagi diidentikkan dengan dogma Kristen …

    Seru yaa melihat sebagian tanggapan-tanggapan yang masuk … ;)

    Fi amanillah Ustadzi … Salam dan jangan lupa oleh-olehnya … hi hi hi :mrgreen:

  33. wah, jadi pingin tahu.
    siapa nih, pewaris Raikiri-nya Kakashi ini.
    salam kenal, dong!

    Kalo melihat efektifitas jurusnya + kerennya, ‘Raikiri no Jutsu’ emang pas. Satu persatu nyang sok tahu dan berani mengacau langsung jatuh bergelimpangan, gak kuat menahan daya serangnya yang emang unbreakable! KEREEENN…!!!
    Ini baru ‘ORI’, bukan ‘BLACK MARKET…’

    Hehe…, aku njiplak ucapannya siapa, ya?
    Minta ridhonya ya, Ustadz.

    ——————-

    Salam kenal juga ;)

  34. Jadi, apakah saya yang lagi mencampuradukan makna kata ini, ataukah anda sendiri yang sedang memblendkan kata ini dalam pemahaman ideologi Kristiani?
    >>>
    pada saat guru matematika menerangkan 3 titik terhubung dengan garis yang sama sisi, pasti siswa langsung menjawab itu segitiga, pada saat guru kimia menerangkan hubungan kalor, udara dan bahan mudah terbakar, siswa tahu itu rantai reaksi kimia terciptanya api

    ————————

    Terima Kasih Pak Guru, tapi tidak nyambung deh … :mrgreen:

    saat mas menulis kata trinitas dan kalimat berikutnya berbau ke agama, hmmm kira-kira pikiran pertama menuju kemana ?

    ————————

    Kata triinitas kemudian agama … tidak!
    Pertama kali yang justru saya ceritakan di artikel ini adalah seputar debat penolakan trinitas yang diselenggarakan oleh PuSETA …
    Lalu saya katakan bahwa “Kata “trinity”, atau dalam bahasa Indonesia berarti trinitas, sering diartikan dalam konteks dogma Gereja Kristen yang baru muncul pada kisaran abad ketiga, sehingga banyak Muslim yang merasa angker kalau mendengar kata ini.” Kalau anda membaca secara benar, persepsi partikular yang muncul dipikiran anda seharusnya sudah tidak ada. Tapi kalau artikel ini dibaca dulu seluruhnya …
    ;)

    adakah hal lain yang sedemikian terkenal dengan konsep trinitasnya selain dogma kristiani ?

    ————————

    Iya, itulah sebabnya mengapa saya tahu bahwa anda belum membaca artikel saya secara menyeluruh terlebih dahulu.
    Akibatnya, anda sudah menanamkan sejumlah persepsi kata trinitas bahwa kata itu sepertinya harus identik dengan ideologi Kristen saja sejak awal.
    Pernyataan anda membuktikan bahwa sebelum membaca artikel ini secara menyeluruh, maka anda sudah menyimpulkan artikel ini menurut persepsi pikiran anda sendiri..
    . :mrgreen:

    adakah dalam kajian teologi kristiani, mengkaji trinitas itu berarti sedang mengkaji islam.

    ————————

    Saya tidak mengkaji teologi Kristiani dan judul artikel ini membuktikan bahwa saya tidak menyebut kata Kristen sama sekali sejak awal.
    Lebih tepatnya, kajian saya ini adalah kristologi Islam. Kajian kristologi Islam membahas agama samawi, dan bukan kristen saja.

    adakah kajian dalam kristiani, Trinitas adalah Tuhan yang Esa tanpa Yesus dan Roh Kudus menyertainya?

    ————————

    Banyak Mas, bahkan debat hebat saat terjadinya muktamar Nikea adalah upaya sebagaian besar patriakh Kristen perdana yang ingin mempertahankan Tauhid. Kajian ini sebenarnya mengakar dari tema-tema filsafat dan bukan teologi tekstual. Saya justru menampilkan tulisan Saudara Frans Donald karena selain beliau adalah seorang Kristen, tapi tema-tema penguraian ulang seputar trinitas justru diangkat dari ajian teologi tekstual.

    atau ada hal lain tentang trinitas dalam kristiani

    ————————

    Ada banyak .. yaa kajian Saudara Frans Donald itu salah satunya Mas …

    dan kata trinitas itu sekarang dicoba mas untuk masuk dalam perbendaharaan kata-kata kajian di islam, entah untuk pembelajaran, entah untuk pembiasaan, dan entah untuk apa ?

    ————————

    Untuk menghilangkan persepsi Muslim kebanyakan, seperti anda sendiri, yang selalu mengaitkan kata trinitas di satu sisi dengan dogma Kristen di sisi yang lain.

    hihihihi mas lah yang tahu, lagi campur aduk , campur tempe, atau tahu campur.

    ————————

    hi hi hi hi :mrgreen: enaak juga tuh campurannya …

    Oiya sekedar mengingatkan sejarah, saat itu penguasa, Raja Habasyah yang beragama Nasrani (Kristen << setahu saya merupakan pemberian nama dari para pemuka agama yahudi untuk agama pengikut nabi Isa, entah apa tujuannya ;)), merupakan nasrani yang tidak berpaham trinitas, dan percaya Isa Almasih adalah seorang rasul, hal itu yang mendorong nabi Muhammad SAW, memerintahkan umatnya berlindung kesana.

    ————————

    Kajian sejarah itu adalah segala sesuatu yang sudah lampau Mas dan ada sederetan pembuktiannya. Kata “setahu saya” belum memadai…

    Semoga Allah selalu membimbing kita dalam mencari-Nya, dan kita selalu dilimpahi ridho dan hidayah-Nya, aminn.

    ————————

    Sama-sama Mas ;)

    tahu campur hangat, musim ujan gini enak mas, kapan2 kita makan bareng ya, hihihihihi

    ————————

    tahu + campur + hangat … = masakan enak tuh … boleh aja hi hi hi :mrgreen:

  35. Please deh…cape Deh…Pandangan orang tidak harus diributkan, justru harus saling melengkapi dan memberikan masukan membangun,bukan debat delman atau ingin menjatuhkan….masalah trinitas versi sang penulis didasarkan dengan konsep wahdah al wujud ala Mulla Shadra…Jadi sah2 saja penulis mengemukakan hal tersebut dengan landasan keilmuan dan pemahaman yang diambilnya. BESI dan API adalah 2 benda/zat yang berbeda tetapi apabila mereka berinteraksi dan terjadi proses kimiawi maka akan bersatu…dan salah satu nya akan melebur kedalam zat yang lebih dominan…tapi kalo kita cermati lebih dalam ketika sesudah terjadinya proses penyatuan tersebut tetap saja kita bisa menemukan zat2 yang berbeda…Mohon maaf kalo kurang memuaskan penjelasan saya…Thx…PEACE

    1. yang penting cocok ga ama petunjuknya.kalo memeng cocok ya udah ga usah ribut,lha wong sesat ato tidak yang tau cuma TUAN SEMESTA ALAM ALLAHNYA ABRAHAM.

      1. kalau ujung-ujungnya bahwa yang pasti tau cuman Tuhan doang, lantas ngapain dicocok-cocokin … yaa pasti gak bakalan tau juga kan? laaah kok … ?! 8O

  36. ya Allah ..kita bisa melihat orang yang hanya turkurung dengan pikirannya masing2 dan ilmunya masing2, jadi bila ada yang berbeda langsung ‘ngejudge’ salah…..sooo klasik….rasanya ilmu yang kita punya lah yang paling benar, bila berbeda seharusnya di teliti dulu dengan akal dan nalar yang benar, bila ia akui saja …tidak perlu men’judge’ lagi…..Lagian ustad kan juga belajar ‘kristologi’nya memakan waktu taunan dari kecil sudah tertarik..jadi ga mungkin dia asal nulis….Semoga Allah, Rasul saaw dan Aimah beserta antum …ya Ali!!!

    —————

    Syukran sama-sama Ema, jazakallah kheir.

  37. salam kenal Mbak Ema…Oh penulis ternyata seorang ustadz?

    —————
    8O Ustadz?! :? … hiiks

    *kabuur*

  38. Masak sih Tuhan berubah-ubah dalam menetapkan hukum-Nya. Ajaran yang ada dalam Kitab Tuhan yang sejati (bukan yang telah diubah-ubah lho) dari semenjak jaman Adam as sampai Al Qur’an pastilah tetap sama. Yang ada adalah penyempurnaan bukan perobahan…! Disesuaikan dengan kapasitas keilmuan dan peradaban manusia pada zamannya secara bertahap. Dari Adam as yang tetap diajarkan tentang Trinitas: Monotheisme, Kenabian Muhammad, juga Wilayah Ahlulbaytnya. *************************************************************************. Jadi Viva Trinitas…!

    Dari zaman Adam as incest juga telah dilarang. Habil dan Qabil tidak berseteru karena masalah perempuan. Tetapi karena si pembunuh hasud pada kenabian saudaranya. Mereka juga tidak dikawinkan dengan perempuan saudaranya tetapi si pembunuh dengan Jin yang diubah menjadi manusia, dan sang nabi (terbunuh) dengan bidadari. Jadi kita ini masih ada darah jin juga bidadari jadi ada yang juelek juga ada yang cuantik. hehehe… :-)

    Btw, sepertinya juga ada ayat bahwa yang paling besar permusuhannya kepada orang beriman (bukan orang islam) adalah yahudi dan musyrik wilayah alias wahabi dan kroni-kroninya. Lupa ana surat apa ayat berapa tetapi ada. Dan yang semakin alim tanpa wilayah akan semakin keji. Terbukti khan…?

    ———————-

    Minta maaf sebesar-besarnya sekali lagi, karena beberapa kalimat dalam komentar antum ini terpaksa saya sensor. Sebab, ada kekhawatiran pribadi pernyataan antum disalahpahami oleh pembaca lain. Adapun ayatnya adalah Al-Ma’idah ayat 82:

    Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”

    Terimakasih. :)

  39. adakah dalam kajian teologi kristiani, mengkaji trinitas itu berarti sedang mengkaji islam.

    Sepertinya saudara Owerty itu tidak mengerti apa itu kristologi, seolah-olah dalam pandangannya Kristologi hanya berkaitan dengan teologi kristen saja.

  40. Koq artikel tentng Unitarian & Trinitarian gambar’y kakashi sensei dengan chidori no jutsu ‘y….?Apa Ustad lg keranjingan Naruto?:D
    Jadi sebener’y Kakashi Sensei tu penganut Unitarian atau Trinitarin…?:)
    salam kenal Ustad…

    ———————

    Saya sebenarnya Hokage 1 … hi hi hi :mrgreen:

  41. kalo yang Islam mengajarkan trinitas malah saya tidak setuju banget. Karena pada dasarnya Islam hanya mempercayai 1 tuhan saja. Kalo yang kristus unitarian saya setuju banget, mengingat saya juga pernah masuk kristus unitarian.

    ———————

    Kata trinitas tidak mesti selalu dipahami dalam konteks dogma Gereja, karena kata trinitas itu sendiri sebenarnya tidak memiliki implikasi teologis.
    Artinya, hubungan kata trinitas dan ilmu teologi ataupun ajaran Gereja seperti yang dikonsepsikan Kristen bukan hal yang niscaya.
    Terima kasih atas komentarnya.

  42. Wah, rame banget nih diskusi nya
    BTW, kayaknya persepsi banyak org di sini yang ngasih posting-an masih terjebak sama pemahaman ini deh :

    Trinitas = Fatwa tentang akidah Kristen terbitan Konsili di Nicea

    Padahal yang dibahas bukan itu sama sekali. Jadinya pada gak nyambung deh……
    Makanya, moral dari kejadian ini adalah, bahwa sering sekali persepsi kita yang timbul akibat pengetahuan2 kita terdahulu menjadi penutup dari masuknya pemahaman baru ke diri kita. Istilah-nya : Bounded rationality
    Jadi, coba deh, sekali-sekali kita buka pikiran kita dengan membuang persepsi2 terdahulu itu.
    Btw, ane jadi inget dulu ada ahli Marketing, temennya Kottler kali ya, yang ngomong kalau brand (merk) yang kita inget cuman ada tiga. Misalnya:
    Telekomunikasi seluler:
    1. Telkomsel
    2. Indosat
    3. XL
    terus yang lainnya, kayak misal “3″ dan para pendatang baru lainnya cuman sekedar lewat aja.
    Ada lagi contoh komputer:
    1. IBM
    2. Dell
    3. Mac
    Yang lain org2 pada kelupaan.
    Kesimpulan ini diperoleh setelah melalui survey yang cukup panjang ke banyak orang, dan menjadi bahan disertasi doktoral si orang itu, jadinya bobot ke-ilmiah-annya cukup lumayan kuat.
    Ini Trinitas juga bukan ya? Takut ah, nanti ane dibilang musyrik lagi dalam bidang Marketing…hehe…

    —————–

    Thanks Trixi, sharp … sharp …sharp … (bisa berarti cerdas, runcing atau bahkan merek barang eletronik … hi hi hi :mrgreen: )
    You are number one…. :) sharp as smart …

  43. Assalamualaikum, Warahmatullahi Wabaraktuh

    Sebelumnya TaqoballAhu Minna Waminkum, Taqobal Ya Karim.

    Gini lho mas, saya sebagai muslim katakanlah yang masih perlu banyak penjelasan akan bentuk suatu kehidupan ingin memberi komentar n pertanyaan:

    Komentar:

    Apakah anda sudah benar-benar memahami yang namanya konsep trinitas dalam islam, sedangkan Islam mengajarkan Keesaan. Tentunya Trinitas itu memang pendapat anda setelah anda mengkaji tentang Al. Quran maupun Hadist yang ada. Tetapi mungkin Islam lebih mengenal mengenai penjabaran bukan trinitas, yang dalam konteksnya trinitas, masih disertai dengan tanda tanya yang besar.Ya mungkin setelah adanya beberapa referensi trinitas bisa diterima, tetapi alangkah baiknya menggunakan penjelasan seperti dibawah ini:
    Penjabaran mengenai Allah S.W.T , Muhammad S.A.W. , dan Al Quran maupun al Hadist sebagai suatu pedoman, bukan satu kesatuan lebih bisa dipahami dan ditelaah oleh orang2 awam
    . Sekali lagi lebih bisa dipahami dan ditelaah oleh orang2 awam. Bagi saya itu tidak masalah karena pada prinsipnya memang sama saja.

    Pertanyaan:

    Yang lebih benar yang mana:
    a. Semua agama itu sama
    b. Semua agama pada hakekatnya sama
    c. Agama Islam = Nasrani
    d. Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin

    jazakumulah atas kesempatanya, kalo bisa cepat ditanggapi y.

    Salam Naruto bin hokage?????????

    wassalam.

    ———————

    Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabaraktuh,

    Jazakallah kheir…

    Selain Islam, menurut saya semua agama Ibrahimik juga mengajarkan tentang keyakinan kepada Allah Yang Esa.
    Benar Mas Anto, ia adalah penjabaran dari “suatu pedoman” dan bukan “beberapa pedoman”. Pemahaman tentang hadis tidak bisa dipisahkan dari memahami figur Nabi Muhammad saw dan juga Allah swt.
    Di samping itu, prinsip Tauhid itu sendiri adalah prinsip kesatuan.
    Adapun apakah artikel saya bisa dipahami oleh kalangan awam ataukah kalangan khusus, maka penilaian tentang hal itu jelas sifatnya perseptual saja.
    Sedangkan pertanyaan yang antum tanyakan, maka menurut saya seluruh agama yang berporos kepada Nabi Ibrahim as itu adalah Islam dan penganutnya adalah Muslim.

    “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. 2: 133)

    “Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. 2: 136)

    “Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri [muslimun].” (QS. 3: 84)

    “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. 22: 78)

    Mungkin demikian pendapat saya. Wallahu’alam.
    Terima kasih atas komentarnya.

    Wassalam,

  44. Penjelasannya, sudah sangat cukup, untuk saya secara pribadi, karena apa??? karena saya hanya bisa mendengar+melihat+menolak utk “Damai” Bravo penulis.

    —————–

    Terima kasih. Salam kenal.

  45. Yah pikiran sampah kok diributin sich !
    Dari baunya sudah jelas busuk !
    Dari Warnanya gak sedep dech dilihat.
    Dari rasa yaa tolong dech jangan dcicipin .
    Ingat sampah lho…..
    Jangan dech pikiran begini dikait-kaitin islam. Wong bukan islam kok ! muslim trinitas artinya paham orang sesat ngaku islam, tapi bukan islam lho….

    ————–

    Pengikut agama horor yaa …. ? :mrgreen:

  46. mas imam ali mbok jangan menyebarkan fitnah, dosa mas.
    BTW, mbok jangan pakai nama itu, kalau digunakan untuk menyebarkan fitnah

    ——————

    Mungkin sudah profesinya Mas Denjaka … ;) … sebab cukup akrab dengan sampah … :mrgreen:

  47. engkongnya Tsun Zu titip pesen
    to: nyang ngaku punya nama imam ali

    haiyya…
    kalok owe kagak tobat,
    palagi ngumpet di belakang nama Imam
    owe bica kuswalat besrat…!

    owe jangan kotori nama Imam, ya?
    picik, dangkal, dan tanpa kebijakan tak pantas owe sandarkan atas nama Imam.
    kalo owe masih keras kepala
    owe bakal nrima akibatnya!

    dan itu tak akan lama!

  48. Semua ini adalah tantangan untuk semua manusia mana yang tunduk dan dapat hidayah dari Alloh SWT niscaya tidak akan tersesat, benang merah yang haq dan batil jelas dan orang akan berpendapat sebatas nalarnya sedang dia sendiri ujung kuku aja dak bisa tahu oke

  49. Salam,

    Seru debatnya….kalah nih today’s dialogue-nya Metro TV

    @ mbak atau mas yang udah posting, coba baca lagi artikelnya dengan benar. Pasti kalian akan paham. Ingat, bacanya tanpa prasangka ya. Ibaratkan saja pikiran kalian semua adalah kertas kosong. Jangan dulu ditulis dengan A, B, C, apalagi Z.

    It’s all about language.

    Maaf kalo saya keliru, jadi menurut Pak Ustadz, trinitas adalah bahasa universal yang bisa merekonstruksi sekaligus mendekonstruksi pemahaman-pemahaman ‘mapan’ yang berlangsung selama ini. Even itu terjadi pada komunitas kristiani maupun muslim?

    Keep moving forward

    Salam

  50. waduh… ini namanya campur aduk dan salah presepsi
    terutama trinitas, itu hanya akal2an dari pembuat/mengubah injil saja dan dalam islam itu tidak ada konsep seperti itu, Allah, Rasul dan ulil Amri ,bukan Hanya ahlul bait konteks keluarga dalam tanda kutip… (akal2an siah)itu masing masing zat yang berbeda dan berdiri sendiri (pencipta dan yang diciptakan)

    Akal-akalan Syiah Mas? Ga paham saya? Karena asal kata trinitas memang majemuk dan tidak satu secara zat. Mungkin baca dulu artikelnya. Lalu bukan hanya keluarga dalam tanda kutip itu apa Mas? Kok gak jelas ngmongnya? Jangan-jangan itu akal-akalan Mas saja atau mungkin juga Mas salah persepsi atas artikel saya … :mrgreen:

    *pis*

  51. hah?? satu pertanyaan aku..adakah kalian muslim pa domba berselimut ni? aneh… kalian lebih senang berantem dengan sesama muslim. n bersahabat dengan non muslim.. dengan bangganya kalian menghujat para sahabat Rasulullah SAW. padahal kalian semua tidak ada setitik debu pun kebaikannya dengan mereka. tentang tragedi karbala?. sebuah tragedi dan kekhilafan para pendahulu kita. trus,akankah kita memelihara permusuhan itu? yang aku tau syurga begitu merindukan hati yang bening….. tentang aku? aku cuma pencari kebenaran, yang udah letih dengan debat kusir begini. satu yang pasti,ini semua hanya masalah ego. titik.

    Ego?! Lihatlah diri anda sendiri Mas Ridwan, anda baru saja mengangap semua orang selain Islam yang anda pahami itu salah. Anda merasa telah memiliki kebebanaran. Anda seolah-olah tahu bahwa tak ada seorang sahabat nabi pun yang berbuat kesalahan dan kita takkan mungkin memiliki kebaikan seperti mereka. Anda mengabaikan pesan Nabi saw yang mengatakan bahwa sebagian besar sahabatnya akan masuk neraka. Anda merasa Muslim yang paling arif dan bijaksana, tapi anehnya, anda malah mengabaikan pesan-pesan dari Nabi Islam itu sendiri.

    Apa yang anda tahu tentang peristiwa Karbala dan pesan Nabi saw mengenai hal itu Mas? Jangan merendahkan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di dalam Islam lalu meninggikan diri dalam sebuah kondisi batin tertentu yang anda namakan sebagai Islam. Ini memang benar masalah ego Mas, dan saya lihat jelas dikomentar yang antum berikan itu. Kebenaran bisa dicari dan ditemukan, kalau tidak buat apa ada Al-Qur’an dan Nabi saw sebagai panutan. Islam adalah sesuatu yang jelas dan pasti bukan tebak-tebakkan. Salam :lol:

  52. Untuk Ustad… tambah salut aja nih..

    Kadang manusia hanya berdasarkan pemikiran diri, dan hanya memikirkan tentang satu kelompok… Ini yang membuat mereka tidak mau mencari kebenaran itu sendiri… bener nggak stad…

    Yang Muhammad Ridwan dan Dewa katakan itu, hanyalah suatu pembenaran diri mereka aja kali ya… (bener nggak…) kalau memang mereka baru memahami pemahaman sampai disitu monggo aja, tapi tidak usah menghujat atau mengatakan yang lain dari dia itu nggak bener… kan sama aja mereka juga memusuhi sesama Islam…

    Stad, aku hanya berpikir, kalau kita sudah merasa paling benar berarti kita stop mencari KEBENARAN itu sendiri… dan kalau kita salah, gimana tuh…
    Proses pencarian kebenaran itu kali ya… yang dinilai oleh Allah SWT.
    Seperti yang ustad katakan bahwa semua ada di Al Qur’an dan Rasulullah saw, padahal jelas banget ya… stad…

    Kenapa manusia tidak mau berpikir sedikit aja mengenai sejarah Islam itu sendiri… kalau saja mereka suka sejarah dan membaca sejarah ataupun tidak melulu membaca buku2 dari kalangan mereka, kan mereka bisa ambil referensinya… dan mereka malah dapat memilih jalur mana yang mereka akan ambil, selebihnya kan tinggal jalanin aja… (Kaya mau ke Bandung lewat tol, puncak atau Cikampek, nah begitu salah lewat tol yang ke Merak… kemana tuh jalannya… tapi begitu masuk tol Bekasi ke arah Cipularang… tinggal jalan aja…) koq kaya liputan mudik…

    Untuk semua umat Rasulullah saw (di dunia ini… tanpa kecuali… Islam maupun “Non Islam”) Marilah kita saling menghargai dan menghormati apapun yang dipahami oleh orang2 yang tidak sepaham dengan diri. Kita hanya bisa memberikan pesan, bukan memaksa kehendak diri, kalaupun ada yang terpengaruh dengan Kebenaran yang Hakiki, Alhamdulillah, tapi kalau masih ada yang mencari Kebenaran itu, Alhamdulillah, nah kalau masih ada yang belum mengenal ataupun tidak ingin mencari Kebenaran, kita hanya bisa menjadi teladan untuk mereka dan berdo’a kepada Yang Memiliki Semesta Alam dan Isinya, untuk mereka diberikan hidayah…

    Salam ustad… MERDEKA… Shalawat…!

  53. hhhh……. uraiannya muanntaaaabbbbbb stad. wong artikel sederhana, tinggal baca, cerna, kok diprasangkai terlebih dahulu. maka orang demikian walaupun mbaca artikel ini , yang bermain dibenaknya adalah prasangkanya sendiri.

    oiya ustad,… ngomong-ngomong bukunya “Yudas Penyelamat atau Pengkhianat…..” udah mulai makan korban nih.. hi..hix… hix….. buku ane tuh ampe lecek di bawa kemana-mana, di bolak-balik, di fotokopi halaman tertentu, di kasih coret-coretan, di diskusiin, dengan hasil akhir….. mlongooo……!!!
    wahh… pembahasan ustad di buku itu tuh elegan stad, temen-temen ane nyang ngebaca kagak ngerasa dijatuhin dengan cara yang “kasar”. kagak ada kesan ngejelek-jelekin, pokoknya diskusi berjalan lancaaarrrr dan muluuussss. mohon doa stad,…. semoga kedepannya buku itu masih akan menebarkan benih-benih keimanan sejati.

    ———–

    Terima kasih Mas, semoga diridoi oleh Allah Swt, Rasul saw dan para Imam as … jazakallah kheir …

  54. Jika anda merekomendasikan buku karya donald, Saya rasa anda membaca buku yang salah. Karena saya kenal betul dengan beliau bahkan saya pernah diajak diskusi untuk menyusun buku-nya. Dan saya tauh betul buku acuan dia dalam hal pemahaman islam buku yang tidak direkomendasikan dalam islam. Saya dapat mengatakan salah karena dia hanya melihat islam atau kristen dari satu sisi, yaitu sisi yang hanya menguntungkan kaum mereka tapi jika sisi yang merugikan kaum mereka tidak akan dilihatnya (subjective). Maka saya sarankan pada teman-teman muslim maupun kristen berhati-hati dalam menjaga keimanan, karena IBLIS BISA MENYERUPAI SEPERTI MANUSIA!!!

    —————

    Heemm … Anda menganalisa persepsi pribadi Donald, lalu menjustifikasikannya melalui oersepsi pribadi anda. Keduanya tidak pernah saya rekomendasikan.

    Akan tetapi, saya merekomendasikan sebuah reformasi pemikiran tentang Tuhan dalam teologi Kristen, terutama yang bersumber dari Frans Donald dan kelompok yang sepemikiran dengannya.

    Anyway, silahkan setuju ataupun tidak itu hak anda ;)

    Masalah setan bisa menyerupai manusia untuk menipu, maka two can play that game… sebab, bukankah setan selalu memalingkan manusia dari kebenaran?!
    ;)

  55. Satu Hal yang Paling penting

    La Ilaha Illa Allah

    Tidak Ada Tuhan Selain Allah

    The One And Only ( The God of This Beautiful Universe) Never Hesitate and no compromise for those who doubt it.

    Irul

  56. Bismillahirrohmanirrohiim… Qul HuwAllahu ahad…
    Allahu Laa ilaaha illaahu wa anna Muhammadurrasuulullah..(just rasul…)
    Laatusyrik billaah… innasyirka lazulmun’azhiim….

    Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
    Allah yang tiada tuhan kecuali Dia…

    Saudaraku semuanya…
    ana cuma mau memberikan sedikit pemisalan. Semoga Allah membukakan pintu hati kita semua…

    Allah adalah tujuan kita…
    Rasulullah adalah jalan yang menghantarkan (baca : menjelaskan) bagaimana untuk mencapai tujuan kita.
    Sedangkan Sahabat, ulil amri, ulama hanya sekedar Guide yang mengarahkan kita mengenai jalan menuju tujuan tersebut (Allah). mengapa demikian??? karena hanyamereka yang paling mengetahui tentang seluk beluk jalan tersebut, selauin jalan itu sendiri (Rasulullah). jadi sangat wajar menurut ana, bila kita harus mengikuti arahan seorang Guide. karena dalam tauhid tidak bisa menentukan jalan sendiri-sendiri seenaknya. Namun, sudah ada ketentuan yang haq, dan tidak bisa diubah….
    sekali Ahad akan tetap Ahad…

    Lalu pertanyaan saya…

    Bagaimana bila anda ditanyakan oleh orang “Kemana/ apa tujuan Anda???” apakan kita akan menjawab jalan raya, atau guige yang menunjukkan kita… tentu akan menjadi sangat kabur bila kita mengatakan bahwa semuanya tujuan kita….

    Tujuan (Allah) akan tetap menjadi Tujuan…
    jalan(Rasulullah) akan tetap menjadi jalan
    dan guide(Sahabat, ulama, ulilamri) akan tetap menjadi guide…

    Yaaa ayyuhannas ittaqullah haqqo tuqootih…
    La… tusyrik billah….

  57. bismillahirahmannirahim

    bagi yang muslim saya cuma mau ingetin
    bahwa rasulullah mengatakan bahwa menjelang kiamat akan datang seorang laki-laki yang ditangguhkan ajalnya hingga kiamat,yaitu masikhi dajjal(dajjal sang pendusta) bukan al-masih (sang penyelamat)

    sebelum datang dajjal besar akan datang dajjal kecil sebelumnya, juga orang-orang yang memiliki ilmu yang haq serta jiwa Al-quran akan ditarik dari dunia dan tinggal orang-orang yang tak memiliki ilmu yang haq lah yang akan tinggal. dan orang-orang yang tidak memiliki ilmu tersebut akan mengaku-aku sebagai orang yang berilmu,,,,,sehingga orang-orang yang tidak tahu-menahu menjadi sesat.

    pesan saya adalah jangan sampai kita sendiri yang malahan menjadi dajjal pendahulu dengan ikut menyebar fitnah,jika kaian baca di Al-quran dengan bcermat pasti kalian menemukan berkali-kali Al-Quran menyerukan (maaf saya lupa ayatnya,tapi demi Allah SWT yang memiliki saya,saya tidak bohong) bahwa orang yang tidak mengetahui tentang ilmu yang haq hannya mengira-ngira saja tanpa tahu kebenarannya.

    Qul HuwAllahu ahad…..
    artinya katakanlah Allah itu satu..
    dari logikanya saja kita pasti mengerti SATU itu bukanlah TIGA,,,jadi tidak ada alasan Islam trinitarian

    semoga dibukakan pintu hidayah buat kita semua
    wassalamualaikum

  58. Iya.. , aku juga heran sekarang kok banyak orang pintar yang bikin istilah macam-macam!
    Islam Liberal lah, Trinitarian lah, Pluralisme lah, Fundamentalis lah. Pusing mikirinnya!
    Sebagai orang yang tidak pintar mah..
    aku itu cuma tahu kalau Allah itu Esa, Al-Quran dan Hadits itu pegangan-ku. Mau Liberal kek, Trinitarian kek, Pluralisme kek, Fundamentalis kek..kalau semuanya ndak ada di AL-Quran dan Hadits..sampai leher-ku di penggal pun Insya Allah aku ndak akan mengikutinya.

  59. mending jadi muslim yang kaffah aza, mas…………
    saya ga tau konsep yang mas buat, apa masuk muslim kaffah ato tidak………………
    ingat dweh, sebelum rasul meninggal, beliau berkata akan ada 72 golongan umat islam, dan hanya satu yang masuk surga, yaitu ahlusunah wal jamaah……….

  60. 72 golongan umat Muhammad saw….
    menurut gw yg awam ini, Rasulullah saw, diutus untuk Rahmatan lil alamin… untuk rahmat semesta alam, jadi begitu luasnya sehingga bukan bumi aja, berarti diluar bumi ini… seluruh makhluk di alam semesta ini…
    Nah golongan umat Muhammad saw… hanya satu yang benar yaitu yang “La illahailallahu Muhammad rasulullah”… begitu menurut gw… mohon koreksinya ya…
    Karena hanya Rasulullah saw yang diberikan, sementara Rasul2 dan Nabi2 lainnya diutus hanya untuk kaumnya… ato golongannya…

  61. @Agung

    Sunni & Syia’ah sama2 Islam tau tidak sih?

    sama-sama Islam kok Mas

    Yang bener yang mana?

    Bisa jd keduanya benar atau salah satu yang benar. Makanya pertanyaan ini lebih enak dicati sendiri jawabannya ketimbang dikasih tahu

    Sepertinya hadis ada yang pro sunni, ada yang pro syi’ah. Gimana?

    Ya sudah, terus apa itu menjadi masalah :)

    Semoga ada yang berkenn jawab

    itu jawaban singkat, semoga cukup jelas

    *Maaf buat empunya blog saya sekalian minta izin menjawab. Seandainya tidak diizinkan langsung hapus aja Pak Ustad*

  62. Mau share sedikit aja… dari gw yang sangat awam ini dan gw jg lagi mencari kebenaran…

    Tujuan kita = Allah SWT

    Melalui nabi2 dan rasul2 tergantung zamannya…
    berhubung kita adalah zamannya nabi Muhammad saw, berarti kita mengikuti aturan yang disampaikan oleh Rasulullah saw, setelah rasul wafat sekitar th. 600an masehi, berarti sekitar 1400an tahun yang lalu. Siapa yang harus kita ikuti, siapa wasi beliau saw?

    Nah… ini yang harus kita cari… ayo kita cari sama2, yang pasti semua ada di Al Qur’an… dan Al Qur’an adalah warisan yang nyata dari Rasulullah saw untuk umat sesudahnya…

    Mari kita sama2 cari ya… pasti akan ketemu, karena semua ini adalah salah satu ujian bagi manusia, mungkin kita cari ayat2 mengenai siapa yang berhak menta’wilkan ayat2 QS, siapa yang berhak atas warisan QS, siapa yang berhak menyentuh/ memelihara QS, dan siapa2 saja yg disucikan oleh Allah SWT. Krn tidak ada sejarahnya pemimpin umat itu tidak maksum… pasti maksum… kalo nggak, ngapain kita ikutin… tul gak?

    ayo kita share ya… kan si awam lagi belajar…

    Salam

  63. Setelah saya baca dg berhati2, lama2 koq artikelnya jadi udah kurang berarti dibandingkan diskusinya..hehe..just kidding p’ustad. Hanya mau memuji diskusinya dg cara yg berbeda. Kenapa dikatakan artikelnya kalah dg diskusinya, krn mestinya bagi yg ngerti mk tdk ada yg aneh dg artikelnya, yg aneh malah diskusinya. Anyway, diskusinya asik juga. Ada banyak pelajaran yg di dapat. Saya saranin kalau ada teman2 yg lagi ambil riset/penelitian di jurusan psikologi bisa mengambil kasus artikel ini..hehe. Kenapa?:

    1. Karakter p’ustad bs dianalisa.

    2. Tulisan ini sebetulnya jg bernuansa jail, dimana p’ustad bs saja sdg melakukan test case terhadap semua jenis karakter manusia (paling tdk sy ada menangkap 6-7 karakter)..hihi.

    3. Berhasil dietemukan 1 karakter khusus: pikiran sempit, “buta warna”, lemah dlm bahasa, mendahulukan prasangka dibandingkan akal (punya gak ya), lebih mendahulukan menulis dibanding membaca.

    4. Manusia tdk mengenal capek. Tidak pernah capek utk tetap pintar dan tdk pernah capek utk tetap ……*gak tega*

    Salam kenal p’ Ustad. Terima kasih sdh mendidik kita semua, biasa kl ada korban yg penting gak setuju gak mati koq.

    Salam kenal, anda smart Mas…
    Semoga dunia penuh dengan orang-orang seperti anda… ;)
    Terma kasih sudah mampir…

  64. tulisannya bagus..banyak yg bisa diambil manfaatnya, makasih pak ustad.

    tapi kog seperti penyamaan konsep aqidah yg dipaksakan gitu lho..

    simple aja
    kita mengenal konsep trinitas, sebagaimana jg mereka..tapi

    tuhan kita satu.., tuhan mereka tiga yg menjadi satu..

    ini jelas beda..dan gak mungkin bisa disamakan..

  65. Syalom. walaupun sedemikian lama berdampingan, masih banyak umat belum saling memahami agama yg ada. seperti yg dpt dibaca diatas bhw masih ada yg berpendapat bhw dlm kristen ada 3 Tuhan. Aku seorang Kristen, disini ingin meyampaikan bahwa Allahku adalah satu yg kami sebut Yahwe dan Yesus Kristus adalah utusanNya yg lahir kedunia utk mewartakan kehendak Allah. jadi kami tidak menyembah 3 Tuhan, krn satu2nya sesembahan adalah Allah Yahwe. kami berusaha walaupun dunia sudah demikian modernnya, utk menjalankan perintah Allah sesuai apa yg tertulis di Alkitab. seperti beribadah pd hari Sabat/sabtu dan tdk makan makanan yg di haramkanNya. Sungguh besar Kau Allah dan tdk dapat dipersekutukan dengan yg lain. semoga ini dapat menambah kazanah saudara2 yg ingin tau ttg kekristenan. Terima kasih…Gbu

  66. saya mah : Lakum diinukum waliadiin (QS: Al Kafirun : 6)
    “untukmu agamamu, untukku agamaku.

    yang penting antara pemeluk agama yang berbeda, saling menghormati. toh pada akhirnya, setiap diri akan mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya di hadapan Sang MAha Pencipta.

    Sepakat

    cuma mo kasi saran aja untuk penulis artikel, kalo mau menulis suatu artikel, membicarakan or membahas sesuatu, lebih baik banyak consult dengan ahlinya dulu (bukanya sok pinter, tapi saya rasa, banyak pembahasan dan potongan2 ayat yang penafsirannya tidak tuntas sehingga mengakibatkan penafsiran yang keliru)

    Wah, disini kan anda sebagai pihak yang keberatan, berarti anda harus punya pembuktian bahwa apa yang saya tulis itu belum sejalan dengan suatu kriteria yang anda sebut sebagai “consult dengan ahlinya dulu”. Apalagi anda mengatakan bahwa “saya rasa, banyak pembahasan dan potongan2 ayat yang penafsirannya tidak tuntas sehingga mengakibatkan penafsiran yang keliru”. Pertama, perasaan anda bukan ukuran d dalam menafsirkan ayat Qur’an. Kedua, kalau ada yang penafsiran yang belum tuntas, seharusnya anda bisa membuktikan hal tersebut, kalau tidak keberatan anda hanya prasangka (dzan), sementara dzan, seperti Al-Qur’an katakan “la yughni minal haqqi syai’a”.

    Jadi secara akademis, kalau anda ada keberatan dengan suatu premis (apapun itu), maka anda harus menunjukkan buktinya. Inilah sebabnya mengapa di hukum itu ada prinsip bahwa pihak penggugat harus mampu mengajukan bukti atas gugatannya, kalau tidak yaa … namanya “gugatan” tebak-tebakkan … :mrgreen:

    ukannya apa2…karna hal inikan menyangkut masalah keyakinan,……konsekwensinya berat loh: tanggung jawab kepada Khalik.

    Konsekuensi apa Mas? Anda menyebut “ukuran” ini sebenarnya dalam hal apa, dan “konsekuensi” itu atas hal apa? Tolong yang jelas Mas, paling tidak biar gugatan anda tidak sekedar prasangka saja. Karena kalau benar demikian, maka hukum pun berlaku sebaliknya kepada diri anda sendiri. Artinya, anda menilai tanpa ukuran, lalu menyatakan adanya tanggung jawab, tapi tanpa pertanggung jawaban itu sendiri.

    Maaf, sekedar saling mengkritik yaa … :lol:

    wassalam

    1. Al khaqqu mirrobbik falaa takuunanna minal mumtarin
      salah bener yang tau cm aloh tok.nah kalo mo tau bener menurut aloh, cek ulang petunjuknya.

  67. Bagi saya tulisan Ustad yang ini selalu enak dibaca walaupun diulang-ulang. :)
    *Jadi kepingin ikut Muslim Trinitarian dan Kristus Unitarian* :mrgreen:
    Salam

  68. CERMATILAH BAHWA SEBENARNYA PENULIS BLOG INI BUKAN SEORANG MUSLIM !!!

    BENAR-BENAR SESAT !!!!

    DAN DARI KOMENTAR SEPERTINYA SUDAH BANYAK YANG TERSESAT DAN AKAN TERSESAT…

    BERHATI-HATILAH DENGAN NERAKA YANG BAHAN BAKARNYA MANUSIA…..

    YA ALLOH LINDUNGILAH UMAT MUSLIM YANG LURUS DI JALANMU..

  69. saya membaca artikel ini.. dan beberapa artikel lain di blog ini..
    terlihat bahwa penulis ingin sekali menciptakan suatu suasana yg harmonis seperti yg diimpikan oleh Mao-Tse..
    saya sangat mengacungkan jempol dengan adanya artikel2 ini.. saya pribadi merasa terberkati atas artikel ini..

    kalo boleh saya ucap kata.. sebenarnya perbedaan yg ada bukan utk jadi ribut2 karena apa yg Allah atau Tuhan (atau apalah kita menyebutnya) melakukan hal yg sama sekali tidak terjangkau akal pikiran manusia jadi ga ada gunanya utk diributkan justru lebih baik kita hidup berdampingan.. karena utk memahami sesuatu hal yg dikerjakan Allah atau diperintahkan Allah dibutuhkan hikmat dan marifat (yg saya rasa, sangat sedikit dimiliki orang2 di jaman sekarang)

    kita ga boleh lemah dalam iman yg kita percayai..
    kalo lemah bukan orang Kristen yg skakmat orang Islam atau orang Islam yg skakmat orang Kristen tapiiiii.. kaum atheis lah yg berbahagia karena mereka ga percaya Tuhan..

    apa iya saudara2 terkasih ingin kita ditertawai oleh para atheis?????

    stay bless!!

    Thank you and same with you sister. Syalom. ;)

  70. Ulasan yang cukup menarik, terima kasih.

    Disini saya hanya ingin menambahkan saja, saya seorang Pantekosta (Kristen aliran Pantekosta), namun aliran kami berbeda dengan aliran Pantekosta pada umumnya. Jika pada umumnya aliran kristen termasuk pantekosta mempercayai doktrin Allah Tritunggal, tetapi kami adalah aliran Pantekosta Unitarian, kami percaya bahwa Allah yang patut disembah adalah Allah Yang Esa, tidak berawal dan tidak berakhir, Yesus kami pandang sebagai Utusan Allah, beliau adalah guru dan teladan yaitu orang yang menunjukkan jalan Tuhan, agar apa yang kita kerjakan sesuai dengan kehendak Allah, karena Yesus membawa ajaran-ajaran yang adalah petunjuk hidup dari Allah, yang diinginkan Allah. Roh Kudus kami pandang sebagai kekuatan dan kuasa Allah.

    Kitab Kejadian s.d. Kitab Wahyu hanya mengajarkan Allah Yang Esa, Allah yang disembah oleh Abraham juga Yesus sendiri.

    Semoga bermanfaat!.

  71. Saya juga pengikut Muslim Trinitarian lho… :
    1. Allah Azza wa Jalla
    2. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam
    3. Shahabat Rasul (including Ahlul Bait) Radhiallahu ‘anhum ajmain.

    Saya salut dengan dengan sahabat2 kita yang menganut kristen unitarian dan akan lebih sempurna lagi apabila masuk Islam dan mengikuti syari’at Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana Yesus (Isa ‘Alaihissallam) sendiri di akhir zaman nanti akan turun sebagai hakim yang adil dan menjadikan syari’at Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam sebagai hukumnya…

    It’s just for your info :
    Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضُ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

    “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh akan turun di tengah kalian Ibnu Maryam عليه السلام sebagai hakim yang adil. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi dan menggugurkan jizyah serta membagikan harta hingga tidak ada yang menerimanya seorangpun.

    Kemudian Abu Hurairah berkata: “Bacalah oleh kalian –jika kalian mau—ayat:

    وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

    Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (an-Nisaa’: 159) (HR. Bukhari Muslim)

    Di samping nash yang jelas dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang akan turunnya Isa عليه السلام, riwayat Abu Hurairah di atas memberikan pelajaran yang sangat penting bagi kita, yaitu tafsir seorang shahabat dan pemahaman salaf terhadap ayat Allah سبحانه وتعالى dalam surat an-Nisaa’ ayat 159 bahwa ahlul kitab akan beriman sebelum hari kiamat adalah ketika turunnya Isa عليه السلام.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

    اْلأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ِلأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلاً مَرْبُوعًا إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ عَلَيْهِ ثَوْبَانِ مُمَصَّرَانِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَدْعُو النَّاسَ إِلَى اْلإِسْلاَمِ فَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ اْلإِسْلَامَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ وَتَقَعُ اْلأَمَنَةُ عَلَى اْلأَرْضِ حَتَّى تَرْتَعَ اْلأُسُودُ مَعَ اْلإِبِلِ وَالنِّمَارُ مَعَ الْبَقَرِ وَالذِّئَابُ مَعَ الْغَنَمِ وَيَلْعَبَ الصِّبْيَانُ بِالْحَيَّاتِ لاَ تَضُرُّهُمْ فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

    Para Nabi adalah seperti saudara sebapak, ibu mereka berbeda tapi agama mereka satu. Sesungguhnya akulah yang paling berhak dengan Isa Ibnu Maryam karena tidak ada antaraku dan dia seorang nabi pun. Sungguh dia akan turun, maka jika kalian melihatnya kenalilah dia! Dia adalah seorang yang berkulit antara merah dan putih dalam keadaan berpakaian dua kain yang bercelup ja’faran, rambut-nya seperti meneteskan air padahal tidak basah. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menggugurkan jizyah, dan mengajak manusia kepada agama Islam. Allah binasakan pada zaman-nya seluruh agama-agama selain Islam. Allah binasakan juga Dajjal. Maka terjadilah keamanan di muka bumi hingga singa-singa merumput bersama dengan unta-unta, macan-macan dengan sapi-sapi, dan serigala-serigala dengan domba-domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular-ular dengan tidak memberikan madharat sedikit pun kepada mereka. Demikianlah berlangsung selam empat puluh tahun, kemudian beliau meninggal dan dishalatkan oleh kaum muslimin. (HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

    Moment yang sungguh indah bagi orang2 yang beriman di saat-saat akhir sebelum dunia yang fana ini dimusnahkan….

    Peace…

  72. Mas Oon,

    tetapi kalau masalah mecahin salib dan membunuh babi-babi mah udah dicicil dari dulu ya kan mas…?
    gak perlu nunggu repot-repot Nabi isa turun kan mas…?
    lagian sayang amat kalau turun kedunia buat mecahin salib dan ngebunuh babi-babi,…. ntar para perusuh dan jagal-jagal terrampas pekerjaannya.

  73. Hehehe…sip dech mas Gandung, emang ***** ** gak punya kerjaan kaya si Abu Hurairah (bapaknya si kucing garong) sampe mau patahin salib dan bunuhin babi. Huh capek dech.

  74. @GANDUNG
    Perhatikan penafsiran ulama berikut:

    1. يَكْسِرَ الصَّلِيْبَ, memecah atau menghancurkan salib.

    Ibnu Hajar rahimahullahu mengatakan: “Yakni membatalkan agama Nasrani, dengan cara menghancurkan salib dengan sebenar-benarnya, serta membatalkan apa yang diyakini oleh orang Nasrani tentang keagungannya.” (Fathul Bari, 6/491)

    2. يَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ, membunuh babi.

    Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu mengatakan bahwa padanya terdapat dalil bagi pilihan madzhab kami (madzhab Asy-Syafi’i) dan madzhab mayoritas para ulama bahwa bila kita mendapati babi di negeri peperangan atau negeri aman sementara kita dapat membunuhnya maka hendaknya kita membunuhnya. (Syarhun Nawawi, 2/367)

    Ya emang begitu sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mau apa lagi kita… iya ga? yang selamet ya sami’na wa atho’na aja dech… oce…

    @Yoyo
    Jangankan Abu Hurairah, Nabi Isa pun tidak lepas dari celaanmu yo, untung disensor ama yang punya blog…

    Padahal tanpa kamu sadari, bukan Abu Hurairah saja yang kamu lecehkan tetapi juga sahabatnya yaitu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, karena dia hanya menyampaikan sabda Nabi saja, dan kalau melecehkan Nabi berarti juga melecehkan Allah Ta’ala yang mengutus beliau, sedangkan kamu hanya mendasarkan celaanmu dari hawa nafsumu saja tanpa dalil…

    Dibandingkan dengan Abu Hurairah kamu itu tidak ada apa2-nya, beliau bertemu dan menemani Rasul sedangkan kamu ?, bahkan dengan debu yang melekat di pakaian beliau pun ga sebanding bro… so dipikir-pikir dulu dech kalo mo koment…oce…

  75. yeach….. segala macam omongan Abu Hurairah jangan asal dinisbatkan ke Rasulullah donk mas Oon…

    kalau lalat sisi kirinya mengandung obat, lalu sisi kanannya mengandung racun, ya mendingan kalau ada lalat kita potong aja, dikumpulin sisi kirinya doang, trus kita export…!! lah igauan macam ni jangan antum bilang : dari Rasulullah…!!
    Mas oon, Raulullah kita itu bukan orang Oon, bukan suka ngigau atau suka ngacau, omongan kacau balau kayak gini ini hanya keluar dari orang sableng. jangan antum latah hadits abu hurairah ini dari Rasul juga..!!
    tak kethak lho sampeyan mas oon,…. jangan sangking antum cinta sama Pak Abu Hurairah, sampai melecehkan Rasul,…. ntar kuwalat lho.

  76. @Anonymous

    Sekarang kalau sampeyan nganggep itu bukan dari rasul mana buktinya? coba tunjukin dalilnya? lha kalo ternyata bener dari rasul trs gimana? berarti sampeyan donk yang melecehkan Rasul!!… perlu dikethak juga sampeyan!!

    Jangan karena saking bencinya sampeyan kepada Abu Hurairah, sampai melecehkan Rasul… ntar kuwalat lho.

    Baik perhatikan artikel berikut yang mendukung kebenaran hadits tersebut, walaupun seandainya belum terbuktipun saya akan mengimaninya karena mungkin akal lemah saya yang belum sampai … dan itulah kenapa kita disebut muslim yang artinya “berserah diri” kepada Allah dan rasul-Nya.

    Jika ada seekor lalat jatuh di tempat minum salah seorang diantara kalian, maka celupkanlah seluruh tubuhnya.Kemudian buanglah.Sebab salah satu sayapnya mengandung penyakit sementara sayap yang lain mengandung obatnya” [HR.Malik, Abu Hurairah]

    Hadist ini ada didalam kitab Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah wa Syai’un min Fiqiha wa Fawa’idiha halaman 74, yang ditulis dan diteliti keshahihannya oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, seorang muhaddist (ahli hadist) abad 20.Kitab ini baru ada jilid pertama dan sudah ada dalam bentuk terjemah bahasa Indonesia terbitan Qisthi Press.

    Tentang hadist diatas, kelihatannya hadits tersebut meragukan, tidak ilmiah dan tersangkal (Dr. Maurice Bucaille juga termasuk yang menyangkalnya). Menurut rasional yang ilmiah bahkan anak SD kelas VI pun pasti tahu, bahwa lalat adalah binatang kotor, yang makanannya adalah bangkai, kotoran manusia dan hewan, sampah dan sebagainya.

    Lalat juga menyebarkan berbagai penyakit mulai Kholera, Diare, Desentry, Thypus, TBC, dan sebagainya. Hal ini disebabkan lalat adalah media berbagai kuman penyakit (carier patogen) mulai bakteri patogen bahkan virus penyebab berbagai penyakit, yang menempel di badannya. Pelajaran inipun pernah kita terima ketika masih di SD yaitu di pelajaran IPA khususnya Ilmu Pengetahuan Hayat (biologi).

    Sungguh tidak “masuk akal” hadist di atas. Wajar saja bila Dr. Maurice Bucaille yang merupakan seorang dokter ahli bedah asal Perancis yang sudah masuk Islam-pun menyangsikan hadits tersebut.

    Secara rasional dan logika, mungkin hal ini benar dan hadist di atas “ngawur”. Tapi kalau anda sempat/pernah membaca di koran Republika, terbitan hari Sabtu tanggal 1 Mei 2004 yang lalu, mungkin pendapat anda akan berubah. Koran tersebut menurunkan sebuah tulisan, dengan judul: “Lalat Antara Penyakit dan Obat”.

    Pada bagian tulisan tersebut dalam kolom/insert penulis kutip sebagai berikut. Bahwa studi yang dilakukan oleh Universitas Colorado di Amerika menunjukkan bahwa lalat tidak hanya berperan sebagai karier patogen (penyebab penyakit) saja, tetapi juga membawa mikrobiota yang dapat bermanfaat.

    Mikrobiota di dalam tubuh lalat ini berupa sel berbentuk longitudinal yang hidup sebagai parasit di daerah abdomen (perut) mereka. Untuk melengkapi siklus hidup mereka, sel ini berpindah ke tubulus-tubulus respiratori dari lalat. Jika lalat dicelupkan ke dalam cairan, maka sel-sel tadi akan ke luar dari tubulus ke cairan tersebut.

    Mikrobiota ini adalah suatu bakteriofag yang tak lain adalah virus yang menyerang virus lain serta bakteri. Virus ini dapat dibiakkan untuk menyerang organisme lain. Bakteriofag sendiri saat ini sedang dikembangkan sebagai terapi (pengobatan) bakteri terbaru.

    Penelitian ini dilakukan seiring dengan meningkatnya spesies bakteri yang semakin resisten (kebal) dengan obat-obatan antibiotik yang tersedia. Mikrobiota yang terkandung di lalat ternyata juga mengeluarkan suatu metabolit aromatik yang menekan siklus hidup plasmodium sebagai patogen yang terkandung di beberapa jenis lalat.

    Penelitian paling mutakhir dilakukan oleh perusahaan farmasi Glaxo Smith-Kline yang tengah mensponsori penelitian Dr. Joanna Clarke dari Universitas Maquarie. Pada mulanya penelitian menunjukkan bahwa pada satu sayap pada bakterinya, sedangkan sayap yang lain ada proteinnya. Kemudian Clarke dalam penelitian selanjutnya berusaha membuktikan bahwa lalat mempunyai kemampuan untuk menghasilkan antibiotik.

    Sejauh ini penelitian itu telah menemukan bahwa empat spesies yang ia teliti (termasuk lalat rumah) memproduksi berbagai bentuk antibiotik pada berbagai bentuk antibiotik pada berbagai stadium dari siklus hidupnya. “Penelitian tersebut dipublikasikan tahun 2002, namun sampai sekarang belum diketahui kelanjutannya, “kata spesialis penyakit dalam dr. Rawan Broto, SpPD.

    Walaupun dalam prakteknya akan sulit bagi kita untuk mencelupkan keseluruhan badan lalat ke dalam makanan, paling tidak kebenaran hadist ini akhirnya terbukti setelah sekian lama mengundang kontroversi dikalangan para ilmuwan.

    Mau lagi? ada lagi nih penelitian terbaru tentang lalat, bahkan hasilnya bisa dilihat, silahkan klik:

    http://abusalma.wordpress.com/2007/11/23/mukjizat-hadits-lalat/

    Wallahu A`lam Bish-shawab

  77. Mas Oon,
    Kalau anda menyadari lemah akal, itu sangat wajar dan manusiawi, tapi jangan lantas bersembunyi di balik kata :” berserah diri”. Lemah akal itu solusinya belajar, terus mencari, tidak cepat puas dan menajamkan pemahaman. Tapi baik orang lemah akal ataupun kuat akal, selagi mereka mengaku Islam, YA MEMANG SUDAH SEHARUSNYA BERSERAH DIRI. Tentu saja berbeda penyerahan diri orang yg lemah akal/tidak menggunakan akalnya dengan penyerahan diri orang yang berakal/menggunakan akalnya.

    AKAL, yang dengannya manusia mengenal Tuhannya,… kali ini saya jadikan dalil untuk menolak hadtis tersebut. saya tak pengen repot-repot mengupas soal sayap obat dan sayap penyakit. pada termin ini, anggap saja memang lalat mempunyai sayap obat dan sayap protein. tetap saja hadtis tersebut tertolak. Ini alasannya, simpel saja : Pada saat lalat jatuh kedalam gelas minum anda, maka mengacu pada hadits lalat tersebut, hal yang SEPATUTNYA dan SELAYAKNYA dilakukan adalah memeriksa posisi jatuh si lalat.

    1. Apabila lalat jatuh kedalam gelas dengan posisi terlentang, sayap dibawah dan keduanya menyentuh air sedangkan kaki diatas. maka artinya sayap obat dan sayap penyakit sudah saling menetralkan. sehingga mencelupkan tubuh si lalat kedalam air justru akan membuat KAKI LALAT yg MEMBAWA KOTORAN dan BIBIT PENYAKIT, menghilangkan kenetralan dan membuat air minum tersebut berpenyakit. Jelas tindakan mencelupkan lalat adalah tindakan terburu-buru, bodoh dan konyol. Hal seperti ini tak akan dilakukan oleh Rasul kita yg telit dan pinter.

    2. Apabila posisi jatuh lalat itu miring dengan sayap obet/protein itu menyentuh air, sedangkan sayap penyakit diatas alias tidak menyentuh air, maka ucapkan ALHAMDULILLAH, karena anda memperoleh obat dan protein gratis, alias rejeki nomplok. Hal ini tidak perlu di netralkan karena justru akan menghilangkan kemanfaatan dari sayap obat/protein tersebut. Sehingga tindakan mencelupkan lalat ke dalam air juga merupakan tindakan bodoh dan konyol. Hal seperti ini juga tak akan luput dari perhatian Rasul kita yang cerdas itu.

    3. Apabila lalat jatuh dengan posisi sayap penyakit menyentuh air sedangkan sayap obat/protein diatas alias tidak menyentuh air, maka tindakan mencelupkan lalat juga merupakan tindakan terburu-buru. Kita harus cek dulu, apakah kaki llalat sudah nyemplung ke air atau belum, jika belum, maka celupkan sayap obat/protein ke air untuk menetralkan. tapi kalau kaki lalat sudah tercelup ke air, maka tindakan yang LOGIS adalah MEMBUANG air minum anda dan menggantinya dengan yang baru. kenapa…? mencelupkan itu adalah tindakan yang sia-sia…!! walaupun sudah netral, tetap saja KAKI LALAT tersebut membawa bibit penyakit dan kotoran. SAYAP OBAT/PROTEIN kan hanya menetralkan SAYAP PENYAKIT saja toh..? lha KAKI nya bagaimana..? bukankah yang utama membawa penyakit itu adalah KAKI LALAT…? atau mungkin nanti akan ada hadtis KAKI LALAT yg sebelah mengandung obat dan yg sebelah mengandung penyakit juga…??

    Afwan,… saya dengan akal saya dalam menyikapi hadits lalat ini tak perlu ndakik-ndakik. Abu Hurairah adalah manusia, yg dengan kemanusiaannya yang tidak maksum itu sangat mungkin berbuat SALAH dan KELIRU. demikian dari saya. kurang lebihnya minta maaf.

    NB : Anonimous diatas adalah saya, yg terburu enter sebelum menuliskan Name.

  78. @gandung (whatever your name)

    Keliatan sekali kalo sampeyan begitu benci kepada Abu Hurairah ra (mungkin mindset sampeyan sdh terlanjur kecuci bersih oleh sesuatu kali) sehingga hal itu mengaburkan segala kebenaran yang ada… dan sampeyan menolaknya dengan akal dan nafsu sampeyan doank… tanpa ilmu, hatta dengan ilmu mustholahul hadits atau ilmu kedokteran modern. sungguh bahkan orang yang memakai akalnya, tidak akan menolak hadits tsb.

    Anonymous/Gandung wrote:
    “kalau lalat sisi kirinya mengandung obat, lalu sisi kanannya mengandung racun, ya mendingan kalau ada lalat kita potong aja, dikumpulin sisi kirinya doang, trus kita export…!! lah igauan macam ni jangan antum bilang : dari Rasulullah…!!”

    pertama sampeyan menolak matan hadits di atas dan dianggap itu adalah igauan (mungkin yg dimaksud igauan Abu Hurairah)
    kemudian setelah dibuktikan kebenaran hadits tsb sampeyan tulis :

    Gandung wrote:
    “AKAL, yang dengannya manusia mengenal Tuhannya,… kali ini saya jadikan dalil untuk menolak hadtis tersebut. saya tak pengen repot-repot mengupas soal sayap obat dan sayap penyakit. pada termin ini, anggap saja memang lalat mempunyai sayap obat dan sayap protein. tetap saja hadtis tersebut tertolak. Ini alasannya, simpel saja : Pada saat lalat jatuh kedalam gelas minum anda, maka mengacu pada hadits lalat tersebut, hal yang SEPATUTNYA dan SELAYAKNYA dilakukan adalah memeriksa posisi jatuh si lalat.”

    di atas sampeyan akhirnya walaupun dengan agak2 terpaksa mengakui bahwa lalat mempunyai sayap racun dan obat… sebenarnya pengakuan itu sudah cukup… kebenaran hadits tersebut telah terbukti dan sampeyan telah mengakuinya…case closed….

    terus kenapa dilarikan ke cara jatuhnya lalat? yang dengan alasan itu sampeyan menolak hadits itu lagi? emang ada di dalam matan hadits tersebut tentang cara jatuhnya lalat? misal nungging, tengkurap atau telentang? terus terang ini argumentasi yang aneh dan terlalu sangat dipaksakan sekali…

    Mungkin sampeyan belum klik dan baca link tentang mukjijat hadits lalat ya? coba diklik dan dibaca dari awal sampai akhir, di akhir artikel tersebut bahkan diperlihatkan poto hasil penelitian antara lalat yang jatuh tidak dicelupkan dengan lalat yang jatuh kemudian dicelupkan sempurna… dan itu dilakukan untuk 3 spesies lalat.

    Sampeyan buat kesimpulan 1, 2 dan 3 posisi lalat jatuh itu dari mana? coba tunjukkan sumbernya? lihat lagi di LINK mukjijat hadits lalat , ketika lalat ditenggelamkan secara sempurna termasuk KAKINYA, dia malah mengeluarkan anti biotik…

    Siapa yang bilang sahabat Abu Hurairah itu maksum? saya juga ga pernah bilang begitu, tetapi hadits ini telah terbukti shahih secara sanad dan bahkan telah terbukti dengan ilmu kedokteran modern. ini menunjukkan kebenaran riwayat Abu Hurairah atas sabda Rasulullah, bahwa dia adalah sahabat yang amanah dan sering menemani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. justru yang menjadi tanda tanya besar itu adalah penolakan sampeyan thd hadits tsb… sangat subyektif dan dasarnya bener-bener rapuh… maaf.

    sampeyan perlu tau, bahwa yang meriwayatkan hadits tentang lalat tsb bukan hanya Abu Hurairah Ra saja tetapi juga diriwayatkan oleh sahabat Said Al-Khudri dan Anas bin Malik Ra. apakah sampeyan juga benci dan ga percaya kepada mereka?
    walah kalo sudah begini no comment dah…

    Wallahu A’lam

  79. @gandung (whatever your name)

    Keliatan sekali kalo sampeyan begitu benci kepada Abu Hurairah ra (mungkin mindset sampeyan sdh terlanjur kecuci bersih oleh sesuatu kali) sehingga hal itu mengaburkan segala kebenaran yang ada… dan sampeyan menolaknya dengan akal dan nafsu sampeyan doank… tanpa ilmu, hatta dengan ilmu mustholahul hadits atau ilmu kedokteran modern. sungguh bahkan orang yang memakai akalnya, tidak akan menolak hadits tsb.

    Anonymous/Gandung wrote:
    “kalau lalat sisi kirinya mengandung obat, lalu sisi kanannya mengandung racun, ya mendingan kalau ada lalat kita potong aja, dikumpulin sisi kirinya doang, trus kita export…!! lah igauan macam ni jangan antum bilang : dari Rasulullah…!!”

    pertama sampeyan menolak matan hadits di atas dan dianggap itu adalah igauan (mungkin yg dimaksud igauan Abu Hurairah)
    kemudian setelah dibuktikan kebenaran hadits tsb sampeyan tulis :

    Gandung wrote:
    “AKAL, yang dengannya manusia mengenal Tuhannya,… kali ini saya jadikan dalil untuk menolak hadtis tersebut. saya tak pengen repot-repot mengupas soal sayap obat dan sayap penyakit. pada termin ini, anggap saja memang lalat mempunyai sayap obat dan sayap protein. tetap saja hadtis tersebut tertolak. Ini alasannya, simpel saja : Pada saat lalat jatuh kedalam gelas minum anda, maka mengacu pada hadits lalat tersebut, hal yang SEPATUTNYA dan SELAYAKNYA dilakukan adalah memeriksa posisi jatuh si lalat.”

    di atas sampeyan akhirnya walaupun dengan agak2 terpaksa mengakui bahwa lalat mempunyai sayap racun dan obat… sebenarnya pengakuan itu sudah cukup… kebenaran hadits tersebut telah terbukti dan sampeyan telah mengakuinya…case closed….

    terus kenapa dilarikan ke cara jatuhnya lalat? yang dengan alasan itu sampeyan menolak hadits itu lagi? emang ada di dalam matan hadits tersebut tentang cara jatuhnya lalat? misal nungging, tengkurap atau telentang? terus terang ini argumentasi yang aneh dan terlalu sangat dipaksakan sekali…

    Mungkin sampeyan belum klik dan baca link tentang mukjijat hadits lalat ya? coba diklik dan dibaca dari awal sampai akhir, di akhir artikel tersebut bahkan diperlihatkan poto hasil penelitian antara lalat yang jatuh tidak dicelupkan dengan lalat yang jatuh kemudian dicelupkan sempurna… dan itu dilakukan untuk 3 spesies lalat.

    Sampeyan buat kesimpulan 1, 2 dan 3 posisi lalat jatuh itu dari mana? coba tunjukkan sumbernya? lihat lagi di LINK mukjijat hadits lalat , ketika lalat ditenggelamkan secara sempurna termasuk KAKINYA, dia malah mengeluarkan anti biotik…

    Siapa yang bilang sahabat Abu Hurairah itu maksum? saya juga ga pernah bilang begitu, tetapi hadits ini telah terbukti shahih secara sanad dan bahkan telah terbukti dengan ilmu kedokteran modern. ini menunjukkan kebenaran riwayat Abu Hurairah atas sabda Rasulullah, bahwa dia adalah sahabat yang amanah dan sering menemani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. justru yang menjadi tanda tanya besar itu adalah penolakan sampeyan thd hadits tsb… sangat subyektif dan dasarnya bener-bener rapuh… maaf.

    sampeyan perlu tau, bahwa yang meriwayatkan hadits tentang lalat tsb bukan hanya Abu Hurairah Ra saja tetapi juga diriwayatkan oleh sahabat Said Al-Khudri dan Anas bin Malik Ra. apakah sampeyan juga benci dan ga percaya kepada mereka?
    walah kalo sudah begini no comment dah…

    Wallahu A’lam

  80. Mas oon,

    kalau anda jeli, sebenarnya yang ingin saya ungkapkan adalah :
    Dengan akal sederhana saja hadits itu tertolak, apalagi dengan pembuktian ilmiah dan medis…!! tanpa membicarakan sayap obat dan sayap penyakit saja, hadtis itu jelas memperlihatkan suatu kengawuran apalagi jika dibahas mengenai sayapnya..!!

    mas,…. artikel yang anda sodorkan itu jelas mrp upaya pembelaan walaupun dari kacamata saya sebenarnya pembelaan membabi buta. itu wajar, kenapa..? nyaris semua didunia ini selalu ada pro dan kontra. Bahkan realitas bumi mengelilingi mataharipun dibantah dengan penelitian yang ala kadarnya hanya untuk memberikan pembenaran penafsiran ulama anutan. saya nggak heran…!!

    saya pikir, logika sederhana saya tersebut justru sangat erat korelasinya dengan substansi hadits. karena anda tidak memikirkan seperti yang saya pikir, makanya anda kaget dan merasa aneh.

    coba pikir mas, kira-kira kenapa lalat harus dicelupkan..? bukankah upaya menetralkan penyakit dengan obat..? jadi apanya yang aneh dengan ulasan saya mengenai jatuhnya lalat..? dipaksakannya dimana…?

    sejauh ini, bahasan didunia medis tentang KAKI LALAT, nyaris semuanya sama, yaitu potensi utama menyebarkan penyakit. saya lebih mempecayai penelitian valid yang dilakukan baik oleh peneliti muslim maupun non muslim yang menyatakan bahwa KAKI LALAT yang habis menclok sana-sini itulah yang berbahaya. Apakah mereka juga anda katakan membenci Abu Hurairah dan sahabat Anas..??
    sedikit artikel yang anda link itu, mas oon, apakah membuat anda mengabaikan penelitian sebaliknya..?
    kalau anda search di google lalu anda masukkan key word KAKI LALAT saja,… bejibun artikel dan penelitian yang ujungnya menguatkan pada penolakan hadits itu akan terpampang dihadapan anda. mulai dari hasil skripsi yg disertai dengan data dan kesimpulan yang akurat, sampai dengan hasil penelitian dari para pakar bakteri pathogen, mikrobiologi dan mikrobiotiknya. atau yang paling mudah, anda bisa kunjungi puskesmas terdekat dengan tempat tinggal anda, lalu tanyakan mengenai lalat komplit dengan sayap dan kakinya kepada perawat atau dokter jaga disana. mereka mungkin belum pernah mendengar hadits lalat dan bahkan tidak kenal Abu Hurairah, sehingga anda tak perlu khawatir apakah mereka didasari rasa benci atau tidak dalam menjawab pertanyaan anda. sepakat Mas Oon..?

    tapi kalau anda tetep masih mendukung hadtis tersebut ,… ya sudah, itu hak anda. tapi jangan anda lebarkan penolakan itu dengan : wahh… si gandung ini benci rupanya,…. apalagi ditambah,…. oohhh… syiah toh,…. pantesss….. ini baru namanya subyektif.
    saya pribadi berlepas diri dari penelikungan akal seperti ini.

    Pak empunya Blog,.. maaf yach kami kebablasan keluar dari topik. saya kembalikan dech ke alurnya.

    salam semuanya..

    Silahkan, meski diluar topik artikel, namun menurut hemat saya, diskusi anda masih terarah dan mencerahkan. Terima kasih.

    tapi ya nggak apa-apa mas anda berbeda dengan saya,

  81. @gandung

    @Oon

    Maaf, berhubung anda menyebut kata ushul, maka saya mau nimbrung sedikit. Karena persoalan hadis lalat ini sebenarnya tidak terkait dengan persoalan ushuliyah, melainkan furu’iyah … itupun kalau mau dimasukkan ke fiqh bab thaharah … :)

    Baik mas Gandung, memang saya lihat mindset kita berbeda, secara ushul dalam memahami nash pun berbeda, sehingga susah untuk bisa dipertemukan,

    Saya sepakat tentang adanya perbedaan mindset disini. Hanya saja persoalan hadis lalat pada dasarnya tidak terkait dengan ushul, sehingga kalau besok lusa ada lalat masuk ke minuman anda, lalu anda mengangkat lalat itu dan membuangnya atau anda enggan meminumnya lagi, maka hal itu jelas tidak memposisikan anda sebagai seorang Muslim yang menginkari sunnah, atau dalam katerori fasik, musyrik dan lain sebagainya.

    Persoalan ushul adalah persoalan aqidah yang terkait dengan ma’rifatullah, ma’rifatunnubuwwah, dan ma’ad. Pengingkaran dalam ketiga hal mendasar inilah yang terkait dengan ushul, sedangkan percaya atau tidak percaya dengan hadis lalat tidak akan membuat anda sebagai kafir, munafik ataupun musyrik.

    Di samping itu, perlu ditegaskan bahwa kajian persoalan pribadi Abu Hurairah sebagai seorang perawi hadis yang termuat secara sangat dominan di dalam Shahih Bukhari (khususnya) di satu sisi, adalah satu kasus terpisah yang tidak secara langsung mesti/harus berhubungan dengan hadis ini.

    apalagi anda sudah mengakui sendiri bahwa sebenarnya sampeyan itu siapa…

    No comment …

    Satu kaidah ushul di dalam Ahlussunnah (bukan selainnya) adalah mendahulukan nash-nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah daripada akal kita…

    Barangkali, inilah bedanya persepsi ushul yang ada dalam mazhab Ahlulbait dan Sunni. Sebagian Ahlussunah, terkadang (barangkali seperti anda sendiri) beranggapan bahwa masih ada sebagian nash Al-Qur’an yang seolah-olah belum rasional pada suatu masa, sehingga perkara kerasionalannya baru bisa dibuktikan/diterima pada belakangan hari, yakni sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan atau sains.

    Adapun Syiah Imamiyah sepakat dengan menyatakan bahwa seluruh nash Al-Qur’an adalah perkara rasional di setiap tempat dan zaman, sebagaimana Al-Qur’an adalah kitab yang bisa dipahami di setiap tempat dan zaman. Artinya, kebenaran wahyu Al-Qur’an bersandar kepada asas non-kontradiksi atau principium contradictoris.

    Ukuran di dalam menilai suatu kebenaran adalah akal (yang dalam hal ini adalah senarai kaidah-kaidah rasional), sehingga kebenaran wahyu Al-Qur’an pun niscaya sejalan dengan akal sehat manusia di setiap tempat dan zaman.

    Untuk itu, Syiah Imamiyah sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa pada saat ini, masih ada sebagian ayat Al-Qur’an yang oleh manusia (baik di masa lalu, sekarang ataupun masa akan datang), yang seolah-olah masih belum bisa dirasionalisasikan, atau belum bisa diterima akal sehat atau masih belum bisa dinalar (baik di suatu tempat maupun di zaman tertentu). Sehingga barulah di suatu masa nanti, ia bisa diterima kebenarannya secara logis.

    karena berapa banyak nash-nash yang dulu mungkin belum terungkap kebenarannya secara akal dan ilmu pengetahuan, baru akhir-akhir ini saja terungkap.

    Maaf Mas, mustahil masih ada frase/ayat Al-Qur’an yang sejak dulu atau hingga saat ini, seolah-olah masih belum terungkap kebenarannya secara akal/rasional, karena keniscayaan adanya wahyu dari Allah itu sendiri adalah perkara yang sangat rasional sejak semula. Itulah sebabnya, sejak 14 abad silam, Allah pun sudah menyatakan di dalam Al-Qur’an:

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. 4:82)

    Ayat ini secara tegas menggambarkan kepada kita bahwa meskipun perkembangan ilmu sains di jazirah Arab saat itu masih belum seberkembang seperti di kalangan bangsa Romawi atau Cina misalnya,namun pada dasarnya, masyarakat Arab yang paling badui sekalipun (saat itu) pasti sudah bisa merasionalisasikan seluruh kebenaran isi Al-Qur’an dengan akal mereka. Yakni, mereka dipastikan tidak akan menemukan suatu ayat Al-Qur’an pun yang kontradiktif dengan kaidah berpikir.

    Perkara ikhtilaf/pertentangan/kontradiksi adalah suatu hal yang bertentangan dengan nalar alias tidak logis. Perlu dibuat catatan bahwa dalam ilmu logika, tidak ada suatu proposisi yang statusnya masih belum logis sekarang dan baru akan logis dua hari atau sebulan atau setahun atau seratus tahun lagi. :lol:

    Alasannya, logika manusia dan juga sebagaimana Al-Qur’an bersandar pada asas non-kontradiksi. Artinya, Al-Qur’an sudah menjelaskan bahwa sejak 14 abad silam, seluruh ayat-ayatnya bisa dinalar secara logis, karena wahyu dari Allah swt pasti berpijak kepada prinsip non-kontradiksi yang juga sejalan dengan kaidah berpikir manusia itu sendiri.

    Kalau boleh saya tambahkan sedikit dari sisi ilmu kristologi bahwa pola pikir yang menyatakan bahwa suatu Ayat Tuhan baru bisa logis nanti dan belum bisa dinalar pada saat ini, adalah sangat mirip dengan pola pikir Kristen dan Yahudi terhadap sebagian ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab mereka.

    itu membuktikan bahwa akal dan ilmu pengetahuan itu terus berkembang,

    Anda melakukan makhlut disini, alias pencampuradukkan antara kemampuan bernalar spesies manusia dan pemahaman manusia terhadap alam kehidupannya di dunia yang terkompilasi sebagai ilmu sains.

    Tidak Mas, akal anda tidak berkembang, tapi ilmu pengetahuan dan teknologi iya.

    sedangkan wahyu adalah mutlak kebenarannya.

    Wahyu sebagai suatu kebenaran yang mutlak adalah hal rasional dan anda benar sekali disini, itulah sebabnya bahwa secara tidak sadar, anda sebenarnya telah membuat pernyataan yang saling kontradiktif. Silahkan perhatikan dua pernyataan anda disini.

    Pertama anda mengatakan bahwa “berapa banyak nash-nash yang dulu mungkin belum terungkap kebenarannya secara akal dan ilmu pengetahuan, baru akhir-akhir ini saja terungkap” dan kedua “sedangkan wahyu adalah mutlak kebenarannya“.

    Mas, pertama-tama saya yakin bahwa maksud “wahyu” yang anda nyatakan itu pasti merujuk kepada kitab Al-Qur’an, sedangkan parameter anda ketika menyatakan “wahyu adalah mutlak kebenarannya” itu lantas diukur berdasarkan apa jika anda sendiri tidak bersandar kepada prinsip dasar rasional alias principium contradictoris? Dari mana munculnya statement anda yang menyatakan bahwa “wahyu adalah mutlak kebenarannya” jika disisi lain, anda sendiri menyatakan bahwa “berapa banyak nash-nash yang dulu mungkin belum terungkap kebenarannya secara akal“?!

    Artinya, apakah frase “wahyu adalah mutlak kebenarannya” ini tersimpulkan akibat diukur dengan akal anda, ataukah ia diukur dengan wahyu itu sendiri yang di frase sebelumnya, menurut anda sendiri bahwa kebenaran sebagian wahyu atau ayat-ayatnya itu sendiri masih belum bisa diukur dengan akal? Atau dengan bahasa anda bahwa sebagian ayat-ayat Al-Qur’an itu masih “belum terungkap kebenarannya secara akal“?

    Sederhananya, jika kebenaran dari sebagian wahyu atau ayat Al-Qur’an ini, menurut anda, masih “belum terungkap kebenarannya secara akal“, lantas bagaimana anda bisa mengukur atau menghukumi bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi adalah sesuatu yang “mutlak kebenarannya“?

    mungkin saat ini kita belum bisa menalar beberapa hal yang disebutkan dalam nash,
    tetapi bisa jadi beberapa waktu kemudian hal itu akan terungkap.

    Saya mau tanya lagi Mas … apakah Al-Qur’an itu wahyu dari Allah? Saya yakin anda akan menjawab “Iya”. Lalu saya mau tanya lagi. Bukankah anda sendiri yang menyatakan bahwa “wahyu adalah mutlak kebenarannya“?

    Mas … apabila di satu sisi, Al-Qur’an, menurut anda adalah wahyu yang mutlak kebenarannya, tapi di sisi lain, menurut anda bahwa ia “belum terungkap kebenarannya secara akal“, maka parameter anda di dalam menilai kebenaran wahyu di satu sisi dan kebenaran Al-Qur’an di sisi lain adalah absurd!

    Mungkinkah ada satu ayat Al-Qur’an yang bisa dipahami tanpa akal?! Jika anda menjawab iya, silahkan melakukan wisata ilmiah ke RSJ Grogol dan lakukanlah pengujian disana. Jika ada di antara pasien yang bisa memahaminya, maka saya rela mengucapkan syahadat sekali lagi … :lol:

    Mas, yang terjadi selama 14 abad terakhir ini adalah mishdak atau penampakan realitas ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sebuah kebenaran dan bukan Al-Qur’annya semakin bisa dinalar ataupun manusianya semakin rasional, sementara dulunya belum demikian, baik pada tingkat manusianya atau Al-Qur’annya …

    contohnya hadits lalat ini.

    Nah, sekarang ke persoalan posisi sunnah. Pertama-tama perlu diketahui bahwa Syiah Imamiyah tidak memiliki kitab sahih seperti yang dinyatakan Ahlussunah, semisal Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Nasai, Tirmidzi, dan seterusnya. Syiah memiliki empat kitab rujukan hadis yang semua kebenaran rawi dan matannya harus sejalan dengan Al-Qur’an yang pada saat yang sama, ia juga sejalan dengan kaidah berpikir yang rasional. Untuk itu, seluruh hadis terbuka untuk ditelaah dan dikritik until it is proven otherwise.

    Perlu dibuat catatan pula bahwa penolakan terhadap sebagian hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah disebabkan dia disangsikan dalam hal kejujuran dan keadilannya ketika meriwayatkan suatu hadis. Hal ini rasa-rasanya perlu saya jelaskan bahwa kasus Abu Hurairah bukan persoalan sentimen, tapi persoalan di dalam menilai keotoritatifan seorang perawi atas suatu hadis yang disampaikannya. Hadis lalat hanya salah satu dari sekian banyak hadis-hadis Abu Hurairah yang matan hadisnya layak untuk di analisa kembali nilai kebenarannya.

    Beberapa penyangsian sejak masa lalu atas pribadi Abu Hurairah (yang anehnya sangat dominan di dalam kitab Bukhari) mengakibatkan kita tidak bisa serta merta menerima hadis dari pribadi yang cukup bermasalah ini. Banyak kalangan sahabat dan ulama yang menyatakan keraguannya atas pribadi Abu Hurairah, berikut ini diantaranya:

    Abu Hurairah disangsikan oleh Umar bin Khattab.

    Umar pernah berkata “Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah”? (ya ‘aduwallah wa ‘aduwa kitabihi saraqta maalallah). (Lihat: at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335, Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:612)

    Abu Hurairah disangsikan oleh Aisyah

    Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” (Lihat: Siar a’lam an-Nubala’ Jil:2 Hal:604/612/613, at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335)

    Abu Hurairah disangsikan oleh Abu Hanifah

    Abu Hanifah menyatakan: “Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik…” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:4 Hal:69).

    Abu Hurairah disangsikan oleh Jahidh

    Jahidh dalam kitabnya yang terkenal “at-Tauhid” menyatakan: “Abu Hurairah adalah pribadi yang tidak dapat dapat dipercaya dalam masalah periwayatan (hadis) dari Rasulullah…sebagaimana Ali tidak mempercayainya, bahkan mencelanya. hal serupa juga yang dilakukan oleh Umar dan Aisyah (terhadap Abu Hurairah)” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:20 Hal:31)

    Abu Hurairah disangsikan oleh Ibrahim an-Nakha’I

    Ibrahim an-Nakha’I pernah menyatakan: “Golongan kita (ashabuna) mereka meninggalkan hadis yang datang dari Abu Hurairah”? Atau pada kesempatan lain ia pernah menyatakan: “Mereka tiada mengambil riwayat dari Abu Hurairah kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan sorga dan neraka saja”. (Lihat: Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:609, Tarikh Ibn Asakir Jil:19 Hal:122)

    Abu Hurairah disangsikan oleh Fakhru ar-Razi

    Fakhru ar-Razi mengatakan: “Banyak dari kalangan sahabat mencela Abu Hurairah, kita sebutkan contohnya; Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa yang di pagi hari bangun dalam keadaan jinabah maka hendaknya tidak berpuasa”. Lantas mereka (para sahabat) mengeceknya kembali kepada dua istri Rasul Aisyah dan Ummu Salamah, mereka berdua mengatakan: “Hal itu (peristiwa itu) pernah dialami oleh Nabi, namun beliau tetap berpuasa”. Mereka berdua (istri-istri Nabi) lebih mengetahui (apa yang diperbuat oleh Nabi)…”. (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205).

    Dalam kesempatan lain, Fakhru ar-Razi juga menukil kejadian yang berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib. Sewaktu Abu Hurairah meriwayatkan satu hadis dengan mengucapkan: “Kekasihku (Rasulullah saw) telah berbicara kepadaku…”, lantas Ali berkata: “Sejak kapan beliau menjadi kekasihmu?” (al-Matholib al-Aliyah Jil:9 Hal:205)

    Intinya, persoalan seputar pribadi Abu Hurairah sebagai seorang perawi dan beberapa hadis bermasalah yang diriwayatkannya di satu sisi, dan hadis lalat ini di sisi lain adalah kajian yang memang selayaknya ditelaah kembali secara mendalam.

    sedangkan kita tahu bahwa hadits tsb secara ilmu hadits dan ilmu pengetahuan modern (baru-baru ini)telah terbukti kebenarannya,

    Wah Mas, saya sudah baca seputar penelitian itu… dan sebenarnya… the so called …”bukti-bukti” yang di klaim ini, menurut hemat saya, belum sepenuhnya membuktikan keabsahan hadis lalat. Penelitian yang menyatakan bahwa selain lalat adalah karier patogen, tetapi ia membawa juga mikrobiota yang dapat bermanfaat, sebenarnya belum membuktikan bahwa apakah bakteri-bakteri patogen yang melekat di lalat, sepenuhnya dapat dinetralisir oleh mikrobiota yang melekat di abdomennya yang ikut melesat ke dalam cairan jika dicelupkan.

    Penelitian ini hanya menyatakan bahwa bakteriofag yang merupakan virus pada lalat ini mampu menyerang sebagian virus dan bakteri lain, namun apakah efek penyerangan ini bersifat menetralisir virus lain atau justru memancing dan memunculkan virus baru, maka pihak peneliti itu, menurut hemat saya, sama sekali belum menyimpulkan hasil riset mereka secara jelas. Apalagi penelitian itu entah kenapa berhenti sejak tahun 2002 …

    Mas, berhentinya riset ini justru menimbulkan tanda tanya baru, yakni apakah penelitian itu hanya suatu publikasi dari sebuah perusahaan farmasi untuk menarik dana bantuan luar negeri. Hal semacam ini terjadi Mas dan kasus ini sudah terjadi puluhan kali, terutama justru di negara-negara maju bahkan terhadap kasus-kasus yang umum seperti AIDS dan kanker.

    Intinya, penelitian ini masih sangat prelilinary untuk mengantarkan kita kepada suatu konklusi ilmiah bahwa lalat bukan lagi suatu ancaman, apalagi menjadikannya sebagai obat. Lebih-lebih sampai menyepelekan bahaya virus dan bakteri penyakit yang ada pada lalat yang mana secara medis telah terbukti kebenarannya.

    Sebenarnya ada cara terbaik untuk mengetesnya … :lol: … daripada riset mahal-mahal … begini aja … bila seekor lalat yang masuk ke dalam air diyakini bisa menetralisir bakteri dan kuman yang dibawanya, maka kasus serupa pastinya bisa diaplikasikan juga kepada lebih dari satu lalat di cairan yang sama … SETUJU?! … :lol:

    Nah, kalau pembuktian terhadap satu lalat sulit … silahkan kumpulkan sekitar 500 lalat di gelas yang sama, lalu celupkanlah ke 500 lalat itu ke dalam gelas … semua lalat itu pasti kan mengeluarkan bakteriofag yang konon akan menetralisir racun-racun mereka sendiri … SUDAH?!

    Selanjutnya, ambil saringan dan sebuah gelas yang bersih lalu saringlah lalat-lalat yang sudah dicelupkan itu dengan saringan sembari menuangkan cairan tadi ke gelas baru yang bersih itu …SUDAH?!

    Silahkan anda minum gelas yang merupakan hasil rendaman 500 lalat tersebut, kalau dalam tiga hari anda belum moncor atau di opnam … berarti hadis lalat itu benar, namun jika sebaliknya … sebaiknya anda sudah tulis wasiat … he he he … :) cara murah … efektif … dan tepat sasaran … :mrgreen:

    Silahkan mencoba, karena saya enggak mau ikutan untuk tes yang satu ini … :lol:

    sedangkan kalau sekarang kita tanya ke perawat atau dokter tanpa penjelasan dan tarbiyah terlebih dahulu, ya mereka akan menolak, tetapi coba anda tanya kepada perawat atau dokter yang sudah mengetahui akan hal ini ya pasti akan sepakat lah mas… dan hal ini memang perlu waktu, coba bayangkan jika penelitian ini telah disebarluaskan dan dijadikan rujukan oleh seluruh kedokteran di dunia… pasti akan jadi lain dech…orang-orang yang sebelumnya menolak akan berduyun-duyun menerimanya… semoga…

    Dicoba saja Mas … daripada repot-repot meyakini semua orang … siapa tahu anda bisa menjadi penemu obat baru, insyaAllah tidak menjadi pasien baru … he he he … just kidiing ya Mas .. ;) .. yeah … semoga … :mrgreen:

    *menulis komentar sembari muntah-muntah ngebayangin gelas terendam 500 lalat Mesir … mentek-mentek … kalo lalat Indon mah … piyek-piyek … :lol: *

    Jika kaidah yang sampeyan gunakan dengan mendahulukan akal daripada wahyu, berapa banyak nash-nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah akan tertolak? (As-Sunnah di sini juga termasuk yang diriwayatkan oleh ahlul bait lho… seperti imam Ali ra dll)

    Wah Mas, kok dari hadis lalat nyasar ke wahyu segala … emangnya hadis lalat itu ayat Al-Qur’an?!

    He he saya tidak melebarkan masalah… siapa coba yang mulai?

    Di atas Mas, anda baru saja memulainya … Anda baru saja melebarkan kajian hadis lalat ini sehingga ia seolah-olah sejajar dengan wahyu Al-Qur’an … ;)

    saya cuma merespon komen anda yang pertama kali :
    “jangan sangking antum cinta sama Pak Abu Hurairah, sampai melecehkan Rasul,…. ntar kuwalat lho”.
    kebalikannya berarti anda benci dan tidak percaya sama sahabat Rasul tersebut… tetapi mudah2 an saya salah dan sampeyan tidak seperti itu… iya kan mas…

    Mas, saran saya sebaiknya kita tanyakan juga kepada Umar bin Khattab, Aisyah, Abu Hanifah, Jahidh, Ibrahim Nakha’i, Fakrurrazi tentang mengapa mereka menyangsikan Abu Hurairah … Paling terakhir … sebaiknya bertanya kepada Bukhari, mengapa setelah sekian banyak sahabat dan ulama yang menyangsikannya, namun mengapa dia masih saja menganggap Abu Hurairah itu jujur dan adil? Tanya kenapa?!

    Baik saya cuma merespon komentar dari sampeyan aja yang mengomentari hadits-hadits dari Abu Hurairah di atas dan maaf, saya tetep menganggap argumentasi sampeyan sangat lemah, apalagi untuk bicara masalah Dien… tetapi baiklah saya sepakat kita tidak usah memperpanjangnya… kembali lg ke alurnya OK…

    Sebenarnya saya tidak mau ikutan sih, karena menurut saya masih banyak persoalan umat Muslim yang lebih mendasar dan perlu dikaji secara lebih intens dan mendalam … tapi berhubung anda merembetkan persoalan hadis lalat ini ke masalah ushul, ya saya jadi ikutan deh … semoga antum tidak keberatan … ;)

    Bila ada kata-kata yg kurang berkenan saya mohon ma’af.

    Saya juga minta maaf kalau ada kata pada komentar saya yang tidak berkenan …

    Terima kasih kepada Bapak yang empunya blog atas kesempatan yang diberikan…

    Senang sekali berkenalan dengan saudara seiman … Terima kasih sama-sama Mas

    Wassalam.

    Wassalam juga … :)

  82. Shalom saudari Sari. saya tertarik dgn kalimat anda: “saya seorang Pantekosta (Kristen aliran Pantekosta), namun aliran kami berbeda dengan aliran Pantekosta pada umumnya. Jika pada umumnya aliran kristen termasuk pantekosta mempercayai doktrin Allah Tritunggal, tetapi kami adalah aliran Pantekosta Unitarian, kami percaya bahwa Allah yang patut disembah adalah Allah Yang Esa,”. Dimana gerejanya? kami juga dr aliran unitarian, gereja kami adalah Gereja Jemaat Allah Global Indonesia dan pengikutnya sangat sedikit sekali. bayangkan utk jakarta hanya 7 KK saja. Puji Tuhan, ternyata masih ada yg sama spt kami. kalau boleh saya dpt ketahui emailnya utk dpt japri lebih dalam.
    Utk bang Oon yth, terima kasih atas perhatiannya utk kami kelompok Unitarian, tp maaf mas tak boleh meminta org utk ikut agama Islam dgn memberikan ayat-ayat yg ada dlm ajaran lain krn kelompok lainpun akan memberikan argumen dgn ayat-ayat yg ada dlm ajaran agamanya.
    Saya rasa yg terbaik adalah marilah kita laksanakan ajaran agama kita dg baik dan menghormati ajaran agama orang lain.
    Di dunia ini hukum yang pertama dan terutama adalah Kasihilah Tuhan Allahmu dg segenap akal budimu dan dg segenap kekuatanmu. dan hukum yg kedua ialah Kasihilah sesamamu manusia spt dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama drpd kedua hukum tsb.
    Marilahlah kita laksanakan hukum tsb dan yakinlah hidup didunia ini akan indah. sekian Wassalam.

  83. @Mas daniel,

    Salam kenal
    Apakah denominasi anda itu sama atau mirip dengan “Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh..?”
    sekiranya anda tidak keberatan, bolehlah kiranya anda memberitahu bagaimana pokok keimanan dalam denominasi anda tersebut. Bagaimanakah Tritunggal dalam konsep ketuhanan aliran Unitarian ini..?
    Terus kok baru ada 7 KK saja, apakah aliran ini termasuk “baru”, atau ada kendala lain dalam pewartaannya mas….?
    sharing dari mas mungkin bisa memperluas wawasan kami. Terima kasih.

  84. Senang bisa diskusi friendly dengan saudara-saudara sendiri dari agama lain, insya Allah bisa memperluas wawasan..membuat kita2 yang kurang bijak dalam bertutur kata bisa sebijak mas daniel..

  85. shalom.
    ust, tulisan yang ini bisa tolong diposting ke email saya gak? maaf merepotkan…. bagus euy isinya… lumayan buat dikaji dengan yang lain…
    oia, kata achi ustad udah punya kurikulum pengajian ya? boleh sekalian dikirim gak?
    afwan wa syukran….

    Syalom,
    Ok Za, insyaAllah akan ana email ke antum, jangan lupa “tiket ke surga”… ;)

  86. Shalom, terima kasih saudara2 yg mau sama2 sharing ttg keimanan. memang bertambah kita tau agama atau keyakinan org lain semakin dalam keyakinan kita dan semakin kita bisa menghargai orang lain.
    Utk Mas Gandung, aliran kami tdk mengenal Tri Tunggal, tp Tauhid sbgmn tertulis dalam hukum yg pertama “Tiada Tuhan selain Allah” Dia Allah satu2nya Allah yang menciptakan alam dengan segala isinya.
    Yesus adalah utusan, “Putra Allah” yang karena kekuasaan Allah dikandung oleh perawan Maria, lahir utk menyampaikan kabar baik bagi manusia agar kembali ke jalan yang benar.
    Roh Kudus adalah kuasa Allah yang merupakan roh pelindung, roh suka cita bagi umat yang percaya akan dia.
    Dalam menjalankan keimanan kami, kami menjadikan Alkitab sbg pedoman, tanpa doktrin2 bikinan manusia. Jadi kami tdk sama dgn Advent, walaupun bbrp mirip. smg bisa dimengerti. terima kasih.

  87. oy satu pertanyaan dr mas Gandung belum terjawab. kenapa jemaatnya begitu sedikit (7 KK). yah ini merupakan suatu hal yg perlu dipikirkan juga.
    Pewartaan kurang? mungkin juga, tp hal ini mungkin juga krn banyak org menganggap aliran ini ganjil atau aneh, malahan bbrp teman mengatakan sesat.
    Masalah beribadah pd hr sabat/sabtu, inipun membuat tdk semua org siap. apalagi dengan ajaran2 yg dianggap kuno tdk modern lagi krn menjalankan ajaran spt dalam Alkitab, terutama ttg makanan. jadi yah agak sulit, walaupun kami tetap berupaya terus mewatakan kabar baik.
    Saudara2 yg budiman, bila ada yang berminat boleh menghadiri seminar yang akan diadakan pd tanggal 27 juli 2008 hr minggu yg dimulai pkl 09 pagi di auditorium Muhammadyah, menteng jakarta pusat ttg” Yesus “.
    mudah2an dr seminar tsb dpt diketahui bagaimana sih aliran kami ini. terima kasih.

  88. @ Mas Daniel,
    terima kasih sudah mau berbagi info dengan kami di milis ini. Sebenarnya dengan konsep yang ini memang bisa dikatakan “dekat” dengan prinsip Tauhid dalam islam.
    Lalu bagaimana Unitarian menyikapi PB..? mengingat dari PL ke PB prinsip penyembahan kepada yang ESA itu mengalami perubahan.
    bagaimana juga sikap Unitarian dalam penyaliban Yesus dan penebusan dosa..?

    kalau masalah klaim sesaattss….. yach don’t care aja mas. nggak boleh masuk surga imajiner mereka juga nggak apa-apa.
    Sebenarnya pengen juga ke seminar, tapi jarak dan waktu tdk memungkinkan. Boleh juga nanti justru mas daniel yang memberikan “Laporan Pandangan Mata” dari Lokasi Kejadian. he..he….

  89. Shalom, Terima kasih mas Gandung atas perhatiannya. Kami tetap menggunakan Alkitab secara penuh PL maupun PB. Karena dlm PB pun Yesus mengajarkan bahwa satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus sbg utusan-Nya.(Yohanes 17:3) dr ayat ini jelas Kristus Yesus mengajarkan bahwa yang patut disembah hanyalah Allah dan Yesus bukan Allah.
    Ok, maaf itu adalah hal yang kami Kristen Tauhid imani.
    Saya akan beupaya hadir dan menginformasikan ttg giat seminar hr minggu nanti. GBU

  90. , Bapak MM wrote:
    [quote]Maaf, berhubung anda menyebut kata ushul, maka saya mau nimbrung sedikit. Karena persoalan hadis lalat ini sebenarnya tidak terkait dengan persoalan ushuliyah, melainkan furu’iyah … itupun kalau mau dimasukkan ke fiqh bab thaharah ….[/quote]

    Terima kasih Pak Ustad atas tanggapannyasuatu kehormatan buat saya, pemilik blog mau menanggapi komentar saya he he he…

    Sama-sama, meskipun saya (maaf saja) sebenarnya tidak mood untuk membahasnya…

    Iya memang masalah hadits lalat itu adalah hal yang sunah bukan wajib, jika ga dilakukan ya ga pa2, tetapi ketika sikap penolakan terhadap suatu hadits dengan tanpa ilmu (ilmu mustholah hadits) tetapi hanya dengan ra’yu maka itu sudah berkaitan dengan masalah ushul.

    Mas, ilmu musthalahatul hadis adalah metode yang disusun untuk menjustifikasi suatu hadis, baik dari sisi sanad maupun matannya. Metode ini disusun oleh para ulama sesuai dengan zaman mereka masing-masing untuk menilai dua sisi tersebut. Namun implementasi seorang penilai dengan menggunakan metode ini terhadap suatu hadis, bukan berarti hasilnya dijamin pasti murni dan bersih dari subyektivitas si penilai, dan hukum ini berlaku atas diri saya dan juga anda sendiri, semua ulama, termasuk Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, dan lain-lainnya.

    Lalu perlu diperjelas juga bahwa ilmu ini muncul akibat banyak beredarnya hadis-hadis palsu dan bukan sebaliknya.

    Untuk itu, hal ini bukan berarti bahwa kalau sudah menggunakan metode yang dianjurkan ilmu ini dalam menilai suatu hadis, pasti hasil penilaiannya benar dan yang tidak pasti keliru. Karena tetap saja bahwa dalam pengimplementasiannya, setiap ulama (sepanjang sejarah) tetap memiliki persepsi yang berbeda atas pendekatan metode aplikatif di dalam menilai suatu hadis dana pada saat mereka mengkodefikasikannya. Hal ini terbukti melalui banyaknya kitab-kitab hadis, dimana satu ulama menilai bahwa hadis itu tawattur, sementara lainnya tidak demikian. Sehingga tidak mengherankan bila anda mendapatkan sebuah hadis di Bukhari yang tidak ada di Muslim. Atau, ada di Nasai dan tidak di Tarmidzi, dan seterusnya.

    Akan tetapi, hal ini bukan menunjukkan bahwa Bukhari menggunakan ilmu muthalahatul hadis, sementara lainnya tidak! Atau Bukhari menggunakan ilmu musthlahatul hadis yang benar sementara lainnya tidak! Jelas tidak demikian.

    Keniscayaan ini mengarahkan bahwa penilaian perseptual dari seorang penilai selalu akan ada di dalam menilai suatu hadis.

    Ketika saya mengatakan bahwa tafsir Jalalayn, Ibnu Katsir, atau Al-kabir ada kesalahan, misalnya, maka hal ini tidak serta merta berarti saya mengingkari Al-Qur’an sebagai Kitab Suci atau pun mengingkari bahwa Al-Qur’an seolah-olah tidak bisa ditafsirkan. Tapi saya meragukan metode penafsiran yang digunakan si penafsir tersebut, misalnya.

    Oleh karena itu, selama orang itu tidak mengingkari sunnah kenabian secara keseluruhan … apalagi sebatas menolak hadis lalat yang mana secara ilmiah sudah terbukti bahwa lalat adalah karier patogen, maka korelasi yang anda ingin kaitkan bahwa satu membahas secara rasional dan lainnya perseptual adalah semata-mata argumentum ad verecundiam

    Jadi bukan masalah substansi dari hadits tersebut tetapi sikap kita terhadap sumber kedua Islam itu lho pak…

    Memangnya ada pernyataan saya yang secara eksplisit maupun implisit bahwa saya mengingkari sunnah secara keseluruhan? Atau adakah pernyataan saya yang secara eksplisit maupun implisit bahwa saya menyatakan bahwa seluruh hadis Abu Hurairah itu tertolak? Atau adakah pernyataan saya secara eksplisit maupun implisit yang menyatakan bahwa saya menolak ilmu musthalahatul hadis? Dalam kaidah logika, argumen anda namanya ignoratio elenchi. Secara tidak sadar, anda menuduh saya dengan berbagai konklusi perseptual yang anda fantasikan bahwa saya seolah-olah menolak keseluruhan atau salah satu dari dua prinsip di dalam mengkaji Islam Mas … please eling deh .. :lol:

    Bapak MM wrote:
    [quote]Maaf Mas, mustahil masih ada frase/ayat Al-Qur’an yang sejak dulu atau hingga saat ini, seolah-olah masih belum terungkap kebenarannya secara akal/rasional, karena keniscayaan adanya wahyu dari Allah itu sendiri adalah perkara yang sangat rasional sejak semula. Itulah sebabnya, sejak 14 abad silam[/quote]

    Saya yakin pak Ustad tau apa yang saya maksud, mungkin saya yang kurang bisa menguraikannya, baiklah saya ralat bahwa : “karena berapa banyak nash-nash yang dulu mungkin belum terungkap kebenarannya secara ilmu pengetahuan, baru akhir-akhir ini saja terungkap” saya telah menghilangkan kata akal dalam kalimat tersebut sudah clear kan…

    He he he … :lol: terus terang Mas, saya tidak tahu maksud awal anda itu tadinya mau bilang apa … dan saya tidak tahu apakah anda merobah itu akibat saran dan penilaian dari saya atas premis anda … ataukah akhirnya anda menyadari bahwa seluruh ayat Al-Qur’an itu memang pada dasarnya rasional, meskipun tidak harus dibuktikan secara saintifik.

    Nah, kalau sekarang sudah jelas perbedaan antara potensi rasional manusia dan ilmu saintifik yang tujuannya untuk mengungkap berbagai fenomena di alam kehidupannya, maka hal ini berarti bahwa seluruh nash Al-Qur’an pada dasarnya sudah terungkap kebenarannya berdasarkan potensi rasionalitas manusia yang jelas-jelas dimiliki oleh setiap orang di setiap waktu dan tempat.

    Hal ini semakin terbukti bahwa sejak 1400 tahun silam, Al-Qur’an terbukti sejalan dengan prinsip rasionalitas, meskipun selama periode itu ilmu-ilmu saintifik manusia mengalami kemajuan dan/atau kemunduran. Artinya, kebenaran premis-premis Al-Qur’an berpijak pada prinsip rasionalitas dan tidak mesti (temuan) saintifik, sehingga Al-Qur’an itu baru tampak kebenarannya.

    Di samping itu, pembicaraan ayat-ayat Al-Qur’an tentang fenomena alam, misalnya, sudah diakui kebenarannya oleh generasi umat Muslim pertama, bahkan sejak ayat ini disampaikan oleh Rasulullah saw kepada kalangan badui Arab yang saat itu tidak punya teleskop dan sama sekali tidak memiliki pengetahuan saintifik apapun yang memposisikan mereka (yakni para badui Arab itu) mengetahui secuil pengetahuan pun mengenai prinsip geosentris yang diyakini masyarakat non-Arab saat itu … apalagi heliosentris setelah periode Copernicus. Artinya, seluruh ayat Al-Qur’an itu menurut mereka sudah rasional.

    Saran saya, tolong anda pelajari perbedaan antara prinsip berpikir secara rasional di satu sisi dan ilmu saintifik di sisi lain supaya memahami perbedaan keduanya …

    Intinya, penjelasan anda hanyalah sebatas pengakuan kesalahan anda dalam menulis suatu argumen (seperti yang anda bilang …barangkali … :lol: ) yang sama sekali tidak terkait dengan kebenaran hadis lalat, baik secara implisit, apalagi secara eksplisit … ;)

    Semoga sudah clear Mas … :mrgreen:

    Jadi kalo hadits lalat ini sekarang baru terungkap kebenarannya secara ilmu pengetahuan walaupun “belum sepenuhnya” itu sudah lebih dari cukup untuk mempercayai hadits tersebut karena pada dasarnya akal kita seharusnya sudah membenarkannya kan ? He he he…

    He he he … ini sih ra’yu argumentum ad baculum anda saja yang bicara dan bukan rasionalitas. Sebab kalau anda menggunakan nalar rasional, saya yakin anda tidak akan memberikan anak anda obat yang “belum sepenuhnya” teruji bagi kesehatan manusia …

    Nah, saran saya adalah: agar pembuktian hadis lalat ini bisa “sepenuhnya” benar … dan bukan hanya secara musthalahatul hadis :lol: , misalnya, silahkan anda bereksperimen dengan metode eksperimen saintifik yang saya tawarkan …

    Jangan anggap anjuran eksperimen saya tidak rasional lo Mas, … mungkin dosisnya iya :mrgreen: (maklum lah the more the merrier) … :lol: sebab hampir semua penemu obat telah bereksperimen dengan metode yang saya jelaskan itu… ya tentu saja setelah hal itu sebelumnya dilakukan pada beberapa spesies hewan… namun berhubung saya melihat antusiasme antum melebihi dua periset asing yang pernah bereksperimen terhadap bakteriofag lalat yang entah mengapa keduanya pun enggan lagi untuk meneruskan “temuan” yang seharusnya bisa membuat keduanya kaya raya … :)

    Tanya kenapa?

    Bapak MM wrote:
    [quote]Abu Hurairah disangsikan oleh Umar bin Khattab.
    Umar pernah berkata “Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah”? (ya ‘aduwallah wa ‘aduwa kitabihi saraqta maalallah). (Lihat: at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335, Siar a’alam an-Nubala’ Jil:2 Hal:612) [/quote]
    Pak Ustad, itu memang cara yang diterapkan Umar Ra. Kepada para bawahannya bukan hanya Abu Hurairah Ra saja, tetapi juga kepada Abu Musa Al Asy’ari Ra dan Al- Haarits bin Wahb agar para bawahannya tidak memanfaatkan jabatan yang disandangnya.
    Kenapa Pak Ustad tidak teruskan lagi perkataan Umar Ra di atas, padahal kan ada terusannya yaitu jawaban Abu Hurairah : “Aku bukan musuh Allah dan bukan musuh kitab-Nya. Akan tetapi aku adalah musuh bagi yang menentang keduanya dan aku tidak mencuri harta Allah” kemudian Abu Hurairah pun menjelaskan harta tersebut dari mana yaitu sebagian dari hasil ternak dan sahamnya. Justru di sini menunjukkan Umar Ra begitu mencintai para Sahabatnya agar tidak terjerumus mendapatkan harta dari hal yang syubhat.
    Umar Ra tidak mencurigai dan menuduh Abu Hurairah mencuri. Hal ini dibuktikan dengan keinginannya mengangkat kembali Abu Hurairah untuk kedua kalinya, tetapi Abu Hurairah Ra menolaknya. Seandainya Umar Ra. telah mengetahui Abu Hurairah pernah berkhianat niscaya dia tidak akan memakainya sama sekali dan tidak akan memanggilnya untuk kedua kalinya. (Lihat Al Amwal, oleh Ibnu Ubaid, hlm. 269 dengan sanad yang shahih dari jalan Yazid bin Ibrahim At Tasaturi dari Ibnu Sirin dan Al Mustadrak, 11/347 dan Uyunu Al Atsar, 1/53

    Wah, saya malas membahasnya…nanti dibilang gak ngikut lagunya Nidji lagi … :lol:
    Saya justru tidak mau mengulas seluruh bagian itu karena saya hanya menunjukkan sebagian pandangan ulama Sunni (ini bukan pandangan saya loh Mas) terhadap pribadi Abu Hurairah. Artinya, sejarah Sunni mencatat bahwa Umar telah memecat Abu Hurairah dari jabatannya sebagai gubernur Bahrain atas tuduhan korupsi. Headline besarnya adalah bahwa dia pernah dituduh korupsi dan hartanya disita. Kecuali anda mau bilang bahwa Umar menyita tanpa bukti, atau memang penyitaan itu atas dasar pembuktian. Silahkan anda pilih sendiri?!

    Sejarah Sunni juga mencatat bahwa harta Abu Hurairah saat itu telah disita oleh Umar. Adapun persoalan bahwa Umar mau menganggat dia lagi itu persoalan Umar pribadi di dalam menilai Abu Hurairoh. Kesimpulan anda yang mengatakan bahwa hal itu karena Umar tidak menganggap Abu Hurairah berkhianat .. ya mungkin saja demikian, atau mungkin juga Umar mau melakukan hal lain lagi, yaki menjebak tindak korupsinya karena sudah geregetan … sebagaimana Abu Hurairah pernah di pentung kepalanya dengan tongkat oleh Umar, dan hal ini menurut Sahih Muslim … dan bukannya penilaian Muhammad Musadiq Marhaban… :mrgreen:

    Intinya, saya hanya menunjukkan kepada anda penilaian dari sebagian ulama Sunni sendiri atas pribadi Abu Hurairah yang cukup bermasalah dan itupun dalam catatan sejarah Sunni sendiri.

    Bapak MM wrote:
    [quote]Abu Hurairah disangsikan oleh Aisyah
    Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” (Lihat: Siar a’lam an-Nubala’ Jil:2 Hal:604/612/613, at-Tabaqot al-Kubra Jil:4 Hal:335) [/quote]
    Hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah Ra jumlahnya paling banyak daripada yang diriwayatkan oleh sahabat-sahabat yang lain termasuk Ummul Mukminin Aisyah ra. Hal ini disebabkan intensitas beliau bersama dengan Nabi melebihi yang lainnya, tentunya ketika Nabi ada di luar rumah, maka tentunya suatu hal yang wajar apabila ada hadits yang Aisyah ra tidak mengetahuinya, dan tentunya pada hadits tertentu saja dan sangat jarang sekali terjadi. Dan ini tidak menunjukkan bahwa Aisyah menyangsikan Abu Hurairah ra dalam meriwayatkan hadits, Bahkan Aisyah ra. Menerima dan membenarkan periwayatan Abu Hurairah sebagaimana dalam hadits Khabab yang bertanya kepada Ibnu umar : “Wahai, Abdullah bin Umar, Tidakkah engkau mendengar yang disampaikan Abu Hurairah, bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang keluar bersama jenasah dari rumahnya dan menshalatkannya, kemudian mengiringinya sampai di kubur, maka dia mendapat pahala dua qirath. Setiap qirath seperti Gunung Uhud. Barangsiapa yang menshalatkan jenazah kemudian pulang maka mendapat pahala seperti Gunung Uhud”. Lalu Ibnu Umar mengutus Khabab kepada Aisyah untuk menanyakan perkataan Abu Hurairah tersebut, kemudian kembali kepadanya memberitahukan pernyataan Aisyah, Lalu Ibnu Umar mengambil segenggam kerikil masjid yang ia bolak-balikan di tangannya sampai datang utusannya tersebut. Lalu utusan itu berkata: Aisyah berkata, “Benar Abu Hurairah” lalu Ibnu Umar membuang kerikil-kerikil yang ada di tangannya ke tanah, kemudian berkata: “Kita telah kehilangan banyak qirath”.(Shahih Muslim, Kitab Al Janaiz)

    Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap banyaknya riwayat Abu Hurairah ra, ini menunjukkan kepada kita, bahwa mereka selalu mengutamakan kehati-hatian, ketelitian dan kejelian dalam meriwayatkan dan menyandarkan cara periwayatannya. Mereka tidak memperbanyak (menyampaikan hadits), karena takut terjatuh pada kekeliruan.

    Mas, semakin banyak pembelaan anda kepada Abu Hurairah malah semakin menunjukkan bahwa Abu Hurairah itu dari sisi periwayatan sejarah Sunni sendiri adalah cukup bermasalah untuk diposisikan sebagai perawi hadis kelas pertama. Ketika Aisyah mengatakan “Alangkah anehnya! Abu Hurairah duduk di samping kamarku menisbatkan hadis-hadis pada Nabi dan membuatku mendengarnya. Aku sedang sibuk mengagungkan Allah. Jika aku mendapatinya (menyampaikan hadis-hadis lagi), aku akan menampik hadis-hadisnya.” (Sahih Muslim, Jilid II, hal 358 dan 538), maka pernyataan Aisyah ini tentu saja bukan lagi ingin membela bahwa Abu Hurairah adalah seorang yang layak dipercaya dan/atau terpandang dihadapannya.

    Ketika dua orang lelaki datang kepada Aisyah dan berkata, “Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi telah bersabda, “Pertanda buruk terdapat pada perempuan-perempuan dan hewan-hewan yang mengangkut muatan.” Aisyah berkata, “Aku bersumpah demi Dia yang menurunkan Al-Qur’an kepada Abu Qasim bahwa dia yang menyampaikan hadis ini, adalah seorang pendusta. (Ta’wil mukhtalaf al-Hadis, hal 126), maka tentu saja hal ini tidak menunjukkan bahwa Abu Hurairah adalah seorang pribadi seperti yang anda simpulkan itu.

    Ketika Umar berkata, “Engkau tinggalkan meriwayatkan hadis-hadis atau aku akan membuangmu ke tanah Daus.” (Kanzul ‘Ummal, jil V, hal 239), maka hal ini tentu saja tidak berarti bahwa Umar lagi memuji Abu Hurairah karena rajin meriwayatkan hadis Nabi.

    Intinya, persepsi pribadi anda di dalam menilai kejujuran dan keadilan Abu Hurairah adalah bukan konklusi yang disepakati oleh seluruh ulama Muslim Sunni sendiri. Sebagiannya… iya, tapi seluruhnya … jelas tidak.

    Bapak MM wrote:
    [quote]Abu Hurairah disangsikan oleh Abu Hanifah
    Abu Hanifah menyatakan: “Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik…” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:4 Hal:69).
    Abu Hurairah disangsikan oleh Jahidh
    Jahidh dalam kitabnya yang terkenal “at-Tauhid” menyatakan: “Abu Hurairah adalah pribadi yang tidak dapat dapat dipercaya dalam masalah periwayatan (hadis) dari Rasulullah…sebagaimana Ali tidak mempercayainya, bahkan mencelanya. hal serupa juga yang dilakukan oleh Umar dan Aisyah (terhadap Abu Hurairah)” (Syarh Nahjul Balaghah, Jil:20 Hal:31) [/quote]
    Wah kalo sumbernya Syarh Nahjul Balaghah no comment dech Stad… karena para ulama meragukan kitab tsb sich… disebabkan ketiadaan sanad padanya sampai ke Imam Ali ra…

    Apakah hanya karena anda mengikuti pandangan beberapa ulama yang kebetulan tidak sependapat dengan isi buku itu berarti isinya salah semua? Dan apakah hadis yang sanadnya tidak sampai berarti hadisnya dijamin palsu atau salah secara matan? Sebaliknya, apakah hadis yang sanadnya sampai berarti hadisnya dijamin pasti asli dan benar secara matan? pls deh … :lol:

    Bapak MM wrote:
    [quote]Wah Mas, kok dari hadis lalat nyasar ke wahyu segala … emangnya hadis lalat itu ayat Al-Qur’an?! [/quote]
    Pak Ustad itu hadits bukan Al-Qur’an, tetapi menurut An-Najm:4 semua perkataan rasul adalah wahyu.

    Semua perkataan Rasul saw adalah wahyu, ya itu hanya satu kasus saja Mas. Akan tetapi, persoalannya adalah apakah hadis lalat yang diriwayatkan Abu Hurairah itu adalah memang benar dan pasti ucapannya Rasulullah saw ataukah bukan? Nah untuk pembuktian yang satu ini, silahkan anda coba sendiri eksperimen yang saya anjurkan… :lol: sebab saya gak mau ikutan…

    Bapak MM wrote:
    [quote]Sebenarnya saya tidak mau ikutan sih, karena menurut saya masih banyak persoalan umat Muslim yang lebih mendasar dan perlu dikaji secara lebih intens dan mendalam … tapi berhubung anda merembetkan persoalan hadis lalat ini ke masalah ushul, ya saya jadi ikutan deh … semoga antum tidak keberatan …[/quote]

    Ga pa2 Stad, suatu kehormatan buat saya kok.. terima kasih banyak, tapi saya cuma berharap Ustad sebagai empunya Blog bisa adil bersikap terhadap para komentator di sini bukan membela yang sepaham aja…:) (just kidding) … semoga…

    Saya justru ingin mengajak untuk bersikap secara adil di dalam menilai suatu masalah, terutama soal hadis karena keberadaan hadis-hadis palsu atau cacat (baik secara sanad maupun matan) adalah sesuatu yang sudah terjadi sejak zaman bahuela. Apakah hanya karena ada sebuah hadis yang dikodefikasikan di sebuah buku yang isinya pernah disahihkan oleh Bukhari (bukan oleh Rasul saw) beberapa ratus tahun kemudian, maka kita serta-merta membabi buta untuk membenarkan bahwa seluruh hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan di dalam koleksi hadis-hadisnya itu adalah sahih semuanya.

    Memangnya Sahih Bukhari itu Al-Qur’an yang isinya dijamin secara langsung oleh Allah swt? … Mas, siapakah yang mensahihkan seluruh hadis-hadis Rasul yang dikoleksi Bukhari. Rasul saw sendiri ataukah Bukhari sendiri? Maaf Mas, saya gak makan merek… :lol:

    (just kidding) ;)

    @daniel
    Mas Daniel, minta maaf ya, saya cuma memberikan info kepada saudara-saudara kita yang Unitarian dan tidak ada paksaan kok, semoga kita semua diberi hidayah oleh-Nya.. Amin.

    Wasalam.

  91. Shalom, terima kasih mas Oon atas jawabannya dan tidak ada yg perlu dimaafkan. disini kita kan berupaya memberikan yg terbaik menurut kita dan semuanya ikhlas dan bersih. Bukan begitu pak Ustad? terima kasih atas segala penjelasannya ttg wawasan ke Islaman shg menambah kasanah baru bgi kami. GBu

  92. @Mas Oon
    [quote] tetapi ketika sikap penolakan terhadap suatu hadits dengan tanpa ilmu (ilmu mustholah hadits) tetapi hanya dengan ra’yu [/quote]

    maaf Mas Oon,…. apakah menurut anda ilmu logika tak berlaku untuk membedah hadits..??

    [quote]maka itu sudah berkaitan dengan masalah ushul. [/quote]
    kaitannya dimana mas..?

    [quote]Jadi bukan masalah substansi dari hadits tersebut tetapi sikap kita terhadap sumber kedua Islam itu lho pak…[/quote]

    Justru sikap kita itu ( kritis dan mempertanyakan)lahir karena substansi hadtis itu memang pantas untuk diperlakukan demikian.
    Sumber kedua Islam yang mana maksud anda mas..? Hadist….?? kalau memang anda percaya pada hadtis,…. semoga anda tidak membelakangi hadits tsaqalain.

    [Quote]Jadi kalo hadits lalat ini sekarang baru terungkap kebenarannya secara ilmu pengetahuan walaupun “belum sepenuhnya” itu sudah lebih dari cukup untuk mempercayai hadits tersebut[/quote]

    jadi apakah anda menyandarkan pada penelitian di Koran republika tersebut dan beberapa gelintir upaya pemberian dukungan ini dengan penelitian ala kadarnya yang hingga sampai saat ini belum diketahui kesimpulannya secara jelas tersebut..? disisi lain anda mengabaikan dan mengingkari sama sekali penelitian yang begitu banyaknya baik dari ahli-ahli dalam negeri maupun luar negeri..? bahkan dari Dr. maurice Bucaile dalam ” Islam dan Pengetahuan”..? ini artinya anda belum beres mengaplikasikan akal dalam kaidah berpikir rasional. mau tau buktinya…?? berikut saya kutipkan tulisan anda

    karena pada dasarnya akal kita seharusnya sudah membenarkannya kan ? He he he…

    ini artinya anda sedang berupaya menelikung daya nalar anda. Akal anda membenarkan hadits itu dasarnya apa..? kata “seharusnya”..?? saya benar-benar merasa rancu dengan pemikiran anda mas Oon.
    Saya nggak comment deh soal Umar.

    Hadits mengenai pertanyaan Khabab kepada Ibn Umar mengenai kata-kata Abu Hurairah yang kemudian dikonfirmasikan ke Aisyah bukanlah suatu pembuktian dan pengakuan dari Aisyah terkait kepribadian Abu Hurairah. Jelas bukan, bahwa Aisyah HANYA mengonfiirmasi dan membenarkan hadits tersebut, dikarenakan (mungkin) dia juga mendengar hadtis tersebut dari Rasulullah. Ini sama sekali tak berkaitan dengan pernyataan aisyah mengenai pribadi bermasalah Abu Hurairah.

    kalau anda mau jeli :

    [quote] Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” [/quote]

    kaidah berpikir rasional saya menyatakan : bahwa Aisyah sedang membicarakan suatu hal yang pernah dia dan Abu Hurairah dengar, lihat dan saksikan, hanya saja dia sedang merasa heran mengapa yg dikatakan oleh Abu hurairah berbeda dengan apa yg didengar, lihat dan saksikan oleh dirinya. Perkataan Aisyah itu tidak sedang membicarakan sesuatu yang TIADA PERNAH DI DENGARNYA, ATAU TERLEWAT DARI PERHATIANNYA, karena sejak awal Aisyah menyadari bahwa memang ada banyak waktu dimana dia tidak bersama Rasulullah, sehingga hadits yg diriwayatkan oleh sahabat Rasul yg belum diketahuinya tidak akan menggusarkan hatinya. yang menggusarkan hatinya adalah bahwa dia mendengar serta melihat suatu hal, tetapi dinayatakan secara tidak benar atau menyimpang oleh orang lain.

    [quote]Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap banyaknya riwayat Abu Hurairah ra, ini menunjukkan kepada kita, bahwa mereka selalu mengutamakan kehati-hatian, ketelitian dan kejelian dalam meriwayatkan dan menyandarkan cara periwayatannya. Mereka tidak memperbanyak (menyampaikan hadits), karena takut terjatuh pada kekeliruan.[/quote]

    Anda betul Mas Oon, bahwa adanya peringatan dan pengingkaran itu karena kehatian-hatian dan kejelian, tetapi juga karena kesangsian. sehingga sikap sangsi itu berimplikasi pada “jel” supaya tidak membenarkan yg tidak seharusnya. Secara eksplisit anda mengatakan bahwa semakin banyak orang meriwayatkan hadits semakin besar potensinya untuk melakukan kekeliruan. Siapa yang paling banyak meriwayatkan hadits mas oon..?
    Mengapa anda tidak mengambil rujukan yang aman saja..? yang tiada seorang pun menyangsikannya..? yang Rasul sendiri mengatakan :” Ana madinatul ilm, wa ali babuha..?” , orang yang menjadi pewaris ilmu Nabi..? yang bertumbuh dalam rumah kenabian…?? yang menyaksikan turunnya wahyu..? yang dididik secara intens dan keluar dari madrasah Rasul..secara sempurna…?? tidak saja didalam rumah beliau menemani, diluar rumah, di peperangan, dari mekkah sampai Madinah hingga saat wafat dan penguburannya..??
    coba tanyakan kepada hati anda Mas oon sembari berdoa semoga Allah memberikan kepahaman kepada anda.

    An-Najm:4 semua perkataan rasul adalah wahyu.

    Setuju..!! dan benar sekali…!! sehingga ketika Rasul menyampaikan hadtis Tsaqalain adalah wahyu, bukan karena nepotisme, Juga ketika Rasul mengangkat washi beliau adalah wahyu, bukan dorongan kekeluargaan.

    Btw, sudah dilakukankah uji hadits lalat seperti yang disarankan romo musadiq..? atau pemasyarakatan mengenai manfaat sayap, kaki dan pencelupan lalat ini bisa dimulai..? siaran di radio mungkin bisa anda mulai Mas Oon, biayanya relatif lebih murah.

    Demikian Mas oon,… mohon maaf bila tidak berkenan. Semoga Allah memberkati Anda.

    Wassalam.

  93. Mas oon,
    [quote]tetapi ketika sikap penolakan terhadap suatu hadits dengan tanpa ilmu (ilmu mustholah hadits) tetapi hanya dengan ra’yu maka itu sudah berkaitan dengan masalah ushul.[/quote]
    Apakah menurut anda, ilmu logika tidak dapat digunakan untuk membedah dan mengkritisi hadits..? lalu kaitannya dengan ushul itu dimananya mas Oon..?
    [quote]Jadi bukan masalah substansi dari hadits tersebut tetapi sikap kita terhadap sumber kedua Islam itu lho pak…[/quote]
    Justru sikap kritis tersebut lahir karena melihat substansi hadits.
    Kalau memang anda konsisten dengan mangambil hadits sebagai rujukan kedua, maka semoga anda tidak mengabaikan hadits tsaqalain.
    [quote]Jadi kalo hadits lalat ini sekarang baru terungkap kebenarannya secara ilmu pengetahuan walaupun “belum sepenuhnya” itu sudah lebih dari cukup untuk mempercayai hadits tersebut karena pada dasarnya akal kita seharusnya sudah membenarkannya kan ? [/quote]
    Disini anda kontradiksi lagi. Bahwa disatu sisi anda hendak mengatakan bahwa penelitian yang mendukung hadits ini belum cukup untuk dijadikan sebagai pembenaran terhadap hadits ini. dengan kata “ belum sepenuhnya”. Disisi lain anda menyatakan AKAL kita seharusnya membenarkannya, dengan dasar apa AKAL kita seharusnya membenarkannya Mas Oon..?
    ironisnya, anda mempercayai segelintir penelitian yang sampai sekarang belum ada kelanjutannya lagi itu dan belum memberikan kesimpulan jelas, dan di sisi lain ada begitu banyak penelitian mengenai berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat tetapi anda abaikan dan kesampingkan. Jelas ini bukanlah dalam kerangka berpikir yang benar.
    Ini tak kurang dan tak lebih dari umat Nasrani yang “harus mempercayai” bahwa bumi itu bentuknya seperti roti mari seperti yg diyakini oleh gereja. Jangan anda pikir bahwa gereja tidak menerbitkan artikel/penelitian yang mendukung teori ini, persis seperti artikel yang anda berikan untuk mendukung hadits ini. Coba apa bedanya sikap anda dengan sikap gereja pada saat itu..? mereka berupaya mati-matian mempertahankan pemahaman mereka, karena mereka takut REALITAS membuktikan yang lain, sehingga bangunan keimanan yang mereka tempati akan ikut runtuh juga karenanya. .

    [quote]Abu Hurairah disangsikan oleh Aisyah
    Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” [/quote]
    coba simak,… sebenarnya apa yang dikatakan oleh Aisyah adalah mengenai banyak hall, yang ia dan Abu Hurairah dengar dan lihat dari Rasul., hanya saja dia merasa heran, bahwa Abu Hurairah menyatakan lain/berbeda dengan apa yang ia dengar dan lihat. Kata-kata Aisyah ini bukan mengenai suatu hal yang baru, yang ia belum pernah dengar atau lihat sebelumnya, karena sejak awalnya dia sudah menyadari bahwa ada banyak waktu dimana dia tidak bersama Rasulullah. Aisyah tidak akan gusar dan bertanya seperti itu terhadap sesuatu yang memang tidak diketahuinya. Atau barangkali anda ingin mengatakan bahwa Aisyah sok tahu dan memprotes sesuatu yang tidak diketahuinya..?
    Hadits tentang khabab yang anda uraikan itu bukanlah pengakuan Aisyah tentang kebenaran kepribadian Abu Hurairah. Tidak mengonfirmasikan bahwa kesangsian Aisyah sudah hilang/sirna, atau Aisyah mencabut pendapatnya yang menyangsikan Abu Hurairah.. Tidak juga mengonfirmasikan bahwa pribadi Abu Hurairah sudah bebas masalah. Jelas terlihat Aisyah hanya membenarkan bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Hurairah kala itu adalah sama seperti yang ia pernah dengar dari Rasul.
    Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap banyaknya riwayat Abu Hurairah ra, ini menunjukkan kepada kita, bahwa mereka itu MEMANG SANGSI. Dan dari kesangsian ini melahirkan sikap hati-hati dan jeli. Bukankah begitu..??
    [quote]sumbernya Syarh Nahjul Balaghah no comment dech Stad… karena para ulama meragukan kitab tsb sich… disebabkan ketiadaan sanad padanya sampai ke Imam Ali ra…[/quote]
    nah disini phobia anda terlihat, sehingga menutup daya nalar anda untuk mempelajarinya. Coba saya tanya,.. apakah anda sudah ngecheck dan membaca sendiri NB sehingga anda bisa claim bahwa itu tidak ada sanadnya sampai ke Imam Ali…?
    [quote]menurut An-Najm:4 semua perkataan rasul adalah wahyu.[/quote]
    itu benar sekali…..!! sehingga ketika Rasul menyatakan hadits tsaqalain yang diriwayatkan dalam kitab-kitab andalan Mas Oon, itu adalah wahyu, bukan dorongan nepotisme.
    Itu benar sekali….!! Sehingga ketika Rasul menunjuk dan melantik Imam Ali sebagai washi nya adalah wahyu, bukan dorongan nepotisme. Setuju mas Oon..??
    Mengapa anda tidak mengambil rujukan yang aman saja mas Oon..? yang tiada seorangpun pernah menyangsikan kepribadiannya yang mulia..? yang Rasul mencintainya. Yang mewarisi keutamaan kepribadian Rasul dan keluasan ilmu Rasul :” Ana Madinatul ilm, wa Ali babuha”. Yang bertumbuh dari rumah kenabian…?? Yang menyaksikan wahyu turun…?? Yang dididik secara intens dalam rumah tangga Rasul..? yang keluar secara sempurna dari madrasah yang rasul adalah gurunya, mentornya, sahabatnya…?? Ia yang menemani Rasul tidak saja dirumah, tetapi juga di dalam dakwah, di peperangan, di hijrah, dari mekkah sampai Madinah, hingga ke wafat dan penguburan Rasul..? mengapa berspekulasi dengan orang yang masih di sangsikan kepribadiannya..?
    Kalau saya,…..saya mau yang pasti-pasti saja mas Oon. Yang sudah jelas. Btw, apakah sudah dijalankan saran dari Romo Musadiq untuk menguji hadits lalat ..??
    Demikian Mas Oon, mohon maaf kalau tidak berkenan. Namun seperti kata iklan di baleho parpol :” Apapun partaimu kau tetap saudaraku”, maka saya pun demikian, bagaimanapun pemahamanmu, selagi bersyahadat, mengakui hari berbangkit dan tidak memusuhi Ahlul bayt Nabi, maka engkau tetap saudaraku”.
    Wassalam.

  94. @Mas oon,

    [quote]Mas Oon wrote :
    Tetapi ketika sikap penolakan terhadap suatu hadits dengan tanpa ilmu (ilmu mustholah hadits) tetapi hanya dengan ra’yu maka itu sudah berkaitan dengan masalah ushul.[/quote]

    Apakah menurut anda, ilmu logika tidak dapat digunakan untuk membedah dan mengkritisi hadits..? lalu kaitannya dengan ushul itu dimananya mas Oon..?

    [quote]Mas Oon wrote :
    Jadi bukan masalah substansi dari hadits tersebut tetapi sikap kita terhadap sumber kedua Islam itu lho pak…[/quote]

    Justru sikap kritis tersebut lahir karena melihat substansi hadits. Kalau memang anda konsisten dengan mangambil hadits sebagai rujukan kedua, maka semoga anda tidak mengabaikan hadits tsaqalain.

    [quote]Mas Oon wrote :
    Jadi kalo hadits lalat ini sekarang baru terungkap kebenarannya secara ilmu pengetahuan walaupun “belum sepenuhnya” itu sudah lebih dari cukup untuk mempercayai hadits tersebut karena pada dasarnya akal kita seharusnya sudah membenarkannya kan ? [/quote]

    Disini anda kontradiksi lagi. Bahwa disatu sisi anda hendak mengatakan bahwa penelitian yang mendukung hadits ini belum cukup untuk dijadikan sebagai pembenaran terhadap hadits ini. dengan kata “ belum sepenuhnya”. Disisi lain anda menyatakan AKAL kita seharusnya membenarkannya, dengan dasar apa AKAL kita seharusnya membenarkannya Mas Oon..?
    ironisnya, anda mempercayai segelintir penelitian yang sampai sekarang belum ada kelanjutannya lagi itu dan belum memberikan kesimpulan jelas, dan di sisi lain ada begitu banyak penelitian mengenai berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat tetapi anda abaikan dan kesampingkan. Jelas ini bukanlah dalam kerangka berpikir yang benar.

    Ini tak kurang dan tak lebih dari umat Nasrani yang “harus mempercayai” bahwa bumi itu bentuknya seperti roti mari seperti yg diyakini oleh gereja. Jangan anda pikir bahwa gereja tidak menerbitkan artikel/penelitian yang mendukung teori ini, persis seperti artikel yang anda berikan untuk mendukung hadits ini. Coba apa bedanya sikap anda dengan sikap gereja pada saat itu..? mereka berupaya mati-matian mempertahankan pemahaman mereka, karena mereka takut REALITAS membuktikan yang lain, sehingga bangunan keimanan yang mereka tempati akan ikut runtuh juga karenanya. .

    [quote]Mas Oon wrote :
    Abu Hurairah disangsikan oleh Aisyah
    Aisyah pernah mengatakan: “Apakah gerangan hadis-hadis yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?” [/quote]

    coba simak,… sebenarnya apa yang dikatakan oleh Aisyah adalah mengenai banyak hall, yang ia dan Abu Hurairah dengar dan lihat dari Rasul., hanya saja dia merasa heran, bahwa Abu Hurairah menyatakan lain/berbeda dengan apa yang ia dengar dan lihat. Kata-kata Aisyah ini bukan mengenai suatu hal yang baru, yang ia belum pernah dengar atau lihat sebelumnya, karena sejak awalnya dia sudah menyadari bahwa ada banyak waktu dimana dia tidak bersama Rasulullah. Aisyah tidak akan gusar dan bertanya seperti itu terhadap sesuatu yang memang tidak diketahuinya. Atau barangkali anda ingin mengatakan bahwa Aisyah sok tahu dan memprotes sesuatu yang tidak diketahuinya..?
    Hadits tentang khabab yang anda uraikan itu bukanlah pengakuan Aisyah tentang kebenaran kepribadian Abu Hurairah. Tidak mengonfirmasikan bahwa kesangsian Aisyah sudah hilang/sirna, atau Aisyah mencabut pendapatnya yang menyangsikan Abu Hurairah.. Tidak juga mengonfirmasikan bahwa pribadi Abu Hurairah sudah bebas masalah. Jelas terlihat Aisyah hanya membenarkan bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Hurairah kala itu adalah sama seperti yang ia pernah dengar dari Rasul.
    Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap banyaknya riwayat Abu Hurairah ra, ini menunjukkan kepada kita, bahwa mereka itu MEMANG SANGSI. Dan dari kesangsian ini melahirkan sikap hati-hati dan jeli. Bukankah begitu..??

    [quote]Mas Oon wrote :
    sumbernya Syarh Nahjul Balaghah no comment dech Stad… karena para ulama meragukan kitab tsb sich… disebabkan ketiadaan sanad padanya sampai ke Imam Ali ra…[/quote]

    nah disini phobia anda terlihat, sehingga menutup daya nalar anda untuk mempelajarinya. Coba saya tanya,.. apakah anda sudah ngecheck dan membaca sendiri NB sehingga anda bisa claim bahwa itu tidak ada sanadnya sampai ke Imam Ali…?

    An-Najm:4 semua perkataan rasul adalah wahyu

    itu benar sekali…..!! sehingga ketika Rasul menyatakan hadits tsaqalain yang diriwayatkan dalam kitab-kitab andalan Mas Oon, itu adalah wahyu, bukan dorongan nepotisme.

    Itu benar sekali….!! Sehingga ketika Rasul menunjuk dan melantik Imam Ali sebagai washi nya adalah wahyu, bukan dorongan nepotisme. Setuju mas Oon..??

    Mengapa anda tidak mengambil rujukan yang aman saja mas Oon..? yang tiada seorangpun pernah menyangsikan kepribadiannya yang mulia..? yang Rasul mencintainya. Yang mewarisi keutamaan kepribadian Rasul dan keluasan ilmu Rasul :” Ana Madinatul ilm, wa Ali babuha”. Yang bertumbuh dari rumah kenabian…?? Yang menyaksikan wahyu turun…?? Yang dididik secara intens dalam rumah tangga Rasul..? yang keluar secara sempurna dari madrasah yang rasul adalah gurunya, mentornya, sahabatnya…?? Ia yang menemani Rasul tidak saja dirumah, tetapi juga di dalam dakwah, di peperangan, di hijrah, dari mekkah sampai Madinah, hingga ke wafat dan penguburan Rasul..? mengapa berspekulasi dengan orang yang masih di sangsikan kepribadiannya..?

    Kalau saya,…..saya mau yang pasti-pasti saja mas Oon. Yang sudah jelas. Btw, apakah sudah dijalankan saran dari Romo Musadiq untuk menguji hadits lalat ..??

    Demikian Mas Oon, mohon maaf kalau tidak berkenan. Namun seperti kata iklan di baleho parpol :” Apapun partaimu kau tetap saudaraku”, maka saya pun demikian, bagaimanapun pemahamanmu, selagi bersyahadat, mengakui hari berbangkit dan tidak memusuhi Ahlul bayt Nabi, maka engkau tetap saudaraku”.

    Wassalam.

  95. @Gandung,
    Gandung wrote:
    Kalau memang anda konsisten dengan mangambil hadits sebagai rujukan kedua, maka semoga anda tidak mengabaikan hadits tsaqalain.

    Seperti biasa sampeyan memperlebar bahasan lagi…

    Gandung wrote:
    Disini anda kontradiksi lagi. Bahwa disatu sisi anda hendak mengatakan bahwa penelitian yang mendukung hadits ini belum cukup untuk dijadikan sebagai pembenaran terhadap hadits ini. dengan kata “ belum sepenuhnya”. Disisi lain anda menyatakan AKAL kita seharusnya membenarkannya, dengan dasar apa AKAL kita seharusnya membenarkannya Mas Oon..?

    Kalo mengenai hal itu, sampeyan lihat penjelasan Pak Ustadz ketika beliau menanggapi komentar saya sebelumnya… semoga anda paham.

    Gandung wrote:
    Jelas terlihat Aisyah hanya membenarkan bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Hurairah kala itu adalah sama seperti yang ia pernah dengar dari Rasul.

    Ya itu sudah cukup menunjukkan kredibilitas Abu Hurairah kan? Sedangkan jika Aisyah bertanya kok ada hadits yang mungkin beliau tidak dengar dari Rasulullah dan hanya didengar oleh Abu Hurairah saja..ya itu wajar juga tho, karena kalo di luar rumah Aisyah sering tidak bersama Rasul iya ga? Sedangkan Abu Hurairah ini adalah Ahlus Shufah, dia hanya tinggal di Masjid bersama Rasulullah, sedangkan sahabat2 yang lain punya aktifitas2 lain sehingga intensitasnya mereka dalam mengikuti majelis Rasul di masjid masih kalah dibandingkan dengan Abu Hurairah, apalagi dia sengaja mencatat & menghapal hadits2 Rasul.

    Gandung wrote:
    Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap banyaknya riwayat Abu Hurairah ra, ini menunjukkan kepada kita, bahwa mereka itu MEMANG SANGSI. Dan dari kesangsian ini melahirkan sikap hati-hati dan jeli. Bukankah begitu..??

    Yang SANGSI itu sampeyan aja mas, kalo mereka (para sahabat) saling bertanya dan mengkonfirmasi itu adalah hal yang sudah biasa menunjukkan kehati-hatian mereka dan tentunya apabila suatu hadits diriwayatkan oleh banyak sahabat kan semakin mantap dan setelah itu mereka langsung menerimanya, sedangkan anda sudah dikasih tau yang meriwayatkan hadits lalat bukan Abu Hurairah saja, tetapi juga dua sahabat yang lain, tetep aja SANGSI… itulah bedanya…kalo saya, saya buang semua suudzon saya kepada para sahabat rasul, ingat sahabat rasul lho ini, berkhusnudzonlah jika kita masih mau menghargai Rasul…bahkan Rasul saja mendoakan Abu Hurairah dan ibunya.

    Gandung wrote:
    nah disini phobia anda terlihat, sehingga menutup daya nalar anda untuk mempelajarinya. Coba saya tanya,.. apakah anda sudah ngecheck dan membaca sendiri NB sehingga anda bisa claim bahwa itu tidak ada sanadnya sampai ke Imam Ali…?

    Kitab yang disyarah oleh Ibnu Abil hadid yang berjudul “Syarah Nahjul Balaghah” adalah kitab yang mengumpulkan riwayat-riwayat dari Ali bin Abi Thalib ra yang didalamnya benyak terdapat riwayat2 palsu dan tanpa memiliki jalur sanad yang shahih. Juga, masih diperselisihkan siapa sesungguhnya penulis kitab tersebut. Berikut ini beberapa pendapat para ulama tentang kitab tersebut:
    -Ibnu Khalkan ketika menjelaskan kitab “Nahjul Balaghah” berkata, “Orang berselisih tentang kitab itu; apakah milik As-Syarif Abul Qasim Ali bin Tahir Al-Murtadha, wafat tahun 436, mengumpulkan perkataan Ali bin Abi Thalib ra, ataukah dikumpulkan (ditulis) oleh saudaranya Asy-Syarif Ar-Radhi Al-Baghdadi. Telah dikatakan, bahwa itu bukan perkataan Ali.
    -Adz-Dzahabi berkata, “Barangsiapa menelaah kitab “Nahjul Balaghah”, dapat dipastikan bahwa itu didustakan atas nama Amirul Mukminin Ali ra, karena di dalamnya (berisi) celaan yang nyata dan merendahkan dua orang yang utama: Abu Bakar dan Umar ra. (Kasfy adz-Dzunun: 2/1991)
    -Shiddiq Hasan Khan menyatakan –setelah menyebutkan perkataan seperti di atas, “sesungguhnya yang mengumpul-kannyalah yang menisbahkan (isi kitab) itu kepadanya (yaitu Ali ra, pen) dialah yang mendustakannya. (Abjad al-Ulum, Shiddiq Hasan: 3/66)
    -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –tatkala membantah Al-Huli Ar-Rafidhi ketika menyebutkan salah satu khutbah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan. “Manakah sanad penukilan ini, yang seorang tsiqah meriwayatkan dari yang tsiqah secara tersambung, tidak terdapat sama sekali di sini. Sesungguhnya seperti ini hanyalah didapatkan dalam kitab “Nahjul Balaghah” dan semisalnya. Para ulama mengetahui bahwa mayoritas khutbah-khutbah yang terdapat dalam kitab ini dusta atas nama Ali ra. (Minhajus Sunnah: 7/86-87).

    Gandung wrote:
    itu benar sekali…..!! sehingga ketika Rasul menyatakan hadits tsaqalain yang diriwayatkan dalam kitab-kitab andalan Mas Oon, itu adalah wahyu, bukan dorongan nepotisme
    Itu benar sekali….!! Sehingga ketika Rasul menunjuk dan melantik Imam Ali sebagai washi nya adalah wahyu, bukan dorongan nepotisme. Setuju mas Oon..??

    Lho kok larinya ke bahasan lain lagi sich mas Gandung?
    Untuk hadits Tsaqolain saya lihat sampeyan bersemangat sekali, kenapa hadits2 lain kok tidak? Coba seandainya yang meriwayatkan Hadits Tsaqolain ini adalah Abu Hurairah, pasti dech beliau ini tidak akan disangsikan lagi…makanya mas Gandung coba cek kepada diri sendiri kenapa mindset nya kok kyk gitu…hanya hadits yang sesuai pemahamannya aja yang diterima dan yang lain ditinggalkan… Tanya Kenapa?

    Apakah anda juga menyangsikan hadits dari Abu Hurairah tentang keutamaan Ahlul Bait?
    Hadits riwayat Abu Hurairah tentang keutamaan Ali ra :
    “Aku benar-benar akan memberikan bendera ini kepada seseorang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah memenangkan melalui tangan-nya” (Shahih Muslim)

    Abu Hurairah ra juga meriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah berada di atas gua Hira bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah dan Zubair, maka bergoyanglah bebatuan tersebut, maka Nabi bersabda : “Tenanglah, tidaklah yang berada di atasmu melainkan Nabi, atau Shiddiq, atau Syahid” (HR Muslim)

    Abu Hurairah juga meriwayatkan hadits Rasulullah yang berbunyi : “Sesungguhnya Fatimah adalah pemimpin wanita umatku” (HR Bukhari dalam Tharikh al-Kabir 1/232)

    Abu Hurairah berkata, “Al-Hasan bin Ali berdiri sambil berjalan, sedangkan di lehernya terdapat kalung, lalu Nabi melakukan dengan tangannya demikian (dalam riwayat lain memeluk dan menciumnya, pen) maka Hasan pun melakukan hal yang sama, lalu berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya maka cintailah dia, dan cintailah orang yang mencintainya.
    Abu Hurairah mengatakan, “maka tidak ada seorang yang paling aku cintai dari Al-Hasan bin Ali, setelah Rasulullah mengucapkannya”. (HR Bukhari, Kitab Al-Libas, Bab As-Shikhab lis Shibyan: 5435, Muslim: Kitab Fadhail As-Shahabah: 4445, 4446)

    Diriwayatkan juga oleh Al-Hakim dalam Mustadrak dari hadits Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah keluar menuju kami dan beliau bersama Hasan dan Husain, yang satu di atas pundaknya dan yang lain di atas pundak lainnya. Beliau terkadang menutupi yang ini (Hasan) dan terkadang yang lainnya (Husain) hingga tiba pada kami. Seorang lelaki bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mencintai keduanya?” Maka beliau bersabda, “Ya. Barangsiapa mencintai keduanya, sungguh dia telah mencintaiku dan barangsiapa yang membenci keduanya sungguh dia telah membenciku” (HR Al-Hakim: 3/182, 187 dengan sanad yang shahih. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya: 2/440)

    Dan masih banyak lagi, apakah hadits2 di atas patut disangsikan?

    Tentang Hadits Tsaqolain dari Zaid bin Arqam:
    “Aku tinggalkan untukmu ats-tsaqalain (dua hal). Pertama, Kitab Allah.
    Didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka ambillah Kitab itu, dan
    berpeganglah kepadanya. Suruhlah manusia berpegang pada Kitab Allah dan
    mencintainya. Kedua, keluargaku. Kuingatkan kamu akan Allah mengenai Ahli
    Baitku. Ku ingatkan kamu kepada Allah mengenai Ahli Baitku!”
    Lalu Husain bertanya kepada Zaid: “Hai Zaid, siapa gerangan Ahlul Bait itu?
    Tidakkah istri-istri nabi termasuk Ahlul Bait?
    Jawabnya: “Istri-istri nabi termasuk Ahli Baitnya. Tetapi Ahlul Bait adalah
    orang yang tidak diperkenankan menerima sedekah setelah wafat Nabi”,
    lanjutnya lagi.
    “Siapa mereka?”, tanya Husain.
    Jawabnya: “Mereka adalah keluarga ‘Ali, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far, dan
    keluarga ibn ‘Abbas”, “Apakah mereka semua diharamkan menerima sedekah
    (zakat)?” tanya Husain; “Ya”, jawabnya.
    [HR. Sahih Muslim, kitab Fadhailush Shahabah(Keutamaan2 Shahabat), bab
    Fadhail `Ali (Keutamaan 'Ali), VII/122-123, no.2408. Lihat juga Syarah An
    Naway XV/179]
    Saya menerimanya, ga ada masalah kok mas Gandung dengan hadits tersebut, yaitu perintah untuk berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan peringatan rasul atas ahlul baitnya yang harus dihormati, dijunjung tinggi dan dipenuhi hak-hak mereka, dan mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, Keluarga Ja’far dan keluarga Ibnu Abbas.

    Gandung wrote :
    Mengapa anda tidak mengambil rujukan yang aman saja mas Oon..? yang tiada seorangpun pernah menyangsikan kepribadiannya yang mulia..? yang Rasul mencintainya. Yang mewarisi keutamaan kepribadian Rasul dan keluasan ilmu Rasul :” Ana Madinatul ilm, wa Ali babuha”. Yang bertumbuh dari rumah kenabian…?? Yang menyaksikan wahyu turun…?? Yang dididik secara intens dalam rumah tangga Rasul..? yang keluar secara sempurna dari madrasah yang rasul adalah gurunya, mentornya, sahabatnya…?? Ia yang menemani Rasul tidak saja dirumah, tetapi juga di dalam dakwah, di peperangan, di hijrah, dari mekkah sampai Madinah, hingga ke wafat dan penguburan Rasul..? mengapa berspekulasi dengan orang yang masih di sangsikan kepribadiannya..?

    Rujukan mengenai apa mas Gandung? Mengenai lalat? Memangnya Imam Ali meriwayatkan hadits tentang lalat?

    Tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib ra, siapakah diantara kami yang mengingkarinya mas Gandung? Siapa saja yang mengingkari keutamaan beliau berarti juga berhadapan dengan kami… tetapi beliau bukanlah sahabat Rasul satu-satunya, kamipun mengakui keutamaan sahabat Rasul yang lain yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman Radhiallahu ‘anhum ajma’in… yang mereka inipun tidak perlu disangsikan lagi, mengapa anda batasi kepada Imam Ali saja? mereka (empat khalifah tersebut) bukan saja orang-orang utama yang dipilih oleh Allah untuk menemani rasul-Nya tetapi mereka juga terikat iman dan kekeluargaan dengan Rasulullah. Abu Bakar adalah mertua beliau, Umar adalah mertua beliau, Utsman adalah 2 kali menjadi menantu beliau dan Ali adalah sepupu sekaligus menantu beliau. Merekalah yang kita harus ikuti tanpa kecuali sebagaimana Rasulullah bersabda :”maka berpeganglah kalian dengan sunnahku dan sunnah Khulafa`ur Rasyidin al-Mahdiyin (para khalifah yang lurus dan terbimbing), gigitlah kuat dengan gigi geraham kalian dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru di dalam agama karena setiap bid’ah itu sesat.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud [no. 4607], Turmudzi [no. 2676] dan beliau berkata : ”hadits hasan shahih.” dan tentunya juga sahabat-sahabat yang lainnya.

    Jadi saya pun memilih yang pasti-pasti saja mas Gandung sesuai apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya yaitu mengikuti Ahlul Bait dan Sahabat Radhiallahu ‘Anhum Ajma’in.

    Idem…

    Wassalam.

  96. Saya suka artikel yang ini. Bukan karena syarat gathuk pathuknya. Tapi memang TIGA itu sakti. Dia menunjuk pada pemecahan masalah dualisme yang ada di bumi (penetralana positif dan negatif).

    Pucuk segitiga adalah tempat dimana ruh tertinggi kita bisa mengatasi kemalaikatan dan keiblisan diri kita. Konon, katanya, kalau bisa berdiri di puncak segitiga, itu lah miraj yang rasulullah lakukan. Mengatasi dualisme

    1.Metatron (neutral)
    2. Malaikat (+)
    3. Iblis (-)

    Tiga, kahn? sorrie OOT. Tapi ketarik postingan ini karena angka tiganya.

  97. hanya allah saja yang tahu.
    Tapi kenapa ya kita sering gontok2 sendiri padahal nabi isa(yesus) dan nabi muhammad saling melengkapi nubuat Allah sementara secara tidak kita sadari, kita sendiri bahkan mengingkarinya. Yesus sudah menubuatkan tentang kedatangan nabi muhammad. Dan tidak ada dari kitab Al quran maupun injil yang salah cuman pemikiran kita saja yang terbatas.

  98. Assalamualaikum,

    Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain. (Kemudian Rasulullah Saw merapatkan jari-jari tangan beliau). (Mutafaq’alaih)

    Janganlah dengan sebuah artikel ini membuat sesama muslim saling berburuk sangka, jika artikel ini memberikan manfaat bagi muslim yang lain maka pahala bagi yang membuatnya, dan jika memberikan mudharat bagi muslim yang lain sesungguhnya bagi yang membuatnya sudah memperoleh upahnya.

    Wa’alaikumsalam,

    Terima kasih. :)

  99. bagus juga nich……. aq jadi pengin ngundang mas ama pak frans donald untuk diskusi . Nich di bekasi antara kristen ama islam pada gontok gontokan, ya karena saling meras benar sendiri itu………….

  100. pak Musadiq, saya perlu berulang kali untuk membaca tulisan ini.
    saya setuju dengan isinya. memang ada kedekatan antara kita yang muslim dengan nasrani.
    tapi saya juga tidak setuju dengan salam diakhir tulisan, salam itu biasanya digunakan oleh nasrani yang tidak ada ajaranya bahkan dari nabi Isa AS untuk mengucapkan itu.
    karena sudah seperti bapa jelaskan kristus adalah pengikut unitarian, itu berartikan dia bertauhid.
    penggunaan salam dari agama lainpun tidak dicontohkan Rasulullah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s